• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. TEORI PENUNJANG. 6 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "2. TEORI PENUNJANG. 6 Universitas Kristen Petra"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

6

2. TEORI PENUNJANG

2.1. Definisi Hotel

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008), hotel adalah bangunan berkamar banyak yang disewakan sebagai tempat untuk menginap dan tempat makan orang yang sedang dalam perjalanan; bentuk akomodasi yang dikelola secara komersial, disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan, penginapan, makan dan minum.

2.1.1. Klasifikasi Hotel

Menurut Napitupulu dan Bagasworo (2004), hotel dapat dibedakan menjadi 4, yaitu :

1. Family hotel

Tamu hotel ini sebagian besar terdiri dari keluarga.

2. Business hotel

Tamu-tamunya lebih dikhususkan bagi yang sedang melakukan kunjungan untuk urusan tugas atau bisnis.

3. Tourist hotel

Para tamunya kebanyakan terdiri dari para wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.

4. Transit hotel

Tamu-tamu yang menginap kebanyakan adalah yang akan melanjutkan perjalanan, sehingga hotel ini hanya menjadi tempat persinggahan sementara saja.

2.1.2. Atribut Hotel

Ada banyak faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan oleh

konsumen pada saat memilih hotel, dan menurut Dolnicar dan Otter (2003) terdapat

lima hotel attributes yaitu :

(2)

7 1. Value

Value attribute termasuk harga, value for money, discount rate, free internet access. Menurut Dolnicar dan Otter (2003) value attribute adalah sesuatu yang di interpretasikan atau diharapkan oleh konsumen bahwa akan mendapatkan sesuatu yang lebih dari apa yang dibayarkan kepada hotel.

2. Service Attribute

Service attribute biasanya dapat dinilai dari keramahan oleh para staf hotel, profesionalisme atau kualitas oleh para staf, pelayanan room service selama 24 jam, dan pusat kesehatan atau kebugaran. Atribut ini biasanya melibatkan interaksi personal dari konsumen dengan staf hotel yang termasuk personil di lobby, room service, kebersihan, dan restoran.

3. Room Attribute

Room attribute memiliki beberapa faktor seperti ukuran kamar, kebersihan dan kenyamanan kamar serta ukuran kamar mandi.

4. Location Attribute

Kenyamanan untuk parkir, kenyamanan untuk menuju airport, dan kenyamanan untuk transportasi publik adalah faktor dominan untuk location attribute.

Menurut Dolnicar dan Otter (2003) lokasi merupakan faktor kritikal bagi turis yang lebih memilih lokasi yang nyaman untuk mengakses lokasi yang akan dikunjungi atau lokasi yang dekat dengan aktifitas yang akan dilakukan.

5. Cleanliness attribute

Cleanliness attribute merupakan attribut yang paling di inginkan oleh tamu.

Kebersihan kamar termasuk kamar mandi, kebersihan area hotel seperti lobby, lorong-lorong kamar, lift, dan restoran merupakan faktor-faktor yang menentukan cleanliness attribute.

Pada penelitian yang dilakukan Lu dan Stepchenkova (2012) terdapat 26 atribut hotel yang dikelompokkan menjadi 7 kategori, yaitu:

1. Ecolodge setting

Atribut yang termasuk di dalam ecolodge setting adalah ground/surroundings,

lodge amenitites, ambience, noise, ecofriendliness, dan other guests.

(3)

8 2. Room

Atibut yang termasuk di dalam kategori room adalah room/bathroom decor and layout, room amenities, room/bathroom facilities, dan insect problem.

3. Nature

Atribut yang termasuk di dalam kategori nature adalah natur-based activities, natural attractions, dan weather.

4. Service

Atribut yang termasuk di dalam kategori service adalah customer service, tour/tour guide service, extra service, restaurant service, reservation process, dan management policies.

5. Food

Atribut yang termasuk di dalam kategori food adalah food quality.

6. Location

Atribut yang termasuk di dalam kategori location adalah closeness to town, accessbility, dan closeness to attraction.

7. Value for money

Atribut yang termasuk di dalam kategori value for money adalah food/drink price, room rates, dan other price.

Sedangkan Zhou et al. (2014) menyebutkan faktor dan atribut yang mempengaruhi kepuasan konsumen di Hangzhou, China ada 23 atribut yang dibagi menjadi 6 kategori, yaitu:

1. Physical Setting - Room

Atribut yang termasuk di dalam physical setting-room attribute adalah amenities yang ada di kamar maupun kamar mandi, ukuran dan layout kamar, kebersihan kamar, dan welcoming extras.

2. Physical Setting - Hotel

Atribut yang termasuk di dalam physical setting - hotel attribute adalah akses wifi, fasilitas publik, lama bangunan, tingkat kebisingan, dan fasilitas hiburan.

3. Physical Setting - Food

(4)

9

Atribut yang termasuk di dalam physical setting - food attribute adalah variasi makanan dan kualitas makanan.

4. Value

Atribut yang termasuk di dalam value attribute adalah, harga kamar, harga makanan serta harga yang lainnya

5. Location

Atribut yang termasuk di dalam location attribute adalah dekat dengan pusat kota, dekat dengan bandara atau stasiun dekat dengan pusat atraksi, dan kemudahan akses.

6. Staff

Atribut yang termasuk di dalam staff attribute adalah keramahan dari staf, kemampuan bahasa, efisiensi dari staf dalam menyelesaikan masalah.

2.2. Kepuasan Konsumen

Sulastiyono (2001, p.33) mendefinisikan kepuasan sebagai suatu keadaan dalam diri seseorang, di mana orang tersebut telah berhasil mendapatkan sesuatu yang menjadi kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginannya. Sedangkan Gerson (2004, p.5) mendefinisikan kepuasan konsumen sebagai kondisi terpenuhinya semua kebutuhan sesuai dengan harapan ketika mengkonsumsi sebuah produk. Kotler (2002, p.42) berpendapat bahwa kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang setelah membandingkan antara kinerja produk atau realitas yang dirasakan dengan yang diharapkan.

Sehingga kepuasan konsumen adalah tingkat perbedaan dari harapan atau

ekspektasi dari konsumen tentang kualitas ataupun kuantitas suatu produk atau jasa

dengan apa yang diterima oleh konsumen tersebut saat mengkonsumsi dan

menggunakan suatu produk atau jasa.

(5)

10 2.2.1. Mengukur Kepuasan Konsumen

Menurut Tjiptono (2002, p.35) ada beberapa metode yang dapat digunakan perusahaan untuk mengidentifikasi, mengukur dan memantau kepuasan konsumen, yaitu:

1. Sistem Keluhan dan Saran (Complaint and Suggestion System)

Memberikan kesempatan yang luas kepada konsumen untuk menyampaikan saran dan keluhan. Untuk mengetahui seberapa jauh tingkat kepuasan konsumen, setiap perusahaan baik penyedia jasa maupun manufaktur dapat memberikan kesempatan kepada konsumen untuk menyampaikan keluhan dan saran kepada perusahaan. Dengan demikian maka perusahaan dapat memperbaiki kekurangannya atau mungkin lebih meningkatkan pelayanannya. Media yang biasa digunakan adalah kotak-kotan saran yang diletakkan di tempat-tempat strategis.

2. Ghost Shopping

Adalah memperkerjakan beberapa orang untuk bersikap sebagai pembeli potensial terhadap produk perusahaan dan pesaing. Ghost shopping merupakan salah satu cara untuk menilai kepuasan konsumen. Dalam hal ini perusahaan menyewa orang untuk berpura-pura sebagai pembeli guna melaporkan pengalaman konsumen ketika membeli produk perusahaan dan produk pesaing.

Dengan demikian akan dapat disajikan masalah yang spesifik untuk menguji apakah karyawan perusahaan menanganinya dengan baik atau tidak.

3. Analisa Konsumen yang Hilang (Lost Customer Analysis)

Perusahaan menghubungi para konsumen yang telah berhenti membeli atau yang telah beralih pemasok untuk memahami mengapa hal ini terjadi. Tingkat kehilangan menanjak menunjukkan bahwa perusahaan gagal memuaskan konsumennya.

4. Survei Kepuasan Konsumen

Perusahaan tidak dapat beranggapan bahwa sistem keluhan dan saran dapat

menggambarkan secara lengkap kekecewaan konsumen. Perusahaan yang

responsif melakukan pengukuran langsung atas kepuasan konsumennya dengan

(6)

11

melakukan survei secara teratur dengan mengirimkan kuisioner atau menelpon sampel konsumennya yang sudah ada untuk mengetahui perasaan konsumen mengenai beberapa aspek prestasi perusahaan. Pengukuran kepuasan melalui metode ini dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya:

a. Directly Reported Satisfaction

Pengukuran dilakukan secara langsung melalui pertanyaan seperti,

“ungkapkan seberapa puas saudara terhadap pelayanan?”. Skala yang digunakan berupa : sangat tidak puas, tidak puas, netral, puas, sangat puas.

b. Derived Satisfaction

Pertanyaan yang diajukan menyangkut 2 hal utama, yakni besarnya harapan konsumen terhadap atribut tertentu dan besarnya kinerja yang dirasakan.

c. Problem Analysis

Konsumen yang dijadikan responden diminta untuk mengungkapkan 2 hal pokok. Pertama merupakan masalah yang dihadapi berkaitan dengan penawaran. Kedua saran-saran untuk melakukan perbaikan.

d. Importance Performance Analysis

Dalam teknik ini responden diminta untuk meranking berbagai atribut dari penawaran berdasarkan derajat kepentingan setiap atribut tersebut.

2.3. Penelitian Terdahulu

Lu dan Stepchenkova (2012) melakukan penelitian mengenai kepuasan konsumen terhadap atribut beberapa penginapan ramah lingkungan di Costa Rica.

Penelitian dilakukan dengan mengeksplorasi online reviews di TripAdvisor. Website

TripAdvisor mewakili komunitas travel online terbesar di dunia, dengan lebih dari 40

juta pengunjung setiap bulannya. Review yang didapatkan dikelompokan menjadi tiga

grup, yaitu (1) ‘favorable comment’, (2) ‘unfavorable comment’, dan (3) ‘no

comment’. Favorable comment adalah komentar yang menyebutkan suatu atribut

secara positif, unfavorabe comment adalah komentar yang menyebutkan suatu atribut

secara negatif, dan no comment adalah komentar yang sama sekali tidak menyebutkan

suatu atribut tersebut. Dalam penelitian ini, Lu dan Stepchenkova (2012)

(7)

12

mengidentifikasi 26 atribut seperti ambience, noise, room amenities, customer service, food quality, dan closeness to town dan dikategorikan dalam 7 kategori: yaitu ecolodge setting, room, nature, service, food, location, dan value for money.

Dengan melakukan dua langkah uji statistik non-parametrik Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney U peneliti dapat mengklasifikasi atribut kepuasan. Uji Kruskal- Wallis untuk menguji ada atau tidaknya perbedaan rata-rata skor kepuasan pada 3 grup komentar di setiap atribut kepuasan yang ada. Apabila pada uji Kruskal-Wallis ditemukan ada perbedaan, maka uji Mann-Whitney U akan dilakukan. Uji Mann- Whitney U dilakukan untuk menguji perbedaan pada “favorable comment vs no comment” dan “unfavorable comment vs no comment”. Atribut akan diklasifikasi sebagai satisfier pada uji Mann-Whitney U didapatkan perbedaan pada “favorable comment vs no comment” tetapi tidak pada “unfavorable comment vs no comment”.

Atribut akan diklasifikasi sebagai dissatisfier apabila pada uji Mann-Whitney U didapatkan perbedaan pada “unfavorable comment vs no comment” tetapi tidak pada

“favorable comment vs no comment”. Dan apabila pada uji Mann-Whitney U didapatkan perbedaan pada “favorable comment vs no comment” dan juga pada

“unfavorable comment vs no comment” maka atribut akan diklasifikasi sebagai critical.

Dalam penelitian ini dijelaskan bahwa dissatisfiers adalah hal yang berpengaruh dalam menyebabkan ketidakpuasan dan satisfiers adalah hal yang dapat memberikan kepuasan lebih. Criticals dapat menyebabkan ketidakpuasan dan juga dapat memberikan kepuasan lebih, sedangkan neutrals adalah atribut lain yang jarang disebutkan.

Tabel 2.1. Klasifikasi atribut kepuasan

Attribute Classification Attribute Classification

Ambience Critical Reservation process Dissatisfier

Ecofriendliness Critical Management policies Dissatisfier Room and bathroom Critical Natural attractions Dissatisfier decor and layout

Customer service Critical Other guests Satisfier

(8)

13

Tabel 2.1. Klasifikasi atribut kepuasan (sambungan)

Tour and tour Critical Nature-based activities Satisfier

guide service

Food quality Critical Accesbility Neutral

Room rates Critical Closeness to town Neutral

Grounds and Dissatisfier Closeness to attraction Neutral

surroundings

Noise Dissatisfier Extra service Neutral

Lodge Amenities Dissatisfier Restaurant service Neutral Room and bathroom Dissatisfier Food and drink price Neutral

facilities

Room amenities Dissatisfier Other prices Neutral

Insect problem Dissatisfier Weather Neutral

Sumber: Lu dan Stepchenkova (2012)

Pada penelitian ini dapat diketahui bahwa ambience, ecofriendliness, room and bathroom decor, customer service, tour and tour guide service, food quality, dan room rates berperan sebagai critical. Grounds and surroundings, noise, lodge amenitites, room and bathroom facilitites, room amenities, insect problem, reservation process, management policies dan natural attractions dikategorikan sebagai dissatisfier. Atribut yang dikategorikan sebagai satisfier adalah other guests dan nature-based activities. Sedangkan accesbility, closeness to town, closeness to attraction, extra service, restaurant service, food and drink price, other prices, dan weather dikategorikan sebagai neutral.

Pada penelitian ini, penulis melakukan adaptasi dari penelitian yang dilakukan

oleh Lu dan Stepchenkova (2012). Hal-hal yang akan diadaptasi adalah metode

penelitian (uji Kruskall-Wallis dan uji Mann-Whitney U) dan klasifikasi atribut

kepuasan menjadi satisfier, dissatisfier, critical, dan neutral.

(9)

14 2.4. Atribut Hotel Midtown Hotel Surabaya

Berdasarkan pada Dolincar dan Otter (2003), Lu dan Stepchenkova (2012), dan Zhou et al (2014), penulis mendapatkan 16 atribut di Midtown Hotel Surabaya yang digunakan dalam penelitian ini.

Tabel 2.2. Atribut Hotel

Dolnicar and Otter (2003) Lu and Stepchenkova (2012) Zhou et al (2014)

Location attribute Location Location

Accesbility of parking Closeness to town Close to city center Accesbility to airport Closeness to attraction Close to attractions Accesibility of public transport Accesiblity Closeness to airport

Room Attribute Room and train station

Room size Room/bathroom Accesibility

Cleanliness of room décor and layout Physical setting - Room

Bathroom size Room amenities Room/bathroom amenites

Cleanliness attribute Room/bathroom facilities Room size and layout Cleanliness of bathroom Insect problem Cleanliness of room

Cleanliness of hotel area Food Welcoming extras

Service attribute Food Quality Physical setting - Food

Friendliness of hotel staff Service Variety of food

Profesionalism of staff Customer service The quality of food 24 hours room service Tour/tour guide service The dining environment

Fitness center Extra service Availibility of special

Value attribute Restaurant service food service

Value for money Reservation process Staff

Discount rate Management policies Friendliness of staff Free internet access Value for money Language skill of staff

Food/drink price Effiency of the staff

Room rates in solving problem

Other price Value

Ecolodge setting Room price

Ground/surroundings Food/drink price

Lodge amenitites Other price

(10)

15

Tabel 2.2. Atribut Hotel (sambungan)

Ambience Physical setting - Hotel

Noise Accesibility of wifi

Ecofriendliness Public facilities

Other guests Dated level

Nature Noise level

Natur-based activities Entertaiment facilities

Natural attractions

Weather

Sumber : Dolincar dan Otter (2003), Lu dan Stepchenkova (2012), Zhou et al (2014)

Tabel 2.3. Atribut Hotel Midtown Hotel Surabaya

Location Value

Closeness to town Value for money Closeness to attraction Service

Accesibility Friendliness of staff Physical hotel setting Reservation Process Public facilities Extra Service Availibility of wifi Room

Surroundings Room/Bathroom layout

Noise Level and size

Food Room/Bathroom facilies

Quality of food and amenities Variety of food Cleanliness of room

1. Closeness to town, atribut ini di ambil oleh peneliti karena peneliti melihat bahwa atribut ini dapat digunakan terhadap Midtown Hotel Surabaya dan atribut ini disebutkan oleh dua sumber yang digunakan oleh peneliti yaitu Zhou et al. (2014) dan Lu dan Stepchenkova (2012).

2. Closeness to attraction, atribut ini dipilih oleh peneliti karena atribut ini

disebutkan oleh dua sumber di atas yaitu Lu dan Stepchenkova (2012) dan Zhou

et al. (2014).

(11)

16

3. Accesibility, atribut aksesibilitas ini dipilih selain karena di sebutkan oleh tiga sumber, namun peneliti juga melihat cukup banyak konsumen yang memberikan review tentang aksesibilitas di website TripAdvisor sehingga peneliti memutuskan untuk memasukan atribut ini kedalam penelitian.

4. Public facilities, atribut ini walaupun hanya disebutkan oleh salah satu sumber yaitu Zhou et al. (2014), namun atribut ini cukup banyak disebutkan di website TripAdvisor sehingga peneliti memutuskan untuk memasukan atribut ini kedalam penelitian.

5. Surroundings, atribut ini disebutkan oleh Lu dan Stepchenkova (2012). Midtown Hotel Surabaya berada tepat disebelah jalan utama, sehingga keadaan di dalam dan di sekitar hotel menarik untuk di masukkan ke dalam penelitian ini.

6. Noise level, atribut ini dipilih oleh penulis karena banyak reviewer yang memberikan komentar tentang atribut ini. Selain itu, penulis juga menyadari bahwa Midtown Hotel Surabaya berada tepat disebelah jalan utama sehingga penulis merasa bahwa polusi suara di Midtown Hotel Surabaya dapat mempengaruhi kepuasan di Midtown Hotel Surabaya

7. Availibility of wifi, selain karena disebutkan oleh Zhou et al. (2014), penulis menilai dikarenakan Midtown Hotel Surabaya adalah hotel bisnis yang dimana para konsumen berasal dari kalangan bisnis yang membutuhkan koneksi internet setiap saat maka kami menilai akses wifi dapat dimasukan kedalam atribut Midtown Hotel Surabaya

8. Value for money, atribut ini penulis pilih selain karena disebutkan oleh ketiga sumber di atas, penulis menilai penting untuk melihat apakah harga yang diberikan oleh Midtown Hotel Surabaya dapat berdampak pada kepuasan tamu.

9. Quality of food, selain karena di sebutkan oleh Zhou et al. (2014) & Lu dan Stepchenkova (2012), penulis selama melakukan pengamatan dari online review di TripAdvisor menyadari cukup banyak konsumen yang menyebutkan review tentang kualitas makanan yang ada di Midtown Hotel Surabaya

10. Variety of food, atribut ini juga banyak disebutkan oleh reviewer di TripAdvisor

menyebutkan atribut ini.

(12)

17

11. Friendliness of staff, atribut ini banyak disebutkan oleh reviewer di TripAdvisor menyebutkan atribut ini sehingga penulis ingin melihat apakah atribut ini dapat berdampak kepada kepuasan tamu.

12. Reservation process, atribut ini disebutkan oleh Lu dan Stepchenkova (2012) dalam penelitian terdahulu dan penulis menilai proses reservasi sangat penting karena adalah hal pertama yang akan dilakukan oleh konsumen sehingga baik atau buruknya penilaian hotel dapat dipengaruhi oleh atribut ini.

13. Extra service atribut ini disebutkan oleh Lu dan Stepchenkova (2012) didalam penelitiannya dan penulis ingin melihat apakah pelayanan tambahan di Midtown Hotel Surabaya dapat berdampak pada kepuasan tamu.

14. Room/bathroom layout and siz,e atribut ini selain karena disebutkan oleh Lu dan Stepchenkova (2012) dan Zhou et al. (2014) dalam penelitiannya, penulis juga menemukan respon yang cukup banyak dari reviewer di TripAdvisor.

15. Room/bathroom facilities and amenities, atribut ini selain karena disebutkan oleh Lu dan Stepchenkova (2012) dan Zhou et al. (2014), juga karena banyak reviewer yang menyebutkan atribut ini. Sehingga penulis menganggap atribut ini cukup penting untuk dimasukkan ke dalam penelitian.

16. Cleanliness of room, atribut ini juga disebutkan oleh Dolnicar dan Otter (2003),

Lu dan Stepchenkova (2012), dan Zhou et al. (2014) dalam penelitiannya,

penulis juga menyadari banyak reviewer yang menyebutkan atribut ini di

TripAdvisor baik komentar positif atau negatif.

(13)

18 2.5. Kerangka Berpikir

Gambar 2.1. Kerangka Berpikir

Sumber : Lu dan Stepchenkova (2012), Dolnicar dan Otter (2003), Zhou et al. (2014)

Dalam kerangka berpikir ini, Midtown Hotel memiliki 16 atribut hotel, dengan berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh Lu dan Stepchenkova (2012), Dolnicar dan Otter (2003), dan Zhou et al. (2014). Dimana 16 atribut tersebut dapat dikategorikan dalam 6 kategori, yaitu:

1. Room : room/bathroom layout dan size, room/bathroom amenities and facilities, cleanliness of room

2. Location : closeness to town, closeness to attraction, accesibility

(14)

19

3. Service : friendliness of staff, reservation process, extra service 4. Food : quality of food and variety of food

5. Value : value for money

6. Physical hotel setting : public facilities, noise, surroundings, availibility of wifi

Selanjutnya komentar-komentar TripAdvisor dikelompokan dalam 16 atribut

yang sesuai. Kemudian setiap atribut akan dikelompokan lagi menjadi favorable

comment, unfavorable comment, dan no comment. Lalu dilakukan proses analisa data

untuk mendapatkan hasil akhir, yaitu atribut apa saja yang termasuk ke dalam

satisfier, dissatisfier, critical, dan neutral.

Gambar

Tabel 2.1. Klasifikasi atribut kepuasan
Tabel 2.1. Klasifikasi atribut kepuasan (sambungan)
Tabel 2.2. Atribut Hotel
Tabel 2.2. Atribut Hotel (sambungan)
+2

Referensi

Dokumen terkait

H2: Ada pengaruh Usefulness of online reviews, timeliness of online reviews, volume of online reviews, valence of online reviews, dan comprehensiveness of

Data yang terdapat dalam account detail dapat dengan mudah dijumlahkan untuk dijadikan laporan keuangan, Jadi sangatlah penting untuk membuat Chart of Account yang menyimpan

Kualitas layanan atau service quality secara umum sering didefinisikan sebagai kecocokan penggunaan atau kesesuaian pada kebutuhan (fitness for use). Untuk memahami arti

Menurut Chinomona dan Dubihlela (2014) kepuasan konsumen berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang, dan menekankan bahwa kepuasan konsumen merupakan faktor utama

1. Overall Satisfaction, yaitu puas secara keseluruhan terhadap sebuah pengalaman tertentu dengan menggunakan produk dan jasa ini. Comparison To Ideal, yaitu kinerja

Pada pengaturan SRAM pada ATMega8 1120 lokasi data memory digunakan sebagai alamat register file, I/O memory, dan internal data SRAM.. 96 lokasi memory yang pertama digunakan

Kertajaya dalam Putri dan Astuti (2012) mendefinisikan Experiential Marketing sebagai suatu konsep pemasaran yang bertujuan membentuk pelanggan yang loyal dengan cara

Selain itu, fumigasi di inkubator/setter sebaiknya tidak dilakukan pada hari ke-2 (24 jam) sampai hari ke-4 (96 jam) dari saat telur masuk ke mesin tetas. Untuk mendapatkan