• Tidak ada hasil yang ditemukan

DI JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FT UNY Paryanto

Dalam dokumen Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta (Halaman 71-73)

Paryanto

1

1Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta Jalan Colombo No. 1 Yogyakarta 55281 Telp (0274) 586168

Email:[email protected]

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perubahan sikap mahasiswa setelah menerapkan model pembelajaran Competence Based Training (CBT) berbasis karakter dalam pembelajaran Proses Pemesinan; (2) peningkatan prestasi belajar mahasiswa setelah menerapkan model pembelajaran Competence Based Training (CBT) berbasis karakter dalam pembelajaran Proses Pemesinan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen dengan desain posttest-only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 1 yang mengikuti mata kuliah Praktik Kerja Bangku, yang berjumlah 4 kelas. Sampel penelitian diambil secara Cluster Sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan lembar assessment. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah: (1) perubahan sikap mahasiswa dalam proses pembelajaran Proses Kerja Bangku adalah mengalami perubahan sikap yang lebih baik dan sangat positif, yaitu sekitar 35%; (2) ada perbedaan kecepatan kerja dan prestasi belajar mahasiswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol, dalam waktu 8 kali pertemuan kelas eksperimen mampu menyelesaikan 6 job dengan nilai rata-rata 82,75 sedangkan kelas kontrol mampu menyelesaikan 4 job dengan nilai rata-rata 78.

Kata kunci: CBT berbasis karakter, proses pemesinan

Pendahuluan

Pendidikan nasional harus mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU Pendidikan Nasional No. 20 Pasal 3 Tahun 2003).

Sementara itu, dunia pendidikan di negara kita akhir-akhir ini menjadi terpuruk oleh fenomena kurang menggembirakan yang terlihat dari banyaknya terjadi tawuran pelajar, pergaulan a-susila dikalangan pelajar dan mahasiswa, pornografi, penggunaan narkoba, mencari kehidupan non-science dengan memuja

kekuatan gaib, mencari jawaban dari paranormal, menyelami black-magic dan mempercayai mistik. Diperparah oleh pengaruh budaya barat berbentuk sensate-culture dan gaya hidup konsumeristis, rakus, boros, cinta mode, pergaulan bebas, individualistik, kebebasan salah arah, lepas dari nilai-nilai agama dan adat luhur.

Fenomena negatif tersebut juga dirasakan terjadi di Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY, khususnya yang terjadi dalam proses pembelajaran praktik pemesinan. Dalam proses pembelajaran praktik, sikap mahasiswa jauh dari yang semestinya dijalankan. Masih banyak dijumpai mahasiswa yang kurang disiplin, yaitu sering datang terlambat dan dalam bekerja tidak sesuai dengan prosedur yang benar. Seringkali mahasiswa meninggalkan ruang praktik pada saat pembelajaran sedang berlangsung. Kepedulian mereka terhadap kebersihan lingkungan maupun perawatan alat

62

dan mesin yang mereka gunakan selama praktik juga sangat kurang, sehingga beberapa komponen mesin dan peralatan sudah mengalami kerusakan. Sifat teliti dan ketelatenan mahasiswa masih sangat kurang, hal ini terlihat jelas dari benda kerja hasil praktik memiliki dimensi yang menyimpang jauh dari yang semestinya. Disamping beberapa hal tersebut, kemampuan akademis mahasiswa ternyata 75% masih termasuk dalam kategori rendah. Hal ini dapat dilihat pada saat penyusunan Work Preparation Sheet, mereka mengalami kesulitan dalam penentuan parameter pemotongan setiap job yang harus mereka kerjakan. Disamping itu, akhir-akhir ini mahasiswa kurang memiliki rasa hormat kepada dosen, seringkali mahasiswa bersikap tidak sopan terhadap dosen.

Berdasarkan kenyataan tersebut, menjadi tanggung jawab dunia pendidikan khususnya pendidikan vokasi tak terkecuali bagi Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNY, untuk menciptakan lulusan yang selain memiliki kompetensi akademik juga berkarakter unggul. Oleh karena itu menjadi keharusan untuk mengimplementasikan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran, tak terkecuali dalam pembelajaran praktik berbasis kompetensi. Salah satu upaya untuk mengimplementasikan nilai- nilai karakter dalam pembelajaran berbasis kompetensi adalah dengan menerapkan model pembelajaran Competence Based Training (CBT) berbasis karakter.

Model pembelajaran Competence Based Training (CBT) berbasis karakter merupakan model pembelajaran yang telah dikembangkan oleh peneliti (Paryanto, dkk). Dalam model pembelajaran ini sekaligus menyisipkan nilai- nilai karakter ke dalam proses pembelajaran yang sedang dijalankan. Sehingga dengan menerapkan model pembelajaran Competence Based Training (CBT) berbasis karakter ini diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik serta sekaligus membentuk karakter mahasiswa yaitu disiplin, teliti, percaya diri, komunikasi, mampu bekerjasama dalam tim, serta memiliki daya analisis yang kuat.

Masalah yang akan dipecahkan melalui penerapan model pembelajaran CBT berbasis karakter dalam pembelajaran Proses Pemesinan, adalah bagaimanakah perubahan sikap mahasiswa setelah menerapkan model pembelajaran Competence Based Training

(CBT) berbasis karakter dalam pembelajaran Proses Pemesinan?, bagaimanakah peningkatan prestasi belajar mahasiswa setelah menerapkan model pembelajaran Competence Based Training (CBT) berbasis karakter dalam pembelajaran Proses Pemesinan?.

Dalam pembelajaran berbasis kompetensi (CBT), menurut Depdiknas (2002) menyatakan bahwa pembelajaran berbasis kompetensi memiliki lima karakteristik sebagai berikut: (1) Menekankan pada ketercapaian kompetensi peserta didik baik secara individu maupun klasikal; (2) Berorientasi pada hasil belajar dan keragaman; (3) Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi; (4) Sumber belajar bukan hanya dosen tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif; (5) Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian kompetensi.

Masih berkaitan dengan pembelajaran kompetensi, menurut Ganezi (1998: 38), karakteristik penting yang terdapat pada model- model pendidikan berbasis kompetensi, diantaranya:

1) Adanya daftar kompetensi yang terdokumentasikan disertai dengan standar dan kondisi khusus untuk masing-masing kompetensi.

2) Setiap saat siswa dapat dinilai pencapaian kompetensinya manakala telah siap.

3) Pembelajaran berlangsung dengan format modul yang berkaitan dengan masing-masing kompetensi.

4) Penilaian berdasarkan standar tertentu dalam pernyataan-pernyataan kompetensi.

5) Sebagian besar penilaian berdasarkan keterampilan yang didemontrasikan secara nyata.

6) Siswa dapat memperoleh pengecualian dari bagian pembelajaran dan melanjutkan ke unit kerja berikutnya berdasarkan kompetensi yang telah tercapai.

7) Hasil belajar siswa dicatat dan dilaporkan dalam pernyataan- pernyataan kompetensi

Karakteristik pembelajaran berbasis kompetensi tersebut menuntut dosen untuk selalu berinovasi dan berimprovisasi dalam menentukan metode dan strategi pembelajaran

63

Dalam dokumen Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta (Halaman 71-73)

Garis besar

Dokumen terkait