Top PDF Sistem Pengawasan Internal Kas Pada Pt Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan

Sistem Pengawasan Internal Kas Pada                              Pt Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan

Sistem Pengawasan Internal Kas Pada Pt Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan

direncanakan sebelumnya”. Oleh karena itu menarik dan pentingnya kas, maka kas sering dijadikan sarana untuk penyelewengan. Penyelewengan bukan hanya hanya langsung dengan mencuri dari brankas, melainkan dengan cara penyelewengan dari pembukuan yang rapi dan teratur.Dengan cara-cara penyelewengan kas tersebut yang mungkin bahkan sering dilakukan secara sengaja ataupun tidak sengaja akan sangat menghambat tercapainya tujuan pengawaasan internal kas. Alasan perusahaan untuk menerapkan sistem pengawasan internal adalah untuk membantu perusahaan agar dapat mencapai tujuannya dengan cara yang lebih efisien. Dari kebenaran dan bukti-bukti akurat yang diperoleh dari pelaksanaan pengawasan internal dirasakan sangat menunjang pencapaian tujuan pengawasan internal perusahaan dalam mengamankan aktiva berupa kas dan dipatuhinya keputusan-keputusan kebijaksanaan manajemen. Tercapainya system pengawasan internal kas dapat dilihat dari tingkat keamanan harta perusahaan,ketelitian dan keandalan data akuntansi, meningkatnya efisiensi operasi perusahaan serta semakin dipatuhinya kebijakan manajemen
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Sistem Pengawasan Internal Kas Pada Pt Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan

Sistem Pengawasan Internal Kas Pada Pt Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan

Selanjutnya melalui peraturan pemerintahan No.8 tahun 1996 tangal1 4 Pebruari 1996, ketiga Perseroan tersebut digabungkan dan diberi nama PT. Perkebunan III (PERSERO) yang kantor pusatnya berkedudukan di Medan, dan perkebunan- perkebunan PTPN III tersebar di Sumatera Utara sampai keperbatasan Aceh dan Riau. PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan menghasilkan komoditi karet dan sawit. Hasil komoditi tersebut dipasarkan di dalam dan luar negeri. Kemudian Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) adalah badan tertinggi dalam organisasi Perusahaan. Dewan Komisaris (Dekom) berfungsi sebagai badan pengawas yang bertugas untuk para pemegang saham pengelolaan usaha sepenuhnya dikendalikan oleh para Direksi. Komposisi anggota anggota Dewan Komisaris ditetapkan dalam keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku rapat umum pemegang saham perusahaan perseroan (PERSERO), Perkebunan Nusantara III, Nomor: KEP – 183/MBU/2008. Susunan anggota-anggota direksi ditetapkan dalam keputusan pemegang saham perusahaan perseroan (PERSERO) PT. Perkebunan Nusantara III, Nomor: SK – 88/MBU/2012. PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) yang berkantor pusat di Medan mempunyai wilayah kerja di 5 daerah tingkat II di Provinsi Sumatera Utara, yakni:
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Medan

Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Medan

b. PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan, sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan sistem informasi Akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas di masa sekarang ataupun masa yang akan datang. c. Bagi peneliti lain atau pembaca, dapat berguna sebagai bahan

5 Baca lebih lajut

Analisis Anggaran Kas pada PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Medan

Analisis Anggaran Kas pada PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Medan

Pasar modal di Indonesia yang kita kenal sekarang ini, sebenarnya sudah ada sejak jaman pemerintahan kolonia Belanda. Tujuan pemerintah kolonial Belanda mendirikan pasar modal pada waktu itu adalah untuk menghimpun dana guna menunjang ekspansi usaha perkebunan milik orang-orang belanda di Indonesia. Munculnya pasar modal di Indonesia secara resmi diawali dengan didirikannya Vereniging voor de Effectenhandel di Jakarta pada tanggal 14 Desember 1912. Perkembangan pasar modal di Jakarta pada waktu itu cukup menggembirakan, sehingga pemerintah kolonial Belanda terdorong untuk membuka bursa efek di kota lain, yaitu di Surabaya pada tanggal 11 Januari 1925, dan di Semarang pada tanggal 1 Agustus 1925.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

Peranan Sistem Akuntansi Dalam Pengambilan Keputusan Pada PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan

Peranan Sistem Akuntansi Dalam Pengambilan Keputusan Pada PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan

3. Bagi Peneliti lain, dapat dipakai sebagai perbandingan informasi dalam menambah wawasan bagi rekan-rekan yang melakukan penelitian. Dan juga memberi pandangan dan gambaran jelas kepada rekan-rekan mengenai Peranan sistem akuntansi dalam pengambilan keputusan di satu perusahaan. Sehingga bisa menjadi acuan bagi rekan-rekan untuk meneliti pada perusahaan dengan tema dan pembahasan yang sama dengan penulis.

5 Baca lebih lajut

Sistem Pengawasan Internal Gaji Dan Upah Pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Medan

Sistem Pengawasan Internal Gaji Dan Upah Pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Medan

Puji dan syukur peneliti ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan curahan rahmat, kesehatan dan keselamatan, pengetahuan kepada penulis. Dan atas ridho-Nyalah yang telah memberikan kesempatan untuk menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Tugas akhir yang berjudul “SISTEM PENGAWASAN INTERNAL GAJI DAN UPAH PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA II (Persero) MEDAN” ini dimaksudkan guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan pada Program Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Pengawasan Internal Kredit Mitra Binaan Pada PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan

Pengawasan Internal Kredit Mitra Binaan Pada PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan

5. Bapak Drs. H. R. Triawarman, selaku Kepala Bagian Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan dan seluruh staf yang telah banyak memberi bantuan dalam penyediaan data hingga selesainya Tugas Akhir ini.

10 Baca lebih lajut

Sistem Pengawasan Internal Gaji Dan Upah Pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Medan

Sistem Pengawasan Internal Gaji Dan Upah Pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Medan

49 DAFTAR PUSTAKA Hall James A, Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Pertama, Jilid I, Penerbit Salemba Empat, 2001, Jakarta Harahap, Sistem Pengawasan Manajemen, Cetakan I, Penerbit Pu[r]

1 Baca lebih lajut

Sistem Pengawasan Internal Gaji Dan Upah Pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Medan

Sistem Pengawasan Internal Gaji Dan Upah Pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Medan

Job description merupakan pelaksanaan tugas-tugas, wewenang, dan tanggung jawab setiap kepala bagian yang dilakukan berdasarkan pembagian tugas dari masing-masing bagian. Berikut ini penulis akan menjelaskan struktur organisasi pada PTP. Nusantara II (Persero) Medan yang akan disajikan dalam daftar lampiran (Lampiran 1). Adapun yang akan dijelaskan adalah tugas utama, serta tanggung jawab masing-masing bagian sebagai berikut:

22 Baca lebih lajut

Penyusunan Dan Pengawasan  Anggaran Pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan

Penyusunan Dan Pengawasan Anggaran Pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan

Anggaran merupakan salah satu cara mengadakan pengawasan dalam perusahaan. Pengawasan itu merupakan usaha-usaha yang ditempuh agar rencana yang telah disusun sebelumnya dapat dicapai. Dengan demikian pengawasan adalah mengevaluasi prestasi kerja dan tindakan perbaikan apabila perlu. Aspek pengawasan yaitu dengan membandingkan antara prestasi dengan yang dianggarkan, apakah dapat ditemukan efisiensi atau apakah para manajer pelaksana telah bekerja dengan baik dalam mengelola perusahaan. Tujuan pengawasan itu bukanlah mencari kesalahan akan tetapi mencegah dan memperbaiki kesalahan. Sering terjadi fungsi pengawasan itu disalah artikan yaitu mencari kesalahan orang lain atau sebagai alat menjatuhkan hukuman atas suatu kesalahan yang dibuat pada hal tujuan pengawasan itu untuk menjamin tercapainya tujuan-tujuan dan rencana perusahaan.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Pengendalian Internal Penerimaan dan Pengeluaran Kas Pada PT Perkebunan Nusantara III Medan

Pengendalian Internal Penerimaan dan Pengeluaran Kas Pada PT Perkebunan Nusantara III Medan

kas. Pengeluaran kas dalam suatu perusahaan adalah untuk membayar macam-macam transaksi. Apabila pengawasan tidak dijalankan dengan ketat maka seringkali jumlah pengeluaran kas diperbesar dan selisihnya digelapkan. Hal ini bisa terjadi pada PT. Perkebunan Nusantara III Medan karena mempunyai nominal penerimaan dan pengeluaran kas yang besar, seperti pada tahun 2009 jumlah kas sebesar Rp767.488.860.337, dengan rincian kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp1.123.287.741.546, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp(916.777.216.145), dan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp(208.989.086.500). Kecurangan atau penyelewengan pada kas tersebut tidak hanya dapat terjadi pada PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan, namun kerap terjadi dalam setiap perusahaan. Pada dasarnya kasus-kasus tersebut bersumber dari lemahnya kontrol yang ada terhadap sistem yang berjalan. Jadi bukan sistemnya yang tidak bagus, melainkan kontrol atas sistem tersebut yang dirasakan sangat minim. Hal ini menunjukkan bahwa peranan pengendalian internal bukan sekedar struktur pelengkap semata namum lebih dari itu dapat diharapkan peranannya agar perusahaan dapat beroperasi secara sehat dan handal.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Medan

Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Medan

Universitas Sumatera Utara Manajer/GeneralManajer setempat kepada jajarannya, dan menginformasikan melalui majalah Nusa Tiga Milik PT. Perkebunan Nusantara III (Persero). Disamping itu melalui Malcolm Bakdrige PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) telah dan sedang melakukan pelatihan terhadap sejumlah karyawan pimpinan yang telah ditunjuk untuk memberikan pemahaman yang memberikan komprehensif sebelum melakukan assessment terhadap jalannya proses program strategic initiative (CBHRM, OPEX, TQM, CRM,dan QFI) Sebagai upaya dalam meningkatkan “kinerja” perusahaan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Sistem Pengawasan Internal Kas Pada PT PLN (Persero) UPT Medan

Sistem Pengawasan Internal Kas Pada PT PLN (Persero) UPT Medan

2. Struktur organisasi yang digunakan oleh PT PLN (Persero) UPT MEDAN adalah sistem garis lurus staf (staff line) yaitu aliran perintah dan pengawasan datang dari pemimpin tertinggi yaitu general manager dan selanjutnya mengalir ke bawah yaitu deputi manajer masing- masing bagian yang masing-masing membawahi beberapa orang staff yang berfungsi sebagai orang yang ahli dalam bidang tertentu dan dapat memberi pendapat kepada bidangnya kepada kepala cabang, 3. Penerimaan dan pengeluaran kas pada PT PLN (Persero) UPT

48 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Medan

Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Medan

Rekening Jumlah Dibuat oleh : Diperiksa Oleh : Dibukukan Oleh : Dibukukan Telah menerima jumlah tersebut di atas Paraf Tanggal Tanda Tangan... Lampiran 4 Dengan ini [r]

4 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Medan

Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Medan

Niswonger, Warren, Reeve, Fees, 2001, Prinsip Prinsip Akuntansi, Edisi Kesembilan Belas, Ahli Bahasa : Alfonso Sirait, Herda Gunawan, Erlangga , Jakarta.. Website PTPN III : www.ptpn3.c[r]

1 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Medan

Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Medan

Dalam suatu perusahaan, akutansi memegang peranan yang sangat penting karena akuntansi dapat memberikan informasi mengenai keuangan dari suatu perusahaan. Akuntansi merupakan bagian dari sistem informasi yang akan dapat menghasilkan informasi keuangan yang akurat. Mengingat pentingnya sistem informasi tersebut maka setiap perusahaan dituntut untuk memiliki suatu sistem informasi yang baik. Apabila sistem infomasi akuntansi tersebut tidak baik dikhawatirkan akan menghasilkan informasi keuangan yang kurang handal. Selain bermanfaat untuk menghasilkan informasi keuangan, sistem informasi akuntansi juga berguna untuk pengawasan.Setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya membutuhkan kas. Kas terlibat langsung dalam transaksi ataupun kegiatan operasi perusahaan. Sebagian besar transaksi perusahaan menyangkut penerimaan dan pengeluaran kas. Untuk itu diperlukan sistem informasi akuntansi yang mengatur mengenai siklus akuntansi penerimaan kas yang dirancang sedemikian rupa sehingga setiap perubahan transaksi yang berhubungan dengan kas dapat dicatat dan terawasi dengan baik. Kas merupakan objek yang sering diselewengkan karena merupakan aktiva yang sangat liquid dari aktiva lain, dan juga karena bentuknya yang kecil, tidak diketahui pemiliknya, dapat berpindah tangankan dengan cepat serta diperlukan setiap orang.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Medan

Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Medan

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Tugas Akhir yang berjudul “Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas Pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan”. Sesuai dengan waktu yang ditentukan. Penulisan Tugas Akhir ini merupakan salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Diploma III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan disebabkan kemampuan pengalaman dan ilmu pengetahuan yang dimilki terbatas. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan dan penyelesaian tugas akhir ini, khususnya kepada. 1. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE, MS selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Sistem Pengawasan Internal Gaji Dan Upah Pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Medan

Sistem Pengawasan Internal Gaji Dan Upah Pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Medan

Melihat pentingnya sistem pengawasan dalam mencapai tujuan perusahaan, maka penulis termotivasi untuk melihat lebih nyata penerapan pengawasan gaji dan upah yang diterapkan oleh PTP Nusantara II (Persero) Medan. Hal ini dilakukan agar pengawasan gaji dan upah pada PTP Nusantara II lebih akurat. Oleh karena itu, penulis akan membahas masalah gaji dan upah ini dengan judul “Sistem Pengawasan Internal Gaji Dan Upah Pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Medan”.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengawasan Internal Kredit Mitra Binaan Pada PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan

Pengawasan Internal Kredit Mitra Binaan Pada PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan

dalam upaya pengembangan usaha kecil ini, perlu adanya pemberian pinjaman dana oleh bagian PKBL di PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan. Pihak PKBL dalam menyalurkan kredit menerapkan prinsip 5C yaitu: Character, Capacity, Capital, Colateral, and Condition. Usaha kecil yang memenuhi kriteria tersebut akan memperoleh kredit dalam pengembangan usahanya.

10 Baca lebih lajut

Pengawasan Internal Kredit Mitra Binaan Pada Pt Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan

Pengawasan Internal Kredit Mitra Binaan Pada Pt Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan mengelola dua komoditi yaitu kelapa sawit dan teh, yang mana memiliki 27 unit usaha kebun kelapa sawit yang dilengkapi dengan sarana pengolahannya berupa 15 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS), 1 unit pabrik pengolahan inti sawit, 3 unit pabrik pengembangan inti kelapa sawit, 3 unit usaha kebun teh yang dilengkapi dengan sarana pengolahannya berupa 2 pabrik teh, 1 unit kebun plasma, 1 unit Pabrik Mesin Tenera (PMT) dan 3 rumah sakit yaitu Rumah Sakit Laras, Rumah Sakit Balimbingan dan Rumah Sakit Pabatu, yang seluruhnya kebunnya terdapat di sembilan kabupaten dan kota yaitu Kota Medan, Kabupaten Langkat, Kabupaten Serdang Badagai, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Asahan, Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Labuhan Batu, Kabupaten Mandailing Natal.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...