Public Perceptions About Impact Of Plastic Waste For Enviromentaly In Nagari Tarung-Tarung Sub District Rao Pasaman
Oleh:
Latipah Anum*Drs. Dasrizal, MP**Arie Zella Putra Ulni, M.Pd***
Mahasiswa Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat*
Dosen Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat**
ABSTRACK
This study in the background backs by their environmental pollution caused by plastic waste in the villages of fighting-fighting districts rao Pasaman district. This study aims to analyze public perception of the impact of plastic waste on the environment in Nagari Tarung-Tarung the District Rao Pasaman district.
This research is classified in qualitative research. Data captured through observation, interviews and documentation. The informant in this research that the people in the villages Tarung-Tarung. Sampling technique used informants is snow ball sampling.
The results of this study found that the public perception of the impact of plastics on the environment in the village Tarung-Tarung Rao Pasaman of the District are as follows: 1). There are still many people who do not realize that throwing garbage carelessly plastics can contaminate the environment, 2). There are still many people who objected to the plastic waste in the waste carelessly. Judging from the field about the public perception of the impact of plastic waste on the environment is still a lack of understanding of the community about the impact of plastic waste on the environment and the lack of awareness within the community that littering can have a negative impact on the environment.
Keywords: perception, society, plastic waste, environm
PENDAHULUAN
Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang, karena itu tidak terlepas dari banyak masalah yang dihadapi, salah satunya adalah masalah sampah.
Peningkatan konsumsi energi dan penimbunan sampah merupakan dua permasalahan yang muncul seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk. Sampah menjadi masalah utama
di negara-negara di dunia termasuk Indonesia dari semua jenis sampah yang ada saat ini, sampah yang berasal dari sampah plastik ternyata jumlahnya cukup besar penggunaan plastik dan barang-barang berbahan dasar plastik semakin meningkat.
Peningkatan penggunaan plastik ini merupakan konsekuensi dari berkembangnya teknologi, industri dan juga
jumlah populasi penduduk. Di Indonesia, kebutuhan plastik terus meningkat dari tahun ke tahun. Sampah plastik akan berdampak negatif terhadap lingkungan karena tidak dapat terurai dengan cepat dan dapat menurunkan kesuburan tanah. Sampah plastik yang dibuang sembarangan juga dapat menyumbat saluran drainase, selokan dan sungai sehingga bisa menyebabkan banjir. Sampah plastik yang dibakar bisa mengeluarkan zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia menurut Ermawati (2011).
Sampah plastik menjadi masalah lingkungan skala global. Plastik banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari, semakin banyak yang menggunakan sampah plastik semakin meningkat pula pencemaran lingkungan seperti pencemaran tanah.
Sampah merupakan masalah yang harus di atasi karena jumlahnya semakin bertambah dan sering menimbulkan masalah yang timbul antara lain sulitnya mencari lahan untuk tempat pembuangan sampah.
Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah ke tempanya pun masih kurang kita masih sering menemukan sebagian besar orang yang membuang sampah secara sembarangan. Sampah dapat membawa dampak yang buruk pada kondisi kesehatan manusia. Sampah yang di buang secara sembarangan tanpa ada pengelolaan yang baik akan menimbulkan berbagai dampak terhadap kesehatan yang serius. Tumpukan sampah rumah tangga yang di biarkan begitu saja akan mendatangkan berbagai kuman penyakit salah satunya adalah sampah plastik. Semakin banyak aktivitas manusia yang memanfaatkan kebutuhan untuk keperluan hidupnya akan mengakibatkan semakin besar pula dampak negatifnya terhadap lingkungan menurut Kadir (2012).
Sampah plastik merupakan masalah yang serius dalam lingkungan hidup di seluruh dunia dan berhubungan sangat erat dengan kehidupan manusia sehari–hari.
Sampah menjadi masalah semakin hari semakin meningkat sejalan dengan jumlah penduduk, tingkat aktivitas, pola kehidupan, tingkat sosial ekonomi, serta kemajuan teknologi yang semakin bertambah. Salah satunya faktor yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup yang sampai kini tetap menjadi permasalahan besar bagi bangsa Indonesia adalah sampah plastik yang
berbahaya dan sulit di kelola. sampah tersebut berbahaya karena sulit didegradasi karena sulit terurai dalam tanah karena diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik yang banyak diminati oleh masyarakat itu benar-benar terurai. Limbah plastik yang tidak dapat terurai oleh bakteri merupakan masalah yang serius bagi pencemaran tanah menurut Setyowati dkk (2013).
Sampah plastik semakin menghawatirkan pencemaran lingkungan akibat sampah plastik yang dibuang di jalan dapat menghambat saluran air yang teresap ke dalam tanah dan menurunkan kesuburan tanah karena menghalangi sirkulasi udara dalam tanah dan ruang gerak makhluk hidup yang berperan menyuburkan tanah. Karena terhambatnya saluran air tersebut akhirnya menjadi tempat berkubang berbgai binatang termasuk nyamuk penyebab malaria.
Sampah plastik yang menyumbat saluran air dapat menyebabkan banjir. Ketika banjir, air dalam got yang tadinya dibuang keluar oleh setiap rumah akan kembali masuk ke dalam rumah sehingga semua kuman, kotoran, dan bibit penyakit akan kembali ke dalam rumah. Oleh karena itu di perlukan pengelolaan sampah yang baik dan tepat.
Permasalahan sampah plastik semakin menghawatirkan apabila tidak ada usaha untuk mengatasinya. Masyarakat yang kurang pengetahuan dan berperilaku buruk dalam dengan membuang sampah plastik sembarangan dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan lingkungan. . Pencemaran lingkungan akibat sampah plastik ini tidak hanya tidak hanya dialami oleh kota-kota besar saja, tetapi juga di Kenagarian Tarung- Tarung Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman Timur juga mengalami hal yang sama.
Berdasarkan observasi di lapangan pada tanggal 17 Januari 2016 , kenyataan dimana banyak faktor yang menjadi penyebab menurunya kualitas lingkungan diantaranya ,banyaknya masyarakat yang masih membuang sampah plastik sembarangan karena pengetahuan masyarakat tentang bahaya sampah plastik perlu diberikan karena potensi bahaya sampah plastik ini sangat besar. Sehingga mereka kurang merespon untuk dapat menerima informasi yang bermanfaat bagi dirinya di samping itu kebiasaan masyarakat yang selalu
membuang sampah di sembarangan tempat.
Seperti, di jalan, di pasar, di halaman rumah dan juga di selokan. Sementara, dalam kehidupan sehari-hari ibu rumah tangga tidak mungkin terlepas dengan penggunaan sampah plastik. kurangnya penyediaan bak sampah sehingga menyebabkan banyaknya tumpukan sampah dimana-mana selain itu, tempat sampah untuk pemilihan jenis plastik tidak tersedia disetiap rumah karena kebiasaan masyarakat membuang sampah plastik di jalan dan membakar sampah plastik disekitar rumah mereka.
Dalam lingkungan tersebut masih banyak menemukan orang yang membuang sampah secara sembarangan. Misalnya sampah plastik yang ditumpuk begitu saja tanpa membuang sampah tersebut ke tempatnya dan juga Masyarakat banyak yang membuang sampah plastik sembarangan ke selokan akibatnya sampah menumpuk dan aliran air menjadi tersumbat sehingga meyebabkan air menjadi tercemar dan kotor. Sampah plastik yang dibuang sembarangan di jalan akan membuat pemandangan yang tidak menarik. Bahakan sampah plastik yang di buang ke tempat pembuangan akhir pun menjadi masalah.
Seperti yang saya lihat, kondisi tempat pembuangan sampah plastik pun gundukanya sudah tinggi sehingga tanah yang tadi nya bisa di gunakan sudah tidak bisa digunakan lagi dan juga membuat lahan semakin sempit.
METODE PENELITIAN
penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif, data di kumpulkan melalui wawancara dengan masyarakat setempat.
Menurut Maleong (2010:6) penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang di alami oleh subjek penelitian misalnya, perilaku, persepsi, motivasi tindaka dan lain-lain.secara holistic, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khususyang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah.
Penelitian ini di lakukan di Nagari Tarung- Tarung Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman.
Menurut Maleong (2010:132), informan adalah orang-orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi
dan kondisi latar penelitian. Informan penelitian dalam hal ini adalah orang yang dianggap banyak mengetahui informasi seputar tema penelitian, penentuan haruslah sesuai dengan karateristik penelitian kualitatif. Dalam rangka memperoleh data dan informasi yang relevan dengan permasalahan penelitian, maka pengumpulan data dilakukan dengan menentukan informasi penelitian. Penelitian ini di ambil dengan teknik Snowball Sampling.
Snowball Sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama menjadi besar. Dalam penentuan sampel, pertama- tama dipilih satu atau dua orang, tetapi karena dua orang ini belum merasa lengkap terhadap data yang diberikan, maka peneliti mencari orang lain yang dipandang lebih tahu dan dapat melengkapi data yang diberikan oleh dua orang sebelumnya.
Begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak (Sugiyono, 2014)
Informan dalam penelitian ini yang dianggap mempunyai sangkut paut dengan karakteristik tertentu. Informan dalam penelitian ini adalah (1) petugas kebersihan , (2) Wali Nagari tarung-tarung dan (3) masyarakat yang ada di Nagari Tarung- Tarung Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, ini didukung oleh Sugiyono (2013:226). Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Reduksi data (reduction data), Penyajian data (Display data), Interpretasi data, dan Pengambilan keputusan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pertama, persepsi masyarakat tentang membuang sampah plastik sembarangan di Nagari Tarung-Tarung adalah masyarakat beranggapan bahwa membuang sampah plastik sembarangan ini tidak mengenal tingkat pendidikan maupun status sosial. Di lihat dari segi pendidikan masyarakat di nagari Tarung-Tarung pada umumnya masyarakat tersebut sudah memiliki pendidikan yang cukup tinggi tapi karena kurangnya kesadaran dalam diri masyarakat tersebut dan juga masyarakat kurang mengetahui bahaya yang di sebabkan oleh sampah tersebut karena tidak pernah mendapatkan penyuluhan. Hal ini sesuai
dengan Undang-Undang sistem pendidikan nasional (UUSPN) No. 20 tahun 2003 pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Yuliani (2013) mengatakan lingkungan sosial merupakan lingkungan pergaulan antar manusia, hubungan antara peserta didik serta orang-orang lainnya yang terlibat dalam interakasi pendidikan.
Lingkungan sosial ini lah yang membentuk sistem pergaulan yang besar perananya dalam membentuk kepribadian sesorang, dan terjadilah interaksi antara orang atau masyarakat dengan lingkungannya.
Keberadaan sampah plastik dikehidupan sehari-hari tidak terlepas dari tangan manusia. Sampah plastik yang telah dipakai tidak memiliki kegunaan lagi dan di buang begitu saja. Salah satu faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam membuang sampah plastik sembarangan adalah budaya. Kata budaya berasal dari buddahayah yang berarti akal menurut Purwodarminto (2008) kebudayaan adalah keseluruhan aktivitas manusia termasuk pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat-istiadat, dan kebiasaan- kebiasaan. Kurangnya kesadaran akan pentingnya kebersihan menjadi faktor yang paling dominan.
Disamping itu, kepekaan masyarakat terhadap lingkungan harus dipertanyakan mereka belum mengetahui bahaya apa yang akan terjadi apabila tidak menjaga lingkungan sekitar. Salah satunya, bentuk prilaku masyarakat yang membuang sampah plastik sembarangan. itu bukan suatu hal yang mengherankan bagi kita, karena sudah menjadi suatu kebiasaan.
Kebiasaan membuang sampah plastik sembarangan ini bukan tanpa alasan. ini tentu tidak terlepas dari pengaruh lingkungan sekitar. Hal ini dapat diartikan juga bahwa sebagian dari masyarakat mengetahui tentang dampak buruk dari penggunaan plastik. Namun, kurangnya kesadaran masyarakat. penyebab masyarakat membuang sampah plastik sembarangan
Kesadaran adalah keadaan seseorang dimana ia mengerti dengan jelas apa yang ada dalam pikirannya (skripsi wahyuni 2013). Sedangkan menurut Widjaja (2004) kesadaran masyarakat adalah lahir dari masyarakatnya itu sendiri yang lahir dari kebiasaan dalam masyarakat, dipengaruhi oleh lingkungan, peraturan dan peranan pemerintah.
Karena kurangnya kesadaran dalam diri masyarakat tentang membuang sampah plastik sembarangan Seharusnya masyarakat perlu diberikan sosialisasi supaya mereka sadar bahwa membuang sampah plastik sembarangan itu tidak baik. Saat ini, banyak kemasan yang dibuat dari plastik. Seperti yang kita ketahui bahwa plastik merupakan bahan yang sulit terurai dan membawa dampak buruk bagi lingkungan.
Kedua, dampak sampah plasti terhadap kebersihan lingkungan di nagari Tarung-Tarung akibat kurangnya penyuluhan tentang menjaga kebersihan lingkungan sehingga kebersihan masyarakat kurang terjaga. Menurut Wibowo (2009) kebersihan lingkungan adalah salah satu tolak ukur hidup masyarakat. Masyarakat yang telah mementingkan kebersihan lingkungan di pandang sebagai masyarakat yang kualitas hidunya lebih tinggi dibandingkan masyarakat yang belum mementingkan kebersihan . salah satu aspek yang dapat dijadikan indikator kebersihan lingkungan adalah sampah. Bersih atau kotornya suatu lingkungan tercipta melalui tindakan-tindakan manusia dalam mengelola dan menanngulangi sampah yang mereka hasilkan. Karena kuragnya menjaga kebersihan lingkungan maka berdampak buruklah terhadap lingkungan kita.
Menurut Waralah Rd Christo (2008) menyatakan dampak adalah sesuatu yang diakibatkan oleh sesuatu yang dilakukan, bisa positif dan juga bisa negatif atau pengaruh kuat yang mendatangkan akibat (baik negatif maupun positif).
Dampak yang ditimbulkan oleh sampah plastik bagi lingkungan sebagai berikut : Dampak negatif Pencemaran lingkungan Sampah plastik Dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan baik lingkungan darat maupun air. Pencemaran darat yang ditimbulkan oleh sampah plastik yang dibuang masyarakat sembarangan dapat mengganggu keindahan, tentu akan
menurunkan estetika (tidak sedap di pandang oleh mata) jika di tinjau dari lingkungan dapat mengganggu kebersihan lingkunga.
Berdasarkan yang dinyatakan Hermawan Dkk (2013 kebersihan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat manusia. Selain itu dapat juga menyebabkan Penyumbatan saluran air, Sampah plastik yang dibuang masyarakat ke dalam saluran air dan juga yang berserakan dijalan, jika hujan turun sampah plastik tersebut terbawa oleh hujan dan masuk ke dalam saluran air. Sehingga, mengakibatkan tejadinya penyumbatan akibatnya air menjadi tercemar dan juga mengganggu keseimbangan lingkungan hidup. Selain berdampak negatif sampah plastik juga mempunyai dampak positif. Sampah plastik juga mempunyai banyak kegunaan salah satunya sampah plastik tersebut bisa didaur ulang menjadi nilai guna bagi masyrakat, akan tetapi di nagari Tarung-Tarung sampah plastik dibiarkan begitu saja berserakan tanpa memikirkan dampaknya yang begitu buruk terhadap lingkungan.
Salah satu penyebab rusaknya lingkungan yaitu kebiasaan kecil tapi berdampak terhadap lingkungan yaitu budaya membuang sampah plastik sembarangan dapat berdampak terhadap kebersihan lingkungan juga kurang menyenangkan bagi masyarakat dan membuat pemandangan yang buruk. Oleh karena itu, sampah plastik yang banyak terdapat di lingkungan tersebut sebaiknya di manfaatkan untuk mengurangi banyaknya plastik yang berserakan karena sampah plastk tersebut masih bisa untuk di daur ulang dan menjadi nilai guna bagi masyarakat tersebut.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan oleh penulis di nagari tarung-tarung kecamatan rao kabupaten pasaman dapat di simpulkan :
1. Persepsi masyarakat tentang membuang sampah plastik sembarangan di nagari tarung-tarung kecamatan rao kabupaten pasaman karena tidak nyaman di pandang oleh mata dan juga kurangnya kesadaran dalam diri masyarakat bahwa
membuang sampah plastik tersebut tidak baik dan sudah menjadi suatu kebiasaan
2. Dampak sampah plastik terhadap kebersihan lingkunan karena kurangnya pengetahuan masyrakat akan dampak dari membuang sampah plastik sembarangan dapat mencemari lingkungan bila sampah plastik tersebut di buang ke selokan dapat mengakibatkan penyumbatan dan mencemari air.
SARAN
1. Masyarakat harus terbiasa tidak membuang sampah plastik sembarangan dengan cara membuangnya ke tempat yang sudah di sediakan janganlah membuang plastik sembarangan agar jumlahnya tidak bertambah agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan.
2. Peran masyarakat sangat diperlukan dalam mengatasi masalah sampah plastik dengan cara mendaur ulang sampah tersebut karena dapat dimanfaatkan untuk membuat suatu kerajinan yang bernilai ekonomis tinggi, agar jumlah sampah plastik tersebut bisa berkurang.
DAFTAR PUSTAKA
Ermawati, rahyani. (2011). Konversi limbah plastik sebagai sumber energi alternatif. Jurnal riset industri. No 3, 2011. Hal 257
Fitri Yuliani, Nelpa. 2013. Hubungan Antara Lingkungan Sosial Dengan Motivasi Belajar Santri Di Pesantren Madinatul Ilmi Islamiyah. Jurnal
Hermawan, dkk. (2011). Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Lingkungan Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Pelaksanaan Kesehatan Lingkungan Smp Negri Tambak Sari Kecamatan Tambak Sari Kabupaten Ciamis. Jurnal
Kadir. (2012). Kajian Pemanfaatan Sampah Plastik Sebagai Sumber Bahan Bakar Cair. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin. No 2, mei 2012. Hal 223 Maleong, J. Lexi. (2010). Metodologi
Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Risda Karya
Setyowati, Ririn. Dkk. (2013) Pengetahuan Dan Perilaku Ibu Rumah Tangga Dalam Pengelolaan Sampah Plastik. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional No 12, Juli 2013. Hal 564
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung:
Alfabeta.
Wibowo, istiqomah. (2009). Studi Psikologi
Lingkungan Tentang
Penananggulangan Sampah Perkotaan. Jurnal Pudyawardhana, Crishna. Teodolita. Vol. 7, No.28. 1 Juni 2006: 27-37.