MATEMATIK DAN DISPOSISI MATEMATIK SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN ANALOGI
3. Hasil Penelitian dan dan Pembahasan Tabel 1. 1
Rekapitulasi Hasil Penelitian
Kemampuan Kelas Eksperimen Kelas Kontrol
Pretes % Postes % Gain Pretes % Postes % Gain
Penalaran
� 11,19 55,95 13,29 66,45 0,23 11,29 56,45 13,06 65,3 0,20
s 0,48 0,37 0,48 0,33
SMI 20 1 20 1
Terlihat pada Tabel 1.1 rata-rata skor pretes kemampuan penalaran matematis kelompok eksperimen 11,19 dan kelompok kontrol 11,29 Dari kedua skor tersebut terlihat bahwa selisih rata-rata antara kedua kelompok tersebut adalah 0,10 yang artinya rata-rata-rata-rata skor kemampuan penalaran matematis kedua kelas tidak jauh berbeda. Simpangan baku rata-rata pretes kemampuan penalaran matematis kelompok eksperimen 0,48 sedangkan kelompok kontrol 0,48. Selisih simpangan baku antara kedua kelompok tersebut adalah 0,00 yang berarti kelompok eksperimen maupun kelompok
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi 175
kontrol memiliki sebaran data yang sama. Dilihat dari persentase rataan skor pretes kemampuan penalaran matematis kelompok eksperimen 55,95% dan kelompok kontrol 56,45%, yang artinya persentase kemampuan penalaran matematis kelompok kontrol sedikit lebih tinggi daripada kelompok eksperimen.
Selanjutnya rata-rata nilai postes kemampuan penalaran matematis kelompok eksperimen adalah 13,29 dan kelompok konrol 13,06 menunjukkan selisih 0,23 yang berarti ada perbedaan antara rata-rata kemampuan penalaran matematis kedua kelompok tersebut setelah diberi perlakuan. Dilihat dari simpangan baku rata-rata postes kemampuan penalaran matematis kelompok eksperimen 0,37 sedangkan kelompok kontrol 0,33 berarti sebaran data kelompok eksperimen lebih besar daripada kelompok kontrol. Setelah diberi perlakuan, persentase rataan skor postes kemampuan penalaran matematis siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing menjadi 66,45% dan 65,3% yang artinya persentase kemampuan penalaran matematis kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan persentase kelompok kontrol.
d. Analisis Data Pretes Kemampuan Penalaran Matematis Tabel 1.2 Hasil Analisis Data Pretes
Kelas
Pretes
x
St. dev Uji Normalitas (P-Value)Uji Mann Whitney (P-Value)
Kesimpulan
Eksperimen 11,19 0,48 0.028 (data tidak berdistribusi normal)
0.458 H0 diterima Kontrol 11,29 0,48 0.059 (data berdistribusi
normal)
Berdasarkan Tabel 1.2 di atas, dapat dilihat bahwa kedua kelompok memiliki nilai signifikansi < 0,05, berdasarkan taraf signifikansi
= 0.05 maka H0 diterima. Artinya data pretes kemampuanpenalaran siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdistribusi normal. Karena data kedua kelompok tidak berdistribusi normal maka dilanjukan ke uji Mann Whitney. Karena data pretes penalaran matematis kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak berdistribusi normal, maka langkah selanjutnya adalah uji Mann Whitney.
Hipotesis statistiknya adalah:
Dengan hipotesis stastik yang dirumuskan sebagai berikut:
H0 : 12 Tidak terdapat perbedaan kemampuan penalaran matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan analogi dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan cara biasa
HA : 12 Terdapat perbedaan kemampuan penalaran matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan analogi dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan cara biasa
Keterangan :
µ1 =rata-rata kemampuan penalaran matematis kelompok eksperimen
µ2 = rata-rata kemampuan penalaran matematis kelompok kontrol
Kriteria Uji :
H0 diterima jika nilai Signifikansi> 0.05
H0 ditolak jika nilai Signifikansi< 0.05
Berdasarkan Tabel 1.2, diperoleh nilai Sig data pretes kelompok eksperimen dan kontrol menunjukkan nilai 0.458 > 0.05, sehingga terima H0 dengan kata lain tidak terdapat perbedaan
kemampuan awal penalaran matematis siswa yang yang mendapat pembelajaran melalui pendekatan analogi dengan siswa yang mendapat pembelajaran biasa
176 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi e. Analisis Data Postes Kemampuan Penalaran Matematis
Tabel 1.3 Hasil Analisis Data Postes Kelas
Postes
x
Dev St. Uji Normalitas (P-Value) Uji Mann Whitney Kesimpulan Ekperimen 13,29 0,37 0.000 (data tidakberditribusi normal)
0.000 H0 ditolak Kontrol 13,06 0,33 0.000 (data tidak
berdistribusi normal)
Berdasarkan Tabel 1.3 di atas, hasil uji normalitas skor postes kemampuan penalaran matematis siswa kelas eksperimen memiliki nilai signifikansi 0.000 dan kelas kontrol memiliki nilai signifikansi 0.000. Berdasarkan hasil tersebut dapat dilihat bahwa kedua kelas memiliki nilai signifikansi < 0,05, berdasarkan taraf signifikansi
= 0.05 maka H0 diterima artinya data posteskemampuan penalaran siswa tidak berdistribusi norma maka dilanjukan ke uji Mann Whitney. Hipotesis 1:
―Pencapaian kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapat pembelajaran pendekatan analogi lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran biasa‖.
Dengan hipotesis statistik dirumuskan sebagai berikut :
2 1 0
:
H
Pencapaian kemampuan penalaran matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan analogi kurang dari atau sama dengan secara signifikan siswa yang pembelajarannya menggunakan cara biasa2 1
:
A
H Pencapaian kemampuan penalaran matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan analogi lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan cara biasa
Keterangan :
µ1 =rata-rata kemampuan penalaran matematis kelompok eksperimen µ2 = rata-rata kemampuan penalaran matematis kelompok kontrol
Kriteria Uji :
H0 diterima jika nilai Signifikansi > 0.05 H0 ditolak jika nilai Signifikansi < 0.05
Berdasarkan Tabel 1.3 hasil uji-t skor postes kemampuan penalaran matematis kelas eksperimen dan kelas kontrol nilai Sig. (2-tailed) adalah 0.000. Maka didapat nilai Sig. (1-tailed) 0.000. Nilai Sig 0.000 < 0.05 maka H0 ditolak dengan kata lain rata-rata pencapaian kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapat pembelajaran pendekatan analogi lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran biasa.
f. Analsis Data Gain Ternormalisasi Kemampuan Penalaran Tabel 1.4 Hasil Analisis Gain Kelas
Gain x St.
Dev Uji Normalitas (P-Value) Uji t Kesimpulan Ekperimen 0,23 0,04 0.06 (data tidak
berdistribusi normal)
0.000 H0 ditolak Kontrol 0,20 0,03 0.02 (data tidak
berdistribusi normal)
Berdasarkan hasil tersebut dapat dilihat bahwa kedua kelas memiliki nilai signifikansi nilai signifikansi P-value < 0,05, berdasarkan taraf signifikansi
= 0.05 maka H0 ditolak. Artinya data N-gain kemampuan penalaran matematis tidak berdistribusi normal. Karena kedua data tidak berdistribusi normal maka dilanjukan ke uji Mann Whitney.Hipotesis 2:
―Peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapat pembelajaran pendekatan analogi lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran biasa‖.
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi 177
Dengan hipotesis statistik dirumuskan sebagai berikut :
2 1 0
:
H
Peningkatan kemampuan penalaran matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan analogi kurang dari atau sama dengan secara signifikan siswa yang pembelajarannya menggunakan cara biasa2 1
:
A
H Peningkatan kemampuan penalaran matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan analogi lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan cara biasa
Keterangan :
µ1 =rata-rata peningkatan kemampuan penalaran matematis kelompok eksperimen
µ2 = rata-rata peningkatan kemampuan penalaran matematis kelompok kontrol
Kriteria Uji :
H0 diterima jika nilai Signifikansi > 0.05
H0 ditolak jika nilai Signifikansi < 0.05
Berdasarkan Tabel 1.4 hasil uji-t perbedaan rata-rata N-Gain kemampuan penalaran matematis kelas eksperimen dan kelas kontrol nilai Sig 0,000 < 0.05 maka H0 ditolak dengan kata lain peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapat pembelajaran pendekatan analogi lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapat pembelajaran biasa
g. Analsis skala disposisi matematik
Skala sikap disposisi matematik tersebut diukur dengan menggunakan 30 item pernyataan yang dikelompokkan kedalam dua jenis pernyataan yaitu pernyataan positif dan negatif dengan jumlah masing-masing jenis pernyataan adalah 16 pernyaatan postif dan 14 pernyataan negatif. Hasil analisis angket disposisi matematik siswa di SMP kelas VII terhadap pembelajaran pendekatan analogi secara umum di gambarkan pada Tabel 1.5.
2 1 0
:
H
2 1 A : H
Keterangan :
�
1: rata-rata populasi yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe
think pairshare