• Tidak ada hasil yang ditemukan

20 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "20 Universitas Kristen Petra"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

20 Universitas Kristen Petra 4. PERANCANGAN STANDAR KOMPETENSI SUPERVISOR

4.1. Profil Perusahaan

PT Sinar Angkasa Rungkut unit GL terletak di jalan Rungkut Industri III no 52-54 Surabaya, tepatnya terletak di sebelah selatan kota Surabaya, di kawasan SIER (Surabaya Industrial Estate Rungkut). PT Sinar Angkasa Rungkut unit GL ini mempunyai luas 4 ha. PT Sinar Angkasa Rungkut unit GL ini didirikan di kawasan SIER dengan mempertimbangkan penanganan limbah yang ditangani langsung oleh PT SIER.

Pada awal didirikan, perusahaan ini bernama PT Litechindo Utama. Perusahaan ini merupakan salah satu bagian dari perusahaan manufaktur Chiyoda

Group, yang bergerak di bidang pembuatan bola lampu dan tabung gelas kaca

lampu.

Pada tahun 1975, Bapak Ali Widjaja mendirikan kumpulan perusahaan dengan nama CV Sinar Angkasa Rungkut. Pada tahun 1980, berubah nama menjadi PT Sinar Angkasa Rungkut yang bergerak dalam bidang pembuatan alat-alat penerangan dan alat-alat listrik. Tahun 1985, PT Litechindo Utama didirikan untuk memproduksi bulb dan tube glass. Tanggal 1 Januari 2004 hingga saat ini, PT Litechindo Utama dan PT Aditya Angkasa Rungkut (memproduksi lampu hias) bergabung (merger) menjadi PT Sinar Angkasa Rungkut unit GL.

PT Sinar Angkasa Rungkut unit GL mempunyai beberapa unit yaitu:

Glass Lamp (GL), Special Lamp (SL), Fluorescent Lamp (FL), Electric Lamp

(EL), dan Compact Fluorecent Lamp (CFL).

4.2. Kegiatan Usaha

PT Sinar Angkasa Rungkut unit GL ini memproduksi glass bulb dan

glass tube. Bahan baku utama yang digunakan dalam pembuatan lampu soda lime

adalah pasir silika (SiO2), soda ash (Na2CO3), dan dolomite. Sedangkan, bahan baku tambahan adalah sodium alumina silikat, borax, potasium carbonat, sodium nitrat, sodium sulfat, cullet (pecahan gelas kaca). Semua bahan itu dicampur menjadi satu dan kemudian dibentuk dan dicetak sesuai dengan bentuk dan ukuran

(2)

21 Universitas Kristen Petra yang diinginkan. Gelas diproduksi dalam perusahaan ini mempunyai bentuk dan ukuran yang bermacam-macam yaitu: gelas yang bening dan gelas. Dalam pembuatan gelas diperlukan 4 macam tahap yaitu:

• Mixing (pencampuran) • Melting (peleburan) • Forming (pembentukan) • Annnealing (pendinginan) • Finishing (penyelesaian)

Pada proses annealing dan sortering merupakan proses lanjutan dari

forming sehingga tidak dilakukan secara terpisah, tetapi dilakukan setelah proses forming. Pada proses finishing, terdapat beberapa proses pelapisan yaitu frosting

(pengkabutan), coating (pelapisan), reflector. Sedangkan, finishing untuk tubing ada dua yaitu end-forming dan small blowing. Gambar flow diagram pembuatan gelas dapat dilihat pada Lampiran 1.

4.3. Struktur Organisasi

Struktur organisasi di PT Sinar Angkasa Rungkut unit GL untuk bagian produksi dan bagian Quality Control yang ada adalah seperti pada Gambar 4.1. dan Gambar 4.2.:

(3)

22 Universitas Kristen Petra Gambar 4.1. Struktur O rgani sasi dari D epartemen Produksi Sumber: PT S inar A ngk asa Rungkut G las s Indu stry (2009)

(4)

23 Universitas Kristen Petra G ambar 4.2. S tru kt ur Organisasi Departemen Quality Control S umber: P T Sinar Angk asa Ru ngkut Glass Industry (200 9)

(5)

24 Universitas Kristen Petra Keterangan:

A. Pada Bagian Produksi

1. General Manager

General Manager adalah pimpinan utama dalam perusahaan yang

membawahi para manager dalam kegiatan sehari-hari. General Manager bertanggung jawab dalam merencanakan, menentukan, dan mengendalikan perusahaan, serta berhak dalam memutuskan segala suatu usulan dari para

manager yang bersangkutan. General Manager bertanggung jawab kepada owner

dari perusahaan. 2. Manager Produksi

Manager Produksi bertugas pada pagi hingga siang hari. Manager

Produksi bertanggung jawab terhadap aktifitas produksi yang dilakukan di perusahaan, memutuskan apa saja yang dilakukan dalam kegiatan produksi, dan juga mengatur apa saja yang diperlukan dalam kegiatan produksi.

3. Koordinator Shift

Koordinator shift bertugas pada 3 shift. Koordinator shift ini dapat berfungsi sebagai supervisor. Koordinator shift ini juga bertanggung jawab sebagai pengganti asisten manager sehingga koordinator shift mempunyai hak yang sama seperti asisten manager produksi dalam memutuskan apa yang akan dilakukan pada saat shift malam. Koordinator shift juga bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi pada shift malam di perusahaan tersebut seperti hal-nya

manager pada siang hari.

4. Asisten Manager Produksi

Asisten Manager bertugas pada shift pagi. Mereka bertanggung jawab pada mesin yang berbeda. Asisten manager produksi ini terdiri dari asisten

manager mesin tubing dan finishing, asisten manager mesin ribbon dan H-18,

asisten raw material, batch plant, dan furnace, asisten manager logistic dan

packing.

5. Supervisor

Supervisor bertugas pada shift pagi terdiri dari beberapa supervisor yaitu supervisor bagian mesin finishing, mesin tubing line 1, dan mesin tubing line 4,

(6)

25 Universitas Kristen Petra warehouse dan packing. Supervisor pada bagian packing, terdapat 4 grup yaitu A,

B, C, dan D. Grup ini hanya ikut untuk tiga shift saja yaitu shift I (pagi), shift II (siang), dan shift III (malam). Bila tiga grup aktif, maka untuk grup sisanya libur.

Shift ini dilakukan bergantian sesuai dengan jadwal sistem di perusahaan. Supervisor bertugas dalam mengawasi dan mengatur kinerja operator yang berada

dalam lantai produksi. 6. Asisten Supervisor

Pada PT Sinar Angkasa Rungkut unit GL, asisten supervisor dapat disamakan dengan operator karena mempunyai tugas yang berbeda dengan

supervisor. Asisten supervisor mempunyai tugas mengoperasionalkan

mesin-mesin dan membantu supervisor dalam mengatur dan mengawasi kinerja operator. Asisten supervisor untuk mesin finishing tidak dibagi dalam grup, karena dalam

finishing terdiri dari beberapa proses yaitu: small blowing, frosting, end-forming, cutting, dan coating. Hal ini membutuhkan beberapa orang dalam menyelesaikan

proses finishing ini. Asisten supervisor ini hanya mendapatkan libur hari minggu saja. Sedangkan untuk supervisor bagian lainnya dapat libur sesuai dengan jadwal libur mereka dimana jadwal yang ada bergantung pada shift kerja mereka. 7. Operator atau Worker

Operator atau worker mempunyai tugas yaitu melaksanakan pekerjaan mereka yang sudah ditentukan oleh atasan mereka. Operator terdiri dalam grup dan juga ada yang tidak. Jika mereka terdiri dalam grup, maka mereka bekerja sesuai dengan shift yang telah ditentukan. Khusus untuk operator proses finishing yang disebut dengan istilah cullet, mereka membantu di bagian packing untuk

finishing. Packer terdiri dari 4 grup A, B, C, dan D. Mereka bekerja untuk packing

sesuai dengan mesin yang ada dalam pembuatan glass lamp yaitu mesin ribbon, H-18, tubing 1 dan tubing 4, serta finishing disesuaikan dengan packer dari 4 grup tersebut.

B. Pada Bagian Quality Control

1. Manager Quality Control

Manager Quality Control bertugas dalam menentukan karakteristik

(7)

26 Universitas Kristen Petra menentukan target batas kecacatan yang ada dalam bahan atau produk, menentukan standar baku yang akan digunakan dalam inspeksi kecacatan produk atau bahan.

2. Supervisor Quality Control

Supervisor QC atau yang disebut juga unit leader bertugas dalam

mengatur dan mengawasi kinerja operator dalam memeriksa bahan baku yang akan digunakan untuk produksi, memeriksa hasil produksi selama proses berlangsung, menguji karakteristik bahan atau produk, menganalisa produk dan membuat laporan hasil pengujian.

3. Operator Inspeksi atau Inspector

Operator inspeksi atau inspector bertugas untuk memeriksa bahan baku yang akan digunakan untuk produksi, memeriksa hasil produksi selama proses berlangsung, menguji karakteristik bahan atau produk, menganalisa produk, dan membuat laporan hasil pengujian suatu produk.

4.4. Jam Kerja Perusahaan

PT Sinar Angkasa Rungkut unit GL mempunyai jam kerja yaitu: a. Sistem kerja bagian produksi dengan shift yaitu:

Sistem kerja yang menggunakan sistem 4324 (sistem dengan 4 grup, 3 shift, 24 jam) Shift I: 06.00 -14.00

Shift II: 14.00-22.00 Shift III: 22.00-06.00

b. Sistem kerja bagian produksi non-shift yaitu:

• Hari senin sampai jumat: pukul 08.00-15.30, dengan istirahat 30 menit • Hari sabtu: pukul 08.00-13.00, tanpa istirahat

• Hari minggu libur

c. Sistem kerja di luar lantai produksi yaitu:

• Hari senin sampai jumat: pukul 08.00-16.00, istirahat 60 menit. • Hari sabtu: pukul 08.00-13.00, tanpa istirahat

(8)

27 Universitas Kristen Petra 4.5. Standar Kompetensi Supervisor

Berangkat dari standar kompetensi supervisor sebelumnya, diperlukan rancangan kompetensi yang sesuai agar supervisor dapat terfokus dalam melakukan kinerja mereka sehingga tercipta hasil yang lebih baik daripada sebelumnya. Kompetensi ini sangat diperlukan agar tercipta visi dan misi serta tujuan yang jelas sehingga supervisor dapat melakukan pekerjaan yang ditentukan perusahaan dengan bertanggung jawab.

Sistem yang dapat digunakan dalam menilai kompetensi supervisor adalah menilai berdasarkan kriteria pekerjaan mereka sesuai dengan job

description dan Standard Operating Procedure dari perusahaan. Indikator

kompetensi tersebut didapatkan dari literatur yang ditunjukkan pada Lampiran 3., dan dari indikator job description dan Standard Operating Procedure perusahaan yang ditunjukkan pada Lampiran 4 dan 5. Kemudian, data job description dan

Standard Operating Procedure dari perusahaan disesuaikan menurut dimensi dan

indikator kompetensi dari literatur. Data tersebut dapat dilihat pada Lampiran 6 hingga Lampiran 20. Berdasarkan pada hasil tersebut, didapatkan model kompetensi secara umum yaitu seperti pada Gambar 4.3.

(9)

28 Universitas Kristen Petra Hasil dari masing-masing model kompetensi dari masing-masing

supervisor lebih jelas terlihat pada Tabel 4.1. seperti berikut ini:

Dimensi Indika tor Kompetensi Su per vi sor Su per vi sor Su per vi sor Su per vi sor Su pe rvi sor S u p er vi so r K om pe ten si S eca ra Um um Ba tc h Pl an t Fu rn a ce F o rmi ng Fi n ish in g W ar eh ou se QC Ve rbal Communication √√ √√√ √ W ritte n Communication √√ √√√ √ Cust omer FocusedCustomer Se rv iceDirecting Sub-ordinate √√ √√√ √ P

lanning and Organizing

√√ √√√ P eo p le Management √√ √√ √ P roblem Solv ing √√ √√√ Te chnic a l Ex pe rt is e √√ √√√ Strate gic Thinking √√ √√

Training and Education

√√ √√ R es ul t Or ie nte d √√ √ Qual it y Focused √√ √√

Assessment and Measur

eme n t A ssuring StandardLeadershipP ersonal Initiative √√ √√ √ Char ac te ri st ic R es ponsibilit y √√ √√√ W

ell being and Morale

√√ √√√ √ √√ Perila ku Jenis Knowledge Skill Teknis

Tabel 4.1. Tabel Model

K om pet ensi Su p er vis o r PT S inar An gkasa Run gkut

(10)

29 Universitas Kristen Petra Pada dasarnya, kompetensi supervisor di PT Sinar Angkasa Rungkut mempunyai model yang sama. Akan tetapi, tiap supervisor mempunyai model kompetensi yang lebih spesifik dibandingkan model dari supervisor yang lain. Oleh karena itu, indikator kompetensi yang terdapat pada Tabel 4.1. dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Pada dimensi knowledge, terdapat: a. Customer focused

Customer focused hanya nampak pada supervisor Quality Control karena

harus menjamin mutu spesifikasi produk gelas kaca PT Sinar Angkasa Rungkut agar tidak terjadi kerusakan ketika produk sampai di pelanggan. Mereka harus mengetahui keadaan produk tersebut dan kemudian melaporkan keadaan produk tersebut pada laporan.

b. Customer service

Customer service hanya nampak pada supervisor warehouse karena

pekerjaan mereka melayani permintaan pelanggan terhadap spesifikasi produk disesuaikan dengan persediaan di dalam gudang. Mereka harus mengetahui kondisi, jumlah, dan stok produk yang kemudian akan ditulis pada laporan atau kartu stok termasuk produk yang diterima dari lapangan dan dikeluarkan untuk pelanggan. Kemampuan teknis mereka dilihat dari kemampuan mereka dalam membuat laporan, dan memahami pekerjaan mereka setelah diarahkan atasan dengan komunikasi yang sesuai (verbal maupun non-verbal)

2. Pada dimensi skill, terdapat: a. Result oriented

Indikator result oriented hanya nampak pada supervisor forming,

finishing, dan Quality Control karena pada tiga supervisor ini cukup sering

terjadi reject produk akibat proses dalam mesin. Ini menyebabkan tiga

supervisor ini harus ekstra teliti dan fokus dalam menginspeksi maupun

mengecek spesifikasi produk. b. Assessment and measurement

Indikator ini hanya nampak pada supervisor finishing dan Quality Control karena supervisor ini diutamakan ketelitian dalam mensortir dan inspeksi

(11)

30 Universitas Kristen Petra produk. Jika ada ketidaktetelitian pada proses finishing dan Quality

Control dapat menimbulkan reject yang cukup besar pada spesifikasi

produk.

c. Assuring Standard dan leadership

Assuring standard dan leadership hanya nampak pada supervisor Quality Control. Assuring standard dibutuhkan supervisor ini karena dalam

pekerjaan mereka dibutuhkan ketelitian dan harus mempunyai keahlian dalam melakukan analisa dan pelaporan serta pemeriksaan produk gelas. Selain itu, dibutuhkan leadership yaitu dalam keahlian memberikan intruksi dan menempatkan inspector dalam penginspeksian produk sebelum dilakukan packing pada produk.

d. Planning and organizing, problem solving, technical expertise, strategic

thinking, training and education, dan quality focused

Indikator-indikator tersebut belum nampak pada supervisor Quality

Control karena mereka hanya melakukan inspeksi sesuai dengan ketelitian

mereka terhadap produk yang dihasilkan oleh bagian forming dan finishing sebelum dilakukan packing. Kemampuan teknis mereka dilihat dari kemampuan mereka untuk teliti dalam melakukan inspeksi gelas lampu. e. People management

Pada model kompetensi supervisor warehouse belum nampak indikator

people management, dan indikator strategic thinking, training and education, quality focused yang terdapat pada supervisor Quality Control.

Indikator tersebut belum nampak karena kegiatan operasional yang dilakukan oleh supervisor ini lebih mengarah pada pengaturan dan penempatan barang di gudang, bukan pada pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan operator yang menempatkannya.

3. Pada dimensi personal characteristic, terdapat: a. Initiative

Indikator ini belum nampak pada supervisor warehouse karena mereka dapat menggantikan bawahan mereka bila dibutuhkan sewaktu-waktu pada saat inspeksi.

(12)

31 Universitas Kristen Petra b. Responsibility

Indikator ini belum nampak pada supervisor Quality Control karena mereka mengerjakan tugas mereka sesuai dengan ketelitian mereka terhadap mutu dari produk dengan sampling, bukan terhadap tanggung jawab kegiatan operasional yang berada pada lantai produksi. Jadi, pada Quality Control lebih dibutuhkan penjaminan mutu terhadap kualitas inspeksi yang mereka lakukan pada saat final inspection. Oleh karena itu, ketelitian pada saat inspeksi sangat berpengaruh besar pada spesifikasi produk yang akan dikirim pada pelanggan.

Dari indikator-indikator tersebut, dapat dikelompokkan menjadi dua jenis kompetensi yaitu kompetensi teknis dan perilaku. Kompetensi teknis mengarah pada dimensi knowledge dan skill, sedangkan kompetensi perilaku mengarah pada dimensi personal characteristic. Kedua kompetensi ini saling berkaitan satu sama lain. Bila kedua jenis kompetensi ini saling berintegrasi, maka dapat dikembangkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dari supervisor PT Sinar Angkasa Rungkut. Oleh karena itu, dalam bekerja seorang individu harus mempunyai kedua jenis kompetensi tersebut agar dapat melakukan pekerjaan dengan baik sesuai target yang ditentukan perusahaan.

4.6. Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor

Perusahaan PT Sinar Angkasa Rungkut mempunyai target dan pencapaian kompetensi supervisor dalam melakukan setiap kegiatan pada operasional proses produksinya. Target dan pencapaian ini diperlukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kesesuaian dan keberhasilan dari perusahaan disesuaikan dengan kebutuhan kinerja supervisor di lapangan. Target dan pencapaian ini didapatkan dari wawancara dengan senior manager produksi dan dibandingkan dengan data standarisasi dari perusahaan.

Penilaian dalam target ini menggunakan tiga kriteria yaitu:

: >80% = sangat baik : 60-80% = sedang : <60% = sangat buruk Wawancara ini dilakukan sesuai dengan pedoman wawancara yang terdapat pada Lampiran 21 hingga Lampiran 26.

(13)

32 Universitas Kristen Petra 4.6.1. Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Batch Plant

Target dan pencapaian kompetensi supervisor batch plant didapatkan dari wawancara terhadap senior manager produksi. Wawancara yang dilakukan berdasarkan pada pedoman wawancara bagian batch plant yang terdapat pada Lampiran 21. Hasil yang didapatkan dari wawancara adalah seperti yang ditunjukkan pada Tabel 4.2.

(14)

33 Universitas Kristen Petra Tabel 4.2. Tabel Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Batch Plant

Supervisor Batch Plant

Rata-rata nilai tercapai

Mampu * Laporan * Dihitung tiap minggu * Dihitung tiap minggu

memperhitungkan perhitungan * Perbandingan * Perbandingan

kebutuhan batch (batch formula ) komposisi 60% cullet komposisi 60% cullet

keperluan dapur * Sesuai * Total 1000-1200 * Total 1000-1200

P1, P2, P3 standarisasi kg/batch . kg/batch .

perencanaan * Prosedur QWI * Prosedur QWI

produksi 09.02.01. 09.02.01.

* Tingkat keberhasilan * Tingkat keberhasilan

dalam menghitung dalam menghitung

kebutuhan dapur kebutuhan dapur

adalah 100% adalah 85-90%

Mampu * laporan hasil * 40% - 60% cullet * ± 60% cullet

menentukan perhitungan * ± 65% efisiensi * ± 65% efisiensi

komposisi batch * berdasarkan pada produksi produksi

atas dasar standarisasi * Sesuai batas minimum * Sesuai batas minimum

cullet yang perusahaan kandungan komposisi kandungan komposisi

tersedia * berdasarkan pada batch . batch .

persediaan cullet * Ditentukan sesuai * Ditentukan sesuai

stok dan rencana stok dan rencana

produksi tiap minggu produksi.

* Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

dalam menentukan dalam menentukan

komposisi batch komposisi batch

adalah 100% adalah 100%

Mampu melakukan * penilaian langsung * Tingkat keberhasilan * Tingkat keberhasilan

adjustment bila (observasi) melakukan adjustment melakukan adjustment

terjadi adalah 100% adalah 80-95%

penyimpangan

Mampu * penilaian langsung * Tingkat keahlian * Tingkat keahlian

mengoperasikan (observasi) mengoperasikan mengoperasikan

mesin produksi * sesuai keahlian mesin adalah 100% mesin 90%

dan spesifikasi mengoperasikan * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

prosesnya mesin mengikuti prosedur mengikuti prosedur

* sesuai standarisasi adalah 100% adalah 90-95%

perusahaan * Prosedur QWI & QSP. * Prosedur QWI & QSP.

* Maintenance * Maintenance

dilakukan tiap hari dilakukan tiap hari

produksi. produksi.

* Mesin beroperasi * Mesin beroperasi

24 jam (non-stop ) 24 jam (non-stop )

Target Pencapaian saat ini

93,75%

3

91,25% 87,5%

No Keterangan Cara Mengukur

2 1

(15)

34 Universitas Kristen Petra Tabel 4.2. Tabel Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Batch Plant

(Sambungan)

Rata-rata nilai tercapai

Mampu mencetak * laporan hasil * waktu proses dalam * waktu proses dalam

hasil pencampuran pencampuran batch ± 3 menit/batch batch ± 3 menit/batch

bahan baku pada bahan baku * Total waktu 5 menit * Total waktu 5 menit

campuran yang * verbal * Terdapat 10 silo dan * Terdapat 10 silo dan

tersedia dan communication 1 tangki mixing 1300kg 1 tangki mixing 1300kg

kemudian dikirim * sesuai jumlah silo * Dilaporkan per batch * Dilaporkan per batch

ke furnace silo * sesuai kapasitas dikumpul per hari dikumpul per hari

tangki mixing * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

jumlah silo dan jumlah silo dan

kapasitas tangki 100% kapasitas tangki

85-90%

Mampu memeriksa * laporan tertulis * Kadar air batch 1-5% * Kadar air batch 1-5%

kadar air batch * laporan verbal dan glass propeties dan glass propeties

dan glass * sesuai standar * Sesuai standar * Sesuai standar

propeties dan perusahaan perusahaan perusahaan

dapat * Diperiksa laboratorium * Diperiksa laboratorium

memberitahukan * Diperiksa tiap hari * Diperiksa tiap hari

hasil kepada * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

Supervisor kadar air batch dan kadar air batch dan

Furnace glass propeties 100% glass propeties 100%

Mampu membuat * laporan tertulis * Laporan dibuat sesuai * Laporan dibuat sesuai

laporan pemakaian * sesuai standar jumlah stok dan jumlah stok dan

material untuk * practical pemakaian produksi pemakaian produksi

pengendalian stok assessment * Jumlah stok * Jumlah stok

dan laporan disesuaikan persediaan disesuaikan persediaan

pemakaian stok dan rencana stok dan rencana

produksi persediaan persediaan

* Jumlah stok 5-7 hari * Jumlah stok 5-7 hari

kebutuhan. kebutuhan.

* Prosedur QSP & QWI * Prosedur QSP & QWI

* Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

terhadap laporan terhadap laporan

pengendalian stok dan pengendalian stok dan

rencana persediaan rencana persediaan

serta pemakaian serta pemakaian

produksi 100% produksi 100%

Target Pencapaian saat ini

87,5%

100,0% 5

4

No Keterangan Cara Mengukur

100,0%

(16)

35 Universitas Kristen Petra Tabel 4.2. Tabel Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Batch Plant

(Sambungan)

Berdasarkan dari hasil yang didapatkan dari Tabel 4.1., maka dapat disimpulkan bahwa target yang dicapai dari rata-rata kompetensi supervisor batch

plant adalah 92,1 %.

4.6.2. Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Furnace

Hasil wawancara dengan senior manager produksi untuk mendapatkan target dan pencapaian kompetensi supervisor furnace di PT Sinar Angkasa Rungkut menggunakan pedoman wawancara pada Lampiran 22. Hasil dari wawancara ini ditunjukkan pada Tabel 4.3.

Rata-rata nilai tercapai Mampu memelihara * laporan tertulis * Dokumen atau laporan * Dokumen atau laporan

PP, batch dan * observasi dan milik perusahaan milik perusahaan glass propeties questioning ke dipelihara dengan dipelihara dengan dan Laporan orang yang baik. baik.

Pemakaian Material berkepentingan * Waktu pemusnahan * Waktu pemusnahan sebagai catatan sesuai ketentuan yang sesuai ketentuan yang mutu perusahaan ditetapkan perusahaan ditetapkan perusahaan

* Tingkat tanggung * Tingkat tanggung jawab terhadap jawab terhadap pemeliharaan laporan pemeliharaan laporan sebagai catatan mutu sebagai catatan mutu perusahaan 100%. perusahaan 85%.

TOTAL RATA-RATA: 92,1% Target Pencapaian saat ini

Keterangan Cara Mengukur

7 No

(17)

36 Universitas Kristen Petra Tabel 4.3. Tabel Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Furnace

Supervisor furnace

Rata-rata nilai tercapai Mampu * practical * Efisiensi optimum * Efisiensi <1400 kkal

melaksanakan assessment 1400 kkal dari dari penggunaan proses melting * observasi langsung penggunaan energi. energi.

sesuai dengan * sesuai prosedur * Efisiensi gas ↑, energi * Efisiensi gas ↑,energi aturan dan juga kerja yang dibutuhkan ↓. yang dibutuhkan ↓. spesifikasi * Waktu proses yang * Waktu proses yang prosesnya dibutuhkan 40-60 jam. dibutuhkan ± 48 jam.

* Prosedur kerja QWI * Prosedur kerja QWI dan.QSP. dan QSP.

* Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian pelaksanaan proses . pelaksanaan proses melting dengan melting dengan prosedur kerja 100% prosedur kerja 90%. Mampu mengatur * observasi langsung * Kapasitas produksi * Kapasitas produksi / pull out dapur * practical terpasang 130 ton/hari. realisasi ± 100 ton/hari. yang telah assessment * Suhu operasi: 1550- Suhu operasi: 1550-disesuaikan * sesuai rencana 1560ºC. Total pull out 1560ºC. Total pull out dengan mix produk produksi dapur rata-rata ±2700 dapur rata-rata antara atas dasar PP * sesuai kapasitas ton. 2700-2900 ton.

furnace beserta * Pull out furnace untuk * Pull out furnace pull out dapur ribbon 75±5 ton/hari. untuk ribbon 75±5

Speed mesin 850 bpm. ton/hari. Speed mesin Pull out furnace untuk 850 bpm. Pull out tubing 26±3 ton/hari. furnace untuk tubing * Tekanan proses 26±3 ton/hari furnace 0.02±0.01 * Tekanan proses mmWG (setting ). furnace 0.02±0.01 * Dikontrol otomatis. mmWG (setting ) * Tingkat kesesuaian * Dikontrol otomatis. pengaturan pull out * Tingkat kesesuaian dapur 100% pengaturan pull out * Tingkat keberhasilan dapur 100%

men-setting mesin * Tingkat keberhasilan furnace 100% dalam men-setting

mesin furnace 95% Target Pencapaian saat ini Keterangan Cara Mengukur

1 No

2

90,0%

(18)

37 Universitas Kristen Petra Tabel 4.3. Tabel Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Furnace

(Sambungan)

Rata-rata nilai tercapai Mampu * observasi langsung * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

menganalisa hasil * laporan tertulis analisa hasil campuran analisa hasil campuran pencampuran * Sesuai dengan bahan dan laporan bahan dan laporan bahan dan prosedur kerja batch dan glass batch dan glass membuat laporan properties dengan properties dengan

batch dan glass standarisasi standarisasi

propeties dari perusahaan 100%. perusahaan 90%. Supervisor * Hasil dianalisa dan * Hasil dianalisa dan

Preparation dilaporkan harian dilaporkan harian

oleh laboratorium oleh laboratorium * Prosedur kerja QWI * Prosedur kerja QWI dan QSP. dan QSP.

Mampu * laporan tertulis * Tingkat kesesuaian . * Tingkat kesesuaian melaporkan hasil * laporan verbal laporan proses dengan laporan proses proses melting * visual hasil lapangan 100%. dengan hasil lapangan dan juga * observasi lapangan * Tingkat keberhasilan 95-100%.

menentukan * sesuai hasil proses menentukan jalannya * Tingkat keberhasilan apakah proses di lapangan proses melting 100%. menentukan jalannya melting dapat * Laporan dibuat sesuai proses melting 90%. dilanjutkan atau hasil melting di dapur * Laporan dibuat sesuai tidak * Dibuat tiap 2 jam. hasil melting di dapur

* Prosedur QWI & QSP. * Dibuat tiap 2 jam. * Prosedur QWI & QSP Membuat laporan * laporan tertulis * Laporan dibuat * Laporan dibuat harian hasil dari * sesuai hasil di sesuai data dari hasil sesuai data dari hasil data proses melting lapangan proses furnace di proses furnace di

* sesuai prosedur lapangan. lapangan.

kerja * Prosedur QWI & QSP. * Prosedur QWI & QSP. * Laporan dibuat tiap * Laporan dibuat tiap akhir proses. akhir proses. * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian laporan harian dengan laporan harian dengan hasil di lapangan 100% hasil di lapangan 95%

Target Pencapaian saat ini Keterangan Cara Mengukur

3 No 5 4 95,0% 93,75% 90,0%

(19)

38 Universitas Kristen Petra Tabel 4.3. Tabel Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Furnace

(Sambungan)

Berdasarkan dari hasil yang didapatkan dari Tabel 4.3., maka dapat disimpulkan bahwa target yang dicapai dari rata-rata kompetensi supervisor

furnace adalah 91,9 %. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian dan

keberhasilan kinerja supervisor furnace di lapangan dikatakan termasuk kelompok sangat baik dan sudah memenuhi syarat perusahaan.

4.6.3. Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Forming

Hasil wawancara dengan senior manager produksi untuk mendapatkan target dan pencapaian kompetensi supervisor forming di PT Sinar Angkasa Rungkut menggunakan pedoman wawancara pada Lampiran 23. Hasil dari wawancara ini ditunjukkan pada Tabel 4.4.

Rata-rata nilai tercapai

Mampu dan mau * laporan tertulis * Dokumen atau laporan * Dokumen atau laporan

memelihara PP, * observasi dan milik perusahaan milik perusahaan

laporan harian, questioning dipelihara dengan dipelihara dengan

laporan harian kepada orang yang baik. baik.

proses melting berkepentingan * Waktu pemusnahan * Waktu pemusnahan

sebagai catatan sesuai ketentuan yang sesuai ketentuan yang

mutu perusahaan ditetapkan perusahaan ditetapkan perusahaan

* Tingkat tanggung * Tingkat tanggung

jawab terhadap jawab terhadap

pemeliharaan laporan pemeliharaan laporan

sebagai catatan mutu sebagai catatan mutu

perusahaan 100%. perusahaan 85%.

TOTAL RATA-RATA: 91,9%

Keterangan Cara Mengukur Target Pencapaian saat ini

6 No

(20)

39 Universitas Kristen Petra Tabel 4.4. Tabel Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Forming

Supervisor Forming

Rata-rata nilai tercapai

Mampu * pratical assessment * Tingkat keahlian * Tingkat keahlian

menempatkan WO * observasi langsung menempatkan WO menempatkan WO

dan spesifikasi beserta spesifikasi beserta spesifikasi

prosesnya pada prosesnya 100%. prosesnya 85-90%.

line produksi * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

selama pelaksanaan dengan hasil di dengan hasil yang ada

produksi lapangan 100%. di lapangan 90%

Mampu * pratical assessment * Tingkat keahlian * Tingkat keahlian

mensetting mesin * observasi langsung men-setting mesin men-setting mesin

sesuai dengan * berdasarkan 100%. 90-95%.

spesifikasi proses keahlian dan * Tingkat keberhasilan * Tingkat keberhasilan

pengalaman ketika men-setting ketika men-setting

mesin 100%. mesin 90%.

* Mesin disetting sesuai * Mesin disetting

prosedur kerja sesuai prosedur kerja

perusahaan. perusahaan.

* Waktu setting mesin * Waktu setting mesin

1-2 jam. 30-60 menit.

* Pengalaman setting * Pengalaman setting

mesin 3-5 tahun. mesin 3-5 tahun.

* Pada forehearth * Pada forehearth

ditetapkan temperatur ditetapkan temperatur

1200-1050°C. bulb 1200-1050°C. bulb

control 10-50%. Pada control 10-50%. Pada

ribbon , harus ribbon , harus

diperhatikan ø kepala, diperhatikan ø kepala,

øleher, ø mulut, tebal øleher, ø mulut, tebal

puncak, berat bulb, puncak, berat bulb,

serta temperatur dan serta temperatur dan

tekanannya sesuai tekanannya sesuai

standar yang berlaku standar yang berlaku

Mampu mengatur, * Observasi langsung * Tingkat keberhasilan * Tingkat keberhasilan

mengawasi, dan * pratical assessment dalam mengatur, dalam mengatur,

melaksanakan * sesuai prosedur mengawasi, dan mengawasi, dan

proses produksi kerja melaksanakan produksi melaksanakan produksi

sesuai dengan adalah 100%. adalah 80%.

QWI * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

dengan prosedur kerja dengan prosedur kerja

adalah 100%. adalah 90%

Target Pencapaian saat ini

1

3

No Keterangan Cara Mengukur

88,75%

2

91,25%

(21)

40 Universitas Kristen Petra Tabel 4.4. Tabel Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Forming

(Sambungan)

Rata-rata nilai tercapai Mampu membuat * Laporan tertulis * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

laporan tentang * Observasi langsung laporan dengan hasil laporan dengan hasil hasil dari produksi di lapangan produksi 100%. produksi 90-100%. dan informasi lain * Laporan dibuat setiap * Laporan dibuat setiap yang diperlukan, hari kerja. hari kerja.

termasuk Laporan * Laporan dikumpulkan * Laporan dikumpulkan Realisasi Produksi per minggu per minggu.

Mampu mensortir * observasi langsung * Hasil produksi * Hasil produksi hasil produksi yang * inspeksi tiap hasil diinspeksi oleh QC diinspeksi oleh QC baik dan sesuai produksi sesuai dengan standar sesuai dengan standar agar hasil dapat * Secara visual mutu. mutu.

mengetahui hasil * Pratical assessment * Tingkat ketelitian * Tingkat ketelitian yang tidak sesuai dalam mensortir hasil dalam mensortir hasil (kecuali Ribbon ), produksi 100%. produksi 90-100%. sesuai dengan * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

QWI dengan standar mutu dengan standar mutu

dari perusahaan 100%. dari perusahaan 100%. * Hasil sesuai 100%. * Hasil yang tidak * Laporan dibuat oleh sesuai 10-15%. Hasil operator atau sesuai 87,5%. administrasi produksi. * Laporan dibuat oleh

operator atau administrasi produksi. Membuat laporan * Laporan tertulis * Tingkat ketelitian * Tingkat ketelitian hasil produksi * pratical assessment mencocokkan laporan mencocokkan laporan yang tidak sesuai * secara visual dengan hasil sortir dengan hasil sortir

pada Log Book 100%. 100%.

* Tingkat ketelitian * Tingkat ketelitian dalam membuat laporan dalam membuat laporan

100%. 100%.

* Laporan dicek tiap hari * Laporan dicek tiap hari dan dibuat setiap shift dan dibuat setiap shift per hari. per hari.

Mem-packing * Pratical assessment * Tingkat ketelitian * Tingkat ketelitian hasil produksi * Inspeksi oleh QC dalam memeriksa hasil dalam memeriksa hasil yang baik dan hasil * sesuai standar mutu packing produksi 100%. packing produksi 95% produksi diperiksa yang berlaku * Tingkat keahlian dalam * Tingkat keahlian dalam oleh QC sesuai mem-packing hasil . mem-packing hasil dengan QSP-10.02 produksi 100%. produksi 85%.

* Tingkat kerapian dalam *Tingkat kerapian dalam mem-packing hasil mem-packing hasil produksi 100%. produksi 90%.

Target Pencapaian saat ini

6

100,0% No Keterangan Cara Mengukur

4

95,0%

5

94,167%

(22)

41 Universitas Kristen Petra Tabel 4.4. Tabel Pencapaian Target dari Perusahaan Supervisor Forming

(Sambungan)

Rata-rata nilai tercapai

Hasil QC (reject * Laporan tertulis * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

data ) dipakai * sesuai standar dengan standar dengan standar

sebagai standar perolehan produksi perolehan produksi perolehan produksi

perhitungan * Observasi 100%. 95%.

perolehan produksi * Hasil perolehan * Hasil perolehan

produksi yang baik produksi yang baik

100%. ±95%.

* Dilaporkan tiap hari * Dilaporkan tiap hari

oleh QC pada Plant oleh QC pada Plant

Mampu memeriksa * dengan uji atau tes * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

metrology test * Laporan tertulis hasil produksi dengan hasil produksi dengan

(khusus untuk * sesuai standar mutu metrology test 100%. metrology test 95%.

produksi bulb )dan * Metrology test * Metrology test

visual sesuai dilakukan oleh dilakukan oleh

dengan QWI agar laboratorium. laboratorium.

proses produksi * Total gelembung pada * Total gelembung pada

dapat terjaga bulb ±300 gelembung bulb ±300 gelembung

dengan baik per 1100 g. Speed per 1100 g. Speed

machine untuk ribbon machine untuk ribbon

950 bpm. 950 bpm.

* Laporan dibuat QC. * Laporan dibuat QC.

* Laporan dibuat tiap lot * Laporan dibuat tiap lot

sesuai ketentuan sesuai ketentuan

Memelihara PP dan * laporan tertulis * Dokumen atau laporan * Dokumen atau laporan

reject data sebagai * observasi dan milik perusahaan milik perusahaan

catatan mutu questioning pada dipelihara dengan dipelihara dengan

orang yang baik. baik.

berkepentingan * Waktu pemusnahan * Waktu pemusnahan

* sesuai standar dari sesuai ketentuan yang sesuai ketentuan yang

perusahaan ditetapkan perusahaan ditetapkan perusahaan

* Tingkat tanggung * Tingkat tanggung

jawab terhadap jawab terhadap

pemeliharaan laporan pemeliharaan laporan

sebagai catatan mutu sebagai catatan mutu

perusahaan 100%. perusahaan 85%.

Target Pencapaian saat ini

No Keterangan Cara Mengukur

95,0% 9 95,0% 8 10 85,0%

(23)

42 Universitas Kristen Petra Tabel 4.4. Tabel Pencapaian Target dari Perusahaan Supervisor Forming

(Sambungan)

Berdasarkan dari hasil yang didapatkan dari Tabel 4.4., maka dapat diketahui target yang dicapai dari rata-rata kompetensi supervisor forming adalah 92,42 %. Hal ini menunjukkan bahwa persentase yang dihasilkan oleh supervisor

forming sudah mencapai hasil yang sangat baik.

4.6.4.Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Finishing

Hasil wawancara dengan senior manager produksi untuk mendapatkan target dan pencapaian kompetensi supervisor finishing di PT Sinar Angkasa Rungkut menggunakan pedoman wawancara yang ada pada Lampiran 24. Hasil dari wawancara ini ditunjukkan pada Tabel 4.5.

Rata-rata nilai tercapai Mampu men-sortir * inspeksi *Tingkat ketelitian dalam *Tingkat ketelitian dalam

produk yang tidak * laporan tertulis mensortir produk mensortir produk sesuai dengan * observasi tidak sesuai 100%. tidak sesuai 100% memeriksa sebelum * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

packing produk yang disortir produk yang disortir

dengan laporan hasil dengan laporan hasil packing 100% packing 95%

TOTAL RATA-RATA: 92,42% Target Pencapaian saat ini

11

97,5% No Keterangan Cara Mengukur

(24)

43 Universitas Kristen Petra Tabel 4.5. Tabel Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Finishing

Supervisor Finishing

Rata-rata nilai tercapai

Menempatkan WO * pratical assessment * Tingkat keahlian * Tingkat keahlian

dan spesifikasi * observasi langsung menempatkan WO menempatkan W O

proses pada line beserta spesifikasi beserta spesifikasi

produksi selama prosesnya dalam line prosesnya dalam line

melaksanakan produksi 100%. produksi 100%.

proses tersebut * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

dengan hasil di dengan hasil di

lapangan 100%. lapangan 90%.

Membuat BB untuk * laporan tertulis * Tingkat keahlian * Tingkat keahlian

kebutuhan bahan * Sesuai dengan membuat BB untuk membuat BB untuk

proses produksi kebutuhan bahan kebutuhan bahan kebutuhan bahan

sesuai WO yang * sesuai pada WO proses produksi 100%. proses produksi 100%.

diterima dan * Tingkat kesesuaian BB * Tingkat kesesuaian BB

diserahkan ke kebutuhan bahan baku kebutuhan bahan baku

gudang yang dibuat terhadap yang dibuat terhadap

WO yang diterima WO yang diterima

100%. 100%.

Mampu mensetting * pratical assessment * Tingkat keahlian men- * Tingkat keahlian

men-mesin sesuai * observasi langsung setting mesin 100%. setting mesin 90-95%.

dengan spesifikasi * sesuai keahlian dan * Tingkat keberhasilan * Tingkat keberhasilan

proses pengalaman ketika men-setting ketika men-setting

mesin 100%. mesin 90%.

* Mesin disetting * Mesin disetting

sesuai dengan sesuai dengan

prosedur kerja prosedur kerja

perusahaan. perusahaan.

Mampu mengatur, * Observasi langsung * Tingkat keberhasilan * Tingkat keberhasilan

mengawasi, dan * pratical assessment dalam mengatur, dalam mengatur,

melaksanakan * sesuai prosedur mengawasi, dan mengawasi, dan

proses produksi kerja melaksanakan melaksanakan

sesuai dengan produksi adalah 100%. produksi adalah 80%.

QWI * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

dengan prosedur kerja dengan prosedur kerja

adalah 100% adalah 90%

Mencatat hasil * Laporan tertulis * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

produksi dan * Observasi lapangan hasil produksi yang hasil produksi yang

informasi lain yang dicatat pada lembar dicatat pada lembar

diperlukan, WO 100%. WO 90%.

termasuk Laporan * Tingkat ketelitian * Tingkat ketelitian

Realisasi Produksi dalam mencatat dalam mencatat

pada lembar WO informasi lain dari informasi lain dari

hasil produksi hasil produksi

100%. 95-100%.

Target Pencapaian saat ini

No 5 2 1 3 4 Cara Mengukur Keterangan 95,0% 100,0% 91,25% 93,75% 85,0%

(25)

44 Universitas Kristen Petra Tabel 4.5. Tabel Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Finishing

(Sambungan)

Rata-rata nilai tercapai Mensortir hasil * inspeksi * Hasil produksi * Hasil produksi

produksi yang baik * Standar mutu diinspeksi oleh QC. diinspeksi oleh QC. agar dapat perusahaan *Tingkat ketelitian dalam *Tingkat ketelitian dalam mendeteksi barang * observasi mensortir hasil mensortir hasil yang tidak sesuai * Pengujian di produksi 100%. produksi 90-100%. dengan QWI laboratorium * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian dengan standar mutu dengan standar mutu dari perusahaan 100%. dari perusahaan 100%. * Hasil produksi yang * Hasil produksi yang sesuai 100% tidak sesuai 10-15%. * Tingkat keberhasilan Hasil yang sesuai mengetahui hasil yang 87,5%.

tidak sesuai 100%. * Tingkat keberhasilan * Laporan dibuat oleh mengetahui hasil yang operator atau tidak sesuai 90% administrasi produksi. * Laporan dibuat oleh

operator atau administrasi produksi. Membuat laporan * Laporan tertulis * Tingkat ketelitian * Tingkat ketelitian hasil produksi yang * sesuai Log Book mencocokkan laporan mencocokkan laporan tidak sesuai pada dengan hasil sortir dengan hasil sortir

Log Book 100%. 100%.

* Tingkat ketelitian * Tingkat ketelitian dalam membuat dalam membuat laporan 100%. laporan 100%. * Laporan dicek tiap hari * Laporan dicek tiap hari dibuat setiap shift per dibuat setiap shift per hari. hari.

* Laporan dibuat sesuai * Laporan dibuat sesuai prosedur yang berlaku prosedur yang berlaku Mem-packing * Pratical assessment * Tingkat ketelitian * Tingkat ketelitian hasil produksi * Inspeksi oleh QC dalam memeriksa hasil dalam memeriksa hasil yang baik dan hasil * standar mutu packing produksi 100% packing produksi 95% produksi diperiksa * Tingkat keahlian dalam * Tingkat keahlian dalam oleh QC sesuai mem-packing hasil mem-packing hasil dengan QSP-10.02 produksi 100%. produksi 85%.

* Tingkat kerapian * Tingkat kerapian dalam mem-packing dalam mem-packing hasil produksi 100% hasil produksi 90% * Prosedur QWI & QSP Prosedur QWI & QSP

Target Pencapaian saat ini

7

100,0% 6

8 90,0%

No Keterangan Cara Mengukur

(26)

45 Universitas Kristen Petra Tabel 4.5. Tabel Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Finishing

(Sambungan)

Berdasarkan dari hasil yang didapatkan dari Tabel 4.5., maka dapat disimpulkan bahwa target yang dicapai dari rata-rata kompetensi supervisor

finishing adalah 92,8 %. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian dan

keberhasilan kinerja supervisor finishing di lapangan dikatakan termasuk kelompok sangat baik

4.6.5. Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Warehouse

Hasil wawancara dengan senior manager produksi untuk mendapatkan target dan pencapaian kompetensi supervisor warehouse di PT Sinar Angkasa Rungkut menggunakan pedoman wawancara yang ada pada Lampiran 25. Hasil dari wawancara ini ditunjukkan pada Tabel 4.6.

Rata-rata nilai tercapai

Membuat Laporan * laporan tertulis * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

Hasil Harian dan * standar perolehan dengan standar dengan standar

hasil reject data produksi perolehan produksi perolehan produksi .

yang dapat dipakai * sesuai prosedur 100%. 95 %.

sebagai . * Hasil perolehan * Hasil perolehan

perhitungan produksi yang baik produksi yang baik

perolehan produksi 100%. ±95%.

* Hasil QC yang ada * Hasil QC dilaporkan

dilaporkan harian harian

Memelihara PP dan * laporan tertulis * Dokumen atau laporan * Dokumen atau laporan

Daily Report * observasi dan milik perusahaan milik perusahaan

sebagai catatan questioning pada dipelihara dengan dipelihara dengan

mutu orang yang baik. baik.

berkepentingan * Waktu pemusnahan * Waktu pemusnahan

* sesuai standar dari sesuai ketentuan yang sesuai ketentuan yang

perusahaan ditetapkan perusahaan ditetapkan perusahaan

* Tingkat tanggung * Tingkat tanggung

jawab terhadap jawab terhadap

pemeliharaan laporan pemeliharaan laporan

sebagai catatan mutu sebagai catatan mutu

perusahaan 100%. perusahaan 85%.

TOTAL RATA-RATA: 92,8%

Target Pencapaian saat ini

No Keterangan Cara Mengukur

9

95,0%

10

(27)

46 Universitas Kristen Petra Tabel 4.6. Tabel Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Warehouse

Supervisor Warehouse

A. Bagian Perencanaan Produksi

Rata-rata nilai tercapai Membuat laporan * laporan tertulis Tingkat kesesuaian Tingkat kesesuaian

Stock bahan baku * sesuai prosedur laporan stock bahan laporan stock bahan dan laporan Stock kerja baku dan laporan stock baku dan laporan stock

Kemasan kemasan mingguan yang kemasan mingguan

Mingguan dan dibuat dengan laporan yang dibuat dengan diserahkan pada yang diterima bagian laporan yang diterima bagian PPIC dan PPIC dan Plant 100%. bagian PPIC dan Plant

Plant 90%.

Membuat status * written * Dokumen atau laporan * Dokumen atau laporan Stock sebagai communication milik perusahaan milik perusahaan catatan mutu dan * sesuai prosedur dipelihara dengan dipelihara dengan memeliharanya yang berlaku di baik. baik.

perusahaan * Waktu pemusnahan * Waktu pemusnahan * observasi dan sesuai ketentuan yang sesuai ketentuan yang questioning pada ditetapkan perusahaan ditetapkan perusahaan orang yang * Tingkat tanggung * Tingkat tanggung berkepentingan jawab terhadap jawab terhadap

pemeliharaan laporan pemeliharaan laporan sebagai catatan mutu sebagai catatan mutu perusahaan 100%. perusahaan 85%. Menginformasikan * verbal * Tingkat kesesuaian *Tingkat kesesuaian persediaan bahan communication informasi yang informasi yang baku dan atau * Observasi langsung diberikan pada PPIC diberikan pada PPIC kemasan pada PPIC * sesuai prosedur terhadap persediaan terhadap persediaan untuk pembuatan * laporan tertulis bahan baku atau bahan baku atau

SP kemasan yang ada kemasan yang ada

dalam gudang 100%. dalam gudang 100%. * Tingkat keahlian * Tingkat keahlian membuat SP membuat SP berdasarkan informasi berdasarkan informasi persediaanbahan baku persediaanbahan baku atau kemasan yang ada atau kemasan yang ada dalam gudang 100%. dalam gudang 100%.

Target Pencapaian saat ini

90% 85,0% 100% Cara Mengukur Keterangan No 1 3 2

(28)

47 Universitas Kristen Petra Tabel 4.6. Tabel Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Warehouse

(Sambungan)

B. Bagian Pengendalian Proses

Rata-rata nilai tercapai

Menerima barang * observasi langsung * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

jadi berdasarkan * sesuai prosedur barang jadi yang barang jadi yang

BPP, sesuai dengan * pratical assessment diterima dengan BPP diterima dengan BPP

QWI-09.02.51 dan 100%. 100%.

mencatat * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

pemasukan barang barang jadi yang barang jadi yang

jadi pada kartu stok diterima dengan jumlah diterima dengan jumlah

yang tersedia dalam yang tersedia dalam

kartu stok 100%. kartu stok 100%.

Mampu menyimpan * observasi langsung * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

barang jadi sesuai * sesuai prosedur menyimpan barang jadi menyimpan barang jadi

dengan QWI-09.02. * sesuai instruksi yang ada dalam gudang yang ada dalam gudang

52 serta instruksi atasan kerja terhadap instruksi kerja terhadap instruksi kerja

atasan kerja *Pratical Assessment dari atasan 100%. dari atasan 100%.

* Tingkat kecakapan * Tingkat kecakapan

dalam menjaga barang dalam menjaga barang

jadi yang terdapat jadi yang terdapat

dalam gudang 100% dalam gudang 90-100%

Memelihara lembar * observasi * Dokumen atau laporan * Dokumen atau laporan

BPP biru dan kartu * dokumentasi milik perusahaan milik perusahaan

stok sebagai * Pratical Assessment dipelihara dengan dipelihara dengan

catatan mutu baik. baik.

* Waktu pemusnahan * Waktu pemusnahan

sesuai ketentuan yang sesuai ketentuan yang

ditetapkan perusahaan ditetapkan perusahaan

* Tingkat tanggung * Tingkat tanggung

jawab terhadap jawab terhadap

pemeliharaan laporan pemeliharaan laporan

sebagai catatan mutu sebagai catatan mutu

perusahaan 100%. perusahaan 100%.

Menginformasikan * observasi langsung * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

barang jadi yang * pengujian informasi barang yang informasi barang

rusak kepada QC * laporan tertulis rusak kepada QC 100% yang rusak kepada

untuk diterbitkan * laporan verbal QC 100%

NCR

Target Pencapaian saat ini

100,0% 2 3 100% 97,5% 1

No Keterangan Cara Mengukur

(29)

48 Universitas Kristen Petra Tabel 4.6. Tabel Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Warehouse

(Sambungan)

Rata-rata nilai tercapai

Mampu meng * Observasi * Tingkat ketelitian * Tingkat ketelitian

koreksi sesuai * Visual dalam mengkoreksi dalam mengkoreksi

ketetapan NCR jika * Written kesalahan sesuai kesalahan sesuai

ada kesalahan Communication ketetapan NCR 100%. ketetapan NCR 100%.

* Sesuai ketetapan * Tingkat keahlian dan * Tingkat keahlian dan

NCR pengetahuan yang pengetahuan yang

dimiliki untuk meng dimiliki untuk meng

koreksi kesalahan bila koreksi kesalahan bila

terdapat masalah terdapat masalah

dalam gudang 100% dalam gudang 100%

Menerima BB dan * Observasi * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

mau mengirimkan * pengecekan kiriman pengiriman barang ke pengiriman barang ke

bahan ke produksi * sesuai prosedur produksi terhadap BB produksi terhadap BB

sesuai dengan BB * sesuai kapasitas yang diterima oleh yang diterima oleh

produksi gudang 100% gudang 100%

C. Bagian Pengendalian Produk Tidak Sesuai

Target atau Standar Target atau standar

dari Perusahaan yang tercapai saat ini rata

Mampu melaksana *practical assessment * Tingkat keberhasilan * Tingkat keberhasilan

kan sesuai *sesuai ketetapan dalam melaksanakan dalam melaksanakan

keputusan tertulis dan prosedur yang pekerjaan sesuai NCR pekerjaan sesuai

yang terdapat berlaku 100%. NCR 90%.

dalam NCR * laporan tertulis * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

* Questioning pekerjaan dengan pekerjaan dengan

terhadap orang yang ketetapan prosedur ketetapan prosedur

melaksanakan yang berlaku 100%. yang berlaku 95%.

pekerjaan tersebut * Tingkat ketelitian * Tingkat ketelitian

* Pengecekan dalam mengecek dalam mengecek

kesesuaian barang yang tidak barang yang tidak

pelaksanaan kerja sesuai 100%. sesuai 100%.

terhadap keputusan tertulis tersebut

Membuat dan * laporan tertulis * Dokumen atau laporan * Dokumen atau laporan

menyerahkan * observasi dan dicek milik perusahaan milik perusahaan

Laporan * sesuai prosedur dipelihara dengan dipelihara dengan

Pemusnahan * Sesuai ketetapan baik. baik.

Produk ke Plant * Waktu pemusnahan * Waktu pemusnahan

sesuai ketentuan yang sesuai ketentuan yang

ditetapkan perusahaan ditetapkan perusahaan

* Tingkat tanggung * Tingkat tanggung

jawab terhadap jawab terhadap

pemeliharaan laporan pemeliharaan laporan

sebagai catatan mutu sebagai catatan mutu

perusahaan 100%. perusahaan 85%.

TOTAL RATA-RATA: 95,68%

Target Pencapaian saat ini

No Keterangan

95,0% 100%

85,0%

No Keterangan Cara Mengukur

1

2

Cara Mengukur

6 100%

(30)

49 Universitas Kristen Petra Berdasarkan dari hasil yang didapatkan dari Tabel 4.6., maka dapat disimpulkan bahwa target yang dicapai dari rata-rata kompetensi supervisor

warehouse adalah 95,68 %. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian dan

keberhasilan kinerja supervisor warehouse di lapangan dikatakan termasuk kelompok sangat baik

4.6.6. Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Quality Control

Hasil wawancara dengan senior manager produksi untuk mendapatkan target dan pencapaian kompetensi supervisor quality control di PT Sinar Angkasa Rungkut menggunakan pedoman wawancara pada Lampiran 26. Hasil dari wawancara ini ditunjukkan pada Tabel 4.7.

(31)

50 Universitas Kristen Petra Tabel 4.7. Tabel Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Quality Control

Supervisor Quality Control

A. Pengendalian Alat Inspeksi, Ukur, dan Pengujian

Rata-rata nilai tercapai

Mengawasi tanggal * visual *Tingkat ketelitian dalam *Tingkat ketelitian dalam

kalibrasi dan label * Observasi langsung mengawasi tanggal mengawasi tanggal

penandaan seluruh * sesuai standar mutu kalibrasi dan label kalibrasi dan label

alat ukur dan tes * sesuai waktu penandaan alat ukur penandaan alat ukur

kalibrasi dan dan test 100%. dan test 100%.

pelabelan *Alat ukur dan tes harus *Alat ukur dan tes harus

* uji kesesuaian dikalibrasi bila terjadi dikalibrasi bila terjadi

terhadap alat ukur perbedaan ukuran. perbedaan ukuran.

dan tes * Kalibrasi ulang * Kalibrasi ulang

dilakukan sesuai dilakukan sesuai

ketetapan (6 bln/thn) ketetapan (6 bln/thn)

Mengkaji ulang * Observasi langsung * Tingkat ketelitian * Tingkat ketelitian

tanggal dan tempat * visual dalam mengkaji ulang dalam mengkaji ulang

kalibrasi alat ukur tanggal dan tempat tanggal dan tempat

dan tes yang akan kalibrasi alat ukur dan kalibrasi alat ukur dan

dikalibrasi test yang akan test yang akan

dikalibrasi 100%. dikalibrasi 100%.

* dilakukan oleh * dilakukan oleh

lembaga lembaga

Mampu * Observasi langsung * Tingkat ketepatan me * Tingkat ketepatan me

menentukan alat * visual nentukan alat ukur dan nentukan alat ukur dan

ukur dan tes yang * uji kesesuaian tes yang tidak perlu tes yang tidak perlu

tidak perlu di * Sesuai prosedur dikalibrasi ulang 100%. dikalibrasi ulang 100%.

kalibrasi ulang dan * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

memindahkan alat tempat pemindahan tempat pemindahan

ukur agar dapat di alat ukur agar dapat di alat ukur agar dapat di

pakai user lain pakai user lain 100%. pakai user lain 100%.

Mempunyai ke * visual * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

wenangan dalam * Observasi langsung interval kalibrasi yang interval kalibrasi yang

merubah interval * sesuai ketentuan diubah terhadap diubah terhadap

kalibrasi alat ukur * sesuai waktu standar kalibrasi standar kalibrasi

dan tes yang tidak kalibrasi dan sebelum tanggal sebelum tanggal

sesuai dengan pelabelan kadaluarsanya 100%. kadaluarsanya 95%.

standar kalibrasi * uji kesesuaian

sebelum tanggal terhadap alat ukur

kadaluarsa, menjadi dan tes setengah dari

ketetapan sebelum nya

Target Pencapaian saat ini

Cara Mengukur No 2 4 1 Keterangan 100% 100% 95% 100% 3

(32)

51 Universitas Kristen Petra Tabel 4.7. Tabel Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Quality Control

(Sambungan)

Rata-rata nilai tercapai Jika diketahui pada * visual * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

hasil 2 (dua) kali * Observasi langsung interval kalibrasi yang interval kalibrasi yang berturut-turut * sesuai ketentuan telah dikalibrasi ulang telah dikalibrasi ulang kalibrasi ulang * uji kesesuaian beserta penetapan beserta penetapan ternyata masih terhadap alat ukur interval kalibrasi interval kalibrasi dalam standar dan tes selanjutnya 100%. selanjutnya 95-100%. deviasi pemakaian, * sesuai waktu

maka interval kalibrasi selanjut nya ditetapkan dua kali dari interval kalibrasi sebelum nya

Menerbitkan MPR * visual * Tingkat keberhasilan * Tingkat keberhasilan dan SP pada Plant * Observasi langsung dalam menerbitkan dalam menerbitkan bila diperlukan * sesuai ketentuan MPR dan SP pada MPR dan SP pada kalibrasi eksternal * pengujian plant bila diperlukan plant bila diperlukan

* laporan tertulis kalibrasi eksternal kalibrasi eksternal

100%. 85-90%.

Mampu meng * visual * Tingkat keahlian * Tingkat keahlian analisa hasil dari * Observasi langsung menganalisa hasil menganalisa hasil kalibrasi tiap alat * sesuai ketentuan kalibrasi dari tiap alat kalibrasi dari tiap alat ukur dan tes * pengujian ukur dan tes 100%. ukur dan tes 95%.

* laporan tertulis * Tingkat ketelitian * Tingkat ketelitian menganalisa hasil menganalisa hasil kalibrasi tiap alat ukur kalibrasi tiap alat ukur dan tes 100%. dan tes 90%.

Target Pencapaian saat ini

6 7 5 Keterangan 87,5% 92,5% 97,5% Cara Mengukur No

(33)

52 Universitas Kristen Petra Tabel 4.7. Tabel Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Quality Control

(Sambungan)

Rata-rata nilai tercapai Menempelkan label * Observasi langsung * Tingkat keberhasilan * Tingkat keberhasilan

tanggal kalibrasi * laporan tertulis dalam mengikuti dalam mengikuti ulang yang baru * Sesuai prosedur prosedur untuk prosedur untuk pada alat yang * Sesuai standarisasi menandai sesuai menandai sesuai sudah selesai * pratical Assessment tanggal kalibrasi yang tanggal kalibrasi yang kalibrasi ulang dan baru pada alat yang baru pada alat yang memperbaharui sudah dikalibrasi sudah dikalibrasi Daftar Alat ukur ulang serta memper ulang serta memper serta menyerahkan baharui Daftar Alat baharui Daftar Alat kembali alat ukur ukur yang akan di ukur yang akan di pada User bagi serahkan bersama serahkan bersama alat-alat ukur yang dengan alat ukur yang dengan alat ukur yang dinyatakan layak sudah diinspeksi 100% sudah diinspeksi 95% pakai untuk

inspeksi

Bagi alat ukur yang * Observasi langsung * Tingkat kelayakan * Tingkat kelayakan tidak layak pakai * pengujian alat ukur yang dipakai alat ukur yang dipakai untuk inspeksi, * Sesuai ketentuan untuk inspeksi 100%. untuk inspeksi 90%. diberi tanda kuning

apabila digunakan sebagai indikator dan merah apabila dinyatakan rusak

Mengupayakan * Observasi langsung * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian pengganti alat * pratical Assessment dalam pengujian alat dalam pengujian alat inspeksi, ukur, dan * pengujian ukur dan inspeksi 100% ukur dan inspeksi 100% pengujian yang * Tingkat penggantian * Tingkat penggantian diberi tanda kuning alat inspeksi, ukur, dan alat inspeksi, ukur, dan atau merah uji yang sudah diberi uji yang sudah diberi

tanda 100%. tanda 85-95%. Memelihara semua * Observasi langsung * Dokumen atau laporan * Dokumen atau laporan catatan mutu yaitu * Questioning pada milik perusahaan milik perusahaan Daftar Alat Ukur, orang yang ber dipelihara dengan dipelihara dengan Sertifikat Hasil tanggung jawab baik. baik.

Kalibrasi, dan MPR terhadap pemelihara * Waktu pemusnahan * Waktu pemusnahan sebagai arsip QC an catatan mutu sesuai ketentuan yang sesuai ketentuan yang

* Sesuai prosedur ditetapkan perusahaan ditetapkan perusahaan * Tingkat tanggung * Tingkat tanggung jawab terhadap jawab terhadap pemeliharaan laporan pemeliharaan laporan sebagai catatan mutu sebagai catatan mutu perusahaan 100%. perusahaan 85%. 9 Cara Mengukur 90,0% 10 11 95% 85% No Keterangan 8 95%

(34)

53 Universitas Kristen Petra Tabel 4.7. Tabel Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Quality Control

(Sambungan)

B. Pengendalian Produk Tidak Sesuai

Rata-rata nilai tercapai

Menerbitkan NCR * written * Tingkat kelengkapan * Tingkat kelengkapan

dengan jelas dan communication isi dari NCR yang di isi dari NCR yang di

lengkap meng * sesuai prosedur terbitkan untuk meng- terbitkan untuk

meng-indikasikan ketidak * observasi langsung indikasikan ketidak indikasikan ketidak

sesuaian dari sesuaian produk jadi sesuaian produk jadi

produk jadi yang yang berada di gudang yang berada di gudang

berada di Gudang adalah 100% adalah 90%

atau untuk material disertai lampiran LPM

Mencatat NCR * written * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

pada NCR communication laporan NCR terhadap laporan NCR terhadap

Registration Book * pengecekan visual hasil yang dicatat pada hasil yang dicatat pada

* Sesuai prosedur NCR Registration NCR Registration

* Observasi langsung Book 100%. Book 90%.

Memelihara NCR * Observasi langsung * Dokumen atau laporan * Dokumen atau laporan

Registration Book * Questioning pada milik perusahaan milik perusahaan

sebagai catatan orang yang ber dipelihara dengan dipelihara dengan

mutu tanggung jawab baik. baik.

terhadap pemelihara * Waktu pemusnahan * Waktu pemusnahan

an catatan mutu sesuai ketentuan yang sesuai ketentuan yang

* Sesuai prosedur ditetapkan perusahaan ditetapkan perusahaan

* Tingkat tanggung * Tingkat tanggung

jawab terhadap jawab terhadap

pemeliharaan laporan pemeliharaan laporan

sebagai catatan mutu sebagai catatan mutu

perusahaan 100%. perusahaan 85%.

Melaksanakan ke * written * Tingkat keberhasilan * Tingkat keberhasilan

putusan yang ter communication dalam melaksanakan dalam melaksanakan

tulis pada NCR * Observasi langsung keputusan tertulis keputusan tertulis

khusus untuk * Sesuai prosedur pada NCR khusus pada NCR khusus

material * practical material 100%. material 85-90%.

assessment * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

* pengecekan visual melaksanakan melaksanakan

keputusan sesuai keputusan sesuai

dengan prosedur 100%. dengan prosedur 90%. Pencapaian saat ini

1 90% 90% 85% 3 2

No Keterangan Cara Mengukur Target

88,75% 4

(35)

54 Universitas Kristen Petra Tabel 4.7. Tabel Target dan Pencapaian Kompetensi Supervisor Quality Control

(Sambungan)

Rata-rata nilai tercapai

Memelihara NCR * Observasi langsung * Dokumen atau laporan * Dokumen atau laporan

sebagai catatan * Questioning pada milik perusahaan milik perusahaan

mutu orang yang ber dipelihara dengan dipelihara dengan

tanggung jawab baik. baik.

terhadap pemelihara * Waktu pemusnahan * Waktu pemusnahan

an catatan mutu sesuai ketentuan yang sesuai ketentuan yang

* Sesuai prosedur ditetapkan perusahaan ditetapkan perusahaan

* Tingkat tanggung * Tingkat tanggung

jawab terhadap jawab terhadap

pemeliharaan laporan pemeliharaan laporan

sebagai catatan mutu sebagai catatan mutu

perusahaan 100%. perusahaan 85%.

Setiap sebulan * Observasi langsung * Tingkat keberhasilan * Tingkat keberhasilan

sekali melakukan * practical verifikasi produk verifikasi produk

verifikasi terhadap assessment tubing tidak sesuai tubing tidak sesuai

produk-produk * visual 100%. 90%.

tubing yang tidak * sesuai jadwal * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

sesuai dan hasil kalibrasi sensor verifikasi terhadap verifikasi terhadap

pemisahan oleh hasil dari sensor 100% hasil dari sensor 100%

sensor di setiap tubing line

Mencatat hasil * written * Tingkat kesesuaian * Tingkat kesesuaian

verifikasi pada communication laporan yang dibuat laporan yang dibuat

form LU-13.01.04 * sesuai prosedur berdasarkan dengan berdasarkan dengan

hasil verifikasi 100% hasil verifikasi 90%

Menganalisa * written * Tingkat keberhasilan * Tingkat keberhasilan

laporan pemeriksa communication setting ulang bagi setting ulang bagi

an produk tubing * Observasi langsung produk tubing yang produk tubing yang

yang tidak sesuai * Sesuai prosedur tidak sesuai 100%. tidak sesuai 95-100%.

dan menginformasi * Practical

kan kepada Assessment

Production meng gunakan MPR bagi sensor-sensor yang memerlukan setting ulang (pengaturan ulang)

Target Pencapaian saat ini

7 8 95% 6 97,5% 90% 85% 5

Gambar

Gambar 4.1. Struktur Organisasi dari Departemen Produksi Sumber: PT Sinar Angkasa Rungkut Glass Industry (2009)
Gambar 4.2. Struktur Organisasi Departemen Quality Control Sumber: PT Sinar Angkasa Rungkut Glass Industry (2009)
Gambar 4.3. Model Kompetensi Secara Umum
Tabel 4.1. Tabel Model Kompetensi Supervisor PT Sinar Angkasa Rungkut
+2

Referensi

Dokumen terkait

Dengan pertimbangan bahwa alat-alat ukur tersebut setiap hari digunakan untuk melakukan pengecekan, serta selang waktu yang cukup lama kurang lebih dua tahun tidak dilakukan proses

Jaminan mutu juga merupakan serangkaian mata rantai panjang yang harus dikelola dengan baik karena mutu barang jadi ditentukan tidak hanya oleh proses produksi tetapi juga

Kita juga tak akan tahu, tak akan dengar nama Soe Hok Gie dan Wahib, kalau mereka tidak menulis catatan harian, yang

Selain itu, value relevance digunakan untuk mengkaji apakah laporan keuangan yang dihasilkan oleh perusahaan menghasilkan informasi akuntansi berkualitas tinggi yang

Melalui Tabel 4.11 dapat diketahui bahwa usulan yang dapat diimplementasikan saat ini adalah membuat jadwal pengecekan suhu mesin pelebur plastik, membuat catatan

Permasalahan yang terjadi berkaitan dengan asuransi ini antara lain adalah perusahaan asuransi mengingkari tanggung jawabnya karena laporan kerusakan tidak dilaporkan dengan

Pengalaman positif yang dirasakan oleh konsumen dalam mengonsumsi produk/jasa dapat membawa dampak baik bagi perusahaan karena secara tidak langsung akan membantu proses

Teori sinyal merupakan teori yang menjelaskan bagaimana seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada para pengguna laporan keuangan, informasi mengenai apa saja