• Tidak ada hasil yang ditemukan

LK 1.1 Identifikasi Masalah - Enung Karwati

N/A
N/A
Eko Sulistyoko

Academic year: 2024

Membagikan "LK 1.1 Identifikasi Masalah - Enung Karwati"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Nama Guru : Enung Karwati, ST

Asal Institusi : SMAN 2 Subang (Universitas Negeri Malang )

Masalah pembelajaran adalah : Kesenjangan antara tujuan yang direncanakan dengan realisasi pencapaian oleh siswa. Tujuan pembelajaran terbagi pada dua hal yaitu capaian kompetensi (KD/TP) dan proses pencapaian kompetensi (proses belajar). Pada terminologi ABCD (Audience, Behavior, Condition and Degree), maka B dan D merupakan representasi capaian kompetensi, sedangkan C adalah proses pencapaiannya.

Identifikasi masalah adalah : proses menemukan kesenjangan yang terjadi pada siswa sebagaiamana definisi masalah pembelajaran.

Eksplorasi penyebab masalah adalah : Mengidentifikasi semua kemungkinan penyebab terjadinya kesenjangan pencapaian tujuan pembelajaran oleh siswa. Penyebab tersebut dapat bersumber dari metode yang diterapkan oleh guru, sarana prasarana pembelajaran, lingkungan belajar, sikap dan perilaku guru, lingkungan sosial dan keluarga, dan diri siswa yang bersangkutan.

Penentuan penyebab masalah adalah : proses memilah dan menentukan penyebab yang paling dominan atas timbulnya kesenjangan pencapaian tujuan pembelajaran oleh siswa. Jika penyebab ini diatasi, maka harapannya penyebab lain yang tereksplorasi akan selesai dengan sendirinya.

No Jenis permasalahan Masalah yang

diidentifikasi Analisis identifikasi masalah 1 Pedagogik, literasi, dan

numerasi

Pedagogik :

1. Kegiatan pembelajaran tidak sesuai dengan rancangan yang tertuang dalam RPP.

2. Media pembelajaran yang masih kurang bervariasi.

Pedagogik :

 Terjadi karena Copy Paste, tanpa Memperhatikan unsur- unsur yang terdapat dalam RPP dan karakteristik siswa di sekolah.

 Guru belum siap dalam memulai pembelajaran

 Media pembelajaran masih menggunakan power point/pdf/word

 Media pembelajaran masih menggunakan pdf

 Guru belum sempat membuat media pembelajaran yang baru

Literasi :

Sulitnya melaksanakan pembiasaan literasi siswa ketika belajar di rumah

Literasi :

 Sekolah kurang menyisihkan waktu secara berkala untuk pembiasaan membaca sebagai bagian dari penumbuhan budi pekerti siswa.

(2)

diidentifikasi

 Orang tua siswa kurang pengawal pembiasaan literasi anak (siswa) di rumah

Numerasi :

Tidak semua siswa memiliki minat di bidang numerasi

Numerasi:

 Sangat susah untuk

menerapkan konsep numerasi dalam kehidupan sehari-hari karena pada dasarnya tidak semua murid memiliki bakat dan minat pada penerapan numerasi

 Kurangnya siswa mendapat latihan soal berkenaan dengan numerasi untuk

menumbuhkan minat

 Kurangnya guru memberikan latihan soal berkenaan dengan numerasi untuk

menumbuhkan minat siswa 2

Kesulitan belajar siswa termasuk siswa

berkebutuhan khusus dan masalah pembelajaran (berdiferensiasi) di kelas berdasarkan pengalaman mahasiswa saat menjadi guru.

Pembelajaran

berdiferensiasi: Guru (Sekolah) belum bisa memfasilitasi kebutuhan semua murid.

Pembelajaran berdiferensiasi:

 Guru kurang memahami konsep pembelajaran berdiferensiasi, sehingga kurang bisa memanfaatkan sumber daya yang sudah ada.

 Kurangnya pelatihan bagi guru berkenaan dengan pembelajaran berdiferensiasi.

 Guru masih lebih

memaksakan kehendaknya sendiri.

3

Membangun

relasi/hubungan dengan siswa dan orang tua siswa.

1. Relasi/ hubungan sekolah dengan siswa kurang intens dan efektif

 Orang tua siswa sudah fokus bekerja terkadang perhatian/

komunikasi ke anak (siswa) kurang

 Guru (Sekolah) belum bisa jadi circle siswa

 Wali Kelas, BK, maupun Guru tidak semua menjadi tempat yang nyaman untuk siswa berdiskusi.

2. Relasi/ hubungan

sekolah dengan orang tua siswa kurang intens dan efektif

 Kurangnya kegiatan bersama sekolah dengan orang tua.

 Wali kelas kurang responsif ketika orang tua yang bertanya.

 Kurangnya Wali Kelas mengawali komunikasi dengan orang tua siswa.

(3)

4

pemahaman/pemanfaatan model-model

pembelajaran inovatif berdasarkan karakteristik materi dan siswa.

1. Kurang maksimalnya implementasi model pembelajaran inovatif di kelas

 Guru kurang memahami konsep pembelajaran inovatif

 Siswa kurang mendapat kesempatan pembelajaran inovatif

 Siswa kurang bisa berperan aktif saat implementasi pembelajaran inovatif 2. Kurangnya kolaborasi

peserta didik dan guru dalam pembelajaran

 Siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran inovatif

 Guru masih lebih

memaksakan kehendaknya sendiri

 Siswa kurang diberi

kesempatan belajar kelompok 3. Kurangnya pembelajaran

yang mengintegrasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT)

 Tidak semua guru mengerti fungsi dari teknologi informasi. Rata-rata guru hanya berusaha punya, namun untuk mengoperasikannya masih banyak yang kesulitan

 Siswa belum semua memiliki paket internet dan perangkat laptop yang memadai.

4. Belum semua guru menjalankan pembelajaran berorientasi pada

keterampilan belajar dan mengembangkan

Keterampilan Abad 21

 Kurangnya semangat belajar Guru maupun Siswa terhadap ICT. - Guru kurang

memahami keterampilan abad 21.

 Belum semua guru memasukkan unsur keterampilan abad 21 ke dalam RPP.

 Guru yang sudah memasukkan unsur keterampilan abad 21 ke dalam RPP, belum semua bisa menjalankan RPP dengan maksimal.

5. Kurang berkembangnya kemampuan literasi siswa

 Kurangnya sarana pendukung literasi siswa.

 Guru kurang menjadi figur literasi bagi siswa.

 Guru kurang memahami konsep kemampuan literasi (literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, dan budaya dan kewargaan.

(4)

diidentifikasi

 Belum semua guru

memasukkan konsep literasi ke dalam RPP.

6. Kurangnya konsep Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

 Guru kurang memahami konsep Penguatan Pendidikan Karakter (religiusitas,

nasionalisme, integritas (kejujuran), kemandiian, dan gotong royong).

 Belum semua guru

memasukkan konsep PPK ke dalam RPP.

 Kurangnya sosialisasi konsep PPK kepada Guru

5

Materi terkait Literasi numerasi, Advanced material, miskonsepsi, HOTS.

1. Tingkat literasi numerasi siswa masih sangat rendah

 Daya tahan baca siswa kurang kuat.

 Guru kurang memahami cara meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa.

 Sekolah kurang memiliki sumber belajar literasi numerasi.

2. Kurangnya

pembelajaran yang berorientasi HOTS

 Guru kurang memahami konsep pembelajaran berorientasi HOTS.

 Guru kurang mengikuti pelatihan berkenaan dengan pembelajaran HOTS.

 Siswa kurang memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi.

 Perangkat pembelajaran belum berorientasi dengan HOTS

6 Kesulitan siswa dan guru dalam mengelola waktu, karena terbentur dengan materi dan tugas-tugas P5

1. Kurangnya pemahaman materi tentang P5

2. Kurangnya waaktu dan sumber daya

 Guru perlu memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa tentang tujuan, prinsip, dan komponen kegiatan P5.

 Guru perlu merancang kegiatan P5 yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa.

 Dengan dukungan pihak sekolah, guru perlu

menyediakan sumber daya yang dibutuhkan siswa untuk melaksanakan kegiatan P5.

(5)

3. Motivasi siswa yang rendah

4. Dukungan dari orang tua/wali yang kurang maksimal

5. Infrastruktur sekolah yang kurang memadai

 Bekerja sama dan menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua guna mendukung pelaksanaan kegiatan P5.

 Sekolah perlu menyediakan infrastruktur yang memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan P5.

 Guru perlu menjelaskan tujuan dan manfaat kegiatan P5 kepada siswa agar mereka termotivasi untuk

berpartisipasi

 orang tua dapat membantu siswa dengan menyediakan sumber daya yang dibutuhkan, seperti buku, alat, dan bahan.

Selain itu, orang tua juga dapat memberikan motivasi dan dukungan kepada siswa agar mereka tetap semangat dalam melaksanakan Proyek P5.

 perlu ada kerja sama yang baik antara guru, siswa, orang tua, dan pihak sekolah

7

pemanfaatan

teknologi/inovasi dalam pembelajaran.

1. Teknologi kurang dimaksimalkan dalam pembuatan media pembelajaran

 Guru dan siswa kurang familiar dengan penggunaan LMS.

 Guru kurang memberikan tampilan yang menarik di LMS.

2. Optimalisasi penggunaan LMS Sekolah sebagai salah satu sarana pendidikan kurang 3. Masih ada baik siswa

maupun guru yang terkendala internet.

 Guru jarang menggunakan LMS sebagai sarana komunikasi dengan siswa (penyampaian materi, evaluasi, dan diskusi).

Catatan : Identifikasi masalah pembelajaran yang tercantum di atas bersifat umum dan dapat berbeda-beda dalam setiap konteks kelas. Disarankan untuk mengadakan diskusi lanjutan dengan rekan guru dan mempertimbangkan pengalaman pribadi serta kebutuhan spesifik di lingkungan pembelajaran Anda.

(6)

Referensi

Dokumen terkait

- Guru kurang mampu menentukan model pembelajaran yang sesuai dengan materi maupun.

N o Jenis permasalaha n Masalah yang diidentifikasi Analisis identifikasi masalah 1 Membangun relasi dengan siswa Pada saat berdiskusi siswa kurang aktip,yang terlihat aktip hanya

Orang tua menyerahkan sepenuhnya bimbingan belajar peserta didik kepada guru 6 Membangun relasi/hubungan dengan siswa dan orang tua siswa Peserta didik masih banyak diam atau malu

Jenis Permasalahan Masalah yang Diidentifikasi Analisis Identifikasi Masalah 2 Proses/aktivitas pencapaian Kompetensi/ belajar siswa Siswa cenderung pasif ketika diskusi

Mengeksplore masalah peserta didik yang di alami di sekolah maupun di rumah. contohnya masalah literasi dan numerasi siswa

3 Numerasi: Kemampuan melakukan Oprasi hitung dalam bentuk penjumlahan,perkalian dan pembagian peserta didik masih rendah Kajian Literatur terkait masalah yang telah diidentifikasi

Guru cenderung mengajar berdasarkan keinginannya yang menurutnya sudah sangat baik tanpa memahami minat dan kebutuhan belajar peserta didik di kelas.. Siswa masih sering keluar masuk

Tugas yang diberikan tidak diselesaikan tepat waktu karena tidak ada kontrol dari orang tua Beberapa orang tua tidak pernah hadir saat diberi undangan oleh sekolah Orang tua sibuk