• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI FAKULTAS TARBIYAH DAN TADRIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI FAKULTAS TARBIYAH DAN TADRIS "

Copied!
112
0
0

Teks penuh

Nurlaili, M.Pd.I selaku Ketua Jurusan Tarbiyah IAIN Bengkulu yang telah memberikan berbagai fasilitas keilmuan kepada penulis. Kepada pimpinan, guru dan staf PAUD Langit Biru Kota Bengkulu yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

9 Husnul Hotima, Jurnal “Perkembangan Sosial Anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)”, (Fakultas Tarbiyah IAIN Bengkulu, 2020), (http://repository.iainbengkulu.ac.id/3089/, diakses 20 Januari 2021 ). ), H. Gejala hiperaktif terjadi pada anak penderita ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) atau dalam bahasa Indonesia disebut GPPH (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Identifikasi Masalah

Bengkulu, merupakan lembaga pendidikan yang menerima peserta didik yang berbeda-beda karakternya tanpa membedakan antara anak satu dengan anak lainnya, karena pendidikan adalah hak setiap orang, termasuk anak berkebutuhan khusus, seperti anak ADHD. Berdasarkan seluruh pemaparan yang telah peneliti paparkan diatas, maka peneliti akan menyelidiki permasalahan tersebut lebih dalam dan mengangkatnya menjadi topik penulisan skripsi yang berjudul “PELAYANAN GURU TERHADAP PERKEMBANGAN ADHD (ATTENTION DEFICIT HIPERACTIVITY DISORDER) ANAK DI PAUD LANGIT BIRU KOTA BENGKULU”.

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

  • Pengertian Layanan
  • Layanan Guru pada Anak ADHD
  • Pengertian Guru
  • Tugas dan Tangung Jawab Guru
  • Peran dan Fungsi Guru
  • Pengertian Anak ADHD
  • Karakteristik ADHD (Attention Deficit Hiperacitivy Disorder)
  • Faktor penyebab ADHD
  • Gejala Umum Anak ADHD
  • Ciri-ciri ADHD a Ciri umum ADHD
  • Penanganan ADHD

Perintah atau instruksi guru adalah teknik pengajaran yang diarahkan oleh guru untuk anak-anak dengan ADHD. Beberapa peneliti menunjukkan bahwa anak dengan ADHD dapat mempengaruhi keterampilan sosial atau kemampuan anak dengan ADHD dalam bersosialisasi. Sugiarmin, “Memahami dan Membantu Anak ADHD” (Bandung: Pt Refika Aditama, 2014), h. b Sering meninggalkan tempat duduknya di kelas atau dalam situasi lain yang mengharuskannya tetap duduk.

Sugiarmin, “Memahami dan Membantu Anak ADHD” (Bandung: Pt Refika Aditama, 2014), h. 35. terbatas, meliputi pemutusan perhatian dan konsentrasi yang baik. Hanya saja kendala konsentrasi membuat anak ADHD kesulitan mencapai hasil maksimal dalam berbagai aktivitas. Kecenderungan ini membuat anak ADHD kesulitan menyelesaikan aktivitas dan menerima tanggung jawab tertentu.

Tidak hanya sulit untuk diserahi satu tanggung jawab saja, anak dengan ADHD cenderung kurang mampu memulai tugas yang telah disepakati. Mereka suka menunda-nunda sehingga terbengkalai dan tidak selesai, hal ini juga merupakan ciri khas anak ADHD.

Kajian Penelitian Terdahulu

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelayanan yang diberikan guru kepada siswa dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) di PAUD Sedayu Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul. Sedangkan dalam penelitian saya meneliti bagaimana layanan guru mempengaruhi perkembangan anak ADHD di Balai Pendidikan Anak Usia Dini Blue Sky Kota Bengkulu. Sementara itu, penelitian ini mengkaji bagaimana layanan guru mempengaruhi perkembangan anak ADHD di Balai Pendidikan Anak Usia Dini Langit Biru Kota Bengkulu.

Sementara itu, penelitian ini mengkaji bagaimana pengaruh layanan guru terhadap perkembangan anak ADHD di Balai PAUD Langit Biru Kota Bengkulu. Sedangkan pada penelitian ini mengkaji bagaimana pengaruh layanan guru terhadap perkembangan anak ADHD di Balai PAUD Langit Biru Kota Bengkulu. Perbedaannya terletak pada penelitian ini yang membahas tentang penanganan anak ADHD, sedangkan penelitian ini mengkaji bagaimana layanan guru mempengaruhi perkembangan anak ADHD di Balai Pendidikan Anak Usia Dini Blue Sky Kota Bengkulu.

Tabel 2.1 Perbedaan dan Persamaan dari Penelitian Terdahulu   No  Penulis/Penelitian
Tabel 2.1 Perbedaan dan Persamaan dari Penelitian Terdahulu No Penulis/Penelitian

Kerangka Berpikir

Jenis Penelitian

Penelitian kualitatif atau penelitian lapangan, yaitu penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan di lapangan, seperti pada komunitas, lembaga, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga pendidikan, baik formal maupun informal. Penelitian ini terutama dilakukan berkaitan dengan pola tingkah laku (behavior) manusia dan makna apa yang ada dibalik perilaku yang sulit diukur dengan angka. Maka penelitian ini mengenai gambaran, gejala dan fenomena yang terjadi pada PAUD Langit Biru di Kota Bengkulu.

Tempat penelitian ini dilakukan di Taman Kanak-Kanak Langit Biru Kota Bengkulu sebagai lokasi penelitian, berdasarkan data observasi awal di lapangan, dengan TK Langit Biru menjadi salah satu sekolah yang ada di Kota Bengkulu, dengan udara yang sejuk karena menempati lahan yang luas. luas tanah.

Subyek dan Informan

Yang mana dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara langsung kepada PAUD Blue Sky di Kota Bengkulu dan mengambil informan sebanyak 5 orang sebagai informan penelitian terpilih. Observasi sebagai salah satu teknik pengumpulan data mempunyai ciri khusus jika dibandingkan dengan teknik lainnya yaitu wawancara, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai unsur psikologis. Sehubungan dengan pelaksanaan penelitian tersebut, peneliti melakukan observasi terhadap anak ADHD di Balai PAUD Langit Biru Kota Bengkulu.

Observasi peneliti, meneliti dan mencatat hal-hal yang berkaitan dengan anak ADHD. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data ketika peneliti ingin melakukan penelitian pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang ingin diselidiki, tetapi juga ketika peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah responden sedikit atau sedikit. Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara dengan kepala sekolah untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan anak ADHD secara umum, dan dengan guru PAUD Langit Biru untuk mendapatkan gambaran kapan anak ADHD tersebut akan segera mengikuti pembelajaran. proses. untuk beberapa anak yang dulu.

Tabel  3.1  Subyek/Informan  Penelitian  Paud  Langit  Biru  Kota  Bengkulu
Tabel 3.1 Subyek/Informan Penelitian Paud Langit Biru Kota Bengkulu

Teknik Keabsahan Data

Relevan dengan isu atau permasalahan yang dicari, maka lihatlah hal-hal tersebut secara detail. Kegigihan observasi ini dilakukan dengan cara peneliti mencari data berupa informasi langsung dari lapangan, dimana peneliti benar-benar menggali secara mendalam tentang anak ADHD di Balai Pendidikan Anak Usia Dini Langit Biru Kota Bengkulu. Dalam pengabdian penelitian ini observasi selama di lapangan benar-benar menggunakan waktu seefektif mungkin dan tekun mengamati serta terfokus hanya pada permasalahan pokok yang telah dirumuskan dalam penelitian yaitu bagaimana pelayanan guru mempengaruhi perkembangan anak ADHD.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan triangulasi melalui sumber, hal ini yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan hasil observasi yang dilakukan. Peer review merupakan teknik yang dilakukan dengan memaparkan hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi dengan rekan sejawat. Jadi, peer review berarti pemeriksaan yang dilakukan dengan mengumpulkan rekan-rekan yang mempunyai pengetahuan umum yang sama tentang apa yang diteliti, sehingga dengan mereka peneliti dapat mengkaji persepsi, pandangan dan analisis yang dilakukan.

Teknik Analisis Data

  • Riwayat Singkat Berdirinya Sekolah
  • Keadaan Guru dan Kariyawan
  • Hasil Penelitian dan Pembahasan A. Hasil Penelitian
  • Kendala guru dalam melakukan layanan perekembangan anak ADHD (Attention Deficit Hiperacitivy Disorder) di Paud Langit

Pelayanan guru terhadap perkembangan anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) di Blue Sky Preschool Kota Bengkulu. Kedua guru tersebut memberikan layanan kepada anak agar anak bisa mandiri, karena memang ada anak ADHD yang mampu melatih dan mengajar. Pada kognitif anak ADHD lebih banyak diberikan petunjuk agar anak lebih mau mengenal huruf dan guru juga berperan aktif sehingga semakin meningkatkan pemahaman anak.

Perkembangan seni pada anak ADHD lebih terfokus pada musik, misalnya anak melakukan senam, menari, dan gerakan tubuh lainnya dengan diiringi musik dan temannya. Anak ADHD kemudian aktif pada jam pelajaran, anak sering berlarian di dalam kelas. Kontribusi yang tidak terpenuhi antara guru dan orang tua merupakan kendala pertama yang dihadapi anak ADHD.

Tabel 4.1 Jumlah Guru PAUD Langit Biru Kota Bengkulu 2019/2020  No  Nama  Tempat/Tanggal Lahir  Jenis
Tabel 4.1 Jumlah Guru PAUD Langit Biru Kota Bengkulu 2019/2020 No Nama Tempat/Tanggal Lahir Jenis

Pembahasan

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Sepy selaku kepala sekolah, beliau menyampaikan bahwa anak ADHD sendiri secara perlahan mulai mengalami perbaikan dari aspek-aspek perkembangan yang ada, karena guru melakukan aktivitas yang mengharuskan anak melakukan aktivitas tersebut, sehingga agar anak terbiasa memperhatikannya dan anak dapat melakukan aktivitasnya sendiri dengan aspek perkembangan yang diajarkan.Sesuai dengan perkembangan yang ada, perkembangan anak istimewa ini sekarang mulai berkembang dengan baik karena seiring berjalannya waktu anak mulai mengikuti arahan. diberikan oleh guru pembimbingnya. Dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa perkembangan anak ADHD itu sendiri mengalami peningkatan, karena pada saat pertama kali anak masuk sekolah terjadi peningkatan yang baik pada perkembangan anak itu sendiri dan sesuai dengan aspek perkembangannya, walaupun hanya sedikit demi sedikit dari perkembangan anak normal lainnya. Sedangkan pada diri sosial emosional, anak ADHD mulai berkomunikasi dengan baik dengan teman sebayanya dan anak ADHD juga mulai ikut-ikutan ketika teman sekelasnya bermain bersama.Pada perkembangan ini, anak ADHD mulai berkembang dengan baik.

Keterbatasan guru dalam memberikan layanan tumbuh kembang pada anak ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder) di PAUD Langit Biru Kota Bengkulu. Selama pembelajaran saya membuat beberapa perjanjian atau kontrak kecil yang bertujuan agar anak ADHD dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan hal ini juga bertujuan untuk menanamkan rasa tanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Kontribusi yang belum terealisasi antara guru dan orang tua, kendala pertama yang dihadapi anak ADHD adalah adanya gangguan dari teman sebaya pada saat pembelajaran, yang kedua adalah kerjasama pihak sekolah dan orang tua terhadap layanan tumbuh kembang anak yang tidak sinkron, yang ketiga, anak-anak yang sering mereka temui. dan mudah marah. .

Interpretasi Hasil Penenlitian

Biasanya, kerja keras dan peraturan yang lebih ketat tidak membantu karena sebagian besar anak dengan ADHD sudah berusaha terlalu keras. Menurut temuan di daerah bahwa pelayanan yang diberikan guru terhadap tumbuh kembang anak, yang pertama adalah memberikan satu orang pendamping untuk satu anak, yang kedua memberikan pelayanan kepada anak agar anak mandiri, dan yang ketiga memberikan dukungan belajar. kegiatan, seperti mis. pembuatan alat peraga dan media pembelajaran, yang keempat berfokus pada pembelajaran alam. Untuk memenuhi kebutuhan anak berkebutuhan khusus diperlukan keimanan, motivasi dan dukungan yang luar biasa dari berbagai pihak.

PENUTUP

Saran

Asmaul Husnah, 2017 skripsi “Efektivitas Terapi ABA pada Anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) di Pusat Terapi Terpadu Anak Berkebutuhan Khusus”, Fakultas Psikologi UIN Malang, Vol 3 No 2, http://etheses.uin -malang.ac.id pdf, diakses 21 Januari 2021. Hotima Husnul, 2020, Jurnal “Perkembangan Sosial Anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)” Fakultas Tarbiyah IAIN Bengkulu, http://repository.iainbengkulu.ac . id/3089/, diakses 20 Januari 2021. Kholilah Ella, 2017, skripsi, “Terapi Bermain dalam Meningkatkan Konsentrasi pada Anak ADHD di Laboratorium Autisme UNM SlB”, Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Vol 2 No 3 file: / //C:/Pengguna/Hp/Unduhan SM. pdf, diakses 20 Januari 2021.

Rahayu Ismi, 2020 Tesis “Teknik Terapi Penumbuhan Bakat Anak ADHD (Attention Deficit Hyperativity Disorder), di Balai Tumbuh Kembang Yamet Garanutang Bandar Lampung”, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Raden Intan Lampung, Vol 3 No 2 http ://repository.radenintan.ac.id/7738/1/SKRIPSI%20ISMI.pdf, diakses 22 Januari 2021. Ulfa Wiwit Viktoria, 2019, Skripsi, “Perilaku Hiperaktif pada Anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan De faktor penyebab", Departemen Guru. Yuliana Yayuk, Skripsi, 2017 “Teknik Guru dalam Menangani Anak ADHD (Attention Deficit Hyperacivity Disorder)r”, Jurusan Pendidikan Madrasah SD, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Vol 4 No 2 http://etheses.uin-malang.ac .id pdf, diakses 21 Januari 2021.

Gambar

Tabel 2.1 Perbedaan dan Persamaan dari Penelitian Terdahulu   No  Penulis/Penelitian
Gambar 2.1 Kerangka Berpikir
Tabel  3.1  Subyek/Informan  Penelitian  Paud  Langit  Biru  Kota  Bengkulu
Tabel 4.1 Jumlah Guru PAUD Langit Biru Kota Bengkulu 2019/2020  No  Nama  Tempat/Tanggal Lahir  Jenis
+4

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga kegiatan PAUD dapat terlaksana dan mencapai hasil yang optimal dalam pemenuhan hak pemenuhan hak anak untuk tumbuh kembang selain itu diharapkan guru

Kemudian hal ini diperkuat oleh informan selaku orang tua ia mengatakan bahwa: “Supaya anak saya bisa belajar online dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru tentunya saya harus

Hal ni sesuai dengan hasil wawancara yang telah dilakukan sebagai berikut: “Motivasi saya menyekolahkan anak saya ke pondok pesantren yaitu karena saya ngin anak saya menjadi anak yang

II : Fatrica Syafri, M.Pd.I Kata Kunci : Media, Pajaib Alfabet Tujuan penelitian ini, mengetahui proses pengembangan media pembelajaran pajaib alfabet untuk meningkatkan kemampuan

Pembentukan karakter anak sangat tepat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari- hari karena budaya mappatabe’ lebih kepada mengajarkan bagaimana anak berperilaku atau bertata krama

Adapun hasil wawancara dengan informan dapat dipaparkan sebagai berikut : “Melakukan tindakan khusus dengan melibatkan orang tua wali murid untuk mengidentifikasi apa saja masalah yang

Hal ini sesuai yang dikatakan dengan Ibu Asniar As guru kelas TK Cokroaminoto Pinrang bahwa: Belajar kelompok tidak hanya berdampak positif terhadap anak tetapi berdampak positif juga

Indikator Anak Yang Berani Bersosialisasi Dan Berkomunikasi Hasil penelitian pada kemampuan interaksi sosial anak yang telah di laksanakan ternyata metode bermain peran makro dapat