• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian dilaksanakan di Dusun III, Desa Bogorejo, Kecamatan Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung yang tergabung dalam kawasan Tahura (Taman Hutan Raya) Wan Abdul Rachmantepatnya di Dusun III. Kawasan Tahura Wan Abdul Rachman terdapat pengelolaan hutan rakyat dengan pola PHBM. Pihak Dinas Kehutanan Provinsi Lampung memberikan kebijakan dalam bentuk Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) yang dianggap sebagai salah satu metode proses penyelesaian perambahan hutan secara illegal loging, okupasi lahan, pembalakan liar, dan kerusakan hutan yang ada. Lokasi penelitian di Dusun III dipilih secara sengaja (purposive) karena lokasi tersebut merupakan lokasi terdekat dengan kawasan Tahura Wan Abdul Rachman dalam program PHBM.

3.2 Teknik Pengumpulan Data

Penelitian dirancang dengan menggunakan metode survei yang bersifat deskriptif korelasional (Singarimbun dan Effendi 2008). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner dan wawancara mendalam. Kuesioner dibagikan kepada responden, namun dalam pengisian kuesioner peneliti tidak membiarkan kuesioner diisi sendiri oleh responden. Kuesioner tetap dipegang oleh peneliti, kemudian peneliti menanyakan satu persatu pertanyaan yang ada dalam kuesioner, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam pengisian, dan membantu responden yang kurang mengerti dalam segi bahasa. Wawancara mendalam dilakukan dengan menggunakan panduan pertanyaan kepada informan maupun responden. Data sekunder diperoleh dari sumber, yaitu kantor Desa Bogorejo, Departemen Kehutanan Provinsi Lampung, dan UPTD Tahura Wan Abdul Rachman serta dokumen-dokumen dan pustaka yang berhubungan dalam menunjang penelitian.

Informasi dan data penelitian diperoleh melalui responden dan informan. Unit analisis dalam penelitian ini adalah rumahtangga petani yang ikut dalam program PHBM di kawasan Tahura Wan Abdul Rachman. Responden adalah rumahtangga petani atau pihak yang memberikan keterangan mengenai dirinya dan keluarganya, sedangkan informan adalah pihak yang memberikan keterangan dan informasi mengenai situasi-situasi yang terjadi di sekitarnya. Populasi penelitian ini adalah rumahtangga petani di Desa Bogorejo berjumlah 985 rumahtangga. Populasi sasarannya yaitu rumahtangga petani di Desa Bogorejo yang mengikuti program PHBM dan mengakses lahan PHBM berjumlah 372 rumahtangga petani. Responden yang diambil sebanyak 35 rumahtangga petani di Dusun III yang dilakukan secara purposive (sengaja) yang mengikuti program PHBM dan mengakses lahan PHBM. Penentuan pengambilan responden di Dusun III, Desa Bogorejo dilakukan dengan teknik pengambilan simple random sampling.

3.3 Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Pengolahan dan analisis data bertujuan untuk dapat menjelaskan kajian pada strategi nafkah rumah tangga petani terhadap sumber pendapatan yang diperoleh dari PHBM (hutan rakyat), sektror pertanian, dan sektor non-pertanian, struktur nafkah rumah tangga petani yang diperoleh dari sumber pendapatan antara lain dari PHBM (hutan rakyat), sektor pertanian, dan sektor non-pertanian strategi nafkah dan struktur nafkah dianalisis dari data hasil wawancara kuisioner serta wawancara mendalam dengan subyek tineliti dan informan. Dari data primer tersebut diolah dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi, grafik, matriks, dan box cerita. Data primer tersebut dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian.

Kuisioner yang dikumpulkan kemudian diolah dalam tiga tahapan, antara lain: (1) editing data, (2) pengkodean data, (3) membuat tabel frekuensi, grafik, dan matriks. Pertama peneliti melakukan editing data meliputi klarifikasi, keterbacaan, konsistensi, dan kelengkapan data yang sudah terkumpul. Data yang telah terkumpul kemudian diberi kode selanjutnya ditransfer ke dalam komputer dengan aplikasi statistic program for social sciences (SPSS versi 16.0) dan

microsoft office excel 2007. Kemudian membuat statistik deskriptif variabel- variabel melalui tabel frekuensi, grafik, dan matriks. Pengolahan data kuantitatif untuk mendapatkan struktur nafkah rumahtangga petani maka dilakukan dengan mengkategorisasi lapisan pendapatan yang dilakukan dengan cara proses penghitungan melalui kaidah kurva sebaran normal di dalam aplikasi komputer

microsoft office excel 2007.

Tahapan kategorisasi lapisan pendapatan terhadap struktur nafkah rumahtangga petani sebagai berikut:

1. Menjumlahkan total pendapatan yang diperoleh dari tiga sumber pendapatan yaitu dari PHBM (hutan rakyat), sektor pertanian, dan sektor non-pertanian untuk masing-masing responden. Penjumlahan total pendapatan dilakukan untuk setiap sumber pendapatannya.

2. Selanjutnya total pendapatan dari tiga sumber pendapatan untuk masing- masing responden dijumlahkan menurut sumber pendapatannya. Kemudian ditentukan rata-ratanya menurut sumber pendapatan, berikutnya rata-rata pendapatan tersebut dihitung melalui kaidah kurva sebaran normal, agar mendapatkan kategorisasi lapisan pendapatan yaitu atas, menengah, dan bawah.

Bawah Menengah Atas x – ½ sd < x < x + ½ sd

x- ½ sd x+ ½ sd

3. Setelah mendapatkan kategorisasi lapisan pendapatan dari perhitungan kaidah kurva sebaran normal. Selanjutnya menentukan rata-rata pendapatan dari lapisan pendapatan menurut sumber pendapatannya. Dimana jumlah dari setiap lapisan pendapatan menurut sumber

pendapatannya dihitung dengan menjumlahkan berapa banyak responden yang berada pada setiap lapisannnya. Kemudian jumlah tersebut dibagi sesuai dengan banyaknya responden yang berada pada setiap lapisannya, untuk mendapatkan rata-rata pendapatan dari setiap lapisan pendapatan menurut sumber pendapatannya. Hasil dari rata-rata jumlah pendapatan pada setiap lapisan pendapatan sebagai berikut:

a. Lapisan pendapatan dari PHBM (hutan rakyat)

 Lapisan pendapatan atas : Rp9 415 000  Lapisan pendapatan menengah : Rp3 912 250  Lapisan pendapatan bawah : Rp1 343 636 b. Lapisan pendapatan sektor pertanian

 Lapisan pendapatan atas : Rp26 812 200  Lapisan pendapatan menengah : Rp7 647 421  Lapisan pendapatan bawah : Rp2 467 363 c. Lapisan pendapatan sektor non-pertanian

 Lapisan pendapatan atas : Rp15 101 111  Lapisan pendapatan menengah : Rp5 295 000  Lapisan pendapatan bawah : Rp0

Data kualitatif sendiri akan diolah melalui tiga tahap analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dilakukan dengan tujuan untuk menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, mengeliminasi data-data yang tidak diperlukan, sehingga dapat langsung menjawab perumusan masalah. Kemudian data akan disajikan dalam bentuk teks naratif, matriks, gambar, tabelatau bagan, setelah itu baru ditarik kesimpulan sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.

BAB IV

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN