Annual Report
2010
GOOD CORPORATE GOVERNANCE TATA KELOLA PERUSAHAAN
Dewan Pengawas Syariah memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :
1. Sebagai penasehat dan pemberi saran kepada Direksi dan pimpinan kantor cabang mengenai hal- hal yang terkait dengan aspek syariah. 2. Menilai dan memastikan pemenuhan prinsip
syariah atas pedoman operasional dan produk yang telah dikeluarkan Bank.
3. Sebagai mediator antara Bank Muamalat dengan Dewan Syariah Nasional dalam mengkomunikasikan usul dan saran pengembangan produk dan jasa bank, yang memerlukan kajian serta fatwa dari Dewan Syariah Nasional.
4. Memonitor dan memberikan opini atas pengembangan produk baru bank agar sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.
5. Sebagai perwakilan Dewan Syariah Nasional yang ditempatkan di bank syariah, DPS wajib melaporkan hasil pengawasannya kepada Dewan Syariah Nasional dan Bank Indonesia dalam waktu 6 (enam) bulan sekali.
6. Pemberian opini dari aspek syariah terhadap pelaksanaan operasional Bank Muamalat secara keseluruhan dalam laporan publikasi Bank. 7. Melalui Sharia Compliance Unit, melakukan
evaluasi berkelanjutan atas pemenuhan prinsip syariah dalam mekanisme penghimpunan dan penyaluran dana, serta pelayanan jasa bank. 8. Memberikan opini aspek syariah atas temuan
atau penyimpangan yang dijumpai oleh Divisi Audit Internal, untuk kemudian ditindaklanjuti oleh Departemen Kepatuhan Syariah sebagai ex-ante. 9. Meminta fatwa kepada Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia terhadap produk baru Bank yang belum ada memiliki fatwa.
2.3.2. Remunerasi Dewan Pengawas Syariah
Kebijakan Remunerasi Perusahaan bagi DPS ditetapkan oleh Anggaran Dasar Bank Muamalat. Berdasarkan RUPS Tahunan besarnya remunerasi seluruh anggota DPS, dalam tahun 2010 secara kolektif sebesar Rp 570 juta
Sharia Supervisory Board has tasks and responsibilities as follows:
1. Becoming the advisor and counselor to Directors
and Heads of Branch about matters related to Sharia aspects.
2. Evaluating and ensuring the Sharia principles
are applied on the operational guideline and the products from the Bank.
3. Becoming the mediator between Bank Muamalat
and National Sharia Board in communicating the ideas and suggestions for products development and services from banks that need analysis and fatwa from Sharia National Board.
4. Monitoring and giving opinion for developing new
bank products so that they comply with the fatwa from National Sharia Board in MUI (Majelis Ulama Indonesia /Indonesian Clergy Assembly)
5. As the representative of Sharia National Board
which is placed in a Sharia bank, DPS is required to give report about its monitoring to Sharia National Board and Bank Indonesia once every 6 (six) months.
6. Giving thorough opinion to Sharia aspects about
the operation of Bank Muamalat in the published Bank report.
7. Through Sharia Complaince Unit, DPS executes
continous evaluation to Sharia principle application in the mechanism of fund collecting and distribution, and also bank services.
8. Giving thorough opinion to Sharia aspects about
the finding or violation found by Internal Audit Division, then the opinion will be followed up by Sharia Compliance Department as an ex-ante.
9. Asking a fatwa to National Sharia Board in MUI
(Majelis Ulama Indonesia/Indonesian Clergy Assembly) for a new Bank product which has not had any fatwa.
2.3.2. Remuneration of Sharia Supervisory Board The policy of remuneration for Sharia National Board is stipulated in the Articles of Association of Bank Muamalat. Based on the Annual General Meeting of Shareholders, the amount of remuneration for all members of DPS in 2020 was IDR 570 million collectivelly.
148
Laporan TahunanAnnual Report
2010
GOOD CORPORATE GOVERNANCE TATA KELOLA PERUSAHAAN
2.3.3. Satuan Kerja Dewan Pengawas Syariah
Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, DPS dibantu oleh Departemen Kepatuhan Syariah atau Sharia Compliance Department (ShCDep) yang berada dibawah Divisi Kepatuhan dan bertindak sebagai liason officer antara DPS dengan divisi/unit bisnis. Unit ini beranggotakan 4 (empat) orang yang memiliki kompetensi di bidang syariah baik melalui pendidikan di dalam negeri, maupun luar negeri. Sebagai Liason Officer DPS, ShCDep menyampaikan laporannya kepada DPS mengenai pelaksanaan tugasnya melakukan pemantauan dan kegiatan aspek syariah lainnya. Selain itu, ShCDep juga bertugas untuk menyebarluaskan hasil opini DPS setiap semester atau 6 (enam) bulan sekali.
Dengan kehadiran ShCDep sebagai salah satu organ pengawasan syariah, diharapkan pengawasan aspek syariah pada kegiatan operasional dan pemberian opini produk dan jasa aktivitas yang baru dapat berjalan dengan maksimal. Dalam menjalankan tugasnya, ShCDep diperkenankan mengikuti rapat Komite Pembiayaan untuk melakukan pemantauan aspek syariah. Selain itu, unit kerja ini juga telah bekerja sama dengan Divisi Audit Internal untuk melakukan audit syariah di beberapa unit bisnis. Sebagai Liason Officer DPS, ShCDep berkewajiban untuk melaporkan hasil pemantauan dan pengawasan syariah yang telah dilakukan kepada DPS setiap 2 (dua) bulan sekali. Selain itu, ShCDep juga melakukan Sharing Information mengenai hasil dari opini DPS setiap semester atau 6 (enam) bulan sekali kepada unit-unit bisnis
2.3.4. Rapat Dewan Pengawas Syariah
Dalam menjalankan tugasnya DPS telah mengadakan rapat/pertemuan yang membahas perkembangan produk maupun aktivitas kegiatan operasional di Bank Muamalat. Selama tahun 2010, DPS telah mengadakan rapat dengan Direksi dan Pejabat/Staf Senior Bank Muamalat sebanyak 12 (duabelas) kali, yang tercermin dari Risalah Rapat yang telah dibuat. Semua rapat DPS yang diadakan, selalu dihadiri oleh semua anggota DPS secara lengkap.
2.3.3. Sharia Supervisory Board Work Unit
In doing daily tasks, DPS is helped by Sharia Compliance Department (ShCdep), under Compliance Division, and acts as liasion officer between DPS and divisions / business units.
This unit has 4 (four) members with competence in Sharia enhanced from trainings locally or abroad. As a Liasion Officer, ShCdep gives reports to DPS about its monitoring and other Sharia aspects. In addition, ShCDep is also in charge of disseminating DPS’s opinion every semester or 6 (six) months.
With the existence of ShCdep as one of Sharia monitoring tool, it is expected that the Sharia supervision would be maximum for operational activities and opinion giving in new products and services. In doing its task, ShCdep is allowed to attend Financing Committee meetings to monitor Sharia aspects. Other than that, this work unit cooperates with Internal Audit Division to do Sharia auditing in some business units.
As a DPS Liasion Officer, ShCdep is required to give reports to DPS about its Sharia monitoring and supervision every 2 (two) months. Besides that, ShCdep also carries out Sharing Information about the results of DPS opinions every semester or 6 (six) months to business units.
2.3.4. Meetings of Sharia Supervisory Board
In doing its tasks, DPS has held several meetings to discuss developments of products or operational activities in Bank Muamalat. In the year 2010, DPS held 12 (twelve) meetings with Board of Directors and officials / senior staff in Bank Muamalat. The meetings are reflected in the written minutes of meetings. Every member of DPS always attended all of the meetings.