• Tidak ada hasil yang ditemukan

Annual Report

2010

GOOD CORPORATE GOVERNANCE TATA KELOLA PERUSAHAAN

2.2.8. Hubungan Keuangan atau Kekeluargaan serta Jabatan Rangkap Anggota Dewan Komisaris

Untuk memenuhi ketentuan pelaksanaan prinsip GCG khususnya tentang keterbukaan informasi Dewan Komisaris, maka berdasarkan data yang ada dapat dinyatakan bahwa seluruh anggota Dewan Komisaris Bank Muamalat tidak memiliki hubungan keuangan dan kekeluargaan dengan sesama anggota Dewan Komisaris, pemegang saham pengendali dan/atau dengan Direksi. Selain itu seluruh anggota Dewan Komisaris tidak memiliki saham PT Bank Muamalat, Tbk yang mencapai 5% (lima persen) atau lebih. Mengenai rangkap jabatan Widigdo Sukarman, Komisaris Utama Bank Muamalat sampai 31 Desember 2010, selaku Komisaris Utama pada PT Ciputra Develoment, Tbk. dan Komisaris pada PT Damai Indah Golf sedang dalam proses pengunduran diri.

Adapun jabatan rangkap masing-masing anggota Dewan Komisaris tercatat sebagai berikut :

No. Nama Name Jabatan Position Perusahaan Company Bidang Usaha Line of Business

1 Widigdo Sukarman Commissioner Commissioner

PT Ciputra Property, Tbk PT Damai Indah Golf

Properti / Real Eastate Lapangan Golf 2 Emirsyah Satar President Director PT Garuda Indonesia Penerbangan/Flight

3 Andre Mirza Hartawan Financial Director PT Panca Amara Utama Keuangan/FInance

4 Abdulla Saud Abdul Aziz Al-Mulaifi Assistant General

Manager Boubyan Bank Perbankan/Banking Berdasarkan data di atas, maka dapat disimpulkan

bahwa tidak terdapat anggota Dewan Komisaris Bank Muamalat yang merangkap jabatan pada institusi lainnya yang melebihi batas maksimum yang diperkenankan oleh ketentuan dan peraturan yang berlaku.

2.2.8. Financial relationship or family relation and double professions of members of Board of Commissioners To heed the GCG principle, especially about the openness of the information from Board of Commissioners, therefore based on the data, it can be stated that all members of Bank Muamalat’s Board of Commissioners don not have Financial relationship or family relation with fellow members of Board of Commissioners, controlling sharesholders, and/or Directors. Besides that, all members of Board of Commissioners do not own shares of PT Bank Muamalat, TBk of more than 5% (five percent).

Concerning double position in Bank Muamalat’s Commissioners, on 31 December 2010, it was known that Dr. Widigdo Sukarman, Chief Commissioner, had resigned himself from PT Ciputra Develoment, Tbk. Meanwhile, his position of Commissioner in PT Damai Indah Golf, a golf course management, is still held by him and in the process of resignation.

The double positions of each member of Board of Commissioners are below:

Based on the data, it can be concluded that there is no member of Board of Commissioners of Bank Muamalat who has double position in other institutions which exceed maximum duration that is allowed by prevailing regulations.

146

Laporan Tahunan

Annual Report

2010

GOOD CORPORATE GOVERNANCE TATA KELOLA PERUSAHAAN

2.3. Dewan Pengawas Syariah

Dewan Pengawas Syariah (DPS) merupakan badan independen yang bertugas melakukan pengarahan (directing); pemberian konsultasi (consulting), nasihat dan atau saran; melakukan evaluasi (evaluating) dan pengawasan (supervising) kegiatan bank untuk memastikan setiap kegiatan yang dilakukan mematuhi (compliance) prinsip syariah sebagaimana yang telah ditentukan oleh fatwa dan syariah Islam yang ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional, sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.

DPS Bank Muamalat ditetapkan melalui keputusan RUPS tanggal 23 April 2009 dan Berita Acara RUPS Tahunan Nomor 142 tanggal 23 April 2009. Adapun Anggota Dewan Pengawas Syariah Bank Muamalat Indonesia adalah sebagai berikut:

No. Nama/Name Jabatan/Position

1 K.H. Ma’ruf Amin Ketua/Chairman

2 Prof. Dr. H. Umar Shihab, M.A. Anggota/Member

3 Prof. Dr. H. Muardi Chatib, M.A. Anggota/Member

Jumlah anggota DPS tersebut telah memenuhi ketentuan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/3/ PBI/2009 tanggal 29 Januari 2009 yang menetapkan bahwa anggota DPS sekurang-sekurangnya sebanyak 2 (dua) orang dan maksimal sebanyak 50% dari jumlah Direksi, atau bagi Bank Muamalat sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang.

2.3.1. Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Pengawas Syariah

Hubungan kerja DPS, Dewan Komisaris, dan Direksi merupakan hubungan check and balance

demi kemajuan dan kesehatan Bank. Selain itu ketiga elemen tersebut akan menjamin operasional Perseroan berjalan di dalam lingkup peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai dengan prinsip syariah. Dewan Pengawas Syariah harus senantiasa mengawasi kegiatan usaha bank dan memberikan opini mengenai kemurnian prinsip syariah yang dianut.

2.3. Sharia Supervisory Board

Sharia Supervisory Board (DPS) is an independent body whose task is to give directing, consulting, advice and recommendation, evaluating, and supervising the practices of sharia banking, ensuring that those practices comply with the sharia principles as stipulated by fatwa and Islamic sharia stipulated by National Sharia Board, in accordance with Bank Indonesia regulations.

DPS Bank Muamalat was established through the Decision of General Meeting of Shareholders on 23 April 2009 and minutes of meeting from Annual General Meeting of Shareholders Number 142 dated 23 April 2009. The members of DPS Bank Muamalat are below:

The number of DPS member has complied with Bank Indonesia regulation Number 11/3/2009 dated 29 January 2009 which states that DPS member should be minimum 2 (two) members, and maximum 50% of Directors, or for Bank Muamalat, the maximum is 3 (three) people

2.3.1. Tasks and responsibilities of Sharia Supervisory Board

The working relationship among DPS, Board of Commissioners and Board of Directors is a check and balance relationship to ensure the Bank’s progress and health. Besides that, the three elements will ensure the company’s operational is within prevailing laws and regulations and in accordance with sharia principles. DPS must always monitor the bank practices and give opinions about the purity of sharia principles in such practices.

147