169
saja, dan anak itu-itu saja. Penulis memilih model pembelajaran Think Pair Share untuk memecahkan permasalahan seperti yang sudah di uraikan di atas karena model pembelajaran TPS merupakan salah satu model pembelajaran yang konstruktivis yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa.
Struktur yang dikembangkan dalam Think Pair Share menghendaki siswa bekerja saling membantu dalam kelompok kecil (2-6 anggota) dan lebih dicirikan oleh penghargaan kooperatif daripada penghargaan individual. TPS memiliki prosedur yang ditetapkan secara eksplisit untuk memberi siswa waktu lebih banyak untuk berpikir, menjawab dan saling membantu satu sama lain. Berdasarkan penelitian, ada beberapa kelebihan pembelajaran kooperatif antara lain seperti diutarakan Slavin (dalam Basuki, 2011 : 8), bahwa belajar kooperatif yang menggunakan penghargaan kelompok dan akuntabilitas individual akan meningkatkan hasil belajar siswa. Di samping itu Slavin juga mengata- kan bahwa pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik, siswa kelompok atas akan menjadi tutor bagi siswa kelompok bawah.
Berdasarkan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk men- deskripsikan penerapan model pembelajaran TPS di kelas IX-B SMPN 2 Winongan tahun pelajaran 2016/2017 dan peningkatan keaktifan belajar siswa menggunakan penerapan model tersebut.
METODEPENELITIAN
Metode dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksana-kan di Kelas IX-B SMPN 2 Winongan Kabupaten Pasuruan pada semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017.
Pelaksanaan tindakan dimulai pada bulan Agustus sampai September 2016. Jumlah siswa kelas IX-B sebanyak 25 orang yang terdiri dari 16 orang laki- laki dan 9 orang perempuan.
Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, siklus I terdiri dari 4 pertemuan tatap muka pembelajaran, sedangkan siklus II terdiri dari 3 pertemuan tatap muka pembelajaran. Adapun materi pembelajaran siklus I adalah Sistem Koordinasi pada Manusia (KD) 1.3 : Mendeskripsikan sistem koordinasi dan alat indra pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan (8 jam pelajaran), sedangkan materi siklus II adalah Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup (KD) 2.1 : Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi, seleksi alam, dan perkembangbiakan.
Data yang akan dikumpulkan dalam pene- litian ini adalah data keaktifan siswa pada saat pem- belajaran berlangsung yaitu selama 3 fase pembe- lajaran TPS. Sesuai dengan jenis data yang akan dikumpulkan, instrumen pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi keaktifan siswa.
Indikator keaktifan siswa pada penelitian ini adalah
a. Tahap Think : data keaktifan siswa dalam penelitian ini hanya 1 aspek, yaitu saat berpikir yang dibuktikan secara tertulis.
b. Tahap Pair : data keaktifan siswa dalam penelitian ini ada 3 aspek yaitu (1) seberapa banyak siswa yang terlibat dalam penyelesaian tugas kelompok (diskusi kelompok), (2) seberapa banyak siswa yang mau mengajukan pertanyaan, baik kepada guru maupun kepada siswa lain saat diskusi, (3) seberapa banyak siswa yang mau mengemuka- kan pendapatnya, baik berupa jawaban terhadap pertanyaan guru atau siswa saat diskusi.
c. Tahap Share : data keaktifan siswa dalam penelitian ini ada 2 aspek yaitu (1) seberapa banyak siswa yang mau mengajukan pertanyaan, baik kepada guru maupun kepada siswa lain saat presentasi hasil diskusi, (2) seberapa banyak siswa yang mau mengemukakan pendapatnya, baik berupa jawaban terhadap pertanyaan guru atau siswa maupun memberi sanggahan saat presentasi hasil diskusi.
Sesuai dengan jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi. Data keaktifan siswa selama pembelajaran yang diperoleh setiap pertemuan untuk setiap tahap pembelajaran TPS sebagaimana disebutkan di atas diolah dengan cara menghitung jumlah siswa yang melakukan setiap indikator itu, kemudian menghitung prosentasenya terhadap keseluruhan siswa. Sedangkan data keaktifan siswa setiap siklus diperoleh dengan menghitung rata-rata keaktifan siswa setiap pertemuan dalam siklus tersebut.
Tabel 1. Pedoman Pengamatan Aktifitas Belajar Siswa
No Fase TPS Indikator Aktifitas
Belajar Keterangan
1. Think
Menuliskan jawaban pertanyaan sebagai hasil berpikir
Bila melakukan diberi skor 1, bila tidak melakukan diberi skor 0
2. Pair
Terlibat dalam pengerjaan tugas kelompok
Bila melakukan dibei skor 1, bila tidak melakukan diberi skor 0 Bertanya pada guru
atau siswa
Bila melakukan dibei skor 1, bila tidak melakukan diberi skor 0 Berpendapat/
menjawab pertanyaan
Bila melakukan dibei skor 1, bila tidak melakukan diberi skor 0
3. Share
Bertanya pada guru atau siswa
Bila melakukan dibei skor 1, bila tidak melakukan diberi skor 0 Berpendapat/
menjawab pertanyaan
Bila melakukan dibei skor 1, bila tidak melakukan diberi skor 0
171 HASILDANPEMBAHASAN
A. Siklus I
Data keaktifan belajar siswa selama pembelajaran pada siklus I yang terdiri dari 4 pertemuan adalah sebagai berikut :
Tabel 2. Data Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran pada Siklus I
No Indikator
Banyak Siswa
Pertemuan ke Rata- rata
Tar get
1 2 3 4
1. Tahap Think Memikirkan dan menuliskan jawaban dari pertanyaan guru
72
% 76
% 80
% 84
% 78
% 85
% 2. Tahap Pair
a
Melibatkan diri dalam pengerjaan tugas kelompok
68
% 72
% 80
% 84
% 76
% 85
%
b
Mengajukan pertanyaan baik pada guru maupun pada siswa
8
% 20
% 28
% 32
% 22
% 30
%
c
Berpendapat atau menjawab pertanyaan guru atau siswa
8
% 12
% 20
% 24
% 16
% 20
% 3. Tahap Share
a
Mengajukan pertanyaan baik pada guru maupun pada siswa
12
% 20
% 24
% 28
% 21
% 30
%
b
Berpendapat atau menjawab pertanyaan guru atau siswa
8
% 12
% 16
% 24
% 15
% 20
%
Pada siklus I telah terjadi peningkatan keaktifan siswa dibandingkan sebelum penelitian. Hal ini dapat dipahami mengingat pembelajaran TPS pada siklus I ini telah berhasil meningkatkan keaktifan siswa dibandingkan pada pembelajaran sebelum- nya. Dari data di atas terlihat bahwa dari indikator keaktifan siswa untuk tiap tahap, terdapat pening- katan dari pertemuan ke pertemuan berikutnya.
Namun demikian rata-ratanya masih belum mencapai target sebagaimana pada indikator keberhasilan yang telah ditetapkan
Berdasarkan data keaktifan dan hasil belajar siswa yang diperoleh di mana keduanya masih belum mencapai target, maka penelitian ini perlu dilanjutkan ke siklus II.
Refleksi
Tindakan-tindakan yang kurang mendukung terhadap pencapaian keberhasilan indikator pada siklus I adalah :
1) Dal am mengajukan pertanyaan, guru lebih banyak menawarkan kepada siswa yang mau untuk menjawab dan tidak menunjuk siswa, sehingga siswa yang malu meskipun bisa, tidak mau menjawab.
2) Pada saat membimbing diskusi kelompok, guru lebih terfokus pada kelompok yang banyak bertanya sehingga kurang memperhatikan kelompok yang sedikit atau tidak bertanya.
Padahal kelompok yang tidak bertanya belum tentu mereka tidak mengalami kesulitan, bisa jadi mereka merasa malu untuk bertanya.
3) Kelompok yang diminta presentasi hanya beberapa kelompok sehingga kelompok lain yang merasa mampu tapi tidak ditunjuk untuk presentasi, merasa apa yang dikerjakan kurang dihargai. Sedangkan kelompok yang merasa tidak mampu dan tidak ditunjuk untuk presentasi menjadi pasif.
B. Siklus II
Data keaktifan belajar siswa selama pembelajaran pada siklus II yang terdiri dari 3 pertemuan adalah sebagai berikut :
Tabel 3. Data Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran pada Siklus II
No Indikator
Banyak Siswa Pertemuan ke Rata
-rata Targ
et
1 2 3
1. Tahap Think Memikirkan dan menuliskan jawaban dari pertanyaan guru
84
% 88
% 92
% 88% 85%
2. Tahap Pair a
Melibatkan diri dalam pengerjaan tugas kelompok
80
% 84
% 96
% 87% 85%
b
Mengajukan pertanyaan baik pada guru maupun pada siswa
28
% 36
% 40
% 35% 30%
c
Berpendapat atau menjawab pertanyaan guru atau siswa
16
% 24
% 36
% 25% 20%
3. Tahap Share
a
Mengajukan pertanyaan baik pada guru maupun pada siswa
24
% 32
% 44
% 33% 30%
b
Berpendapat atau menjawab pertanyaan guru atau siswa
20
% 24
% 28
% 24% 20%
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil tindakan pada siklus II, keaktifan siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan dibandingkan pada siklus I.
Tabel 4. Ringkasan Pencapaian Indikator Keberhasilan Tiap Siklus
No Indikator Pencapaian pada
Target Siklus I Siklus II
1 Tahap Think Memikirkan dan
menuliskan 78% 88% 85%
No Indikator Pencapaian pada
Target Siklus I Siklus II
jawaban dari pertanyaan guru 2 Tahap Pair
Melibatkan diri dalam pengerjaan tugas kelompok
76% 87% 85%
Mengajukan pertanyaan baik pada guru maupun pada siswa
22% 35% 30%
Berpendapat atau menjawab pertanyaan guru atau siswa
16% 25% 20%
3 Tahap Share Mengajukan pertanyaan baik pada guru maupun pada siswa
21% 33% 30%
Berpendapat atau menjawab pertanyaan guru atau siswa
15% 24% 20%
Peningkatan keaktifan siswa dari siklus I ke siklus II dapat dilihat pada grafik di bawah ini.
Gambar 1. Grafik Peningkatan Persentase Keaktifan Siswa dari Siklus I ke II
Refleksi :
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil tindakan siklus II menunjukkan bahwa pembelajar- an IPA dengan pembelajaran TPS telah membawa perubahan keaktifan belajar siswa. Dari tabel data keaktifan belajar siswa pada siklus II dapat diketahui terjadi peningkatan keaktifan belajar siswa dibandingkan siklus I, bahkan melebihi target yang ditetapkan. Hal ini merupakan akibat dari perbaikan- perbaikan yang telah dilaksanakan pada siklus II.
Pada siklus II telah dilakukan tindakan- tindakan yang mendukung tercapainya indikator keberhasilan tindakan-tindakan yang mendukung tercapainya indikator keberhasilan. pada siklus II antara lain: guru melakukan penunjukkan siswa secara merata agar siswa yang mampu menjawab tapi ragu-ragu atau malu mempunyai kesempatan untuk menjawab, guru membimbing kelompok dalam berdiskusi secara merata, guru memotivasi siswa yang kurang aktif saat diskusi dengan
pertanyaan dan memberikan pujian pada siswa yang berani bertanya dan berani mengemukakan pendapat.
Dengan melihat hasil yang dicapai dalam penelitian ini maka dapat dikatakan bahwa penerapan pembelajaran TPS dapat meningkatkan keaktifan belajar IPA siswa kelas IX-B SMPN 2 Winongan.
PENUTUP Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan :
1. Pembelajaran TPS dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas IX-B SMPN 2 Winongan Kabupaten Pasuruan tahun pelajaran 2016/2017.
Hal tersebut terjadi setelah adanya tindakan untuk perbaikan pada siklus II yaitu guru melakukan penunjukkan siswa secara merata agar siswa yang mampu menjawab tapi ragu- ragu atau malu mempunyai kesempatan untuk menjawab, guru membimbing kelompok dalam berdiskusi secara merata, guru memotivasi siswa yang kurang aktif saat diskusi dengan pertanyaan dan memberikan pujian pada siswa yang berani bertanya dan berani mengemukakan pendapat.
2. Pembelajaran TPS dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dengan terjadinya peningkatan keaktifan siswa dari siklus I ke siklus II sebagai berikut :
a. Tahap Think sebesar 10 % b. Tahap Pair :
- jumlah siswa yang melibatkan diri dalam kerja kelompok terjadi kenaikan sebesar 11
%.
- jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan baik pada guru maupun siswa terjadi kenaikan sebesar 13 %
- jumlah siswa yang berpendapat atau menjawab pertanyaan guru terjadi kenaikan sebesar 9%
c. Tahap Share :
- jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan baik pada guru maupun siswa terjadi kenaikan sebesar 12 %
- jumlah siswa yang berpendapat atau menjawab pertanyaan guru terjadi kenaikan sebesar 9%
Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka kiranya pembelajaran TPS dapat diterapkan oleh guru IPA dalam kegiatan pembelajaran, dan menjadi bahan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya.
0 50 100
Think Pair 1 Pair 2 Pair 3 Share 1 Share 2 Grafik Peningkatan Persentase Keaktifan Siswa dari Siklus I ke II
siklus I siklus II
173 DAFTARRUJUKAN
Basuki, I. 2011. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share untuk Meningkatkan Kemampuan Diskusi dan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Purwodadi Pasuruan.Penelitian Tindakan Kelas
Depdiknas, 2008. Peraturan Menteri Pendidian Nasional. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Djamarah, 2001. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta:
PT Rineka Cipta.