Major Indices
Close Chg Chg %
JCI 3,952.82 (9.09) -0.23%
LQ-45 688.17 (2.04) -0.30%
Turnover (in Mn Rp.)
Volume Value
JCI 2,728.55 3,071.98
LQ-45 1,237.75 2,437.32
Market Cap (in Tn Rp.)
Value JCI 3,464,818.43 LQ-45 2,372,923.65
Foreign Transaction (in Bn Rp.)
Buy Sell Net
Foreign 1.95 2.01 (0.06)
JCI Top 5 Leading Movers
Close Chg %
PGAS IJ 3,650 2.82 ASII IJ 73,700 0.48 SCMA IJ 9,400 7.43 INTP IJ 17,800 1.71 TLKM IJ 6,900 0.73
JCI Top 5 Lagging Movers
Close Chg %
BBCA IJ 7,400 -2.63 BBRI IJ 6,700 -2.19 BMRI IJ 6,250 -1.57 ISAT IJ 5,450 -3.54 INCO IJ 3,575 -2.72
World Indexes
Close Chg % PER
NIKKEI 9,052.07 0.59% 22.77
HANGSENG 20,917.83 0.15% 9.48
KOSPI 2,002.64 -0.15% 21.95
STI 2,987.41 0.37% 8.68
DOW JONES 12,878.28 0.03% 13.20
FTSE 5,899.87 -0.10% 10.85
Commodities
Close Chg %
WTI Crude (US$/barrel) 101 0.17
Gold 100 (US$/t oz) 1,720 -0.02
CPO (RM/MT) 3,113 1.12
Coal Newc. (US$/MT) 116 -2.10
Nickel (US$/MT) 20,155 -1.95
Tin (US$/MT) 24,350 -2.60
source : Bloomberg
Daily N ws Market Snapshot
• Market Prediction
Pada perdagangan Selasa (14/2) Indeks Dow Jones ditutup naik 4 poin (+0.03%) ke 12,878.30 menanggapi langkah Yunani yang akan mengurangi jumlah anggaran belanja negaranya. Minyak light sweet diperdagangkan di level US$100.90 per barel di New York setelah data penjualan retail di AS tercatat lebih rendah dari estimasi semula. IHSG kemarin (14/2) ditutup turun 9 poin (-0.23%) ke level 3,952.82 dengan asing tercatat melakukan net sell di pasar regular sebesar Rp43 miliar dengan saham yang paling banyak di jual a.l. BBCA, BBRI, ASII, ADRO dan BMRI. Mata uang Rupiah terdepresiasi 35 poin ke level 9,049 per Dollar AS. Secara teknikal, IHSG gagal melanjutkan penguatannya dan terkonsolidasi dengan resistance terdekat saat ini berada 3,988.
Indikator stochastic masih bergerak downtrend menuju area oversold sementara MACD kembali bergerak downtrend dengan histogram yang memasuki area negatif. Pada perdagangan hari ini (14/2), IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dan akan bergerak dikisaran 3,909-4,001 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ITMG dan ANTM.
Wednesday, 15 February 2012
“Risk comes from not knowing what you're doing.”
~Warren Buffet~
• Chart in Focus
JSMR (Trading Sell) CPIN (Trading Sell)
SMCB (SoS) ITMG (Trading Buy)
TLKM (Spec Buy) ANTM (Spec Buy)
Imbauan untuk seluruh nasabah untuk segera membuka Investor Account. For mulir dapat diunduh di http://www.etrading.co.id/
atau hubungi Call Center kami di (021) 25531000. Nasabah belum memiliki rekening dana hingga akhir Januari 2012 akan dikenakan penghentian transaksi sementara sampai Bapak/Ibu memiliki rekening dana sesuai dengan Peraturan yang berlaku.
ASRI : Marketing Sales Tembus Rp 1 Triliun BDMN : Raup Laba Bersih Rp3,3 Triliun
• News & Analysis
BNGA : CIMB Niaga Jaga CAR 13 Persen
Economy: Kepemilikan Asing pada Obligasi Negara Naik
• Economy & Strategy
Comment: Pasar properti yang menggeliat menebalkan optimisme pengelola ASRI. Kendati tahun 2012 baru memasuki bulan kedua, ASRI sudah merevisi target marketing sales menjadi Rp 3,5 triliun, naik dari sebelumnya yaitu Rp 3 triliun atau 20% lebih tinggi dari perolehan tahun sebelumnya. Optimisme ini memnag banyak ditopang oleh faktor makroekonomi yang sangat mendukung saat ini ditambah peningkatan kesejahteraan masyarakat khusunya kelas menengah. Melihat dari kinerja Perusahaan dari laporan/publikasi yang kami peroleh sebelumnya, ASRI dapat memperoleh Pendapatan sebesar Rp. 1,5 triliun dengan proyeksi laba bersih Rp. 608 miliar. Dengan harga penutupan di Rp.580,- dan EPS Rp. 34,- maka harga saham ASRI ini diperdagangkan dengna P/E 17x, dimana P/E average industri adalah 19x. Kami melihat prospek dari saham properti ini masih memiliki potensi yang lebih besar lagi mengingat Inflasi dan suku bunga yang cukup rendah. Dengan proyeksi Marketing Sales Rp. 3,5 triliun maka bisa diproyeksikan secara awal, Pendapatan ASRI bisa mencapai Rp.1,875 triliun, Laba Bersih berkisar Rp. 760-800 miliar, dengan hasil EPS nya adalah Rp.
39,-, dengan P/E 17x maka harga saham ASRI ini adalah Rp.658,-. Sementara itu Bloomberg memberikan hasil sebagai berikut untuk saham ini, Buys:12 Holds:1 Sells:1 dan Target Price : Rp.440- 610.
PT Alam Sutera Realty Tbk memproyeksikan nilai prapenjualan (marketing sales) perseroan menembus Rp1 triliun pada kuartal pertama tahun ini.
Prediksi tersebut disampaikan Direktur Utama Alam Sutera Tri Ramadi.
"Sepanjang tahun ini kami menargetkan nilai prapenjualan mencapai Rp3,5 triliun atau naik sekitar 20 persen dari realisasi prapenjualan tahun lalu sebesar Rp2,8 triliun," kata Tri Ramadi di Jakarta. (Indopos/bsms)
News & Analysis
ASRI: Marketing Sales Tembus Rp 1 Triliun
Open High Low Close
580 590 570 580
Open High Low Close
4,500 4,525 4,475 4,475
BDMN
Comment: Pertumbuhan laba bersih perusahaan ini tergolong baik karena berada diatas estimasi semula. Pertumbuhan industri kredit yang diperkirakan semakin naik menyusul semakin rendahnya tingkat suku bunga bank sentral pada tahun ini juga semakin membuat outlook bisnis perusahaan semakin baik pada tahun ini kendati tentu saja ada tantangan mengenai ketersediaan dana untuk melakukan pembiayaan. Hal ini dikarenakan sektor perbankan akan sedikit mengalami kesulitan dalam memperoleh pendanaan menyusul turunnya tingkat bunga bank sentral tersebut. Perusahaan saat ini diperdagangkan pada PE 16.62x dengan PE industri 15.30x. Berdasarkan konsensus analis, 13 merekomendasikan Buy, 14 Hold dan 8 Sell dengan target harga rata-rata Rp5,023 per lembar.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk meraup laba bersih setelah pajak konsolidasi (NPAT) sebesar Rp 3,336 triliun untuk tahun 2011, atau 16 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 2,883 triliun.
Peningkatan NPAT ini didukung oleh pertumbuhan kredit yang kuat di segmen-segmen mass market dan usaha kecil dan menengah (UKM) serta pertumbuhan dalam fee income. Danamon juga berhasil melaksanakan penawaran saham terbatas (rights issue) di tahun 2011, yang menguatkan permodalan untuk melanjutkan perkembangan bisnisnya. (kompas/wf)
BDMN: Raup Laba Bersih Rp3,3 Triliun
ASRI
Comment: Komitmen BNGA untuk menjaga CAR pada kisaran 13% menurut kami merupakan hal yang positif. Ditengah penurunan BI rate sebesar 25 basis point menjadi 5,75% dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang juga menurunkan suku bunga dana masyarakat yang dijamin pemerintah untuk bank umum menjadi 6 persen, kompetisi antar bank yang menawarkan bunga lebih tinggi daripada suku bunga LPS bukanlah hal yang baru. Untuk menjaga rasio CAR, selain dengan memberikan sukubunga yang menarik hendaknya diikuti pula dengan pelayanan, jaringan, produk yang baik, kecanggihan fitur dan kenyamanan bertransaksi. Selain itu, alternative yang dapat diambil BNGA untuk mempertahankan CARnya adalah melalui peningkatan profit diluar penyaluran kredit semisal transaksi forex, remittance, dan action based lainnya. Sebagai informasi, per September 2011, total dana pihak ketiga BNGA tercatat sebesar Rp126,3 triliun, naik 18 persen dibanding periode yang sama pada 2010 yang sebesar Rp106,6 triliun sementara untuk penyaluran kredit 2011 mencapai Rp121,71 triliun atau naik 26 persen dibanding September 2010.
Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk, Arwin Rasyid, mengatakan, bank yang dia pimpin tetap menjaga rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR)pada kisaran 13 persen pasca penurunan suku bunga Bank Indonesia (SBI) dan bunga penjaminan LPS. "Kami menjaga CAR pada kisaran 13 persen, jumlah itu cukup agar bank dapat tumbuh Rp25 triliun tahun ini, jadi kami belum akan melakukan apa -apa," kata Arwin pada pembukaan cabang CIMB Niaga terbaru di Pondok Indah. (Antara/AA)
Comment: Dampak dari investment grade yang diberikan pada Indonesia mulai terasa dari peningkatan kepemilikan asing pada SBN serta menurunnya yield SPN (surat perbendaharaan Negara) yang mencapai 1.6%. Hal ini serta terkendalinya inflasi yang membuat bank sentral berani menurunkan SBI, semua kondisi ini akan berdampak positif pada cost of fund baik pemerintah secara langsung dan swasta s ecara tidak langsung, namun hal ini juga menjadi ancaman bila asing keluar dari Indonesia, akan berdampak lebih besar pada perekono mian bila dana tersebut menjadi Penanaman Modal Langsung (FDI). Untuk pasar saham hal ini juga menjadi katalis positif, dengan rendahnya SBI sebagai suku bunga acuan tanpa resiko (risk free rate) akan meningkatkan valuasi saham.
Economy & Strategy
Kepemilikan pihak asing atas obligasi negara atau surat berharga negara (SBN) mengalami kenaikan signifikan pada awal 2012 yang berlanjut hingga Februari. Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan yang diperoleh di Jakarta, Selasa, menyebutkan, per Desember 2011, jumlah SBN yang dimiliki asing mencapai Rp 222,86 triliun. Sementara per Januari 2012 mencapai Rp 235,97 triliun. Jumlah tersebut stabil hingga awal Februari 2012 di mana per 3 Februari mencapai Rp 235,22 triliun, per 9 Februari mencapai Rp 234,90 triliun dan per 10 Februari mencapai Rp 235,66 triliun. (investor/btr)
Economy: Kepemilikan Asing pada Obligasi Negara Naik
BNGA
Open High Low Close
1,170 1,170 1,120 1,130
BNGA: CIMB Niaga Jaga CAR 13 Persen
Charts in Focus
JSMR (Trading Sell) CPIN (Trading Sell)
SMCB (SoS) ITMG (Trading Buy)
TLKM (Spec Buy)
Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume
R1 2,000 KZ 9,200 IF 3,160
R2 2,075 ZP 6,529 YU 2,365
S1 1,890 DX 2,896 YP 2,334
S2 1,850 DB 2,100 CP 2,146
Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume
R1 7,050 RX 21,697 YU 15,658
R2 7,200 DX 4,984 ID 7,666
S1 6,750 CS 4,883 BQ 1,752
S2 6,600 AK 1,942 BZ 1,672
Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume
R1 41,550 CG 413 BK 430
R2 42,500 ML 400 YU 324
S1 39,500 ZP 353 FG 177
S2 38,650 CC 179 DB 98
Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume
R1 2,400 YU 2,008 RX 2,312
R2 2,475 DX 1,465 OD 580
S1 2,300 AK 746 NI 578
S2 2,250 KI 299 BD 350
Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume
R1 4,725 KZ 4,700 CS 3,200
R2 4,825 YU 1,725 BK 1,926
S1 4,500 RX 1,529 SH 1,800
S2 4,400 DX 462 DB 1,000
ANTM (Spec Buy)
Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume
R1 2,800 BK 15,697 YU 14,673
R2 2,875 HD 2,000 DX 1,654
S1 2,725 KZ 1,984 KS 1,344
S2 2,650 EL 700 ZP 576
Disclaimer:
This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT eTrading Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable.
No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates includ ed in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT eTrading Securities (“eTS”) and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any represe ntation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation t o, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opin ions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied) of eTS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceed ings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither eTS, its affiliated companies or their respective employees or a gents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.
This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recomm endations herein before they have been provided to you. © PT eTrading Securities 2012.
Betrand Raynaldi Head of Research Cement & Strategist
Andrew Argado Consumer Goods
Budhy S M Siallagan Property & Construction
Linda Lauwira Plantation Muhammad Wafi
Banking
Irlanda Zatira
Eva Puspawati
Nurul Tiffani
Fitri Purnamasari Utfi Humaya
Research Analyst :
Research Support :
eTrading Research
Sally Agustina Transportation Wisnu Karto Technical / Infrastructure