• Tidak ada hasil yang ditemukan

FenomenaTalk Show di Televisi Indonesia Ade Rio Wibowo

Pada era sekarang, masyarakat tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan akan informasi dan hiburan. Televisi merupakan media yang banyak dipilih oleh masyarakat dan dapat dibilang televisi sudah menjadi kebutuhan pokok dalam keseharian manusia.Televisi merupakan hasil dari produk teknologi tinggi (hi-tech) yang mampu menyampaikan berbagai informasi dalam bentuk audio visual gerak (Baksin, 2006:16). Dengan karakter televisi yang terdapat audio dan visual, maka segala jenis informasi akan lebih mudah dimengerti oleh masyarakat. Selain sebagai media informasi, televisi juga menjadi tumpuan masyarakat dalam mendapatkan suatu hiburan. Ketika kesibukan memaksa manusia menghabiskan waktu di tempat kerja, maka televisi muncul sebagai jalan lain untuk mendapatkan hiburan tanpa harus keluar rumah. Dengan adanya teknologi televisi ini, masyarakat merasa terbantu untuk mendapatkan informasi yang luas dan televisi sangat membantu untuk menyajikan masyarkat dalam bentuk tayangan yang mengenal (edukasi,news, reality show,talk show,iklan, dll), serta banyak fitur yang disajikan dari teknologi televisi.

Televisi merupakan media yang saat ini banyak digunakan karena berfungsi untuk menerima suara, gambar bergerak, dan warna yang baik untuk ditampilkan. Dengan adanya teknologi televisi ini masyarakatmudah untuk mendapatkan informasi yang lebih luas, beragam, dan cepat.Televisi juga sangat bermanfaat bagi masyarakat karena menyajikan tayangan yang beragam, antara lain; ilmu pengetahuan,pendidikan,news, reality show,talk show,iklan, serta banyak fitur lain yang disajikan dari teknologi

televisi ini. Seolah-olah masyarakat tidak bisa lepas dengan program- program yang disuguhkan oleh stasiun-stasiun televisi.

Dalam fenomena tayangan televisi sendiri banyak tontonan yang bermutu dan tidak bermutu. Masyarakat harus bisa memilih dan memilah tayangan yang bagus, sehingga tidak terpengaruh dan terjerumus ke hal yang negatif bagi diri sendiri atau pun orang lain. Tayangan televisi yang

kurang layak dipertontonkan tentu tidak mudah untuk ditayangkan di hadapan khalayak. Ada beberapa tahapan atau langkah yang harus diperhatikan oleh si pembuat tayangan atau production house yang sesuaidengan Undang-Undang No.32 tahun 2002 pasal 3 yang berbunyi bahwa di dalam berbagai acara televisi yang ditayangan mulai dari acara sinetron, kartun, film,iklan,infotaiment,dll.

Banyak adegan yang melanggar etika dan norma yang ada, sehingga bisa menyebabkan masyarakat dari kalangan, remaja, orangtua, hingga anak-anakpun bisa meniru adegan tersebut secara tidak langsung maupun langsung. Maka, setiap orang tua harus memperhatikan ketika anaknyamenonton acara yang ditayangkan di televisi. Rata-rata setiap hari tayangan sinetron di televisi banyak yang mengandung kekerasan secara

fisik maupun verbal. Tidak menutup kemungkinan bahwa anak-anak bisa

meniru adegan kekerasan ditayangan televisi yang mereka tonton.

NET.TV mempunyai program acara talk show kontroversial yang berjudul “IniTalk Show”. Program ini ditayangkan live setiap hari Senin- Jum’at pukul 19.30-21.00 WIB atau berdurasi 90 menit. Ini Talk Show

dikemas dengan suasana yang santai sesuai dengan pembawa acara atau

host yaitu Sule, Andre Taulany sebagai Consultant-Host, dan ada beberapa pendukung acara Yurike sebagai ibu Sule, Sas Widjanarko sebagai om Sule, Saswi sebagai Om/Mamangnya Sule, Haruka Nakagawa JKT48 sebagai keponakan Sule, Maya Septha sebagai Asisten Rumah Tangga (ART), Haji Bolot sebagai Pak RT, dan Edi Supono/Parto sebagai Satpam. Acara talk show ini membahas isu-isu hangat yang ada di masyarakat dengan cara sederhana dan dibumbui dengan candaan-candaan khas. Pada program ini juga akan memperlihatkan suasana rumah dan karakter-karakter yang sudah disebutkan tadi. Dalam acara ini, pemain-pemain juga bermain peran atau berakting sekaligus menanyakan bintang tamu dan persoalan di masyarakat. Acara ini merupakan garapan konsep dari acara Comedy Nightswith Kapil yang ditayangkan di Colors, saluran TV di India. Ini

Talk Show memiliki izin dari produksi Comedy Nights with Kapil. Acara ini juga merupakan garapan konsep yang hampir mirip dari acara PAS Mantab yang ditayangkan di Trans7.

Pada salah satu episode Ini Talk Show yang ditayangkan, terdapat banyak adegan yang tidak baik untuk ditayangkan pada jam-jam tersebut. Jika ditonton anak-anak, hal yang ditakutkan adalah merekameniru apa yang ditonton, baik itu perkataan ataupun perilaku. Tanpa disadari

kerusakan moral anak-anak pun menjadi taruhannya.Maka dari itu, orang tua harus selalu mengawasi apa yang ditonton anak-anak. Apakah isi acara tersebut sesuai atau tidak terhadap anak-anak di bawah umur. Seperti beberapa adegan yang mengandung kekerasan verbal dan fisik di

dalam tayangan yang berjudul “Setuju Apa Tidaknya Berpoligami”

Gambar 3.1 Adegan dimana ucapan seorang host berkata yang tidak patut dicontoh.

Adegan pertama dimana seorang host mudah emosi dan terpengaruh dengan hal-hal di luar pemikiran. Sikap kurang terpuji tersebut haruslah dikontrol oleh peran penting si host. Pada adegan tersebut melanggarPeraturan Komisi Penyiaran Indonesia(PKPI) Nomor 01/P/KPI/03/2012 Undang–Undang Republik Indonesia Nomer 32 Tahun 2002 Pasal 10 yang berbunyi bahwa lembaga penyiaran wajib menghormati nilai dan norma kesopanan dan kesusilaan yang berlaku dalam masyarakat. Bahasa verbal menggunakan kata-kata yang mempresentasikan berbagai efek realitas individu kita. Konsekuensinya kata-kata adalah abstraksi realitas kita yang tidak mampu menimbulkan reaksi yang merupakan totalitas obyek atau konsep yang diwakili kata- kata itu (Mulyana, 2010:261).

“Fungsi interaksi menurut Barker, menekankan berbagai gagasan dan emosi yang dapat menggundang simpati dan pengertian atau kemarahan dan kebingungan. Melalui bahasa informasi yang dapat disampaikan kepada orang lain anda juga menerima informasi setiap hari, baik media massa misalnya.” (Mulyana, 2010:267)

Gambar 3.2 Adegan dimana seorang pembantu tidak sopan dalam berpakaian.

Adegan yang kedua ini berbeda dengan yang pertama, dimana perempuan yang bernama Maya tidak mencerminkan sikap kesopanan dalam berpakaian atau dengan kata lain berpakaian terlalu vulgar. Sikap berpakaian seksi ini dikhawatirkanmembahayakan jika ditontonanak- anak. Kemudian cara penyampaian dalam acara tersebut juga kurang efektif untuk didengar. Pada adegan tersebut dapat melanggar UU No 32 Tahun 2002 Pasal 36 ayat 1 yang berbunyi bahwa isi siaran wajib mengandung informasi, pendidikan, hiburan, dan manfaat untuk pembentukan intelektualitas watak, moral, kemajuan bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mengamalkan nilai-nilai agama dan budaya Indonesia.

Banyak pelanggaran tayangan televisi di Indonesia tentang etika dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Tayangan tersebut juga sudah direncanakan supaya khalayak bisa menikmatinya dan bisa ditonton orang banyak. Tayangan televisi secara tidak langsung bisa disebut menjual adegan tersebut dengan nilai tukar untuk mencapai rating

yang banyak. Berbagai dampak siaran televisi bagi masyarakat adalah permasalahan yang cukup rumit. Tontonan kekerasan dan pornografi

di televisi kian marak dan dikritik oleh berbagai pihak, karena dianggap menjadi penyebab berbagai “kemrosotan” moral. Ada pula jalur-jalur untuk mengajukan keluhan jika di televisi terdapat tayangan-tayangan yang keliru. Di luar negeri, terutama di negara maju, terdapat lembaga

Broadcasting Standards Council (BSC) mengenai kasus-kasus yang berhubungan dengan seks, kekerasan, selera dan kesopanan, keluhan yang diajukan dapat berupa keluhan atas isi program radio dan televisi,

serta iklan-iklannya dan keluhan paling lama dua bulan pasca penyiaran atau penayangan.Lembaga lainnya adalah Broadcasting Complains Commission (BCC) yang menangani kasus-kasus perlakuan yang tidak wajar atau pelanggaran privasi dari suatu acara televisi atau radio.

Analisis di atas menunjukkan adegan yang seharusnya tidak layak untuk ditayangkan, karena hal tersebut sesuai yang dijelaskan pada UU No.32 tahun 2002 Pasal 3 tentang penyiaran. Banyak sekali pelanggaran yang dilakukan pada acara Ini Talk Show. Jangan sampai acara tersebut ditonton oleh anak-anak di bawah umur yang terkadang orangtuanya lalai dalam mengawasi perihal menonton sebuah acara di televisi. Tayangan televisi harus tetap berada dalam jalurnya dan menggunakan etika yang sudah ditentukan. Jangan sampai ada lagi tayangan televisi seperti acara

Ini Talk Show yang mengandung unsur tidak baik dalam perkataan, pencemaran nama baik, pornografi, dan hal-hal lainnya yang tidak pantas

Tidak Semua Surga di Telapak Kaki Mamah