keuangan, kegiatan operasional maupun prospek usaha kami.
B. Risiko-Risiko Terkait Dengan Bisnis Kam
1. Risiko Operasional
Kegagalan material dalam melanjutkan operasi jaringan, sistem utama, gateways kepada jaringan kami atau jaringan operator lainnya, dapat berdampak negatif terhadap bisnis, kondisi keuangan, hasil operasi dan prospek usaha kami
Kami sangat bergantung pada operasi jaringan yang tidak terputus dalam memberikan layanan. Misalnya, kami tergantung pada akses terhadap sambungan telepon tidak bergerak kabel (“PSTN”) untuk operasional panggilan telepon tidak bergerak kabel serta tujuan dan asal panggilan telepon seluler ke dan dari telepon tidak bergerak kabel, serta sebagian besar dari
trafik panggilan telepon jarak jauh internasional
dan seluler kami yang dilakukan melalui PSTN. Kami juga bergantung pada akses terhadap sambungan telepon tidak bergerak nirkabel (“CDMA”), jaringan internet dan broadband serta jaringan seluler. Jaringan terintegrasi kami termasuk jaringan akses kabel tembaga, jaringan akses serat optik, BTS, perangkat switching, perangkat transmisi optik dan radio, jaringan IP core, satelit dan server aplikasi.
Disamping itu, kami juga bergantung pada interkoneksi terhadap jaringan operator telekomunikasi lainnya untuk melayani panggilan dan data yang dikirimkan pelanggan kami kepada pelanggan operator di Indonesia dan luar negeri. Kami juga bergantung pada manajemen sistem informasi yang canggih secara teknologi dan sistem lainnya, seperti sistem pengaturan tagihan yang memungkinkan kami untuk melakukan kegiatan operasional. Jaringan kami, termasuk sistem informasi, TI dan infrastruktur serta jaringan operator lainnya yang memungkinkan pelanggan kami melakukan interkoneksi, sangat rentan terhadap kerusakan atau gangguan dalam operasinya akibat berbagai hal seperti gempa bumi, kebakaran, banjir, pemedaman listrik, kerusakan perangkat, kesalahan perangkat lunak jaringan, gangguan kabel transmisi atau peristiwa serupa lainnya.
Meskipun telah menerapkan Rencana Kelanjutan Bisnis dan Rencana Pemulihan Bencana yang komprehensif, kami tidak dapat menjamin bahwa rencana tersebut akan berhasil sebagian atau sepenuhnya jika bagian dari jaringan tersebut mengalami kerusakan atau gangguan yang parah. Kerusakan apapun yang berujung pada gangguan operasi atau penyediaan layanan kami, baik yang berasal dari gangguan operasional, bencana alam atau sebaliknya, dapat berdampak negatif bagi bisnis, kondisi keuangan, hasil operasi dan prospek usaha kami.
Jaringan kami, terutama jaringan akses kabel, menghadapi potensi ancaman keamanan
baik fisik maupun cyber, seperti pencurian,
perusakan atau tindakan lain untuk mengganggu operasional kami, yang dapat memberikan pengaruh negatif terhadap hasil operasional kami
Jaringan dan peralatan, khususnya jaringan akses kabel kami, menghadapi potensi ancaman
keamanan baik fisik dan cyber. Ancaman fisik
termasuk pencurian dan perusakan peralatan kami dan serangan terorganisasi terhadap infrastruktur utama dengan maksud mengganggu kegiatan operasi. Selain itu, perusahaan telekomunikasi di seluruh dunia menghadapi peningkatan ancaman keamanan cyber sementara kegiatan bisnis menjadi semakin tergantung pada telekomunikasi dan jaringan komputer dan mengadopsi teknologi cloud computing. Ancaman keamanan cyber termasuk upaya mendapatkan akses tidak sah ke sistem kami atau memasukkan virus komputer atau
perangkat lunak berbahaya di sistem kami untuk menyalahgunakan data konsumen dan informasi sensitif lainnya, merusak data atau mengganggu operasi kami. Akses yang tidak sah juga dapat diperoleh melalui cara-cara tradisional seperti pencurian komputer laptop, perangkat data portable dan ponsel serta pengumpulan intelijen pada karyawan yang memiliki akses.
Meskipun hingga saat ini kami belum pernah mengalami serangan cyber yang berhasil memberikan gangguan secara material, serangan cyber yang berhasil dapat membuat kami mengeluarkan biaya yang besar untuk memperbaiki kerusakan atau mengembalikan data, menerapkan perubahan organisasi yang besar dan melakukan pelatihan untuk mencegah serangan serupa di masa yang akan datang serta kehilangan pendapatan dan biaya litigasi akibat dari penyalahgunaan informasi sensitif, dan menyebabkan rusaknya reputasi yang nyata. Kami melakukan langkah-langkah pencegahan dan perbaikan, termasuk meningkatkan kerja sama dengan kepolisian, terutama di daerah yang rawan terhadap kegiatan kriminal dan secara teratur melakukan peningkatan keamanan data kami. Namun demikian, tidak ada jaminan
langkah-langkah pengamanan fisik dan cyber kami akan berhasil. Kerusakan pada jaringan, peralatan atau data kami dan kebutuhan untuk memperbaiki kerusakan sebagai akibat dari
serangan fisik dan cyber dapat mengganggu bisnis, kondisi keuangan dan hasil operasi secara material. Jaringan kami, terutama jaringan akses kabel, menghadapi potensi ancaman keamanan seperti pencurian dan perusakan, yang dapat berpengaruh negatif terhadap hasil-hasil operasi kami.
Kami menghadapi beberapa risiko terkait layanan internet
Selain ancaman keamanan cyber, karena kami menyediakan koneksi internet dan host website kepada pelanggan serta mengembangkan konten dan aplikasi internet, kami dianggap memiliki keterkaitan dengan konten yang dialirkan melalui jaringan atau terpampang di website yang terdaftar di host kami. Kami tidak dapat dan tidak melakukan pengawasan terhadap seluruh konten ini dan dapat menghadapi tuntutan hukum akibat keterkaitan dengan konten tersebut. Kasus semacam ini dapat menghabiskan biaya untuk proses hukum, mengalihkan tenaga dan perhatian manajemen, sekaligus merusak reputasi kami.
Kebocoran pendapatan dapat terjadi akibat kelemahan internal atau faktor eksternal dan jika terjadi, hal itu dapat berdampak negatif pada hasil usaha kami
Kebocoran pendapatan adalah risiko umum bagi semua operator telekomunikasi. Kami berpotensi mengalami kebocoran pendapatan, atau kesulitan memperoleh pendapatan yang merupakan hak kami, akibat kelemahan pada transaksi, penundaan proses transaksi, pelanggan yang tidak jujur atau faktor lainnya.
Kami telah mengambil langkah preventif untuk mengatasi potensi kebocoran pendapatan itu dengan meningkatkan fungsi pengendalian terhadap seluruh proses bisnis yang ada, menerapkan metode penjaminan pendapatan, memberlakukan kebijakan dan prosedur yang tepat serta menerapkan aplikasi sistem informasi guna menekan kebocoran pendapatan. Meskipun demikian, tidak ada jaminan bahwa tidak akan
terjadi kebocoran pendapatan yang signifikan
di masa depan atau bahwa kebocoran itu tidak akan berdampak negatif pada hasil usaha kami.
Teknologi baru dapat berdampak negatif pada daya saing kami
Industri telekomunikasi dicirikan oleh perubahan
yang cepat dan signifikan pada sisi teknologi.
Kami akan menghadapi peningkatan persaingan akibat teknologi yang tengah berkembang saat ini atau yang akan dikembangkan di masa depan. Pengembangan atau aplikasi teknologi, layanan atau standar baru atau alternatif di masa depan mensyaratkan perubahan pada model bisnis, pengembangan produk, penyediaan layanan tambahan dan investasi baru yang substansial. Produk dan layanan baru mungkin mahal untuk dikembangkan dan mendorong masuknya pesaing baru di pasar. Kami tidak dapat secara akurat memperkirakan bagaimana perkembangan perubahan teknologi di masa depan akan mempengaruhi operasi atau daya saing layanan kami. Selanjutnya, kami juga tidak dapat menjamin untuk dapat mengintegrasikan teknologi baru ke dalam model bisnis yang ada saat ini secara efektif.
Guna menjaga dan memperkuat pertumbuhan bisnis, saat ini kami tengah melakukan transformasi ke bisnis TIMES. Sebagai bagian dari langkah transformasi ke bisnis TIMES, kami berniat mengembangkan bisnis-bisnis baru dimana kami juga dapat menyediakan konten bagi pelanggan telekomunikasi. Kami belum
memiliki pengalaman substansial sebagai penyedia konten dan, kami tidak menjamin untuk dapat mengelola pertumbuhan bisnis konten secara efektif.
Kami tidak dapat menjamin teknologi kami tidak akan tertinggal, atau tidak akan terlibat persaingan dengan teknologi baru di masa depan, atau bahwa kami dapat memperoleh teknologi baru yang diperlukan untuk bersaing dalam kondisi yang berbeda dengan persyaratan komersial tertentu. Kegagalan kami untuk bereaksi terhadap perubahan teknologi yang cepat dapat berdampak negatif bagi bisnis, kondisi keuangan, hasil operasi dan prospek usaha kami.
Satelit kami memiliki masa operasi yang terbatas dan dapat rusak atau hancur selama masa operasi orbit atau mengalami penundaan atau kegagalan peluncuran. Kehilangan atau kinerja yang berkurang dari satelit kami, baik dikarenakan kerusakan perangkat atau dicabutnya lisensi, dapat merugikan kondisi keuangan, hasil operasi dan kemampuan untuk memberikan layanan
Satelit Telkom-1 dan Telkom-2 kami memiliki masa operasi yang terbatas, saat ini diperkirakan akan berakhir masing-masing pada tahun 2015 dan 2020. Sejumlah faktor mempengaruhi masa operasi satelit tersebut, termasuk kualitas konstruksinya, ketahanan sistem, subsistem, dan komponen, cadangan bahan bakar di dalam, keakuratan peluncuran ke orbit, risiko terhadap badai mikrometeorit, atau peristiwa alam lainnya di angkasa, benturan dengan pecahan di orbit, atau cara pengawasan dan pengoperasian satelit tersebut. Kami saat ini menggunakan kapasitas transponder satelit yang dikaitkan dengan banyak aspek dari sisi bisnis, termasuk penyewaan kapasitas tersebut dan routing untuk layanan sambungan jarak jauh internasional dan seluler.
Selain itu, peraturan yang dibuat Persatuan Telekomunikasi Internasional (“ITU”) menjelaskan bahwa sebuah slot satelit khusus telah disediakan untuk Indonesia, dan Pemerintah berhak untuk menentukan pihak mana yang berwenang menggunakan slot tersebut. Saat ini, meskipun kami memegang lisensi untuk menggunakan slot satelit khusus tersebut, jika satelit Telkom-1 dan Telkom-2 mengalami masalah teknis atau kerusakan, Pemerintah dapat menentukan bahwa kami telah gagal memanfaatkan slot yang ada dengan lisensi yang kami miliki, sehingga
dapat mendorong Pemerintah untuk mencabut lisensi kami. Kami tidak dapat memberikan jaminan bahwa kami dapat mempertahankan penggunaan slot satelit khusus tersebut dengan cara yang dianggap cukup oleh Pemerintah. Dalam mengantisipasi meningkatnya permintaan terhadap layanan satelit serta untuk mendukung strategi bisnis dalam penyediaan layanan TIMES, pada tahun 2009 kami menandatangani kontrak pengadaan satelit Telkom-3, yang dijadwalkan untuk diluncurkan pada tahun 2012. Namun demikian, akibat kegagagalan peluncuran di bulan Agustus 2012, satelit Telkom-3 kini berada di orbit yang tidak dapat dipergunakan. Sekalipun kami telah mengasuransikan biaya pengadaan satelit tersebut, kegagalan peluncuran satelit Telkom-3 menyebabkan kami harus menyewa kapasitas transponder dari pihak ketiga agar dapat memenuhi komitmen pada pelanggan, dengan margin keuntungan yang diperkirakan lebih kecil dibandingkan yang dapat diperoleh apabila satelit Telkom-3 berhasil diluncurkan. Selain itu, kami juga akan harus melakukan pengadaan dan peluncuran satelit lainnya untuk menggantikan satelit Telkom-1 sebelum berakhirnya masa operasional satelit tersebut. Karena umumnya diperlukan waktu tiga tahun untuk mengembangkan dan meluncurkan satelit, meskipun satelit Telkom-1 masih dapat berfungsi beberapa tahun setelah estimasi berakhirnya masa operasionalnya di tahun 2015, namun dalam hal terjadi penundaan dalam pengembangan dan peluncuran satelit pengganti, atau apabila masa operasional satelit Telkom-1 berakhir sebelum satelit pengganti berhasil diluncurkan, atau apabila kerusakan atau kegagalan menyebabkan satelit-satelit kami saat ini tidak dapat dipergunakan, kami harus menyewa kapasitas transponder tambahan dari pihak ketiga, yang akan menambah biaya operasional kami. Kegagalan untuk menyewa kapasitas transponder dari penyedia pihak ketiga juga akan berdampak pada gangguan atau penghentian layanan satelit kami. Penghentian operasional satelit kami akan berdampak pada kenaikan beban usaha yang terkait dengan penyediaan layanan telekomunikasi kami yang lain, terutama di wilayah timur Indonesia yang saat ini sangat bergantung pada jangkauan satelit untuk menerima layanan telekomunikasi, serta dapat berdampak negatif bagi bisnis, kondisi keuangan dan hasil operasi kami.