Pada era yang serba modern dan canggih ini sangatlah mudah mengakses informasi dari media.Salah satu media massa seperti televisi, tayangan-tayangan yang terdapat didalamnya sangat beragam seperti progam acaramusik, reality show, sinetron, berita, iklan, dan lain sebagainya. Tayangan televisi juga harus memiliki manfaat yang baik seperti yang dijelaskan dalam Undang-Undang No.32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, terutama pasal 3 yang menyebut bahwa tujuan penyiaran adalah untuk memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dalam rangka membangun masyarakat yang mandiri, demokratis, adil dan sejahtera, serta menumbuhkan industri penyiaran Indonesia. Dan Pasal 4 ayat 1 tentang penyiaran sebagai kegiatan komunikasi massa mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial.
Tayangan televisi di zaman sekarang semakin tidak bisa dikontrol. Banyak sekali progam acara yang hanya menunjukkan pornografi,
kekerasan, dan tidak mengandung unsur edukasi. Acara D’Klinik Show
yang ditayangkan GlobalTV adalah salah satu progam yang sangat menunjukkan tayangan yang hanya menonjolkan sisi vulgar, seperti pembawa acaranya maupun bintang tamu yang hadir dalam acara D’Klinik Show. Acara tersebut tayang pada pukul 15:30 WIB. D’Klinik
Show adal ah sebuah progam talk show menceritakan pasien yang datang ke sebuah klinik rumah sakit untuk berobat atau konsultasi atas penyakit atau masalah yang sedang dialami.Setiap hari suster yang melayani pun dituntut harus selalu berpenampilan seksi dan centil pada setiap adegan. Adanya seorang receptionist setiap harinya berpenampilan seksi dan nakal,dan ditambah lagi dengan adanya Office Boy (OB) yang selalu menjadi bahan untuk di-bully oleh pembawa acara.
Pada acara D’Klinik Show, Denny Cagur berperan sebagai seorang dokter yang “sok tahu” dan “nyeleneh” didalam kesehariannya, dan dia selalu ditemani oleh suster yang cerewet dan biang gosip tapi lemot yang diperankan oleh Kartika Putri. Selain Denny Cagur dan Kartika Putri ada
receptionist yang diperankan oleh Selvie Kitty, dan 2 Office Boy (OB) yaitu Ranggi Gerbang dan Surya selalu menjadi bahan atau orang yang sering di-bully, dibodohi, dan dipermalukan pada acara D’Klinik Show. Dokter yang ditunjukkan pada acara D’Klinik Showbanyak melakukan adegan kekerasan, mengolok suster, receptionist, Office Boy (OB) dan bintang tamu yang hadir pada acara D’Klinik Show.Pada acara ini memang sudah jelas di-setting dengan sedemikian rupa. Adegan tersebut melanggar Undang – Undang Penyiaran Pasal 11 ayat 1 yang berbunyi bahwa lembaga penyiaran wajib memperhatikan kemanfaatan dan perlindungan untuk kepentingan publik.
Gambar 2.12 Adegan di saat Eno Lerian dipegang oleh Denny Cagur dalam D’Klinik Show.
Episode tanggal 7 Oktober 2015 menghadirkan bintang tamu Eno Lerian, Sandy Andarusman, menunjukkan adegan yang kurang sopan dan tidak panta suntuk ditayangkan. Pada adegan ini terlihat Eno sedang dipegang oleh Denny yang menjadi pembawa acara pada D’Klinik Show. Bukan hanya ini saja, masih banyak adegan yang lain yang menampilkan kekerasan tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi bisa menyangkut
kesehatan psikisnya. Adegan kekerasan sudah jelas melanggar UU No.32 tahun 2002 Pasal 36 ayat 5, isi siaran dilarang bersifat fitnah, menghasut,
menyesatkan atau bohong, menonjolkan unsur kekerasan, cabul, perjudian, penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang, mempertentangkan suku, agama, ras, dan antargolongan. Apabila acaranya ditonton oleh anak dibawah umur tentu hal ini dapat mempengaruhi psikologisnya.Tidak semua orang tua bisa memilih mana acara yang baik untuk ditonton dan mana yang tidak. Jika hal buruk terjadi, dampaknya bisa mengakibatkan terjadinya kasus kekerasan atau pelecehan seksual yang dilakukan anak di bawah umur.Presentasi tersebut membuat anak membutuhkan rasa aman supaya bisa menemukan tempatnya dalam masyarakat.
Gambar 2.13 Adegan yang tidak senonok pada acara D’Klinik Show. Pada adegan ini Denny Cagur terlihat sekali menyentuh bagian tubuh dari Selvie Kitty yang berperan sebagai receptionist yang centil dan menggoda di acara D’Klinik Show. Ketika mereka saling mengobrol tiba-tiba tindakan seperti memukul atau memegang salah satu bagian tubuh sudah biasa dilihat di tayangan televisi. Hal tersebut sangat tidak layak untuk ditayangkan, karena akan menimbulkan perbuatan yang ditiru, seperti mudah memegang tubuh lawan jenis untuk penonton yang melihatnya. Apalagi pada anak kecil yang mudah meniru apa yang mereka lihat, dan jika tidak ada yang memperingatkan dikhawatirkan akan terus dilakukan.
Tayangan ini tidak banyak terdapat unsur-unsur edukasi yang menambah wawasan ilmu.Pada tayangan ini, lebih cenderung membuat orang yang melihat seakan-akan hanya menambah gairah nafsu atau berfikiran yang negatif, karena yang ditayangkan hanyalah kevulgaran
semata. Dilihat dari judul acaranya saja sudah jelas D’klinik Show, acara dilakukan di dalam sebuah Klinik, dan seharusnya banyak pasien yang sakit atau berobat untuk menyembuhkan penyakit, tetapi padaacara ini hanya menonjolkan suster, receptionist yang sangat seksi, dan setiap ada bintang tamu pasti ada games yang hanya mem-bully atau memperintahkan untuk melakukan hal yang tidak sopan. Sudah jelas bahwa dari awal acara ini ditayangkan merubah mindset pada klinik itu sendiri. Tidak bisa dibayangkan jika anak kecil yang menonton akan berfikir bahwa
klinik itu seperti D’Klinik Show, dan tidak menutup kemungkinan anak kecil akan meniru tingkah laku yang bukan sewajarnya dilakukan dalam sebuah klinik. Kekuatan media adalah terletak pada visualnya dengan media dapat membentuk apa yang kita ketahui tentang dunia, dan dapat menjadi sumber utama berbagai ide dan opini. Media dapat mempengaruhi cara berpikir dan bertindak, kekuatan ini semakin besar jika kita memperhatikan media secara keseluruhan bukan memperhatikan media individual seperti TV (Burton, 2008: 2).
Ketika Denny Cagur melakukan adegan mengguling-gulingkan Ranggi Office Boy (OB) pada D’Klinik Showhal ini terlalu berlebihan, seperti pada gambar 2.14 terlihat juga disampingnya ada Kartika Putri yang berpakain seksi yang menjadi suster dalam acara D’Klinik Show. Peran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) juga belum terlihat,sesuai pada pasal 8 ayat 3 yang menyatakan bahwa menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan Hak Asasi Manusia (HAM), ikut membantu pengaturan infrastruktur bidang penyiaran, ikut membangun iklim persaingan yang sehat antarlembaga penyiaran dan industri terkait, memelihara tatanan informasi nasional yang adil, merata, dan seimbang, menampung, meneliti, dan menindaklanjuti aduan, sanggahan, serta kritik dan apresiasi masyarakat terhadap penyelenggaraan penyiaran, dan menyusun perencanaan pengembangan sumber daya manusia yang menjamin profesionalitas di bidang penyiaran.
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kurang tegas terhadap televisi yang masih menayangkan progam acara yang kurang mendidik, D’Klinik
Show adalah salah satu tayangan yang harus diberi sangsi dan teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).Dan tidak hanya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) saja yang bertanggung jawab dalam mengatur penyiaran dalam tayangan televisi, masyarakat sebenarnya memiliki peran serta dan kewenangan yang dijelaskan pada UU No.32 tahun 2002 Bab VI Pasal 52 ayat 1 tentang penyiaran, yaitu sebagai warga negara Indonesia memiliki hak, kewajiban, dan tanggung jawab dalam berperan serta mengembangkan penyelenggaraan penyiaran nasional.
Disini sangatlah dibutuhkan orang-orang yang kritis dan berani supaya tayangan yang kita saksikan di televisi bermutu dan berkualitas. Hak dan kewajiban kita untuk terus mengawasi progam acara televisi yang telah melanggar etika dan regulasi penyiaran, dan juga masih banyak progam pada televisi yang tidak seharusnya ditayangkan dan ditonton oleh anak kecil yang masih suka meniru apa yang mereka lihat. Dan berikut adalah analisis adegan pada acara D’Klinik Showepisode pada tanggal 7 Oktober 2015yang tidak layak dikonsumsi publik.Adegan yang dilakukan yang tidak layak ditayangkan pada acara D’Klinik Show
yaitu adegan mem-bully seseorang 34 kali, adegan yang menonjolkan keindahan tubuh 22 kali, adegan tidak sopan yang dilakukan 19 kali.
untuk ditayangkan, karena sesuai yang dijelaskan pada UU No.32 tahun 2002 pasal 3 tentang penyiaran.Banyak sekali pelanggaran yang dilakukan pada acara D’Klinik Show, dan jangan sampai acara tersebut ditonton oleh anak-anak di bawah umur yang terkadang orang tua lalai dalam mengawasi dalam perihal menonton sebuah acara di televisi.Tayangan televisi harus tetap berada dalam jalurnya dan menggunakanetika yang sudah ditentukan. Jangan sampai ada lagi tayangan televisi seperti acara D’Klinik Show yang mengandung unsur kekerasan baik fisik maupun
perkataan, pencemaran nama baik, pornografi, dan hal-hal lainnya yang