• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penilaian Proyek KPS

Dalam dokumen ppp reference guide bahasa indonesia version 0 (Halaman 135-137)

Panduan Umum pelaksanaan proyek KPS

3.2 Penilaian Proyek KPS

Melaksanakan penilaian suatu proyek KPS berarti memastikan terdapat alasan yang tepat untuk

mengembangkan proyek tersebut, dan melaksanakan proyek tersebut dalam bentuk KPS. Banyak program KPS yang berhasil menetapkan ‘kriteria penilaian’ KPS – yaitu kriteria yang digunakan untuk memutuskan apakah suatu usulan proyek KPS merupakan keputusan investasi yang tepat. Sebagaimana diuraikan dalam Kotak 3.3 Kriteria Penilaian Proyek KPS, pada umumnya terdapat sekurang-kurangnya empat pertanyaan yang perlu dijawab dalam kriteria penilaian: Apakah proyek tersebut masuk akal – dalam arti apakah proyek tersebut memenuhi kriteria penilaian proyek standar seperti kelayakan teknis

dan manfaat vs. biaya yang terlibat dapat dipertanggungjawabkan? Apakah peluang KPS tersebut secara komersial menarik bagi pasar? Apakah proyek tersebut akan menghasilkan kesepadanan nilai dengan biaya yang lebih tinggi apabila dilaksanakan dalam bentuk KPS dibandingkan pengadaan konvensional? Apakah proyek tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara iskal?

Kotak 3.3: Kriteria Penilaian Proyek KPS

Dalam memutuskan apakah suatu proyek akan dilaksanakan dalam bentuk KPS, pemerintah perlu menilai apakah KPS merupakan pemanfaatan sumber daya yang baik. Hal ini pada umumnya melibatkan penilaian proyek dan usulan KPS berdasarkan empat kriteria utama:

• Kelayakan dan kelaikan ekonomi proyek – apakah proyek dasar tersebut masuk akal,

terlepas dari metode pengadaan yang diterapkan. Pertama, hal ini berarti memastikan proyek tersebut penting bagi prioritas kebijakan dan rencana sektor dan infrastruktur. Kriteria ini kemudian melibatkan studi kelayakan untuk memastikan proyek tersebut memungkinkan, dan penilaian secara ekonomi guna memastikan manfaat vs. biaya proyek tersebut dapat dipertanggungjawabkan, dan merupakan pendekatan dengan biaya terendah untuk menghasilkan manfaat yang diharapkan. Penilaian ini dapat dilaksanakan sebelum

mengidentiikasi proyek tersebut sebagai kandidat KPS, atau sebagai bagian dari proses

pengembangan KPS.

• Kelayakan komersial – apakah proyek tersebut kemungkindan dapat menarik sponsor dan

kreditur berkualitas dengan menawarkan imbal hasil keuangan yang mapan dan layak. Hal ini

kemudian dikonirmasi kembali dalam proses lelang.

• Kesepadanan nilai dengan biaya KPS – apakah mengembangkan proyek dalam bentuk KPS

yang diusulkan dapat diharapkan untuk mencapai kesepadanan nilai dengan biaya yang terbaik dibandingkan dengan opsi lainnya. Hal ini dapat mencakup membandingkan usulan proyek KPS dengan alternatif lain, yaitu pengadaan publik (apabila hal ini merupakan suatu pilihan). Hal ini juga dapat meliputi perbandingan antara struktur KPS lainnya yang mungkin diterapkan, untuk memastikan apakan struktur yang disusulkan menghasilkan nilai terbaik (contohnya, apakah risiko telah dialokasi secara optimal).

• Tanggung jawab iskal – apakah persyaratan pendapatan keseluruhan proyek tersebut masih

berada dalam batas kemampuan pengguna, otoritas publik, atau keduanya, untuk membayar

layanan infrastruktur. Hal ini melibatkan biaya iskal proyek tersebut – baik dalam hal pembayaran rutin, dan risiko iskal – dan menentukan apakah biaya iskal tersebut dapat dipenuhi dengan anggaran yang menerapkan prinsip kehati-hatian dan kendala iskal lainnya.

Kriteria tersebut (dengan berbagai variasi) dijelaskan lebih lanjut dalam bab “Keputusan Investasi

Sektor Publik” dalam buku Yescombe mengenai KPS [#295, Bab 5], “Menyeleksi proyek KPS”

dalam Faqruharson et al [#95, Bab 4], dan bab “Identiikasi Proyek” dalam “Panduan Pedoman” EPEC [#83, Bab 1].

Bab ini menguraikan bagaimana praktisi KPS dapat menilai suatu usulan KPS berdasarkan masing- masing kriteria yang dijelaskan dalam Kotak 3.3: Kriteria Penilaian Proyek KPS; Bab 3.2.1: Penilaian

Kelayakan dan Kelaikan Ekonomi Proyek; Bab 3.2.2: Penilaian Kelayakan Komersial; dan Bab 3.2.3:

Penilaian Kesepadanan Nilai dengan Biaya.

Gambar 3.3: Penilaian Proyek KPS menampilkan posisi penilaian proyek dalam keseluruhan proses

KPS. Penilaian awal terhadap masing-masing kriteria pada umumnya dilakukan pada tahap identiikasi

proyek dan penyaringan awal, sebagaimana dijelaskan dalam Bab 3.1: Identiikasi Proyek KPS. Penilaian terperinci pada umumnya pertama kali dilakukan sebagai bagian dari ‘kasus bisnis’ terperinci, seiring

dengan pengembangan struktur proyek KPS sebagaimana dijelaskan dalam Bab 3.3: Penyusunan

Struktur Proyek KPS. Sebagai contoh, penilaian kesepadanan nilai terhadap biaya KPS tergantung kepada alokasi risiko, yang merupakan bagian penting dari penyusunan struktur KPS. Penilaian atas alokasi risiko awal dapat dilakukan untuk menentukan apakah alokasi tersebut akan menghasilkan nilai yang sepadan dengan biaya, dan hasil penilaian tersebut mungkin mengubah alokasi risiko. Penilaian KPS apad umumnya ditinjau kembali pada tahap-tahap lebih lanjut. Secara khusus, biaya akhis (dan dengan demikian, keterjangkauan dan kesepadanan nilai dengan biaya) tidak dapat diketahui sampai proses pengadaan rampung, pada saat pemerintah harus mengambil keputusan akhir untuk menandatangani kontrak. Banyak pemerintah mewajibkan penilaian dan persetujuan lebih lanjut pada tahap ini.

Gambar 3.3: Penilaian Proyek KPS

Konsep Awal Persyaratan Komersial Utama Persyaratan Kontrak KPS Desain Kontrak KPS Identiikasi Proyek Prioritas Penilaian KPS Penyusunan Struktur KPS Kasus Bisnis ‘Strategis’ atau garis besar Kasus Bisnis Persiapan sebagai KPS Melanjutkan transaksi Penyusunan Struktur KPS • Identiikasi risiko

• Alokasi risiko dan tanggung jawab Penilaian

KPS

• Kelayakan Proyek • Kelaikan komersial KPS

• Apakah KPS akan menghasilkan nilai yang

sepadan dengan biaya

• Apakah KPS dapat dipertanggungjawabkan secara iskal

• Menentukan persyaratan kinerja • Menentukan mekanisme pembayaran • Menyusun mekanisme penyesuaian • Menetapkan mekanisme penyelesaian

sengketa

• Menyusun ketentuan pengakhiran

Persetujuan

Persetujuan • Menyusun ide proyek

• Menyaring potensi KPS dari kandidat proyek • Memprioritaskan pengembangan KPS

potensial

Tahap Perkembangan menuju

Kontrak KPS

Perkembangan menuju

Keputusan Investasi

3.2.1 Penilaian Kelayakan dan Kelaikan Ekonomi Proyek

Melaksanakan suatu proyek dalam pentuk KPS hanya masuk akal apabila proyek itu sendiri sehat. Oleh

karena itu, sebagian besar pemerintah mengharuskan usulan proyek KPS menjalani penilaian teknis dan ekonomi yang sama dengan proyek investasi publik berskala besar lainnya. Pada umumnya, terdapat dua elemen utama dalam penilaian ini. Pertama adalah mengembangkan, dan menilai kelayakan konsep proyek. Kedua, menilai apakah proyek tersebut merupakan keputusan investasi publik yang tepat – pada umunya dinilai berdasarkan analisa kelaikan ekonomi tertentu.

Penilaian tersebut mungkin dilaksanakan bahkan sebelum mempertimbangkan apakah proyek tersebut akan dilaksanakan dalam bentuk KPS, sebagaimana dijelaskan dalam Bab 3.1: Identiikasi Proyek

KPS. Dalam kasus lain, penilaian ini mungkin dilakukan sebagai bagian dari proses penilaian KPS. Bagaimanapun juga, analisa kelayakan dan kelaikan ekonomi proyek sebagai suatu KPS seharusnya

tidak berbeda dengan analisa proyek investasi publik berskala besar lainnya. Maka, bab ini menguraikan

analisa tersebut dengan sangat singkat dalam konteks penerapan analisa tersebut pada proyek KPS potensial, menyoroti permasalahan utama yang pada umumnya dipertimbangkan, dan menyediakan pilihan sumber-sumber yang mungkin berguna dalam melengkapi materi panduan pemerintah lainnya yang telah tersedia.

Dalam dokumen ppp reference guide bahasa indonesia version 0 (Halaman 135-137)