• Tidak ada hasil yang ditemukan

Telekomunikasi Tidak Bergerak kam

Dalam dokumen TLKM Annual Report 2012. pdf (Halaman 74-76)

Kami mungkin dapat kehilangan pelanggan sambungan telepon kabel dan terus menurunnya pendapatan dari layanan suara telepon kabel, sehingga dapat berpengaruh negatif secara material terhadap hasil operasional, kondisi keuangan dan prospek usaha kami

Kami terus kehilangan pelanggan telepon kabel sementara pendapatan dari layanan suara kabel juga terus menurun selama beberapa tahun terakhir akibat meningkatnya popularitas layanan suara bergerak dan komunikasi alternatif lainnya seperti VoIP. Tarif untuk layanan bergerak makin menurun dalam beberapa tahun ini, yang lebih lanjut mempercepat penggantian layanan suara kabel oleh layanan bergerak. Jumlah pelanggan telepon kabel tidak bergerak meningkat 3,6% pada akhir tahun 2011 dibandingkan dengan akhir tahun 2010 dan mengalami peningkatan sebesar 4,0% pada akhir tahun 2012. Pendapatan dari layanan suara kabel juga turun 6,5% di tahun 2011 dibandingkan dengan tahun 2010 dan turun sebesar 8,2% pada tahun 2012. Persentase pendapatan dari layanan suara kabel terhadap total pendapatan operasional terus menurun dari 14,4% pada tahun 2011 menjadi 12,2% di tahun 2012.

Kami telah mengambil berbagai langkah untuk menanggulangi dampak penurunan pelanggan telepon kabel dan menstabilkan pendapatan kami dari layanan suara kabel. Namun, kami tidak dapat menjamin bahwa kami akan berhasil dalam menanggulangi dampak negatif dari pergeseran layanan suara kabel oleh layanan suara bergerak dan komunikasi alternatif lainnya, atau memperlambat penurunan pendapatan dari layanan suara kabel. Migrasi dari layanan suara kabel ke layanan bergerak dan komunikasi alternatif lainnya mungkin kian berkembang di masa depan sehingga akan mempengaruhi kinerja keuangan layanan suara kabel kami dan berdampak negatif secara material bagi hasil operasional, kondisi keuangan dan prospek usaha kami secara keseluruhan.

Layanan telepon nirkabel tidak bergerak kami mengalami persaingan ketat

Bisnis telepon nirkabel tidak bergerak kami menghadapi persaingan dengan meningkatnya jumlah operator, termasuk Bakrie Telecom dan Indosat, dan dari layanan seluler, SMS, VoIP, dan surat elektronik.

Persaingan di pasar telepon seluler dan nirkabel tidak bergerak tetap ketat, di mana tiap operator meluncurkan paket penawaran yang menarik dan kreatif. Menurunnya tarif rata-rata akibat tingginya persaingan di pasar seluler telah berdampak pada turunnya ARPU Telkom Flexi, dengan ARPU bulanan blended menurun dari Rp15.000 pada tahun 2010, Rp9.500 pada tahun 2011 dan Rp8.700 pada tahun 2012. Selain itu, apabila sebelumnya tarif layanan nirkabel tidak bergerak umumnya lebih rendah dibandingkan tarif seluler GSM, antara lain akibat perubahan regulasi pada Desember 2010 mengenai perhitungan biaya right-of-use, perbedaan tarif antara nirkabel tidak bergerak dan seluler

GSM kini menjadi tidak signifikan. Akibatnya,

pendapatan dari layanan nirkabel tidak bergerak cenderung menurun, dari Rp1.342 miliar pada 31 December 2011 menjadi Rp1.225 miliar pada 31 December 2012.

Kami telah mengambil langkah-langkah untuk menanggulangi dampak kompetisi ketat dalam bisnis kabel tidak bergerak maupun keterbatasan kapasitas bandwidth. Namun, kami tidak dapat menjamin bahwa kami akan berhasil dalam mengatasi dampak negatif tersebut. Kompetisi mungkin akan berkembang lebih lanjut di masa depan, yang dapat berdampak pada kinerja keuangan dari layanan nirkabel tidak bergerak kami dan berdampak negatif terhadap hasil operasional, kondisi keuangan dan prospek usaha secara keseluruhan.

Layanan data dan internet kami menghadapi peningkatan persaingan, dan kami dapat mengalami penurunan marjin dari layanan tersebut akibat tingginya persaingan

Layanan Data dan Internet kami mengalami peningkatan kompetisi dari operator data dan internet serta operator telekomunikasi bergerak. Operator akses broadband nirkabel yang telah memiliki lisensi pada tahun 2009 dengan teknologi Wi-Max memulai bisnis tersebut di kuartal keempat tahun 2010 (contohnya First Media). Operator lainnya diperkirakan akan mengoperasikan bisnisnya pada tahun 2012 dan akan berdampak negatif bagi pangsa pasar dan pendapatan layanan Speedy Broadband kami. Kepopuleran BlackBerry telah meningkatkan jumlah pelanggan mobile broadband. Meningkatnya penggunaan layanan mobile broadband juga berdampak negatif pangsa pasar dan pendapatan dari layanan fixed internet dan fixed data kami.

Kami telah mengambil berbagai langkah untuk menanggulangi dampak dari kompetisi ketat dalam bisnis data dan internet. Namun, kami tidak dapat memberikan jaminan bahwa kami akan sukses dalam upaya-upaya tersebut. Kompetisi yang lebih intensif di masa depan dapat mempengaruhi kinerja layanan data dan internet, dan selanjutnya dapat berdampak negatif bagi hasil operasi, kondisi keuangan dan prospek usaha kami secara keseluruhan.

6. Risiko-Risiko Persaingan Terkait Dengan

Bisnis Seluler Kami (Telkomsel)

Persaingan antar operator yang ada dan pemain baru di industri ini dapat berdampak negatif pada bisnis seluler kami

Bisnis seluler di Indonesia sangat kompetitif. Persaingan antar penyedia layanan seluler di Indonesia terjadi dalam berbagai aspek, termasuk harga, kualitas jaringan dan jangkauan, ragam

layanan, fitur yang ditawarkan serta layanan

konsumen. Bisnis seluler kami yang dioperasikan oleh Entitas Anak dengan kepemilikan mayoritas, Telkomsel, terutama bersaing dengan Indosat dan XL. Beberapa operator GSM dan CDMA lain juga menyediakan layanan seluler di Indonesia, termasuk Hutchison, PT Natrindo Telepon Seluler ("Natrindo" atau "AXIS"), Smart Telecom dan Bakrie Telecom. Selain penyedia layanan seluler yang ada saat ini, Menkominfo dapat menerbitkan lisensi bagi pemain seluler baru di masa depan, dan pemain tersebut akan bersaing dengan kami.

Kami meyakini bahwa persaingan bisnis layanan seluler akan terus meningkat. Penyedia layanan seluler baru maupun yang ada saat ini dapat menawarkan paket produk dan layanan yang lebih menarik, teknologi yang lebih canggih atau konvergensi dari beragam layanan telekomunikasi, sehingga berdampak pada tingginya tingkat pemutusan layanan, ARPU yang rendah, ataupun pengurangan, atau perlambatan pertumbuhan pada basis pelanggan seluler kami.

Peta persaingan dalam bisnis layanan seluler juga dapat terpengaruh oleh konsolidasi industri. Pada bulan Maret 2010, Smart Telecom dan Mobile-8 mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk menggunakan logo dan merek yang sama dengan nama “smartfren”. Pada tanggal 18 Januari 2011, Mobile-8 mengakuisisi sejumlah besar saham di Smart Telecom, dan pada tanggal 12 April 2011, PT mobile-8 Telecom Tbk. berubah nama menjadi PT Smartfren Telecom, Tbk. Penyedia layanan seluler lainnya juga dapat melakukan konsolidasi di masa yang akan datang.

Persaingan antar penyedia teknologi baru bersama, masuknya pemain baru, pemain yang sudah ada dan konsolidasi antar penyedia layanan dapat berdampak negatif pada posisi kami, bisnis layanan seluler, kondisi keuangan, hasil operasi dan prospek usaha kami.

Dalam dokumen TLKM Annual Report 2012. pdf (Halaman 74-76)