• Tidak ada hasil yang ditemukan

Liabilitas Jangka Panjang

Dalam dokumen TLKM Annual Report 2012. pdf (Halaman 97-101)

Pada tanggal 31 Desember 2012, posisi liabilitas jangka panjang mencapai Rp20.284 miliar (US$2.105 juta) dibandingkan Rp19.884 miliar pada 31 Desember 2011. Liabilitas jangka panjang kami mengalami peningkatan terutama disebabkan oleh peningkatan utang sewa pembiayaan sebesar Rp1.500 miliar, atau 477,7%. Peningkatan tersebut dikompensasi dengan:

- Penurunan liabilitas pajak tangguhan sebesar Rp735 miliar, atau 19,4%;

- Penurunan utang bank sebesar Rp448 miliar, atau 6,2%;

- Penurunan pinjaman penerusan sebesar Rp221 miliar, atau 11,0%; dan

- Penurunan obligasi dan wesel bayar sebesar Rp172 miliar, atau 5,1%.

Ekuitas

Jumlah ekuitas meningkat sebesar Rp5.997 miliar, atau 9,8%, dari Rp60.981 miliar pada 31 Desember 2011 menjadi Rp66.978 miliar pada 31 Desember 2012. Peningkatan jumlah ekuitas terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp18.388 miliar pada 31 Desember 2012, diimbangi dengan dividen tunai sebesar Rp10.734 miliar dan pembelian modal saham yang diperoleh kembali sebesar Rp1.744 miliar. Sebagai hasilnya, laba ditahan mengalami peningkatan sebesar Rp5.723 miliar, atau 18,0%, dan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat sebesar Rp4.031 miliar atau 8,5% dari Rp47.510 miliar pada tanggal 31 Desember 2011 menjadi Rp51.541 miliar pada tanggal 31 Desember 2012.

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010

ASET

Aset Lancar

Aset lancar berjumlah Rp18.729 miliar pada tanggal 31 Desember 2010 dan Rp21.258 miliar (US$2.344 juta) pada tanggal 31 Desember 2011 mencerminkan peningkatan sebesar Rp2.529 miliar, atau 13,5%. Peningkatan tersebut antara lain disebabkan oleh:

- Peningkatan aset tersedia untuk dijual sebesar Rp791 miliar, atau 100%, pada tanggal 31 Desember 2011 dari Rp0 miliar pada tanggal 31 Desember 2010;

- Peningkatan piutang usaha dari pihak ketiga sebesar Rp573 miliar, atau 14,6%, dari Rp3.936 miliar pada tahun 2010 menjadi Rp4.509 miliar pada tahun 2011;

- Peningkatan kas dan setara kas sebesar Rp514 miliar, atau 5,6%, dari Rp9.120 miliar pada tanggal 31 Desember 2010 menjadi Rp9.634 miliar pada tanggal 31 Desember 2011. Lihat analisis terperinci pada bagian arus kas bersih; dan

- Peningkatan tagihan restitusi pajak sebesar Rp238 miliar, atau 178,9%, dari Rp133 miliar pada tanggal 31 Desember 2010 menjadi Rp371 miliar pada tanggal 31 Desember 2011.

Aset Tidak Lancar

Pada 31 Desember 2011 posisi aset tidak lancar mencapai Rp81.796 miliar (US$9.021 juta) dibandingkan Rp81.772 miliar pada 31 Desember 2010. Perubahan aset tidak lancar kami terutama disebabkan oleh peningkatan uang muka dan aset tidak lancar lainnya sebesar Rp722 miliar, atau 23,3%, dan peningkatan beban manfaat pensiun dibayar di muka sebesar Rp247 miliar, atau 33,2%. Peningkatan di atas sebagian dikompensasi oleh penurunan aset tetap sebesar Rp935 miliar, atau 1,2%.

LIABILITAS DAN EKUITAS

Liabilitas Jangka Pendek

Pada 31 Desember 2011 posisi liabilitas jangka pendek mencapai Rp22.189 miliar (US$2.447 juta) dibandingkan Rp20.473 miliar pada 31 Desember 2010. Peningkatan liabilitas jangka pendek kami terutama disebabkan oleh:

- Peningkatan beban yang masih harus dibayar sebesar Rp1.381 miliar, atau 40,5%; dan

- Peningkatan utang usaha pihak ketiga sebesar Rp1.133 miliar, atau 16,8%.

Peningkatan di atas sebagian dikompensasi oleh: - Penurunan utang usaha pihak berelasi sebesar

Rp327 miliar, atau 43,4%; dan

- Penurunan pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp491 miliar, atau 9,3%.

Liabilitas Jangka Panjang

Pada 31 Desember 2011 posisi liabilitas jangka panjang mencapai Rp19.884 miliar (US$2.193 juta) dibandingkan Rp23.613 miliar pada 31 Desember 2010. Penurunan liabilitas jangka panjang kami terutama disebabkan oleh:

- Penurunan utang bank sebesar Rp3.025 miliar, atau 29,5%; dan

- Penurunan pinjaman penerusan sebesar Rp729 miliar, atau 26,6%.

Ekuitas

Jumlah ekuitas meningkat sebesar Rp4.566 miliar, atau 8,1%, dari Rp56.415 miliar pada 31 Desember 2010 menjadi Rp60.981 miliar pada 31 Desember 2011. Peningkatan jumlah ekuitas terutama disebabkan oleh jumlah laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp15.481 miliar pada tahun 2011, diimbangi dengan dividen tunai sebesar Rp8.849 miliar dan pembelian modal saham yang diperoleh kembali sebesar Rp2.059 miliar. Sebagai hasilnya, laba ditahan mengalami peningkatan sebesar Rp5.146 miliar, atau 19,4%, dan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat sebesar Rp3.091 miliar, atau 7,0%, dari Rp44.419 miliar pada tanggal 31 Desember 2010 menjadi Rp47.510 miliar pada tanggal 31 Desember 2011.

B. Perbandingan Laba Rugi Komprehensif

Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2012 2011 2010 (Rp miliar) (US$ juta) % (Rp miliar) % (Rp miliar) % Pendapatan

Pendapatan Telepon

Seluler

Pendapatan pemakaian 29.477 3.059 38,2 27.1 8 9 38,1 28.024 40,9

Pendapatan abonemen bulanan 696 72 0,9 571 0,8 528 0,8

Fitur 558 58 0,7 838 1,2 582 0,8

Jumlah Pendapatan Seluler 30.731 3.189 39,8 28.598 40,1 29.134 42,5

Tidak Bergerak

Pendapatan pemakaian 7.323 760 9,5 8. 1 1 4 1 1 ,4 9.287 13,6

Pendapatan abonemen bulanan 2.805 291 3,6 3.004 4,2 3.251 4,7

Call center 228 24 0,3 198 0,3 - -

Pendapatan instalasi 1 1 2 1 1 0,1 135 0,2 179 0,3

Lain-lain 194 20 0,2 168 0,2 223 0,3

Jumlah Pendapatan Tidak Bergerak 10.662 1.106 13,7 11.619 16 ,3 12.940 18 ,9 Jumlah Pendapatan Telepon 41.393 4.295 53,5 40.217 56,4 42.074 61,4 Pendapatan Data, Internet dan Jasa Teknologi Informatika

Internet, komunikasi data dan jasa teknologi informatika

14.857 1.541 19,3 10.740 15,0 8.297 12,1

Short Messaging Service ("SMS") 12.631 1. 3 1 1 16,4 13.093 18,4 11.289 16,5

VoIP 81 8 0,1 53 0,1 197 0,3

e-Business 55 6 0,1 38 0,1 1 8 -

Jumlah Pendapatan Data, Internet dan Jasa Teknologi Informatika

27.624 2.866 35,9 23.924 33,6 19.801 28,9 Pendapatan Interkoneksi 4.273 443 5,5 3.509 4,9 3.735 5,4 Pendapatan Jaringan 1.208 12 5 1,6 1.301 1,9 1.058 1,5 Pendapatan Jasa Telekomunikasi Lainnya 2.645 275 3,5 2.302 3,2 1.961 2,8 Jumlah Pendapatan 77.143 8.004 100,0 71.253 100,0 68.629 100,0 Beban Usaha

Beban Operasi, Pemeliharaan dan Jasa Telekomunikasi

Operasi dan pemeliharaan 9.012 935 16,7 9.1 9 1 18,4 8.836 19,1

Beban pemakaian frekuensi radio 3.002 3 1 2 5,6 2.846 5,7 2.892 6,3

Beban hak penyelenggaraan dan Kewajiban Pelayanan Universal

1.452 151 2,7 1.235 2,5 1 .1 7 7 2,5

Listrik, gas dan air 879 91 1,6 836 1,7 841 1,8

Beban pokok penjualan telepon, set top box, kartu SIM dan RUIM

687 7 1 1,3 879 1,8 1.067 2,3

Asuransi 671 70 1,2 431 0,9 384 0,8

Sewa sirkit dan CPE 407 42 0,8 406 0,8 215 0,5

Sewa kendaraan dan fasilitas pendukung

293 30 0,5 291 0,5 283 0,6

Beban pokok jasa teknologi infomatika

222 23 0,4 144 0,3 200 0,5

Beban perjalanan 57 6 0,1 54 0,1 60 0,1

Lain-lain 121 13 0,2 59 0,1 91 0,2

Jumlah Beban Operasi, Pemeliharaan dan Jasa Telekomunikasi

Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2012 2011 2010 (Rp miliar) (US$ juta) % (Rp miliar) % (Rp miliar) % Beban Penyusutan dan amortisasi 14.456 1.500 26,8 14.863 29,7 14.612 31,6 Beban Karyawan

Cuti, insentif dan tunjangan lainnya 3.400 353 6,3 2.814 5,6 2.575 5,6

Gaji dan tunjangan 3.257 338 6,0 3.001 6,0 2.751 6,0

PPh karyawan 1.022 106 1,9 1.043 2,1 796 1,7

Beban pensiun berkala bersih 789 82 1,5 501 1,0 504 1,1

Program Pendi 699 73 1,3 5 1 7 1,0 - -

Perumahan 200 21 0,4 197 0,4 214 0,5

Beban LSA 1 2 1 13 0,2 96 0,2 78 0,2

Beban imbalan kesehatan pasca kerja bersih 90 9 0,2 199 0,4 238 0,5

Asuransi 83 9 0,2 70 0, 2 68 0,1

Beban imbalan pasca kerja lainnya 65 7 0,1 65 0,1 66 0,1

Lain-lain 60 6 0,1 52 0,1 42 0,1

Jumlah Beban Karyawan 9.786 1.015 18,2 8.555 17,1 7.332 15,9 Beban Interkoneksi 4.667 484 8,6 3.555 7,1 3.086 6,7 Beban Pemasaran 3.094 321 5,7 3.278 6,6 2.525 5,5 Beban Umum dan Administrasi 3.036 315 5,6 2.935 5,9 2.537 5,4 Rugi (laba) selisih kurs bersih 189 20 0,3 2 10 0,4 (43) (0,1) Beban lain-lain 1.973 205 3,7 192 0,4 145 0,3 Bagian rugi bersih perusahaan asosiasi (11) (1) (10) (14) Jumlah Beban 54.004 5.604 100,0 49.960 100,0 46.240 100,0 Penghasilan lain-lain (2.559) (266) (665) (548) Laba Usaha 25.698 2.666 2 1.958 22.937

Penghasilan pendanaan 596 62 546 421

Biaya pendanaan (2.055) (213) (1.637) (1.928)

Laba Sebelum Pajak Penghasilan 24.228 2.514 20.857 21.416

Beban pajak penghasilan (5.866) (609) (5.387) (5.546)

Laba Tahun Berjalan 18.362 1.905 15.470 15.870 Jumlah Pendapatan Komprehensif Lain - Bersih 26 3 11 34 Jumlah Laba Komprehensif Tahun Berjalan 18.388 1.908 15.481 15.904 Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan

kepada pemilik entitas induk

12.850 1.333 10.965 11.537 Laba komprehensif tahun berjalan yang dapat

diatribusikan kepada pemilik entitas induk 12.876 1.336 10.976 11.571 Laba per saham dasar 669,19 0,07 559,67 586,54

Dalam dokumen TLKM Annual Report 2012. pdf (Halaman 97-101)