• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU MANAJEMEN KINERJA.docx (328Kb)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BUKU MANAJEMEN KINERJA.docx (328Kb)"

Copied!
159
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Michael Armstrong
  • Sekolah: Kogan Page
  • Mata Pelajaran: Manajemen Kinerja
  • Topik: Manajemen Kinerja: Kunci Strategi dan Pedoman Praktis
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2006
  • Kota: London

I. Dasar manajemen kinerja

Bab ini menjelaskan definisi, tujuan, karakteristik, dan prinsip-prinsip manajemen kinerja. Manajemen kinerja diartikan sebagai proses sistematis untuk meningkatkan kinerja organisasi melalui pengembangan individu dan tim. Tujuan utama dari manajemen kinerja adalah menciptakan budaya kinerja tinggi di mana individu dan tim bertanggung jawab atas peningkatan berkelanjutan. Karakteristik penting dari manajemen kinerja meliputi perjanjian, pengukuran, umpan balik, dan dialog yang berkelanjutan. Bab ini juga membahas perbedaan antara penilaian kinerja dan manajemen kinerja, serta memberikan ringkasan proses manajemen kinerja yang lebih komprehensif di bab berikutnya.

1.1 Manajemen kinerja didefinisikan

Manajemen kinerja didefinisikan sebagai proses sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja organisasi melalui pengembangan individu dan tim. Ini melibatkan pemahaman dan pengelolaan kinerja untuk mencapai tujuan yang telah disepakati. Proses ini melibatkan kolaborasi antara manajemen dan karyawan untuk memastikan bahwa harapan, tanggung jawab, dan perilaku yang diharapkan dipahami dan diimplementasikan dengan baik.

1.2 Tujuan dari manajemen kinerja

Tujuan utama dari manajemen kinerja adalah untuk menyelaraskan tujuan individu dengan tujuan organisasi, memastikan bahwa individu memahami harapan yang ditetapkan, dan memfasilitasi pengembangan kapasitas individu untuk memenuhi dan melampaui harapan. Ini juga mencakup pemberian dukungan dan bimbingan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

1.3 Karakteristik kinerja manajemen

Kinerja manajemen melibatkan elemen-elemen penting seperti perjanjian yang jelas, pengukuran kinerja, umpan balik yang konstruktif, dan dialog yang berkelanjutan. Proses ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada cara dan nilai-nilai yang mendasari pencapaian tersebut. Hal ini menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan dan pertumbuhan individu.

1.4 Perkembangan dalam manajemen kinerja

Perkembangan terbaru dalam manajemen kinerja menunjukkan pergeseran fokus dari penilaian retrospektif ke pendekatan yang lebih proaktif, dengan penekanan pada perencanaan dan dialog. Ini mencakup pengakuan bahwa banyak faktor berkontribusi terhadap hasil kinerja dan pentingnya komunikasi yang terbuka antara manajer dan karyawan.

1.5 Keprihatinan kinerja manajemen

Keprihatinan utama dalam manajemen kinerja mencakup perhatian terhadap output, proses, dan input yang dibutuhkan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Manajemen kinerja juga harus berfokus pada perencanaan, pengukuran, dan perbaikan berkelanjutan untuk memastikan bahwa semua elemen organisasi berfungsi dengan baik dan saling mendukung.

1.6 Memahami manajemen kinerja

Untuk memahami manajemen kinerja secara menyeluruh, penting untuk mempertimbangkan makna kinerja, nilai-nilai yang mendasari, pentingnya penyelarasan tujuan, serta pengelolaan ekspektasi. Ini membantu dalam menciptakan kerangka kerja yang jelas untuk mencapai kinerja yang diharapkan dan memahami bagaimana perilaku individu berkontribusi terhadap hasil organisasi.

II. Proses manajemen kinerja

Bab ini membahas manajemen kinerja sebagai proses manajemen yang alami dan siklus yang berkelanjutan. Proses ini meliputi perencanaan, tindakan, pemantauan, dan peninjauan. Setiap langkah dalam siklus ini saling terkait dan berkontribusi terhadap pencapaian tujuan yang telah disepakati. Proses ini juga menggambarkan bagaimana manajemen kinerja dapat diterapkan dalam berbagai konteks organisasi.

2.1 Manajemen kinerja sebagai proses manajemen

Manajemen kinerja dipandang sebagai proses manajemen yang alami, terdiri dari langkah-langkah yang berkesinambungan: perencanaan, tindakan, pemantauan, dan peninjauan. Setiap langkah penting untuk memastikan bahwa tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efektif dan efisien.

2.2 Kinerja manajemen siklus

Kinerja manajemen dapat digambarkan sebagai siklus yang terus menerus, di mana setiap langkah dalam proses berkontribusi pada pencapaian tujuan. Ini mencakup perencanaan yang baik, pelaksanaan yang tepat, pemantauan yang efektif, dan peninjauan berkala untuk menilai kemajuan dan melakukan penyesuaian yang diperlukan.

2.3 Urutan manajemen kinerja

Urutan kegiatan dalam manajemen kinerja mencakup penetapan tujuan, pengukuran kinerja, umpan balik, dan perbaikan berkelanjutan. Proses ini harus dilakukan secara sistematis untuk memastikan bahwa semua aspek kinerja dikelola dengan baik dan hasil yang diinginkan dapat dicapai.

2.4 Bagaimana kinerja manajemen bekerja

Kinerja manajemen bekerja sebagai suatu proses yang terintegrasi, di mana manajer dan karyawan berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Ini melibatkan pengukuran kinerja secara terus-menerus dan penyesuaian strategi berdasarkan umpan balik yang diterima.

2.5 Kinerja manajemen kegiatan

Kegiatan utama dalam manajemen kinerja meliputi definisi peran, perjanjian kinerja, rencana peningkatan kinerja, dan pengembangan pribadi. Setiap kegiatan ini penting untuk memastikan bahwa individu memiliki pemahaman yang jelas tentang harapan dan dapat berkontribusi secara maksimal terhadap tujuan organisasi.

2.6 Manajemen kinerja dalam tindakan

Manajemen kinerja tidak hanya merupakan sistem mekanistik, tetapi juga melibatkan interaksi yang bermakna antara manajer dan karyawan. Proses ini harus menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari di organisasi, bukan sekadar serangkaian tugas yang harus diselesaikan.

III. Praktek manajemen kinerja

Praktik manajemen kinerja mencakup berbagai teknik dan pendekatan yang digunakan untuk meningkatkan kinerja individu dan tim. Ini termasuk penggunaan umpan balik yang konstruktif, pengembangan keterampilan, dan pembinaan yang efektif. Praktik ini berfokus pada menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan karyawan.

3.1 IRS, 35 TAHUN 2003

Studi yang dilakukan oleh IRS menunjukkan bahwa manajemen kinerja yang efektif melibatkan keterlibatan karyawan dalam proses penetapan tujuan dan umpan balik yang berkelanjutan. Ini membantu dalam menciptakan rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap hasil yang dicapai.

3.2 Lawler dan McDermott, 2003

Lawler dan McDermott menekankan pentingnya pengembangan keterampilan dan kompetensi dalam manajemen kinerja. Mereka berargumen bahwa investasi dalam pengembangan karyawan akan menghasilkan peningkatan kinerja yang signifikan dan berkelanjutan.

3.3 Chartered Institute of personalia dan pengembangan, 2003

Institut ini merekomendasikan praktik manajemen kinerja yang terintegrasi dengan strategi bisnis organisasi. Pendekatan ini memastikan bahwa semua kegiatan manajemen kinerja selaras dengan tujuan dan visi organisasi secara keseluruhan.

3.4 e-hadiah, 2005

E-hadiah menyoroti pentingnya penghargaan non-keuangan dalam manajemen kinerja. Penghargaan ini dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan karyawan, yang pada gilirannya berkontribusi pada peningkatan kinerja organisasi.

Referensi Dokumen

  • penilaian: rute untuk meningkatkan kinerja ( Fletcher, C )
  • apa salah dengan penilaian kinerja? Kritik dan saran ( Grint, K )
  • Negara kontrak psikologis dalam pekerjaan ( Tamu, D E et al )
  • umpan balik 360 derajat: dikendalikan rudal atau kuat senjata? ( Handy, L, Devine, M dan Heath, L )
  • manajemen berdasarkan sasaran yang? ( Levinson, H )

Gambar

Tabel 1.1 Penilaian kinerja dibandingkan dengan kinerja manajemen
Gambar 9.1 Kinerja manajemen formulir

Referensi

Dokumen terkait

Kelelahan Kerja merupakan komponen fisik dan psikis, kerja fisik yang melibatkan kecepatan tangan dan fungsi mata serta memerlukan konsentrasi terus menerus dapat

Hal ini terjadi karena penurunan laba bersih koperasi secara terus menerus yang diikuti dengan tidak efisiennya perusahaan didalam mengelola asset yang ada, seperti

oleh pengetahuan dan wawasan seorang atau masyarakat dalam rangka mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi Pemberdayaan harus dilakukan secara terus- menerus dan

Inilah dosa yang akan terus mengalir ke dalam diri orang Islam, tanpa kita minta, tanpa kita panggil, bahkan tanpa kita melakukannya.. Dosa ini akan terus datang, setiap saat

• Sebaliknya, suatu MRK yang lebih besar mungkin diperlukan untuk mengelola risiko kelelahan secara efektif terkait dengan operasi atau pekerjaan secara terus-menerus selama 24

Manajer adalah Seseorang yang bertindak sebagai perencana, pengorganisasi, pengarah, pemotivasi, dan pengendali terhadap orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan 3..

Invesatsi dan Operasi Myopia Pengukuran kinerja akuntansi dapat menyebabkan manajer untuk bertindak secara myopia baik dalam membuat keputusan investasi maupun operasi Manajer yang

Kelelahan yang dialami orang yang burnout lebih karena perjuangan panjang yang tidak membuahkan basil sebagaimana diharapkan.. Kelelahan pada burnout juga karena terus-menerus