• Tidak ada hasil yang ditemukan

URUSAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN a) Program Kerjasama Pembangunan

1) Pelaksanaan Program.

(1) Kegiatan Fasilitasi dan Evaluasi Kerjasama Pemerintahan dan Badan/Kelembagaan Luar Negeri yang dilaksanakan Biro Otonomi Daerah dan Kerjasama Setda Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 568.487.000,-. Hasil yang dicapai, terfasilitasinya kerjasama dalam rangka Sister Province antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi Heilongjiang, RRC, dituangkan dalam Letter of Intent (LoI) tentang Pembentukan Hubungan Kerjasama di Bidang Pendidikan, Budaya, Pertanian, Ekonomi, Perdagangan, Pariwisata, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan bidang lainnya sesuai kesepakatan. Kemudian dilakukan kegiatan penjajakan tindak lanjut LoI kerjasama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi Guanajuato, Meksiko di bidang pendidikan, kebudayaan, perdagangan,

LKPJ Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2010 IV-54 kesehatan, pariwisata, lingkungan, teknologi dan investasi. Sementara hasil yang dicapai dalam bidang kerjasama badan/kelembagaan, terfasilitasinya kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Save the Children, sebuah non-governmental organization (NGO) yang bergerak di bidang advokasi untuk anak-anak berkebutuhan di seluruh dunia dengan program Rintisan Pengembangan Pusat dukungan Anak dan Keluarga; kerjasama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan HIV Cooperation Program for Indonesia (HCPI) tentang Pencegahan Penularan HIV/AIDS di kalangan Pengguna Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif NAPZA Suntik, serta fasilitasi penawaran kerjasama dari beberapa badan/lembaga di luar negeri lainnya. Hasil pelaksanaan kegiatan lainnya, terfasilitasinya aparatur pengelola kerjasama daerah untuk mengikuti Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Kerjasama Luar Negeri dan terlaksananya pengkajian terhadap rencana kerjasama dengan Pemerintah Provinsi di luar negeri dan kerjasama dengan badan/lembaga luar negeri lainnya.

(2) Kegiatan Fasilitasi Pengembangan Kerjasama Antar Daerah dan Pihak Ketiga, yang dilaksanakan Biro Otonomi Daerah dan Kerjasama

Setda Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 320.735.000,-. Adapun hasil pelaksanaan kegiatan, tersedianya 4

(empat) naskah kerjasama antar Provinsi se-Jawa, Bali, Lampung dan Nusa Tenggara Tahun Anggaran 2011 dalam Forum Kerjasama Daerah Mitra Praja Utama (MPU); tersedianya 6 (enam) naskah kerjasama antar Daerah Provinsi dan Kabupaten/kota di wilayah Jabodatabekjur, meliputi Keputusan Bersama tentang Revitalisasi Kelembagaan BKSP Jabodetabekjur; Keputusan Bersama tentang Penetapan Jadwal Rapat Forum BKSP Jabodetabekjur; Peraturan Bersama kelembagaan BKSP Jabodetabekjur sehubungan dengan bergabungnya Kota Tangerang Selatan dalam keanggotaan BKSP Jabodetabekjur; Kesepakatan Bersama tentang Penyediaan Produk Hewan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) bagi Konsumen di Wilayah Provinsi DKI Jakarta; Kesepakatan Bersama tentang Pengembangan Pemasaran Produk Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura di wilayah Provinsi DKI Jakarta dan kerjasama hibah. Kemudian, tersedianya naskah Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Kabupaten/kota di Jawa Barat tentang Penyelenggaraan Pembangunan Kewilayahan dan Tematik di Jawa Barat Tahun 2011; Terfasilitasinya kerjasama

LKPJ Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2010 IV-55 pembangunan wilayah perbatasan antara Provinsi Jawa Barat dengan Provinsi Jawa Tengah, antara Provinsi Jawa Barat dengan Provinsi Banten; Kerjasama pembangunan daerah antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur; Kerjasama Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak serta Tindak Perdagangan Orang (trafficking) antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Bangka Belitung dan Kalimantan Timur; Kerjasama dalam bidang transmigrasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan 14 (empat belas) Pemerintah Provinsi di Indonesia sebagai daerah penerima transmigran; Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Kabupaten/kota di bidang Pengembangan Perpustakaan Umum di Jawa Barat; Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Kabupaten/kota di bidang Pengembangan Industri Pengolahan Makanan dan Minuman di Kabupaten Ciamis; Fasilitasi kerjasama antar daerah Kabupaten/kota di bidang pengelolaan pelayanan air minum oleh PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung dan pengelolaan sampah di wilayah Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, serta fasilitasi kerjasama antar daerah Kabupaten/kota di bidang layanan publik dan infrastruktur di wilayah Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah I (Bogor);

Tersusunnya Rancangan Model Kerjasama Regional CIAYUMAJAKUNING dalam konteks pengembangan kawasan strategis secara sinergi, terintegrasi, efektif dan efisien; Adanya peningkatan kapasitas aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam penyelenggaraan kerjasama antar daerah dan kerjasama dengan pihak ketiga melalui sosialisasi kerjasama daerah yang dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan.

(3) Kegiatan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2010, yang dilaksanakan Biro Otonomi Daerah dan Kerjasama Setda Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.956.996.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan terselenggaranya Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) pada tanggal 1 s/d 4 Desember 2010 di Hotel Grand Preanger, Bandung dan kegiatan penunjang yaitu Pameran Produk Unggulan Daerah II di Lapangan Gasibu, Bandung. Hasil Rakernas

LKPJ Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2010 IV-56 tersebut berupa rekomendasi dan telah disampaikan kepada Presiden RI melalui surat Ketua Umum Dewan Pengurus APPSI Nomor A.194/APPSI/XII/2010 tanggal 23 Desember 2010.

(4) Kegiatan Penyelenggaraan Kerjasama Daerah yang dilaksanakan Biro Otonomi Daerah dan Kerjasama Setda Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 110.925.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan, tersusunnya rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Kerjasama Daerah dan tersusunnya Sistem Informasi Manajemen (SIM) Database Kerjasama Daerah (modul).

(5) Kegiatan Fasilitasi Penyelenggaraan Pemerintah di Jawa Barat yang dilaksanakan Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Barat di Jakarta, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 450.000.000,-. Hasil kegiatan tersebut, terwujudnya sinergitas kinerja keprotokolan dalam rangka fasilitasi dengan aparatur / pimpinan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

(6) Kegiatan Sinergitas Antar Lembaga Dalam Negeri dan Luar Negeri yang dilaksanakan Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Barat di Jakarta, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 250.000.000,-. Hasil kegiatan tersebut, meningkatnya sinergitas hubungan antar lembaga dalam negeri dan luar negeri; Sinergitas hubungan antar daerah dalam rangka Mitra Praja Utama (MPU); Sinergitas Asosiasi Pemerintah Provinsi Se-Indonesia (APPSI); Sinergitas Ijin Perjalanan ke Luar Negeri.

(7) Kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan yang dilaksanakan Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah I, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 100.000.000,-. Hasil kegiatan tersebut tersusunnya dokumen perencanaan pembangunan kabupaten/

kota di wilayah I (kewilayahan) sebagai bahan musrenbang tingkat provinsi.

(8) Kegiatan Monitoring dan Evaluasi kegiatan OPD dan Bantuan Provinsi ke Kabupaten/kota yang dilaksanakan Badan Koordinasi Pemerintahan

dan Pembangunan Wilayah I, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 250.000.000,-. Hasil kegiatan tersebut, berupa dokumen hasil

monitoring dan evaluasi kegiatan yang dilakukan OPD kabupaten/kota yang dibiayai APBD Provinsi melalui kegiatan OPD Provinsi.

(9) Kegiatan Koordinas, Fasilitasi, Monitoring dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau yang dilaksanakan Badan Koordinasi Pemerintahan

dan Pembangunan Wilayah I, dengan alokasi anggaran sebesar

LKPJ Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2010 IV-57 Rp. 200.000.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan tersebut, tersusunnya dokumen sosialisasi/pencerahan terhadap tokoh masyarakat dan tokoh agama tentang dampak negatif dari perilaku/kebiasaan merokok di masing-masing kabupaten/kota dan dokumen hasil rapat koordinasi tentang DBHCT 2010.

2) Permasalahan dan Solusi.

(1) Masih adanya inkonsistensi peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan pelaksanaan kerjasama dengan luar negeri dan ketidakselarasan dengan peraturan perundang-undangan sektoral.

Solusinya, melaksanakan konsultasi dan koordinasi ke Pemerintah secara berkesinambungan, khususnya dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri.

(2) Keterbatasan sumber daya manusia pengelola kerjasama luar negeri, mulai dari tingkat pengambil kebijakan hingga pelaksana, baik secara kualitas maupun kuantitas. Solusinya, peningkatan wawasan dan pemahaman aparatur pengelola kerjasama luar negeri, mulai dari tingkat pengambil kebijakan hingga pelaksana, sesuai dengan Permendagri No.

19 Tahun 2009 tentang Pedoman Peningkatan Kapasitas Pelaksana Kerjasama Daerah.

(3) Pengorganisasian dan koordinasi penyelenggaraan kerjasama luar negeri belum berjalan dengan optimal. Solusinya, meningkatkan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah dalam rangka pelaksanaan kerjasama luar negeri yang sinergis dan tertib administrasi.

(4) Masih adanya inkosistensi peraturan perundang-undangan dalam bidang kerjasama daerah. Solusinya, memberikan rekomendasi kepada Pemerintah berkenaan dengan kebijakan yang implementasinya di daerah menghadapi kendala.

(5) Belum sinerginya program pembangunan antar daerah Provinsi/

Kabupaten/kota baik antar daerah Provinsi/Kabupaten/kota yang berbatasan maupun bersifat regional. Solusinya, meningkatkan komitmen bersama antar daerah Provinsi dengan Kabupaten/kota di berbagai bidang pembangunan daerah yang dituangkan dalam naskah kerjasama daerah.

(6) Terbatasnya pemahaman aparatur pengelola kerjasama daerah.

Solusinya, meningkatkan pemahaman aparatur pengelola kerjasama

LKPJ Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2010 IV-58 melalui sosialisasi peraturan perundang-undangan tentang kerjasama daerah.

(7) Belum tersedianya peraturan gubernur tentang petunjuk teknis pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2010. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilaksanakan penyusunan peraturan gubernur tentang Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Kerjasama Daerah dan peraturan pelaksanaan lainnya.

b) Program Perencanaan, Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Daerah.

1) Pelaksanaan Program.

(1) Kegiatan Penyelenggaraan Musrenbang Provinsi 2010 serta Fasilitasi Pra Musrenbang dan Musrenbang Kabupaten/kota se Jawa Barat yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah

Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.143.110.000,-. Hasil kegiatan adalah terkoordinasikannya

perencanaan pembangunan Provinsi Jawa Barat.

(2) Kegiatan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 400.000.000,-. Hasil kegiatan adalah tersusunnya dokumen RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 dan Sertifikasi ISO 9001:2008 sehingga dapat dijadikan acuan/pedoman perencanaan pembangunan tahunan daerah.

(3) Kegiatan Fasilitasi Kegiatan APBN yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan pembangunan Daerah provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 366.000.000,-. Hasil kegiatan adalah terkoordinasinya perencanaan pembangunan Provinsi Jawa Barat.

(4) Kegiatan Pendukungan Komite Perencanaan Pembangunan yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah

Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 750.000.000,-. Hasil kegiatan adalah tersedianya dokumen

rekomendasi kebijakan perencanaan yang bersifat terobosan di Provinsi Jawa Barat.

(5) Kegiatan Penyusunan Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran Daerah Jawa Barat yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi

LKPJ Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2010 IV-59 anggaran sebesar Rp. 1.000.000.000,-. Hasil kegiatan adalah tersedianya informasi tentang kebijakan umum APBD dan prioritas plafon, serta usulan kegiatan dari OPD Provinsi dan kabupaten/kota.

(6) Kegiatan Perencanaan Pembangunan Non APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2011 yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 600.000.000,-. Hasil kegiatan adalah terwujudnya perencanaan kegiatan non APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2011.

(7) Kegiatan Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Tahun 2010 yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 600.000.000,-. Hasil kegiatan adalah terkendalinya pelaksanaan rencana pembangunan di Provinsi yang didanai dari APBN maupun APBD.

(8) Kegiatan Fasilitasi Hasil Penelitian dan Pengembangan dalam Perencanaan Pembangunan di Jawa Barat yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 200.000.000,-. Hasil kegiatan adalah termanfaatkannya hasil-hasil penelitian dari lembaga penelitian dan pengembangan di Jawa Barat.

(9) Kegiatan Sinkronisasi Perencanaan Bidang Ekonomi yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 800.000.000,-. Hasil kegiatan adalah terwujudnya sinergitas perencanaan bidang ekonomi dan termanfaatkannya dokumen perencanaan kebijakan ekonomi.

(10) Kegiatan Fasilitasi, Koordinasi dan Sosialisasi Perencanaan di Bidang Fisik yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah

Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 800.000.000,-. Hasil kegiatan adalah terkoordinasinya rakor lingkup

bidang fisik se Jawa Barat; terkoordinasinya perencanaan pembangunan infrastruktur wilayah penataan ruang dan sumber daya alam dan lingkungan hidup baik yang bersumber dari APBN, PLN, APBD Prov. Serta APBD kabupaten/kota; terinformasikannya (RSWP3K) Jabar dan RIPW Jabar Selatan; terinformasikannya RTRWP Jabar 2029 sebagai acuan penyusunan RTRW kabupaten/kota di Jawa Barat dan terwujudnya sinergitas penataan ruang Provinsi Jawa Barat; dan tersedianya penunjang Program WISP dan PISP di Jawa Barat.

LKPJ Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2010 IV-60 (11) Kegiatan Sinkronisasi Perencanaan Tata Kelola Pemerintahan yang

dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah

Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 578.445.000,-. Hasil kegiatan adalah terwujudnya Sinkronisasi dan

sinergitas perencanaan bidang pemerintahan di Provinsi Jawa Barat meliputi aspek aparatur, politik, hukum dan tramtib; tersusunnya Road Map Reformasi Birokrasi, serta tersusunnya Grand Design daerah otonom di Jawa Barat.

(12) Kegiatan Fasilitasi Perencanaan Kerjasama Wilayah Perbatasan dan Antar Provinsi yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan

Daerah Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 532.000.000,-. Hasil kegiatan adalah terselenggaranya kerjasama

musyawarah rencana pembangunan regional se Jawa Bali;

terselenggaranya kerjasama pembangunan wilayah perbatasan Jabar–

Banten; terselenggaranya kerjasama pembangunan wilayah perbatasan Jabar–Jateng; terselenggaranya monitoring dan evaluasi kerjasama pembangunan wilayah perbatasan antar provinsi; terlaksananya fasilitasi dan koordinasi kerjasama pembangunan daerah perbatasan serta tersedianya dukungan terhadap penyelenggaraan rapat teknis Mitra Praja Utama (MPU).

(13) Kegiatan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah

Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 200.000.000,-. Hasil kegiatan adalah terlaksananya Kesekretariatan

Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Jawa Barat.

(14) Kegiatan Pusat Pengendalian IPM Tahun 2015 yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 250.000.000,-. Hasil kegiatan adalah terbangunnya pusat pengendalian pencapaian IPM 80 Tahun 2015.

(15) Kegiatan Penyelenggaraan Konreg PDRB se Jabalnusra yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah

Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 300.000.000,-. Hasil kegiatan adalah tercapainya kesepakatan

indikator data/informasi tentang PDRB se Jabalnusra.

(16) Kegiatan Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Korupsi (RAD-PK) yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan

LKPJ Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2010 IV-61

Daerah Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 325.000.000,-. Hasil kegiatan adalah terselenggaranya pengenalan

rencana aksi nasional pemberantasan korupsi dalam bentuk sosialisasi;

terbitnya Keputusan Gubernur Jawa Barat tentang Tim Penyusun dan Pelaksana Rencana Aksi Daerah pemberantasan korupsi Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2010-2013; serta terbitnya Peraturan Gubernur Jawa Barat tentang rencana Aksi daerah Pemberantasan Korupsi Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2010-2013 dokumen RAD-PK Provinsi Jawa Barat dalam upaya Mewujudkan Kepemerintahan yang baik dan bebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme serta perbuatan lain yang merugikan orang lain, masyarakat dan/atau negara;

meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik dan meniadakan pungutan liar.

(17) Kegiatan Kajian Stratejik Perencanaan Pembangunan Jawa Barat yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah

Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 950.000.000,-. Hasil kegiatan adalah tersusunnya dokumen

perencanaan berbasis hasil Ristek.

(18) Kegiatan Aplikasi Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah

Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 400.000.000,-. Hasil kegiatan adalah terbangunnya aplikasi

perencanaan pembangunan daerah.

(19) Kegiatan Sinkronisasi, Fasilitasi dan Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Sosial dan Budaya di Jawa Barat yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah

Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.000.000.000,-. Hasil kegiatan adalah meningkatnya sinergitas

perencanaan pembangunan lingkup bidang sosial dan budaya, baik antar OPD terkait serta antar level pemerintahan.

(20) Kegiatan Revisi RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013 dan RPJPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2005 – 2025 yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 300.000.000,-. Hasil kegiatan adalah tersedianya acuan/pedoman Perencanaan Pembangunan Jangka Panjang dan Jangka Menengah.

LKPJ Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2010 IV-62 (21) Kegiatan Penyusunan Actionplan DBHCHT Provinsi Jawa Barat Tahun

2011 yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan

Daerah Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 200.000.000,-. Hasil kegiatan adalah tersedianya acuan untuk Dana

Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

(22) Kegiatan Koordinasi Perencanaan, Pengendalian dan Pengawasan Produksi serta Pengolahan Tembakau di Jawa Barat yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 300.000.000,-. Hasil kegiatan adalah tersedianya data base tentang produksi, pengolahan serta distribusi komoditas tembakau di Jawa Barat; terkoordinasinnya proses perencanaan, pengendalian dan pengawasan dalam peningkatan produksi serta pemanfaatan hasil produksi tembakau di Jawa Barat;

tersedianya rumusan kebijakan yang bersifat teknis dan strategis di bidang produksi serta pemanfaatan hasil tembakau di Jawa Barat.

(23) Kegiatan Operasioal Komite Daerah Lansia yang dilaksanakan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 30.440.000,-. Hasil kegiatan adalah terlaksananya sinergitas Komisi Daerah Lanjut Usia.

(24) Kegiatan Pelaksanaan Pemeriksaan dan Evaluasi pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/kota yang dilaksanakan Inspektorat Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 9.278.675.000,-. Hasil kegiatan adalah terlaksananya pemeriksaan reguler ke 58 OPD Provinsi Jawa Barat dan 26 pemerintah kabupaten/kota se Jawa Barat, terlaksananya pemeriksaan kasus pengaduan masyarakat, dan terlaksananya evaluasi SAKIP OPD Provinsi Jawa Barat.

(25) Kegiatan Penanganan Kasus Pengaduan Masyarakat yang dilaksanakan Inspektorat Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 150.000.000,-. Hasil kegiatan adalah termanfaatkannya dokumen hasil koordinasi penyelesaian tindak lanjut kasus pengaduan masyarakat dengan Itjen Depdagri, MENPAN dan Kementerian lainnya diluar Provinsi Jawa Barat dan hasil monitoring penyelesaian dan penanganan tindak lanjut kasus pengaduan masyarakat pada pemerintah kabupaten/kota sebagai bahan laporan/informasi ke pimpinan dan masyarakat, terealisasi 22 laporan kasus.

LKPJ Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2010 IV-63 (26) Kegiatan Penyusunan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) dan

Koordinasi Pengawasan, yang dilaksanakan Inspektorat Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 395.250.000,-. Hasil kegiatan adalah meningkatnya koordinasi dan sinergitas pelaksanaan pengawasan di Jawa Barat dan meningkatnya kualitas pelaksanaan hasil pengawasan serta termanfaatkannya PKPT dan dokumen hasil dari Rakorwasda dan Rakorwasnas sebagai bahan penyusunan perencanaan yang lebih sinergis.

(27) Kegiatan Pemutakhiran Data Tindak lanjut Lanjut Hasil Audit Itjen Depdagri, Itjen Departemen lainnya dan Inspektorat Provinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan Inspektorat Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 458.950.000,-. Hasil kegiatan adalah termanfaatkannya hasil pemutakhiran Data Tindak Lanjut Audit Itjen Depdagri, Itjen Departemen lainnya dan Inspektorat Provinsi Jawa Barat.

(28) Kegiatan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) pada Pemerintah Kabupaten/kota, yang dilaksanakan Inspektorat Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 592.720.000,-. Hasil kegiatan adalah termanfaatkannya hasil evaluasi sehingga meningkatkan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat.

(29) Kegiatan Monitoring, dan Evaluasi Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Korupsi (RAD-PK) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan Inspektorat Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 249.320.000,-. Hasil kegiatan adalah termanfaatkannya dokumen hasil Monitoring RAD-PK pada 26 Kabupaten/kota sebagai bahan laporan/informasi dan perbaikan pelaksanaan RAD-PK guna meningkatkan kualitas pelayanan Publik Pemerintah dan mencegah tindak pidana korupsi.

(30) Kegiatan Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang dilaksanakan Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 155.812.500,-. Hasil kegiatan adalah terukurnya LAKIP Provinsi Jawa Barat.

(31) Kegiatan Fasilitasi Program Pembangunan Daerah Berlokasi Desa yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan

Desa Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 200.000.000,-. Hasil kegiatan adalah terlaksananya rapat koordinasi

LKPJ Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2010 IV-64 Program Pembangunan Daerah berlokasi Desa dengan OPD terkait di provinsi dan kabupaten/kota se Jawa Barat.

(32) Kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah III yang dilaksanakan Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah III, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 100.000.000,-. Hasil kegiatan adalah terlaksananya Pra Musrenbang Wilayah III Provinsi Jawa Barat.

(33) Kegiatan Fasilitasi Penyusunan Program dan Kegiatan Pembangunan yang dilaksanakan Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 375.000.000,-. Hasil kegiatan adalah terlaksananya penelitian terhadap 1.376 kegiatan yang tersebar di 44 OPD dan 12 Biro dalam rangka penyesuaian program/

kegiatan rincian belanja dan besaran anggaran pada masing-masing kegiatan.

(34) Kegiatan Koordinasi, Sinkronisasi Pelaksanaan Kegiatan dan Penyusunan Program yang dilaksanakan Biro Administrasi Pembangunan Setda

Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 75.000.000,-. Hasil kegiatan adalah terlaksananya Peningkatan

wawasan dalam penyusunan program mengenai kawasan ekonomi khusus (KEK).

(35) Kegiatan Pembaharuan Basis Data dan Sistem Informasi Administrasi Pembangunan yang dilaksanakan Biro Administrasi Pembangunan

Setda Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 150.000.000,-. Hasil kegiatan adalah meningkatnya kualitas informasi

dalam rangka mendukung kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pembangunan di Jawa Barat.

(36) Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Administrasi Kegiatan APBD Tahun Anggaran 2010 yang dilaksanakan Biro Administrasi Pembangunan

Setda Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 3.475.000.000,-. Hasil kegiatan adalah terlaksananya Monitoring dan

Evaluasi ke 26 kabupaten/kota se Jawa Barat, terciptanya pelaksanaan program pembangunan yang efisien dan efektif serta terprediksinya penyerapan anggaran kegiatan pelaksanaan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2010.

(37) Kegiatan Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Anggaran Belanja Tahun 2011 yang dilaksanakan Biro Administrasi Pembangunan Setda

Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar

LKPJ Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2010 IV-65 Rp. 300.000.000,-. Hasil kegiatan adalah tersedianya Pedoman pelaksanaan APBD Tahun 2011 dan tersosialisasikannya Petunjuk Teknis

LKPJ Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran 2010 IV-65 Rp. 300.000.000,-. Hasil kegiatan adalah tersedianya Pedoman pelaksanaan APBD Tahun 2011 dan tersosialisasikannya Petunjuk Teknis