• Tidak ada hasil yang ditemukan

KETENAGAKERJAAN, KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (“K3”)

Dalam dokumen TLKM Annual Report 2012. pdf (Halaman 182-187)

A. Ketenagakerjaan

1. Kebijakan

Strategi pengelolaan SDM kami menekankan pada harmonisasi jumlah dan kompetensi SDM searah dengan portofolio bisnis Telkom Group yang semakin fokus pada Telekomunikasi, Informasi, Multimedia, Edutainment dan Services (“TIMES”). Kami juga berupaya meningkatkan sinergi dan

efisiensi di antara Perusahaan di jajaran Telkom

Group dengan terus menekankan penerapan nilai-nilai Perusahaan yang telah ditetapkan. Upaya ini diimplementasikan dengan menyusun rencana pengalokasian karyawan untuk lima tahun ke depan dan rencana ketenagakerjaan setiap tahun agar dapat memberikan informasi yang lebih akurat untuk mendukung kemajuan usaha Perusahaan.

Undang-undang No.13 tentang Ketenagakerjaan menjadi acuan seluruh kebijakan ketenagakerjaan di Telkom untuk memastikan kepatuhan terhadap Perundang-undangan yang berlaku dan meminimalkan terjadinya pelanggaran terhadap hak asasi manusia dalam hubungan kerja.

a. Pengelolaan Hubungan Karyawan dengan Manajemen

Hubungan antara karyawan dengan manajemen perusahaan telah terbina dengan baik. SEKAR yang beranggotakan sekitar 93,5% karyawan Telkom merupakan organisasi yang berhak mewakili karyawan dalam berhubungan dengan manajemen dan telah terlibat secara aktif dalam perundingan PKB dengan manajemen.

b. Rekrutmen SDM

Rekrutmen SDM Telkom dilakukan melalui rekrutmen internal dan eksternal. Rekrutmen internal dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang telah dimiliki melalui sinergi di jajaran Telkom Group agar tercapai

efisiensi biaya pergantian karyawan dan

didapatkan kandidat terbaik sesuai keperluan serta secara bersamaan memfasilitasi pengembangan karir bagi karyawan yang ada. Rekrutmen eksternal difokuskan pada perekrutan karyawan berpendidikan yang lebih tinggi dan karyawan dengan kompetensi yang belum dimiliki Telkom.

c. Pengembangan Kompetensi

Penguatan kompetensi SDM dilakukan dengan pelatihan dan pendidikan yang bersifat perubahan kompetensi dan pengembangan kompetensi, baik yang terkait langsung maupun tidak langsung terhadap strategi

bisnis dan operasional. Pelatihan untuk perubahan kompetensi bertujuan untuk menyiapkan kompetensi karyawan agar mampu menyikapi perubahan telekomunikasi berbasis TDM menjadi telekomunikasi berbasis IP dan kompetensi IMES. Sementara itu, pelatihan untuk pengembangan kompetensi bertujuan untuk menyiapkan karyawan dengan kompetensi tertentu guna mendukung portofolio bisnis Perusahaan. Selain itu, Perusahaan juga menyelenggarakan berbagai program peningkatan dan pelatihan kompetensi bagi karyawannya yang saat ini dikelola melalui pembentukan Telkom CorpU. Salah satu program Telkom CorpU adalah

international certification dan GTP yang memberikan peluang bagi talent terbaik perusahaan untuk memiliki global exposure dan global experience melalui pengiriman

mereka ke berbagai negara di Asia Pasifik.

d. Remunerasi Karyawan

Telkom dan entitas anak memberikan paket remunerasi yang kompetitif bagi karyawannya yang terdiri dari gaji bulanan, berbagai tunjangan dan fasilitas antara lain fasilitas perumahan, pensiun dan kesehatan sesuai peraturan yang berlaku dan secara rutin dievaluasi agar pergerakan gaji karyawan sesuai dengan harga pasar.

e. Pelayanan Kesehatan

Telkom menyediakan layanan kesehatan yang dikelola oleh Yakes bagi karyawan dan pensiunan beserta keluarga inti yang menjadi tanggungannya yang diharapkan berdampak pada perbaikan produktivitas Perusahaan. Jaminan kesehatan juga disediakan untuk seluruh karyawan yang telah pensiun, termasuk keluarga yang menjadi tanggungan dalam dua jenis pendanaan, yakni:

- bagi karyawan yang diangkat sebagai pegawai sebelum tanggal 1 November 1995 dan memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun, berhak mengikuti jaminan layanan kesehatan yang dikelola oleh Yakes Telkom; dan

- bagi semua karyawan tetap lainnya, memperoleh layanan kesehatan dalam bentuk tunjangan asuransi.

Entitas anak Telkom memberikan tunjangan kesehatan melalui program jaminan kesehatan yang disponsori oleh pemerintah yang dikenal sebagai Jamsostek.

f. Program Pensiun

Telkom memiliki dua program pensiun, yaitu (i) Program Pensiun Manfaat Pasti (“PPMP”) yang ditujukan bagi karyawan tetap yang direkrut sebelum tanggal 1 Juli 2002; dan (ii) Program Pensiun Iuran Pasti (“PPIP”) yang berlaku bagi karyawan tetap lainnya.

g. Penghargaan karyawan

Secara rutin, Telkom dan perusahaan di jajaran Telkom Group memberikan apresiasi kepada karyawan dan unit yang berprestasi dalam mendukung pencapaian target bisnis perusahaan. Pemberian penghargaan ini untuk memotivasi karyawan agar memberikan kontribusi yang lebih baik di periode mendatang.

h. Tingkat perpindahan (turnover) karyawan Tingkat perpindahan karyawan yang keluar dari perusahaan dengan berbagai sebab antara lain pengunduran diri secara sukarela, diangkat menjadi pejabat baik di lingkungan Telkom, entitas anak maupun Pemerintahan, meninggal dunia, pensiun normal dan pensiun dini yang merupakan program yang ditawarkan secara terbuka dan bersifat sukarela bagi karyawan yang memenuhi kriteria tertentu.

i. Kesetaraan gender dan kesempatan kerja Telkom tidak memiliki kebijakan internal terkait ketenagakerjaan yang membedakan penerapannya berdasarkan gender. Seluruh peraturan yang berlaku diterapkan secara konsisten dan setara kepada seluruh karyawan tanpa membedakan gender. Demikian pula dengan kesempatan kerja yang ditawarkan berlaku bagi seluruh karyawan.

2. Jenis Program

Selama tahun 2012, Telkom telah melaksanakan kegiatan di bidang ketenagakerjaan, antara lain: a. Perjanjian Kerja Bersama (“PKB”) IV telah

disepakati dan disetujui oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia melalui surat keputusan No.PKB.310/ORG/DPP-SEKAR/2010 tanggal 24 Agustus 2010 dengan perpanjangan terakhir No.PKB.222/DPP-DPP00.000/2012 tanggal 23 Agustus 2012.

b. Jumlah pegawai baru yang direkrut selama tahun 2012 adalah 280 orang.

c. Pengembangan kompetensi karyawan Selama tahun 2012, sebanyak 21.013 karyawan (man-program) telah mengikuti pengembangan kompetensi baik di dalam maupun di luar negeri:

- 3.889 karyawan mengikuti program Telekomunikasi;

- 3.951 karyawan mengikuti program Informasi;

- 139 karyawan mengikuti program Media serta program Edutainment.

- Pengembangan bakat kepemimpinan diikuti sebanyak 934 karyawan;

- Telkom New Culture diikuti 488 karyawan; - Synergy Telkom Group diikuti 295

karyawan;

- Program sertifikasi diikuti 473 karyawan;

- Program GTP telah mengirimkan 109 karyawan ke berbagai negara di Asia

Pasifik antara lain Singapura, Hong Kong,

Australia, Timor Leste, dan Myanmar; dan - Program international certification di

berbagai bidang telah diperoleh 363 karyawan.

d. Remunerasi yang diberikan kepada karyawan

telah disesuaikan dengan indeks inflasi dan

prestasi karyawan.

e. Berbagai penghargaan telah dianugerahkan kepada karyawan berprestasi baik dari

internal maupun dari pihak eksternal serta penghargaan yang diserahkan untuk unit-unit berprestasi, dengan rincian sebagai berikut: - Penghargaan internal dianugerahkan

kepada 224 karyawan;

- Penghargaan eksternal berupa tanda jasa kehormatan dari Pemerintah (Presiden RI) kepada 7 karyawan; dan

- Penghargaan unit diserahkan kepada 40 unit.

f. Tingkat perpindahan (turnover) karyawan selama tahun 2012 adalah sebanyak 622 orang.

g. Selama tahun 2012, jumlah karyawan dan pensiunan beserta keluarga intinya yang menjadi peserta layanan kesehatan Yakes Telkom mencapai 124.543 orang.

h. Program pensiun

- Program Pensiun Manfaat Pasti (“PPMP”) PPMP dikelola oleh Dana Pensiun dengan perhitungan pensiun bagi peserta PPMP menggunakan jasa aktuaria yang didasarkan atas masa kerja, tingkat gaji pada saat pensiun dan dapat dialihkan kepada tanggungan jika karyawan tersebut meninggal. Sumber utama Dana Pensiun ini berasal dari iuran karyawan dan Perusahaan. Partisipasi karyawan dalam program ini sebesar 18% dari gaji pokok (sebelum bulan Maret 2003, tingkat kontribusi karyawan adalah sebesar 8,4%) sedangkan Perusahaan memberikan kontribusi sisanya. Minimum manfaat pensiun bulanan untuk karyawan yang pensiun sekitar Rp425.000 setiap bulannya.

- Program Pensiun Iuran Pasti (“PPIP”) PPIP merupakan program pensiun bagi karyawan tetap yang direkrut sejak tanggal 1 Juli 2002 yang dikelola oleh DPLK yang dipilih secara mandiri oleh karyawan ditetapkan berdasarkan persentase tertentu dari gaji dasar karyawan peserta. Telkomsel juga melaksanakan PPMP bagi karyawannya. Dengan program ini, karyawan berhak mendapatkan manfaat pensiun yang dihitung berdasarkan gaji pokok atau gaji total dan masa bakti. PT Asuransi Jiwasraya, BUMN asuransi jiwa, mengelola program ini berdasarkan kontrak asuransi tahunan. Hingga tahun 2004, kontribusi karyawan kepada

program ini adalah sebesar 5% dari gaji yang dibayarkan bulanan sementara Telkomsel membayar sisa kontribusi yang ditetapkan. Mulai tahun 2005, total kontribusi kepada program dilakukan sepenuhnya oleh Telkomsel.

3. Dampak Keuangan dari Kegiatan

Berikut adalah dampak keuangan dari beberapa program ketenagakerjaan yang dimiliki Telkom: a. Biaya yang dikeluarkan untuk program

rekrutmen adalah sebesar Rp2 miliar b. Program pengembangan kompetensi:

- Pelatihan dan pendidikan selama tahun 2012, Telkom mengalokasikan Rp158 miliar atau rata-rata sebesar Rp8 juta per karyawan yang mengikuti program tersebut;

- Biaya yang dikeluarkan untuk GTP adalah sebesar Rp14 miliar; dan

- Biaya yang dikeluarkan untuk program

international certification adalah sebesar Rp6 miliar.

c. Kontribusi Perusahaan untuk pelayanan kesehatan pasca kerja dan tunjangan asuransi selama tahun 2012 adalah masing-masing sebesar Rp300 miliar dan Rp18 miliar.

d. Kontribusi Perusahaan untuk PPMP dan PPIP selama tahun 2012 masing-masing mencapai Rp186 miliar dan Rp5 miliar.

e. Biaya yang dikeluarkan untuk penyerahan penghargaan adalah sebesar Rp10 miliar Lihat bagian Sumber Daya Manusia halaman 78 untuk informasi yang lebih detail mengenai ketenagakerjaan.

B. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (“K3”)

1. Kebijakan

Sejak 2009, pengelolaan K3 difokuskan untuk mencapai tingkat kecelakaan nihil atau zero accident. Program ini diselenggarakan berdasarkan peraturan ketenagakerjaan dan aturan K3 Dinas Tenaga Kerja setempat serta dievaluasi dan dinilai setiap tahun. Komitmen Telkom untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan di lingkungan kerja diwujudkan dalam kebijakan Perusahaan yang diatur dalam Keputusan Direksi tentang Penetapan Kebijakan Pengelolaan Keamanan dan Keselamatan Perusahaan (Enterprise Security and Safety Governance) No.KD.37/UM400/COO-D0030000/2010.

2. Jenis Program

Setiap tahun survei K3 diselenggarakan bersamaan dengan survei pendapat karyawan Telkom. Survei K3 ini dilakukan untuk mengetahui apakah lingkungan kerja karyawan sudah memenuhi kriteria yang ditentukan. Hasil survei K3 tersebut menunjukkan Telkom memperoleh skor 78% yang dikategorikan sebagai “Cukup Baik”.

Berbagai kegiatan yang dilakukan terkait dengan program K3 selama tahun 2012 antara lain adalah:

a. Pelatihan tentang keselamatan kerja

- Pelatihan Ahli K3 Umum di Diklat Area Semarang;

- Simulasi Tanggap Darurat Bencana Alam Gempa Bumi di Telkom Jakarta Timur; - Simulasi Tanggap Darurat Serangan Udara

terhadap objek vital bekerja sama dengan TNI AU di SPU Satelit Cibinong;

- Pelatihan dan simulasi Tanggap Darurat bencana alam Tsunami di Telkom Aceh; dan

- Pelatihan dan simulasi Tanggap Darurat bencana alam gempa bumi di berbagai lokasi antara lain di Telkom Padang, Menado dan Surabaya.

b. Pencapaian target ‘zero accident’

Lokasi Jam Kerja Selamat

Area Telkom Bekasi 1.639.416

Area Telkom Bogor 3.6 1 7.629

Area Telkom Jakarta Barat 1. 940.008

Area Telkom Jakarta Selatan 1.929.540

Area Telkom Jakarta Timur 3.650.688

Area Telkom Jakarta Utara 2.087.478

Area Telkom Tangerang 3.763.452

Regional Telkom Sumatera 9.939.368

Regional Telkom Jawa Barat 3.624.569

Regional Telkom Jawa Tengah 7.759.884

Regional Telkom Jawa Timur 6.365.9 1 2

Regional Telkom Kalimantan 4.745.1 5 3

Regional Telkom KTI 10. 273.934

GKP Telkom Bandung 4.050.202

GCC Telkom Jakarta 3.566.679

GCC Telkom Jakarta Pusat 2.502. 1 1 2

c. Aplikasi SMK3 online dan safety care online i. Aplikasi SMK3 online dapat diakses oleh

seluruh pegawai organik yang memuat kriteria pengukuran SMK3 dan dapat digunakan untuk monitoring, evaluasi

dan analisis secara online sehingga mempermudah dan mempercepat proses implementasi dan pemutakhiran secara nasional.

ii. Aplikasi safety care online merupakan sarana untuk menumbuhkan kepedulian pegawai terkait aspek-aspek K3 di lokasi kerja masing-masing, misalnya untuk menginformasikan kondisi di lokasi pekerjaan yang berisiko terhadap kelangsungan K3 sehingga dapat segera ditindaklanjuti solusinya.

d. Penghargaan yang diterima dalam bidang K3 i. Zero accident dari Kemenakertrans sejak

tanggal 1 Januari 2009 s/d 31 Desember 2012 untuk lokasi-lokasi sebagai berikut: - Gedung Telkom eks DIVRE-II GCC

Jakarta mencapai 5.712.000 jam kerja selamat;

- Telkom Area Jakarta Selatan Gedung eks Datel Selatan mencapai 24.688.016 jam kerja selamat;

- Telkom Area Jakarta Barat Gedung eks Datel Barat mencapai 6.315.381 jam kerja selamat; dan

- Kantor Regional–VI Kalimantan Balikpapan Kalimantan Timur mencapai 68.669.236 jam kerja selamat.

- Telkom Area Balikpapan Gedung eks Datel Balikpapan Kalimantan Timur mencapai 11.333.732 jam kerja selamat; dan

- Gedung Divisi Consumer Service Regional KTI Makassar Sulawesi Selatan mencapai 2.260.204 jam kerja selamat.

ii. Zero accident dari Gubernur DKI Jakarta sejak tanggal 1 Januari 2009 s/d 31 Desember 2012 untuk lokasi-lokasi sebagai berikut:

- Gedung Telkom eks DIVRE-II GCC Jakarta mencapai 5.712.000 jam kerja selamat;

- Telkom Area Jakarta Selatan Gedung eks Datel Selatan mencapai 24.688.016 jam kerja selamat; dan

- Telkom Area Jakarta Barat Gedung eks Datel Barat mencapai 24.776.525 jam kerja selamat.

iii. Tertib K3 dari Gubernur DKI Jakarta untuk lokasi-lokasi sebagai berikut:

- Gedung Telkom eks DIVRE-II GCC Jakarta;

- Telkom Area Jakarta Selatan Gedung eks Datel Selatan; dan

- Telkom Area Jakarta Barat Gedung eks Datel Barat.

iv. Penghargaan SMK3LLK dari Vico Indonesia dengan total nilai 62,2 sehingga dapat mengikuti lelang jasa/karyawanan yang diselenggarakan di Vico untuk kategori risiko tinggi.

v. Penghargaan Kemenakertrans Direktorat Jendral Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan hasil audit sistem manajemen K3 yang direkomendasikan untuk mendapatkan “Tingkat Penilaian Memuaskan untuk kategori Tingkat Lanjutan” untuk lokasi-lokasi sebagai berikut:

- Telkom Area Jakarta Barat dengan hasil pencapaian 92%;

- Telkom Area Balikpapan Kalimantan Timur dengan hasil pencapaian 88% - Telkom Area Jakarta Selatan dengan

hasil pencapaian 94%; dan

- Gedung Kantor Pusat Telkom di Bandung Barat dengan hasil pencapaian 90%.

3. Dampak Keuangan dari Kegiatan

Biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan yang berhubungan dengan K3 pada tahun 2012 adalah sebesar Rp944 juta.

PENGEMBANGAN SOSIAL DAN

Dalam dokumen TLKM Annual Report 2012. pdf (Halaman 182-187)