A. Surya Suwarno, A. Prima, N. Luthfi, Sularno, Sutaryo, A. Purnomoadi
Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang
Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lama waktu makan dan waktu ruminasi beserta efisiensi waktu makan dan efisiensi waktu ruminasi pada domba ekor tipis dengan umur berbeda dan pakan berbeda. Penelitian dilakukan di Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro pada bulan Januari-Maret 2017. Rancangan percobaan yang digunakan dalam ini adalah Rancangan Acak Lengkap pola tersarang (nested design) 2 faktor, yaitu umur terdiri muda dan dewasa serta pakan berupa 100% rumput, dan 50% rumput : 50% konsentrat (complete feed) dengan 4 ulangan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 16 ekor domba ekor tipis yang terdiri 8 ekor domba muda yang berumur 3-4 bulan dengan bobot badan rata-rata 13-4,83-4±2,06 kg (CV= 13,86%) dan 8 ekor domba dewasa yang berumur 10-12 bulan dengan bobot badan rata-rata 21,74±2,85 kg (CV= 13,10%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada domba muda maupun domba dewasa tidak memiliki perbedaan (P<0,01) terhadap lama waktu makan dan ruminasi, namun perlakuan pakan memberikan pengaruh (P>0,01) terhadap lama waktu makan dan lama waktu ruminasi pada domba muda maupun domba dewasa. Umur berpengaruh nyata (P>0,01) terhadap efisiensi waktu makan dan efisiensi waktu ruminasi. Efisiensi waktu makan domba muda yaitu 7,24 g/menit sedangkan pada domba dewasa 9,84 g/menit, efisiensi waktu ruminasi domba muda lebih rendah dibandingkan domba dewasa yaitu 1,22 g/menit dan 2,17 g/menit. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa domba dewasa memiliki kemampuan ruminasi dan makan lebih tinggi daripada domba dewasa.
Kata kunci: Domba ekor tipis, tingkah laku, makan, ruminasi, efisiensi.
Abstract
This study was conducted to determine the length of feeding time and time of rumination along with the efficiency of meal time and the efficiency of time of rumination in thin tail sheep with different ages and different feed. The experiment was conducted in Faculty of Animal Science and Agriculture, Diponegoro University in January-March 2017. The experiment design used in this case is a Completely Randomized Design of 2-factor nested design, ie, young and adult age and 100% grass and 50 % grass: 50% concentrate (complete feed) with 4 replications. The material used in this study were 16 thin tail sheep consisting of 8 young lambs aged 3-4 months with an average body weight of 14.84 ± 2.06 kg (CV = 13.86%) and 8 sheep adults aged 10-12 months with an average body weight of 21.74 ± 2.85 kg (CV = 13.10%). The results showed that in young sheep and adult sheep did not have difference (P <0,01) to feed duration and rumination, but feed treatment gave effect (P> 0,01) to feed duration and length of time of rumination in young sheep as well as adult sheep. Age had a significant effect (P> 0.01) on feeding efficiency and time-efficiency of rumination. Efficiency of young sheep feeding time is 7.24 g / min while in adult sheep 9.84 g / min, the efficiency of sheep sheep time is lower than adult sheep 1.22 g / min and 2.17 g / min. Based on these results it can be concluded that adult sheep have the ability to ruminate and eat higher than the adult sheep.
Keywords: Thin tail sheep, behavior, feeding, rumination, efficiency
Pendahuluan
Domba ekor tipis merupakan ternak yang banyak digemukkan di masyarkat. Domba ekor tipis banyak dipelihara oleh masyarakat karena adaptif terhadap pakan yang diberikan (Arifin, dkk, 2007).
35 Pada peternakan rakyat umumnya domba digemukan pada saat umur dewasa dan juga membutuhkan biaya yang besar. Hal tersebut dirasa kurang efisien karena domba dewasa melakukan deposisi lemak pada daging sehingga kandungan lemak tinggi pada daging, sedangkan konsumen kurang minat dengan daging yang tinggi lemak.
Salah satu cara untuk mempercepat pertumbuhan yaitu dengan cara penggemukan dini, karena laju pertumbuhan pada domba muda masih dapat terus tumbuh dan berkembang sedangkan pada domba dewasa hanya memperbaiki kualitas karkas. Keunggulan penggemukan dini yaitu kegiatan yang bersifat membesarkan dan menggemukan, sedangkan ternak yang digemukkan saat dewasa hanya memperbaiki kualitas karkas (parakkasi, 1999). Kambing dan domba mampu memanfaatkan pakan berkualitas rendah dengan kandungan serat kasar yang tinggi (Puastuti, 2009).
Domba muda merupakan fase peralihan dari non ruminansia menjadi ruminansia dimana perkembangan organ pencernaan belum berkembang secara optimal. Perubahan organ pencernaan selama pertumbuhan yang paling terlihat adalah perkembangan rumen yang terjadi untuk merespon perubahan pakan (Baldwin, 2004). Domba muda belum mampu mengkonsumi pakan yang mengandung serat kasar yang tinggi secara maksimal. Penambahan konsentrat pada pakan rumput atau pakan
complete feed diduga mampu merangsang mikroba rumen sehingga dapat meningkatkan konsumsi dan
akan mempengaruhi lama waktu makan dan ruminasi pada domba muda ataupun domba dewasa. Penambahan konsentrat mampu merangsang pertumbuhan mikroba rumen sehingga aktivitas pen-cernaan fermentatif lebih meningkat, yang pada gilirannya makin banyak bahan kering ransum yang dapat dicerna (Koddang, 2008). Kemampuan dan respon terhadap pakan dapat dilihat dari tingkah laku makannya. Maka dari itu perlu dilakukannya penelitian mengenai tingkah laku makan domba yang berbeda umur dan pakan yang berbeda.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkah laku makan domba muda dan domba dewasa yang diberi pakan rumput dan complete feed. Manfaat yang didapat dari penelitian ini adalah memberikan informasi tentang perbedaan tingkah laku makan domba muda dan dewasa yang diberi pakan rumput dan complete feed. Hipotesis dalam penelitian ini adanya perbedaan antara perlakuan pakan rumput dan complete feed terhadap waktu makan dan ruminasi beserta efisiensi waktu makan dan efisiensi waktu ruminasi pada domba muda dan dewasa.
Bahan dan Metoda
Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 16 ekor domba ekor tipis yang terdiri 8 ekor domba muda dengan bobot badan rata-rata 14,84±2,06 kg (CV= 13,86%) dan 8 ekor domba dewasa dengan bobot badan rata-rata 21,74±2,85 kg (CV= 13,10%). Kandang yang digunakan berupa kandang individu dengan type panggung dan dilengkapi dengan palung pakan dan minum. Pakan yang diberikan berupa 100% rumput dan complete feed yang terdiri dari 50% rumput dan 50% konsenrat. Pemberian pakan 3,5% Bahan Kering (BK) dari bobot badan. Komposisi bahan pakan dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Komposisi Bahan Pakan yang Digunakan dalam Penelitian serta Kandungan Bahan Pakan
Komposisi Ransum (%)
A0T0 A0T1 A1T0 A1T1
Rumput Gajah 100 100 50 50 Konsentrat - - 50 50 - BungkilKedelai - - 8 8 - Gaplek - - 9 9 - Dedak Padi - - 18 18 - Wheat brand - - 8 8 - Molasses - - 5 5 - Mineral Mix - - 2 2 Kandungan Nutrien ---100% BK--- Protein Kasar 8,77 8,77 12,07 12,07 TDN 42,36 42,36 55,03 55,03 Serat Kasar 34,43 34,43 26,02 26,02
36 Keterangan:
A0T0= Domba lepas sapih dengan pakan 100% rumput gajah
A0T1= Domba lepas sapih dengan pakan 50% rumput gajah : 50% konsentrat A1T0= Domba dewasa dengan pakan 100% rumput gajah
A1T1= Domba dewasa dengan pakan 50% rumput gajah : 50% konsentrat
Data yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi bahan kering (BK), dan data tingkah laku makan masing-masing domba. Parameter tingkah laku makan yang diamati meliputi waktu untuk makan dan ruminasi beserta efisiensi waktu makan dan efisiensi waktu ruminasi.
- Waktu makan dan ruminasi didapatkan dari pengamatan manual dengan cara mengisi form tingkah laku makan per lima menit dan pengamatan dilakukan selama 2x24 jam.
- Efisiensi waktu makan dan ruminasi = Konsumsi BK/hari (BK) : waktu makan(ruminasi) . - Konsumsi BK pakan (g/hari) = konsumsi bahan segar (g) x % BK pakan.
Hasil dan Diskusi
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu ditunjukkan pada Tabel 1.
Tabel 1. Rataan Waktu makan, Waktu ruminansi, Efisiensi waktu makan, Efisiensi waktu ruminansi
Keterangan: * Superskrip yang menunjukkan berbeda nyata pada taraf 5% (P<0,05) ** Superskrip yang menunjukkan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (P<0,05)
Berdasarkan hasil data penelitian tersebut didapatkan bahwa faktor pakan memberikan pengaruh (P<0,05) terhadap waktu makan dan waktu ruminasi pada domba muda maupun domba dewasa. Hal tersebut dikarenakan pakan yang diberikan memiliki karakteristik yang berbeda. Karakteristik rumput berbeda dengan karakteristik complete feed yaitu memiliki serat kasar yang tinggi dibandingkan serat kasar pada complete feed. Serat kasar pada rumput sebesar 43,34% sedangkan serat kasar pada complete
feed sebesar 22,25%, sehingga domba muda ataupun dewasa dengan perlakuan rumput akan
membutuhkan waktu yang lama pada waktu makan dan waktu ruminasi. Hal tersebut yang me-nyebabkan pakan memberikan pengaruh terhadap domba muda ataupun domba dewasa.
Faktor umur dan pakan memberikan pengaruh (P<0,05) terhadap efisiensi waktu makan dan efisiensi waktu ruminasi. Hal tersebut dikarenakan jenis pakan yang memiliki bentuk dan karakteristik yang berbeda, yaitu rumput dengan luas permukaan yang besar dan memiliki serat kasar yang tinggi sedangkan complete feed dengan ukuran partikel yang lebih kecil dan rendah serat kasar akan mempengaruhi domba muda dan dewasa melakukan waktu makan dan ruminasi dan menyebabkan kemampuan domba untuk makan dan ruminasi dalam per menit menjadi berbeda. Pakan berbentuk pellet dapat meningkatkan kemampuan efisiensi waktu makan. Pemberian pakan dalam bentuk pelet bertujuan untuk selain dapat digunakan untuk mengontrol konsumsi pakan konsentrat dan pakan kasar sesuai dengan proporsi yang diberikan, juga untuk memperbaiki palatabilitas pakan (Purbowati et
al.,2007)
Parameter Umur Rumput Complete
feed Rata-rata Pengaruh Pakan Pengaruh Umur Waktu makan (menit/hari) Muda 334.38 42.08 188.23 ** Ns Dewasa 346.88 48.75 197.81 Waktu ruminasi (menit/hari) Muda 415.63 329.13 372.38 * Ns Dewasa 486.25 296.88 391.56 Efisiensi waktu makan (g/menit) Muda 1.32 13.16 7.24 ** * Dewasa 2.40 17.28 9.84 Efisiensi waktu ruminasi (g/menit) Muda 1.08 1.36 1.22 Ns * Dewasa 2.16 2.18 2.17 Konsumsi BK (g/hari) Muda 441.88 518.65 480.27 ** Ns Dewasa 687.62 832.38 760.00
37 Domba muda dan dewasa memiliki kemampuan dalam melakukan aktivitas makan dan ruminasi yang berbeda, hal tersebut dikarenakan pada domba muda perkembangan pada rongga mulut dan sistem pencernaan belum berkembang secara optimal sehingga akan mempengaruhi tingkat efisiensi waktu makan dan waktu ruminasinya. Umur berpengaruh terhadap waktu dan kecepatan makan. Bertambahnya umur mampu meningkatkan kemampuan mengambil pakan (Ali dll, 1990). Faktor umur berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap efisiensi waktu ruminasi. Domba dewasa memiliki rongga mulut yang telah tumbuh optimal daripada domba muda sehingga tingkat ruminsasi lebih tinggi domba dewasa. Efisiensi makan dan ruminasi lebih tinggi domba dewasa daripada domba muda.
Kesimpulan
Kesimpulan hasil dari penelitian ini adalah domba dewasa memiliki efisiensi waktu makan dan efisiensi waktu ruminasi dan mampu mengkonsumsi dalam jumlah besar hal tersebut dikarenakan organ pencernaannya sudah berkembang maksimal sehingga pemberian pakan rumput maupun complete feed tidak masalah akan tetapi lebih baik pakan berupa complete feed karena memiliki nutrisi yang tinggi untuk kebutuhan hidup dan produksinya.
Daftar Pustaka
Ali, A., S. H. Raza and A. Ghaffar. 1990. Eating and rumination in relation to age of lactating buffalo. Appl. Anim. Behav. Sci. 28: 273-279
Arifin, M., A. Isminursiti dan E. Rianto. 2007. Deposisi pada domba ekor tipis jantan yang diberi pakan hijauan dan konsentrat dengan metode penyajian berbeda. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Vetriner. Hal. 367-373. Bogor, Jawa Barat.
Baldwin, R. L, K. R. McLeod, J. L. Klotz, dan R. N. Heltman. 2004. Rumen Development, Intestinal Grwoth and Hepatic Metabolism In The Pre-and Postsewaning Ruminant. J. Sci 87 (E. Suppl.): E55-E65.
Koddang, M. Y. A. 2008. Pengaruh tingkat pemberian konsentrat terhadap daya cerna bahan kering protein dan protein kasar ransum pada sapi bali jantan yang mendapatkan rumput raja (pennisetum purpurephoides) ad-libitum. J. Agroland. 15(4): 343-348.
Parakkasi A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminan. Cetakan Pertama. Penerbit UIP, Jakarta.
Puastuti, W. 2009. Manipulasi bioproses dalam rumen untuk meningkatkan penggunaan pakan berserat. Wartazoa. 19: 180-190
Purbowati, E., C. I. Sutrisno, E. Baliarti, S. P. S. Budhi dan W. Lestari. 2007. Pengaruh komplit dengan kadar protein dan energi yang berbeda pada penggemukan domba lokal jantan secara feedlot terhadapn konversi pakan. Seminar Nasional Teknologia Peternakan dan Veteriner. Hal. 394-401. Bogor, Jawa Barat.
38