• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Komite Nominasi dan Remuneras

Dalam dokumen TLKM Annual Report 2012. pdf (Halaman 147-150)

Lapor an K omit e Nominasi dan R emuner asi

Selama tahun 2012, Komite Nominasi dan Remunerasi melakukan pembahasan terhadap hal-hal terkait nominasi dan remunerasi sebagai berikut:

Nominasi

Komite ini bertugas sesuai dengan Keputusan Dewan Komisaris No.07/KEP/DK/2010 tertanggal 30 April 2010 terkait dengan penunjukan posisi strategis di Perusahaan, yaitu:

1. Mengisi posisi yang berada setingkat di bawah Direksi perusahaan atau Direksi pada entitas anak, Direksi harus berkonsultasi dengan Dewan Komisaris. 2. Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, untuk

mengisi posisi Direksi dan Dewan Komisaris dalam entitas anak yang dikonsolidasi yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan konsolidasian sebesar 30% atau lebih, Direksi Perusahaan harus mendapatkan persetujuan dari Dewan Komisaris. Sepanjang tahun 2012, Komite telah menyampaikan masukan terkait dengan usulan pencalonan beberapa posisi strategis, yaitu: Head of Internal Audit serta anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi PT Telkomsel. Komite juga memberikan masukan kepada Dewan Komisaris tentang kandidat-kandidat anggota Direksi Perseroan, yang pengusulannya oleh Dewan

Komisaris merupakan permintaan dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna.

Remunerasi

Pada tahun 2012, Komite membantu Dewan Komisaris dalam menyiapkan usulan mengenai remunerasi anggota Direksi untuk diajukan kepada pemegang saham. Dengan dibantu oleh konsultan independen, bahan usulan remunerasi tersebut disusun berdasarkan benchmark terhadap remunerasi Direksi perusahaan- perusahaan telekomunikasi regional.

Secara umum, usulan remunerasi Direksi yang direkomendasikan Komite kepada Dewan Komisaris untuk diajukan kepada pemegang saham, didasarkan pada pertimbangan bahwa dengan semakin kompetitif dan semakin kompleksnya industri telekomunikasi serta posisi Telkom Group yang harus dipertahankan sebagai pemain utama dalam industri telekomunikasi di Indonesia, maka pada tahun 2012 posisi Telkom selayaknya diapresiasi lebih tinggi, yaitu pada level P-75 (kwartil atas) pasar untuk Total Reward (yang terdiri dari gaji, bonus, serta seluruh komponen tunjangan dan fasilitas) bagi Direksinya, guna memberikan motivasi yang memadai bagi Direksi Telkom dalam meningkatkan

profitabilitas perusahaan.

Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi

Selama tahun 2012, Komite Nominasi dan Remunerasi telah menyelenggarakan rapat sebanyak 11 kali.

Tabel Jumlah Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi:

Nama Jumlah Rapat Jumlah Kehadiran Prosentase Kehadiran

Jusman Syafii Djamal 11 11 100%

Johnny Swandi Sjam 11 11 100%

Virano Gazi Nasution* 5 3 60%

Parkesit Suprapto* 5 5 100% Hadiyanto* 5 4 80% Yuki Indrayadi 11 11 100% Rudiantara** 6 5 83% Mahmuddin Yasin* 6 5 83% Bobby A. A. Nazief** 6 6 100%

(*) Mulai tanggal 11 Mei 2012 (**) Sampai dengan tanggal 11 Mei 2012

Jakarta, 26 Maret 2013

Jusman Syafii Djamal

3. Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko

Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko atau “KEMPR” (sebelumnya Komite Pengkajian Perencanaan dan Risiko) dibentuk dengan mengacu pada Keputusan Dewan Komisaris No.04/KEP/DK/2011 tanggal 24 Maret 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Kerja (charter) KEMPR PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. yang merupakan perubahan dari Keputusan Dewan Komisaris No.06/KEP/ DK/2006 tanggal 19 Mei 2006 jo. Keputusan Dewan Komisaris No.02/KEP/DK/2009 tanggal 26 Februari 2009.

Tujuan pembentukan KEMPR di antaranya adalah untuk melakukan tinjauan atas rencana jangka panjang Perusahaan dan rencana kerja anggaran tahunan Perusahaan serta menyampaikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris atas kebijakan-kebijakan yang akan diambil berkaitan dengan kedua hal tersebut. Komite ini juga bertanggung jawab terhadap pemantauan pelaksanaan rencana bisnis Perusahaan dan bertugas memberikan hasil tinjauan yang komprehensif sebagai masukan bagi Dewan Komisaris dalam meninjau dan memantau proses pelaksanaan bisnis Perusahaan, penganggaran belanja modal serta penerapan manajemen risiko Perusahaan.

a. Profil Komite Evaluasi dan Monitoring

Perencanaan dan Risiko

Pada tahun 2012, susunan keanggotaan KEMPR berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris No.07/KEP/DK/2012 tanggal 28 Mei 2012 terdiri dari:

Keanggotaan Nama

Ketua Parikesit Suprapto

Sekretaris Ario Guntoro

Anggota Hadiyanto

Johnny Swandi Sjam Virano Gazi Nasution Adam Wirahadi Widuri M. Kusumawati

Parikesit Suprapto - Komisaris

Parikesit Suprapto adalah ketua KEMPR dan bertanggung jawab untuk memberikan arahan, mengoordinasikan dan memonitor pelaksanaan tugas dari seluruh anggota Komite.

Ario Guntoro – Sekretaris/Anggota

Sebagai sekretaris KEMPR, Ario Guntoro bertugas mengoordinasikan pelaksanaan seluruh tugas Komite dan penjadwalan pelaksanaan kerja Komite, serta melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap pencapaian Corporate Strategic Scenario (“CSS”) dan Capital Expenditure.

Ario Guntoro adalah seorang profesional dengan pengalaman luas di bidang keuangan, investasi dan perbankan. Setelah berkecimpung di sektor perbankan swasta nasional mulai dari 1994 hingga 1999 sebagai

Corporate Officer hingga Brand Manager, Ario

Guntoro bekerja untuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (“BPPN”) mulai dari 1999 hingga 2004, dengan jabatan terakhir Assistant Vice President Divisi HIPA. Sebelum bergabung ke dalam KEMPR pada tahun 2004, bertugas sebagai penasihat khusus di PT (“Persero”) PPA. Ario Guntoro meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1993.

Hadiyanto – Komisaris

Sebagai anggota KEMPR, Hadiyanto, bertanggung jawab melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap implementasi RJPP/CSS, implementasi RKAP dan implementasi enterprise risk management serta implementasi inisiatif pertumbuhan bisnis non- organik.

Johnny Swandi Sjam – Komisaris Independen

Sebagai anggota KEMPR, Johnny Swandi Sjam, bertanggung jawab melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap implementasi RJPP/CSS, implementasi RKAP dan implementasi enterprise risk management serta implementasi inisiatif pertumbuhan bisnis non-organik.

Virano Gazi Nasution – Komisaris Independen

Sebagai anggota KEMPR, Virano Gazi Nasution, bertanggung jawab melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap implementasi RJPP/CSS, implementasi RKAP dan implementasi enterprise risk management serta implementasi inisiatif pertumbuhan bisnis non-organik.

Adam Wirahadi – Anggota

Tugas utama Adam Wirahadi adalah melakukan pemantauan penerapan manajemen risiko Perusahaan, pemantauan pelaksanaan kepatuhan Perusahaan terhadap peraturan Perundang-undangan dan evaluasi aspek legal dari tindakan-tindakan tertentu Direksi yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris.

Sebelum bergabung dengan KEMPR pada tahun 2003, Adam Wirahadi bekerja di Kementerian Keuangan Republik Indonesia mulai dari 1999-2000. Kemudian, pada tahun 2001-2003 menjadi peneliti/analis di sebuah LSM dan konsultan lingkungan usaha, staf ahli di DPR-RI pada tahun 2001-2002, dan anggota tim penyusun naskah akademik dan RUU pada beberapa kementerian pada tahun 2001-2003. Adam Wirahadi meraih gelar Sarjana Ekonomi Akuntansi (1998) dan Hukum (2007) dari Universitas Indonesia.

Widuri Meintari Kusumawati – Anggota

Tugas utama Widuri Meintari Kusumawati adalah melakukan penilaian terhadap usulan RKAP yang diajukan manajemen dan memantau pencapaiannya serta memantau pertumbuhan usaha entitas anak.

Sebelum bergabung dengan KEMPR, Widuri M Kusumawati bekerja di Kementerian Keuangan (2000-2003) dan di sebuah bank swasta lokal (2003-2004). Widuri M. Kusumawati meraih gelar Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2000.

b. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko Lingkup tugas dari KEMPR adalah untuk: - Menyampaikan laporan evaluasi atas

usulan RJPP atau CSS dan RKAP yang diajukan oleh Direksi sesuai jadwal yang ditentukan oleh Dewan Komisaris;

- Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris dalam memberikan persetujuan CSS dan RKAP;

- Menyampaikan laporan evaluasi kepada Dewan Komisaris terkait dengan pelaksanaan CSS dan RKAP serta penerapan manajemen risiko Perusahaan; dan

- Memberikan rekomendasi terkait dengan pelaksanaan manajemen risiko.

c. Independensi Komite Evaluasi dan Monitoring Perencanaan dan Risiko

Seluruh anggota KEMPR (kecuali Parikesit Suprapto, Hadiyanto, Johnny Swandi Sjam dan Virano Gazi Nasution) merupakan anggota eksternal dan bersifat independen.

Sepanjang tahun 2012, KEMPR melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap implementasi CSS periode berjalan, implementasi RKAP 2012, implementasi anggaran belanja modal (capex) dalam RKAP 2012, analisis investasi pada entitas anak dan implementasi manajemen risiko perusahaan. Selain itu, KEMPR juga melakukan evaluasi atas usulan CSS tahun 2013-2017, usulan RKAP tahun 2013, serta tugas-tugas lain yang ditugaskan oleh Dewan Komisaris.

Kegiatan KEMPR dalam tahun 2012:

1. Corporate Strategic Scenario (“CSS”)

KEMPR memantau implementasi RJPP/CSS periode 2012-2016 khususnya yang terkait dengan tahun berjalan dan melakukan evaluasi atas usulan CSS untuk periode 2013-2017 yang menjadi dasar bagi pengembangan Corporate Annual Message (“CAM”) 2013 dan RKAP tahun 2013. Sesuai pemutakhiran strategi secara berkala atas RJPP, maka CSS periode 2013-2017 merupakan pemutakhiran atas CSS periode 2012-2016 dengan dilakukannya penajaman pada beberapa strategic initiatives seperti layanan broadband, wireless, solusi ekosistem, investasi pada bisnis terkait yang dapat me-leverage aset, integrasi NGN dan OBCE dan membangun center of excellence, serta proyeksi keuangan periode 2013-2017.

2. Annual Business Budget Plan

Dalam menjalankan RKAP 2012, Dewan Komisaris menginstruksikan kepada Direksi agar pelaksanaan belanja modal memperhatikan ketepatan waktu pelaksanaan proses procurement. Selain itu, Dewan Komisaris meminta agar Direksi mengintensifkan eksplorasi pengembangan bisnis information media dan edutainment.

Dalam melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan RKAP tahun 2012, KEMPR antara lain fokus pada pemantauan upaya perseroan dalam melakukan akselerasi peningkatan pendapatan dari bisnis new wave dan mempertahankan kinerja bisnis legacy. Akselerasi pendapatan new wave mencakup broadband, data communication serta information, media, dan edutainment.

Untuk pemantauan kinerja entitas anak, selain Telkomsel terdapat 4 (empat) entitas anak yang menjadi fokus monitoring di tahun 2012, yaitu: Indonusa, TelkomMetra dan Dayamitra. Pemantauan terhadap Telkomsel terutama pada penguatan bisnis broadband sebagai new business Telkomsel, serta efisiensi biaya. Terkait

bisnis broadband, selain penggelaran infrastruktur, hal lain yang menjadi perhatian adalah formulasi bisnis model broadband yang tepat. Adapun pengkajian terhadap Indonusa sebagai provider televisi berbayar, difokuskan pada pencapaian target EBITDA dan net

income sesuai target yang ditetapkan. Tantangan yang dihadapi Indonusa cukup berat, terutama dalam menguasai market share, serta mendayagunakan penguasaan pasar tersebut dalam keberhasilan

pencapaian indikator kinerja finansial. Sedangkan

pemantauan terhadap TelkomMetra menitikberatkan

pada upaya efisiensi biaya, serta pengelolaan

beberapa anak perusahaan agar mencapai target. Pemantauan terhadap Dayamitra menitikberatkan pada penggunaan shareholder loan yang disetujui dan persiapan pelaksanaan strategic corporate action terhadap Dayamitra.

Dalam rangka mendapatkan hasil pemantauan yang lebih optimal, KEMPR melakukan beberapa kunjungan lapangan untuk memantau kemajuan pelaksanaan belanja modal dan perkembangan pencapaian RKAP. Kunjungan lapangan yang telah dilakukan KEMPR pada tahun 2012 mencakup kunjungan lapangan terhadap pembangunan Sumatera-Bangka Cable System (“SBCS”) segmen pembangunan Pangkal Pinang- Muntok dan Palembang-Sungsang, pembangunan Metro-E Node-B untuk Telkomsel, pembangunan Tarakan-Tanjung Selor Cable System (“TSCS”) dan pembangunan modernisasi jaringan akses melalui pola TITO. Selain itu juga dilakukan kunjungan lapangan yang berkaitan dengan monitoring kinerja regional terhadap unit-unit bisnis di ketujuh wilayah kerja Perseroan dan juga entitas anak yaitu PT Telkomsel, PT Dayamitra dan PT Infomedia.

3. Enterprise Risk Management (Manajemen Risiko Perusahaan/"ERM")

KEMPR bertugas melakukan pemantauan terhadap penerapan ERM pada tahun 2012 termasuk mengenai

penanganan risiko-risiko yang berdampak signifikan

terhadap RKAP 2012. Beberapa jenis risiko yang masuk dalam kategori very high risk dalam tahun 2012 yaitu Risiko Bisnis Flexi, Risiko Regulasi Menara, Risiko Regulasi SMS Premium dan Risiko Bisnis Speedy. KEMPR secara khusus memantau upaya- upaya mitigasi terhadap jenis-jenis risiko yang masuk dalam kategori very high risk. Sebagai catatan disampaikan bahwa perkembangan salah satu jenis risiko yang masuk dalam kategori very high risk yaitu risiko regulasi SMS Premium sangat tergantung pada faktor eksternal yaitu pencabutan Surat Edaran BRTI No.177/2011 dan revisi Permen Kominfo No.1/2009 tentang Jasa Pesan Premium. Kondisi yang hampir serupa juga terjadi pada jenis risiko regulasi menara dengan terjadinya kecenderungan Pemda- pemda menerapkan perda/regulasi terkait menara telekomunikasi yang berdampak pada peningkatan biaya yang harus dikeluarkan oleh para operator telekomunikasi.

Dalam dokumen TLKM Annual Report 2012. pdf (Halaman 147-150)