Manisan Buah Pala (Myristica fragrans Houtt

Top PDF Manisan Buah Pala (Myristica fragrans Houtt:

Isolasi Dan Analisis Komponen Minyak Atsiri Secara GC-MS Pada Manisan Buah Pala (Myristica Fragrans Houtt) Dari Desa Klambir Lima Hamparan Perak

Isolasi Dan Analisis Komponen Minyak Atsiri Secara GC-MS Pada Manisan Buah Pala (Myristica Fragrans Houtt) Dari Desa Klambir Lima Hamparan Perak

Penetapan kadar minyak atsiri dengan menggunakan alat Stahl diketahui bahwa minyak atsiri pada manisan daging buah pala kering 0,073%, sedangkan pada daging buah pala segar adalah 0,867%. Sipahelut (2010) dan Rismunandar (1990) mengemukakan bahwa pada daging buah pala segar terkandung 1,1% minyak atsiri. Terdapat perbedaan kadar minyak atsiri pada daging buah pala segar antara Sipahelut dan Rismunandar dengan yang diperoleh peneliti sebesar 0,233%. Hal ini diakibatkan diantaranya tempat tumbuh dari sumber buah Pala. Sipahelut dan Rismunandar mengambil sampel buah pala dari Maluku, yang merupakan salah satu tempat terbaik penghasil buah pala berkualitas, sedangkan peneliti mengambil sampel dari Desa Klambir Lima Hamparan Perak, Sumatera Utara, dimana belum ada literatur yang menyebutkan data mengenai kualitas buah pala pada daerah ini.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Efek Manisan Buah Pala (Myristica fragrans Houtt) Terhadap Waktu Reaksi Sederhana (WRS) Pada Laki-Laki Dewasa.

Efek Manisan Buah Pala (Myristica fragrans Houtt) Terhadap Waktu Reaksi Sederhana (WRS) Pada Laki-Laki Dewasa.

Otak manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan kinerja otak. Berbagai macam kegiatan seperti membaca, berolah raga, pemakaian obat stimulator otak, meditasi, tidur, berjalan santai, sarapan pagi, konsumsi obat atau makanan yang berefek stimulan, dapat meningkatkan kinerja otak (Intifadha, 2009). Sedangkan hal-hal yang menyebabkan penurunan kinerja otak antara lain stres, proses penuaan, penyakit, kebiasaan kurang tidur, terlalu lelah bekerja. Selain itu penurunan kinerja otak dapat terjadi karena konsumsi obat, makanan atau bahan alam yang bersifat depresan terhadap SSP (Sistem Saraf Pusat) (Shuang Guan Qi Xia, 2008). Bahan alam yang dapat menyebabkan depresan terhadap SSP contohnya buah pala, kangkung, bunga jambu air, akar belladonna, biji selasih dan sebagainya (MHII, 1995).
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Buah Pala - Isolasi Dan Analisis Komponen Minyak Atsiri Secara GC-MS Pada Manisan Buah Pala (Myristica Fragrans Houtt) Dari Desa Klambir Lima Hamparan Perak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Buah Pala - Isolasi Dan Analisis Komponen Minyak Atsiri Secara GC-MS Pada Manisan Buah Pala (Myristica Fragrans Houtt) Dari Desa Klambir Lima Hamparan Perak

Tanaman pala adalah salah satu tanaman Indonesia terutama di daerah Banda dan sekitarnya, serta di Irian Jaya. Tidak ada data prasejarah yang dapat memastikan mulai kapan adanya tanaman pala di daerah tersebut. Yang jelas ialah, bahwa hasil tanaman pala berbentuk biji dan fuli merupakan unsure mata rantai penghubung antara Timur dan Barat sejak ratusan tahun yang telah lampau, hingga sekarang. Indonesia merupakan pemasok uama biji pala/fuli sebagai rempah-rempahan ke dunia barat yang sudah berjalan ratusan tahun, namun demikian tanaman pala bukan monopoli dari Indonesia, daerah-daerah tropis di seluruh dunia pun terdapat tanaman pala. Salah satu yang maju dengan pesatnya adalah Granada di Amerika Tengah (Rismunandar, 1990).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Sirop Pala (Myristica fragrans Houtt.) Terhadap Fungsi Kognitif Perempuan Dewasa.

Pengaruh Sirop Pala (Myristica fragrans Houtt.) Terhadap Fungsi Kognitif Perempuan Dewasa.

Problem solving tidak selalu berjalan lancar karena banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya adalah konsumsi makanan sehari-hari. Konsumsi makanan yang memiliki efek sedatif cenderung menurunkan kecepatan problem solving seseorang. Salah satu makanan tersebut adalah buah Pala, yang merupakan buah hasil alam Indonesia dan banyak diolah untuk mempertinggi nilai jual atau dalam bentuk sajian tertentu, sehingga lebih diminati masyarakat. Daging buah Pala sering digunakan untuk sirop dan manisan, sedangkan bijinya untuk bumbu masak. Tumbuhan Pala (Myristica fragrans Houtt.) banyak terdapat di Kepulauan Maluku terutama di Pulau Banda, memiliki efek sedatif, analgesik, aprodisiak, antibakteri, dan antiinflamasi (Tajuddin, 2003). Konsumsi buah dan biji Pala sering menimbulkan efek sedatif. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh sirop Pala, yang sudah dikenal masyarakat luas, terhadap fungsi kognitif.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Pengaruh Manisan Daging Buah Pala (Myristica fragrans Houtt.) Terhadap Ketelitian dan Kewaspadaan Pada Laki-Laki Dewasa.

Pengaruh Manisan Daging Buah Pala (Myristica fragrans Houtt.) Terhadap Ketelitian dan Kewaspadaan Pada Laki-Laki Dewasa.

Rata-rata banyaknya penjumlahan dalam tes ketelitian sesudah mengonsumsi manisan daging buah pala sebesar 53,17, tidak berbeda secara bermakna dengan sebelum mengonsumsi manisan daging buah pala yaitu sebesar 54,51 (p > 0,05), sedangkan waktu yang diperlukan untuk mengerjakan tes kewaspadaan sesudah mengonsumsi manisan daging buah pala sebesar 137,67 detik, lebih lama dibandingkan sebelum mengonsumsi manisan daging buah pala, yaitu 129,37 detik (p < 0,05).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Pengaruh Manisan Buah Pala (Mytistica fragrans Houtt.) Terhadap Fungsi Kognitif Perempuan Dewasa.

Pengaruh Manisan Buah Pala (Mytistica fragrans Houtt.) Terhadap Fungsi Kognitif Perempuan Dewasa.

Buah pala (Myristica fragrans Houtt.) tersebar luas di seluruh dunia, seperti di China, Jepang, Malaysia, Thailand, bahkan Indonesia yang terutama banyak terdapat di Maluku dan kepulauan Banda, juga di daerah Jawa seperti di Bogor. Buah pala di Bogor sering digunakan oleh penduduk setempat sebagai ramuan untuk terapi gangguan tidur, stres, mencegah dehidrasi, dan meningkatkan stamina. Bahkan salah satu obat tidur yang telah ada dipasaran berbahan dasar buah pala. Penggunaan buah pala dapat menimbulkan rasa kantuk karena pada buah pala terdapat minyak atsiri yang merangsang pusat inhibisi di otak sehingga timbul efek sedasi, dan fungsi kognitif terganggu. Buah pala juga berfungsi sebagai analgesik, antibakteri, antiinflamasi, dan afrodisiak (Tajuddin, 2003).
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Pengaruh Sirop Pala (Myristica fragrans Houtt.) Terhadap Kewaspadaan dan Ketelitian Laki-Laki Dewasa.

Pengaruh Sirop Pala (Myristica fragrans Houtt.) Terhadap Kewaspadaan dan Ketelitian Laki-Laki Dewasa.

Indonesia merupakan produsen utama tanaman pala (Myristica fragrans Houtt.) di dunia 2 . Tanaman pala (Myristica fragrans Houtt.) banyak ditemukan di Kepulauan Ambon, Maluku yang merupakan salah satu tanaman asli Indonesia.Buah pala sering digunakan untuk terapi insomnia dan sebagai obat pelega perut 3. Di Bogor banyak masyarakat yang mengonsumsi berbagai olahan buah pala dalam bentuk manisan dan sirop. Kandungan minyak atsiri dalam buah pala dapat menyebabkan keadaan kantuk sehingga kewaspadaan dan ketelitian menurun.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Pengaruh Manisan Daging Buah Pala (Myristica fragrans Houtt.) Terhadap Fungsi Kognitif Pada Laki-Laki Dewasa.

Pengaruh Manisan Daging Buah Pala (Myristica fragrans Houtt.) Terhadap Fungsi Kognitif Pada Laki-Laki Dewasa.

Buah pala (Myristica fragrans Houtt.) di Indonesia terutama banyak terdapat di Maluku, kepulauan Banda, dan di daerah Jawa seperti di Bogor. Buah pala sering digunakan sebagai ramuan untuk terapi insomnia, pegal linu, kejang lambung, stimulan, dan sariawan mulut (DepKes RI, 1989). Konsumsi buah pala dapat menimbulkan efek sedatif karena pada daging buah pala terdapat minyak atsiri yang diduga menimbulkan kantuk.

24 Baca lebih lajut

Efek Manisan Daging Buah Pala (Myristica fragrans Houtt.) terhadap Memori Jangka Pendek pada Perempuan Dewasa.

Efek Manisan Daging Buah Pala (Myristica fragrans Houtt.) terhadap Memori Jangka Pendek pada Perempuan Dewasa.

Pembimbing : Dr. Sugiarto Puradisastra, dr., M.Kes Manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak terlepas dari proses belajar, mengingat dan mengenal sesuatu. Semua proses tersebut akan berjalan dengan baik apabila melibatkan memori/ingatan. Salah satu penyebab penurunan memori adalah rasa kantuk. Memori terutama memori jangka pendek dapat mengalami penurunan bila timbul rasa kantuk akibat konsumsi beberapa jenis makanan tertentu misalnya buah pala (Myristica fragrans Houtt.).

18 Baca lebih lajut

Karakteristik Pemanasan Pada Proses Pengalengan Manisan Pala Basah (Myristica fragrans Houtt)

Karakteristik Pemanasan Pada Proses Pengalengan Manisan Pala Basah (Myristica fragrans Houtt)

Tanaman pala merupakan tanaman asli Indonesia, sudah terkenal sebagai tanaman rempah sejak abad ke-18. Sampai saat ini Indonesia merupakan produsen pala terbesar di dunia (70-75%). Komoditas tersebut selama ini belum menjadi alterrnatif pangan bagi produsen dan konsumen sehingga perlu diterapkan suatu bentuk teknologi tepat guna untuk mengubah bahan baku tersebut menjadi produk diminati. Jenis pala yang dipakai yaitu Myristicn fragrans Houtt karena pala ini mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi daripada jenis lainnya.Oleh karena itu, mengubahnya ke dalam bentuk yang lebih disukai merupakan cara yang perlu diteliti. Salah satu penerapan teknologi untuk memanfatkan daging buah pala adalah dengan mengubahnya menjadi manisan buah pala dalam kaleng. Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu, (1) Penelitian pendahuluan untuk menentukan nilai pH yang nantinya akan berpengaruh pada suhu pemanasan apakah dilakukan sterilisasi atau pasteurisasi, (2) pengukuran kecukupan panas dan pengamatan.
Baca lebih lanjut

123 Baca lebih lajut

SIFAT FISIK MINYAK ATSIRI DAUN PALA (Myristica fragrans Houtt) ACEH SELATAN Physical Properties of Essential Oil of Leave Pala (Myristica fragrans Houtt)of South Aceh

SIFAT FISIK MINYAK ATSIRI DAUN PALA (Myristica fragrans Houtt) ACEH SELATAN Physical Properties of Essential Oil of Leave Pala (Myristica fragrans Houtt)of South Aceh

Minyak atsiri merupakan minyak yang bersumber dari tanaman yang bersifat aromatik. Daun pala adalah tumbuhan yang mengandung minyak atsiri. Setiap minyak atsiri dari tumbuhan yang berbeda akan mempunyai sifat fisik yang berbeda. Pada penelitian ini minyak atsiri dihasilkan menggunakan metode destilasi uap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik minyak atsiri daun pala Aceh Selatan. Sifat fisik minyak atsiri dapat ditinjau dari persentase kadar air, kada rabu, aroma, warna, serta rendemennya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak atsiri daun pala berwarna kuning pucat, mempunyai bau yang khas buah pala, persentase kadar air dan abu, viskositas, densitas masing-masingny aadalah 6.8%, 2,1%, massa jenis rendemen 0.4%, 3.8 P, 0.576 g/cm3. Penelitian ini menunjukan bahwa minyak atsiri daun pala Aceh Selatan baik digunakan sebagai bahan obat-obatan. Namun densitas minyak daun pala tidak sesuai dengan Standar SNI.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Profilling the Volatil Compounds of Variety of Essential Oils Species From Indonesia

Profilling the Volatil Compounds of Variety of Essential Oils Species From Indonesia

Jika dibandingkan dengan minyak pala yang diteliti oleh Schenk dan Lamparsky (1981) juga menunjukkan banyak kesamaan dari jenis dan persentase senyawa volatil penyusunnya. Perbedaan yang mendasar adalah persentase myristicin dari minyak pala yang diteliti oleh Schenk dan Lamparsky (1981) lebih tinggi dibandingkan kedua minyak pala asal Indonesia tersebut. Jika dilakukan gap analysis dengan membandingkan antara data hasil penelitian ini dengan standar yang ada yaitu standar EP ( European Pharmacopoeia ) dan standar industri multi nasional flavor dan fragran maka bisa dilihat pada Tabel 17. Secara umum standar EP memiliki persyaratan yang lebih ketat dibandingkan dengan standar industri multi nasional flavor dan fragran. Minyak pala asal Sulawesi memenuhi syarat standar industri multi nasional flavor dan fragran dan tidak memenuhi standar EP (European Pharmacopoeia ) karena methyl eugenol dan elemicin diluar spesifikasi. Sedangkan minyak pala asal Jawa memiliki kualitas yang lebih baik dibanding dengan minyak pala asal Sulawesi karena secara keseluruhan memenuhi syarat spesifikasi standar industri multi nasional flavor dan fragran sedangkan untuk standar EP mayoritas memenuhi syarat kecuali senyawa elemicin yang kadarnya 0.49% (maksimum standar EP adalah 0.2%). Data di Tabel 17 menunjukkan bahwa minyak pala yang diteliti oleh Schenk dan Lamparsky (1981) memenuhi standar industri multi nasional flavor dan fragran dan tidak memenuhi standar EP karena komponen 4-terpineol lebih tinggi dibanding standar EP.
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

Metode Penelitian Pengembangan Minyak Atsiri Sebagai Aromaterapi Dan Potensinya Sebagai Produk Sediaan Farmasi.

Metode Penelitian Pengembangan Minyak Atsiri Sebagai Aromaterapi Dan Potensinya Sebagai Produk Sediaan Farmasi.

Kajian etnofarmakologi secara empirik tentang tumbuhan aromaterapi menunjukan bahwa Indonesia memiliki 49 jenis tumbuhan aromatik dari 22 jenis suku, 12 jenis di antaranya digunakan secara empirik sebagai aromaterapi dengan efek menenangkan dan menyegarkan untuk kesehatan tubuh (Sangat, 1996). Belum adanya laporan penemuan senyawa yang dapat menekan aktivitas lokomotor atau disebut juga hipnotik-sedatif yang berasal dari tumbuhan aromatik asal Indonesia merupakan alasan yang kuat untuk melakukan penelitian ini. Tumbuhan aromatik dalam rangkaian penelitian ini yang digunakan adalah Kemangi (Ocimum basilicum L.), kayu putih (Melaleuca leucadendron L.), biji pala (Myristica fragrans Hout), bunga kenanga (Cananga odoratum), rimpang laja gowah (Alpinia malaccensis Roxb.), kulit batang
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Isolasi Dan Elusidasi Struktur Kimia Flavonoida Dari Daun Pala (Myristica fragrans Houtt) dan Uji Aktivitas Antioksidan

Isolasi Dan Elusidasi Struktur Kimia Flavonoida Dari Daun Pala (Myristica fragrans Houtt) dan Uji Aktivitas Antioksidan

Chatterjee, S, Zareena Niaz, S. Gautam, Soumyakanti Adhikari, Prasad S. Variyar, Arun Sharma, 2007, Antioxidant activity of some phenolic constituents from green pepper (Piper nigrum L.) and fresh nutmeg mace (Myristica fragrans), Food Chemistry 101, 515 – 523

4 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Dari Estrak Etanol Daun Pala (Myristica fragrans) Asal Pulau Tomia Kab WAKATOBI Dengan Metode KLT-Bioautografi. By SRI ARISTA

Uji Aktivitas Dari Estrak Etanol Daun Pala (Myristica fragrans) Asal Pulau Tomia Kab WAKATOBI Dengan Metode KLT-Bioautografi. By SRI ARISTA

Ekstrak daun pala (Myristica fragrans Houtt.) ditimbang sebanyak 10 mg lalu dilarutkan dengan DMSO sebanyak 200 μ L (0,2 mL). Eskstrak ditambahkan medium 9,8 mL sehingga diperoleh konsentrasi 1 mg/mL. Campuran tersebut dituang kedalam cawan petri lalu dihomogenkan dan dibiarkan memadat. Suspensi bakteri digoreskan diatas medium yang telah memadat dengan menggunakan ose bulat kemudian diinkubasi pada suhu 37 0 C selama 1 x 24 jam untuk bakteri dan 3 x 24 jam untuk jamur. Diamati aktivitas antimikrobanya yang ditandai dengan ada atau tidaknya pertumbuhan bakteri dan jamur.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Buah Pala (Myristica Fragrans) dalam Pembuatan Dodol

Pemanfaatan Buah Pala (Myristica Fragrans) dalam Pembuatan Dodol

Pata merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang berasal dari kepnlauan Maluku dan Irian jaya. PaJa terdiri dari 3 bagian utama, yaitu daging buah, fuli dan biji. Daging bUah pala merupakan bagian torbesar i buah pala segar (83.3%). namnn sampai saat ini hanya sebagian kecil saja yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Hal ini disebabkan masyarakat hanya mengeahui pala sebagai minyak yang memiliki nilai jual. Pemanfaatan daging buah pala menjadi produk Pangan Semi Basah (PSB) dodol merupakan hal yang menarik dan potensial uotuk dikembangkan.
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

Kajian Pengaruh Proses Perendaman dan Lama Penyimpanan Biji Pala (Myristica fragrans HOUTT) Terhadap Rendemen dan Kualitas Minyak Pala

Kajian Pengaruh Proses Perendaman dan Lama Penyimpanan Biji Pala (Myristica fragrans HOUTT) Terhadap Rendemen dan Kualitas Minyak Pala

Buah pala (dapat dilihat pada Gambar 1) berwarna kuning hijau, bertekstur keras, bergaris tengah antara 3-9 cm. Buah untuk keperluan rempah biasa dipetik pada umur 9 bulan sejak mulai persarian bunga. Buahnya berbentuk peer, lebar, ujungnya meruncing, kulitnya licin, berdaging dan cukup banyak mengandung air. Jika sudah masak petik warnanya kuning pucat dan membelah dua, kemudian jatuh. Daging buahnya/pericarp tebal dan rasanya asam. Biji pala tunggal, berkeping dua, dilindungi oleh tempurung, walaupun tidak tebal tapi cukup keras. Bentuk biji bulat telur hingga lonjong, panjangnya berkisar antara 1.5-4.5 cm dengan lebar 1- 2.5 cm, mempunyai tempurung berwarna coklat tua dan licin permukaannya bila sudah cukup tua dan kering. Namun bila buah masih muda atau setengah tua, setelah dikeringkan warnanya menjadi coklat muda di bagian bawah dan coklat tua di bagian atasnya dengan permukaan yang keriput dan beralur. Biji dan fuli yang berasal dari buah yang cukup tua dimanfaatkan sebagai rempah, sedangkan yang berasal dari buah yang muda dimanfaatkan sebagai bahan baku minyak pala karena kandungan minyak atsirinya yang jauh lebih tinggi daripada biji yang berasal dari buah yang tua. Pada buah muda (umur 4–5 bulan) kadar minyak atsiri berkisar antara 8–17 % atau rata-rata 12 % (Rismunandar 1990). Pemanenan dapat dilakukan dengan menggunakan galah atau menunggu sampai jatuh. Pada Gambar 2, dapat dilihat komponen bagian-bagian buah pala.
Baca lebih lanjut

145 Baca lebih lajut

Aplikasi Kombinasi Ekstrak Fuli Pala (Myristica Fragrans Houtt) Dan NaCl Sebagai Pengawet Pada Mi Basah Matang

Aplikasi Kombinasi Ekstrak Fuli Pala (Myristica Fragrans Houtt) Dan NaCl Sebagai Pengawet Pada Mi Basah Matang

Hasil pengamatan secara obyektif terhadap warna mi dengan menggunakan chromameter menunjukkan nilai ºHue (ketajaman warna) mi basah matang yang ditambahkan ekstrak fuli pala 3% lebih rendah daripada mi basah matang kontrol dan mi basah dengan NaCl 4%tetapi masih berada pada kisaran merah kekuningan atau yellow red. Penambahan ekstrak fuli pala juga berpengaruh pada tekstur mi basah. Mi basah matang yang ditambahkan ekstrak fuli pala 3% memiliki tekstur yang lebih keras pada awal penyimpanan dibandingkan dengan mi basah matang kontrol dan mi basah matang dengan NaCl 4%. Tekstur keempat jenis mi basah matang umumnya mulai mengalami penurunan kekerasan secara drastis setelah 36 jam.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

Teknik Imotilisasi Ikan Mas (Cyprinus carpio) Menggunakan Bahan Anestesi Ekstrak Kasar Buah Pala (Myristica fragrans)

Teknik Imotilisasi Ikan Mas (Cyprinus carpio) Menggunakan Bahan Anestesi Ekstrak Kasar Buah Pala (Myristica fragrans)

Uji anestesi tahap pertama menggunakan RAL Faktorial. Uji anestesi dilakukan dengan membuat stock larutan ekstrak bagian buah pala masing-masing sebanyak 3 liter dengan kepekatan 25% (b/v) atau perbandingan pelarut berupa air dengan bagian buah pala adalah 1:4 (b/v). Ekstrak bagian buah masing-masing akan dicampurkan sebesar 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% (v/v) sehingga air di toples yang digunakan untuk anestesi ikan mencapai 4 liter. Bagian buah dan konsentrasi merupakan variabel terikat yang digunakan. Sampel kontrol yang digunakan adalah sampel ikan tanpa penambahan bahan anestesi pada media air. Efektifitas bahan anestesi ditentukan oleh waktu pingsan dan waktu sadar ikan. Data waktu pingsan dan waktu sadar ikan mas dihitung dengan menggunakan stopwatch. Data hasil uji anestesi tahap pertama dapat dilihat pada Gambar 4 dan Gambar 5.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...