• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Strategi Promosi Restoran Gurih 7, Bogor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Strategi Promosi Restoran Gurih 7, Bogor"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

(1)

AN

RE

D

FAKU

IN

ANALISIS STRATEGI PROMOSI

RESTORAN GURIH 7, BOGOR

SKRIPSI

ANDINA SYAVRIANI

H 34066012

(2)

RINGKASAN

ANDINA SYAVRIANI. Analisis Strategi Promosi Restoran Gurih 7, Bogor. Skripsi. Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor ( di bawah bimbingan EVA YOLYNDA).

Kota Bogor merupakan salah satu kota yang banyak dikunjungi wisatawan dikarenakan memiliki ciri khas yaitu banyaknya makanan yang bervariasi, udara yang sejuk, memiliki tempat pariwisata yang cukup terkenal sehingga menjadikan Kota Bogor sebagai alternatif liburan bagi keluarga. Tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan adalah Kebun Raya Bogor, Taman Safari, Taman Buah Mekarsari, dan lain-lain. Selain sebagai tempat wisata alam, Kota Bogor juga dikenal sebagai tempat wisata kuliner. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengevaluasi kegiatan promosi yang dilakukan oleh restoran Gurih 7, (2) menganalisis faktor yang paling berpengaruh dalam penyusunan strategi promosi restoran Gurih 7,dan (3) merumuskan alternatif strategi promosi yang sesuai bagi restoran Gurih 7.

Penelitian dilaksanakan di Restoran Gurih 7, Bogor yaitu di Jalan Padjajaran No. 102 Bogor. Waktu penelitian dilakukan selama bulan juli-januari 2009. Responden penelitian adalah manager operasional Restoran Gurih 7. Penelitian ini menggunakan PHA( Proses Hirarki Analitik) sebagai alat analisis.

(3)

Tahap selanjutnya yang akan dilakukan adalah mengidentifikasi faktor penyusun alternatif strategi yang dapat dijalankan oleh Restoran Gurih 7 untuk mencapai tujuannya. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak restoran dan disesuaikan dengan teori maupun studi literatur, alternatif strategi promosi yang dapat diidentifikasi adalah (1). Alternatif 1. Restoran Gurih 7 tidak melakukan perubahan dalam melakukan kegiatan promosi, sehingga tidak terjadi perubahan dalam strategi ini. Promosi yang dilakukan oleh Restoran Gurih 7 yaitu dengan alat promosi yang telah digunakan. (2) Alternatif 2. Meningkatkan kegiatan promosi saat ini yang dilakukan oleh Restoran Gurih 7. (3) Alternatif 3 yaitu strategi promosi yang menitikberatkan pada periklanan. Strategi promosi yang dilakukukan oleh Restoran Gurih 7 yaitu dengan penyebaran brosur, pemasangan spanduk, koran, radio dan televisi nasional. (4) Alternatif 4 merupakan strategi promosi yang menitikberatkan kepada promosi penjualan. Promosi ini dapat dilakukan dengan memberikan potongan harga, voucher, atau paket untuk menu-menu tertentu.

Hasil Pengolahan antar elemen pada tingkat 4 menunjukkan alternatif 3 menjadi prioritas utama sebagai alternatif strategi promosi. Alternatif 3 yaitu menitikberatkan pada periklanan dengan bobot 0,522. Kegiatan periklanan yang telah dilakukan oleh Restoran Gurih 7 yaitu dengan melakukan penyebaran brosur, pemasangan spanduk, wawancara dengan radio lokal, tayangan televisi, liputan untuk koran lokal dan nasional.Kegiatan promosi dengan alat promosi ini dilakukan agar masyarakat mengetahui produk yang dimiliki oleh Restoran Gurih 7. Kegiatan ini menonjolkan menu dan fasilitas yang ada di Restoran Gurih 7 yang dapat menarik perhatian konsumen untuk datang.

(4)

ANALISIS STRATEGI PROMOSI

RESTORAN GURIH 7, BOGOR

ANDINA SYAVRIANI

H 34066012

Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada

Departemen Agribisnis

DEPARTEMEN AGRIBISNIS

FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN

(5)

Judul skripsi : Analisis Strategi Promosi Restoran Gurih 7, Bogor Nama : Andina Syavriani

NRP : H34066012

Disetujui, Pembimbing

Eva Yolynda Aviny, SP, MM

NIP. 132 321 448

Diketahui

Ketua Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen

Institut Pertanian Bogor

Dr. Ir. Nunung Kusnadi, MS

NIP. 131 415 082

(6)

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “

Analisis Strategi Promosi Restoran Gurih 7, Bogor ” adalah karya

sendiri dan belum pernah diajukan dalam bentuk apapun kepada

perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau

dikutip dari karya yang diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan

dalam teks dan dicantumkan dalam bentuk daftar pustaka di bagian

akhir skripsi ini.

Bogor, April 2009

(7)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Bandung pada tanggal 03 Agustus 1984. Penulis merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Bapak Mochamad Syahmanto dan Ibu Veronica Triyani.

(8)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala berkat dan

karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

“Analisis Strategi Promosi Restoran Gurih 7, Bogor”.

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kegiatan promosi yang telah

dilakukan Restoran Gurih 7 Bogor dalam mempromosikan produknya,

menganalisis tujuan promosi dan faktor-faktor penyusun strategi promosi dan

merumuskan alternatif strategi yang tepat untuk dilaksanakan oleh Restoran Gurih

7.

Namun demikian, sangat disadari masih terdapat kekurangan dan

keterbatasan dan kendala yang dihadapi. Untuk itu, penulis mengharapkan saran

dan kritik yang membangun ke arah penyempurnaan pada skripsi ini sehingga

dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Bogor, April 2009

(9)

UCAPAN TERIMAKASIH

Penyelesaian skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak.

Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, penulis ingin menyampaikan

terima kasih dan penghargaan kepada:

1. Ibu Eva Yolynda Aviny, SP. MM. Selaku dosen pembimbing yang selalu

bersedia meluangkan waktunya dan banyak memberikan bantuan,

masukan, saran dan perhatiannya bagi penulis hingga penyusunan skripsi

ini selesai.

2. Dr. Ir. Harianto, MS, Selaku dosen penguji utama dalam sidang yang telah

memberikan koreksi, saran dan masukannya kepada penulis untuk

menjadikan skripsi ini menjadi lebih baik.

3. Dra. Yusalina, MS terima kasih atas kesediaannya menjadi dosen komisi

pendidikan dalam siding skripsi yang telah memberikan koreksi, masukan

dan saran bagi penulis.

4. Ir. Burhanudin, MM selaku dosen evaluator pada kolokium yang telah

memberikan banyak masukan, kritikan dan saran kepada penulis.

5. Kedua orangtua tercinta untuk setiap doa dan dukungannya yang diberikan

dengan kesabaran dan kasih sayang. Semoga ini bisa menjadi

persembahan yang terbaik.

6. Teh Irma, Kang Roni, Didi, Navand, Tante Rida, Bude Ani, Bude Mimin,

Dedy, Ica, Shinta dan semua keluarga Bandung makasih banyak buat

(10)

7. Pihak Restoran Gurih 7, Bogor yang memberikan kesempatan, waktu,

informasi dan dukungan yang diberikan.

8. Widya Yudha Ningtias terima kasih untuk partisipasi menjadi pembahas

pada seminar dan telah memberikan banyak masukan, waktu dan

dukungannya bagi penulis.

9. Sahabat-sahabatku : Ninin, Nadia, Nina, Nurani, Mety, Rany terima kasih

banyak atas semua perhatian, kritikan, dan saran kepada penulis, kalian

adalah teman terbaik di dunia.

10.Teman-teman seperjuangan Wasini, Fajar, Yulie, Pintor, Firman, Imam,

Ani, Zeini, Amidia, Tami, Oca, Astri, Arif, Harliyadi, terimakasih atas

pertemanan yang menyenangkan ini.

11.Teman-teman ekstensi MAMI angkatan 01 yang banyak memberikan

masukan di dalam penulisan skripsi ini serta tema-teman lainnya yang

tidak dapat disebutkan satu persatu.

Kalian semua merupakan motivasi terbesar bagi penulis dalam

penyelesaian skripsi ini, semoga silaturarahim kita selalu terjaga dan segala amal

kebaikan yang telah dilakukan menjadi ibadah dan hanya Allah SWT yang dapat

menilai dan membalas semuanya, Amien.

Bogor, April 2009

(11)

AN

RE

D

FAKU

IN

ANALISIS STRATEGI PROMOSI

RESTORAN GURIH 7, BOGOR

SKRIPSI

ANDINA SYAVRIANI

H 34066012

(12)

RINGKASAN

ANDINA SYAVRIANI. Analisis Strategi Promosi Restoran Gurih 7, Bogor. Skripsi. Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor ( di bawah bimbingan EVA YOLYNDA).

Kota Bogor merupakan salah satu kota yang banyak dikunjungi wisatawan dikarenakan memiliki ciri khas yaitu banyaknya makanan yang bervariasi, udara yang sejuk, memiliki tempat pariwisata yang cukup terkenal sehingga menjadikan Kota Bogor sebagai alternatif liburan bagi keluarga. Tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan adalah Kebun Raya Bogor, Taman Safari, Taman Buah Mekarsari, dan lain-lain. Selain sebagai tempat wisata alam, Kota Bogor juga dikenal sebagai tempat wisata kuliner. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengevaluasi kegiatan promosi yang dilakukan oleh restoran Gurih 7, (2) menganalisis faktor yang paling berpengaruh dalam penyusunan strategi promosi restoran Gurih 7,dan (3) merumuskan alternatif strategi promosi yang sesuai bagi restoran Gurih 7.

Penelitian dilaksanakan di Restoran Gurih 7, Bogor yaitu di Jalan Padjajaran No. 102 Bogor. Waktu penelitian dilakukan selama bulan juli-januari 2009. Responden penelitian adalah manager operasional Restoran Gurih 7. Penelitian ini menggunakan PHA( Proses Hirarki Analitik) sebagai alat analisis.

(13)

Tahap selanjutnya yang akan dilakukan adalah mengidentifikasi faktor penyusun alternatif strategi yang dapat dijalankan oleh Restoran Gurih 7 untuk mencapai tujuannya. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak restoran dan disesuaikan dengan teori maupun studi literatur, alternatif strategi promosi yang dapat diidentifikasi adalah (1). Alternatif 1. Restoran Gurih 7 tidak melakukan perubahan dalam melakukan kegiatan promosi, sehingga tidak terjadi perubahan dalam strategi ini. Promosi yang dilakukan oleh Restoran Gurih 7 yaitu dengan alat promosi yang telah digunakan. (2) Alternatif 2. Meningkatkan kegiatan promosi saat ini yang dilakukan oleh Restoran Gurih 7. (3) Alternatif 3 yaitu strategi promosi yang menitikberatkan pada periklanan. Strategi promosi yang dilakukukan oleh Restoran Gurih 7 yaitu dengan penyebaran brosur, pemasangan spanduk, koran, radio dan televisi nasional. (4) Alternatif 4 merupakan strategi promosi yang menitikberatkan kepada promosi penjualan. Promosi ini dapat dilakukan dengan memberikan potongan harga, voucher, atau paket untuk menu-menu tertentu.

Hasil Pengolahan antar elemen pada tingkat 4 menunjukkan alternatif 3 menjadi prioritas utama sebagai alternatif strategi promosi. Alternatif 3 yaitu menitikberatkan pada periklanan dengan bobot 0,522. Kegiatan periklanan yang telah dilakukan oleh Restoran Gurih 7 yaitu dengan melakukan penyebaran brosur, pemasangan spanduk, wawancara dengan radio lokal, tayangan televisi, liputan untuk koran lokal dan nasional.Kegiatan promosi dengan alat promosi ini dilakukan agar masyarakat mengetahui produk yang dimiliki oleh Restoran Gurih 7. Kegiatan ini menonjolkan menu dan fasilitas yang ada di Restoran Gurih 7 yang dapat menarik perhatian konsumen untuk datang.

(14)

ANALISIS STRATEGI PROMOSI

RESTORAN GURIH 7, BOGOR

ANDINA SYAVRIANI

H 34066012

Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada

Departemen Agribisnis

DEPARTEMEN AGRIBISNIS

FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN

(15)

Judul skripsi : Analisis Strategi Promosi Restoran Gurih 7, Bogor Nama : Andina Syavriani

NRP : H34066012

Disetujui, Pembimbing

Eva Yolynda Aviny, SP, MM

NIP. 132 321 448

Diketahui

Ketua Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen

Institut Pertanian Bogor

Dr. Ir. Nunung Kusnadi, MS

NIP. 131 415 082

(16)

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “

Analisis Strategi Promosi Restoran Gurih 7, Bogor ” adalah karya

sendiri dan belum pernah diajukan dalam bentuk apapun kepada

perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau

dikutip dari karya yang diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan

dalam teks dan dicantumkan dalam bentuk daftar pustaka di bagian

akhir skripsi ini.

Bogor, April 2009

(17)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Bandung pada tanggal 03 Agustus 1984. Penulis merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Bapak Mochamad Syahmanto dan Ibu Veronica Triyani.

(18)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala berkat dan

karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

“Analisis Strategi Promosi Restoran Gurih 7, Bogor”.

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kegiatan promosi yang telah

dilakukan Restoran Gurih 7 Bogor dalam mempromosikan produknya,

menganalisis tujuan promosi dan faktor-faktor penyusun strategi promosi dan

merumuskan alternatif strategi yang tepat untuk dilaksanakan oleh Restoran Gurih

7.

Namun demikian, sangat disadari masih terdapat kekurangan dan

keterbatasan dan kendala yang dihadapi. Untuk itu, penulis mengharapkan saran

dan kritik yang membangun ke arah penyempurnaan pada skripsi ini sehingga

dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Bogor, April 2009

(19)

UCAPAN TERIMAKASIH

Penyelesaian skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak.

Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, penulis ingin menyampaikan

terima kasih dan penghargaan kepada:

1. Ibu Eva Yolynda Aviny, SP. MM. Selaku dosen pembimbing yang selalu

bersedia meluangkan waktunya dan banyak memberikan bantuan,

masukan, saran dan perhatiannya bagi penulis hingga penyusunan skripsi

ini selesai.

2. Dr. Ir. Harianto, MS, Selaku dosen penguji utama dalam sidang yang telah

memberikan koreksi, saran dan masukannya kepada penulis untuk

menjadikan skripsi ini menjadi lebih baik.

3. Dra. Yusalina, MS terima kasih atas kesediaannya menjadi dosen komisi

pendidikan dalam siding skripsi yang telah memberikan koreksi, masukan

dan saran bagi penulis.

4. Ir. Burhanudin, MM selaku dosen evaluator pada kolokium yang telah

memberikan banyak masukan, kritikan dan saran kepada penulis.

5. Kedua orangtua tercinta untuk setiap doa dan dukungannya yang diberikan

dengan kesabaran dan kasih sayang. Semoga ini bisa menjadi

persembahan yang terbaik.

6. Teh Irma, Kang Roni, Didi, Navand, Tante Rida, Bude Ani, Bude Mimin,

Dedy, Ica, Shinta dan semua keluarga Bandung makasih banyak buat

(20)

7. Pihak Restoran Gurih 7, Bogor yang memberikan kesempatan, waktu,

informasi dan dukungan yang diberikan.

8. Widya Yudha Ningtias terima kasih untuk partisipasi menjadi pembahas

pada seminar dan telah memberikan banyak masukan, waktu dan

dukungannya bagi penulis.

9. Sahabat-sahabatku : Ninin, Nadia, Nina, Nurani, Mety, Rany terima kasih

banyak atas semua perhatian, kritikan, dan saran kepada penulis, kalian

adalah teman terbaik di dunia.

10.Teman-teman seperjuangan Wasini, Fajar, Yulie, Pintor, Firman, Imam,

Ani, Zeini, Amidia, Tami, Oca, Astri, Arif, Harliyadi, terimakasih atas

pertemanan yang menyenangkan ini.

11.Teman-teman ekstensi MAMI angkatan 01 yang banyak memberikan

masukan di dalam penulisan skripsi ini serta tema-teman lainnya yang

tidak dapat disebutkan satu persatu.

Kalian semua merupakan motivasi terbesar bagi penulis dalam

penyelesaian skripsi ini, semoga silaturarahim kita selalu terjaga dan segala amal

kebaikan yang telah dilakukan menjadi ibadah dan hanya Allah SWT yang dapat

menilai dan membalas semuanya, Amien.

Bogor, April 2009

(21)

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI ……….. i

DAFTAR TABEL ………... iii

DAFTAR GAMBAR ……… iv

DAFTAR LAMPIRAN ... v

I PENDAHULUAN ………. 1

1.1.Latar Belakang ... 1

1.2.Perumusan Masalah ………...……… 4

1.3.Tujuan Penelitian ………...……… 5

1.4.Manfaat Penelitian ………...…………. 6

1.5.Ruang Lingkup Penelitian ………...…………. 6

II TINJAUAN PUSTAKA …………..………. 7

2.1. Definisi Restoran ………...………. 7

2.2 Jenis-jenis Restoran ……….. 7

2.3. Hasil Penelitian Terdahulu …………...………..… 10

2.3.1 Perbedaan dan Persamaan Dengan Penelitian Terdahulu ……….. 11

III KERANGKA PEMIKIRAN ………... 12

3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis …………..……...………. 12

3.1.1. Promosi ………….………...……….. 12

3.1.2. Strategi Bauran Promosi ….…...………...………. 13

3.1.2.1. Periklanan …….………...……… 14

3.1.2.2. Promosi Penjualan ………... 15

3.1.2.3. Hubungan Masyarakat ……….…... 16

3.1.2.4. Penjualan Perorangan ………….…...……... 18

3.1.2.5. Pemasaran Langsung ………... 18

3.1.3. Faktor-Faktor Penyusun Bauran Promosi ……... 19

3.1.4. Proses Hirarki Analitik (PHA) ………... 24

3.2. Kerangka Pemikiran Operasional …..………..…... 26

IV METODE PENELITIAN ………...…… 29

4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian ……….………... 29

4.2. Jenis dan Sumber Data ……….……..……… 29

4.3. Metode Pengumpulan Data ……..………….………. 29

(22)

V GAMBARAN UMUM RESTORAN GURIH 7 ………. 38

5.1 Sejarah dan Perkembangan Restoran Gurih 7 ……… 38

5.2 Struktur Organisasi ………. 38

5.3 Strategi Promosi ... 40

VI HASIL DAN PEMBAHASAN ……….. 43

6.1 Evaluasi Kegiatan Promosi Restoran Gurih 7 ……… 43

6.1.1 Kegiatan Promosi Restoran Gurih 7 ……… 43

6.1.1.1 Periklanan ……….. 43

6.1.1.2 Promosi Penjualan ………. 44

6.1.2 Evaluasi Kegiatan Promosi Restoran Gurih 7 ……….. 44

6.1.2.1 Evaluasi Kegiatan Periklanan ………. 44

6.1.2.2 Evaluasi Kegiatan Promosi Penjualan ………. 46

6.2 Identifikasi Tujuan Restoran Gurih 7 Dalam Melakukan

Kegiatan Promosi ……… 46 6.2.1 Identifikasi Faktor-Faktor Penyusun Strategi Promosi ….. 47 6.2.2 Penetapan Strategi Promosi Berdasarkan Model

Hierarki Keputusan ……… 52

6.2.3 Prioritas Faktor-Faktor Yang Harus Dipertimbangkan

Dalam Menetapkan Strategi Promosi ……… 54

6.2.4 Prioritas Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dalam

Menetapkan Strategi Promosi ……… 61

VII KESIMPULAN DAN SARAN ……….. 63

7.1 Kesimpulan ……… 63

7.2 Saran ……….. 64

DAFTAR PUSTAKA ………..………. 65

(23)

DAFTAR TABEL

Nomor Halaman

1. Data Perkembangan Kunjungan Wisatawan ke Kota Bogor …. 2

2. Perkembangan Jumlah Restoran Di Kota Bogor,

Tahun 2004-2007 ………. 2

3. Data Restoran Sunda Di Kota Bogor ………... 3

4. Data Omzet Penjualan Restoran Gurih 7 ………. 5

5. Sarana Komunikasi Bauran Promosi ………...….…. 14

6. Nilai Skala Banding Berpasangan ………. 32

7. Matriks Pendapat Individu ………. 33

8. Matriks Pendapat Gabungan ……….. 34

9. Nilai Indeks Acak ……….. 35

10.Data Karyawan Restoran Gurih 7 ………. 39

11.Prioritas Faktor-Faktor yang Harus Dipertimbangkan

Dalam Penetapan Strategi Promosi ……….. 54

12.Prioritas Faktor-Faktor yang Dijadikan Pertimbangan

Dalam Tujuan Promosi ……… 57

13.Prioritas Faktor-Faktor yang Dijadikan Pertimbangan

Dalam Karakteristik Produk ……… 59

14.Prioritas Faktor-Faktor yang Dijadikan Pertimbangan

Dalam Konsumen ……… 59

15.Prioritas Faktor-Faktor yang Dijadikan Pertimbangan

Dalam Pesaing ………. 60

16.Prioritas Faktor-Faktor yang Dijadikan Pertimbangan

Dalam Daur Hidup Produk ………. 60

17.Alternatif Strategi Promosi yang Dijadikan Pertimbangan

(24)

DAFTAR GAMBAR

Nomor Halaman

1. Alur Kerangka Pemikiran Operasional di Restoran Gurih 7…….. 28

2. Struktur Hirarki Strategi Promosi Restoran Gurih 7……….……. 31

3. Model Hierarki Keputusan Bagi Penentuan Faktor-Faktor Yang

(25)

I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Banyak berdirinya restoran saat ini dikarenakan perubahan pola pikir yang

ada di masyarakat yang menyukai kepraktisan dan tidak memiliki banyak waktu

untuk menyiapkan makanan. Selain itu tingkat pendapatan dan pendidikan yang

tinggi serta keinginan untuk makan yang enak, sehat dan bergizi menjadikan

restoran sebagai salah satu tujuan untuk memenuhi keinginannya. Perubahan

pada pendapatan yang menyebabkan meningkatnya kekayaan, akan membawa

perubahan pada pola makan seseorang dan akan semakin banyak orang

mengkonsumsi pangan yang berorientasi pada kesenangan. Masyarakat di

perkotaan menganggap restoran tidak hanya sebagai tempat untuk makan saja,

akan tetapi sebagai tempat berkumpul dengan keluarga, tempat istirahat yang

menyenangkan, tempat mengadakan rapat dengan rekan kerja dan tempat untuk

menghilangkan stres.

Kota Bogor merupakan salah satu kota yang banyak dikunjungi wisatawan

dikarenakan memiliki ciri khas yaitu banyaknya makanan yang bervariasi, udara

yang sejuk, memiliki tempat pariwisata yang cukup terkenal sehingga menjadikan

Kota Bogor sebagai alternatif liburan bagi keluarga. Secara geografis letak Kota

Bogor merupakan kota yang dekat dengan ibukota negara Indonesia yaitu Jakarta

dan merupakan penghubung antara ibukota dengan tempat tujuan wisata yang

berada di sekitar Kota Bogor seperti Puncak, Sukabumi dan Bandung. Tempat

wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan adalah Kebun Raya Bogor, Taman

Safari, Taman Buah Mekarsari, dan lain-lain. Selain sebagai tempat wisata alam,

Kota Bogor juga dikenal sebagai tempat wisata kuliner. Perkembangan

(26)

Tabel 1. Data Perkembangan Kunjungan Wisatawan ke Kota Bogor

Jenis Usaha

Jenis Wisatawan

Tahun

2004 2005 2006 2007

1

Obyek

Wisata

Domestik 1,360,374 1,267,839 1,370,119 1,087,900

Mancanegara 11,211 13,732 18,714 24,385

Jumlah 1,371,585 1,281,571 1,388,833 1,212,285

2 Akomodasi Domestik 173,139 539,276 716,807 520,737

Mancanegara 13,330 36,144 31,443 32,987

Jumlah 186,469 575,420 748,250 553,724

Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, tahun 2008.

Data kunjungan wisatawan ke Kota Bogor menunjukkan bahwa dari tahun

2003 sampai dengan tahun 2006 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota

Bogor meningkat. Hal tersebut terjadi karena Kota Bogor merupakan salah satu

kota yang memiliki banyak objek wisata yang dapat dikunjungi. Pada tahun 2007

wisatawan yang berkunjung ke Kota Bogor berkurang, hal ini disebabkan karena

bencana yang terjadi di beberapa kota di Indonesia yang mempengaruhi dunia

pariwisata Indonesia pada umumnya dan Kota Bogor pada khususnya.

Kunjungan wisatawan yang datang ke Bogor dapat mendukung

pertumbuhan dan perkembangan usaha-usaha yang menunjang sektor pariwisata

di Kota Bogor. Usaha-usaha yang dapat menunjang pertumbuhan pariwisata

seperti perhotelan, factory outlet, pusat perbelanjaan, restoran dan lain-lain.

Tabel 2. Perkembangan Jumlah Restoran di Kota Bogor, Tahun 2004-2007

Tahun Jumlah Restoran (unit) Laju Pertumbuhan (%)

2004 84 -

2005 86 2,38

2006 91 5,81

2007 93 2,19

Sumber : Dinas Informasi Kepariwisataan dan Kebudayaan Kota Bogor

Restoran yang banyak berkembang di Kota Bogor adalah restoran sunda,

hal ini karena mayoritas warga Bogor adalah suku sunda, ditunjang dengan

(27)

ramah dan harga yang sesuai bagi konsumen membuat restoran sunda dapat

bertahan. Konsumen restoran ini pada umumnya adalah kalangan menengah ke

atas yang lebih mengutamakan kualitas cita rasa dan kandungan gizi dalam

mengkonsumsi makanan. Tinggi permintaan terhadap makanan tradisional sunda

dapat terlihat dari semakin banyaknya jumlah restoran sunda yang ada di Kota

Bogor. Data restoran sunda di Kota Bogor dapat dilihat pada tabel 3.

Tabel 3. Data Restoran Tradisional Sunda di Kota Bogor

No Nama Restoran Alamat

1. Pondok Bambu Tirza 1 Jl. Baru/ Sholeh Iskandar

2. Saung Mirah Jl. Pangrango 32

3. Saung Kuring Jl. Baru/ Sholeh Iskandar

4. Larisa Fatmawati Jl. Padjajaran No. 47

5. Pondok Tirza 3 Jl. Raya Kedung Halang

6. Gurih 7 Jl. Padjajaran No. 102

7. Restoran Nasi Timbel Jl. Sukasari

8. Sariwangi Jl. Padjajaran

9. Bumbu Desa Jl. Padjajaran No. 18

10. Raos Kabita Jl. Padjajaran

11. Kedai Sunda 3 Jl. Sholeh Iskandar

12. Taman Palem Jl. Sholeh Iskandar

13. Bambu Kuring Jl. Sholeh Iskandar

Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor (2008).

Restoran Gurih 7 merupakan salah satu restoran sunda yang menyajikan

masakan khas sunda dengan berbagai menu andalannya, restoran ini berkembang

pesat di tengah persaingan yang tinggi diantara restoran yang ada di Kota Bogor.

Tingginya tingkat persaingan membuat restoran Gurih 7 perlu untuk merumuskan

dan menjalankan strategi promosi yang tepat agar dapat bertahan dan

(28)

1.2. Perumusan Masalah

Banyaknya restoran yang bermunculan di Kota Bogor merupakan dampak

dari banyaknya permintaan masyarakat akan makanan yang enak, sehat dan

bergizi. Hal ini dipengaruhi oleh informasi, gaya hidup, kesadaran gizi, persepsi

akan sesuatu, pendidikan yang tinggi serta masyarakat yang tidak memiliki

banyak waktu untuk menyiapkan makanan.

Perubahan yang ada di masyarakat menjadikan peluang bagi Restoran

Gurih 7 untuk menginformasikan produknya kepada masyarakat luas dengan

melakukan promosi. Kegiatan promosi ditujukan agar masyarakat mengetahui

bahwa di Kota Bogor terdapat restoran yang dapat dijadikan sebagai tempat

kuliner.

Restoran Gurih 7 merupakan restoran yang menawarkan berbagai menu

makanan dan minuman bercita rasa khas sunda. Dekorasi restoran Gurih 7

menciptakan suasana desa yang sejuk dan menunjukkan etnik sunda yang cukup

kental, yaitu berupa saung atau bale-bale dari bambu, memiliki kolam ikan dan air

terjun alami disekitar bale-bale. Hal ini menjadikan restoran Gurih 7 memiliki

keunikan tersendiri.

Keunggulan yang dimiliki oleh restoran Gurih 7 adalah memiliki menu

yang sesuai dengan selera masyarakat dan ditunjang dengan tempat yang asri

karena bernuansa alami seperti di pedesaan sehingga tercipta suasana nyaman

untuk datang ke restoran Gurih 7. Kecepatan pelayanan juga merupakan salah

satu keunggulan di restoran ini. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang

kuliner, Restoran Gurih 7 perlu untuk menginformasikan produknya kepada

masyarakat atau konsumen. Dalam dua tahun terakhir ini tingkat penjualan di

Restoran Gurih 7 tidak mengalami peningkatan dalam penjualan sesuai dengan

target penjualan yang telah ditetapkan pada awal tahun, hal ini dapat dilihat dari

(29)

Tabel 4. Data Omzet Penjualan Restoran Gurih 7

No Tahun Omzet Penjualan (Rp) Target Penjualan (Rp)

1 2006 6.936.857.739 6.000.000.000

2 2007 5.588.842.746 6.500.000.000

3 2008 6.961.949.676 7.000.000.000

Sumber : Restoran Gurih 7

Tabel di atas, Restoran Gurih 7 menentukan target penjualan melihat pada

situasi dan kondisi yang terjadi pada perusahaan dan dilakukan pada awal tahun.

Meskipun omzet penjualan mengalami penurunan akan tetapi pada saat sebelum

melakukan kegiatan promosi dengan setelah melakukan kegiatan promosi jumlah

kunjungan yang datang terjadi peningkatan sebesar 15 persen.

Dengan demikian, Restoran Gurih 7 perlu untuk mengetahui bauran

promosi yang paling berperan agar strategi promosi yang dilakukan menjadi

efektif dan efisien.

Berdasarkan uraian di atas, perumusan masalah dalam penelitian ini dapat

dirumuskan sebagai berikut :

1. Bagaimanakah kegiatan promosi yang dilakukan oleh restoran Gurih 7?

2. Faktor-faktor apa yang paling berpengaruh dalam penyusunan strategi

promosi restoran Gurih 7?

3. Bagaimana alternatif strategi promosi yang sesuai bagi restoran Gurih 7

berdasarkan kendala yang dihadapi dan pendukung yang dimiliki?

1.3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah di atas, tujuan dilaksanakannya

penelitian ini adalah:

1. Mengevaluasi kegiatan promosi yang dilakukan oleh restoran Gurih 7

2. Menganalisis faktor yang paling berpengaruh dalam penyusunan strategi

promosi restoran Gurih 7

(30)

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat dilaksanakannya penelitian ini antara lain:

1. Bagi penulis, sebagai salah satu syarat untuk mendapat gelar sarjana pada

Program Ekstensi Manajemen Agribisnis, Departemen Agribisnis,

Fakultas Ekonomi, Institut Pertanian Bogor, dan meningkatkan

kemampuan dalam mengamati, mengumpulkan, menganalisi data serta

mampu melatih pola berfikir ilmiah.

2. Bagi perusahaan, diharapkan dapat menjadi masukan dan bahan

pertimbangan dalam mengembangkan strategi promosi di Restoran

Gurih 7.

3. Sebagai bahan masukan dan informasi bagi penelitian lainnya.

1.5. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini dititikberatkan pada bidang promosi (personal selling,

periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan direct marketing) dan

(31)

II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Definisi Restoran

Restoran berasal dari kata dalam bahasa Perancis yaitu restaurer yang

memiliki arti tempat yang menyediakan makanan. Makna aslinya restoran berarti

menyajikan ragam makanan lengkap mulai pembuka, makanan utama, sampai

pencuci mulut. Davis dan Stone (1998), menjelaskan bidang usaha layanan

makanan dan minuman dibedakan dalam beberapa klasifikasi baik yang

komersial, non komersial dan layanan publik (general market), maupun layanan

terbatas.

Restoran adalah suatu tempat atau bagian yang diorganisasikan secara

komersial untuk menyelenggarakan pelayanan dengan baik kepada semua

tamunya dan produknya berupa makanan dan minuman (Soekresno, 2001).

Restoran ada yang berada dalam suatu hotel, kantor, pabrik dan banyak juga yang

berdiri sendiri di luar bangunan itu. Jenis pelayanan yang diberikan oleh sebuah

restoran biasanya mempunyai macam makanan yang dihidangkan cukup banyak

sehingga pelanggan dapat leluasa memilih dan menikmati makanan yang

dikehendakinya (Moehyi, 1992).

Selain itu menurut Torsina dalam Lestari (2000), usaha restoran meliputi

usaha yang terus menerus melibatkan semua bidang pengadaan peralatan dan

bahan mentah, quality control untuk bahan dan produksi, standarisasi resep dan

proses, berurusan dengan segi-segi hukum, reklame, promosi dan publisitas,

mengenai tenaga kerja, keluhan pelanggan, dekorasi, identitas dan ciri restoran,

merendahkan kebocoran uang dan barang, menetapkan uang yang seimbang,

kalkulasi harga-harga dan tingkat waste (kerusakan makanan), strategi harga,

sampai pada penanganan sampah, air, listrik dan lain-lain.

2.2 Jenis-jenis Restoran

Usaha restoran terbagi ke dalam beberapa jenis yang disesuaikan dengan

(32)

dan makanan yang disediakan. Soekresno (2001) membagi jenis restoran ke

dalam sepuluh jenis restoran yang ada sekarang yaitu:

1. Family Conventional

Restoran yang ditunjukkan pada tradisi keluarga. Prioritas utama

menyediakan menu makanan dan minuman yang enak, suasana yang nyaman,

dan harga yang bersahabat. Restoran ini menawarkan pelayanan dan dekorasi

yang sederhana.

2. Fast Food

Restoran ini lebih menekankan pada kecepatan penyajian. Makanan dan

minuman yang dipesan akan segera tersedia dalam waktu yang cepat. Jenis

menu relative terbatas dan harga yang ditawarkan relative tidak mahal. Lebih

mengutamakan banyak pelanggan. Dekorasi tempat dengan warna-warna

utama dan terang. Restoran jenis ini erat kaitannya dengan eat-in (makan di

restoran) dan take-out (dibawa keluar). Restoran jenis ini lebih

mengutamakan turnover yang tinggi dari pengunjung.

3. Speciality Restaurants

Restoran ini menyajikan menu yang khas, berkualitas, dan menarik perhatian.

Pada jenis restoran ini memiliki harga yang relatif mahal, tempat dan

lokasinya jauh dari tempat keramaian yang tujuan utamanya ditunjukkan

untuk wisatawan atau orang-orang yang ingin mentraktir teman bisnis,

keluarga dalam suasana yang unik dan khas.

4. Kafetaria

Jenis restoran ini dapat dilihat dengan jelas dari tempatnya berada. Biasanya

restoran ini berada di pusat perbelanjaan, perkantoran, sekitar sekolah, dan

pabrik-pabrik. Target utama restoran sesuai dengan lingkungannya berada.

Menu terbatas, harga murah dan berganti-ganti setiap hari seperti menu

makanan yang ada di rumah.

5. Coffee Shop

Ciri khas dari jenis restoran ini adalah tempat duduk yang berganti-ganti

dengan cepat yang menandakan suasana tidak formal. Pelayanan pesanan

(33)

perkantoran, pabrik-pabrik, dan pusat perbelanjaan dengan traffic pejalan

yang tinggi.Menu utama yang tersedia biasanya untuk coffee break.

6. Gourmet

Restoran ini memiliki suasana yang sangat nyaman dengan dekorasi tempat

yang sangat artistic. Restoran ini termasuk restoran yang berkelas dan

ditunjukkan untuk konsumen yang menuntut standar penyajian yang tinggi

dan bergengsi. Biasanya restoran ini membidik target pasar dengan standar

prestise yang tinggi.

7. Etnik

Restoran ini dicirikan dengan menyajikan menu makanan yang berasal dari

daerah tertentu yang spesifik. Pakaian seragam yang pelayanannya

disesuaikan dengan asal daerah menu yang disediakan. Dekorasi tempat dan

ruangan menggambarkan suasana etnik tertentu.

8. Snack Bar

Restoran ini ditunjukkan untuk orang-orang yang ingin jajan dan

menyediakan makanan ringan. Banyak menawarkan pesanan take-out.

Dekotasi tempat sederhana serta ukuran kecil hanya untuk beberapa orang.

9. Buffet

Ciri utama buffet yaitu berlakunya satu harga untuk makanan sepuasnya yang

di sajikan oleh buffet. Produk minuman yang ditersedia berupa wine, linquor,

dan bir yang dapat dipesan dengan khusus. Display makanan yang cukup

memegang peranan penting dalam promosi.

10. Drive In Drive Thru or Parking

Restoran ini melayani pembelian pesan antar hingga sampai ke pelanggan,

pelayanan untuk eat in atau take away dengan kemasan makanan yang

dibungkus dengan praktis.

Dari Dinas Informasi Kepariwisataan dan Kebudayaan Kota Bogor (2006)

membagi jenis restoran berdasarkan jenis hidangannya menjadi 5 macam yaitu :

1. Restoran Indonesia yaitu Restoran yang menyajikan berbagai jenis

(34)

2. Restoran tradisional adalah restoran yang menjadikan berbagai makanan

yang berasal dari daerah tertentu yang ada di Indonesia, seperti restoran

sunda dari Jawa Barat atau restoran Padang dari Sumatra Barat.

3. Restoran internasional yaitu restoran yang menyajikan makanan yang

secara umum dikonsumsi oleh masyarakat dunia.

4. Restoran Oriental yaitu restoran yang menyajikan makanan khas Asia

Timur seperti Restoran Jepang dan Cina.

5. Restoran Kontinental yaitu restoran yang menyajikan berbagai makanan

ala Eropa.

2.3. Hasil Penelitian Terdahulu

Permaswati (2005), melakukan penelitian mengenai “Analisis Strategi

Promosi Teh Botol Sosro Kantor Perwakilan Wilayah Jawa Barat Area 1

Bandung” yang menggunakan metode AHP sebagai alat analisis. Hasil penelitian

yang dilakukan menunjukkan tujuan perusahaan dalam melakukan promosi

menitikberatkan pada pemasaran langsung yang dianggap sesuai untuk

perusahaan, untuk menghambat aktivitas pesaing dan diimplementasikan pada

operasi lokasi makan yaitu food court, dengan melakukan branding berupa

penempatan materi promosi di lokasi makan agar dapat menjaga positioning

produk Teh Botol Sosro dalam bisnis minuman ready to drink.

Lestari (2008), penelitian yang dilakukan mengenai “Analisis Strategi

Promosi Death By Chocolate & Spagety Restaurant”. Berdasarkan metode

analisis AHP, tujuan yang ingin dicapai oleh DBC & Spagety Restaurant dalam

menjalankan kegitan promosinya adalah meningkatkan penjualan serta

memperkenalkan produk dan lokasi usahanya.

Simamora (2005), penelitian mengenai “Analisis Strategi Promosi Produk

Mahkota Dewa di PT. Mahkota Dewa Indonesia Jakarta”. Metode yang digunakan

sebagai alat analisis adalah AHP dan tujuan utama yang ingin dicapai oleh

perusahaan dalam menciptakan kegiatan promosi adalah kesadaran merek,

menginformasikan dan mengingatkan keberadaan produknya, meningkatkan

(35)

menunjukkan bahwa sebaiknya perusahaan menitikberatkan promosi pada

periklanan.

Siahaan (2005), mengenai “Analisis Pengambilan Keputusan Strategi

Promosi Sayuran Organik PT. Amani Mastra”. Hasil penelitian menggunakan

metode AHP. Tujuan utama perusahaan melakukan promosi yaitu untuk

mengingatkan dan menginformasikan keberadaan sayuran organik di pasar.

Alternatif strategi promosi yang menjadi prioritas utama yang dijalankan oleh

perusahaan adalah melaksanakan kegiatan hubungan masyarakat (HUMAS) dan

publikasi.

Priyadi (2008), melakukan penelitian mengenai “Analisis Strategi Promosi

Susu Formula Lanjutan (Follow Up Infant) Morinaga Chilmil pada PT. Sangsiang

Perkasa”. Alat analisis pada penelitian tersebut adalah dengan menggunakan

metode AHP. Perusahaan mempunyai dua strategi promosi yaitu Above The Line

yaitu promosi yang dilakukan secara langsung dan Below The Line yaitu promosi

yang dilakukan secara tidak langsung terhadap konsumen. Alternatif strategi

promosi susu formula lanjutan Morinaga Chilmil yang utama adalah strategi

promosi penjualan.

2.3.1. Perbedaan dan Persamaan Dengan Penelitian Terdahulu

Penelitian yang berjudul “Analisis Strategi Promosi Restoran Gurih 7

Bogor” ini memiliki perbedaan dan persamaan dengan penelitian terdahulu.

Persamaan dari penelitian ini yaitu dengan menggunakan alat analisis AHP dalam

memilih alternatif yang paling tepat. Perbedaan dengan penelitian terdahulu

yaitu studi kasus penelitian yang dilakukan dan produk atau objek yang akan

(36)

III KERANGKA PEMIKIRAN

3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis

Pemasaran menurut Swastha (1984) adalah sistem keseluruhan dari

kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga,

mempromosikan serta mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan

kebutuhan pembeli yang ada maupun pembeli potensial. Pemasaran merupakan

keseluruhan dari pengertian mengenai penjualan, perdagangan, distribusi dan

distribusi fisik. Penjualan merupakan salah satu bagian dari promosi. Promosi

merupakan satu bagian dari program pemasaran secara keseluruhan. Istilah

penjualan sering digunakan secara sinonim dengan istilah promosi. Penjulan

hanya meliputi kegiatan pemindahan barang atau jasa atau penggunaan penjual

saja, dan tidak terdapat kegiatan periklanan atau kegiatan lainnya yang ditujukan

untuk mendorong permintaan. Upaya dalam meningkatkan penjualan dapat

dilakukan dengan berbagai hal diantaranya yaitu dengan melakukan promosi yang

efektif dan memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen.

3.1.1. Promosi

Definisi promosi menurut Kotler (2005) adalah berbagai kegiatan yang

dilakukan oleh produsen untuk mengkomunikasikan manfaat dari produknya,

membujuk dan mengingatkan para konsumen sasaran agar membeli produk

tersebut. Tujuan utama promosi menurut Tjiptono (1997) adalah

menginformasikan, mempengaruhi dan membujuk, serta mengingatkan pelanggan

sasaran tentang perusahaan dan bauran pemasarannya. Secara rinci ketiga tujuan

promosi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :

1. Menginformasikan (informing), dapat berupa :

• Menginformasikan pasar mengenai keberadaan suatu produk baru. • Memperkenalkan cara pemakaian yang baru suatu produk.

• Menyampaikan perubahan harga kepada pasar.

• Menginformasikan jasa-jasa yang disediakan oleh perusahaan. • Meluruskan kesan yang keliru.

(37)

• Membangun citra perusahaan.

2. Membujuk pelanggan sasaran (persuading) untuk :

• Membentuk pilihan merek.

• Mengalihkan pilihan ke merek tertentu.

• Mengubah persepsi pelanggan terhadap atribut produk. • Mendorong pembeli untuk belanja saat itu juga.

• Mendorong pembeli untuk menerima kunjungan wiraniaga (salesman). 3. Mengingatkan (reminding), terdiri dari :

• Mengingatkan pembeli bahwa produk yang bersangkutan dibutuhkan dalam waktu dekat.

• Mengingatkan pembeli akan tempat-tempat yang menjual produk perusahaan.

• Membuat pembeli tetap ingat walaupun tidak ada kampanye iklan. • Menjaga agar ingatan pertama pembeli jatuh pada produk perusahaan.

3.1.2. Strategi Bauran Promosi

Strategi bauran promosi berguna untuk memperkenalkan produk,

memberikan daya ingat kepada konsumen dan membujuk konsumen untuk

membeli barang yang ditawarkan. Hal yang perlu diperhatikan dan ditetapkan

dalam melakukan kegiatan bauran promosi adalah sasaran yang ingin dicapai

melalui promosi, anggaran yang dikeluarkan, pesan yang disampaikan dan

metode promosi yang akan digunakan. Bauran promosi didefinisikan sebagai

kombinasi strategi yang paling baik dari variabel-variabel periklanan, personal

selling, dan alat promosi lain, yang semuanya direncanakan untuk mencapai

tujuan program penjualan (Swastha, 1984).

Saluran komunikasi pada bauran promosi merupakan informasi dua arah

antara pihak-pihak atau lembaga-lembaga yang terlibat dalam promosi. Dalam

mengkomunikasikan produknya, perusahaan perlu menyusun suatu strategi yang

sering disebut dengan strategi bauran promosi (promotion mix) yang terdiri dari

lima komponen utama, yaitu periklanan (advertising), promosi penjualan (sales

(38)
[image:38.612.128.514.99.405.2]

Tabel 5. Sarana Komunikasi Bauran Promosi

Iklan Promosi Penjualan Hubungan Masyarakat

Penjualan Pribadi

Pemasaran Langsung Iklan cetak

dan siaran Kemasan luar Sisipan kemasan film

Brosur dan buklet Poster dan liflet Direktori Cetak ulang iklan Reklame Tanda pajangan Pajangan ditempat pembelian Bahan audiovisual Simbol dan logo Videotape

Kontes,permainan, undian, lotere, Cinderamata dan hadiah

Contoh produk Pekan raya dan pameran dagang Pameran Peragaan Kupon Rabat

Pembiayaan bunga rendah

Hiburan

Potongan Harga tukar tambah Program berkelanjutan Promosi bersama (tie-in) Perlatan pers Ceramah Seminar Laporan Tahunan Sumbangan amal Peran sebagai sponsor Pemberitaan Hubungan lingkungan tetangga Lobi Majalah perusahaan Acara-acara Presentase pemasaran Pertemuan penjualan Contoh produk Pekan raya dan pameran dagang Katalog Surat Telemarketing Belanja elektronik Belanja TV Surat faks Email Voice mail

Sumber : Philip Kotler, 2005

3.1.2.1. Periklanan

Menurut Tjiptono (1997) iklan merupakan salah satu bentuk promosi yang

paling banyak digunakan perusahaan dalam mempromosikan produknya. I klan

merupakan bentuk komunikasi tidak langsung, yang didasari pada informasi

tentang keunggulan dan keuntungan suatu produk, yang disusun sedemikian rupa

sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan mengubah pikiran

seseorang untuk melakukan pembelian. Sedangkan yang dimaksud dengan

periklanan adalah seluruh proses yang meliputi penyiapan, perencanaan,

pelaksanaan dan pengawasan iklan. Iklan memiliki empat fungsi utama, yaitu

menginformasikan kepada khalayak mengenai seluk beluk produk (informative),

mempengaruhi khalayak untuk membeli (persuading), menyegarkan informasi

(39)

menyenangkan sewaktu khalayak menerima dan mencerna informasi

(entertainment).

Kotler (2005), mendefinisikan periklanan sebagai bentuk penyajian dan

promosi ide, barang, dan jasa secara non personal oleh suatu sponsor tertentu

yang melakukan pembayaran. Ada lima keputusan utama yang harus diambil

dalam pembuatan program periklanan yang biasa disebut “lima M”, yaitu antara

lain :

1. Mission (misi) : apakah tujuan periklanan?

2. Money (uang) : berapa banyak yang dapat dibelanjakan?

3. Message (pesan) : pesan apa yang harus disampaikan?

4. Media (media) : media apa yang digunakan?

5. Measurement (pengukuran) : bagaimana mengevaluasi hasilnya?

Tujuan periklanan menurut Swastha (1984) adalah menjual dan

meningkatkan penjualan barang, jasa atau ide. Adanya kegiatan periklanan sering

mengakibatkan terjadinya penjualan yang baru terjadi pada waktu yang

mendatang. Adapun beberapa tujuan lain dari periklanan adalah :

• Mendukung program personal selling dan kegiatan promosi yang lain. • Mencapai orang-orang yang tidak dapat dicapai oleh tenaga penjualan atau

salesman dalam jangka waktu tertentu.

• Mengadakan hubungan dengan para penyalur, misalnya dengan

mencantumkan nama dan alamat.

• Memasuki daerah pemasaran baru atau menarik langganan baru.

• Memperkenalkan produk baru.

• Menambah penjualan industri.

• Mencegah timbulnya barang-barang tiruan.

• Memperbaiki reputasi perusahaan dengan memberikan pelayanan umum

melalui periklanan.

3.1.2.2. Promosi Penjualan

Promosi penjualan menurut Kotler (2005) adalah berbagai kumpulan

(40)

merangsang pembelian produk atau jasa tertentu dengan lebih cepat dan lebih

besar oleh konsumen atau pedagang. Promosi penjualan digunakan untuk

memperoleh efek jangka pendek seperti mendramatisir tawaran produk dan

meningkatkan penjualan yang telah merosot.

Kegiatan promosi penjualan mencoba untuk memasuki dan membujuk

konsumen dengan alat serta metode yang diawasi oleh perusahaan itu sendiri.

Jadi, secara luas fungsi promosi penjualan adalah menghubungkan antara

periklanan, personal selling dan alat promosi lain, juga melengkapi serta

mengkoordinir beberapa bidang tersebut.

Dalam perusahaan, bagian promosi penjualan dapat melakukan kerja sama

dengan kelompok atau badan lain seperti konsumen, dealer, distributor atau

bagian lain dalam departemen pemasaran. Sedangkan pada tingkat pengecer,

kegiatan promosi penjualannya terutama ditujukan kepada konsumen. Melalui

promosi penjualan, perusahaan dapat menarik pelanggan baru, mendorong

pelanggan membeli lebih banyak, menyerang aktifitas promosi pesaing,

meningkatkan impulse buying (pembelian tanpa rencana sebelumnya) atau

mengupayakan kerja sama yang lebih erat dengan pengecer.

Alat promosi penjualan, seperti kupon, hadiah, voucer, undian atau kontes,

dan lainnya memiliki manfaat yang berbeda, yaitu :

1. Komunikasi : promosi penjualan mendapat perhatian dan mungkin akan

mengarahkan konsumen ke produk tersebut.

2. Insentif : promosi penjualan menggabungkan suatu konsesi, dorongan atau

kontribusi yang memberi nilai bagi konsumen.

3. Ajakan : promosi penjualan merupakan ajakan yang jelas untuk terlibat

dalam transaksi tersebut.

3.1.2.3. Hubungan Masyarakat

Hubungan masyarakat menurut Tjiptono (1997) adalah bentuk penyajian

dan penyebaran ide, barang dan jasa secara personal, yang mana orang atau

organisasi yang diuntungkan tidak membayar untuk itu. Hubungan masyarakat

merupakan pemanfaatan nilai-nilai berita yang terkandung dalam suatu produk

(41)

merupakan upaya komunikasi menyeluruh dari suatu perusahaan untuk

mempengaruhi persepsi, opini, keyakinan dan sikap berbagai kelompok

terhadap perusahaan tersebut.

Hubungan masyarakat merupakan satu bagian atau departemen yang

bertanggung jawab mendengarkan dan menampung segala kritik, keluhan

ataupun saran dari pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan.

Adapun salah satu kegiatan dari bagian hubungan masyarakat adalah

mendorong publisitas. Menurut Swastha (1984) publisitas dibagi menjadi dua

kriteria, yaitu :

a. Publisitas Produk

Publisitas produk adalah publisitas yang ditujukan untuk menggambarkan

atau untuk memberitahu kepada masyarakat atau konsumen tentang suatu

produk beserta kegunaannya.

b. Publisitas Kelembagaan.

Publisitas kelembagaan adalah publisitas yang menyangkut tentang

organisasi pada umumnya. Kegiatan-kegiatan yang dapat dipublikasikan

berupa kegiatan yang dianggap pantas untuk dijadikan berita.

Jika dibandingkan dengan alat promosi lain seperti periklanan, publisitas

mempunyai beberapa keuntungan, antara lain :

• Publisitas dapat menjangkau orang-orang yang tidak mau membaca sebuah iklan.

• Publisitas dapat ditempatkan pada halaman depan dari sebuah surat kabar atau pada posisi yang mencolok.

• Lebih dapat dipercaya. Apabila sebuah surat kabar atau majalah mempublisitaskan sebuah cerita sebagai berita, pembaca menganggap

bahwa cerita tersebut merupakan berita dan umumnya berita lebih

dipercaya daripada iklan.

• Publisitas jauh lebih murah karena dilakukan secara bebas, tanpa dipungut

(42)

3.1.2.4. Penjualan Perorangan

Tjiptono (1997) mendefinisikan penjualan perorangan (personal selling)

adalah komunikasi langsung antara penjual dan calon pelanggan untuk

memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk

pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian akan

mencoba dan membelinya. Sifat-sifat personal selling antara lain :

1. Personal confrontation, yaitu adanya hubungan yang hidup, langsung dan

interaktif antara dua orang atau lebih.

2. Cultivation, yaitu sifat yang memungkinkan berkembangnya segala

macam hubungan, mulai dari sekedar hubungan jual beli sampai dengan

suatu hubungan yang lebih akrab.

3. Response, yaitu situasi yang seolah-olah mengharuskan pelanggan untuk

mendengar, memperhatikan dan menanggapi.

Menurut Kotler (2005) penjualan peorangan merupakan alat yang paling

efektif pada tahap terakhir berupa proses pembelian, khususnya dalam

membangun preferensi, keyakinan dan tindakan pembeli. Penjualan perorangan

memiliki tiga ciri khusus, yaitu :

1. Pertemuan pribadi : mencakup hubungan langsung dan interaktif antara

dua orang atau lebih.

2. Perkembangan hubungan : memungkinkan segala jenis hubungan

berkembang, mulai dari hubungan penjualan seadanya sampai hubungan

pribadi yang mendalam.

3. Tanggapan : membuat pembeli merasakan suatu kewajiban untuk

mendengarkan pembicaraan penjualan.

3.1.2.5. Pemasaran Langsung

Pemasaran langsung atau direct marketing adalah sistem pemasaran

yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan

untuk menimbulkan respon yang terukur atau transaksi di sembarang lokasi.

(43)

konsumen individual, dengan tujuan agar pesan-pesan tersebut ditanggapi

konsumen yang bersangkutan.

Melalui direct marketing, konsumen dapat memperoleh manfaat

berupa penghematan waktu dalam berbelanja, bahkan dapat berbelanja secara

rahasia (diam-diam). Sementara bagi penjual, manfaat yang diperoleh adalah

dapat memilih calon pembeli secara selektif. Selain itu, direct marketing juga

dapat menjalin hubungan jangka panjang dengan pelanggannya dan

memperoleh peluang baru yang menguntungkan.

Pemasaran langsung memiliki empat karakteristik khusus yang

bersifat :

a. Tidak umum: ditujukan pada orang tertentu.

b. Disesuaikan dengan orangnya: dipersiapkan untuk menarik bagi

orang yang dituju.

c. Mutakhir: dipersiapkan dengan sangat cepat.

d. Interaktif: dapat diubah, bergantung dengan tanggapan orang

tersebut.

Lima bauran promosi yang ada, promosi yang paling tepat untuk

restoran adalah promosi melalui periklanan. Hal ini dikarenakan dengan

melalui iklan suatu restoran dapat mempromosikan produknya dengan jelas

sampai tercipta keadaan keinginan khalayak untuk membeli. Dengan

menggunakan periklanan hal yang ditonjolkan adalah keunggulan produk,

yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa yang

menyenangkan yang mengubah pikiran untuk melakukan pembelian.

3.1.3. Faktor-faktor Penyusun Bauran Promosi

Perusahaan harus mempertimbangkan beberapa faktor dalam

mengembangkan bauran promosinya, yaitu : faktor anggaran yang tersedia,

karakteristik produk, karakteristik pasar, faktor pelanggan, faktor pesaing dan

tahap daur hidup produk.

1. Faktor anggaran yang tersedia

Besarnya dana yang tersedia merupakan faktor penentu dalam menentukan

(44)

promosinya akan lebih efektif dibandingkan dengan perusahaan yang hanya

mempunyai sumber dana lebih terbatas. Sub faktor anggaran yang berpengaruh

dalam penyusunan strategi promosi terdiri dari :

a. Sale, yaitu dana promosi yang disediakan berdasarkan penjualan tahun

sebelumnya.

b. Cash, yaitu besarnya dana berdasarkan keadaan perputaran kas perusahaan.

2. Karakteristik produk

Karakteristik produk yaitu dengan mempertimbangkan sifat dan cara

produk itu dibeli, dikonsumsi dan dipersepsikan.

a. Apabila produk itu adalah produk industri yang bersifat sangat teknis,

personal selling paling tepat untuk mempromosikan, karena penjual

harus memberikan penjelasan-penjelasan teknis dan menjawab

pertanyaan-pertanyaan pelanggan. Sebaliknya untuk produk konsumen

ada beberapa pendekatan. Sedangkan untuk convenience product yang

sifat distribusinya intensif, mass selling adalah metode promosi yang

efektif. Untuk shopping product yang mana pembeli harus memilih,

perusahaan harus menggunakan promosi penjualan. Sedangkan untuk

specialty product dan unsought product, perusahaan harus menggunakan

personal selling.

b. Apabila pelanggan memandang risiko pembelian suatu produk tinggi,

penekanan promosi adalah pada personal selling.

c. Untuk produk-produk yang tahan lama (durable goods), karena lebih

jarang dibeli daripada produk-produk yang tidak tahan lama (nondurable

goods) dan memerlukan komitmen tinggi terhadap sumber-sumber,

maka personal selling lebih egektif daripada iklan.

d. Untuk produk-produk yang dibeli dalam jumlah kecil dan sering dibeli

(membutuhkan pengambilan keputusan yang rutin), perusahaan harus

lebih memilih iklan daripada personal selling.

Subfaktor karakteristik produk yang berpengaruh dalam penyusunan

(45)

a. Sifat produk, yaitu sifat produk sebagai barang konsumsi atau barang

industri.

b. Mutu produk, yaitu mutu yang terdapat dalam produk, perlu

diinformasikan kepada konsumen melalui promosi.

3. Karakteristik pasar

Sifat pasar dapat mempengaruhi susunan bauran promosi. Beberapa sifat

pasar yang berpengaruh dalam strategi promosi antara lain :

a. Luas pasar secara geografis

Perusahaan yang hanya mempunyai pasar lokal sering mengadakan

kegiatan promosi dengan menggunakan personal selling saja, akan tetapi

bagi perusahaan yang mempunyai pasar nasional biasanya melakukan

promosi dengan menggunakan periklanan.

b. Konsentrasi pasar

Konsentrasi pasar, yaitu pasar dimana perusahaan berkonsentrasi dalam

memasarkan produknya. Konsumen yang semakin sedikit, dengan produk

yang relatif khusus dapat dilakukan secara penjualan perseorangan/ pribadi

karena faktor keefektifan dibandingkan dengan menggunakan periklanan.

Perusahaan yang hanya memusatkan penjualannya pada satu kelompok

pembeli saja, maka penggunaan alat promosinya akan berbeda dengan

perusahaan yang menjual pada semua kelompok pembeli.

c. Macam atau Jenis Pembeli

Strategi promosi yang dilakukan perusahaan yaitu menentukan pelanggan

yang ingin dituju oleh perusahaan sebagai konsumen sasarannya. Jenis

ini ikut menentukan atau ambil bagian dalam pelaksanaan program

promosi perusahaan. Faktor pemilihan pembeli merupakan faktor penting

dalam memilih strategi bauran promosi. Hal ini dapat dilihat dari

banyaknya jenis pembeli, sebab bauran promosi untuk satu jenis pembeli

berbeda dengan lebih dari satu jenis pembeli.

d. Segmen pasar

(46)

segman pasar yang dilayani oleh perusahaan kepada calon pembeli

merupakan faktor penting dalam penentuan strategi bauran promosi.

4. Faktor pelanggan

Terdapat sub faktor yang perlu diperhatikan dalam penyusunan strategi

promosi dengan menggunakan faktor pelanggan, yaitu :

a. Strategi yang digunakan, yaitu strategi perusahaan dalam menjual produk

dapat dilakukan dengan dua cara yaitu strategi mendorong (push strategy)

dan strategi menarik (pull strategy). Push strategy, yaitu aktivitas promosi

produsen kepada perantara (biasanya dengan personal selling dan trade

promotion), dengan tujuan agar para perantara itu memesan, kemudian

menjual, serta mempromosikan produk yang dihasilkan produsen. Pull

strategy yaitu aktivitas promosi produsen kepada konsumen akhir (biasanya

dengan iklan dan customer promotion), dengan tujuan agar mereka

mencarinya pada para perantara memesan produk yang dicari konsumen

kepada produsen.

b. Tahap kesiapan pembeli yaitu tahap pembelian yang ada pada diri konsumen,

apakah berada pada tahap kesadaran produk, tahap memutuskan atau tahap

yakin pada produk tersebut.

c. Loyalitas yaitu strategi promosi yang dilakukan, ditujukan agar konsumen

loyal terhadap produk perusahaan.

d. Karakter konsumen yaitu karakter dari konsumen yang dituju.

5. Faktor pesaing

Mengidentifikasi pesaing merupakan tugas perusahaan yang cukup

sederhana. Hal ini dapat dilihat seberapa banyak produk sejenis yang ada

dipasaran maupun produk subtitusinya.

Sub faktor pesaing yang berpengaruh dalam penyusunan promosi terdiri

dari:

a.Kegiatan pesaing, yaitu aktivitas yang dilakukan kompetitor dalam

mempromosikan produknya.

(47)

c.Keberadaan bisnis di pasar, yaitu situasi yang sedang terjadi di pasar yang

terkait dengan produk atau perusahaan.

6. Tahap daur hidup produk

Pada tahap daur hidup produk dimulai dari tahap perkenalan,

pertumbuhan, kedewasaan, kejenuhan dan berakhir pada tahap penurunan. Pada

tahap perkenalan, iklan dan publisitas sangat efektif untuk menciptakan

kesadaran. Pada tahap pertumbuhan, iklan dan publisitas masih terus digunakan

untuk menambah daya ingatan konsumen. Pada tahap kedewasaan, promosi

penjualan, iklan dan penjualan pribadi semakin mempunyai peranan penting.

Ketiga alat promosi seperti iklan, publisitas dan penjualan pribadi akan

berguna bagi perusahaan untuk meraih pangsa pasar yang ada. Pada tahap

penurunan, promosi penjualan tetap berperan kuat, iklan dan publisitas berkurang,

penjualan pribadi hanya memberikan sedikit perhatian pada produk tersebut. Sub

bab daur hidup produk yang berpengaruh dalam penyusunan promosi terdiri dari :

a. Penjualan yaitu tingkat penjualan yang sedang terjadi sehubungan dengan

siklus hidup produk tersebut.

b. Biaya per konsumen yaitu biaya yang digunakan untuk mencapai satu

orang konsumen dalam mempromosikan produknya.

c. Laba yaitu keuntungan yang diperoleh perusahaan sehubungan dengan

siklus hidup produk tersebut.

Hubungan antara strategi promosi dan tahap daur hidup poduk adalah

sebagai berikut :

a. Tahap Perkenalan

Situasi pasar yang terjadi pada tahap ini adalah pelanggan yang tidak

menyadari bahwa mereka menghendaki produk dan dapat memetik manfaat

dari produk. Strategi promosi yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan

informasi dan pendidikan kepada pelanggan potensial, menerangkan bahwa

produk itu ada, bagaimana itu dapat digunakan dan manfaat apa yang berguna

(48)

b. Tahap Pertumbuhan

Pada tahap ini pelanggan mulai menyadari manfaat produk sehingga

permintaannya meningkat. Produk cukup laku dan penyalur pun mulai tertarik

dengan potensi produk yang baru. Promosi yang tepat pada tahap ini adalah

menstimulasi permintaan selektif (merek), lebih menekankan pentingnya

periklanan dan penyalur ikut ambil bagian dalam memikul beban promosi.

c. Tahap Kedewasaan

Pada tahap ini persaingan semakin intensif. Penjualan perusahaan

mencapai titik tertinggi dan perhatian perusahaan akan terpusat pada segmen

pasar tertentu. Periklanan digunakan sebagai alat bujukan atau imbauan,

bukan sekedar informasi saja. Persaingan tajam mengharuskan penjual

menyediakan dana lebih besar untuk periklanan dan menyebabkan turunnya

laba perusahaan. Promosi diintensifkan kepada para dealer dalam rangka

memelihara kesetiaan. Promosi kepada konsumen juga sangat diperlukan

apabila pangsa pasar ingin dipertahankan.

d. Tahap Kemunduran

Situasi pasar yang terjadi pada tahap ini adalah penjualan dan laba

mengalami penurunan. Pasar yang dikuasai semakin sempit karena adanya

produk baru yang lebih baik mulai diperkenalkan ke pasar. Akibatnya,

intensitas promosi mulai diturunkan untuk menekan biaya.

Strategi bauran promosi terdiri dari beberapa tipe promosi diantaranya

yaitu periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, penjualan

peroarangan dan pemasaran langsung. Stretegi promosi merupakan kriteria yang

cukup kompleks, maka itu diperlukan alat analisis yang dapat membantu

memecahkan masalah yang kompleks yaitu dengan menggunakan metode AHP.

3.1.4. Proses Hirarki Analitik (PHA)

Proses Hirarki Analitik (PHA) atau yang biasa dikenal Analitycal

Hierarchy Process (AHP) merupakan teknik yang dikembangkan oleh

Dr. Thomas L. Saaty, seorang ahli matematika dari University of Piittsburg,

Amerika Serikat, pada awal tahun 1970-an. PHA telah banyak digunakan oleh

(49)

dan telah teruji efektif dalam mengidentifikasi dan menentukan prioritas dalam

suatu pengambilan keputusan. Dengan teknik ini suatu masalah dipandang dalam

suatu kerangka berfikir yang terorganisir dan sederhana, sehingga memungkinkan

untuk mengambil keputusan yang efektif.

PHA merupakan suatu model yang memberikan kesempatan untuk

perorangan atau kelompok untuk membangun gagasan-gagasan dan

mendefinisikan persoalan dengan cara membuat asumsi mereka masing-masing

dan memperoleh pemecahan yang diinginkan darinya. Proses ini juga

memungkinkan orang yang menguji kepekaan hasilnya terhadap perubahan

informasi. PHA memasukkan pertimbangan yang dibutuhkan untuk menyusun

hirarki dari suatu masalah dan logika, intuisi, serta pengalaman untuk memberi

pertimbangan.

Ada beberapa prinsip yang harus dipahami untuk memecahkan persoalan

dengan logis eksplisit, yaitu (1) prinsip menyusun hirarki, (2) prinsip menetapkan

prioritas, (3) prinsip konsentrasi logis. Prinsip-prinsip alami pemikiran analitik ini

mendasari PHA.

1. Prinsip Menyusun Hirarki

Dalam menyusun hirarki, perusahaan berusaha untuk menggambarkan dan

menguraikan permasalahan dan realitas secara hirarki. Untuk

memperoleh pengetahuan terinci, realitas yang kompleks disusun ke dalam

bagian yang menjadi elemen pokoknya dan kemudian bagian ini

dimasukkan ke dalam bagiannya lagi dan seterusnya secara hirarki.

Dengan kata lain persoalan yang kompleks dipecahkan menjadi

unsur-unsur yang terpisah.

2. Prinsip Menetapkan Prioritas

Penetapan prioritas yang dimaksud adalah menentukan peringkat

elemen-elemen menurut relatif pentingnya.

3. Prinsip Konsistensi Logis

Konsistensi logis yaitu menjamin bahwa semua elemen dikelompokkan

secara logis dan diperingatkan secara konsisten sesuai dengan suatu

(50)

Metode PHA didasarkan pada penilaian orang yang ahli dibidang yang

dipermasalahkan atau yang sedang dikaji untuk dicari pemecahannya. Peralatan

utama PHA adalah sebuah hirarki fungsional dengan input utamanya persepsi

manusia. Keahlian, pengalaman dan wawasan yang luas sangat diperlukan untuk

memberikan suatu penilaian yang tepat terhadap variabel keputusan yang

dijadikan kriteria pemilihan.

Hal yang diutamakan dalam data yang diterapkan pada analisis PHA

adalah kualitas dari responden, bukan kuantitas respondennya. Dengan demikian

metode PHA dapat dilakukan hanya berdasarkan penilaian satu orang saja, dengan

syarat orang tersebut merupakan orang yang ahli pada bidang yang

dipermasalahkan. Walaupun hanya didasarkan pada penilaian satu orang metode

PHA mampu menyajikan suatu analisis kuantitatif serta kualitas yang memadai.

Terdapat empat kelebihan menggunakan metode PHA, antara lain sebagai

berikut :

1. Struktur yang hirarki, sebagai konsekuensi dari kriteria yang dipilih

sampai kepada sub-sub kriteria yang paling dalam.

2. Memperhitungkan validitas sampai dengan batas toleransi konsistensi

berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh para pengambil

keputusan.

3. Memperhitungkan daya tahan atau ketahanan output analisis sensitifitas

pengambilan keputusan.

4. Mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah yang multi objektif

dan multi kriteria yang berdasarkan pada perbandingan preferensi dari

setiap elemen hirarki.

Kelemahan dari penggunaan metode PHA ini yaitu adanya penilaian yang

subjektif, tidak baku karena berdasarkan pemikiran sesorang. Namun hal ini

dapat diatasi dengan benar-benar memilih orang yang ahli atau pakar di bidang

yang akan diteliti.

3.2. Kerangka Pemikiran Operasional

Semakin bertambahnya permintaan masyarakat akan makanan yang sehat

(51)

Gambar

Tabel 2. Perkembangan Jumlah Restoran di Kota Bogor, Tahun 2004-2007
Tabel 3. Data Restoran Tradisional Sunda di Kota Bogor
Tabel 5. Sarana Komunikasi Bauran Promosi
Gambar 1. Alur Kerangka Pemikiran Operasional di Restoran Gurih 7
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan faktor yang memiliki pengaruh besar terhadap strategi pemasaran Dapur Geulis adalah sikap konsumen, pada sebuah

Tingkat 3 adalah faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan strategi produk Restoran Sederhana Masakan Padang yang terdiri dari faktor anggaran, faktor karakteristik

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat dikemukakan beberapa saran yng berkaitan dengan kegiatan promosi Restoran Pastel Pizza & Rijsttafel, yaitu Restoran

Tingkat 2 adalah tujuan, yaitu tujuan yang ingin dicapai oleh restoran Obonk Steak & Ribs Bogor dalam menjalankan kegiatan promosi produk yang terdiri dari menginformasikan

Penelitian analisis strategi pemasaran dalam promosi modem Huawei XL ini difokuskan pada faktor-faktor yang berpengaruh terhadap strategi pemasaran modem Huawei perusahaan XL

Hasil pengolahan faktor penyusun dan sub faktor terhadap strategi promosi susu formula lanjutan Morinaga Chilmil, untuk faktor anggaran, sub faktor sale menjadi prioritas

Berdasarkan hasil pengolahan horizontal tingkat dua dengan metode AHP, maka diperoleh bahwa faktor yang paling berpengaruh dalam penyusunan strategi promosi KPR

Strategi promosi yang efektif yang dapat diterapkan oleh restoran Lasagna Gulung yaitu dengan mengoptimalkan peran word of mouth yang dilakukan oleh konsumen,