• Tidak ada hasil yang ditemukan

Embun Pagi. Aug 28, For subscription of our Daily Focus, please contact us at The structural shift from fuel to gas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Embun Pagi. Aug 28, For subscription of our Daily Focus, please contact us at The structural shift from fuel to gas"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Nur Marini +62-21-515-1140 [email protected] For subscription of our Daily Focus, please contact us at [email protected]

Before After

Source: Ministry of ESDM, Internet, KDB Daewoo Securities Research

Embun Pagi

The structural shift from fuel to gas

Pemerintah telah mencanangkan beberapa program terkait peningkatan pemanfaatan gas bumi sebagai pengganti bahan bakar minyak sebagai wujud diversifikasi energi. Program Jaringan Gas Kota (Jargas) untuk rumah tangga merupakan kegiatan prioritas nasional dari sub sektor migas.

Kota Surabaya menjadi salah satu percontohan proyek pengembangan Jaringan Gas rumah tangga perkotaan, dengan membangun 4,000 jaringan untuk 16 kota.

Kementerian ESDM bersama dengan BUMN berencana tahun 2016 mendatang akan membangun sebanyak 24.000 Sambungan Rumah (SR) untuk daerah Surabaya, terdiri dari 3 wilayah yaitu, Surabaya Pusat, Surabaya Selatan, dan Surabaya Timur.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menugaskan Pertamina dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) untuk mengembangkan jaringan gas untuk rumah tangga. Kementerian menugaskan Pertamina untuk mengembangkan jaringan gas di 10 kota (Prabumulih, Jambi, Sengkang, Sidoarjo, Bontang, Ogan Ilir, Subang, Bulungan, Bekasi, dan Lhokseumawe) dengan jaringan sebanyak 46.103 sambungan rumah tangga. Sementara itu, PGAS ditugasi oleh pemerintah untuk membangun jaringan gas di 11 kota (Jabodetabek, Bogor, Cirebon, Palembang, Surabaya, Depok, Tarakan, Bekasi, Sorong, Blora, Semarang) dengan jaringan sebanyak 40.437 sambungan. Selama lima tahun ke depan, pemerintah menargetkan untuk mencapai 20-25 kota.

Selain gas alam lebih ramah lingkungan, promosi penggunaan gas alam harus mempercepat diversifikasi penggunaan energi dari bahan bakar tradisional ke gas.

Dengan mempromosikan penggunaan gas alam, masyarakat mengharapkan harga gas menjadi lebih murah daripada bahan bakar minyak atau LPG. Di sebuah kota yang telah menggunakan Gas Jaringan Kota (Jargas), pengeluaran rata-rata bulanan hanya sekitar IDR30,000-40,00, sedangkan bila menggunakan LPG 3kg, belanja bulanan rata-rata bisa menghabiskan biaya hingga IDR70,000 (dengan asumsi konsumsi satu tabung per minggu untuk rumah tangga).

Market Index

Last Trade Chg (%) MoM YoY

JCI 4,430.6 4.6 -10.1 -18.3

MSCI EM 813.1 3.3 -11.7 -27.6

HANG SENG 21,838.5 3.6 -14.0 -14.8

KOSPI 1,908.0 1.2 -6.4 -8.1

FTSE 6,192.0 3.4 -8.8 -12.1

DJIA 16,654.8 2.3 -7.6 -4.6

NASDAQ 4,812.7 2.5 -7.7 3.1

Valuation

2015F P/E (x) P/B (x) ROE (%)

JCI 14.5 2.2 17.2

Key Rates

Last Trade Chg (bps) MoM YoY

Policy Rate 7.50 0 0 -25

3yr 8.40 -2 37 64

10yr 8.87 -14 34 61

FX

Last Trade Chg (%) MoM YoY

USD/IDR 13,990.00 -1.0 5.0 21.0

USD/KRW 1,185.10 -0.1 1.8 16.8

USD/JPY 121.03 0.9 -2.0 16.7

USD/CNY 6.41 -0.1 3.2 4.3

Commodities

Last Trade Chg (%) MoM YoY

WTI 42.6 10.3 -12.1 -53.5

Gold 1,125.0 0.0 2.7 -12.8

Coal 61.8 -1.0 -0.6 -25.4

Palm Oil 550.0 -0.9 -15.6 -22.3

Rubber 106.8 0.0 -11.3 -14.9

Nickel 10,060.0 5.1 -11.2 -46.1

Copper 5,140.0 4.2 -3.0 -25.9

Tin 13,890.0 -0.4 -11.2 -35.8

JCI Index VS MSCI Emerging Markets

800 1,000 1,200

3,500 4,500 5,500

05/13 02/14 11/14 08/15

(pt) JCI MSCI EM (pt)

(2)

Local flashes

UNTR: Penjualan Komatsu UNTR di bulan Juli anjlok. PT United Tractors Tbk (UNTR) hanya mampu menjual alat berat Komatsu sebanyak 1.512 unit dalam tujuh bulan pertama tahun ini. Jumlah itu merosot hingga 39,7% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan alat berat di bulan Juli menjadi penjualan yang paling sepi sepanjang tahun ini, atau hanya 137 unit. Padahal, di bulan Juli tahun lalu, UNTR masih bisa menjual 301 unit alat berat. (Kontan)

PTPP: PP Minta Suntikan Dana PMN Rp 2 Triliun. PT PP (Persero) Tbk mengajukan suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 2 triliun pada 2016 untuk modal beberapa proyek infrastruktur. Direktur Utama PT PP Tbk, Bambang Triwibowo mengatakan dari PMN Rp 2 triliun dan rights issue atau penawaran umum terbatas sebesar Rp 1,9 triliun akan digunakan PP untuk mengembangkan pelabuhan, membangun pelabuhan, kereta cepat Jakarta - Bandung dan jalan tol. (Liputan6) ANTM: Antam Tarik Pinjaman US$ 200 Juta. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menarik fasilitas pinjaman senilai US$ 200 juta dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Fasilitas tersebut akan digunakan untuk membiayai modal kerja sepanjang tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Kamis (27/8), Antam melakukan penarikan fasilitas pertama US$ 100 juta dari BCA pada pada 2 juli 2015. Kredit tersebut akan jatuh tempo pada 2 Oktober 2015, dengan tingkat suku bunga 1,75 persen per tahun. Sedangkan sisanya dari BRI dengan tingkat bunga 1,75 persen per tahun pada 5 Agustus 2015. Periode pinjaman berlaku sampai 5 November 2015. (Berita Satu)

WIKA: Wika minta PMN Rp 3 triliun untuk sejumlah proyek. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengajukan penyertaan modal negara tahun anggaran 2016 sebesar Rp 3 triliun.

Direktur Utama Wika Bintang Perbowo dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Kamis (27/8), mengatakan suntikan modal dari pemerintah itu akan digunakan untuk percepatan pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol, kawasan industri, penyediaan air bersih hingga proyek kereta cepat (high speed train) Jakarta- Bandung yang masih dalam tahap rencana. (Kontan)

DSNG: Dharma Satya "Stock Split" 1:5. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) akan melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5, karena harga saham perseroan dianggap sudah terlalu tinggi. Perseroan akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 2 September mendatang. Direktur Utama Dharma Satya, Djojo Boentoro mengatakan, harga saham perseroan pada saat stock split akan lebih dari Rp 4.500. Dengan begitu, nilai nominal saham perseroan akan dipecah dari Rp 100 ke Rp 20 per saham. (Berita Satu)

ELSA: Elnusa Sasar Tender Seismik Malaysia dan India. PT Elnusa Tbk (ELSA) tengah membidik tender jasa seismik (laand seismic services) di Malaysia dan India dengan nilai total sekitar US$ 20 juta. Perseroan memperluas pasar akibat rendahnya permintaan domestik. “Berbeda dengan tahun lalu kami fokus di domestik. Tapi, tahun ini kami coba grab pasar luar negeri karena permintaan dari PT Pertamina (Persero) turun menyusul merosotnya harga minyak dunia,” jelas Investor Relations Elnusa Rifqi Budi Prasetyo. (Berita Satu)

ENRG: Refinancing utang, ENRG jajaki empat bank. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) segera membayar utang jatuh tempo tahun ini. Utang itu bakal dibiayai kembali (refinancing) dengan utang baru dari perbankan asing. Total utang ENRG yang akan refinancing utang senilai sekitar US$ 120 juta. Hingga kini, ENRG sudah menjajaki pinjaman baru dari empat perbankan asing. Finalisasi pinjaman dilakukan pada kuartal keempat mendatang. "Proses negosiasi sudah matang. Tahun ini segera dilunasi US$ 120 juta," ujar Direktur Keuangan ENRG, Didit A Ratam. (Kontan)

(3)

3

Technical analysis

View from the Charts

Perburuan terhadap saham-saham unggulan berhasil mendorong penguatan IHSG sepanjang perdagangan kemarin yang kemudian mencatatkan kenaikan 4.6% serta ditutup pada level 4,431 menyisakan celah harga support 4,237-4,295. Para pelaku asing mencatatkan pembelian bersih sebesar IDR390.3bn dari nilai keseluruhan perdagangan kemarin yang tercatat sebesar IDR7.4tr rasio transaksi 246:70, dan 74 saham tidak mengalami perubahan harga. Seluruh sektor pendorong IHSG pun mencatatkan penguatan rata-rata 4.3%, dengan sektor keuangan dan sektor konsumsi sebagai penggerak yang membukukan masing-masing 5.8%/5.4%.

Saat ini IHSG diperdagangkan pada posisi 99.1 overbought stochastic yang melonjak dari sebelumnya di 35.0 oversold trading, dengan pertumbuhan total saham yang diperdagangkan 41.3% di atas rata-rata 20 harinya. Pada posisi sepertii, dengan sisa ruang yang masih dimiliki IHSG akan mencoba bergerak menguat menguji arah resistensi terdekat di 4,450 serta bertahan pada area distribusi positif berbasis support 4,430-4,450. Waspadai arus profit taking, pada posisi mendekati puncak nilai overbought tersebut. Momentum swing positif pada rentang 4,435-4,465, merupakan ruang untuk melakukan aksi jual dan realisasi keuntungan.

Chart 1. IHSG Daily Chart Chart 2. IHSG Intraday Chart

Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Recommendation Sell On Strength

Close 4,431

Resistance 4,450

Support 4,420

Stop-Loss 4,390

Indicator daily

Stoch UP

MACD UP

PSAR DN

Volume UP

GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution

UP = Up OB = Overbought

DN = Down OS = Oversold

NM = Normal

(4)

Stocks on our focus list

PT Bank Negara Indonesia(Persero), Tbk (BBNI)

Pada perdagangan kemarin BBNI mencatatkan kenaikan hampir mencapai 10% serta ditutup pada level harga IDR4,955. BBNI membukukan keuntungan sebesar 15%, sejak melakukan pembalikan arah pada support IDR4,050 dengan akumulasi saham yang diperdagangkan sebesar 316.7bn saham.

Diperdagangkan pada area overbought 95.2 stochastic, mendekati pembentukan deathcross, memberikan indikasi pergerakan BBNI di akhir pekan perdagangan ini akan dibayang-bayangi oleh aksi ambil untung (profit taking). Perketat stop loss IDR4,435- 4,440, dan juga stop buy level IDR5,000-5,100

Recommendation Sell On Strength

Target Price 5,175

Close 4,955

Resistance 5,125

Support 4,450

Stop-Loss 4,450

Indicator daily

Stoch OB

MACD UP

PSAR UP

Volume UP

GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution

UP = Up OB = Overbought

DN = Down OS = Oversold

NM = Normal

Chart 3. BBNI

HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

(5)

5 PT Bank Mandiri(Persero), Tbk (BMRI)

Sebagaimana saham-saham utama pada sektor perbankan kemarin, BMRI mencatatkan kenaikan 5.3% sekaligus membukukan keuntungan mencapai 6% paska pembalikan arah pada support harga IDR8,125,

Ditutup pada level harga IDR,000, BMRI mencoba kembali pada area distribusi positif dengan basis support downtrend IDR8,590-8,600. Diperdagangkan pada area overbought 97.2 stochastic,mencerminkan bahwa pergerakan BMRI hari ini rawan profit taking dan tekanan pelemahan akhir pekan. Momentum yang masih dimiliki oleh BMRI pada kisaran IDR8,890-9,350, merupakan ruang positif yang tersisa dari kondisi overbought. Dengan demikian perketat stop-loss IDR8,125 serta stop-buy IDR9,250- 9,300.

Recommendation Sell On Strength

Target Price 9,350

Close 9,000

Resistance 9,150

Support 8,675

Stop-Loss 8,125

Indicator daily

Stoch OB

MACD UP

PSAR UP

Volume UP

GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution

UP = Up OB = Overbought

DN = Down OS = Oversold

NM = Normal

Chart 4. BMRI

HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

(6)

PT Unilever Indonesia, Tbk (UNVR)

UNVR merupakan salah satu saham pada sektor consumer yang mencatatkan kenaikan 6.9% dan ditutup pada level harga IDR38,750. Posisi 91.3 overbought dengan sinyal golden cross di area yang sama, UNVR memiliki ruang untuk bergerak positif menguji resistensi IDR39,700.

Dengan adanya momentum positif tersebut, tentukan stop-buy pada area IDR39,350- 39,400 dan perketat stop-loss pada support harga IDR37,825

Recommendation Trading Buy

Target Price 39,700

Close 38,750

Resistance 39,700

Support 37,825

Stop-Loss 35,875

Indicator daily

Stoch UP

MACD UP

PSAR UP

Volume UP

GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution

UP = Up OB = Overbought

DN = Down OS = Oversold

NM = Normal Chart 5. UNVR

HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

(7)

7 Sektor Konsumsi

Setelah berhasil mencapai serta menembus target 1,967, pergerakan harga indeks sektor konsumsi tersebut mencoba melakukan penetrasi 2,074 pada support Fibonacci dengan ditutup menguat 5.4% pada perdagangan kemarin.

Kami perkirakan indeks sektor konsumsi akan mencoba bergerak dalam rentang 2,075- 2,085, selanjutnya menjadikan 2,074 sebagai titik tumpu berikutnya.

Sektor Keuangan

Diperdagangkan pada area 98.6 overbought stochastic, ruang penguatan pada indeks sektor keuangan akan dibayang-bayangi oleh aksi jual sejumlah saham unggulan pada sektor tersebut. Setidaknya masih memiliki ruang menguji resistensi harga selanjutnya 680.8 selanjutnya menuju target 688.4, sektor keuangan masih memiliki momentum positif swingnya

Waspadai dan perketat stop loss 596-598 pada overbought trading.

Chart 6. Consumer Sector Intraday Chart Chart 7. Finance Sectors Intraday Chart

Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

Recommendation Trading Buy

Target Price 2,085

Close 2,079

Resistance 2,082

Support 2,058

Stop-Loss 2,039

Indicator daily

Stoch NM

MACD UP

PSAR UP

Volume UP

GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution

UP = Up OB = Overbought

DN = Down OS = Oversold

NM = Normal

Recommendation Speculative Buy

Target Price 688.4

Close 662.8

Resistance 680.8

Support 627.2

Stop-Loss 597.4

Indicator daily

Stoch OB

MACD UP

PSAR UP

Volume UP

GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution

UP = Up OB = Overbought

DN = Down OS = Oversold

NM = Normal

(8)

Chart 6. JCI Vs. IDR/USD Chart 7. JCI performance (absolute vs. relative)

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Note: Relative to MSCI EM Index

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

Chart 8. Foreigner’s net purchase (EM) Chart 9. Energy price

Note: The latest figure for India is Aug, 26th

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

Chart 10. Non-ferrous metal price Chart 11. Precious metal price

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research 13,100

13,200 13,300 13,400 13,500 13,600 13,700 13,800 13,900 14,000 14,100

4,100 4,300 4,500 4,700 4,900 5,100 5,300

5/28 6/11 6/25 7/9 7/23 8/6 8/20

(IDR)

(pt) JCI Composite Index (L)

USD/IDR (R)

4.6

-0.3

-6.0

-14.5 1.3

-0.3

2.7

10.7

-16 -12 -8 -4 0 4 8 12

1D 1W 1M 1Y

Absolute Relative (%, %p)

-4 -201

-23,263

-49 -27

-367 -1,901 -755

-23,457

-474 -251 -1,935

-25,000 -20,000 -15,000 -10,000 -5,000 0

Korea Taiwan Indonesia ThailandPhilippines India

1 Day 5 Days

(USDmn)

1,700 1,800 1,900 2,000 2,100 2,200 2,300 2,400

40 50 60 70

5/15 6/15 6/15 7/15 7/15 8/15 8/15

Brent (L) CPO(R) (USD)

( (USDmn)

1,800 1,900 2,000 2,100 2,200 2,300 2,400

40 50 60 70

5/15 5/15 6/15 6/15 7/15 7/15 8/15

Brent (L) CPO(R) (USD)

( (USDmn)

70 75 80 85 90 95 100 105 110 115

5/15 6/15 7/15 8/15

(D-3M=100) Copper Nickel Tin

80 85 90 95 100 105 110 115

5/15 6/15 7/15 8/15

Silver Gold Platinum

(9)

9 Table. Key valuation metrics

Company Name Ticker Price Market Cap Price Performance (%) P/E(X)* P/B(X)* ROE(%)*

(IDR) (IDRbn) 1D 1W 1M 1Y FY14 FY15 FY14 FY15 FY14 FY15

FINANCIALS

Bank Central Asia BBCA 12,600 310,653 6.3 2.6 -6.3 6.3 19.6 17.2 4.2 3.4 23.3 21.3

Bank Mandiri Persero BMRI 9,000 210,000 5.3 3.4 -5.8 -14.7 12.7 10.2 2.4 1.8 20.9 18.6

Bank Rakyat Indonesia Persero BBRI 10,500 259,026 7.7 8.0 7.4 -5.6 11.9 10.4 2.9 2.2 27.4 23.5

Bank Negara Indonesia Persero BBNI 4,955 92,404 10.0 12.1 2.2 -7.4 10.6 9.4 1.9 1.4 20.2 15.4

Bank Danamon Indonesia BDMN 3,250 31,150 10.4 8.2 -20.7 -13.6 16.7 10.8 1.3 0.9 8.1 8.5

CONSUMER

Gudang Garam GGRM 44,200 85,045 5.4 -5.5 -11.6 -19.3 21.8 15.5 3.5 2.4 17.2 15.6

Indofood CBP Sukses Makmur ICBP 12,675 73,907 2.4 1.6 3.9 20.7 29.3 23.8 5.4 4.6 19.5 20.2

Indofood Sukses Makmur INDF 5,125 45,000 9.5 -10.1 -14.6 -26.3 18.9 11.3 2.4 1.6 16.0 15.0

Kalbe Farma KLBF 1,655 77,578 7.5 7.8 -0.3 -0.6 41.6 34.2 9.1 7.3 23.6 22.2

Unilever Indonesia UNVR 38,750 295,663 6.9 8.3 -2.5 21.3 43.0 47.9 53.6 59.7 129.6 127.2

AGRICULTURAL

Astra Agro Lestari AALI 16,600 26,141 10.5 -3.1 -22.8 -35.9 15.3 14.8 3.3 2.2 23.5 14.7

PP London Sumatera Indonesia LSIP 1,020 6,959 7.4 -0.5 -28.2 -46.6 14.1 9.1 1.8 0.9 13.7 11.2

Sawit Sumbermas Sarana SSMS 1,645 15,669 4.1 -11.8 -15.6 24.2 22.2 15.8 5.4 8.5 27.6 29.0

INFRASTRUCTURE

XL Axiata EXCL 2,935 25,069 4.8 2.1 -1.3 -49.2 N/A 184.9 3.0 1.8 -6.1 0.1

Jasa Marga JSMR 5,350 36,380 2.9 0.9 -5.3 -15.1 34.2 23.0 4.9 3.4 14.9 14.6

Perusahaan Gas Negara PGAS 2,900 70,300 3.6 -13.0 -25.7 -51.3 16.1 8.3 4.2 1.7 27.2 19.5

Tower Bersama Infrastructure TBIG 7,050 33,816 2.2 1.8 -17.5 -8.4 35.3 21.7 11.5 5.9 32.7 30.9

Telekomunikasi Indonesia TLKM 2,830 285,264 5.2 -1.4 0.2 4.0 19.1 16.9 4.1 3.8 22.8 22.3

BASIC-INDUSTRIES

Semen Indonesia SMGR 8,950 53,087 3.2 10.8 -12.7 -44.9 17.3 10.3 4.0 2.0 24.8 19.6

Charoen Pokphand Indonesia CPIN 1,615 26,483 15.4 -10.8 -37.9 -59.9 35.3 12.0 5.7 2.1 16.7 19.4

Indocement Tunggal Prakarsa INTP 19,000 69,943 7.3 6.6 -10.5 -22.4 17.5 14.0 3.7 2.7 22.1 19.5

Japfa Comfeed Indonesia JPFA 339 3,614 5.9 -8.4 -32.2 -73.6 30.6 N/A 2.1 0.7 6.9 -3.3

MINING

Indo Tambangraya Megah ITMG 9,150 10,339 1.7 2.8 -8.5 -67.9 6.9 5.6 1.6 0.8 22.3 15.1

Adaro Energy ADRO 590 18,872 9.3 21.9 6.3 -56.0 15.0 7.0 1.0 0.5 6.5 6.0

Aneka Tambang ANTM 525 5,008 5.2 -0.9 -4.5 -55.9 N/A N/A 0.9 0.6 -6.3 -0.2

Vale Indonesia INCO 1,415 14,060 10.1 -9.9 -36.4 -65.6 17.2 8.4 1.6 0.5 9.8 6.9

Tambang Batubara Bukit Asam PTBA 5,725 13,191 3.2 8.0 -8.8 -57.8 13.5 8.7 3.2 1.4 25.2 17.3

TRADE

United Tractors UNTR 17,375 64,811 5.3 -8.1 -4.0 -21.5 12.0 10.4 1.8 1.6 15.4 15.9

AKR Corporindo AKRA 5,725 22,555 6.0 3.2 -3.0 16.5 19.8 20.2 3.0 3.7 15.9 17.7

Global Mediacom BMTR 1,160 16,470 4.5 -4.1 0.0 -40.7 27.4 14.2 1.8 1.4 6.9 11.4

Matahari Department Store LPPF 16,700 48,729 11.5 -0.1 -2.1 4.0 30.9 26.0 246.5 40.3 N/A 267.3

Media Nusantara Citra MNCN 1,765 25,197 13.9 -5.1 -13.9 -38.0 20.2 13.8 4.0 2.6 21.6 19.1

Matahari Putra Prima MPPA 2,295 12,342 10.6 -0.2 -20.9 -22.7 29.6 21.4 5.8 3.5 18.0 17.7

Surya Citra Media SCMA 2,600 38,016 5.3 -1.9 -11.7 -34.2 35.2 24.5 14.9 9.7 47.0 41.0

Siloam International Hospital SILO 13,850 16,012 1.1 -10.8 -12.8 -7.0 253.1 152.3 9.6 9.1 3.8 5.8

PROPERTY

Bumi Serpong Damai BSDE 1,575 30,314 11.7 -3.4 -10.5 -3.4 8.5 11.2 2.2 1.6 29.9 15.8

Adhi Karya ADHI 1,970 3,549 10.1 -2.5 -22.1 -35.3 19.3 9.7 3.6 1.7 19.7 18.0

Alam Sutera Relaty ASRI 351 6,897 8.0 -11.6 -31.2 -29.8 10.0 5.1 1.8 0.9 19.5 18.8

Ciputra Development CTRA 895 13,573 14.0 -1.1 -26.0 -24.5 14.4 9.7 2.6 1.6 19.2 17.8

Lippo Karawaci LPKR 1,030 23,770 5.1 2.0 -12.0 -4.6 9.1 14.1 1.5 1.4 17.9 10.7

Pembangunan Perumahan PTPP 3,295 15,956 6.5 -11.9 -17.5 35.9 32.5 22.7 7.2 4.9 24.3 24.9

Pakuwon Jati PWON 384 18,493 12.0 12.6 -9.6 -9.2 9.9 9.8 4.0 2.4 50.1 26.1

Summarecon Agung SMRA 1,540 22,217 8.8 -5.2 -9.9 18.0 15.7 16.6 4.0 3.4 28.2 21.9

Wijaya Karya WIKA 2,710 16,664 6.1 -0.4 -7.7 -4.2 36.7 25.4 5.7 3.8 17.7 14.3

Waskita Karya WSKT 1,650 23,087 3.1 -5.2 -7.0 92.4 28.3 27.1 5.0 3.7 19.2 14.2

MISCELLANEOUS

Astra International ASII 5,825 235,817 3.6 -6.0 -9.3 -23.4 15.7 13.1 3.1 2.3 21.4 17.2

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

*Note: Valuation metrics based on Bloomberg consensus estimates

(10)

Sector performance Top 10 market cap performance

Name Index Chg (%) Ticker Price Market Cap (IDRbn) Chg (%)

Agricultural 1,588.0 4.3 CPIN IJ 1615 26,483 15.36

Mining 893.5 3.0 TINS IJ 560 4,171 6.67

Basic-Industry 342.0 5.0 CTRA IJ 895 13,573 14.01

Miscellaneous Industry 1,014.7 3.2 AISA IJ 1525 4,908 1.33

Consumer Goods 2,066.9 5.4 MNCN IJ 1765 25,197 13.87

Property & Construction 453.1 4.7 PWON IJ 384 18,493 12.0

Infrastructure 920.0 3.5 SMMT IJ 1400 4,410 3.70

Finance 662.8 5.8 BSDE IJ 1575 30,314 11.70

Trade 849.8 3.1 LPPF IJ 16700 48,729 11.52

Composite 4,430.6 4.6 MPPA IJ 2295 12,342 10.6

Source: Bloomberg

Top 5 leading movers Top 5 lagging movers

Name Chg (%) Close Name Chg (%) Close

UNVR IJ 6.9 38,750 PALM IJ -9.2 590

BBRI IJ 7.7 10,500 BSIM IJ -7.5 370

BBCA IJ 6.3 12,600 TPIA IJ -3.0 3,200

TLKM IJ 5.2 2,830 EPMT IJ -4.3 2,345

BMRI IJ 5.3 9,000 IBST IJ -6.7 2,800

Source: Bloomberg

Economic Calendar

Time Currency Detail Forecast Previous

1:45am CHF GDP q/q -0.1% -0.2%

All Day EUR German Prelim CPI m/m -0.1% 0.2%

3:00am EUR Spanish Flash CPI y/y -0.1% 0.1%

4:30am GBP Second Estimate GDP q/q 0.7% 0.7%

4:30am GBP Prelim Business Investment q/q 1.6% 2.0%

4:30am GBP Index of Services 3m/3m 0.7% 0.4%

Tentative EUR Italian 10-y Bond Auction 1.83|1.4

8:30am CAD RMPI m/m -4.0% 0.0%

8:30am CAD IPPI m/m 0.1% 0.5%

8:30am USD Goods Trade Balance -62.3B

8:30am USD Core PCE Price Index m/m 0.1% 0.1%

8:30am USD Personal Spending m/m 0.4% 0.2%

8:30am USD Personal Income m/m 0.4% 0.4%

10:00am USD Revised UoM Consumer Sentiment 93.2 92.9

8:30am USD Revised UoM Inflation Expectations 2.8%

Day 2 ALL Jackson Hole Symposium

10:25pm GBP BOE Gov Carney Speaks

Note: Time is based on Indonesian local time Source: Forex Factory

Disclaimers

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Daewoo Securities Indonesia (DWS). It is purpo sed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of DWS and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied) of DWS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither DWS, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any

(11)

11

solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Daewoo Securities Indonesia 2015.

Referensi

Dokumen terkait

Hit and Run yang terjadi pada BBTN kemarin, pada akhirnya berhasil mengembalikan posisi saham emiten tersebut pada area positif dan di tutup menguat 1.3% di level harga

Serupa dengan pola perdagangan pada sektor perdagangan, indeks sektor consumer pun berhasil melakukan pembalikan arah pada support 1,860.0 bergerak positif dan

Dalam rangka memenuhi kebutuhan berbuka puasa, orang mempunyai selera makan yang tinggi untuk menghabiskan seperti makanan bergizi, suplemen, dan makanan manis..

Melihat kembali pergerakan pasar yang cenderung naik (sebelum penurunan di tanggal 27 April), kami terkejut melihat sektor keuangan merupakan salah satu sektor yang

Sebagaimana beberapa saham property yang mencatatkan penguatan di penutupan perdagangan kemarin, LPKR pun mengalami penguatan sebesar 3.0% dan ditutup pada harga

Pada saat yang sama, harga emas meningkat c.1,0% dikarenakan oleh ketidakpastian dan volatilitas pasar yang berlangsung lebih lama dari ekspektasi pasar membuat

Ditutup mendekati area Fibonacci retracement 2,000-2,100 setelah berhasil bergerak positif dari swing negatif di area 2,026.9, membuka peluang bagi sektor konsumsi untuk

Sementara signal golden cross MA(5,20) muncul pada perdagangan kemarin, dimana ADHI membukukan kenaikan 13.0% dengan ditutup pada level harga IDR2,180 serta jumlah