1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Di era globalisasi ini, perkembangan di dalam dunia industri mengalami pertumbuhan dengan pesat. Salah satu sektor industri yang mengalami pertumbuhan adalah industri plastik.
Omzet industri plastik nasional diperkirakan melonjak 46% menjadi US$ 6,54 miliar (Rp 73,36 triliun) sepanjang kuartal III-2013 dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar US$
4,48 miliar (Rp 50,25 triliun). Pertumbuhan itu terjadi seiring kenaikan harga produk dan meningkatnya konsumsi plastik nasional (Investor Daily Indonesia, 2013).
Pesatnya pertumbuhan industri plastik ini tidak terlepas dari dukungan berbagai faktor yang ada di dalamnya, salah satunya yaitu pemerintah yang mulai menggerakkan perlindungan pasar domestik. Dirjen Basis Industri Manufaktur (BIM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Panggah Susanto menegaskan potensi pasar plastik di dalam negeri sangat besar sehingga pemerintah berkepentingan untuk melindunginya (18 Oktober 2012). Salah satunya dengan pemberian fasilitas bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP). Selain itu, pemerintah juga mendorong berkembangnya industri petrokimia sebagai penopang utama industri plastik. Serta melakukan percepatan penerapan SNI wajib yang mampu meningkatkan daya saing dan perlindungan bagi industri lokal (www.kemenperin.go.id).
Seiring perkembangan bisnis yang pesat pada industri plastik akan mengakibatkan persaingan yang ketat antar perusahaan yang bergerak di bidang industri plastik. Dengan adanya persaingan yang ketat, maka setiap perusahaan harus merubah atau mendesain ulang struktur organisasi untuk mengoptimalkan setiap orang yang berada di dalam organisasi agar mampu lebih produktif dan mampu mendukung perusahaan dalam mencapai visi dan misinya. Hal ini didukung oleh pendapat Kasali (2007, p.162) yang menyatakan organisasi yang tertata baik adalah organisasi yang membuat orang-orang di dalamnya bersemangat produktif, dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya. Karena itu, dibutuhkan pengetahuan yang cukup untuk mendesain sebuah organisasi agar mampu menjadi organisasi yang kreatif dan adaptif.
Pada dasarnya setiap organisasi atau perusahaan yang didirikan mempunyai tujuan bahwa kelak di kemudian hari akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat didalam ruang lingkup usahanya. Agar tujuan itu dapat tercapai, perusahaan harus memiliki sistem manajemen yang baik, yang akan mendukung jalannya kegiatan perusahaan, hal yang perlu diperhatikan juga adalah tingkat efektivitas kerja di dalam perusahaan tersebut. Dimana
efektivitas kerja sangat penting karena efektivitas kerja adalah ukuran sejauh mana suatu perusahaan atau organisasi dapat mencapai tujuannya (Sigit, 2003, p.2). Karena itu, desain organisasi yang ada di perusahaan perlu dirancang dengan spesialisasi kerja yang fleksibel dengan tim kerja, rantai komando dan pendelegasian wwenang yang jelas. Desain organisasi yang dirancang dengan pola yang kaku, terkontrol ketat, dan sedikitnya partisipasi anggota organisasi dalam pengambilan keputusan dapat menyebabkan perusahaan sulit berkembang dan beradaptasi dengan lingkungan usahanya.
Suatu desain organisasi yang tepat, sesuai dengan kebutuhan organisasi akan memungkinkan suatu organisasi tersebut untuk mencapai efektifitas organisasi. Menurut Zaharuddin (2006, p.166) dalam mendesain suatu organisasi dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, desain organisasi dapat dilakukan mulai dari atas ke bawah dan yang kedua dapat dimulai dari bawah ke atas. Pada desain organisasi dari atas ke bawah mempunyai tujuan-tujuan khusus dimana tujuan-tujuan ini merupakan dasar-dasar akan terbentuknya departemen-departemen yang berfungsi sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Sistem desain organisasi dari atas ke bawah ini mudah untuk dikembangkan. Kedua, adalah desain organisasi dari bawah ke atas dimana inti aktivitas organisasi atau teknologi inti yang akan dipergunakan harus ditetapkan terlebih dahulu. Sistem ini umumnya digunakan pada perusahaan yang menggunakan teknologi tinggi dan biaya investasi mahal. Misalnya, pabrik kilang minyak atau pabrik kimia pada proses hulu/intermediate. Kemudian posisi untuk mengoperasikannya mulai dibentuk juga dengan posisi manajerial untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatannya. Sistem desain organisasi dari bawah ke atas ini sangat sulit untuk dikembangkan.
Setiap organisasi menghadapi lingkungan yang berbeda-beda. Misalnya pada era pemerintahan Soeharto yang kondisi lingkungan usaha relatif terkendali dan stabil.
Perusahaan-perusahaan dapat tumbuh menjadi besar dengan dukungan dan proteksi dari pemerintah. Pelaku-pelaku usaha yang datang dari mencanegara diatur dan dibatasi, impor dikendalikan melalui tarif dan sebagainya. Pada masa itu, desain organisasi bisnis sebagian besar perusahaan cenderung mekanistik dan birokratik (diatur dengan aturan-aturan dan prosedur). PT. Bogasari Flour Mills, misalnya praktis hidup dari memungut fee (ongkos) giling gandum, yang kemudian penyalurannya ke pasar dilakukan oleh Bulog. Dengan demikian, sebagian besar pegawai PT. Bogasari adalah pegawai di bagian produksi dan distribusi yang bekerja rutin dan mekanistik. Praktis tidak ada kegiatan promosi atau pemasaran yang berubah-ubah. Mereka juga tidak perlu memikirkan persaingan atau kepentingan pelanggan. Pada pemerintahan Soeharto perusahaan ini bertransformasi menjadi
organisasi organik, menyusul berubahnya tuntutan lingkungan yang mewajibkan adanya persaingan, impor yang dibuka luas, dan mengendurnya peraturan pemerintah. Hal ini menyebabkan PT. Bogasari harus memasarkan sendiri produknya ke pasar-pasar, membangun merek sendiri, dan bekerja leboh dinamis. Peranan merek dan budaya perusahaan menjadi sangat penting dalam menghadapi persaingan dan struktur organisasinya didesain ulang. Kulturnya pun diubah dari suasana rutin yang didominasi oleh karyawan bagian produksi menjadi dinamis dengan kombinasi dari tim pemasaran, produksi, pembelian, SDM, dan keuangan. Yang terlihat menonjol adalah dalam tempo sekitar tiga tahun telah terbentuk tim pemasaran yang terdiri atas orang-orang muda dalam jumlah cukup besar (Kasali, 2007, p.162).
Respon yang ditunjukkan oleh PT. Bogasari terhadap perubahan yang terjadi dilingkungan eksternal dengan bertransformasi pada desain organisasinya sebagai upaya penting dalam menghadapi persaingan dan untuk keberlangsungan perusahaan. Langkah yang dilakukan oleh PT. Bogasari adalah dengan merubah dasain organisasi dari mekanistik yang berorientasi pada kegiatan produksi menjadi desain organik yang dinamis dan kompetitif dengan kombinasi dari tim pemasaran, produksi, pembelian, SDM, dan keuangan.
Kenaikan omzet yang terjadi pada sektor industri plastik menunjukkan sektor industri plastik memiliki prospek yang cerah sehingga berpotensi munculnya pelaku industri baru.
Dengan begitu, maka persaingan dalam dunia industri plastik di Indonesia semakin ketat.
Sehingga perusahaan harus mampu menggunakan dan mengolah manajemen strategi yang tepat dalam menghadapi banyaknya pesaing yang ada. Salah satu contoh perusahaan besar yang mampu bertahan dalam ketatnya industri plastik adalah PT. Dunia Mega Raya yang merupakan perusahaan manufaktur plastik yang cukup besar di Tangerang, Banten.
Perusahaan ini memproduksi tali plastik (raffia), klam, dan sedotan plastik (sedotan limun).
Perusahaan ini berproduksi dengan menganut kebijakan make to order sehingga senantiasa dituntut untuk dapat melaksanakan proses produksi yang efektif, efisien dan tepat waktu namun tetap dengan kualitas yang diharapkan sehingga tidak mengecewakan pelanggan.
Karena itu, setiap pekerjaan yang dapat terselesaikan lebih cepat maka pihak manajemen perusahaan akan memberikan reward berupa bonus uang kepada karyawan bagian produksi (PT. Dunia Mega Raya, 2012). Pemberian reward berupa bonus uang kepada karyawan bagian produksi dilakukan oleh manajemen PT. Dunia Mega Raya sebagai upaya memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya.
Pengaruh terbesar dalam meningkatkan performa individu maupun kelompok dalam perusahaan adalah reward system. Contoh perusahaan yang menggunakan reward system
yang berpengaruh terhadap kinerja perusahaan adalah PT. Telkom. PT. Telkom merupakan salah satu perusahaan yang membudayakan inovasi pada perusahaan serta karyawannya untuk mempertahankan pelanggan dalam dengan melakukan sistem reward didalamnya.
Sistem reward menurut jenisnya dibedakan menjadi 2 yaitu reward material dan reward non material, dimana masing-masing jenis reward ini memiliki pengaruh yang berbeda dalam kondisi yang berbeda pula. Penelitian terdahulu dilakukan oleh Yuan Li dkk, menunjukkan adanya pengaruh sistem reward material dan reward non material terhadap inovasi perusahaan yang mempengaruhi pula kinerja perusahaan. Penelitiannya dilakukan pada perusahaan teknologi di Cina dimana penelitian ini mendapatkan hasil bahwa reward non material memiliki pengaruh yang lebih besar dibanding reward non material. Kedua jenis reward ini dapat memberikan pengaruh yang berbeda pada kondisi dan budaya yang berbeda pula, oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui seberapa besar pengaruh system reward dengan dua jenis yang berbeda (reward material dan non material) yang dilakukan PT. Telkom terhadap motivasi karyawan dan inovasi perusahaan,serta pengaruh inovasi tersebut terhadap kinerja perusahaan (Wulan dan Purwanggono, 2012).
Selain PT. Dunia Mega Raya, ada perusahaan lain yang juga bergerak di bidang yang sama yaitu UD.Cahaya Abadi Indah. UD. Cahaya Abadi Indah adalah badan usaha yang bergerak di bidang industri manufaktur plastik di Surabaya. UD. Cahaya Abadi Indah didirikan oleh Bapak Liem Irwan yang hingga saat ini masih memimpin perusahaan tersebut.
Awal berdirinya perusahaan ini pada tanggal 24 Juli 1988 dengan pabrik pertama kali terletak di belakang komplek pertokoan AJBS. Kemudian pada tahun 1994 pabrik tersebut alih lokasi ke Jalan Lebak Timur Gang VIII No. 22, Surabaya. Tetapi karena peningkatan jumlah permintaan beberapa tahun terakhir yang ada pada UD.Cahaya Abadi Indah, perusahaan ini tahun lalu mampu berekspansi ke Jalan Kenjeran, Surabaya. Namun perusahaan sebelumnya yang terletak di Jalan Lebak Timur tidak ditinggalkan begitu saja, sekarang perusahaan itu dikelola oleh 2 anak dari Bapak Liem Irwan, sedangkan kantor pusat berada di Jalan Kenjeran yang dipimpin oleh Bapak Liem Irwan sendiri.
UD. Cahaya Abadi Indah sebagai perusahaan yang bergerak di industri plastik juga memerlukan struktur organisasi yang tepat untuk mampu bersaing dengan industri plastik lainnya serta mempertahankan kualitas produksi dari perusahaan tersebut agar dapat bertahan dari munculnya pesaing-pesaing baru di sektor industri plastik. Karena itu, penulis tertarik meneliti desain organisasi yang di miliki UD. Cahaya Abadi Indah sehingga nantinya dapat diketahui bagaimana desain awal mula di bentuk dan bagaimana mereka merancangnya,
sehingga mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan plastik lainnya dan mampu berekspansi dengan memperluas wilayah pemasarannya.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penulis membahas tentang Analisis Desain Organisasi pada Usaha Pembuatan Barang Plastik di UD.Cahaya Abadi Indah menggunakan The Star Model dengan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah strategi organisasi UD. Cahaya Abadi Indah?
2. Bagaimanakah struktur organisasi UD. Cahaya Abadi Indah?
3. Bagaimanakah proses organisasi UD. Cahaya Abadi Indah?
4. Bagaimanakah praktik sumber daya manusia UD. Cahaya Abadi Indah?
5. Bagaimanakah sistem balas jasa UD. Cahaya Abadi Indah?
6. Bagaimanakah alternatif desain organisasi yang perlu dipraktikkan UD. Cahaya Abadi Indah?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka dapat merumuskan tujuan penelitian yang hendak dicapai sebagai berikut:
1. Untuk mendeskripsikan kebijakan tentang strategi organisasi UD. Cahaya Abadi Indah.
2. Untuk mendeskripsikan kebijakan tentang struktur organisasi UD. Cahaya Abadi Indah.
3. Untuk mendeskripsikan kebijakan tentang proses organisasi UD. Cahaya Abadi Indah.
4. Untuk mendeskripsikan kebijakan tentang praktik sumber daya manusia UD. Cahaya Abadi Indah.
5. Untuk mendeskripsikan kebijakan tentang sistem balas jasa UD. Cahaya Abadi Indah.
6. Untuk mendeskripsikan alternatif desain organisasi yang perlu dipraktikkan UD.
Cahaya Abadi Indah
1.4 Batasan Penelitian
Penulisan ini dibatasi hanya dilakukan terhadap pimpinan, dan karyawan yang bergerak di bidang produksi, penjualan dan pembelian dan personalia UD. Cahaya Abadi.
1.5 Manfaat Penulisan
Penelitian ini diharapkan berguna bagi beberapa pihak, yaitu:
1. Manfaat bagi penulis
Diharapkan penulis dapat mengetahui desain organisasi yang di pakai di dalam perusahaan tersebut. Serta dapat memahami pentingnya struktur organisasi dalam membentuk perusahaan. Dan dapat pula menambah wawasan tentang struktur organisasi dalam perusahaan.
2. Manfaat bagi perusahaan
Diharapkan perusahaan dapat meninjau lagi desain organisasi yang sudah terbentuk dan menyesuaikan dengan keadaan didalam perusahaan agar dapat mencapai visi dan misi perusahaan tersebut. Dan dapat bertahan dengan seiring munculnya pesaing- pesaing baru dalam industri plastik di Indonesia.
3. Manfaat bagi Universitas
Diharapkan dari hasil penulisan ini dapat membantu dan melengkapi kajian di dalam penelitian mengenai desain organisasi pada usaha pembuatan plastik di Indonesia.