• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. LANDASAN TEORI DAN IDENTIFIKASI DATA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "2. LANDASAN TEORI DAN IDENTIFIKASI DATA"

Copied!
125
0
0

Teks penuh

(1)

2. LANDASAN TEORI DAN IDENTIFIKASI DATA

2.1. Studi Literatur 2.1.1. Promosi

Menurut Swastha dan Irawan (349) dalam bukunya yang berjudul Manajemen Pemasaran Modern, Promosi diartikan sebagai berikut :

ƒ Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.

ƒ Promosi adalah semua jenis kegiatan pemasaran yang ditujukan untuk mendorong permintaan.

“Promosi adalah suatu usaha dari pemasaran dalam menginformasikan dan mempengaruhi orang atau pihak lain sehingga tertarik untuk melakukan transaksi atau penukaran produk barang atau jasa yang dipasarkannya” (Kotler 466).

Marketing Mix adalah salah satu konsep utama dalam pemasaran modern. Definisi Marketing Mix adalah perangkat variabel pemasaran terkontrol yang perusahaan gabungkan untuk menghasilkan tanggapan yang diinginkannya dalam pasar sasaran.

Marketing Mix terdiri dari segala sesuatu hal yang dapat perusahaan lakukan untuk mempengaruhi permintaan akan produknya yang dikelompokkan dalam empat variabel yang dikenal dengan “4P”, yaitu :

1. Produk (Product)

Produk merupakan kombinasi “barang dan jasa” yang perusahaan tawarkan pada pasar sasaran, termasuk didalamnya adalah desain produk dan pengembangannya, pemberian merek dan kemasan produk.

2. Tempat (Place)

Menunjukkan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk menjadikan produk dapat diperoleh dan tersedia bagi konsumen sasaran, termasuk didalamnya adalah saluran-saluran yang digunakan untuk menyalurkan produk dari pabrik kepada pembeli.

(2)

3. Harga (Price)

Merupakan jumlah uang yang harus konsumen bayarkan untuk mendapatkan produk tersebut, termasuk didalamnya adalah harga barang atau jasa yang ditawarkan.

4. Promosi (Promotion)

Promosi merupakan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengkomunikasikan manfaat dari produknya dan untuk menyakinkan konsumen sasaran agar membelinya, termasuk didalamnya adalah The Promotional Mix. Oleh J. Stanton, Promotional Mix adalah kombinasi strategi yang paling baik dari variabel-variabel periklanan, personal selling, dan alat promosi lain, yang semuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan (Swastha dan Irawan 249).

Berikut adalah variabel-variabel yang terdapat dalam Promotional Mix : 1. Periklanan

Definisi periklanan yang dikemukakan oleh Nickels (349) adalah sebagai berikut :

Periklanan adalah komunikasi non-individu, dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non-laba, serta individu-individu.

Beberapa fungsi periklanan :

ƒ Memberikan informasi

Suatu iklan dapat memberikan informasi lebih banyak daripada lainnya, baik tentang barangnya, harganya, ataupun informasi lain yang mempunyai kegunaan bagi konsumen. Nilai yang diciptakan oleh periklanan tersebut dinamakan faedah informasi.

ƒ Membujuk / mempengaruhi

Dalam periklanan sering kali tidak hanya bersifat memberitahu saja, tetapi juga bersifat membujuk untuk menciptakan penjualan.

(3)

ƒ Menciptakan kesan (Image)

Dalam sebuah iklan, orang akan mempunyai kesan tertentu tentang apa yang diiklankan. Untuk menciptakan kesan yang baik kepada konsumen bahwa produk yang ditawarkan berbeda dengan yang lainya, pemasangan iklan dilakukan dengan sebaik-baiknya secara rasional dan ekonomis mulai dari penggunaan warna, ilustrasi, bentuk dan layout yang menarik

ƒ Memuaskan keinginan

Konsumen akan membeli suatu produk jika produk tersebut dapat memenuhi kebutuhannya. Sebelum memilih dan membeli produk, kadang- kadang orang ingin mengetahui terlebih dahulu harga sebuah produk, hal- hal apa yang terkandung dalam produk tersebut, manfaat-manfaat apa yang bisa dihasilkan dengan mengonsumsi produk tersebut, dan lain sebagainya.

ƒ Periklanan merupakan alat komunikasi

Periklanan adalah suatu alat untuk membuka komunikasi dua arah antara penjual dengan pembeli sehingga keinginan mereka dapat terpenuhi.

Adapun tujuan periklanan adalah :

ƒ Menjual atau meningkatkan penjualan barang, jasa, atau ide.

ƒ Menaikkan jumlah pembeli.

ƒ Mendukung kegiatan promosi yang lain.

ƒ Mencapai orang-orang yang tidak dapat dicapai oleh tenaga penjualan/salesman dalam jangka waktu tertentu.

ƒ Memperkenalkan produk baru.

ƒ Menambah penjualan industri.

2. Personal selling

Oleh Nickels, personal selling didefinisikan sebagai berikut :

Personal Selling adalah interaksi antar individu, saling bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai, atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntugkan dengan pihak lain.

(4)

Personal selling merupakan komunikasi orang secara individual, sementara periklanan dan promosi, komunikasinya bersifat massal dan tidak bersifat pribadi. Personal selling lebih fleksibel karena dapat secara langsung mengetahui keinginan, motif dan perilaku konsumen, sekaligus dapat melihat reaksi konsumen.

3. Hubungan Masyarakat dan Publisitas

Hubungan masyarakat (Public Relation) atau yang biasa disebut humas dapat didefinisikan sebagai fungsi manajemen yang memberikan penilaian tentang sikap masyarakat, identitas kebijaksanaan dan prosedur dari individu atau organisasi dengan keinginan masyarakat, dan melakukan program tindakan untuk mendapatkan pengertian serta pengakuan masyarakat (Swastha 269).

Publisitas merupakan bagian yang lebih kecil dari humas. Dalam suatu organisasi, humas tidak selalu merupakan alat promosi, tetapi yang penting bagaimana menyesuaikan organisasi dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Salah satu dari kegiatan humas adalah mendorong publisitas.

Definisi publisitas adalah sejumlah informasi tentang seseorang, barang atau organisasi yang disebarluaskan ke masyarakat melalui media tanpa dipungut biaya, atau tanpa pengawasan dari sponsor. Untuk melakukan publisitas tidak perlu membayar. Di sinilah letak perbedaan antara publisitas dengan periklanan, dimana periklanan memerlukan sejumlah pembayaran.

Publisitas secara garis besar dibagi menjadi dua,yaitu :

ƒ Publisitas Produk (Product Publicity)

Publisitas produk adalah publisitas yang ditujukan untuk menggambarkan atau untuk memberitahu kepada masyarakat/konsumen tentang suatu produk beserta penggunaannya. Istilah “produk” sebenarnya tidak hanya berarti barang saja, tetapi juga termasuk orang dan tempat.

ƒ Publisitas Kelembagaan (Institutional Publicity)

Publisitas kelembagaan adalah publisitas yang menyangkut tentang organisasi pada umumnya. Kegiatan-kegiatan yang dapat dipublisitaskan

(5)

di sini tentunya berupa kegiatan yang dianggap pantas untuk dijadikan berita.

4. Promosi Penjualan

Promosi penjualan adalah kegiatan-kegiatan pemasaran selain personal selling, periklanan, dan publisitas, yang mendorong efektivitas pembelian konsumen dan pedagang dengan menggunakan alat-alat seperti peragaan, pameran, demonstrasi, dan sebagainya (Nickels 349). Biasanya kegiatan ini dilakukan bersama-sama dengan kegiatan promosi lainnya, dan biayanya relatif lebih murah dibandingkan periklanan dan personal selling. Promosi penjualan juga lebih flaksibel karena dapat dilakukan setiap saat dengan biaya yang tersedia dan dimana saja.

Beberapa metode promosi penjualan adalah sebagai berikut :

ƒ Pemberian contoh barang

Penjual dapat memberikan contoh barang secara cuma-cuma kepada konsumen dengan tujuan untuk digunakan atau dicoba.

ƒ Kupon / Nota

Dalam satu periode tertentu, penjual akan memberikan informasi kepada pembeli untuk menyimpan atau mengumpulkan nota atau kupon bukti pembelian sampai harga tertentu akan memperoleh barang tertentu.

ƒ Hadiah

Metode ini kurang lebih mirip dengan metode Kupon / Nota hanya saja ia memiliki variasi yang lain, yaitu memberikan hadiah langsung kepada konsumen jika mencapai syarat yang ditentukan.

ƒ Kupon berhadiah

Setiap pembeli yang membeli sampai jumlah tertentu satu unit barang akan memperoleh satu kupon yang diundi di kemudian hari. Nomor kupon yang cocok dengan nomor undiannya akan memenangkan hadiah. Cara promosi seperti ini sedang banyak dilakukan.

ƒ Undian dan kontes

Kontes dan undian ini merupakan alat promosi yang juga banyak dikenal di masyarakat. Contohnya di bazzar atau taman bermain yang memiliki

(6)

segudang permainan, jika berhasil menangkan permainan, akan mendapatkan hadiah atau barang yang sudah disediakan. Kadang para konsumen yang sedang bermain tidak mendapatkan hadiah. Siapa yang menang, dialah yang akan memperoleh keuntungan.

ƒ Rabat (Cash Refund)

Rabat merupakan pengurangan/pemberian potongan harga kepada pembeli. Rabat digunakan terutama untuk memperkenalkan produk baru.

Juga dipakai untuk mendorong pembelian ulang atas suatu barang yang memiliki keuntungan yang besar.

ƒ Peragaan (display)

Istilah peragaan ini disamakan dengan istilah demostrasi yang memamerkan barang-barang pada waktu, tempat, dan situasi tertentu.

Misalnya pameran, expo, dll.

Selain yang disebutkan diatas, teknik promosi juga dapat melalui word of mouth, yakni “World of promotion describes people talking to each about their consumer” (Friedgen 270). Yang artinya adalah promosi yang dilakukan melalui pembicaraan dari mulut ke mulut dengan cara menceritakan pengalaman atau keunggulan dari suatu produk.

Dalam praktek promosi dapat dilakukan dengan mendasar pada tujuan- tujuan berikut ini:

1. Modifikasi Tingkah Laku

Orang melakukan promosi karena mempunyai beberapa alasan, yaitu berusaha merubah tingkah laku dan pendapat, dan memperkuat tingkah laku yang ada. Penjual (sebagai sumber) selalu berusaha menciptakan kesan baik tentang dirinya (promosi kelembagaan) atau mendorong pembelian barang dan jasa perusahaan.

2. Memberitahu

Kegiatan promosi dapat ditujukan untuk memberitahu pasar yang dituju tentang penawaran perusahaan. Promosi ini bersifat informasi sehingga penting

(7)

bagi konsumen untuk mengetahui produk tersebut dan apa faedahnya sebelum mereka mengambil keputusan untuk membeli atau tidak.

3. Membujuk

Pada zaman sekarang ini banyak promosi yang dilakukan tidak lagi untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat atau konsumen tetapi juga sudah banyak promosi yang dilakukan untuk mendorong pembelian.

4. Mengingatkan

Promosi yang bersifat mengingatkan dilakukan terutama untuk mempertahankan merek produk di hati masyarakat. Ini berarti perusahaan berusaha paling tidak untuk mempertahankan pembeli yang ada.

2.1.2. Komunikasi Visual

Komunikasi visual terdiri atas 2 suku kata, yakni Komunikasi dan Visual.

Menurut Safanayong dalam bukunya yang berjudul “Desain Komunikasi Visual Terpadu”, kata komunikasi (communication) berasal dari bahasa Latin

“communis” yang berarti “common” : umum ; bersama. Berikut adalah beberapa pengertian komunikasi :

- Komunikasi adalah suatu proses pengiriman dan penerimaan pesan yang terjadi antara kedua pihak.

- Komunikasi adalah suatu kegiatan yang terjadi antara dua pihak, untuk mendapatkan pengertian yang sama mengenai hal yang sama.

- Komunikasi adalah pertukaran informasi, ide, sikap, pikiran, atau pendapat.

Bagian-bagian dari proses komunikasi secara umum menurut Shannon- Weaver, adalah sebagai berikut :

1. Pengirim (encorder / sender) 2. Pesan (message)

3. Medium (channel / saluran) 4. Penerima (receiver / decorder)

(8)

5. Umpanbalik (feedback)

Pengirim Pesan Medium Penerima

Umpanbalik

Visual adalah sesuatu yang dapat kita lihat. Menurut Aldous Huxley, proses visual melalui 3 tahap, yakni : merasakan, menseleksi, dan memahami.

1. Tahap pertama untuk melihat dengan jelas adalah sense, sense berarti membiarkan cukup cahaya masuk ke mata agar dapat melihat objek-objek sekeliling.

2. Tahap kedua, Huxley menseleksi berarti mengisolasikan dan melihat bagian tertentu suatu adegan dari bidang luas sensing. Dengan kata lain, seleksi adalah suatu tindakan intelektual, seleksi berarti lebih dari melihat dan mulai proses pengelompokkan objek-objek sebagai merusak, membantu, dikenal, tak dikenal, bermakna atau membingungkan.

3. Tahap terakhir adalah pemahaman (to perceive), yaitu kita harus mengerti apa yang diseleksi, untuk memproses suatu image secara mental pada kesadaran yang lebih mendalam, artinya konsentrasi pada subjek dengan maksud mencari makna dan tidak sekedar observasi.

Pada zaman sekarang ini, komunikasi visual berkembang dengan sangat pesat. Tergantung apakah itu bermanfaat positif atau negatif. Para desainer sekarang semakin terpacu untuk menggali kualitas dirinya, hal ini bisa terlihat dari adanya teknologi-teknologi yang kehadirannya terus menerus berkembang.

Komunikasi visual mengandalkan pada mata yang berfungsi dan pada otak yang dapat memahami semua informasi sensori yang diterima. Suatu teori komunikasi visual yang dikembangkan oleh Rick Williams, adalah suatu upaya untuk mengkombinasikan aspek pikiran operasional dan intuitif menjadi kebutuhan yang seimbang. Aspek rasional termasuk sains, ekonomi, pendidikan, dan sistem budaya yang sifatnya kuantitatif, sedangkan intuitif bersifat kualitatif.

(9)

2.1.3. Perayaan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Perayaan diartikan sebagai pesta (keramaian dsb) untuk merayakan suatu peristiwa (1149).

Perayaan atau festival tradisional dapat dilihat sebagai kebudayaan bangsa yang unik dan sebagai hasil peradaban manusia. Kebudayaan Cina telah ada sekitar 4.000 tahun yang lalu. Menurut Professor Derk Bodde dari Amerika, bermacam-macam perayaan dilestarikan oleh bangsa Cina, seperti Perayaan Tahun Baru Lunar dan Perayaan Musim Dingin yang telah menjadi perayaan nasional sejak permulaan dinasti Han pada abad ke-2 Sebelum Masehi. Seperti kita lihat, perayaan sudah menjadi bagian dari kebudayaan Cina sejak lama (Goh, vii, par. 1).

Perayaan terjadi ketika manusia hidup bersama dalam satu kelompok masyarakat dan menerima kebiasaan tertentu melalui acara rakyat. Pada awalnya, kegiatan merayakan sesuatu dibentuk dari harapan manusia dan merupakan refleksi kebutuhan psikologis mereka. Seiring berjalannya waktu, semacam kesepakatan ditetapkan dan melahirkan suatu kebiasaan eksklusif. Perayaan itu pada umumnya merupakan gambaran kebudayaan yang kompleks yang menyatukan mitos, kepercayaan, kehendak psikologis, dan kebiasaan masyarakat (Goh vii, par. 2).

Penanggalan perayaan ditentukan dengan menggunakan sistem penanggalan atau kalender Imlek yang dibagi berdasar 4 musim yang ada di Tiongkok, yakni musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin.

Berikut adalah berbagai macam perayaan atau festival yang dimiliki Tiongkok : 1. Chun Jie (春節 /春节)

Chun Jie biasa juga disebut Festival Musim Semi (Spring Festival) atau yang masyarakat Indonesia lebih kenal dengan sebutan Perayaan Tahun Baru Imlek. Perayaan ini dilaksanakan pada tanggal 1 bulan 1 penanggalan Imlek yang juga bertepatan dengan masa musim semi di Tiongkok sehingga disebut Festival Musim Semi.

Pada Tahun Baru Imlek ini, orang-orang Tionghoa memiliki tradisi untuk mengunjungi orang tua, saudara, kerabat-kerabatnya sambil membagikan Angpao

(10)

(紅包, hanyu : Hong Bao : Kertas Merah) dan tidak lupa mengucapkan Kong Si Fa Chai (恭喜发财, hanyu : Gong Xi Fa Cai) sebagai ucapan selamat tahun baru.

Gong Xi adalah selamat dan Fa Cai adalah menjadi kaya. Jadi Gong Xi Fa Cai memiliki arti semacam doa agar orang yang diberi ucapan Gong Xi Fa Cai selalu melimpah hartanya atau banyak rejeki.

2. Yuan Xiao Jie (元宵節/元宵节)

Yuan Xiao Jie (dibaca Yuen Siao Cie) atau Yuan Xiao Festival dikenal di Indonesia dengan sebutan Cap Go Meh. Cap Go Meh berasal dari bahasa Hokkian yang artinya Cap Go adalah 15 dan Meh adalah Malam. Jadi Cap Go Meh adalah malam ke-15, yang juga merupakan puncak acara perayaan Tahun Baru Imlek yang sekaligus menandakan berakhirnya perayaan Tahun Baru Imlek. Pada tanggla 15 bulan pertama ini merupakan malam pertama dengan bulan sebundar- bundarnya dalam tahun yang baru.

Pada perayaan Cap Go Meh, semua orang akan bersuka ria, bermain kembang api, memasang lampion-lampion yang beraneka ragam, dan tak lupa memakan nasi bola ketan atau yang Indonesia kenal dengan sebutan Ronde atau Onde.

3. Han Shi Jie (寒食节)

Han Shi Jie (dibaca Han Se Cie) atau Cold Food Day atau Festival Makanan Dingin merupakan perayaan sehari sebelum Festival Qing Ming (清明 节). Tradisi ini untuk memperingati kematian Jie Zi Tui, pengikut setia Jin Wen

Gong (raja muda negara Jin pada periode Chun Qiu akhir dinasti Chou), yang tewas terbakar di gunung Mian Shan. Pada Festival Makanan Dingin, rakyat Tiongkok dilarang untuk menyalakan api dapur, baik untuk memasak atau menghangatkan makanan selama satu hari. Semua makanan yang ada dimakan dalam kondisi dingin, sehingga disebut perayaan makanan dingin.

(11)

4. Qing Ming Jie (清明節 /清明节)

Qing Ming Jie (dibaca Ching Ming Cie) atau Qing Ming Festival yang di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan Ceng Beng (Bahasa Hokkian) dirayakan pada bulan ketiga penanggalan Imlek. Qing berarti bersih dan murni sedangkan Ming berarti tenang, jadi Qing Ming adalah bersih tenang. Pada perayaan Qing Ming, warga Tionghoa akan berziarah ke makan orang tua atau leluhur mereka untuk sembhayang (bagi agama Buddha dan Kong Hu Cu) dengan makanan, teh, arak, dupa, kertas sembahyang dan berbagai aksesoris dan membersihkan kuburan tersebut untuk menunjukka rasa bakti.

5. Duan Wu Jie (端午节)

Duan Wu Jie (dibaca Tuan Wu Cie) atau Dragon Boat Festival atau yang lebih dikenal di Indonesia Festival Perahu Naga dirayakan pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek. Perayaan ini dilakukan di air, seperti sungai karena diadakan perlombaan perahu naga yang diiringi genderang, canang, dan gembreng untuk penambah semangat. Tidak hanya itu, pada Festival Perahu Naga ini juga orang Tionghoa akan makan Bacang, yaitu nasi yang berisikan daging babi, telur, kemudian dibungkus dengan menggunakan daun bambu membentuk segitiga atau kerucut.

6. Qi Qiao Jie (乞巧节)

Qi Qiao Jie (dibaca Chi Chiao Cie) adalah hari ketujuh bulan ketujuh penanggalan Imlek yang merupakan hari kasih sayang masyarakat Cina (The Chinese Valentine’s Day).

7. Zhong Yuan Jie (中元节)

Zhong Yuan Jie (dibaca Cong Yuen Cie) atau Chinese Hungry Ghost Festival atau yang dalam bahasa Indonesia disebut Hari Raya Hantu dilaksanakan setiap hari kelimabelas bulan ketujuh. Sejak zaman dahulu, masyarakat Cina

(12)

percaya bahwa selama 30 hari pertama bulan ketujuh, pintu neraka dibuka dan hantu-hantu lapar turun ke bumi. Untuk menghindari agar ayah ibu yang telah meninggal dunia tidak mengalami penderitaan neraka, maka dilaksanakanlah sembahyang kepada roh-roh, dewa dan hantu secara besar-besaran, mengharap agar roh-roh halus jangan menganiaya ayah ibu yang telah meninggal tersebut.

8. Zhong Qiu Jie (中秋节)

Zhong Qiu Jie (dibaca Cong Chiu Cie) atau Mid-Autumn Festival yang dalam bahasa Indonesia disebut Festival Pertengahan Musim Gugur. Perayaan ini dimulai lebih dari 2000 tahun yang lalu dan hari terakhir perayaan dicurahkan untuk menyembah para dewa. Karena Cina merupakan negara agraris maka hari ke-15 bulan ke-8 penanggalan Imlek terjadi tepat setelah musim panen. Pada perayaan ini orang-orang akan makan kue Bulan (Zhong Qiu Bia), kue yang berbentuk bulat, ada juga yang persegi dengan isi yang bervariasi, mulai dari kacang hijau, kacang hitam, hingga rasa coklat, keju, dan lain-lain.

9. Chong Yang Jie (重阳节)

Chong Yang Jie (dibaca Chong Yang Cie) atau Double Ninth Day yang dalam bahasa Indonesia disebut Festival Double Sembilan dilaksanakan pada hari kesembilan bulan kesembilan. Bulan kesembilan adalah ketika bunga krisan berbunga. Pada perayaan Chong Yang Jie ini orang Tiongkok akan naik bukit untuk melihat pemandangan.

10. Dong Zhi Jie (冬至节)

Dong Zhi Jie (dibaca Tong Ce Cie) atau Winter Solstice Festival yang dalam bahasa Indonesia disebut Festival Musim Dingin. Perayaan ini dilaksanakan pada pertengahan bulan 12 penanggalan Imlek., yang biasanya jatuh pada tanggal 22 atau 23 bulan December penanggalan masehi. Pada perayaan ini, orang Tiongkok akan berkumpul bersama sambil makan bola-bola kepung ketan atau yang dikenal dengan sebutan Yuan Xiao (Istilah di bagian Utara Tiongkok) atau Dang Yuan (Istilah di bagian Selatan Tiongkok).

(13)

2.1.4. Cap Go Meh

2.1.4.1. Asal Mula Cap Go Meh

Cap Go Meh atau yang biasa disebut Festival Lampion (元宵节 atau 元宵 節, hanyu: Yuan Xiao Jie) merupakan hari ke 15 bulan pertama penanggalan imlek yang juga sekaligus menandakan berakhirnya perayaan Imlek bagi warga Tionghoa. Cap Go Meh berasal dari bahasa Hokkian, yaitu Cap Go yang berarti 15 dan Meh yang berarti Malam. Oleh karena Cap Go Meh merupakan hari terakhir perayaan Imlek, maka warga Tionghoa merayakannya secara besar- besaran, mulai dari lampion, kembang api, barongsai, dragon/naga, hingga makanan bola nasi ketan bernama Yuan Xiao (China Utara) atau Tang Yuan (China Selatan), yang Indonesia lebih dikenal dengan nama Onde.

Sejarah adanya perayaan Cap Go Meh dimulai pada zaman Dinasti Han dibawah pemerintahan Kaisar Han Wu Di (memerintah dari tahun 141 SM hingga 87 SM). Suatu hari, ketika seorang Menteri kerajaan, Dong Fang Shuo (東方朔) yang terkenal jenaka dan banyak akal, sedang berjalan-jalan di kebun kerajaan untuk memetik bunga Mei, ia melihat seorang gadis pelayan kerajaan hendak bunuh diri dengan melompat ke dalam sumur. Dong Fang Shuo sangat terkejut dan segera menarik gadis tersebut, kemudian bertanya alasan mengapa ia mau menyia-yiakan hidupnya. Gadis itu memperkenalkan dirinya bernama Yuan Xiao ( 元宵). Dulu ia tinggal dengan keluarganya di barat laut ibu kota Chang An. Sejak memutuskan untuk menjadi pelayan kerajaan, ia menyadari bahwa dirinya harus menanggung resiko untuk tidak boleh keluar lagi dari kerajaan. Namun setiap tahun baru tiba, dirinya merasa kangen dan ingin bertemu dengan keluarga sebagai rasa bakti terhadap orang tua. Karena tak tahu harus berbuat apa, Ia pun meminta tolong kepada Dong Fang Shuo untuk membantu mengatasi masalahnya dan Dong Fang Shuo berjanji akan menolongnya.

Ketika Dong Fang Shuo memikirkan bagaimana cara menolong gadis tersebut, tiba-tiba terlintas dalam pikirannya suatu ide. Iapun segera bergegas ke rumah Yuan Xiao di Chang An, menceritakan strategi untuk menolong Yuan Xiao

(14)

dan meminta pertolongan keluarga Yuan Xiao untuk membantu ikut mewujudkannya.

Strategi dimulai, Dong Fang Shuo menjadi peramal di jalan menuju Chang An. Seorang menteri kerajaan yang dikenal berpengetahuan luas membuka praktek meramal membuat orang-orang penasaran dan datang melihat. Banyak beberapa diantara mereka yang menawarkan dirinya untuk diramal. Namun anehnya setiap orang yang diramal memiliki nasib yang sama, yaitu “Akan ada api pada hari kelima belas pada bulan pertama”. Hal ini langsung menjadi perbincangan orang-orang dan bertanya apa maksud dari ramalan ini. Dong Fang Shuo menjelaskan pada hari itu akan ada seorang wanita bergaun merah menunggang keledai memasuki Chang An dan membakar kota ini. Warga setempat menjadi panik dan menanyakan kepada Dong Fang Shuo apa yang harus dilakukan. Dong Fang Shuo menjawab, “Pada hari kelima belas nanti, semua orang tua yang berambut putih harus menunggunya di jalan sebelah barat laut kota ini. Berlutut padanya dan mohon belas kasihannya. Maka seluruh kota akan selamat”.

Pada malam hari, datanglah wanita tersebut (Dong Fang Shuo meminta bantuan dari adik Yuan Xiao untuk berperan). Semua orang tua berambut putih melakukan seperti yang diperintahkan Dong Fang Shuo, berlutut dan meminta belas kasihan. Wanita itu berkata, “Aku datang ke sini untuk membinasakan kota ini. Jika Dewa Langit tidak melihat api, dia akan menyalahkanku. Ambil ini dan pikirkanlah”. Wanita itu melemparkan selembar pesan kepada orang tua tersebut dan beranjak pergi. Pesan itu kemudian diberikan kepada Dong Fang Shuo dan Dong Fang Shuo dengan segera menghadap Kaisar. Pesan itu bertuliskan “Chang An akan menghadapi malapetaka. Akan ada api pada hari kelima belas. Malam yang bergelora!”. Kaisar mempercayai surat yang diberikan oleh para orang tua tersebut dan menanyakan pendapat Dong Fang Shuo mengenai masalah ini. Dong Fang Shuo menjawab, “saya dengar bahwa dewi api senang makan bola nasi

ketan (汤圆, dibaca: Tang Yuan). Perintahkan semua orang di kota ini untuk membuat sesaji bola nasi ketan. Juga perintahkan pegawai kerajaan dan orang- orang untuk meletakkan lentara (lampion) disemua jalan dan gang pada malam kelima belas bulan purnama. Pada waktu itu juga nyalakan petasan dan kembang

(15)

api. Seluruh kota akan menyala dan terang benderang”. Dengan demikian Dewa langit akan mengira seluruh kota Chang An terbakar.

Dong Fang Shuo juga menambahkan, “saya dengar di antara pelayan kerajaan, ada seorang gadis bernama Yuan Xiao terkenal ahli membuat bola nasi ketan. Pada malam kelima belas itu biar dia yang membawa lentera sebagai penghormatan kepada Dewi Api. Dan saya akan mengikutinya”. Kaisar menyutujui hal tersebut.

Pada malam kelima belas, segala hal yang dianjurkan Dong Fang Shuo dilaksanakan. Orang-orang semua berkumpul. Lentera dimana-mana, petasan dan kembang api juga telah disiapkan. Ketika Yuan Xiao membawa lentera merah, adik dari Yuan Xiao meneriakkinya dan Yuan Xiao akhirnya bisa melihat keluarganya lagi setelah sekian lama tidak bertemu. Mereka saling berpelukan dan berkumpul bersama. Bencana yang diramalkan Dong Fang Shuo tentu saja tidak berhasil karena hanya rekayasa Dong Fang Shuo yang merupakan strateginya dalam menolong Yuan Xiao.

Melihat kedamaian, kebahagiaan, dan raut wajah rakyat yang senang dengan keramaian seperti itu serta tak adanya malapetaka yang terjadi, Kaisar memutuskan mulai sekarang dan seterusnya, pada hari seperti ini, hari kelima belas bulan pertama, biarkan semua anggota kerajaan dan rakyat lainnya untuk berkumpul bersama-sama.

Karena bola nasi ketan dibuat oleh Yuan Xiao pada hari kelima belas bulan pertama, maka orang-orang menyebutnya bola nasi ketan dengan sebutan Yuan Xiao.

2.1.4.2. Cap Go Meh Di Asia

Di China, perayaan Cap Go Meh atau Festival Lampion dirayakan berbeda-beda di tiap daerah. Namun perayaan Cap Go Meh di China tidak berbeda jauh dengan di Indonesia. Ketika Perayaan Cap Go Meh, sebagian besar rakyat Tiongkok akan berkumpul bersama keluarga menyantap Tang Yuan (汤圆), onde-onde tepung ketan berisi kacang merah yang disajikan dengan kuah. Tang Yuan ini melambangkan kebersamaan keluarga. Selain itu, mereka pada hari Festival Lampion biasanya bersama keluarga dan teman ke taman untuk

(16)

menikmati suasana malam hari yang dipenuhi lentera-lentera. Tentunya di sebagian tempat, arak-arakan seperti tarian Barongsai atau tarian Naga (Liang- liong) juga dipertunjukkan setiap tahun untuk merayakan Festival Lampion. Tidak hanya itu tetapi juga ada perjamuan makan malam serta pesta kembang api.

Perayaan Cap Go Meh atau yang lebih dikenal di Taiwan dengan sebutan Festival Lampion dilaksanakan dengan mengadakan Festival Lampion di suatu kota yang akan ditetapkan oleh pemerintah Taiwan tiap tahunnya. Lampu- lampu bertebaran mulai dari sepanjang jalan sampai ke pusat lanternnya (lampion). Dan yang membuat Festival Lampion berbeda dari begera lainnya, yakni tradisi “Shang Yuan, xia yuan”, yakni mengadakan kegiatan “putu” atau menyembahyangi nenek moyang yang sudah meninggal dunia. Tidak hanya itu, tetapi di Yuanshui, kota kecil di Taiwan bagian selatan, terdapat acara membakar petasan. Sementara di Pingsi ada acara melepas lentera ke angkasa.

Sementara di Malaysia, warga merayakan Cap Go Meh dengan lampion, jeruk dan kembang api. Bagi wanita yang masih single atau belum menikah, akan berkumpul bersama dan melemparkan jeruk kedalam laut.

2.1.4.3. Cap Go Meh Di Indonesia

Sejak diberlakukannya Imlek sebagai hari raya nasional di Indonesia, warga Tionghoa di seluruh pelosok Indonesia kembali merayakan tradisi dari nenek moyang mereka. Begitupun pada hari Cap Go Meh, puncak dari hari raya Imlek, tiap kota memiliki cara tersendiri dalam merayakannya.

Di Singkawang, salah satu kota di Kalimantan Barat yang dikenal dengan sebutan kota Seribu Kelenteng ini, setiap perayaan Imlek dan Cap Go Meh rutin menggelar acara secara besar-besaran. Ada beberapa acara besar yang kerap diadakan seperti lomba hias lampion se-Kota Singkawang, malam kesenian yang dilaksanakan pada malam Cap Go Meh, pawai kendaraan hias, dan Cap Go Meh.

Dalam parade kendaraan hias kita dapat menyaksikan Tatung, Loya, dan Barongsai. Di kota ini saat acara Cap Go Meh, kita dapat menyaksikan pertunjukan Tatung. Tatung adalah media utama Cap Go Meh. Atraksi Tatung dipenuhi dengan mistik dan menegangkan, karena banyak orang kesurupan, dan orang-orang inilah yang disebut Tatung. Uniknya di Singkawang banyak pribumi

(17)

atau orang Dayak yang juga turut serta menjadi Tatung, mereka terdorong berpartisipasi karena ritual Tatung mirip upacara adat Dayak.

Di Manado, perayaan Cap Go meh juga dikenal dengan sebutan perayaan Goan Siao. Pelaksanaan prosesi ritual Cap Go Meh dilakukan di Klenteng “Agung Tua” Kon Tek Cun Ong yang menghadirkan empat Tang Sin yang ditandu dan sejumlah orang yang memakai pakaian putih-putih.

Tang Sin tersebut diarak secara bergantian, sejauh sekitar 500 meter dari klenteng tersebut. Saat diarak, Tang Sin melakukan berbagai atraksi yang menarik warga, seperti menusuk wajah dengan menggunakan jarum panjang, memotong lidah serta bagian belakang tubuh menggunakan samurai.

Sementara di Semarang, pada malam Imlek dan Cap Go Meh masyarakat berbondong-bondong ke Kelenteng Sam Po Kong atau yang biasa disebut Kelenteng Gedong Batu. Gedong Batu Sam Po Kong adalah petilasan, bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama Laksamana China bernama Zheng Ho (Cheng Ho) atau juga dikenal sebagai Sam Po Tay Djien. Terletak di daerah Simongan, sebelah Barat Daya Kota Semarang. Disebut Gedong Batu karena bentuknya berupa Gua Batu besar di kaki Bukit Batu. Gedung ini kini menjadi tempat peringatan, sembahyang, dan berziarah. Di dalam gua batu ada altar dan patung-patung Sam Po Tay Djien. Di sana mereka ada yang bersembahyang dan banyak pula yang sengaja datang untuk menyaksikan aneka pertunjukan rakyat dan wayang kulit sejak malam hingga dini hari. Di sana banyak pedagang beragam penganan seperti lontong cap gomeh dan wedang dari kacang godhog, tebu, sekoteng, dan ronde.

Lain lagi dengan Bogor, Setiap perayaan Imlek dan Cap Go Meh biasanya menggelar kesenian Tionghoa seperti barongsai dan pertunjukan Liong (naga) di Kelenteng (Vihara Dhanagun) ini terletak di Jalan Suryakencana No.1, tepatnya di sisi kiri bangunan Bogor Plaza, Kota Bogor. Selain itu juga ada pertunjukan tanjidor, jaipongan, sisingaan, dan reog Ponorogo. Acara itu berlangsung sejak sore hingga dini hari.

Di Makassar, pertama kali perayaan Cap Go Meh dilaksanakan pada tahun 2004. Dihitung pada tahun 2010, Cap Go Meh di Makassar sudah dilaksanakan sebanyak 4 kali. Perayaan ini berpusat pada daerah pecinaan dengan

(18)

melakukan arak-arakan patung dewa-dewi, tokoh dewa-dewi dan arak-arakan budaya Nusantara, mulai dari budaya yang dimiliki Makassar, hingga beberapa budaya dari luar Makassar. Pada malam harinya, dilaksanakan pesta rakyat atau pasar rakyat yang dumlai dari jam 7 malam sampai jam 12 tengah malam. Di pesta rakyat, disepanjang daerah pecinaan dibangun stan-stan dan beberapa panggung hiburan yang meyediakan berbagai macam kegiatan. Sementara di depan klenteng masing-masing akan memainkan aktraksi barongsai hingga pukul 12 tengah malam. Perayaan Cap Go Meh dilaksanakan selama sehari penuh.

2.1.5. Makassar

Kota Makassar (dahulu daerah tingkat II berstatus kotamadya; dari 1971 hingga 1999 secara resmi dikenal sebagai Ujungpandang atau Ujung Pandang) adalah sebuah kotamadya dan sekaligus ibu kota provinsi Sulawesi Selatan.

Makassar berbatasan dengan Selat Makassar di sebelah barat, Kabupaten Kepulauan Pangkep di sebelah utara, Kabupaten Maros di sebelah timur dan Kabupaten Gowa di sebelah selatan. Kota ini tergolong besar dengan berbagai suku bangsa yang tinggal di kota ini. Di kota ini ada suku Makassar, Bugis, Toraja, Mandar, dan Tionghoa.

2.2. Identifikasi Data Kota 2.2.1. Data Kota Makassar 2.2.1.1. Sejarah Kota

Awal Kota dan bandar Makassar berada di muara sungai Tallo dengan pelabuhan niaga kecil di wilayah itu pada penghujung abad XV. Sumber-sumber Portugis memberitakan, bahwa bandar Tallo itu awalnya berada dibawah Kerajaan Siang di sekitar Pangkajene, akan tetapi pada pertengahan abad XVI, Tallo bersatu dengan sebuah kerajaan kecil lainnya yang bernama Gowa, dan mulai melepaskan diri dari kerajaan Siang, yang bahkan menyerang dan menaklukan kerajaan-kerajaan sekitarnya. Akibat semakin intensifnya kegiatan pertanian di hulu sungai Tallo, mengakibatkan pendangkalan sungai Tallo, sehingga bandarnya dipindahkan ke muara sungai Jeneberang, disinilah terjadi pembangunan kekuasaan kawasan istana oleh para ningrat Gowa-Tallo yang

(19)

kemudian membangun pertahanan benteng Somba Opu, yang untuk selanjutnya seratus tahun kemudian menjadi wilayah inti Kota Makassar.

Pada masa pemerintahan Raja Gowa XVI ini didirikan pula Benteng Rotterdam di bagian utara, Pemerintahan Kerajaan masih dibawah kekuasaan Kerajaan Gowa, pada masa itu terjadi peningkatan aktifitas pada sektor perdagangan lokal, regional dan Internasional, sektor politik serta sektor pembangunan fisik oleh kerajaan. Masa ini merupakan puncak kejayaan Kerajaan Gowa, namun selanjutnya dengan adanya perjanjian Bungaya menghantarkan Kerajaan Gowa pada awal keruntuhan. Komoditi ekspor utama Makassar adalah beras, yang dapat ditukar dengan rempah-rempah di Maluku maupun barang- barang manufaktur asal Timur Tengah, India dan Cina di Nusantara Barat. Dari laporan Saudagar Portugal maupun catatan-catatan lontara setempat, diketahui bahwa peranan penting Saudagar Melayu dalam perdagangannya yang berdasarkan pertukaran surplus pertanian dengan barang-barang impor itu.

Dengan menaklukkan kerajaan¬kerajaan kecil disekitarnya, yang pada umumnya berbasis agraris pula, maka Makassar meningkatkan produksi komoditi itu dengan berarti, bahkan, dalam menyerang kerajaan-kerajaan kecil lainnya, para ningrat Makassar bukan hanya menguasai kawasan pertanian lawan-tawannya itu, akan tetapi berusaha pula untuk membujuk dan memaksa para saudagar setempat agar berpindah ke Makassar, sehingga kegiatan perdagangan semakin terkonsentrasi di bandar niaga baru itu.

Dalam hanya seabad saja, Makassar menjadi salah satu kota niaga terkemuka dunia yang dihuni lebih 100.000 orang (dan dengan ini termasuk ke-20 kota terbesar dunia Pada zaman itu jumlah penduduk Amsterdam, kota terbesar musuh utamanya, Belanda, baru mencapai sekitar 60.000 orang) yang bersifat kosmopolitan dan multikultural. Perkembangan bandar Makasar yang demikian pesat itu, berkat hubungannya dengan perubahan-perubahan pada tatanan perdagangan internasional masa itu. Pusat utama jaringan perdagangan di Malaka, ditaklukkan oleh Portugal pada tahun 1511, demikian di Jawa Utara semakin berkurang mengikuti kekalahan armada lautnya di tangan Portugal dan pengkotak- kotakan dengan kerajaan Mataram. Bahkan ketika Malaka diambil-alih oleh

(20)

Kompeni Dagang Belanda VOC pada tahun 1641, sekian banyak pedagang Portugis ikut berpindah ke Makassar.

Sampai pada pertengahan pertama abad ke-17, Makassar berupaya merentangkan kekuasaannya ke sebagian besar Indonesia Timur dengan menaklukkan Pulau Selayar dan sekitarnya, kerajaan-kerajaan Wolio di Buton, Bima di Sumbawa, Banggai dan Gorontalo di Sulawesi bagian Timur dan Utara serta mengadakan perjanjian dengan kerajaan-kerajaan di Seram dan pulau-pulau lain di Maluku. Secara internasional, sebagai salah satu bagian penting dalam Dunia Islam, Sultan Makassar menjalin hubungan perdagangan dan diplomatik yang erat dengan kerajaan-kerajaan Banten dan Aceh di Indonesia Barat, Golconda di India dan Kekaisaran Otoman di Timur Tengah.

Hubungan Makassar dengan Dunia Islam diawali dengan kehadiran Abdul Ma'mur Khatib Tunggal atau Dato' Ri Bandang yang berasal dari Minangkabau Sumatera Barat yang tiba di Tallo (sekarang Makassar) pada bulan September 1605. Beliau mengislamkan Raja Gowa ke-XIV I¬MANGNGARANGI DAENG MANRABIA dengan gelar SULTAN ALAUDDIN (memerintah 1593-1639), dan dengan Mangkubumi I- MALLINGKAANG DAENG.

MANYONRI KARAENG KATANGKA yang juga sebagai Raja Tallo.

Kedua raja ini, yang mulai memeluk Agama Islam di Sulawesi Selatan. Pada tanggal 9 Nopember 1607, tepatnya hari Jum’at, diadakanlah sembahyang Jum’at pertama di Mesjid Tallo dan dinyatakan secara resmi penduduk Kerajaan Gowa- Tallo tetah memeluk Agama Islam, pada waktu bersamaan pula, diadakan sembahyang Jum’at di Mesjid Mangallekana di Somba Opu. Tanggal inilah yang selanjutnya diperingati sebagai hari jadi kota Makassar sejak tahun 2000, yang sebelumnya hari jadi kota Makassar jatuh pada tanggal 1 April.

Para ningrat Makassar dan rakyatnya dengan giat ikut dalam jaringan perdagangan internasional, dan interaksi dengan komunitas kota yang kosmopolitan itu menyebabkan sebuah "creative renaissance" yang menjadikan Bandar Makassar salah satu pusat ilmu pengetahuan terdepan pada zamannya.

Koleksi buku dan peta, sesuatu yang pada zaman itu masih langkah di Eropa, yang terkumpul di Makassar, konon merupakan salah satu perpustakaan ilmiah terbesar di dunia, dan para sultan tak segan-segan memesan barang-barang paling mutakhir

(21)

dari seluruh pelosok bumi, termasuk bola dunia dan teropong terbesar pada waktunya, yang dipesan secara khusus dari Eropa. Ambisi para pemimpin Kerajaan Gowa-Tallo untuk semakin memper-luas wilayah kekuasaan serta persaingan Bandar Makassar dengan Kompeni Dagang Belanda VOC berakhir dengan perang paling dahsyat dan sengit yang pernah dijalankan Kompeni.

Pasukan Bugis, Belanda dan sekutunya dari Ternate, Buton dan Maluku memerlukan tiga tahun operasi militer di seluruh kawasan Indonesia Timur. Baru pada tahun 1669, akhirnya dapat merata-tanahkan kota Makassar dan benteng terbesarnya, Somba Opu.

Bagi Sulawesi Selatan, kejatuhan Makassar di tangan federasi itu merupakan sebuah titik balik yang berarti Bandar Niaga Makassar menjadi wilayah kekuasaan VOC, dan beberapa pasal perjanjian perdamaian membatasi dengan ketat kegiatan pelayaran antar-pulau Gowa-Tallo dan sekutunya.

Pelabuhan Makassar ditutup bagi pedagang asing, sehingga komunitas saudagar hijrah ke pelabuhan-pelabuhan lain.

Pada beberapa dekade pertama setelah pemusnahan kota dan bandar Makassar, penduduk yang tersisa membangun sebuah pemukiman baru di sebelah utara bekas Benteng Ujung Pandang; benteng pertahanan pinggir utara kota lama itu pada tahun 1673 ditata ulang oleh VOC sebagai pusat pertahanan dan pemerintahan dan diberi nama barunya Fort Rotterdam, dan 'kota baru' yang mulai tumbuh di sekelilingnya itu dinamakan 'Vlaardingen'. Pemukiman itu jauh lebih kecil daripada Kota Raya Makassar yang telah dihancurkan. Pada dekade pertama seusai perang, seluruh kawasan itu dihuni tidak lebih 2.000 jiwa; pada pertengahan abad ke-18 jumlah itu meningkat menjadi sekitar 5.000 orang, setengah di antaranya sebagai budak.

Selama dikuasai VOC, Makassar menjadi sebuah kota yang tertupakan.

“Jan Kompeni” maupun para penjajah kolonial pada abad ke-19 itu tak mampu menaklukkan jazirah Sulawesi Selatan yang sampai awal abad ke-20 masih terdiri dari selusinan kerajaan kecil yang independen dari pemerintahan asing, bahkan sering harus mempertahankan diri terhadap serangan militer yang ditancurkan kerajaan-kerajaan itu. Maka, 'Kota Kompeni' itu hanya berfungsi sebagai pos pengamanan di jalur utara perdagangan rempah-rempah tanpa hinterland -

(22)

bentuknya pun bukan 'bentuk kota', tetapi suatu aglomerasi kampung-kampung di pesisir pantai sekeliling Fort Rotterdam.

Pada awalnya, kegiatan perdagangan utama di beras Bandar Dunia ini adalah pemasaran budak serta menyuplai beras kepada kapal¬kapal VOC yang menukarkannya dengan rempah-rempah di Maluku. Pada tahun 30-an di abad ke- 18, pelabuhan Makassar dibuka bagi kapal-kapal dagang Cina. Komoditi yang dicari para saudagar Tionghoa di Sulawesi, pada umumnya berupa hasil laut dan hutan seperti teripang, sisik penyu, kulit kerang, sarang burung dan kayu cendana, sehingga tidak dianggap sebagai langganan dan persaingan bagi monopoli jual- beli rempah-rempah dan kain yang didirikan VOC.

Sebaliknya, barang dagangan Cina, Terutama porselen dan kain sutera, dijual para saudagarnya dengan harga yang lebih murah di Makassar daripada yang bisa didapat oleh pedagang asing di Negeri Cina sendiri. Adanya pasaran baru itu, mendorong kembali aktivitas maritim penduduk kota dan kawasan Makassar. Terutama penduduk pulau-pulau di kawasan Spermonde mulai menspesialisasikan diri sebagai pencari teripang, komoditi utama yang dicari para pedagang Cina, dengan menjelajahi seluruh Kawasan Timur Nusantara untuk men¬carinya; bahkan, sejak pertengahan abad ke-18 para nelayan-pelaut Sulawesi secara rutin berlayar hingga pantai utara Australia, di mana mereka tiga sampai empat bulan lamanya membuka puluhan lokasi pengolahan teripang. Sampai sekarang, hasil laut masih merupakan salah satu mata pencaharian utama bagi penduduk pulau-pulau dalam wilayah Kota Makassar.

Setetah Pemerintah Kolonial Hindia Belanda menggantikan kompeni perdagangan VOC yang bangkrut pada akhir abad ke-18, Makassar dihidupkan kembali dengan menjadikannya sebagai pelabuhan bebas pada tahun 1846.

Tahun-tahun berikutnya menyaksikan kenaikan volume perdagangan yang pesat, dan kota Makassar berkembang dari sebuah pelabuhan backwater menjadi kembali suatu bandar internasional.

Dengan semakin berputarnya roda perekonornian Makassar, jumlah penduduknya meningkat dari sekitar 15.000 penduduk pada pertengahan abad ke- 19 menjadi kurang lebih 30.000 jiwa pada awal abad berikutnya. Makassar abad

(23)

ke-19 itu dijuluki "kota kecil terindah di seluruh Hindia-Belanda" (Joseph Conrad, seorang penulis Inggris-Potandia terkenal),dan menjadi salah satu port of call utama bagi baik para pelaut-pedagang Eropa, India dan Arab dalam pemburuan hasil-hasil hutan yang amat laku di pasaran dunia maupun perahu-perahu pribumi yang beroperasi di antara Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.

Pada awal abad ke-20, Belanda akhirnya menaklukkan daerah¬daerah independen di Sulawesi, Makassar dijadikan sebagai pusat pemerintahan kolonial Indonesia Timur. Tiga-setengah dasawarsa Neerlandica, kedamaian di bawah pemerintahan kolonial itu adalah masa tanpa perang paling lama yang pernah dialami Sulawesi Selatan, dan sebagai akibat ekonominya berkembang dengan pesat. Penduduk Makassar dalam kurun waktu itu meningkat sebanyak tiga kali lipat, dan wilayah kota diperluas ke semua penjuru. Dideklarasikan sebagai Kota Madya pada tahun 1906, Makassar tahun 1920-an adalah kota besar kedua di luar Jawa yang membanggakan dirinya dengan sembilan perwakilan asing, sederetan panjang toko di tengah kota yang menjual barang-barang mutakhir dari seluruh dunia dan kehidupan sosial-budaya yang dinamis dan kosmopolitan.

Perang Dunia Kedua dan pendirian Republik Indonesia sekali lagi mengubah wajah Makassar. Hengkangnya sebagian besar warga asingnya pada tahun 1949 dan nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing pada akhir tahun 1950- an menjadikannya kembali sebuah kota provinsi. Bahkan, sifat asli Makassar-pun semakin menghilang dengan kedatangan warga baru dari daerah-daerah pedalaman yang berusaha menyelamatkan diri dari kekacauan akibat berbagai pergolakan pasca revolusi. Antara tahun 1930-an sampai tahun 1961 jumlah penduduk meningkat dari kurang lebih 90.000 jiwa menjadi hampir 400.000 orang, lebih daripada setengahnya pendatang baru dari wilayah luar kota. Hal ini dicerminkan dalam penggantian nama kota menjadi Ujung Pandang berdasarkan julukan ”Jumpandang” yang selama berabad-abad lamanya menandai Kota Makassar bagi orang pedalaman pada tahun 1971. Baru pada tahun 1999 kota ini dinamakan kembali Makassar, tepatnya 13 Oktober berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999 Nama Ujung Pandang dikembalikan menjadi Kota Makassar dan sesuai Undang-Undang Pemerintahan Daerah luas wilayah bertambah kurang lebih 4 mil kearah laut 10.000 Ha, menjadi 27.577Ha.

(24)

Sejak tahun 2004 kota Makassar sudah mulai melakukan pembangunan sarana-sarana publik yang baru dan berkualitas. Hal ini dilakukan berdasarkan pada slogan kota Makassar yaitu Great Expectation City. Sejak saat itu dimulailah pembangunan mulai dari Menara Balaikota yang sekarang sudah difungsikan, Graha Pena Fajar yang juga merupakan gedung tertinggi di Makassar, Pelataran Losari, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Pelebaran Jalan tol yang menghubungkan kota Makassar ke Bandara dan juga GOR Sudiang.

Namun masih ada beberapa bangungan yang sementara dikerjakan dan yang akan dikerjakan seperti Kalla Tower, Menara Bosowa, Perubahan Lapangan Karebosi, Pembangunan Trans Kalla yang merupakan Family Entertainment Center pertama di Indonesia, Center Point of Makassar (Equilibrium) yang akan memberikan ikon baru bagi Kota Makassar selain Pantai Losari. Dan juga adanya penambahan ke-2 pelataran di Pantai Losari.

2.2.1.2 Profil Kota

Hari jadi 9 November 1607 Wilayah : 175,77 km² Kecamatan : 14

Penduduk : 897.384

Suku : Bangsa Makassar, Bugis, Toraja, Mandar, Tionghoa Bahasa : Indonesia, Makassar

Agama : Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, Konghucu Zona waktu : WITA

Kode telepon : 0411

(25)

2.2.1.3.Logo

Gambar 2.1 Logo Kota Makassar Sumber : bahasa.makassarkota.go.id (2009)

Arti lambang kota Makassar :

1. Perisai putih sebagai dasar melambangkan kesucian

2. Perahu yang kelima layarnya sedang terkembang melambangkan bahwa Kota Makassar sejak dahulu kala adalah salah satu pusat pelayaran di Indonesia 3. Buah padi dan kelapa melambangkan kemakmuran

4. Benteng yang terbayang di belakang perisai melambangkan kejayaan Kota Makassar

5. Warna Merah Putih dan Jingga sepanjang tepi perisai melambangkan kesatuan dan kebesaran Bangsa Indonesia

6. Tulisan “Sekali Layar Terk embang, Pantang Biduk Surut Ke Pantai”, menunjukan semangat kepribadian yang pantang mundur.

2.2.1.4.Visi dan Misi

Visi tahun 2008-2013 :

Sulawesi Selatan sebagai propinsi sepuluh terbaik dalam pemenuhan hak dasar.

Misi tahun 2008-2013 :

1. Meningkatkan kualitas pelayanan dalam pemenuhan hak dasar masyarakat.

2. Mengakselerasi laju mesin-mesin pertumbuhan dalam proses produksi.

3. Meningkatkan daya saing wilayah secara berkelanjutan.

4. Menciptakan iklim yang kondusif bagi kehidupan yang inovatif.

5. Menguatkan kelembagaan dalam perwujudan tatakelola yang baik.

(26)

2.2.1.5.Geografis

Wilayah kota Makassar berada koordinat 119 derajat bujur timur dan 5,8 derajat lintang selatan dengan ketinggian yang bervariasi antara 1-25 meter dari permukaan laut. Kota Makassar merupakan daerah pantai yang datar dengan kemiringan 0 - 5 derajat ke arah barat, diapit dua muara sungai yakni sungai Tallo yang bermuara di bagian utara kota dan sungai Jeneberang yang bermuara di selatan kota. Luas wilayah kota Makassar seluruhnya berjumlah kurang lebih 175,77 km² daratan dan termasuk 11 pulau di selat Makassar ditambah luas wilayah perairan kurang lebih 100 Km².

Jumlah kecamatan di kota Makassar sebanyak 14 kecamatan dan memiliki 143 kelurahan. Diantara kecamatan tersebut, ada tujuh kecamatan yang berbatasan dengan pantai yaitu kecamatan Tamalate, Mariso, Wajo, Ujung Tanah, Tallo, Tamalanrea dan Biringkanaya.

Kota Makassar sendiri berdekatan dengan sejumlah kabupaten yakni sebelah utara dengan kabupaten Pangkep, sebelah timur dengan kabupaten Maros, sebelah selatan dengan kabupaten Gowa dan sebelah barat dengan Selat Makassar.

2.2.1.6. Tujuan Wisata 1. Pantai Losari

Gambar 2.2 Pantai Losari

Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Pantai Losari adalah sebuah pantai yang terletak di sebelah barat kota Makassar. Pantai ini menjadi tempat bagi warga Makassar untuk menghabiskan waktu pada pagi, sore dan malam hari menikmati pemandangan matahari tenggelam yang sangat indah. Dahulu, pantai ini dikenal dengan pusat makanan

(27)

laut dan ikan bakar di malam hari (karena para penjual dan pedagang hanya beroperasi pada malam hari), serta disebut-sebut sebagai warung terpanjang di dunia (karena warung-warung tenda berjejer di sepanjang pantai yang panjangnya kurang lebih satu kilometer).

2. Fort Rotterdam

Gambar 2.3 Fort Rotterdam Tampak Luar Sumber : http://images.travelpod.com

Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

3. Pantai Akkarena

Gambar 2.4 Pantai Akkarena Sumber : kayartikel.files.wordpress (2009)

(28)

Akkarena, Pantai mempesona di Makassar pusat rekreasi keluarga.

Akkarena terletak di pesisir Pantai Tanjung Bunga dengan luas pengembangan sampai dengan 10 Ha. Dengan keindahan panorama pantainya serta keindahan matahari terbenam. Pusat rekreasi keluarga Akkarena menawarkan berbagai sarana untuk bersantai, bermain dan berolah raga bagi seluruh keluarga.

4. Pulau Lae Lae

Gambar 2.5 Pulau Lae-Lae Sumber : farm3.static.flickr.com

Pulau Laelae merupakan salah satu pulau dalam gugusan pulau atau Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan. Secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kota Makassar, Kecamatan Ujung Pandang, Kelurahan Laelae, dengan luas aratan pulau 8,9 Hektar. Secara Geografis pulau terletak pada posisi 119o 23’33,1” BT dan 05o08’ 16,0” LS atau di Perairan Selat Makassar. Batas-batas administrasi meliputi; Sebelah Barat berbatasan dengan Pulau Samalona, sebelah Timur dengan Kota Makassar, Sebelah Selatan dengan Tanjung Bunga, dan Sebelah Utara dengan Lae lae kecil. Pulau Lae-lae dihuni oleh 400 keluarga atau sekitar 2.000 jiwa. Jarak pulau ini dari Makassar sekitar 1,5 km. Pada 1997, Pulau Lae-Lae pernah hendak dijual Pemerintah Kota Makassar ke investor. Rencana itu batal karena penduduk setempat menolaknya.

(29)

5. Pulau Kayangan

Gambar 2.6 Pulau Kayangan Sumber : taghyr.wordpress.com (2009)

Pulau Kayangan yang dulunya bernama Marrow tau Meraux adalah sebuah pulau kecil berpasir putih seluas sekitar 1 ha dan secara administratif termasuk dalam wilayah Kelurahan Bulo Gading, Makassar, Sulawesi Selatan.

Lokasinya berjarak ± 0,8 km dari Kota Makassar, tidak jauh dari Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, atau dapat ditempuh 15 menit perjalanan dengan menumpang perahu yang khusus disediakan bagi para pengunjung. Pulau Kayangan mempunyai beberapa fasilitas seperti tempat penginapan, pondokan, panggung hiburan, restoran, gedung serba guna, tempat bermain anak-anak, sarana olah raga air, anjungan memancing, dan sejumlah aquarium yang menampung beraneka ragam jenis ikan hias air laut.

6. Pulau Samalona

Gambar 2.7 Pulau Samalona Sumber : www.fedroza.com (2009)

(30)

Samalona adalah sebuah pulau kecil di Selat Makassar, tepatnya di sebelah barat daya pantai barat Sulawesi Selatan. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Posisi lebih tepatnya berada di sebelah barat kecamatan Wajo, Makassar, berjarak sekitar 2 km dan bisa dilihat dengan jelas dari kecamatan tersebut. Untuk menuju pulau ini bisa menggunakan perahu nelayan (perahu dengan mesin tempel) dan memerlukan waktu tempuh tidak lebih dari 0,5 jam. Di pulau ini berdiri sebuah mercu suar yang digunakan sebagai tanda batas daratan bagi kapal-kapal berbadan besar. Samalona adalah kepulauan yang bisa dilihat jelas dari Benteng Fort Rotterdam di daerah Keling - Makassar. Mandalika hanya berjarak 500 meter dari bibir tebing Benteng Fort Rotterdam.

7. Benteng Sumba Opu

Gambar 2.8 Benteng Sumba Opu Sumber : tropisliving.blogspot.com (2009)

Ilmuan Inggris, William Wallace, menyatakan, Benteng Somba Opu adalah benteng terkuat yang pernah dibangun orang nusantara. Benteng ini adalah saksi sejarah kegigihan Sultan Hasanuddin serta rakyatnya mempertahankan kedaulatan negerinya. Pernyataan Wallace bisa jadi benar. Begitu memasuki kawasan Benteng Somba Opu, akan segera terlihat tembok benteng yang kokoh.

Menggambarkan sistem pertahanan yang sempurna pada zamannya. Meski terbuat dari batu bata merah, dilihat dari ketebalan dinding, dapatlah terbayangkan betapa benteng ini amat sulit ditembus dan diruntuhkan. Benteng Somba Opu terletak di Jl Daeng Tata, Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong,

(31)

Kabupaten Gowa. Jaraknya sekitar enam kilometer sebelah selatan pusat Kota Makassar.

8. Makan Raja-Raja Tallo

Gambar 2.9 Makan Raja-Raja Tallo Sumber : aroengbinang.blogspot.com (2009)

Makassar berkembang dari sebuah wilayah kecil bernama Tallo. Di wilayah inilah jazad para pendiri Makassar terbaring. Makam-makam di kompleks itu umumnya berciri makam abad XVII yang menyerupai bangunan candi.

Terbuat dari batu cadas dan batu bata dari tanah liat yang direkatkan satu sama lain. Total luas kompleks itu adalah 1 hektare. Tertata sebagai sebuah taman yang teduh karena banyak pohon besar dan rindang.

9. Makam Pangeran Diponegoro

Gambar 2.10 Makan Pangeran Diponegoro Sumber : www.kaskus.us (2010)

Pangeran Diponegoro adalah pahlawan nasional berasal dari Jawa Tengah. Namun bumi Jawa sendiri tidak "memiliki" tubuhnya. Karena tubuh

(32)

orang yang telah mengobarkan Perang Jawa itu dimakamkan di Kota Makassar.

Kompleks makam Pangeran Diponegoro merupakan bangunan sederhana. Terdiri dari pintu gerbang, pendopo, dan 66 bangunan makam. Diklasifikasi menjadi dua makam ukuran besar, 25 makam ukuran sedang, dan 39 makam ukuran kecil.

Makam-makam tersebut adalah makam Diponegoro dan istrinya, 6 orang anaknya, 30 orang cucu, 19 orang cicit, dan 9 orang pengikutnya.

10. Monumen 40.000 Jiwa

Gambar 2.11 Monumen 40.000 Jiwa Sumber : Harry2103

Tahun 1946-1947 adalah lembaran kelam bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Sebanyak 40.000 orang dibantai dalam sebuah operasi penumpasan pemberontak oleh pasukan khusus Belanda yang dipimpin Westerling. Monumen Korban 40.000 Jiwa berdiri sebagai pengingat peristiwa itu. Melihat Monumen Korban 40.000 Jiwa, ada perasaan yang meremang. Relief (gambar timbul) pada monumen itu mengingatkan betapa rakyat, yang hanya mendengar kabar bahwa Indonesia telah merdeka, dikumpulkan di tanah terbuka. Lalu diberondong dengan senapan otomatis. Mayat mereka dikubur di satu liang. Monumen ini berlokasi di Jl Langgau, Kelurahan, Kecamatan. Letaknya sekitar empat kilometer sebelah utara pusat Kota Makassar (Lapangan Karebosi).

(33)

11. Museum kota

Gambar 2.12 Museum Kota Sumber : www.sumsanjaya.com (2008)

Museum Kota Makassar terletak di Jl Balaikota, hanya 500 meter dari titik pusat Kota Makassar atau sekitar 25 kilometer dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Bangunan dua lantai bergaya Eropa abad ke-17 ini berdiri dengan kokoh dan gagah tepat di tengah Kota Makassar. Itulah Museum Kota Makassar. Di dalam gedung ini tersimpan 560 koleksi benda bersejarah yang merekam perjalanan Kota Makassar dari zaman ke zaman.

12. Masjid Raya Makassar

Gambar 2.13 Masjid Raya Makassar Sumber : colloidfarl (2005)

Masjid Raya Makassar diresmikan pada tanggal 25 Mei 1949. Kemudian pada tahun 1957 Presiden pertama RI, Soekarno melaksanakan sholat Jumat di masjid ini. Sedangkan pada tahun 1967, mantan Presiden Soeharto juga

(34)

berkunjung dan sholat Jumat di masjid perjuangan ini. Karena itu, kehadiran masjid raya merupakan tonggak sejarah masa lalu. Dana awal pembangunan masjid hanya Rp60.000 yang diprakarsai K H Ahmad Bone, seorang ulama asal Kabupaten Bone tahun 1947 dengan menunjuk ketua panitia KH Muchtar Lutfi, dua tahun kemudian diresmikan dengan menghabiskan biaya Rp1,2 juta.

13. Gereja Katedral Makassar

Gambar 2.14 Gereja Katedral Makassar Sumber : profile.ak.fbcdn.net (1996)

Kota Makassar memiliki prestasi baik dalam hal toleransi beragama.

Meskipun mayoritas warga kota ini adalah muslim, tetapi umat Kristiani tetap tumbuh subur. Gereja Katedral Makassar adalah gereja tertua di Sulawesi dan sekaligus menjadi simbol dari toleransi itu. Gereja Katedral Makassar merupakan salah satu cagar budaya bersama beberapa bangunan lainnya yang masih dipertahankan keaslian bentuknya seperti saat pertama dibangun. Gereja ini menempati sebuah lokasi yang asri dengan kerimbunan pohon di sisi barat Lapangan Karebosi. Nama resminya adalah Gereja Hati Kudus Yesus. Ini adalah gereja gereja tertua di kota Makassar dan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara. Bangunannya condong berarsitektur Eropa Gothik. Karya seorang perwira seni bernama Swartbol. Namun ketika bangunan belum rampung Swartbol berangkat ke Eropa. Ia digantikan S Fischer, seorang ahli pengairan.

(35)

14. China Town Makassar

Gambar 2.15 China Town Makassar Sumber : www.ujungpandangekspres.com

Seperti kota-kota lain di dunia, Makassar juga memiliki sebuah kawasan bernama China Town. Biasa juga disebut pecinan. Di kawasan inilah digelar pesta rakyat dalam perayaan besar Cap Go Meh setiap tahun. Berbagai atraksi dan kesenian khas China dapat disaksikan di sini. China Town Makassar terletak di tengah Kota Makassar. Terbagi dalam dua wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Wajo dan Kecamatan Ujungpandang, Makassar, Sulawesi Selatan. Gerbang China Town hanya berjarak 400 meter dari pusat Kota Makassar (Lapangan Karebosi).

China Town meliputi wilayah seluas 44 hekater lebih. Kawasan China Town berada di seberang Pelabuhan Makassar. Selain sebagai sebuah enclave dengan segala macam ciri khas di dalamnya, China Town memberikan sedikit sentuhan kosmopolit kepada Kota Makassar.

15. Trans Studio

Gambar 2.16 Trans Studio

Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(36)

Trans Studio Resort Makassar adalah kawasan wisata terpadu di Makassar, Indonesia. Trans Studio dibangun seluas 12,7 hektare dengan investasi mencapai Rp 1 triliun. Proyek ini diresmikan pada 9 September 2009 oleh Bapak Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla. Fasilitas yang dibangun di antaranya pusat perbelanjaan yang meliputi Trans Walk dan Trans Rodeo Drive, kemudian Trans Studio, Trans Hotel, serta kantor Bank Mega. Gedung Trans Studio dibangun seluas 22.000 m² dengan tinggi 20 meter yang merupakan taman hiburan indoor terbesar ke 3 di Dunia.

2.2.2. Data Cap Go Meh

Cap Go Meh di Makassar dilaksanakan selama sehari penuh dari pukul 10.00 hingga 24.00 tengah malam. Perayaan dibagi kedalam 2 bagian, yakni pada pagi hari (Karnaval Budaya Nusantara) dan pada malam hari (Pesta atau Pasar malam).

Kegiatan yang dilakukan selama perayaan tiap tahunnya berbeda-beda.

Contohnya pada tahun 2010, perayaan Cap Go Meh lebih memusatkan pada proses ritualnya karena ada 13 dewa yang bersedia di arak turun ke jalan.

Sepanjang tiga kilometer proses ritual melibatkan 13 klenteng dan cetya, dan dilengkapi dengan parade budaya yang melibatkan 10 komunitas adat, baik yang ada di Sul Sel maupun adat istiadat dari luar Sul Sel. Keterlibatan komunitas diluar masyarakat Tionghoa dimaksudkan sebagai lambang persatuan masyarakat Sulawesi Selatan dan Indonesia pada umumnya. Hal itu menyatu dalam thema perayaan Cap Go Meh yang diusung tahun ini yakni "Damai Bangsaku, Makmurlah Negeriku". Tidak hanya itu, tetapi alur yang akan dilewati juga berbeda tiap tahunnya, tahun 2010, perayaan Cap Go Meh dimulai dari jalan Sulawesi, Tentara Pelajar, Dr. Wahidin Sudiro Husodo, A.Yani lalu kembali lagi ke jl. Sulawesi.

Perayaan Cap Go Meh tahun 2010 melibatkan sekitar 500 pengamanan.

Mereka terdiri dari kesatuan Brimob Polda Sulsel, Samapta Polda Sulsel dan Polwiltabes Makassar serta dari tim Gegana. Panitia juga menyiapkan tiga ambulans, 42 dokter dan perawat, sebagai antisipasi adanya masyarakat maupun peserta arak-arakan yang sakit pada puncak acara tersebut.

(37)

Pada malam harinya, Pesta Rakyat yang dimulai dari pukul 19.00, sudah mengalami penutupan jalan sejak pukul 18.00. Banyak stan-stan yang telah disediakan, mulai dari stan makanan, minuman, mainan, kembang api dan lain sebagainya. Dan juga disediakan panggung hiburan rakyat sebanyak 4 panggung yang terpadat pada tiap-tiap persimpangan jalan Sulawesi. Tidak pasar malam, tetapi 3 klenteng yang terdapat di jalan Sulawesi memainkan atraksi barongsai dari jam 20.00 hingga pukul 24.00 diselingi dengan kembang api-kembang api yang membuat para penonton berdecak kagum.

a. Karnaval Budaya Nusantara

Berikut adalah urutan barisan perayaan Cap Go Meh : 1. Barisan Bhineka Tunggal Ika

Gambar 2.17 Barisan Bhineka Tunggal Ika Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

2. CIMB Niaga

Gambar 2.18 Barisan Depan CIMB Niaga Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(38)

Gambar 2.19 Barisan CIMB Niaga Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

3. Poliklinik Ilmu Pelayaran (PIP)

Gambar 2.20 Barisan Depan PIP Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.21 Barisan PIP

Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(39)

4. Adat Istiadat Tana Toraja

Gambar 2.22 Barisan Depan Adat Istiadat Tana Toraja Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.23 Barisan Adat Istiadat Tana Toraja Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

5. Klenteng Kwang Kong

Gambar 2.24 Barisan Depan Klenteng Kwang Kong Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(40)

Gambar 2.25 Barongsai Klenteng Kwang Kong Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.26 Barisan Tengah Klenteng Kwang Kong Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.27 Kuda Dewa Kwang Kong Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(41)

Gambar 2.28 Arakan Dewa Kwang Kong Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.29 Arakan Dewi Kwan Im Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

6. Komunitas Bissu Pangkep

Gambar 2.30 Barisan Komunitas Bissu Pangkep Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(42)

Gambar 2.31 Barisan Komunitas Bissu Pangkep Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.32 Barisan Komunitas Bissu Pangkep Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

7. Vihara Sasanadipa

Gambar 2.33 Barisan Depan Vihara Sasanadipa Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(43)

Gambar 2.34 Barisan Vihara Sasanadipa Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.35 Barisan Akhir Vihara Sasanadipa Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

8. Adat Istiadat Bali

Gambar 2.36 Barisan Depan Adat Bali Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(44)

Gambar 2.37 Barisan Adat Bali

Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

9. Klenteng Dharma Loka

Gambar 2.38 Barisan Depan Klenteng Dharma Loka Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.39 Atraksi Liong Klenteng Dharma Loka Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(45)

Gambar 2.40 Barisan Tengah Klenteng Dharma Loka Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.41 Arakan Klenteng Dharma Loka Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

10. Adat Istiadat Luwu

Gambar 2.42 Barisan Adat Istiadat Luwu Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(46)

11. Klenteng Xian Ma

Gambar 2.43 Barisan Depan Klenteng Xian Ma Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.44 Barisan Depan Klenteng Xian Ma Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.45 Atraksi Liong & Barongsai Klenteng Xian Ma Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(47)

Gambar 2.46 Arakan Klenteng Xian Ma Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.47 Arakan Dewi Xian Ma Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.48 Than Tji

Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(48)

Gambar 2.49 Arakan Tabib Sakti Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.50 Arakan Dewa kekayaan Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.51 Arakan Dewa Tai Sui Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(49)

12. Adat Ammatoa Kajang Bulukumba

Gambar 2.52 Adat Ammatoa Kajang Bulukumba Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

13. Klenteng Pang Ko Ong Galesong - Takalar

Gambar 2.53 Barisan Depan Klenteng Pang Ko Ong Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.54 Barisan Depan Klenteng Pang Ko Ong Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(50)

Gambar 2.55 Arakan Klenteng Pang Ko Ong Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

14. Adat Istiadat Bugis Makassar

Gambar 2.56 Adat Istiadat Bugis Makassar Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

15. Cetiya Avalokitesvara

Gambar 2.57 Barisan Depan Cetiya Avalokitesvara Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(51)

Gambar 2.58 Arakan Cetiya Avalokitesvara Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

16. Adat Istiadat Mappasili Kabupaten Bone

Gambar 2.59 Barisan Depan Adat Istiadat Mappasili Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.60 Barisan Adat Istiadat Mappasili Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(52)

Gambar 2.61 Barisan Akhir Adat Istiadat Mappasili Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

17. SMP 2 Tellusiattinge

Gambar 2.62 SMP 2 Tellusiattinge Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

18. Vihara Maitreya

Gambar 2.63 Barisan Depan Vihara Maitreya Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(53)

Gambar 2.64 Atraksi Barongsai Vihara Maitreya Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.65 Barisan Depan Vihara Maitreya Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.66 Persembahan Tarian Vihara Maitreya Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(54)

Gambar 2.67 Patung Dewa Maitreya Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.68 Arakan Patung Dewa Maitreya Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

19. Adat Istiadat Tallo

Gambar 2.69 Adat Istiadat Tallo Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(55)

20. Cetiya Istana Avalokitesvara

Gambar 2.70 Barisan Depan Cetiya Istana Avalokitesvara Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.71 Atraksi Liong Cetiya Istana Avalokitesvara Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.72 Arakan Persembahan Cetiya Istana Avalokitesvara Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(56)

21. Yayasan Pendidikan Tunas Bangsa

Gambar 2.73 Yayasan Pendidikan Tunas Bangsa Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

22. Kerajaan Takalar Makassar

Gambar 2.74 Kerajaan Takalar Makassar Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

23. Cetiya Kwan Tek Cun Wang

Gambar 2.75 Barisan Depan Cetiya Kwan Tek Cun Wang Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(57)

Gambar 2.76 Arakan Cetiya Kwan Tek Cun Wang Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.77 Barisan Belakang Kwan Tek Cun Wang Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

24. Adat Istiadat Gowa

Gambar 2.78 Adat Istiadat Gowa Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(58)

Gambar 2.79 Adat Istiadat Gowa Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

25. Cetiya Maha Dharma

Gambar 2.80 Barisan Depan Cetiya Maha Dharma Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.81 Atraksi Barongsai Cetiya Maha Dharma Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(59)

Gambar 2.82 Arakan Cetiya Maha Dharma Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

26. Kesenian Tradisi Pallawa

Gambar 2.83 Barisan Kesenian Tradisi Pallawa Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.84 Barisan Kesenian Tradisi Pallawa Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(60)

27. Paguyuban Umat Tao Indonesia (PUTI)

Gambar 2.85 Barisan Depan PUTI Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.86 Barisan Depan PUTI Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.87 Arakan PUTI

Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

(61)

28. Vihara Dharma Agung

Gambar 2.88 Atraksi barongsai Vihara Dharma Agung Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.89 Barisan Depan Vihara Dharma Agung Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar 2.90 Barisan Vihara Dharma Agung Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal

Gambar

Gambar 2.3 Fort Rotterdam Tampak Luar  Sumber : http://images.travelpod.com
Gambar 2.23 Barisan Adat Istiadat Tana Toraja  Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal
Gambar 2.25 Barongsai Klenteng Kwang Kong  Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal
Gambar 2.31 Barisan Komunitas Bissu Pangkep  Sumber : Dokumentasi Pribadi Meilinda Yosal
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pemilihan media juga merupakan unsur lain yang mempengaruhi kesuksesan suatu iklan, orang yang bertanggung jawab atas pemilihan media yang digunakan dalam iklan mereka

Dibandingkan dengan kompetitornya, keunikan yang dimiliki oleh grup remaja tari tradisional Tiongkok PA CHHS antara lain adalah ; memiliki penari laki-laki dalam

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Malang adalah mengembangkan salah satu kawasan di daerah aliran sungai (DAS) Brantas, tepatnya di belakang Balai Kota Malang

Dalam memilih pakaian bentuk tubuh juga wajib diperhatikan, karena dengan pakaian yang salah badan yang gemuk akan semakin terlihat gemuk, serta pakaian menjadi terasa

Dari data yang dikumpulkan, foto beauty shot yang baik merupakan penggabungan dari perancangan konsep yang menarik dan unik disertai dengan tampilan tata rias wajah dan rambut

Apabila reog festival sangat mementingkan urutan karena berhubungan dengan cerita yang hendak dipresentasikannya, yaitu cerita proses lamaran Prabu Kelana Sewandana kepada

Aspek pendidikan yang dapat diangkat dari fenomena tersebut adalah sebuah pengormatan bagi leluhur, mereka pada waktu hidup telah memberikan perbuaran baik.Maka sudah sepatutnya

Berdasarkan bentuk dan peletakannya, ruang peralihan dari area publik menuju ke area yang lebih privat pada rumah abu sama dengan rumah tinggal tradisional Jawa pada