Kamu pernah menyaksikan SCTV award atau award lainnya? Pada acara penganugrahan tersebut sudah mulai dimunculkan kategori pembaca berita terbaik. Dengan munculnya kategori tersebut membuktikan betapa pentingnya teknik dan gaya membaca dalam penyampaian berita. Selain isi beritanya yang aktual, bahasanya yang lugas, juga cara membacanya menarik dan hidup.
1. Bacalah teks berita berikut ini oleh salah seorang atau dua orang siswa dengan baik sesuai ketentuan pembacaan berita!
Harapan Tanggung Jawab
Setelah sebelumnya hanya terdengar sebagai suatu gagasan, yang salah satunya tertuang dalam sebuah sarasehan para seniman yang berlangsung di Rumentang Siang pada tanggal 27 Maret 2002 lalu dengan tema Restrukturisasi Optimalisasi Gedung Kesenian Rumentang Siang, akhirnya perubahan struktur manajemen pengelolaan Gedung Kesenian Rumentang Siang, Bandung terjadi.
Peristiwa ini bisa dikatakan bersejarah karena inilah untuk pertama kalinya hal itu terjadi sejak gedung kesenian yang bersejarah di kota ini diresmikan oleh Gubernur Jabar Solihin GP pada tanggal 10 Januari 1975. Banyak hal yang mendasari keperluan tersebut, yang seluruhnya diasumsikan berangkat dari fakta kondisi gedung yang tak bisa disendirikan dari perkembangan dan pertumbuhan seni modern di Bandung. Mulai dari kondisi fisiknya yang tua dan telah rapuh, lingkungan yang kian terjepit dan terasing oleh keramaian pasar dan pedagang kakilima, dan terutama lagi, aura sejarahnya yang telah hilang di tengah pertumbuhan berbagai ruang-ruang publik kesenian lainnya di Bandung. Tapi satu hal yang disebut menjadi pokok persoalan ketika hendak memperbaiki kondisi gedung tersebut adalah melakukan penyegaran dalam struktur manajerialnya.
Inilah salah satu pemikiran yang mencuat dalam sarasehan para seniman tentang merevitalisasi Gedung Kesenian Rumentang Siang yang diadakan pada tahun 2002 kemarin. Dalam pemikiran ini manajemen diandaikan bisa bergerak dinamis dengan membangun jaringan publikasi yang intens sehingga berbagai peristiwa kesenian yang disuguhkan tidak hanya menjadi konsumsi para seniman, melainkan juga mampu meraih publik yang lebih luas dan beragam. Di lain sisi kualitas pertunjukan itu sendiri menjadi tekanan yang mengandaikan bahwa hal itu hanya bisa dilakukan sepanjang
131
131
131
131
131
u Belajar Efektif Bahasa Indonesia 2Bahasa Indonesia 2Bahasa Indonesia 2Bahasa Indonesia 2Bahasa Indonesia 2 untuk SMA/MA Kelas XI Ilmu Alam/Ilmu Sosial u
manajemen memiliki seperangkat lembaga untuk itu, yakni Dewan Kurator. Juga satu hal yang cukup diberi tekanan ketika itu adalah, bagaimana menyiasati keterasingan Rumentang Siang dari masyarakat sekelilingnya sehingga mereka merasa akan turut memiliki gedung itu.
Sejumlah pemikiran yang tertuang dalam sarasehan tersebut bisalah dikatakan sebagai cetak biru bagi struktur manajemen baru yang legitimasi keberadaannya ditegaskan oleh Surat Tugas yang diterbitkan oleh lembaga yang kini membawahinya, yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jabar melalui Surat Tugas Nomor 431/84-Kes. Struktur manajemen baru itu sendiri sesungguhnya tidaklah mengalami perubahan yang berarti, kecuali duduknya Yayat Hendayana sebagai manajer menggantikan Endang Rusma. Demikian pula dengan sejumlah nama-nama seniman yang duduk sebagai dewan kurator, paling tidak nama-nama itu telah muncul jauh sebelumnya, seperi Yesmil Anwar, Sis Triadji, Wakabul, Dadi P. Danubrata, Benny Yohanes, Aat Suratin, dan Tjetje Raksa Muhamad yang juga merangkap selaku wakil manajer. Jika pun yang dianggap baru itu dirasakan oleh orang-orang seperti Moel Mge, Udin, dan 6 orang-orang lainnya dalam hal status, kini status mereka adalah pegawai honorer Disbudpar Jabar.
Perubahan struktur manajemen pengelola dan keberadaan dewan kurator dengan nama-nama tersebut, mendapat berbagai tanggapan dari para seniman. Termasuk juga status Gedung Kesenian Rumentang Siang yang kini berada di bawah birokrasi Disbudpar Jabar. Bahkan hal ini telah muncul sejak mencuatnya nama-nama dewan kurator. Kemunculan nama-nama mereka mengapungkan pertanyaan tentang ukuran apa yang dipakai sehingga nama-nama itu duduk sebagai dewan kurator, seperti muncul pertanyaan dari aktor Hermana MT. Demikian pula dengan kecemasan yang dilontarkan oleh aktor Asep Budiman, bahwa kelak otoritas dewan itu hanya akan memberi peluang tampilnya kelompok-kelompok kesenian yang berada di wilayah lingkaran mereka sendiri mengingat para dewan kurator itu umumnya memiliki kelompok-kelompok kesenian, terutama teater. Meski senada dengan Asep Budiman, aktor senior Muh. Sunjaya berharap bahwasannya anggota dewan kurator itu tidaklah duduk untuk mewakili kelompoknya, melainkan representasi dari sebuah parameter estetika yang hendak dikenakan pada setiap kelompok seni yang akan tampil di Rumentang Siang.
”Tapi ini semua akhirnya terpulang pada integritas kepribadian mereka,” ujarnya seraya menegaskan bahwa ia sendiri tidak begitu mengenal terlalu jauh mereka yang duduk di dewan itu.
Menanggapi suara-suara tersebut, Yayat Hendayana mengatakan, bahwa objektivitas tetap digunakan sebagai parameter yang sesungguhnya dalam kinerja dewan kurator kelak. Tidak hanya bagi kelompok yang merupakan kelompok yang salah seorang dewan kurator itu sendiri berada di dalamnya, bahkan juga
132
132132
132132
uBelajar Efektif Bahasa Indonesia 2Bahasa Indonesia 2Bahasa Indonesia 2Bahasa Indonesia 2Bahasa Indonesia 2 untuk SMA/MA Kelas XI Ilmu Alam/Ilmu Sosial u
terhadap kelompok seni yang mendapat rekomendasi dari Disbudpar Jabar. ”Persoalannya adalah itu layak atau tidak. Objektivitas akan tetap dipakai, dari manapun datangnya kelompok itu,” ujar Yayat dalam percakapan kami pada Senin kemarin (10/ 2/2003) di Gedung Kesenian Rumentang Siang.
Dalam konteks inilah ia pun dengan tegas menolak adanya kemungkinan bahwa Rumentang Siang kelak hanya akan dibebani oleh program-program Disbudpar sebagai lembaga yang memayungi. ”Tidak. Jika itu terjadi, kami akan menolak. Dengan kata lain, persoalan manajemen dan program Disbudpar tidak ikut campur. Demikian pula dengan penentuan personil manajemen. Sepenuhnya dilakukan oleh komunitas seniman,” jelasnya.
Lebih jauh tentang tugas-tugas dewan kurator itu sendiri, Yayat mengungkapkan bahwa tugas mereka tidaklah semata-mata hanya sebagai lembaga yang melegitimasi suatu kelompok untuk tampil di Rumentang Siang. Namun juga memikirkan bagaimana mengemas berbagai materi pertunjukan sehingga bisa menjadi menarik. ”Saya akan memanfaatkan secara optimal keberadaan dewan kurator tim ahli ini untuk memikirkan segala hal. Termasuk juga mencari sponsor.”
Namun demikian dalam pandangan Yayat, dewan kurator atau tim ahli bukanlah lembaga satu-satunya yang memiliki otoritas, terutama dalam penyusunan program. Ia mengatakan, pada substansinya seluruh penyusun program Rumentang Siang kelak diharap tetap melibatkan seluruh seniman sehingga ia merepresentasikan semangat kebersamaan. Selain sebagai ruang silaturahmi, juga bisa bermakna mengembalikan ikatan batin para seniman dengan keberadaan Rumentang Siang yang selama ini terasa sangat mengendur. Selain itu adalah juga menyiasati keterasingan Rumentang Siang dari masyarakat di sekelilingnya, seperti yang terlontar dalam sarasehan para seniman. Untuk hal tersebut, Yayat mengagendakan suatu upaya untuk menjadikan Rumentang Siang sebagai tempat kesenian bagi para pedagang dan masyarakat di sekelilingnya.
”Dengan upaya menumbuhkan rasa memiliki pada gedung ini, diharapkan masyarakat akan ikut menjaga penataannya dengan kesadaran sendiri. Misalnya, mereka tidak akan berdagang menghalangi Rumentang Siang, sebab memang kita tidak mungkin melarangnya,” tandasnya.
Rumentang Siang ke depan, seperti apa yang mengemuka dari manajernya yang baru, Yayat Hendayana, adalah keberadaannya dengan sejumlah harapan dan janji yang semata-mata bukan hanya untuk mengembalikan pamor sejarahnya. Namun pula untuk memberi makna pada tanggung jawab itu sendiri terhadap sejarah masa depannya, termasuk, dan ini yang terutama, sejarah orang-orang di dalamnya.
133
133
133
133
133
u Belajar Efektif Bahasa Indonesia 2Bahasa Indonesia 2Bahasa Indonesia 2Bahasa Indonesia 2Bahasa Indonesia 2 untuk SMA/MA Kelas XI Ilmu Alam/Ilmu Sosial u
B
Khazanah Bahasa
2. Siswa yang lain mengamati pembacaan berita yang dilakukan temannya dari unsur:
a. pelafalan; b. intonasi;
c. kejelasan ucapan; d. tatapan mata; dan e. sikap berdiri atau duduk.
3. Laporkan hasil pengamatan kamu kemudian jadikan bahan diskusi dipimpin oleh seorang moderator!
Untuk menjadi pembaca berita yang baik perlu memperhatikan hal-hal berikut.
1. Memperhatikan tanda baca atau pungtuasi, terutama tanda koma yang harus meninggi nadanya, tanda titik yang harus menurun nadanya, tanda tanya, dan tanda seru.
2. Memperhatikan penggalan-penggalan kalimat sesuai dengan kesatuan kelompok kata. Tidak boleh memecah pengucapan suatu kesatuan kelompok kata.
3. Pengaturan jeda harus sesuai penggalan kelompok kata, agak panjang terdapat pada tanda koma dan jeda panjang apabila terdapat tanda titik.
4. Pengaturan napas harus sesuai dengan pengaturan jeda. 5. Memperhatikan tekanan kata, baik tekanan dinamik, tekanan
nada, maupun tempo sehingga tercipta intonasi yang baik. 6. Pelafalan harus jelas, suara luar tidak terpengaruh suara perut. 7. Pandangan tidak selalu terpusat pada teks tetapi sekali-kali
pada pemirsa.
8. Mimik disesuaikan dengan topik yang dibacakan.