PENDAHULUAN
Indentifikasi Masalah
Batasan Masalah
Keterampilan mengajar seorang guru adalah keterampilan bertanya, keterampilan memotivasi, keterampilan pendahuluan dan penutup, keterampilan pengelolaan kelas, memimpin diskusi kelompok kecil, dan keterampilan menjelaskan. Hasil belajar merupakan keterampilan yang diperoleh siswa setelah proses pembelajaran dan dapat menimbulkan perubahan tingkah laku baik dalam pengetahuan, pemahaman, hubungan maupun kemampuan siswa yang belajar di sekolah lebih baik dari sebelumnya.
Rumusan Masalah
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Jaringan Kuesioner Keterampilan Mengajar Guru Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa IV. kelas di SD Negeri 02 Ogan Lima, Lampung Utara. H0 : Tidak terdapat hubungan antara keterampilan mengajar guru dengan hasil belajar IPA kelas IV SD Negeri 02 Ogan Lima Kec. Abung Barat Kab. H1: Terdapat hubungan antara keterampilan mengajar guru dengan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 02 Ogan Lima Kec. Abung Barat Kab.
Peneliti menghitung nilai koefisien korelasi antara Keterampilan Mengajar Guru dengan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA di SD Negeri 02 Ogan Lima Kecamatan Abung Barat. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara Keterampilan Mengajar Guru dengan hasil belajar pada mata pelajaran IPA di SD Negeri 02 Ogan Lima Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keterampilan mengajar guru dengan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 02 Ogan Lima Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara.
Artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Keterampilan Mengajar Guru dengan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA di SD Negeri 02 Ogan Lima Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara Tahun Pelajaran 2020/2021. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Keterampilan Mengajar Guru mempunyai hubungan yang signifikan terhadap hasil belajar pada mata pelajaran IPA di SD Negeri 02 Ogan Lima Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara tahun ajaran 2020/2021.
Penelitian Relevan
LANDASAN TEORI
- Pengertian Keterampilan Mengajar Guru
- Macam-macam Keterampilan Mengajar Guru
- Hasil Belajar
- Pengertian Belajar
- Ciri-ciri Belajar
- Pengertian Hasil Belajar
- Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
- Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
- Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
- Tujuan Pembelajaran IPA di SD/MI
- Ruang Lingkup Pembelajaran IPA di SD/MI
- Indikator Pembelajaran IPA di SD/MI
- Materi
- Karakter Siswa SD
Berdasarkan keterampilan di atas dapat disimpulkan bahwa jika soal-soal guru disajikan dengan teknik yang baik maka dapat memotivasi atau mendorong siswa untuk belajar lebih giat dan aktif sehingga meningkatkan hasil belajar yang dicapai. Kemampuan dalam menawarkan variasi atau memadukan suatu kegiatan pembelajaran tetap terjaga melalui penyajian kegiatan pembelajaran karena adanya kebosanan 8 Monoton dapat menyebabkan menurunnya perhatian, motivasi, minat dan hasil belajar siswa di kelas, guru dan sekolah. Misalnya, pendidik berbicara kepada kelompok siswa yang mengajukan serangkaian pertanyaan, atau guru berbicara langsung kepada siswa, atau pendidik menciptakan kondisi yang baik bagi siswa untuk berdebat dan mendiskusikan pencapaian.
9 Wina Sanjaya, “Hubungan keterampilan mengajar guru dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran agama Islam di SD Impres Bontomanai Kec. Pengelolaan kelas atau pengondisian kelas adalah kemampuan guru dalam membentuk dan memelihara situasi belajar secara utuh kemudian mengembalikannya jika ditemui kendala dalam kegiatan belajar mengajar, atau bisa dikatakan belajar mengajar kegiatan belajar, asalkan mengatur dan memelihara situasi yang optimal untuk kegiatan belajar, mengatur, mengelola dan mengendalikan fasilitas belajar dalam lingkungan yang nyaman bagi siswa untuk mencapai tujuan belajar yang baik. Secara umum, hasil belajar adalah kecerdasan atau keterampilan yang diperoleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar adalah semakin tinggi kapasitas belajar siswa dan kualitas pengajaran di sekolah, maka semakin tinggi pula kualitas siswa tersebut. ' sedang belajar.
13 Arsyi Mirdanda, Motivasi Berprestasi dan Disiplin Siswa Serta Kaitannya Dengan Hasil Belajar (Kalimantan Barat: Yudha English Gallery, 2018)h. Masa sekolah dasar sering juga disebut masa intelektual atau masa keharmonisan sekolah.Masa sekolah dasar dibedakan menjadi 2 yaitu masa kelas bawah (6-10) tahun dan masa kelas atas (9-10 tahun). 13). Karakteristik siswa sekolah dasar yang mengharuskan guru atau orang dewasa untuk melakukan suatu tugas atau mata pelajaran tertentu dan menunjukkan minat terhadap mata pelajaran tertentu, mendorong peneliti untuk dapat mengkaji lebih jauh hubungan keterampilan mengajar yang dapat digunakan guru dengan hasil belajar siswa.
METODOLOGI PENELITIAN
- Rancangan Penelitian
- Variabel dan Definisi Oprasional Variabel
- Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel
- Teknik Pengumpulan Data
- Instrumen Penelitia
- Teknik Analisis Data
Variabel yang akan dioperasionalkan adalah keterampilan mengajar guru sebagai variabel bebas (variabel X), dan hasil belajar siswa sebagai variabel terikat (variabel Y). Subyek penelitian ini adalah responden yang akan dijadikan objek penyelidikan hubungan keterampilan mengajar guru dengan hasil belajar IPA siswa kelas IV. Hal ini dikarenakan siswa kelas IV merupakan siswa yang menunjukkan kemampuan mengajar dan hasil belajar gurunya sedang. Hal ini sejalan dengan anjuran pihak sekolah untuk melakukan pemeriksaan terhadap siswa kelas IV.
1,h dengan taraf signifikan 1% atau 5% untuk mengetahui adakah hubungan antara keterampilan mengajar guru dengan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 02 Ogan Lima Kec. Abung Barat Kab. Tenaga pengajar di SDN 02 Ogan Lima, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara merupakan lulusan perguruan tinggi. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan linier yang signifikan antara variabel Keterampilan Mengajar Guru (X) dengan variabel Hasil Belajar (Y).
Karena nilai F hitung lebih kecil dari nilai F tabel maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan linier yang signifikan antara variabel Keterampilan Mengajar Guru (X) dengan variabel Hasil Belajar (Y). Perhitungan koefisien korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara keterampilan mengajar Guru dengan hasil belajar pada mata pelajaran IPA. Dari tabel diatas terlihat bahwa dari hasil perhitungan korelasi Keterampilan Mengajar Guru dengan hasil belajar pada mata pelajaran IPA SD Negeri 02 Ogan Lima Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,550 (rhit = 0,550) yang diperoleh untuk menguji hipotesis skor r dikonsultasikan dengan r tab Product Moment.
Angka tersebut berarti variabel keterampilan mengajar guru (X) berpengaruh terhadap variabel hasil belajar (Y) sebesar 30,3%. Dari hasil analisis korelasi product moment menunjukkan bahwa keterampilan mengajar guru mempunyai hubungan yang sangat kuat dan positif dengan hasil belajar IPA di SD Negeri 02 Ogan Lima Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara Tahun Pelajaran 2020/2021. 0,602, rhitung > rtabel (0,602 > 0,396) hasil tersebut menunjukkan bahwa keterampilan mengajar guru mempunyai hubungan yang signifikan terhadap hasil belajar IPA di SD Negeri 02 Ogan Lima Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara Tahun Pelajaran 2020/Tahun Pelajaran 2021. Dari Hasil penelitian ini besarnya koefisien korelasi antara keterampilan mengajar guru dengan hasil belajar mata pelajaran IPA di SD Negeri 02 Ogan Lima Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara tahun pelajaran 2020/2021 adalah 0,550. menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang cukup rendah, positif dan signifikan antara keterampilan mengajar guru dengan hasil belajar siswa.
Dari hasil penelitian ini korelasi Keterampilan Mengajar Guru dengan hasil belajar pada mata pelajaran IPA di SD Negeri 02 Ogan Lima Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara tahun pelajaran 2020/2021 adalah cukup, hal ini disebabkan karena Keterampilan mengajar guru khususnya keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan bertanya dan keterampilan pengelolaan kelas merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi dan mendorong atau meningkatkan hasil belajar siswa. Jadi seorang guru harus menguasai komponen keterampilan mengajar agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, penulis dapat menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang memadai antara keterampilan mengajar guru dengan hasil belajar pada mata pelajaran IPA di SD Negeri 02 Ogan Lima Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara untuk siswa. tahun ajaran 2020/2021 nilai korelasinya sebesar 0,550, nilai hitung = 0,550 > rtabel = 0,423 dan nilai korelasi 0,550 terdapat pada angka 0,400 sampai dengan 0,600 yang mempunyai tingkat korelasi yang cukup rendah. Kuadratnya adalah 0,303.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Lokasi Penelitian
SD Negeri 02 Ogan Lima berdiri pada tahun 2015 dengan SK pendirian nomor 420/61-SK/II-LU/02/2015. SD Negeri 02 Ogan Lima terletak di Jalan Lintas Sumatra, Desa Ogan Lima, Kecamatan Abung Barat, Lampung Utara. Dilihat dari letak geografisnya, SDN 02 Ogan Lima terletak di kawasan yang strategis karena berada di tengah-tengah perkampungan. Siswa yang terdaftar di SDN 02 Ogan Lima Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara berasal dari wilayah sekitar sekolah, baik dari desa setempat maupun desa tetangga yang sudah berada di kecamatan yang berbeda.
Tenaga pengajar di SDN 02 Ogan Lima Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara berjumlah 9 orang guru termasuk kepala sekolah yang terdiri dari 6 orang guru kelas. Dengan mengacu pada kriteria maka instrumen tes termasuk dalam kategori reliabel sehingga digunakan dalam penelitian.Perhitungan lengkap reliabilitas Kuesioner Keterampilan Mengajar Guru terlampir pada lampiran. Uji normalitas ini dihitung dengan SPSS 23.0 dengan hasil disajikan dalam bentuk tabel di bawah ini.
Kabupaten Lampung Utara menggunakan analisis data SPSS 23.0, rumus perhitungannya menggunakan rumus koefisien korelasi Product Moment Pearson. Arti penting dari hasil analisis korelasi adalah semakin tinggi keterampilan mengajar guru maka prestasi belajar atau hasil belajar pun semakin baik. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa semakin tinggi keterampilan mengajar yang dimiliki guru akan memberikan kaitan yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar.
Keterampilan mengajar pada dasarnya merupakan salah satu wujud kemampuan seorang guru sebagai seorang profesional. Keterampilan mengajar guru tidak boleh monoton, tetapi selalu memberikan suasana yang berbeda agar siswa tidak bosan mengikuti kegiatan pembelajaran. Keterampilan mengajar adalah kemampuan atau keterampilan seorang guru dalam pelaksanaan dan penyelesaian tugas mengajar serta bimbingan untuk mencapai pendidikan. sasaran. Selain itu, jika guru menguasai komponen-komponen keterampilan mengajar, maka dapat tercipta suasana belajar yang menyenangkan jika komponen-komponen tersebut diterapkan dalam pembelajaran.
Peneliti berharap kepada peneliti lain dapat mengikuti dan mengembangkan hasil penelitian yang telah dicapai, sehingga ilmu dan pengetahuan dapat tumbuh dan berkembang, demikian saran yang dapat penulis berikan.
Deskripsi dan Hasil Penelitian
Pembahasan
PENUTUP
Saran
Kepala sekolah diharapkan mampu memfasilitasi sarana dan prasarana sehingga proses pelayanan kepada siswa menjadi lebih efisien.