• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEKSUAL PRA NIKAH REMAJA Umi Setyoningrum

Dalam dokumen M01891 (Halaman 132-135)

PADA REMAJA Nurul Devi Ardian

SEKSUAL PRA NIKAH REMAJA Umi Setyoningrum

Mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Diponegoro Fakultas Kedokteran Email : [email protected]

Abstrak

Latar belakang : Perilaku seksual pra nikah pada remaja semakin meningkat dan memberikan dampak negatif terhadap perkembangan dan pertumbuhan remaja. Hal tersebut di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah peran dan fungsi keluarga yang tidak berfungsi secara maksimal. Sehingga remaja mencari pemenuhan peran dan fungsi keluarga di luar. Berdasarkan data dari Badan KBPP tahun 2010 angka pernikahan dini d bawah usia 19 tahun mencapai angka 46%. Hal ini membutuhkan perhatian khusus berkaitan dengan beberapa ancaman permsalahan pada remaja.

Tujuan : Untuk mengetahui hubungan peran dan fungsi keluarga terhadap perilaku Seksual Pra Nikah pada remaja.

Metode : systematik review dengan cara melakukan penelusuran artikel publikasi pada Google scholar, dengan kata kunci yang dipilih, Penelusuran dibatasi pada terbitan tahun 2000-2014 dengan format fulltext PDF. Kriteria inklusi : Remaja dengan perilaku seks dan kriteria eksklusi : peran dan fungsi keluarga. Artikel yang sesuai kemudian dianalisis menggunakan critical appraisal tool yang sesuai untuk hasil penelitian RCT untuk menilai kualitas penelitian. Data diekstraksi dari artikel lalu dikelompokkan untuk dibahas dan disimpulkan.

Hasil : Temuan berupa 4 buah artikel dengan rincian 4 artikel memiliki kualitas tinggi. Didapatkan adanya hubungan peran dan fungsi keluarga terhadap perilaku seksual pra nikah pada remaja. Diantaranya fungsi afektif, fungsi sosial, fungsi reproduksi, fungsi perlindungan.

Kesimpulan : Diantara beberapa fungsi keluarga yang tidak optimal akan memberikan dampak pada perilaku seks bebas pada remaja.

Kata Kunci : Peran dan Fungsi Keluarga, Perilaku Seksual Pra Nikah, Remaja Pendahuluan

Perkembangan usia remaja semakin meningkat, hal ini beresiko terhadap munculnya permasalahan terhadap remaja salah satunya yaitu perilaku seks pra nikah. Pemasalah ini bisa disebabkan karena faktor keluarga yaitu terkait dengan peran dan fungsi keluarga. Berdasarkan PP No 21 tahun 20 tahun 1994 yang sedang digalakkan oleh BKKBN terdapat delapan fungsi keluarga yaitu : fungsi keagamaan, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi melindungi, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi pembinaan sosial. Keluarga merupakan lembaga yang paling utama dalam pembentukan nilai dan norma sebelum remaja masuk dalam lingkungan masyarakat. Masa remaja merupakan masa dimana mereka bersikap sesuka hati selama itu membuat mereka merasa senang tanpa memikirkan dampak terburuk dari kejadian atau peristiwa yang mereka alami. Menurut Supriyatna (2009), perubahan yang terjadi pada masa remaja berlangsung sesuai kodrat manusia yang mana masih membutuhkan bantuan, bimbingan dan pertimbangan dari orang sekelilingnya.

Menurut Ramonasari dalam (Al-Ghifari Abu, 2003) mengungkapkan bahwa hampir 80 % remaja melakukan hubungan seks sebelum nikah dengan pacarnya, dalam jangka waktu pacaran kurang dari satu tahun. Perilaku pacaran biasanya disertai dengan pola perilaku seksual mulai dari berciuman, bercumbu, hingga bersenggama (Hurlock, 1993). Saat ini pacaran menjadi suatu kebiasaan di kalangan remaja, remaja yang tidak memiliki pacar akan dikatakan kuno oleh teman sebayanya (Hermawan, 2003). Berbagai faktor mempengaruhi perilaku tersebut salah satunya disebabkan remaja mempunyai persepsi bahwa hubungan seks merupakan cara mengungkapkan cinta, sehingga demi cinta, seseorang merelakan hubungan seksual dengan pacar sebelum nikah (Setyawan 2004), faktor lingkungan, pergaulan, kurangnya bimbingan orang tua terutama ajaran agama baik di rumah maupun di sekolah. Tujuan

Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara peran dan fungsi keluarga tehadap perilaku seks pranikah pada remaja.

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Komunitas “Pera Pera at dalam Pelayanan Kesehatan Primer menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN

“ Se ara g, 7 No e ber 5

116 Metoda

Metoda yang digunakan adalah systematic review dengan cara melakukan penelusuran artikel publikasi dengan kata kunci yaitu peran dan fungsi keluarga, perilaku seks bebas pada remaja dengan format full text PDF. Kemudian kita kelompokkan dan dibahas serta disimpulkan. Hasil

Perilaku menyimpang pada remaja ada kaitannya dengan peran dan fungsi keluarga, karena di dalam keluarga orang tua sangat menentukan perilaku remaja saat ini. Dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan di peroleh beberapa fungsi yang dominan mempengaruhi perilaku seks pra nikah pada remaja yaitu : fungsi afektif, fungsi sosialisasi, fungsi reproduksi, fungsi seksual,

Pembahasan

Terjadinya perilaku seks pra nikah pada remaja merupakan gejolak kehidupan yang disebabkan karena perubahan sosial di masyarakat. Perubahan tersebut bisa berawal dari tidak optimalnya peran dan fungsi keluarga. Keluarga mempunyai pengaruh terhadap kejadian perilaku seks bebas pada remaja, untuk itu perlu adanya peningkatan komunikasi dan keharmonisan dalam lingkungan keluarga. Serta adanya pengoptimalan fungsi keluarga. Pada fungsi afeksi, keluarga mempunyai kewajiban memberikan kasih sayang pada semua anggota keluarganya. Sehingga masing-masing anggota keluarga merasa dihargai dan dicintai. Apabila hal tersebut tidak terbentuk dalam keluarga maka anak cenderung mencari fungsi afeksi di luar. Fungsi sosialisasi, berperan mendidik anak dari awal pertumbuhan dan perkembangan sampai terbentuk kepribadian. Anak mendapatkan pengetahuan dari orang tua tentang sosialisasi sesuatu itu boleh dilakukan atau tidak, pantas atau tidak pantas, baik atau tidak baik, karena faktor kesibukan orang tua hal tersebut sering terabaikan. Sehingga membuat orangtua kadang lebih mempercayakan pada lembaga pendidikan sekolah. Fungsi perlindungan, berkewajiban melindungi seluruh anggota keluarga antara satu dengan yang lainnya. seluruh anggota keluarga saling bekerja sama melindungi sehingga tercipta kenyamanan dalam keluarga. Fungsi seksual, perlu adanya pendidikan atau pengetahuan seksual sejak dini sehingga anak akan memahami setiap perubahan secara fisik selama proses pertumbuhan dan perkembangannya.

Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil penelitian mengenai disfungsi keluarga perlu adanya komunikasi dan hubungan yang efektif antara orang tua dan anak-anaknya, sehingga akan tercipta keharmonisan dalam keluarga. Hal tersebut untuk meminimalkan kenakalan remaja di luar rumah yang tidak bisa terpantau secara maksimal oleh orang tua. Akan tetapi hal tersebut bisa diantisipasi dengan adanya pelaksanaan fungsi keluarga yang baik serta peran orang tua yang sesuai.

Saran

Sebaiknya para orang tua membekali anak-anak mereka terutama yang telah beranjak dewasa dengan ajaran-ajaran agama, nilai dan norma serta memberikan edukasi dampak negatif dari perilaku seks bebas terutama pada anak usia karena pada masa itu mereka memilki rasa ingin tahu yang berlebih. Orang tua juga harus menjalankan fungsi keluarga (afeksi) seperti memberikan kasih sayang yang penuh terhadap anak-anak mereka, sehingga anak-anak mereka terlebih yang telah berusia remaja merasa bahagia dengan keluarga merasa nyaman dengan suasana rumah daripada di lingkungan luar rumah. Menjadikan anak-anak mereka terutama para remaja tidak terjerumus ke dalam bahaya pergaulan bebas seperti seks pranikah. Daftar Pustaka

Mellyanika Dita, 2014. Disfungsi Keluarga Dalam Perilaku Hubungan Seks Pra Nikah Remaja Di Kota Samarinda Kalimantan Timur. eJournal Sosiatri, 2014, 2(1): 22-34. Rochaniningsih Sri N, 2014. Dampak Pergeseran Peran Dan Fungsi Keluarga Pada Perilaku

Menyimpang Remaja. Jurnal Pembangunan Pendidikan : Fondasi dan Aplikasi : 59-71. Irmawaty Lenny, 2013. Perilaku Seksual Pranikah Pada Mahasiswa. Jurnal Kemas 9 (1)

(2013) 44-52.

Ahmad Taufik, 2013. Persepsi Remaja Terhadap Perilaku Seks Pranikah (Studi Kasus SMK Negeri 5 Samarinda). eJournal Sosiatri-Sosiologi, 2013, 1 (1): 31-44.

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Komunitas “Pera Pera at dalam Pelayanan Kesehatan Primer menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN

“ Se ara g, 7 No e ber 5

117 Faturochman, 2001. Revitalisasi Peran Keluarga. Buletin Psikologi, Tahun IX, No. 2,

Desember 2001, 39-47

Setyawan. A, 2004. Seks Gadis? Memahami Seks Membuktikan Cinta. Yogyakarta : Galang Press.

Hurlock, Elizabeth B,1991. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Edisi Kelima. Jakarta : Erlangga.

Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Komunitas “Peran Perawat dalam Pelayanan Kesehatan Primer menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN “

Semarang, 7 November 2015

118

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG HIV/AIDS TERHADAP

Dalam dokumen M01891 (Halaman 132-135)