Public Perception Of The Development Of Palm Oil Mills PT Wirra Inno Mas In The district Of Bungus Teluk Kabung
By :
Yuhasni*Drs. Dasrizal, MP** Rika Despica, S.Pd. M.Si
* Geography Departement Of Student Education STKIP PGRI West Sumatra** Lecture at Geography Depertement Pf STKIP PGRI West Sumatra
ABSTRACT
This study aims to describe in depth about the public perception of palm oil processing plant PT Wirra Inno Mas in District Bungus Teluk Kabung. This research used qualitative method. Interview technique was the data collection in this research.
Respondents of this research were taken by Snowball Sampling where the sample residence is located around PT Palm Oil Mills in the district of Bungus Teluk Kabung.
The result of this research shows that residents’ perceptions about PT Wirra Inno Mas construction in the districk of Bungus Teluk Kabung are: (a) the residents were agree with PT Inno Mas construction since it could open the opportunity for the residents to work without any suffering to find out other job. (b) From socialization side that PT Wirra Inno Mas showed, the residents approved the construction of this factory. (c) Residents who lived near factory do not feel reluctance since the district become crowded and many people who were brought to work during the construction process. (d) PT Wirra Inno Mas showed some concerns with the residents around the factory by expanding the road to access it, and the factory often provide assistance to local youth when they hold an even. (e) From the attitude of society, with the development of the factory, it can be seen that many traders’ income are increased. (f) Some people feel disturbed by the environmental conditions of life for many people who have a livelihood as fishermen, while the construction of the factory is located in the vicinity of the beach. Nevertheless some people thought that it is not such concern because with the development of the factory, the society gets more benefits.
Keywords : Public Perception, Development
PENDAHULUAN
Lingkungan hidup sebagai media hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan unsur alam yang terdiri dari berbagai macam proses ekologi yang merupakan suatu kesatuan. Proses-proses tersebut merupakan mata rantai atau siklus penting yang menentukan daya dukung lingkungan hidup terhadap pembangunan
pembangunan.Lingkungan hidup juga mempunyai fungsi sebagai penyangga perikehidupan yang sangat penting, oleh karena itu pengelolaan dan pengembangannya diarahkan untuk mempertahankan keberadaannya dalam keseimbangan yang dinamis melalui berbagai usaha perlindungan dan rehabilitasi serta usaha pemeliharaan keseimbangan antara unsur-unsur secara terus menerus (Siahaan, 2004).
Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Manusia dan lingkungan hidup (alam) memiliki hubungan sangat erat. Keduanya saling memberi dan menerima pengaruh besar satu sama lain. Pengaruh alam terhadap manusia lebih bersifat pasif, sedangkan pengaruh manusia terhadap alam lebih bersifat aktif. Manusia memiliki kemampuan eksploitatif terhadap alam sehingga mampu mengubahnya sesuai yang dikehendakinya. Dan walaupun alam tidak memiliki keinginan dan kemampuan aktif-eksploitatif terhadap manusia, namun pelan tapi pasti, apa yang terjadi pada alam, langsung atau tidak langsung, akan terasa pengaruhnya bagi kehidupan manusia.
Oleh karena itu manusia atau masyarakat Indonesia pada khususnya mempunyai kewajiban untuk menjaga
kelestarian lingkungan hidup demi kelangsungan hidup umat manusia (Christie, 2013).
Manusia adalah sebagai penguasa alam, manusia berusaha supaya bisa menguasai alam itu untuk tetap hidup dengan teratur dari generasi ke generasi dan sebagai pengelola harus bisa menjaga kestabilan alam lingkungannya, karena perubahan-perubahan yang terjadi di dalam lingkungan hidupnya akan mempengaruhi eksistensi dari manusia itu sendiri. Masalah lingkungan di Indonesia merupakan problem khusus bagi pemerintah dan masyarakat karena masalah lingkungan hidup merupakan masalah yang kompleks di mana lingkungan lebih banyak bergantung kepada tingkah laku manusia yang semakin lama semakin menurun baik dalam kualitas maupun kuantitas dalam menunjang kehidupan (Siahaan, 2004).
Pembangunan pada hakikatnya adalah merupakan suatu proses kemajuan dan perbaikan yang terus menerus menuju kepada tercapainya tujuan yang diinginkan. Secara umum, tujuan yang ingin dicapai adalah terciptanya peningkatan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata dan adil untuk mencapai tujuan tersebut, maka segenap potensi dan sumber daya pembangunan yang ada harus dialokasikan secara efisien dan efektif demi peningkatan produksi secara keseluruhan (Daniati, 2013).
Persepsi masyarakat tentang pembangunan yang dilakukan selama ini bertujuan untuk mensejahterakan kehidupan rakyat, dalam kenyataannya juga menimbulkan dampak yang positif maupun negatif.
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan tanaman industri penghasil minyak masak, minyak
industri dan bahan bakar (biodiesel).
Selain itu, kelapa sawit merupakan bahan baku untuk industri sabun, industri lilin, industri pembuatan lembaran-lembaran timah dan industri kosmetik. Produktivitas baru perkebunan kelapa sawit menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan yang sudah lama terbengkalai dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit (Lubis dan Widanarko, 2011).
Usaha perkebunan kelapa sawit merupakan potensi bisnis perkebunan yang sangat menguntungkan, kelapa sawit sangat bermanfaat mulai dari industri makanan hingga industri kimia, di antaranya industri mentega, shortening, cokelat, bahan aditif es krim, pakan ternak, minyak goreng, produk obat-obatan, dan kosmetik, vitamin dan betakaroten (Lubis dan Widanarko, 2011).
Dengan pesatnya perkembangan perkebunan kelapa sawit di Sumatera Barat dan mempunyai nilai jual yang tinggi dan permintaan pasar yang tinggi sehingga memberikan keuntungan yang sangat besar bagi industri-industri pengolahannya.
Usaha industri kelapa sawit ini ada dalam proses pembangunan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung yang didirikan oleh PT. Wira Inno Mas. Menurut observasi awal pada tanggal 23 September 2014 menurut masyarakat disekitar tempat didirikannya industri pengolahan sawit tersebut PT. Wira Inno Mas membangun pengelolaan minyak kelapa sawit beserta Produk turunannya. Pembangunan tersebut, dilengkapi dengan dermaga dan fasilitas pendukung lainnya, termasuk reklamasi perairan pada lokasi kurang lebih 79 hektar di kelurahan Bungus Barat, Bungus Selatan.
Kecamatan Bungus Teluk Kabung ini adalah merupakan sebuah kawasan tujuan wisata di Sumatera Barat. Dengan adanya pendirian industri pengolahan sawit tersebut maka pandangan mata selama ini yang nyaman dengan Teluk Bungus yang indah akan diganti dengan wajah Pabrik. Air laut yang bersih dan jernih sudah pasti sedikit banyak akan tercemar nantinya. Belum lagi dampak-dampak kerusakan lainnya.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas penulis tertarik untuk meneliti karena pada daerah kecamatan Bungus Teluk Kabung ini adalah daerah pariwisata dan merupakan daerah pengembangan kawasan Minapolitan yaitu pengembangan ekonomi berbasis perikanan dan kelautan. Pengembangan semestinya tersebut diarahkan kepada industri- industri pengolahan ikan beserta pendukungnya atau pengembangan wisata bahari.
Dengan pelaksaan pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit ini terdapat pro dan kontra oleh masyarakat sekitar sehingga penelitian ini mengarah pada “Persepsi Masyarakat Tentang Pembangunan Pabrik Kelepa sawit PT Wirra Ino Mas Di Kecamatan Bungus Teluk Kabung “
Tujuan Penelitian
Berdasarkan fokus masalah yang telah dikemukakan diatas maka penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data atau informasi yang lebih mendalam dan mengetahui persepsi masyarakat mengenai pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit PT Wira Inno Mas di Kecamatan Teluk Kabung.
METODOLOGIPENELITIAN Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Menurut Sugiyono dalam Hasniati 2014 penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci.
Penelitian ini berusaha mengungkapkan data secara ilmiah yaitu persepsi masyarakat tentang pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit oleh PT. Wira Inno Mas di Kecamatan Bungus Teluk Kabung kota Padang. Penelitian ini akan menjalankan langkah-langkah serta proses untuk mencapai suatu kesimpulan yang diharapkan.
Penelitian ini bermaksud untuk mencari informasi sebanyak mungkin melalui informasi dan pengamatan langsungdilapangan, menurut perspektif peneliti sendiri (Moleong, 2010 : 68).
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung.
Masyarakat yang berada disekitar pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit yang tau persis bagaimana pembangunan pabrik pengolahan sawit tersebut yang baik ikut berperan secara langsung dalam pengerjaan maupun yang tidak. Berdasarkan hal diatas maka daerah ini dipilih sebagai penelitian.
Informasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berada disekitar pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit oleh PT. Wira Inno Mas di Kecamatan Bungus Teluk Kabung kota Padang. Metode yang digunakan adalah metode Snowball Sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil kemudian membesar. Dalam
penentuan sampel pertama-tama dipilih satu atau dua orang sampel, tetapi karena kedua orang sampel ini belum lengkap
Data yang ingin dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer. Data sekunder adalah data yang didapat dari lembaga-lembaga yang terkait dengan penelitian ini, serta studi pustaka. Data primer yang dikumpulkan adalah data mengenai persepsi masyarakat tentang pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit.
Sumber data dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:
a. Data sekunder, data ini diperoleh melalui studi pustaka yaitu dari buku-buku, jurnal, internet yang terkait dan mendukung penelitian ini. Serta data yang diperoleh dari Kantor Camat, serta lembaga- lembaga yang terkait dengan penelitian.
b. Data primer, data ini diperoleh melalui observasi kelapangan dan wawancara dengan informasi.
Data diperoleh melalui beberapa cara sesuai dengan jenis penelitian yang digunakan yaitu wawancara dan observasi.
a. Wawancara
Wawancara di tujukan kepada seluruh subjek penelitian, untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit PT. Wirra Inno Mas di Kecamatan Bungus Teluk Kabung kota Padang.
b. Observasi
Maksudnya adalah teknik yang digunakan untuk melihat dan mengamati kenyataan dilapangan yang terjadi.
c. Dokumentasi
Teknik dokumentasi dalam penelitian dilakukan untuk
mengumpulkan, meneliti, dan menganalisis dokumen mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan permasalahan penelitian.
Dalam penelitian ini data dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Reduksi Data
Reduksi data merupakan proses pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan tertulis dilapangan. Reduksi data ini berlangsung secara terus menerus selama penelitian berlangsung.
Jadi reduksi data itu adalah bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, membuang yang
tidak perlu, dan
mengorganisasikan data sehingga kesimpulan-kesimpulan akhir dapat ditarik dan diverifikasi.
b. Penyajian Data
Penyajian data merupakan sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data dapat berupa matrik, jaringan dan bagan-bagan yang dirancang guna menggabungkan informasi tersusun untuk menentukan dalam penarikan kesimpulan.
c. Penarikan Kesimpulan
Penarikan kesimpulan merupakan bagian dari satu kegiatan konfigurasi yang utuh. Kesimpulan dan verifikasi dilaksanakan selama penelitian, kesimpulan awal bersifat longgar dan akhirnya semakin rinci dan mengakar dengan kokoh. Apabila terjadi
kesalahan data yang
mengakibatkan kesimpulan tidak sesuai, maka dapat dilakukan
proses ulang dengan melalui tahapan yang sama.
HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil temuan dilapangan dan sesuai dengan tujuan penelitian maka didapatkan hasil persepsi masyarakat tentang pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit oleh PT. Wirra Inno Mas di Kecamatan Bungus Teluk Kabung.
Pertama: Mayarakat setempat setuju dengan pembangunan PT Wirra Inno Mas, karena dengan berdirinya PT tersebut membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk bekerja, sehingga mereka tidak perlu lagi keluar untuk mencari pekerjaan. Karena sebelum berdirinya PT Wirra Inno Mas masyarakat setempat banyak yang pergi keluar daerah untuk mencari kerja. Begitu juga dengan pemuda setempat yang menganggur, dengan adanya pembangunan PT Wirra Inno Mas mereka juga mendapatkan pekerjaan seperti menjaga malam di tempat proyek.
Menurut Peet and Hartwick dalam Yanuardi 2012 Pembangunan adalah upaya untuk membuat kehidupan yang lebih baik untuk setiap orang. Hal ini berarti pembangunan merupakan sebuah upaya yang dapat membawa masyarakat mengikuti sebuah proses untuk mencapai kehidupan yang sebelumnnya dianggap tidak baik, ataupun kurang baik, menjadi sebuah kondisi yang lebih baik Kedua: Bentuk sosialisasi yang di berikan oleh pihak PT Wirra Inno Mas kepada masyarakat mengenai pendirian pabrik pengolahan kelapa sawit berupa penyuluhan tentang manfaat pendirian pabrik pengolahan kelapa sawit sehingga masyarakat
setempat setuju dengan adanya pembangunan PT Wirra Inno Mas.
Brim dalam Ervika 2011 mendefinisikan sosialisasi sebagai proses dimana seseorang memperoleh pengetahuan, kemampuan dan dasar yang membuat mereka mampu atau tidak mampu menjadi anggota dari suatu kelompok. Pengertian ini memandang sosialisasi sebagai suatu proses belajar dimana individu belajar dan mendapatkan nilai dari kelompok-kelompok yang dimasukinya.
Ketiga: Masyarakat yang berdomisili dekat dengan pabrik tidak merasa keberatan atas pembangunan PT tersebut, karena dengan adaya pembangunan PT tersebut daerah mereka menjadi ramai dan banyak masyarakat yang di bawa bekerja selama proses pembangunan PT tersebut. Sehingga masyarakat setempat tidak perlu lagi keluar untuk mencari pekerjaan.
Budiman dalam Harahap 2010 Pembangunan sebenarnya meliputi dua unsur pokok. Pertama, materi yang dihasilkan dan dibagi. Kedua, masalah manusia yang menjadi manusia pembangunan. Para ahli ekonomi memang berbicaran tentang SDM atau sumber daya manusia.
Tetapi pembicaraan tentang manusia disini lebih menekankan aspek keterampilan. Dengan demikian, manusia dianggap sebagai masalah teknis untuk peningkatan produksi saja. Dengan demikian, masalah manusia dilihat sebagai masalah teknis untuk peningkatan keterampilan, melalui bermacam sistem pendidikan.
Keempat: Bentuk kepedulian dari pihak PT tersebut berupa pembuatan jalan menuju akses ke PT
tersebut sudah diperbesar dan pihak PT seringkali memberikan bantuan kepada pemuda setempat saat pemuda mengadakan acara sesuai yang mereka butuhkan.
Kelima: Sikap masyarakat sangat setuju dengan adanya pembangunan PT tersebut, karena selama PT tersebut di bangun banyak pedagang-pedagang memiliki peningkatan dari hasil jual- beli sehari-hari. Begitu juga dengan petani, menjelang panen datang mereka bisa kerja sebagai kuli bangunan di pabrik itu, jadi pendapatan sehari-hari mereka bertambah.
Thurstone mendefinisikan sikap sebagai derajat afek positif atau afek negatif terhadap suatu objek psikologis (Azwar dalam Harahap 2010). Sikap atau Attitude senantiasa diarahkan pada suatu hal, suatu objek. Tidak ada sikap tanpa adanya objek LaPierre mendefinisikan sikap sebagai suatu pola perilaku, tendensi, atau kesiapan antisipatif, predisposisi untuk menyesuaikan diri dalam situasi sosial, atau secara sederhana, sikap adalah respon terhadap stimuli sosial yang telah terkondisikan.
Keenam: Masyarakat ada yang merasa terganggu dengan kondisi wilayah lingkungan hidupnya, karena masyarakat banyak yang mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan, sementara pembangunan PT tersebut berada di sekitar lokasi pantai. Namun bagi mereka tidak terlalu dipermasalahkan karena dengan adanya pembangunan PT tersebut masyarakat banyak mendapatkan keuntungan lebih.
Menurut Supardi dalam Arif 2011 lingkungan atau sering juga disebut lingkungan hidup adalah jumlah semua benda hidup dan benda mati serta seluruh kondisi yang ada di dalam ruang yang kita tempati.
Secara garis besar ada 2 (dua)
macam lingkungan yaitu lingkungan fisik dan lingkungan biotik. Pertama, lingkungan fisik adalah segala benda mati dan keadaan fisik yang ada di sekitar individu minsalnya batu- batuan, mineral, air, udara, unsur-unsur iklim, kelembaban, angin dan lain-lain.
Lingkungan fisik ini berhubungan erat dengan makhluk hidup yang menghuninya, sebagai contoh mineral yang dikandung suatu tanah menentukan kesuburan yang erat hubungannya dengan tanaman yang tumbuh di atasnya. Kedua, lingkungan biotik adalah segala makhluk hidup yang ada di sekitar individu baik manusia, hewan dan tumbuhan. Tiap unsur biotik, berinteraksi antar biotik dan juga dengan lingkungan fisik atau lingkungan abiotik.
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Hasil penelitian mengenai Perserpsi Masyarakat Terhadap Pembangunan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit PT. Wirra Inno Mas di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut:
a. Dilihat dari pendapat masyarakat, masyarakat setempat menyatakan setuju dengan pembangunan PT Wirra Inno Mas, karena dengan berdirinya PT tersebut membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk bekerja, sehingga mereka tidak perlu lagi keluar untuk mencari pekerjaan.
b. Dilihat dari sosialisasi yang diberikan pihak PT Wirra Inno Mas, Terdapat beberapa sosialisasi yang di berikan oleh pihak PT Wirra Inno Mas kepada
masyarakat setempat sehingga masyarakat setempat setuju dengan adanya pembangunan PT Wirra Inno Mas.
c. Masyarakat yang berdomisili dekat dengan pabrik tidak merasa keberatan atas pembangunan PT tersebut, karena dengan adaya pembangunan PT tersebut daerah mereka menjadi ramai dan banyak masyarakat yang di bawa bekerja selama proses pembangunan PT tersebut.
d. Bentuk kepedulian dari pihak PT tersebut berupa jalan menuju akses PT tersebut sudah diperbesar dan pihak PT seringkali memberikan bantuan kepada pemuda setempat saat pemuda mengadakan acara sesuai yang mereka butuhkan.
e. Dilihat dari sikap masyarakat dengan adanya pembangunan PT Wirra Inno Mas, masyarakat sangat setuju dengan adanya pembangunan PT tersebut, karena selama PT tersebut di bangun banyak pedagang-pedagang memiliki peningkatan dari hasil jual-beli sehari-hari.
f. Masyarakat ada yang merasa terganggu dengan kondisi wilayah lingkungan hidupnya, karena masyarakat banyak yang mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan, sementara pembangunan PT tersebut bearada di sekitar lokasi pantai. Namun bagi mereka tidak terlalu dipermasalahkan karena dengan adanya pembangunan PT tersebut masyarakat banyak mendapatkan keuntungan lebih.
Saran
1. Diharapkan kepada pihak PT Wirra Inno Mas supaya
memperhatikan lingkungan sekitar dalam mendirikan pembangunan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan sekitar pantai tempat masyarakat nelayan mencari penghidupan.
2. Untuk pembaca dapat melihat perkembangan Pembangunan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit PT. Wirra Inno Mas di Kecamatan Bungus Teluk Kabung kota padang dan menambah wawasan pembaca.
3. Untuk penulis sebagai bahan pedoman atau acuan Perserpsi
Masyarakat Terhadap
Pembangunan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit PT. Wirra Inno Mas di Kecamatan Bungus Teluk Kabung kota padang.
DAFTAR PUSTAKA Bowo. 2006, Persepsi dan Partisipasi
Masyarakat Terhadap Pembangunan Prasarana Dasar Permukiman Yang Bertumpu Pada Swadaya Masyarakat Di Kota Magelang. Tesis : Pasca Sarjana Teknik Pembangunan Wilayah dan Kota Univeritas Dipenogro
Badan Pusat Statistik Kota Padang.
Kecamatan Bungus Teluk Kabung Dalam Angka 2014, Padang.
Chaniago, 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia . Bandung : Cv.
Pustaka Setia
Daniati. 2013. Persepsi dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Pembangunan PLTU Teluk Sirih Dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Bungus Teluk
Kabung Kota Padang. Skripsi : STKIP PGRI Sumbar
Ervika,ArifPanjaitandanHarahap.Repos itoryUsu(repository.usu.ac.id/bi tstream/1234567802317020 Chapterv 2, diakses tanggal 10 Maret 2015)
Hasniati. 2013. Persepsi dan Partisipasi
Masyarakat Dalam
Pembangunan Jalan Di Kenagarian Sungai Dareh Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Damasraya. Skripsi : STKIP PGRI Sumbar
Lubis Efendi Rustam dan Widanarko agus, Sp. 2011. Buku Pintar Kelapa Sawit. Jakarta : PT.
Agromedia Pustaka.
Maleong. 2010, Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Rosda Karya
Musril. 2013. Persepsi Masyarakat Tentang Pembangunan Insfratuktur di Kecamatan V Koto Kabupaten Muko-Muko.
Skripsi STKIP PGRI Sumbar Sugiyono. (2009). Metode penelitian
Kuantitatif Kualitatif dan R&D.
Bandung: CV Alfabeta.
Putri . 2013. Persepsi Masyarakat Tentang Pelebaran Jalan Raya Padang Aro Lubuk Gadang Kecamatan Sangir Kabupaten Solok selatan. Skripsi : STKIP PGRI Sumbar
Siahaan N.H.T. 2004. Hukum Lingkunga dan Ekologi Pembangunan, Jakarta : PT.
Agromedia Pustaka.
Sulastri. 2012. Persepsi Mahasiswa Terhadap Pemberitaan Terorisme di Televisi. Sripsi : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Yanuardi. 2012. TeorI Pembangunan.
Diktat : Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurusan Pendidikan Administrasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta.