Kepada Allah Sang Maha Segala yang mencintaiku dengan cara sangat rahasia. Terima kasih atas segala yang telah dan masih Engkau beri padaku. Kepada Rasulullah Saw, yang menemani perjalanan hatiku dengan intim. Terimakasih atas segala tamsil dan teladanmu.
Kepada Muhammad Husein-lelaki yang mengajari bagaimana semestinya aku tersenyum. Terimakasih atas cahaya cinta yang selalu memancur dari sepasang mata beningmu. Cintaku selalu, Ayah. Selalu!
Kepada Siyami-perempuan paling ibu yang menemaniku belajar tentang hakikat cinta dan kehidupan. Terimakasih, Bunda, atas cinta yang selalu meruah dari segala arah tanpa takar untukku. Yang entah dengan apa dan bagaimana semestinya aku nyatakan. Rinduku selalu, Bunda. Selalu.
Kepada yayuk-yayukku (Yuk Nur, Ika, Sofi) & keluarga besar di Karang Sari, terima kasih sudah menanamkan kebaikan, membekalkanku kelemah lembutan & kasih sayang yang selalu tulus.
Kepada Pakde (alm) Ridwan, maturnuwun, ini nama paling indah. Terimakasih memilihkannya untukku, dan mengajariku menggambar dengan kapur-kapurmu.
Kepada El Surya-sahabat paling hebat yang terus menemani dalam perjalanan dan mengingatkanku untuk terus bermimpi. Sungguh, entah bagaimana aku jika kamu tak ada semasa suka, semasa duka. Dan aku yakin masihlah lebih banyak duka dari sukanya persahabatan kita. Kagumku selalu, sahabat, selalu!
Kepada keluargaku yang berdiang di KOTAMAYA yang kini dikenal KOMA: Husna, Dina, Maya, Farida, Tiwi, Zulfa, Nanda, Ayu, Irwan, Ajeng, Dini, Wulan, Zuwi, Dwi, Lina, Irma, Sumi, Lisa, Lia dan tunas-tunas baru: Esya, Ismayyuni, Tri, Dewi, dan yang lainnya yang senantiasa meramu mimpi bersama meski berdiang beralas rumputan dan beratap awan dan dedaunan. Adakah yang lebih indah selain kebersamaan kita di masa lalu, masa kini dan (semoga!) di masa datang?
Kepada guru-guruku, Rasulullah, Emha Ainun Najib, Joni Ariadinata, Buya Hamka, Kuntowidjoyo, Pramudya Ananta Toer ,Umar Kayam, Sapardi Joko Damono, WS. Rendra, Yanusa Nugroho, Akutagawa Ryunosuke, Rama Dira, Ayu Utami, Dee, Andrea Hirata, Ahmad Fuadi, Indra Tranggono, Bu Elvi, Pak Paisri, Bu J.Hutasoit, Terima kasih dan takzim selalu atas segalanya.
Kepada semua yang menanam saham atas terbitnya buku ini: El Surya (yang rela meluangkan waktu untuk pelbagai diskusi tentang ide cerita), Caca Kartiwa (yang mendesain dengan indah dan mengawali inspirasi penentuan judul buku), SigmAksara (atas pindaian yang jeli), Embem (yang selalu baik dalam sederhananya), Citra Mardiati (yang menunjukkanku bahwa selalu ada jalan lain ke Roma), Geng Skynet: Sony, Endit, Windu Nasution (yang mengingatkanku untuk begadang yang bermanfaat :D), Evi Andriani (yang mengajariku jangan pernah menyerah), Azrina Purba, Ravina Zahara, Fatimah Saurina Purba, Justri, Ivo, Herlinda Bertha, Chairani, Fadli Arif Rumapea, Dewi Chairina, Dina Tritia, Syafrizal, Dou sejoli: Riki Andi & Nelva Yuni Harahap, Zulfan Amri, Abdi Prasetia, Acep Sunarya, Fikriansyah, Ali syahbanna, Ibnu, (betapa aku kangen kalian kawan!). Kawan dan adik sepermainanku; Abi, Edi gunawan, (alm) Wibi, (alm) Moteng, Fajar, Nardi, Rini, Fitri, Moko, Joko, Caren, Nining, Inok, Bambang, Ican, Andi, Wita,
Lambok, Mansya, Wito, Karmiadi, Anti, dan yang lain (sampai sekarang, aku tidak tahu bagaimana untuk berterimakasih, sebab sedari dahulu, bersama kalian langit bisa begitu berwarna )
Kepada semua yang berjasa pada lelaku kepengaranganku: Hasan Al Banna (yang menyulut keberanianku mengarang cerita), T.Agus Khaidir (yang percaya aku juga bisa mengarang cerita), Jones Gultom, YS Rat, Sunan Langkat, Suyadi San, Dewi Murni dan Jodhi Yudono (yang sering melapangkan rubriknya bagi tulisan-tulisanku), Nasib TS (yang melejitkan hasrat menulisku), Teja Purnama (yang menyalakan nyaliku untuk mengirim karya ke media), Afrion (yang memotivasi lewat event sastranya), Seroja White (yang selalu menagih cerita-cerita terbaruku), Nida Nafilah (yang pada matanya kutemukan keindahan dunia yang lain), Julinar Sinaga (yang menuntunku menemukan keindahan bertutur), M. Aan Mansyur (Yang membisikkan keindahan puisi), Ilham Wahyudi (yang percaya aku bisa nulis puisi), Rama Dira (yang membuatku jatuh cinta dua kali pada cerita pendek), Benny Arnas ( yang mengingatkanku pada bulan mei), Venny Mandasari ( yang ikhlas menyemangati dengan cara sederhana), Rudi Hartono Saragih (yang pertama kali memanggilku: Lae), Dani Sukma (Aku, Kau, Kita; yang selalu bersemangat tanpa pamrih), Win RG (yang meyakinkanku: Harus jadi yang terbaik, An!), Gol A Gong (yang mengingatkan: kamu hebat!), Ria Ristiana Dewi (yang tiada henti berkarya), Wahyu Wiji Astuti (yang cerita-ceritanya memikat), Hesti Shartika (yang selalu manis puisi-puisinya) Budianto dan Sri Rizki handayani (yang bahagia karena kata-kata), Fitri AB (yang puisi hujannya selalu indah), Ulfa Zaini (yang selalu doyan bercerita perjalanan), Keluarga kecilku KOMA (yang jadi api semangat. Terima kasih telah memberi energi ini), Sheila Gank ( kita kan selalu bersama: lihat, dengar dan rasakan), NBC Medan, Blogger SUMUT, Backpacker Medan (You’re never walk alone, salam
ransel!), Teman-teman penulis, di KOMPAK, KONTAN, KOMPENSASI, FLP Medan, FOKUS, LRS Medan, betapa sangat menyenangkan bisa mengenal pribadi dan rajutan karya kalian.
Terimakasih pada Keluarga besar SMP AL-AZHAR. Bu Hj.Oly Dhana, Bu Hj.Agustina Siregar, Pak H. Sudjono, terimakasih banyak atas semuanya-yang tak kan terucap lagi oleh kata. Pak Fahmi Ilham, K’ Santi & Jelita (trims bimbingannya), Runa, Nila, Kang Hardi, Nisa, Uci, Bu Yulmi (trims motivasinya), bang Udin & kak Endah (mauliate bantuannya selama ini)
Terimakasih untuk Civitas Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan; Bapak Rahmat, Desril, Agus, Syahnan, Anggi, Bunda Rosmawati, Nurhidayah, Aisyah, (Alm) Rosdiana, Kawan berbagiku: Ilan Poel, Yusniati, Eva, Jili, Mena, Madi, Siska, Yuli, Ifah, Marati, Tiwi, Wulandari, Winda, Dwi, Rajab, para punggawa HMJ BSI UMN dan Sumut, Lab. Komputer UMN, Deli Nasheed, BenerANbisa fams! Dan Aeki T-sirt.
Kepada Keluarga besar Mantel Siantar & teman-teman di Facebook yang pernah bersentuhan dan membaca karyaku. Sungguh, tanpa kalian aku mungkin tidak akan “getol” bercerita. Terima kasih, sungguh!
Pematangsiantar, hari gerimis, di bulan paling romantis, 2013 Salam hangat,
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis,
ia akan hilang di dalam masyarakat
dan dari sejarah.
Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” (Pramudya Ananta Toer)
Menggagas KOMA ( Komunitas Membaca dan Berkarya ) di kampusnya-UMN Al-Washliyah Medan. Lelaki taurus yang suka berimajinasi & membaca sejak kecil. Sejak medio 2009 intens menulis cerita-cerita pendek di media cetak & elektronik.
Peramu mimpi, sebutan ini membuat dirinya terus mengembangkan keyakinan untuk menjadi orang yang berani bermimpi dan bersungguh-sungguh mewujudkan impian itu. Meski (acapkali diawali) dengan keterbatasan, walau harus dengan berkali-kali jatuh. Baginya, orang yang punya impianlah yang benar-benar hidup.
Penyuka anak-anak & Hujan ini berprinsip hidup: Ada, Bermakna dan Bahagia. Sangat senang bersahabat dengan orang yang mencintai dunia berbagi dan kemanusiaan.
Silaturrahim bisa lewat facebook: muhammad anhar . Twitter : @ardamahira. blog: http://Peramumimpi.blogspot.com. Ia selalu mengingatkan pada adik-adiknya untuk terus berusaha, menikmati tiap-tiap proses yang ada.
“Ikatlah Makna dan tinggalkan (sebanyak-banyaknya) jejak nyatamu di dunia!”
Catatan: ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ………