Top PDF STUDI PENGGUNAAN SPIRONOLAKTON PADA PASIEN SIROSIS DENGAN ASITES (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN SPIRONOLAKTON PADA PASIEN SIROSIS DENGAN ASITES (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN SPIRONOLAKTON PADA PASIEN SIROSIS DENGAN ASITES (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

Biasanya hubungan antara hipertensi portal yang diperoleh dari frekuensi dan banyaknya komplikasi, menggambarkan sebab awal dari kematian pada pasien sirosis hepatis dengan asites. Yang dimaksud dengan hipertensi portal sendiri adalah peningkatan tekanan di vena porta. Tekanan vena porta normal adalah 3 mmHg. Pada hipertensi portal, darah yang dalam keadaan normal mengalir ke hati melalui vena porta, mulai melewatkan hati untuk mencari rute-rute alternatif dengan resistensi yang lebih rendah. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya pembuluh-pembuluh kolateral dari vena porta. Selain itu, sirkulasi kolateral yang terbentuk sering tidak dapat menangani peningkatan aliran darah sehingga terbentuklah third spacing. Third spacing terjadi ketika terlalu banyak cairan yang berpindah dari intravascular ke dalam interstitial. Sehingga terjadi pengisian cairan pada rongga ketiga atau pada rongga lain yang berada disekitarnya. Third spacing mengacu kepada cairan, terutama air yang difiltrasi dari plasma, yang tertimbun di bagian-bagian tubuh selain di dalam sel atau di sistem vaskular.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ALBUMIN PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN ASITES (Penelitian Di RumahSakitUmum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ALBUMIN PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN ASITES (Penelitian Di RumahSakitUmum Dr. Saiful Anwar Malang)

Sirosis hati merupakan penyakit hati kronik dan dapat menimbulkan sekitar 35.000 kematian pertahun di Amerika Serikat. Sirosis merupakan penyebab kematian utama yang kesembilan di AS dan bertanggungjawab terhadap 1,2% seluruh kematian di AS. Banyak pasien yang meninggal pada dekade keempat atau kelima kehidupan mereka akibat penyakit ini (Kusumobroto, 2007). Sirosis hati didefinisikan sebagai proses difusi fibrosis dan konversi dari struktur normal hepar disertai ketidaknormalan stuktur nodul (Dipiro, 2005). Sirosis hati adalah penyakit yang ditandai oleh adanya peradangan difus diikuti dengan poliferasi jaringan ikat, degenarasi, dan regenarasi sel – sel hati sehingga timbul kerusakan dalam susunan parenkim hati (Mansjoer, 2009).
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN KOMBINASI FUROSEMID - SPIRONOLAKTON PADA PASIEN GAGAL JANTUNG (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN KOMBINASI FUROSEMID - SPIRONOLAKTON PADA PASIEN GAGAL JANTUNG (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

ix lama pemakaian pada pasien gagal jantung yang dirawat di instalasi rawat inap RSU. Dr. Saiful Anwar Malang. Studi penggunaan obat pada penelitian ini akan difokuskan pada penggunaan kombinasi furosemid – spironolakton pada pasien gagal jantung. Kombinasi furosemid – spironolakton memiliki keuntungan yaitu menurunkan volume overload dengan cara meningkatkan diuresis dan penghambatan efek dari peningkatan aldosteron pada gagal jantung. Metode penelitian yang digunakan dalam penilitian ini adalah merode observasional retrospektif, dengan penyajian data secara deskriptif dari data rekam medik kesehatan (RMK) pasien gagal jantung rawat inap pada periode Agustus 2011 – Januari 2012.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN PROPRANOLOL PADA PASIEN SIROSIS HEPATIS DENGAN HIPERTENSI PORTAL (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN PROPRANOLOL PADA PASIEN SIROSIS HEPATIS DENGAN HIPERTENSI PORTAL (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

Pada sebagian besar kasus, sirosis merupakan stadium akhir dari penyakit hati. Sirosis terjadi, ketika hati perlahan-lahan memburuk dan rusak akibat cedera kronis. Jaringan parut menggantikan jaringan hati sehat, yang sebagian dapat menghalangi aliran darah melalui hati. Jaringan parut juga mengganggu kemampuan hati untuk mengontrol infeksi, menghilangkan bakteri dan racun dalam darah, mensintesis faktor pembekuan, pembentukan dan ekskresi empedu, metabolisme lemak, detoksifikasi, serta penimbunan vitamin dan mineral yang larut lemak. Hati yang sehat mampu meregenerasi sebagian besar selnya sendiri, ketika menjadi rusak pada sirosis stadium akhir hati tidak bisa lagi secara efektif menggantikan sel yang rusak (Minino et al, 2008).
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN INFUS COMAFUSIN HEPAR PADA PASIEN SIROSIS DENGAN HEPATIK ENSEFALOPATI (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN INFUS COMAFUSIN HEPAR PADA PASIEN SIROSIS DENGAN HEPATIK ENSEFALOPATI (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

iv KATA PENGANTAR Assalamualaikum.. Wr.Wb.... Alhamdulillahirabbilalamin...Segala puji bagi Allah SWT, Rabb semesta alam, yang menghidupkan dan mematikan, yang memberi hidayah kepada yang dikehendaki dan mencabut hidayah dari yang dikehendaki. Rabb yang telah memberikan berjuta nikmat sehat, waktu, kemudahan dan kesabaran sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul “STUDI PENGGUNAAN INFUS COMAFUSIN HEPAR PADA PASIEN SIROSIS DENGAN HEPATIK ENSEFALOPATI (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)” untuk mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam penyusunan skripsi ini penulis tidak terlepas dari peranan pembimbing dan bantuan dari seluruh pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada:
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN CEFOTAXIME PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN SBP (Spontaneous Bacterial Peritonitis) (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN CEFOTAXIME PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN SBP (Spontaneous Bacterial Peritonitis) (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

Sejak tahun 1985 hingga sekarang cefotaxime merupakan drug of choice dan antibiotika empiris sebagai terapi SBP. Beberapa keuntungannya adalah relatif aman, dapat ditoleransi dengan baik, aktivitas spektrum yang luas, efektivitas lebih besar gram negatif dibandingkan gram positif dengan berbagai penelitian yang menyatakan peningkatan kesembuhan SBP. Bakteri yang sering ditemukan diantaranya bakteri gram negatif enteric-bacilli (E. Coli dan Klepsiella spp) dan bakteri gram positif cocci (Streptococci). Beberapa faktor resiko yang lain antara lain Alkoholik, merokok, konsumsi jamu-jamuan. Diagnosis SBP ditunjang dengan adanya pemeriksaan sitologi cairan asites, USG abdomen, data klinik dan data laboratorium. Pemeriksaan tersebut juga bertujuan untuk mempermudah pemberian terapi yang disesuaikan dengan kondisi pasien.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN CEFTRIAXONE PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN SBP (Spontaneous Bacterial Peritonitis) (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN CEFTRIAXONE PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN SBP (Spontaneous Bacterial Peritonitis) (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

Studi dari Jefferson Spontaneous Bacterial Peritonitis A Review of Treatment Options mengatakan bahwa pada tahun 2000, The International Ascites Club menerbitkan dokumen untuk diagnosis, manajemen dan profilaksis dari SBP. Salah satu literatur menyarankan antibiotik yang dapat digunakan untuk pengobatan empiris adalah Sefalospotin generasi III seperti Ceftriaxone. Dalam beberapa penelitian, antibiotik Ceftriaxone menunjukkan keberhasilan pada tingkat yang sama, mulai dari 77% sampai 93%. Franca et al meneliti khasiat terapi ceftriaxone untuk terapi SBP, tiga puluh tiga pasien mendapat terapi Ceftriaxone 1 g setiap 12 jam minimal selama lima hari. Infeksi dianggap sembuh ketika semua tanda-tanda infeksi menurun dan cairan asites mengandung PMN di bawah 250 sel/mL. 94% pasien mencapai keberhasilan setelah terapi. Seorang peneliti berkomentar tidak hanya pada keberhasilan yang luar biasa dari Ceftriaxone tetapi juga pada jumlah penurunan PMN cairan asites untuk membantu dalam menetapkan durasi terapi antibiotik (Alaniz and Regal, 2009).
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN KUINOLON PADA PASIEN SIROSIS DENGAN SBP (Spontaneous Bacterial Peritonitis) Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN KUINOLON PADA PASIEN SIROSIS DENGAN SBP (Spontaneous Bacterial Peritonitis) Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang

10. Untuk semua angggota tata usaha Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang, yang telah banyak membantu untuk kebutuhan administrasi kelengkapan skripsi. 11. Orang Tuaku tercinta, almarhum ayah Drs. Hairil Fachmi dan ayah tiriku Triansyah danmamaku Andrie yama,SE , yang tiada hentinya memotivasi dalam segala hal, dengan sabar mendoakan untuk kebaikan dan kesuksesan anak-anaknya. Terima kasih banyak atas didikan dan kerja keras untuk membuat anak-anaknya bahagia serta mendapatkan ilmu yang bemanfaat dan terima kasih atas kasih sayang yang telah diberikan.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN FUROSEMID PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN ASITES (Penelitian di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan)

STUDI PENGGUNAAN FUROSEMID PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN ASITES (Penelitian di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan)

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum warohmatullahiwabarokatuh Alhamdulilah, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam karena berkat rahmat dan ridho-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul STUDI PENGGUNAAN FUROSEMID PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN ASITES (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan). Skripsi ini diajukan untuk memenuhi syarat untuk mencapai gelar Sarjana Farmasi pada program studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam penyusunan skripsi ini penulis tidak terlepas dari peranan pembimbing dan bantuan seluruh pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada:
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

SKRIPSI ABDI RAHMAN IMANSYAH. STUDI PENGGUNAAN FUROSEMID PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN ASITES (Penelitian di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan)

SKRIPSI ABDI RAHMAN IMANSYAH. STUDI PENGGUNAAN FUROSEMID PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN ASITES (Penelitian di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan)

SIROSIS HATI DENGAN ASITES (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan). Skripsi ini diajukan untuk memenuhi syarat untuk mencapai gelar Sarjana Farmasi pada program studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam penyusunan skripsi ini penulis tidak terlepas dari peranan pembimbing dan bantuan seluruh pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada:

16 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI METILDOPA PADA PASIEN PRE-EKLAMSIA (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI METILDOPA PADA PASIEN PRE-EKLAMSIA (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

10. Seluruh staf Tata Usaha Program Studi Farmasi dan staf Tata Usaha Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah banyak membantu dalam proses administrasi. 11. Orang tuaku tercinta, Bapak Heri Susanto dan Ibu Misemiati terima kasih atas do’a yang selalu dipanjatkan kepada Allah SWT untuk kebaikan, kesuksesan putrinya, terima kasih atas segala dukungan, motivasi, nasehat yang tiada hentinya diberikan kepada penulis sehingga penulis dapat dengan lancar menyelesaikan naskah skripsi ini dengan baik, terima kasih atas kesabaran dalam mendidik putrinya, tidak ada kata yang lebih indah selain “Anugerah Terindah yang Allah Berikan” .
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ASETOSAL PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ASETOSAL PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

(Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang) Infark Miokardial Akut merupakan penyakit kardiovaskular yang memiliki diagnosa rawat inap tersering di negara maju. Laju mortalitas awal (30 hari) adalah 30% dalam 2 dekade terakhir. Berdasarkan studi SALT, ISIS-2 dan ESPRIT bahwa Asetosal sebagai antiplatelet efektif untuk menurunkan kejadian stroke iskemik, Infark Miokardial dan kematian akibat penyakit pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pola penggunaan obat pada pasien Infark Miokard Akut, khususnya Asetosal terkait dengan kesesuaian dosis, interaksi dan rute penggunaan terhadap outcome terapi pada pasien Infark Miokard Akut di RSU Dokter Saiful Anwar Malang. Desain Penelitian menggunakan observasional deskriptif analitik dengan pengumpulan data menggunakan metode kombinasi prospektif dan retrospektif. Penelitian retrospektif dilakukan dengan mengamati Rekam Medik Kesehatan pasien periode 1 Januari -31 April 2011. Sedangkan penelitian prospektif dilakukan di Poliklinik Jantung periode Mei – Juni 2011. Data disajikan dalam bentuk tabel serta diagram. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa Anti Platelet ASA lebih banyak di Instalasi Rawat Jalan dibandingkan Instalasi Rawat Inap. Dosis ASA pada 49 pasien di Intalasi Rawat Jalan adalah 80 mg dan berfungsi sebagai maintenance dose. Sementara dosis ASA pada 5 pasien di Instalasi Rawat Inap, bervariasi, mulai dari 80mg hingga dosis 320mg. ASA dengan dosis 320mg berfungsi sebagai loading dose.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN OBAT NEUROPROTEKTAN PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN OBAT NEUROPROTEKTAN PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

Pemberian terapi neuroprotektan pada pasien stroke iskemik rawat inap yaitu 93,14% penggunaan sitikolin tunggal, 1,96% penggunaan pirasetam tunggal, dan 4,90% penggunaan kombinasi pirasetam-sitikolin. Penggunaan obat neuroprotektan dilakukan melalui rute iv dan juga oral dengan didominasi dosis (2x1g)/ i.v sitikolin dilanjutkan (2x1g)/p.o sebanyak 26,47%. Peran sitikolin sebagai neuroprotektan adalah memperbaiki membran sel dengan cara menambah sintesis phosphatidylcholine dan mengurangi kadar asam lemak bebas serta meningkatkan sintesis asetilkolin dan pirasetam berperan dalam memperbaiki fluiditas membran sel. Lama perawatan pasien stroke iskemik dapat dipengaruhi oleh adanya penyakit penyerta dan onset stroke iskemik yang dapat memperburuk prognosisnya. Sitikolin dan pirasetam terbukti menjadi obat neuroprotektan dengan beberapa efek yang menguntungkan pada stroke iskemik dengan profil keamanan yang sangat baik. Penggunaan dosis, rute pemberian, interval pemberian, serta lama pemberian sitikolin dan piracetam yang diberikan pada pasien stroke iskemik rawat inap di RSU Dr. Saiful Anwar sudah sesuai menurut guideline yang ada.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN OBAT NEUROPROTEKTAN PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN OBAT NEUROPROTEKTAN PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

Stroke adalah sebuah penyakit pada sistem saraf yang disebabkan penyumbatan atau terjadinya luka pada pembuluh darah di otak. Stroke merupakan penyebab kelumpuhan nomor satu di dunia, pembunuh nomor dua di dunia dan merupakan peringkat ketiga penyebab kematian di Amerika Serikat. Stroke iskemik adalah stroke yang paling sering terjadi dengan angka kejadian 88%. Tujuan pengobatan stroke akut adalah menurukan terjadinya kerusakan saraf lebih lanjut dan menurunkan kematian dan kelumpuhan jangka panjang. Neuroprotectan adalah salah satu terapi yang dapat menurunkan kerusakan sel yang mengakibatkan gangguan pembuluh darah untuk mensuplai oksigen. Penelitian bertujuan untuk menentukan pola penggunaan neuroprotectan pada pasien dengan stroke iskemik serta memeriksa hubungan terapi neuroprotectan terkait dosis, rute pemberian, frekuensi pemberian, lama dan waktu pemberian yang dikaitkan dengan data klinik di rumah sakit Dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian ini menggunakan pengamatan retrospektif dengan consecutive sampling method pada pasien stroke iskemik dari bulan Oktober 2012 sampai Desember 2012. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa 95 pasien (93,14%) menerima citicoline, 2 pasien (4,90%) menerima piracetam, dan 5 pasien (4,90%) menerima kombinasi citicoline dan piracetam. Neuroprotectan yang digunakan secara i.v. dan oral dengan (2x1g)/i.v. citicoline kemudian (2x1g)/p.o sebanyak 27 pasien (26,47%). Penggunaan dosis neuroprotectan, rute pemberian, interval pemberian, dan lama pemberian yang diberikan pada pasien stroke iksemik di rumah sakit Dr. Saiful Anwar sudah sesuai berdasarkan beberapa guidelines yang ada.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN VALSARTAN PADA PASIEN GAGAL JANTUNG (Penelitian Di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN VALSARTAN PADA PASIEN GAGAL JANTUNG (Penelitian Di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang)

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu dan kecacatan di seluruh dunia. Salah satu penyakit kardiovaskular adalah gagal jantung yang mempengaruhi hampir 23 juta orang di seluruh dunia. Etiologi penyakit gagal jantug adalah hipertensi dan infark miokard. Gagal jantung dimulai dengan adanya miokard injury yang menyebabkan jantung tidak mampu memompakan darah yang cukup untuk kebutuhan tubuh. Infark menyebabkan pengurangan masa otot dan dalam upaya mempertahankan cardiac output, miokardium yang masih hidup mengalami renovasi kompensasi yang merupakan awal proses maladaptif perkembangan gagal jantung. Iskemia miokard dan infark miokard juga mempengaruhi fungsi diastolik dengan cara meningkatkan kekakuan ventrikel dan memperlambat ventrikel berelaksasi. Hipertensi menyebabkan otot- otot jantung menebal untuk melakukan mekanisme kompensasi untuk mengembalikan kontraktilitas seperti normal. Jika tekanan atau volume overload terus berlanjut maka kekuatan kontraksi otot jantung melemah dari waktu kewaktu dan otot mengalami kesulitan berelaksasi sehingga jantung mengalami kesulitan untuk mengisi darah secara normal. Mekanisme kompensasi yang dilakukan jantung untuk mempertahankan cardiac output adekuat yaitu mengaktivasi sistem saraf simpatik dan sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS) yang mengakibatkan vasokonstriksi dan retensi natrium dan air, serta remodeling jantung. Pada pasien gagal jantung, prinsip pengobatan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien; meringankan atau mengurangi gejala;
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN CEFTRIAXONE PADA PASIEN PNEUMONIA RAWAT INAP (Penelitian Dilakukan di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN CEFTRIAXONE PADA PASIEN PNEUMONIA RAWAT INAP (Penelitian Dilakukan di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

viii Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mempelajari dan mengetahui pola penggunaan ceftriaxone pada pasien pneumonia. Mengetahui kesesuaian dosis, interval pemberian, dan lama pemberian baik ceftriaxone, antibiotika lain yang diberikan dalam bentuk tunggal, kombinasi, maupun antibiotika pengganti berdasarkan pedoman standar pengobatan pneumonia. Mengetahui demografi umur dan jenis kelamin mayoritas pasien pneumonia, serta mempunyai manfaat untuk menambah pengetahuan tentang pneumonia dengan pemilihan antibiotika yang tepat untuk terapi pneumonia. Mengetahui penyebab terjadinya pneumonia, sehingga dapat dilakukan langkah pencegahan sebelumnya. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan kepada para praktisi kesehatan lain dalam penyusunan pedoman penggunaan antibiotika dan formularium rumah sakit, serta diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi penelitian selanjutnya.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN KLOPIDOGREL PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT (Penelitian Dilakukan di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN KLOPIDOGREL PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT (Penelitian Dilakukan di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

vii ABSTRAK Pola penggunaan klopidogrel sebagai antiplatelet pada pasien infark miokard akut merupakan terapi lanjutan yang bertujuan untuk revaskularisasi koroner atau melancarkan aliran darah arteri koroner yang tersumbat. Berdasarkan studi CAPRIE, CURE, dan COMMIT menunjukkan pemberian klopidogrel dengan loading dose 300 mg serta dosis pemeliharaan 75 mg/hari dalam jangka panjang lebih efektif dalam menurunkan kejadian stroke iskemik, infark miokard dan kematian akibat penyakit vaskular jika dibandingkan dengan penggunaan aspirin. Dengan dilaksanakannya penelitian ini bertujuan untuk menganalisa menganalisa pola terapi obat-obat pada pasien IMA, khususnya terapi klopidogrel terkait dengan kesesuaian dosis, rute, interaksi, dan efek samping terhadap outcome terapi pada pasien IMA.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN GOLONGAN STATIN PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN GOLONGAN STATIN PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang)

Hasil penelitian dengan metode retrospektif dari data Rekam Medik Kesehatan pasien stroke iskemik di instalasi rawat inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang periode Oktober 2012 – Desember 2012 diperoleh 50 RMK pasien dengan diagnosis stroke iskemik. Dari 50 RMK yang diteliti, terdapat 48 RMK yang masuk dalam kriteria inklusi, 6 diantaranya meninggal dunia dan 2 RMK dieksklusikan dikarenakan data yang tidak lengkap. Dengan data jenis demografi jenis kelamin pasien yaitu 50% pria dan 50% wanita dimana jumlah terbanyak adalah rentang usia 51 – 55 tahun sebanyak 33,33%, sedangkan berdasarkan status pasien, secara keseluruhan jumlah terbanyak adalah pasien dengan status umum yaitu sebanyak 56,25%. Pengamatan pada faktor resiko didapatkan data bahwa pada jumlah terbanyak adalah hipertensi sebanyak 91,67% , kemudian disusul oleh diabetes melitus 41,67% dan dislipidemia 2,08%. Sedangkan pengamatan faktor resiko berdasarkan gaya hidup di dapatkan bahwa konsumsi tinggi lemak + garam + kopi merupakan faktor resiko terbesar pasien, dengan persentase sebesar 35,42%.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

18. Untuk semua pihak yang belum disebutkan namanya, penulis mohon maaf dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semua keberhasilan ini tak luput dari bantuan, doa yang telah kalian semua berikan. Jasa dari semua pihak yang telah membantu dalam penelitian ini, penulis tidak mampu membalas dengan apapun. Semoga amal baik semua pihak mendapat imbalan dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kebaikan skripsi ini. Semoga penulisan ini dapat berguna bagi penelitian berikutnya, amiin.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN RAWAT INAP PNEUMONIA (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. SAIFUL ANWAR Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN RAWAT INAP PNEUMONIA (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. SAIFUL ANWAR Malang)

Dalam melaksanakan pengelolaan terhadap pasien dengan penyakit infeksi, terdapat suatu fenomena terjadinya resistensi bakteri yaitu suatu keadaan dimana suatu bakteri menjadi resisten terhadap satu atau beberapa antibiotik, terutama antibiotik golongan sefalosporin. hal ini merupakan akibat langsung dari penggunaan antibiotika yang kurang tepat yang kemudian bakteri yang resisten tersebut memperbanyak diri dan menyebar ketempat lain, sehingga semakin banyak penderita tertular bakteri yang resisten ini, terutama ditempat pelayanan kesehatan yang kurang higienis. Dan akibatnya akan menjadi ancaman terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan akibat kegagalan dalam pengelolaan penderita penyakit infeksi. Pemilihan dan penggunaan terapi antibiotika yang tepat dan rasional akan menentukan keberhasilan pengobatan untuk menghindari terjadinya resistensi bakteri, disamping itu harus dapat diprediksi lebih jauh tentang efek samping antibiotik golongan sefalosporin sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (Worokarti, dkk, 2005).
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects