• Tidak ada hasil yang ditemukan

02

Muhammad Wahid Sutopo Jobi Triananda Hasjim Hendi Kusnadi

Jatuhnya harga Indonesian Crude Price (ICP) menjadi USD35,5 per barel di 2015 merupakan tantangan bagi Perusahaan. PGN mencatatkan pendapatan dari segmen bisnis hulu sebesar USD264 juta, turun dari USD298 juta di tahun 2014, terutama disebabkan oleh penurunan harga komoditas migas. Perusahaan juga mengakui adanya risiko penurunan nilai (impairment) atas aset minyak dan gas sebagai akibat penurunan harga.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, dengan upaya-upaya eisiensi, PGN tetap membukukan laba yang cukup signiikan. Kami juga mendapatkan manfaat dari penurunan beban dalam mata uang Rupiah, seperti telah disampaikan diatas. PGN menutup tahun 2015 dengan mencatatkan laba sebesar USD401 juta. Meskipun PGN menghadapi hambatan-hambatan yang berdampak substansial terhadap kinerja keuangan, namun kondisi neraca dan kecukupan modal Perusahaan masih kuat. Bahkan, program strategis kami tetap berjalan sesuai rencana: pada tahun 2015 kami menghasilkan sejumlah pencapaian signiikan dan beberapa program lanjutan untuk mencapai tujuan kami menjadi Perusahaan Energi Kelas Dunia di Bidang Gas pada tahun 2020, dan mendapatkan manfaat dari sinergi antara Entitas Anak dan Ailiasi.

PrOgraM strategis Di 2015 Pengembangan infrastruktur gas

PGN tidak hanya penyedia dan transporter utama gas bumi di Indonesia, tetapi juga merupakan salah satu investor infrastruktur gas terbesar di Indonesia. Dalam satu dekade terakhir, PGN telah membangun lebih dari 6.000 kilometer pipa transmisi dan distribusi, mengembangkan 2 fasilitas penyimpanan dan regasiikasi LNG terapung, dan sejumlah infrastruktur lainnya di beberapa wilayah Indonesia.

Pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan, baik pipa maupun non pipa, akan memberikan akses gas bumi dengan eisien bagi pelanggan di beberapa wilayah Indonesia dan merupakan kunci sukses dari kebijakan diversiikasi energi Pemerintah. Pada tahun 2015 PGN tetap berinvestasi dalam pembangunan pipa baru serta infrastruktur transportasi dan distribusi gas lainnya. Ailiasi kami, PT Kalimantan Jawa Gas (Entitas Anak PT Permata Graha Nusantara), berhasil menyelesaikan konstruksi pipa offshore dan onshore sepanjang 200 kilometer untuk menyambungkan PLTGU Tambak Lorok di

Semarang dengan lapangan gas bumi Kepodang di lepas pantai Kalimantan. Proyek ini telah tertunda beberapa tahun, sebelum Pemerintah meminta PGN untuk mengambil alih pada tahun 2014. Proyek tersebut berhasil dilaksanakan dengan tepat waktu dan tepat biaya, didukung oleh sinergi yang kuat diantara Entitas Anak dan ailiasi,

PT Kalimantan Jawa Gas, yang memiliki dan mengoperasikan pipa, PT PGAS Solution, yang membangun pipa, dan PT Saka Energi Indonesia, yang memiliki partisipasi minoritas di lapangan Kepodang. Dalam hitungan hari setelah

commissioning, pipa Transmisi Kalija I telah menyalurkan sesuai rencana yaitu 100 MMSCFD gas bumi ke PLTGU Tambak Lorok atau sebesar 31 MMSCFD rata-rata sepanjang 2015.

Hal ini merupakan perkembangan yang sangat penting yang pada akhirnya akan mendukung pengembangan pasar gas bumi di area Semarang. Namun, masih terdapat pasar potensial lainnya di wilayah Indonesia Tengah dan Timur yang sulit disalurkan dengan menggunakan pipa. Perkembangan teknologi telah membuka solusi alternatif untuk menyalurkan gas bumi, antara lain adalah mini LNG, yang terdiri dari pencairan (liquefaction), transportasi dan/atau regasiikasi LNG dalam skala kecil. Di tahun 2015, Entitas Anak kami PT PGN LNG Indonesia telah ditunjuk oleh BUMN Tambang, PT Antam, untuk mengalirkan gas bumi untuk fasilitas pemurnian ferronickel di Pomalaa, Sulawesi. Untuk itu PGN akan membangun terminal mini LNG, yang tidak hanya untuk melayani sektor pertambangan tetapi juga untuk kebutuhan pembangkit listrik, industri, dan rumah tangga. Dimasa mendatang, fasilitas yang serupa akan dikembangkan di sejumlah tempat di wilayah Indonesia Tengah dan Timur, dimana sebagian dari fasilitas tersebut akan digunakan untuk menyalurkan gas bumi bagi pembangkit listrik dalam mendukung inisiatif Pemerintah dalam pengembangan 35.000 MW.

Meningkatkan keandalan Pasokan gas Pasokan gas bumi yang handal merupakan salah satu hal paling penting dalam rantai nilai gas bumi. Sejalan dengan visi kami menjadi perusahaan energi kelas dunia dibidang gas, sejak tahun 2011 mencoba meningkatkan kontribusi PGN dalam peningkatan produksi gas bumi melalui partisipasi di sektor hulu. Entitas Anak kami, PT Saka Energi Indonesia, telah mengembangkan diri menjadi investor maupun operator dengan portofolio aset produksi dan eksplorasi yang terus bertumbuh. Di tahun 2015, disaat operator lainnya menangguhkan operasi akibat harga minyak yang rendah, PT Saka Energi Indonesia terus melakukan pengeboran dan berhasil menemukan cadangan baru gas bumi. Namun demikian seperti halnya perusahaan migas lainnya, kinerja keuangan PT Saka Energi Indonesia pada tahun 2015 menurun sebagai dampak dari penurunan harga minyak dan penurunan nilai aset.

Telah beroperasinya dua FSRU telah memperkuat ketahanan pasokan gas bumi PGN, dan

memberikan leksibilitas penyediaan pasokan, dan mereka akan memainkan peran penting dalam pengembangan jaringan mini LNG PGN di tahun-tahun mendatang. Di tahun 2015, FSRU Lampung telah mengalirkan gas LNG ke jaringan PGN di Jawa Barat, Jakarta, dan Banten. Harga LNG yang rendah sebagai dampak dari penurunan harga minyak, telah menjadikan LNG lebih menarik untuk pelanggan, dan kami mengharapkan terjadi peningkatan permintaan di tahun yang akan datang.

02 Untuk memenuhi permintaan sekarang dan

masa mendatang, kami akan meningkatkan jumlah kargo LNG ke FSRU Lampung di tahun 2016 dan memulai proses break bulking dalam waktu dekat.

Menumbuhkan Pasar gas Bumi

Pada tahun 2015, kami terus mengembangkan pasar gas bumi, mengimplementasikan sejumlah program insentif dan

menyambungkan pelanggan baru pada seluruh segmen pengguna akhir. Memperluas jaringan distribusi gas bumi untuk segmen rumah tangga merupakan komponen penting dalam strategi kami. Gas bumi memiliki

keuntungan lebih bersih, lebih murah dan lebih aman daripada LPG, yang biasanya digunakan dalam rumah tangga perkotaan. Pada tahun 2015, kami menyambungkan 12.727 pelanggan rumah tangga melalui program ‘Sayang Ibu’ yang diluncurkan pada tahun 2014 menjadikan pelanggan kami menjadi 107.690.

Dalam rangka mempercepat konversi ke gas bumi untuk mengurangi ketergantungan pada LPG bersubsidi, Pemerintah mendukung perluasan distribusi gas bumi untuk sektor rumah tangga di berbagai bagian wilayah dan mempercayakan kepada PGN untuk membangun sambungan rumah tangga untuk 11 kota. Pada 2016, kami menargetkan lebih dari 53.000 sambungan rumah tangga baru melalui kedua program Sayang Ibu dan program Pemerintah. Dalam beberapa tahun terakhir, PGN telah merintis penggunaan CNG sebagai alternatif untuk kendaraan berbahan bakar berbasis minyak bumi. Semakin banyak armada angkutan komersial dan publik, termasuk sistem busway Transjakarta, telah dikonversi ke CNG dan menikmati manfaat dari bahan bakar secara signiikan lebih murah dan bersih ini. Kami membangun beberapa stasiun pengisian CNG yang permanen dan mobile di tahun 2015. Namun, perluasan lebih lanjut dari CNG

menghadapi kendala yang signiikan, termasuk kurangnya lahan untuk stasiun CNG dan biaya converter kit. Pemerintah telah menegaskan komitmennya untuk program CNG tetapi jika ingin berhasil, kita perlu melihat lebih jelas kebijakan dan pengembangan roadmap yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk produsen kendaraan.

transformasi korporat

Selama tahun berjalan, PGN melanjutkan transformasinya menuju penyedia solusi energi terintegrasi. Realisasi investasi dan penyelesaian isik terus meningkat sejak 2014, ketika semua proyek pengembangan terintegrasi di bawah kendali Program Management Ofice (PMO) Infrastructure, mencapai 90% selama tahun 2015. Ketika transformasi selesai, peran PGN sebagai holding company akan menjadi lebih sebagai strategic leader bukan lagi manajer, yang dapat menjadi penghubung sinergi antar grup untuk menciptakan nilai tambah yang signiikan. Ini adalah pendekatan ‘One PGN’. Contoh paling baik atas keberhasilan praktik sinergi ini adalah proyek jalur pipa Kepodang-Tambak Lorok yang dipasok, dibangun, dimiliki dan dioperasikan oleh Entitas Anak PGN.

sumber Daya Manusia

Kami menyadari bahwa pekerja PGN adalah aset yang paling berharga dan sangat penting untuk keberhasilan transformasi perusahaan. Sebelum memulai transformasi, kami melakukan kalkulasi dan perencanaan kompetensi, kemampuan dan kualitas pekerja yang diperlukan untuk menjadikan PGN perusahaan energi kelas dunia. Portofolio pendidikan dan pelatihan, baik in-house maupun pelatihan diperluas untuk pekerja

di semua level. Pekerja melakukan penilaian kompetensi setiap tahun dengan atasannya, dan bersama-sama memutuskan suatu tindakan untuk mengatasi kesenjangan kompetensi. Pada tahun 2015, PGN mengadakan total 20.688 mandays pendidikan dan pelatihan bagi karyawan.

Memastikan suksesi regenerasi yang kuat merupakan hal yang penting untuk masa depan perusahaan. PGN saat ini memasuki tahun kedua dalam melaksanakan STAR Program, yaitu program yang dirancang untuk mengidentiikasi dan mengembangkan calon pemimpin masa depan yang mampu menghadapi tantangan bisnis di masa depan. Program tersebut terdiri dari Executive Development Program dan Management Development Program. Keduanya bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pemimpin/calon pemimpin PGN baik

kemampuan interpersonal maupun kemampuan leadership. Pelatihan ini disampaikan melalui kombinasi dari sesi pelatihan di kelas,

experiental learning dan mentoring.

Pemerintah melalui kementerian BUMN telah menekankan pentingnya pengembangan pekerja di tingkat manajerial dan eksekutif, dan kami bangga telah mengidentiikasikan Program STAR PGN sebagai contoh praktek terbaik yang dapat diterapkan untuk standarisasi pelatihan manajemen dalam lingkup BUMN.

implementasi gCg

Komitmen perusahaan kami untuk menegakkan standar dan praktik-praktik terbaik dalam tata kelola perusahaan adalah sebuah elemen utuh dalam mencapai visi kami untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia, sebagai

implementasi prinsip-prinsip GCG yang memberikan keyakinan terhadap stakeholder bahwa kami memberikan usaha terbaik untuk kepentingan mereka.

Kami melakukan beberapa hal sepanjang tahun untuk memperkuat dan memperbarui kerangka tata kelola kami. Pada 29 januari 2015, secara resmi kami membentuk Komite Remunerasi dan Nominasi sebagai bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Otoritas Jasa Keuangan

No. 34/POJK.04/2014 tentang Nominasi dan Remunerasi Komite Emiten atau Perusahaan Publik. Kami juga melakukan revisi atas Board Manual dan secara terus menerus menyebarluaskan budaya perusahaan kami melalui sesi dan kegiatan yang dipimpin oleh rekan-rekan pekerja sendiri yang telah dilatih sebagai agen perubahan dan subject matter expert. Pada tahun 2009, kami menginisiasi pelaksanaan evaluasi tahunan atas implementasi GCG di PGN yang dilaksanakan oleh asesor eksternal. Sejak tahun 2012, evaluasi tersebut telah dilakukan berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri BUMN No. SK-16/MBU/2012 tanggal 6 Juni 2012. Dalam evaluasi tahun 2015, kami dapat mempertahankan tren peningkatan tahunan dengan skor 92,14.

02

tanggung Jawab sosial, kesehatan dan keselamatan

Kami percaya bahwa keterikatan yang kuat dan konsisten dengan stakeholder kami untuk menciptakan rasa saling percaya dan memastikan aktivitas kami memiliki dampak positif terhadap masyarakat di dalam dan sekitar lingkungan kerja, penting untuk pertumbuhan bisnis kami.

Salah satu prioritas paling penting yang terkait dengan stakeholder kami, termasuk pekerja, pelanggan, kontraktor dan masyarakat lokal, adalah tanggung jawab kesehatan, keselamatan dan lingkungan. Pada tahun 2015, kami

menyatukan seluruh fungsi tersebut, bersama dengan manajemen keamanan, menjadi satu divisi untuk memastikan pendekatan yang lebih lancar dan terkoordinasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang ramah kesehatan, keselamatan, keamanan dan lingkungan,

menyeluruh untuk semua unit bisnis dan entitas yang dijalankan oleh Perusahaan.

Selama tahun berjalan, kami melakukan

asesmen diagnostik terhadap sistem manajemen kesehatan, keselamatan dan lingkungan yang hasilnya digunakan sebagai perbaikan ke depan. Kami menerima penghargaan untuk beberapa safety matrics termasuk jam kerja aman dan tanpa kehilangan waktu kerja karena insiden. Kami mencapai ‘nol penyakit karena bekerja’ pada tahun 2015, usaha promosi kesehatan kami juga mencakup kehidupan di luar tempat kerja, dengan klinik dan edukasi reguler pada isu-isu yang berhubungan dengan kesehatan termasuk kebersihan, berhenti merokok, dan TB serta pencegahan HIV dan AIDS. Manajemen PGN secara regular mengunjungi unit bisnis dan proyek di seluruh wilayah, berinteraksi dengan pekerja di seluruh level untuk memberikan motivasi dan mendapatkan masukan.

Banyak dari program pendekatan dengan stakeholder kami difokuskan untuk memperkuat komunitas melalui pendidikan, kesehatan dan aktivitas yang menghasilkan pendapatan seperti program kewirausahaan PGN, dimana pengemudi bajaj bertenaga gas dapat dilatih sebagai mekanik dan ibu rumah tangga bisa belajar teknik memasak yang baru, dapat memberikan sumber penghasilan tambahan potensial.

PrOYeksi 2016

Dampak perekonomian tahun sebelumnya masih akan dirasakan pada tahun ini. Namun, kami yakin bahwa pemakaian gas akan

meningkat. Pemerintah memproyeksikan tingkat pertumbuhan 5,3%, dan sudah mulai merilis serangkaian paket kebijakan ekonomi untuk mendukung pertumbuhan tersebut. Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat belanja infrastruktur, terutama pada proyek pembangkit listrik 35.000 MW, sehingga diharapkan

perekonomian domestik akan membaik, yang berdampak pada meningkatnya pemakaian gas bumi. Dilain sisi, kondisi penurunan pasar selama dua tahun terakhir telah menyebabkan sektor gas menjadi kurang menarik. Hal ini berdampak positif bagi perusahaan energi yang berorientasi jangka panjang seperti PGN untuk menangkap peluang bisnis baru saat kondisi perekonomian mulai pulih. Dengan volatilitas pasar saat ini, kami akan menerapkan Strategic Business Priorities untuk meninjau rencana investasi secara menyeluruh baik dari sisi return dan risikonya sebelum menetapkan komitmen lebih lanjut.

Tujuan strategis utama PGN di tahun mendatang adalah untuk mengembangkan pembangunan infrastruktur gas guna menciptakan pasar gas yang terintegrasi. Selama beberapa tahun ke depan, PGN akan terus memperluas jaringan pipa transmisi dan distribusi serta mengembangkan infrastruktur non pipa seperti LNG dan mini LNG untuk melayani pasar yang ada dan potensial. Kami berharap untuk memulai breakbulking LNG dalam waktu dekat dari FSRU Lampung untuk memudahkan pasokan ke pasar baru.

Kami akan terus mendukung program konversi gas yang dicanangkan oleh Pemerintah dengan mengembangkan dan mengoperasikan

infrastruktur gas untuk rumah tangga di 11 kota, sambil terus mengembangkan program ‘PGN Sayang Ibu’ untuk meningkatkan basis pelanggan rumah tangga dengan tetap mengutamakan eisiensi dan pengendalian biaya.

Namun di sisi lain, konversi penggunaan gas bumi yang lebih besar di Indonesia belum terlayani dengan optimal dikarenakan masih terbatasnya infrastruktur gas. Indonesia memiliki cadangan migas yang cukup besar, seperti penemuan terbaru yang dilakukan oleh entitas anak PT Saka Energi Indonesia di lapangan Sidayu dan South Sesulu. Untuk dapat mengoptimalkan sumber daya tersebut, dibutuhkan pengembangan infrastruktur yang lebih banyak dan lebih beragam untuk menyelaraskan permintaan dengan pasokan gas. Kedepan industri gas nasional akan

dikembangkan dengan perencanaan yang lebih baik, yang memungkinkan gas bumi dapat sampai ke pengguna akhir dengan lebih efektif dan lebih aman.

PGN telah menunjukkan kemampuannya dalam hal ini dengan mengembangkan pasar di Jawa Barat, Jawa Timur dan sebagian Sumatera, dan kami percaya bahwa hal itu dapat dilakukan pada skala yang lebih besar. Oleh karena itu kami mendorong Pemerintah untuk menindaklanjuti peraturan yang mendukung skema tersebut untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi di skala nasional.

Saya ingin berterima kasih kepada semua karyawan, pelanggan, mitra bisnis dan Pemerintah atas dukungannya selama tahun yang penuh tantangan ini. Kami beradaptasi dengan realitas kondisi pasar dengan

melakukan transformasi bisnis, menciptakan platform diversiikasi untuk pertumbuhan dan menyiapkan sumber daya manusia. Kami yakin hal ini akan membuat PGN menjadi lebih lincah dan lebih mampu menjawab tantangan dan peluang yang terbentang di depan. Investasi yang signiikan dibutuhkan untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia, energi adalah bisnis jangka panjang. Kami telah berinvestasi di masa depan energi Indonesia selama lebih dari satu setengah abad. Saya yakin bahwa PGN akan terus menciptakan nilai yang berkelanjutan, bagi pemegang saham kami dan bagi negara, sebagai penyedia energi bersih terkemuka di Indonesia.

Hendi Prio Santoso

02

Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Tahun 2015 telah dimuat secara lengkap dan kami bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perusahaan.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Jakarta, 15 Maret 2016

Direktur Utama

HENDI PRIO SANTOSO

Direktur Pengusahaan

JOBI TRIANANDA HASJIM

Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko

MUHAMMAD WAHID SUTOPO

Direktur Teknologi dan Pengembangan

DJOKO SAPUTRO

Direktur Keuangan

MOCHTAR RIZA PAHLEVI TABRANI

Direktur SDM dan Umum

HENDI KUSNADI