• Tidak ada hasil yang ditemukan

EKSPLORASI PENYEBAB MASALAH WILFRIDUS KABOSU

N/A
N/A
Juliana Aek

Academic year: 2024

Membagikan " EKSPLORASI PENYEBAB MASALAH WILFRIDUS KABOSU"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

:

: SMPTN 1 MALAKA BARAT BEIANOK LK 1.2 EKSPLORASI PENYEBAB MASALAH

No.

1. •

1.

a.

1.

b.

c. Kurangnya sumber belajar

d. 2.

Sumber:

Link:

3.

2.

4.

a.

b.

Sumber:

Link:

1.

2.

3.

Siswa jarang membaca, guru sering ceramah, kurangnya sumber belajar, dan minat siswa rendah pada mata pelajaran IPA.

Guru perlu siap dan kreatif dalam merancang kegiatan belajar yang menarik sesuai dengan materi yang diajarkan.

Siswa kurang fokus karena terbagi perhatian oleh hal lain yang mereka anggap lebih menarik, seperti kegiatan pribadi.

Siswa kurang tertarik, metode pengajaran tidak sesuai gaya belajar, dan sumber daya pembelajaran kurang memadai.

Penjelasan guru kurang jelas, kurangnya klarifikasi dan pengulangan materi, serta gangguan dalam lingkungan pembelajaran.

Metode pengajaran yang tidak sesuai dengan gaya belajar siswa

Tidak memadainya sumber daya pembelajaran

Nurma'ardi, H. D., Oktaviani, A. M., &

Rokmanah, S. (2022). Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning terhadap Pemahaman Konsep IPA Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pelita Calistung, 3(02), 45-54.

https://www.educativo.marospub.com/index.p hp/journal/article/view/31/74

Sumber Wawancara Kepala Sekolah JULIANA AEK

Waktu : 04 Januari 2023

Kurangnya keterlibatan dan minat siswa pada materi

https://jipp.unram.ac.id/index.php/jipp/article /view/317/237

Menurut Nurma'ardi, dkk. (2022), faktor yang menjadi penyebab kurang maksimalnya pemahaman siswa yaitu:

Faktor kesiapan dan kreatifitas guru dalam mendesain kegiatan pembelajaran yang menarik sesuai dengan materi yang diajarkannya

Konsentrasi siswa yang belum terfokus secara maksimalkarena disebabkan olehperhatian siswa yang terbagi dengan hal lain yang dianggapnyalebih menarik, seperti siswa asik sendiri dengan kegiatan pribadinya.

Rendahnya pemahaman konsep siswa

Sumber Kajian Literatur Dari hasil kajian literatur dan wawancara setelah dilakukan analisis Penerapan model pembelajaran yang kurang efektif disebabkan:

Menurut Susanti, dkk (2021), Rendahnya pemahaman konsep siswa disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya :

Kurangnya kebiasaan siswa dalam membaca

Guru dalam mengajar masih dominan menggunakan metode ceramah

Kurangnya minat siswa pada muatan pelajaran IPA

Susanti, N. K. E., Asrin, A., & Khair, B. N.

(2021). Analisis Tingkat Pemahaman Konsep IPA Siswa Kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 6(4), 686-690.

NAMA WILFRIDUS KABOSU, S.Pd

ASAL SEKOLAH Masalah Yang

Telah Diidentifikasi

Hasil Eksplorasi Penyebab Masalah Analisis Eksplorasi Penyebab Masalah

(2)

1.

2.

3. Gangguan dalam lingkungan pembelajaran

1.

2.

3.

Survei Lingkungan/Hasil Pengamatan : 1.

2.

3. Rendahnya motivasi belajar siswa 4.

5.

2. •

1.

a.

1.

b.

c.

Sumber: 2.

3.

Link:

2.

a.

b.

Pembelajaran di kelas masih belum berbasis HOTS

Dari hasil kajian literatur dan wawancara setelah dilakukan analisis pembelajaran dikelas masi belum berbasis HOTS disebabkan:

Belum ada pembekalan tentang konsep berpikir kritis, tingkat pendidikan dan masa kelulusan serta belum memiliki sertifikat pendidik.

faktor internal dan eksternal meliputi rendahnya kapasitas intelektual, labilnya emosi serta lingkungan sekolah dan masyarakat

Pengetahuan dan pemahaman guru berbasis HOTS masih sangat rendah

https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/pada ringan/article/view/3422/2623

Menurut Suriani, F. dkk, (2022), ada 2 faktor antara lain:

Faktor internal, yakni hal-hal atau keadaan- keadaan yang muncul dari dalam diri sendiri antara lain:

Rendahnya kapasitas intelektual, Labilnya emosi, perilaku serta terganggunya alat-alat indera serta organ gerak

Faktor Eksternal, yakni hal-hal atau keadaan yang datang dari luar diri sendiri, seperti Lingkungan sekolah dan Masyarakat.

Sumber Kajian Literatur

Menurut Agusta, dkk. (2021), Faktor penyebab diantaranya:

Belum ada pembekalan tentang konsep berpikir kritis

Tingkat pendidikan dan masa kelulusan yang sudah sangat lama

Tidak mengikuti pendidikan profesi guru dan belum memiliki sertifikat pendidik Agusta, A. R., & Sa’dijah, C. (2021).

Kesiapan guru melaksanakan pembelajaran berbasis HOTS ditinjau dari pengetahuan dan kemampuan mengemas perangkat pembelajaran. PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi), 3(2), 402- 424.

Kurangnya keterlibatan orang tua dalam pembelajaran

Tidak memadainya dukungan sosial dan kolaboratif

Ketidakmampuan siswa untuk mengaitkan konsep dengan pengalaman nyata

Kurangnya praktikum atau demonstrasi yang mendalam

Ketidakseimbangan beban tugas dan waktu pembelajaran

Kurangnya penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran

Ketidakjelasan atau kurangnya penjelasan guru

Sumber Wawancara Pengawas MATIAS TONAS, S.Pd Waktu : 04 Januari 2023

Rendahnya kualitas bahan ajar atau buku pelajaran

Sumber Wawancara Teman Sejawat SERFINA ABUK, S.Pd

Waktu : 04 Januari 2023

Kurangnya klarifikasi dan pengulangan materi

(3)

Sumber:

Link:

1. Guru belum mendalami konsep HOTS 2.

3. Belum adanya pelatihan guru

1.

2. Belum adanya pelatihan guru tentang HOTS 3. Fokus pada Penghafalan dan Pemahaman

Konseptual Semata

1.

2.

3. Materi pembelajaran yang tidak menantang pikiran siswa

1.

2.

3. Kurangnya penerapan pembelajaran berbasis pengalaman

4. Kurangnya dukungan untuk pengembangan keterampilan kreatif

3. •

1.

a. Pemilihan buku ajar 1.

b. Miskonsepsi

c. Pembelajaran yang tidak kontekstual d. Kemampuan membaca peserta didik Sumber:

2.

Link:

Kemampuan membaca siswa sangat rendah, Penggunaan buku dan bahan ajar yang belum tepat, lingkungan dan iklim belajar yang kurang kondusif, Pembelajaran yang tidak kontekstual,

Rendahnya Literasi sains

Pemilihan buku ajar, Pembelajaran yang tidak kontekstual, Kemampuan membaca peserta didik, miskonsepsi IPA oleh peserta didik, guru tidak menguasai literasi sains, sarana prasarana sekolah yang kurang memadai Terbatasnya penggunaan proyek atau

penugasan berbasis proyek

Sumber Kajian Literatur Dari hasil kajian literatur dan wawancara setelah dilakukan analisis kemampuan literasi sains peserta didik rendah disebabkan:

Menurut Fuadi, dkk, (2020), Faktor yang menyebabkan rendahnya literasi sain antara lain:

Fuadi, H., Robbia, A. Z., Jamaluddin, J., &

Jufri, A. W. (2020). Analisis faktor penyebab rendahnya kemampuan literasi sains peserta didik. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 5(2), 108-116

http://www.jipp.unram.ac.id/index.php/jipp/art icle/view/122/110

MATIAS TONAS, S.Pd Waktu : 04 Januari 2023

Terbatasnya penggunaan soal-soal atau tugas kognitif tinggi

Kurangnya integrasi aktivitas diskusi mendalam di Kelas

Survei Lingkungan/Hasil Pengamatan : Evaluasi yang tidak mendorong analisis dan pemikiran kritis

Sumber Wawancara Teman Sejawat SERFINA ABUK, S.Pd

Waktu : 04 Januari 2023

Pengetahuan guru tentang HOTS masih rendah

Sumber Wawancara Pengawas

Suriani, F., Nisa, K., & Jiwandono, I. S.

(2022). Analisis Kesulitan Guru Dalam Mengembangkan RPP Berbasis HOTS di Kelas Rendah. Journal of Classroom Action Research, 4(2), 101-104.

https://www.jppipa.unram.ac.id/index.php/jcar /article/view/1699/1211

Sumber Wawancara Kepala Sekolah JULIANA AEK

Waktu : 04 Januari 2023

Guru kurang memahami cara merumuskan indikator pencapaian yang baik

(4)

2. 3.

a Miskonsepsi IPA oleh peserta didik b Guru tidak menguasai literasi sains c

Sumber:

Link:

1. Kemampuan membaca siswa sangat rendah 2.

3.

1. Pembelajaran yang tidak kontekstual 2. Miskonsepsi siswa pada pembelajaran IPA 3. Minat siswa terhadap sains rendah

1.

2.

3. Fasilitas pendidikan yang masih minim

1. Minat siswa terhadap sains rendah 2.

4. • Sumber Kajian Literatur 1.

a Motif/motivasi

b Kebiasaan belajar 1

c Penguasaan komponen kebahasaan d Penguasaan komponen isi

e Sikap mental

f Interaksi antara guru dan siswa g Metode pembelajaran

h Media pembelajaran

Miskonsepsi siswa pada pembelajaran IPA, Minat siswa terhadap sains rendah, Kurangnya kuantitas akses terhadap sumber belajar dan informasi tentang sains, Kurangnya tingkat kepercayaan dan ketertarikan siswa terhadap sains, Fasilitas pendidikan yang masih minim, Sarana dan prasarana yang kurang memadai.

Kurangnya kuantitas akses terhadap sumber belajar dan informasi tentang sains

Keterampilan berbicara siswa rendah

(LITERASI)

Kurangnya tingkat kepercayaan dan ketertarikan siswa terhadap sains

Survei Lingkungan

Sarana dan prasarana yang kurang memadai

Dari hasil kajian literatur dan wawancara setelah dilakukan analisis terhadap siswa kurang mampu dalam praktik berbicara disebabkan:

Menurut Dewantara, I. Putu Mas. (2012), faktor penyebab kesulitan belajar keterampilan berbicara siswa antara lain:

Motivasi, kebiasaan belajar, penguasaan bahasa dan isi, sikap mental, hubungan guru dan siswa, metode dan media pembelajaran, serta interaksi antar siswa adalah elemen- elemen penting dalam proses belajar

Waktu : 04 Januari 2023

Sumber Wawancara Pengawas MATIAS TONAS, S.Pd Waktu : 04 Januari 2023 Waktu : 04 Januari 2023

Penggunaan buku dan bahan ajar yang belum tepat

Lingkungan dan iklim belajar yang kurang kondusif

Sumber Wawancara Teman Sejawat SERFINA ABUK, S.Pd

Sarana prasarana sekolah yang kurang memadai

Yusmar, F., & Fadilah, R. E. (2023). Analisis Rendahnya Literasi Sains Peserta Didik Indonesia: Hasil PISA dan Faktor Penyebab.

LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA, 13(1), 11-19.

https://jurnallensa.web.id/index.php/lensa/artic le/view/283/119

Sumber Wawancara Kepala Sekolah JULIANA AEK

Menurut Yusmar, dkk. (2023), Faktor yang menyebabkan rendahnya literasi sain antara lain:

(5)

Sumber: 2 Faktor Internal

Link:

2.

1 Faktor Internal a

3 Faktor Eksternal b

c

d

2 Faktor Eksternal a

b c Sumber:

Link:

Sumber Wawancara Kepala Sekolah JULIANA AEK

1. Minimnya kesempatan berbicara di kelas 2. Ketidakpercayaan diri siswa

3. Rendahnya motivasi untuk berbicara 4.

Sumber Wawancara Teman Sejawat SERFINA ABUK, S.Pd

1. Keterbatasan kosa kata 2.

3.

Sebagian siswa masih belajar membaca atau belum mahir berbahasa. Ada yang pendiam atau introvert, sulit berbicara, dan merasa tidak nyaman jadi pusat perhatian. Kadang, siswa merasa takut atau kurang percaya diri menjawab pertanyaan, khawatir jawaban mereka salah atau tidak diterima. Beberapa siswa juga kurang tertarik dalam pembelajaran, bisa membuat

mereka malas untuk

memperhatikan penjelasan guru.

Waktu : 04 Januari 2023

Lingkungan pembelajaran yang tidak mendukung

Waktu : 04 Januari 2023

Kurangnya pengembangan keterampilan mendengarkan

Tidak adanya pengembangan keterampilan presentasi

Kurangnya minat siswa dalam pembelajaran.

Pola asuh yang diterapkan orang tua dalam mendidik anak

Latar belakang pendidikan dan sosial ekonomi orang tua

Metode yang digunakan guru dalam mengajar

https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/art icle/view/10215/4389

Kuntarto, Eko, and Hera Apriliana Putri Aritonang. "ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT KEMAMPUAN BERBICARA SISWA KELAS RENDAH DI SEKOLAH DASAR." Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 8.2 (2023): 3865-3877.

Dewantara, I. Putu Mas. "Identifikasi faktor penyebab kesulitan belajar keterampilan berbicara siswa kelas VIIE SMPN 5 Negara

dan strategi guru untuk

mengatasinya." Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Bahasa Indonesia 1.2 (2012).

https://ejournal-

pasca.undiksha.ac.id/index.php/jurnal_bahasa/

article/view/355

Menurut Kuntarto, Eko, and Hera Apriliana Putri Aritonang. (2023), faktor penyebab kesulitan belajar keterampilan berbicara siswa antara lain:

Belum mahir membaca atau siswa masih ada yang belum memiliki keterampilan bahasa

Karakter siswa yang pendiam atau introvert sehingga siswa kurang mampu mengeluarkan pendapatnya.

Siswa merasa takut dan merasa tidak percaya diri untuk menjawab pertanyaan yang diberikan.

Cara orang tua mendidik anak, latar belakang pendidikan serta situasi ekonomi dan metode mengajar guru

(6)

1. Kurangnya latihan dialog atau diskusi 2.

3.

Survei Lingkungan:

1. Tidak adanya umpan balik konstruktif 2. Rendahnya penguasaan aturan tata bahasa 3.

5. •

1.

1.

Sumber: 2.

Link: 3.

4.

2. 5.

Sumber:

Link:

1.

2.

Menurut Kusumawati, E. (2023), Keefektifan pembelajaran dapat dilihat dari beberapa aspek antara lain komunikasi yang efektif, pengorganisasian yang baik, sikap positif terhadap siswa, pemberian nilai yang adil, fleksibilitas dalam pendekatan pembelajaran dan hasil belajar siswa yang baik serta semangat terhadap materi pembelajaran.

Guru harus membangun komunikasi yang efektif, pengorganisasian yang baik dan sikap positif terhadap siswa

JULIANA AEK

Waktu : 20 November 2023

Guru hanya menggunakan satu model pembelajaran. Contohnya metode ceramah Guru kurang mengembangkan berbagai model pembelajaran sesuai tuntutan zaman https://jiip.stkipyapisdompu.ac.id/jiip/index.ph p/JIIP/article/view/1578/1457

Indrawati, E. S., & Nurpatri, Y. (2022).

Problematika pembelajaran ipa terpadu (kendala guru dalam pengajaran ipa terpadu). Educativo: Jurnal Pendidikan, 1(1), 226-234.

https://www.educativo.marospub.com/index.p hp/journal/article/view/31/74

Sumber Wawancara Kepala Sekolah

Pembelajaran di dalam kelas masih monoton

Menurut Indrawati, E. S., & Nurpatri, Y.

(2022), kurangnya pemahaman guru terhadap pelaksanaan kurikulum, latar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan tuntutan pembelajaran IPA terpadu serta fasilitas yang tidak memadai.

Ketidaksesuaian Model dengan Materi

Model pembelajaran tidak sesuai dengan karakteristik Kurangnya keterlibatan dalam aktivitas

berbicara Penerapkan

model pembelajaran yang kurang efektif

Sumber Kajian Literatur Dari hasil kajian literatur dan wawancara setelah dilakukan analisis Penerapan model pembelajaran yang kurang efektif disebabkan:

Kurangnya pemahaman guru terhadap kurikulum, serta latar belakang pendidik yang tidak sesuai tuntutan pembelajaran Kusumawati, E. (2023). Efektivitas Kerja

Guru. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(3), 1487-1492.

Sumber Wawancara Pengawas MATIAS TONAS, S.Pd Waktu : 04 Januari 2023

Siswa yang kurang termotivasi mungkin tidak aktif mencari kesempatan untuk berbicara dan meningkatkan kemampuan mereka

Siswa yang jarang terlibat dalam kegiatan sosial atau ekstrakurikuler

(7)

1.

2.

3.

1.

2.

Survei Lingkungan

1. Ketidaksesuaian Model dengan Materi 2.

6. •

1.

1. Tidak adanya akses

2. Tidak adanya sarana TIK 1.

3. Pembelajaran tidak mengintegrasikan TIK 4.

2.

5.

Sumber: 3.

4.

Link: 5.

2.

a. Faktor Internal

b. Faktor Eksternal

Rendahnya kesadaran tentang potensi dan manfaat teknologi Tidak ada evaluasi atau umpan balik terhadap penggunaan teknologi

Model pembelajaran tidak sesuai dengan karakteristik materi

Sarana dan fasilitas sumber belajar kurang memadai

Pembelajaran yang monoton dan berpusat pada guru

Ketersedian alat dan bahan pembelajaran masih terbatas

Kemampuan guru dalam mengolah bahan ajar masih kurang sehingga perlu mengikuti pelatihan

Tidak adanya kemauan guru untuk memanfaatkan TIK

Lestari, S. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan TIK oleh guru.

Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan, 3(2), 121-134.

Menurut Siahaan, S. (2014), ada 2 faktor utama yang memengaruhi guru memanfaatkan TIK dalam kegiatan pembelajaran antara lain:

Ada tidaknya dukungan kebijakan dari dinas pendidikan setempat dan kepala sekolah untuk pemanfaatan TIK di dalam kegiatan pembelajaran, pengadaan perangkat TIK di sekolah, apresiasi terhadap guru yang berinisiatif memanfaatkan TIK di dalam kegiatan pembelajaran, dan pelatihan di bidang TIK untuk pembelajar

https://jurnalkwangsan.kemdikbud.go.id/index .php/jurnalkwangsan/article/view/29

Persepsi dan sikapnya terhadap TIK, pengetahuan dan keterampilan guru memanfaatkan TIK, dan kepemilikan perangkat TIK.

Dari hasil kajian literatur dan wawancara setelah dilakukan analisis Kurangnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran disebabkan:

Menurut Lestari, S. (2015), faktor penyebab kurangmya pemanfaatan TIK dalam pembelajaran anatara lain:

Guru kurang memahami TIK dan tidak ada kemauan untuk belajar

Ketersedian sarana TIK, sumber listrik dan akses internet masih terbatas

Faktor internal dan eksternal yang berasal dari diri sendiri serta lingkunganya

Guru tidak memiliki pengetahuan tentang TIK

Waktu : 20 November 2023

Kurangnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran

Sumber Kajian Literatur

Tidak adanya perencanaan yang baik dapat mengakibatkan pelaksanaan pembelajaran yang kurang terstruktur dan tidak efektif Waktu : 20 November 2023

Sumber Wawancara Pengawas MATIAS TONAS, S.Pd

Sumber Wawancara Teman Sejawat SERFINA ABUK, S.Pd

(8)

Sumber:

Link:

1.

2.

3.

1.

2.

3. Rendahnya Motivasi Siswa untuk Belajar dengan Teknologi

1.

2. Minimnya pengetahuan guru tentang TIK 3.

1. Sarana dan prasarana TIK masih terbatas 2. Pengetahuan guru tentang TIK terbatas 3.

4.

Catatan :

- Pada siklus 1 (satu) mengambil masalah : Rendahnya Motivasi Belajar Siswa.

Tidak ada evaluasi atau umpan balik terhadap penggunaan teknologi

Rendahnya kesadaran tentang potensi dan manfaat teknologi

Kurangnya akses terhadap sumber daya pembelajaran digital

Sumber Wawancara Pengawas MATIAS TONAS, S.Pd Waktu : 20 November 2023

Ketersedian sarana TIK, sumber listrik dan akses internet masih terbatas

Survei Lingkungan

Ketidakjelasan Tujuan Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran

Sumber Wawancara Teman Sejawat SERFINA ABUK, S.Pd

Waktu : 20 November 2023

Pengetahuan guru tentang TIK masih sangat minim

Sarana prasarana TIK di sekolah masih terbatas

https://jurnalteknodik.kemdikbud.go.id/index.

php/jurnalteknodik/article/view/133/132 Sumber Wawancara Kepala Sekolah

JULIANA AEK

Waktu : 20 November 2023

Kurangnya Akses terhadap Perangkat Teknologi

Tidak Memadainya Keterampilan Digital Siswa

Siahaan, S. (2014). Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi (Tik) Untuk Pembelajaran: Sebuah Kajian. Jurnal Teknodik, 273-283.

Referensi

Dokumen terkait

Guru jangan terpaku membaca hanya pada buku, tetapi melalui media yang lain 2 Dalam belajar, siswa sering kurang focus terhadap materi yang sedang diterangkan oleh guru.. Anggraeni et

LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah

Penentuan penyebab masalah adalah: proses memilah dan menentukan penyebab yang paling dominan atas timbulnya kesenjangan pencapaian tujuan pembelajaran oleh siswa.. Jika penyebab ini

Maka dapat di ambil kesimpulan bahwa Penyebab Siswa kurang memahami bacaan dan belum lancar membaca serta guru belum menggunakan metode yang tepat adalah siswa belum lancar membaca jadi

Hasil wawan Cara Dengan Teman Sejahwat Dede Sutiawan, S.Pd Penyebab kemampuan pemahaman dalam membaca anak masih rendah Bisa karena mereka belum bisa membaca, sehingga sulit bagi anak

Berikut adalah beberapa penyebab motivasi siswa rendah yang perlu dipahami: 1.Guru Tidak Memberikan Motivasi Kepada Siswa Penyebab motivasi belajar rendah yang pertama adalah karena

Adanya keterbatasan sumber belajar bagi Keterbatasan kompetensi peserta didik untuk memahami materi pelajaran Berdasarkan studi literatur , akar penyebab masalahnya yaitu: Pendidik

Masalah Yang diidentifikasi Hasil eksplorasi penyebab masalah Analisis eksplorasi penyebab masalah 1 Pedagogik, literasi, dan numerasi Kemampuan literasi dalam pelajaran