• Tidak ada hasil yang ditemukan

D. DAFTAR PUSTAKA

6. Peta Kendali

Control chart atau Peta Kendali merupakan salah satu dari alat QC 7 tools (7 alat pengendalian Kualitas) yang berbentuk grafik dan dipergunakan untuk memonitor atau memantau stabilitas dari suatu proses serta mempelajari perubahan proses dari waktu ke waktu. Control Chart memiliki upper line (garis atas) untuk upper control limit (batas kontrol tertinggi), lower line (garis bawah) untuk lower control limit (batas control terendah) dan central line (garis tengah) untuk rata-rata (average). Data yang dimasukkan berupa titik-titik yang kemudian digambarkan garis untuk memperlihatkan grafiknya. Kapan kita akan gunakan Peta kendali; (Fukui, et al., 2003)

a. Saat kita ingin mengontrol proses yang sedang berlangsung dengan menemukan dan memperbaiki masalah yang terjadi.

b. Saat kita ingin memprediksi atau mendapatkan kisaran (range) dari hasil suatu proses.

c. Saat kita ingin mengetahui apakah proses yang kita pelajari tersebut stabil (dalam statistik kontrol atau kendali statistik).

d. Saat kita ingin menganalisis pola variasi proses apakah dari penyebab khusus (penyebab yang tidak sering terjadi atau tidak rutin terjadi) atau penyebab umum yang sering terjadi diproses.

e. Saat kita ingin menentukan apakah proyek peningkatan kualitas harus membidik kepada pencegahan pada masalah tertentu atau harus melakukan perubahan yang mendasar pada proses.

Tujuan utama dari penggunaan control chart adalah untuk mengendalikan proses produksi sehingga dapat menghasilkan kualitas yang unggul dengan cara mendeteksi penyebab variasi yang tidak alami (penyebab spesial, penyebab yang tidak natural) atau disebut dengan process shift (terjadinya penggeseran proses) serta untuk mengurangi variasi yang terdapat dalam proses sehingga menghasilkan proses yang stabil. Yang dimaksud dengan proses stabil merupakan proses yang memiliki distribusi normal yang sama pada setiap saatnya. Perlu diketahui, bahwa proses stabil yang dimaksud disini tetap memiliki variasi, tetapi variasinya sangat kecil dan dapat dikendalikan. Prosedur Control Chart (Peta Kendali) yang belum diketahui (Fukui, et al., 2003):

Pengendalian dan Penjamin Mutu 65

a. Pilih jenis control chart yang sesuai untuk data yang kita ambil.

b. Tentukan waktu atau periode pengambilan data, sampling plan dan jumlah data yang diinginkan.

c. Pengumpulan data dan rekam (record) data tersebut, setidaknya 20 sampai 25 subgroup.

d. Hitunglah masing-masing data statistik subgroup, buatkan tabel tabulasi untuk mempermudah perhitungan rata-rata (X), rata-rata X (X-bar), range (R) dan rata-rata range (R-bar).

e. Identifikasikan skala yang tepat dan cocok kemudian masukkan kedalam data statistik.

f. Hitunglah garis tengah dan batas kontrol (control limit) untuk UCL dan LCL sesuai dengan rumus masing-masing control chart.

g. Ujilah chart yang telah dimasukkan data tersebut.

h. Lakukanlah investigasi dan tindakan perbaikan jika diperlukan.

Contoh X-bar Chart. panjang komponen A

Sumber: (Fukui, et al., 2003)

Gambar 5.11 Contoh X-bar Peta kendali f. Diagram Kontrol Variabel.

Dalam mean, range, dan standar deviasi merupakan statistik yang paling sering digunakan untuk menganalisis data pengukuran. Diagram kontrol digunakan untuk memonitor statistik ini. Titik di luar kendali untuk salah satu statistik ini merupakan indikasi bahwa ada penyebab khusus variasi dan

Pengendalian dan Penjamin Mutu 66

bahwa investigasi segera harus dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab khusus. (pyzdek & Keller, 2013).

Grafik rata-rata menjawab pertanyaan "Apakah ada variasi penyebab khusus yang menyebabkan kecenderungan sentral dari proses ini berubah selama periode waktu yang diamati?" range chart menjawab pertanyaan

"Apakah variasi penyebab khusus menyebabkan distribusi proses menjadi lebih atau kurang tidak menentu? ”Grafik rata-rata dan rentang dapat diterapkan ke variabel kontinu seperti bobot, ukuran, waktu siklus, tingkat kesalahan, dan sebagainya, tergantung pada kondisi yang diperlukan untuk subgroup rasional. (pyzdek & Keller, 2013).

Ukuran subgroup yang telah ditentukan untuk proses yang diberikan.

Ukuran subgroup yang khas merupakan tiga atau lima pengamatan dalam subgroup. Rata-rata dan rentang dihitung untuk setiap subgroup secara terpisah, kemudian di plot pada bagan kontrol. Statistik setiap subgroup dibandingkan dengan batas kontrol, dan pola variasi antara subgroup dianalisis.Persamaan subgroup untuk grafik rata-rata dan rentang

X= jumlah pengukuran subgroup Ukuran kelompok

R = largest in subgroup − smallest in subgroup

Persamaan Limit Kontrol untuk Grafik Rata-Rata dan Rentang. Batas kontrol untuk rata-rata dan grafik rentang dihitung sedemikian rupa sehingga sangat tidak mungkin bahwa rata-rata subgroup atau rentang dari proses stabil akan berada di luar batas. Semua batas kontrol ditetapkan pada plus dan minus tiga standar deviasi dari garis tengah grafik.

Pengendalian dan Penjamin Mutu 67

Tabel 5.4 Contoh diagram control Rata-rata

Sumber: (pyzdek & Keller, 2013)

Rentang subgroup merupakan plus dan minus tiga standar deviasi dari kisaran rata-rata. Batas kontrol ini cukup kuat sehubungan dengan non- normalitas dalam proses distribusi. Untuk memudahkan perhitungan, konstanta digunakan dalam persamaan batas kontrol. Tabel dalam Lampiran 1 memberikan konstanta diagram kontrol untuk subgroup yang berjumlah 25 atau kurang.

Grafik kontrol rata-rata dan standar deviasi secara konseptual identik dengan grafik kontrol rata-rata dan rentang. Perbedaannya merupakan bahwa standar deviasi subgroup digunakan untuk mengukur dispersi daripada rentang subgroup. Deviasi standar subgroup secara statistik lebih efisien daripada kisaran subgroup untuk ukuran subgroup yang lebih besar dari dua.

Keuntungan efisiensi ini meningkat dengan meningkatnya ukuran subgroup, paling dramatis ketika ukuran subgroup merupakan 10 atau lebih besar.

Dalam kasus tersebut, standar deviasi (atau grafik sigma) (pyzdek & Keller, 2013).

Pengendalian dan Penjamin Mutu 68

Sumber: (pyzdek & Keller, 2013)

Gambar 5.12 Diagram kontrol rata-rata dan sigma lengkap

Pengendalian dan Penjamin Mutu 69

7. Cause and Effect Diagram (Fishbone Diagram)