Strategi Bidang Unit Industri Hilir
Peluang pasar untuk produk-produk industri hilir masih cukup luas walau jumlah pesaing semakin banyak dan didukung sumber dana besar serta sarana promosi yang semakin canggih. Usaha yang sudah dilakukan untuk mempertahankan serta memperluas pasar adalah :
• Menjaga dan meningkatkan kerjasama dengan para penyalur kopi dan teh yang ada.
• Menambah jumlah penyalur kopi dan teh baru. • Memenuhi permintaan pembeli untuk produk teh
dan kopi sebagai bahan isian dengan merk lain. • Meningkatkan kerjasama dengan Koperasi
Karyawan di Kebun-kebun.
• Pelayanan yang lebih baik pada pembeli produk- produk hilir.
Rencana ke depan yang akan dilakukan adalah : • Pembuatan kemasan baru dan pengadaan mesin
iller dan mesin kopi instan.
• Pembukaan outlet/booth diseluruh Carefour dan Hypermart di Surabaya.
• Membangun brand, memperluas pasar dan edukasi produk kepada konsumen antara lain : “lomba menyeduh teh”.
• Festival Kopi di City of Tomorrow.
• Promosi melalui media elektronik (radio) dan media cetak.
• Perbaikan mekanisme pasokan bahan baku kopi dan teh agar terjamin kuantitas dan kualitas produk hilir untuk kelancaran usaha.
• Meningkatkan peran Kantor Wilayah I, II dan III untuk memasarkan produk-produk industri hilir. • Koperasi Karyawan BUMN (masuk pasar yang
tidak lazim).
Downstream Industrial Unit Strategy
The market opportunit for the downstream industrial product is quite wide, even though the number of competitions increases and they are supported with big fund and advanced promotion tools. The initiatives done to maintain and widen the market are the following :
• Maintain and improve the cooperation with current
cofee and tea distributors.
• Add additional new cofee and tea distributors. • Meet the buy demands for tea and cofee as the
illing material for other brands.
• Improve the cooperation with Employee
Cooperation at the plantations.
• Better level of service to buyers for the downstream
products.
Future plans to be conducted are the following :
• Create new packaging and purchase iller machine
and instant cofee machine.
• Open outlets/booths at Carefours and Hypermarts
in Surabaya.
• Build the brand and widen the market and educate
the product to consumers for example “tea pouring competition”.
• Cofee Festival at City of Tomorrow.
• Promotion through electronic media (radio) and
printed media.
• Improve the supply mechanism for cofee and tea
raw material to guarantee the quantity and quality of downstream products for business acceleration.
• Improve the role of Regional Oice I, II and III to
market the downstream industrial products.
• Employee Cooperation of State Owned Enterprise
(including unusual market).
79
Strategi Bidang Perencanaan dan Pengembangan a. Pengembangan usaha yang dikelola PTPN XII
(Persero) untuk pertumbuhan di lahan HGU, antara lain Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di kebun Jatirono dan pembangunan kawasan Agro Industry Complex serta membuat Brand Umbrella.
b. Pengembangan usaha bersama mitra strategis untuk meningkatkan keuntungan jangka panjang :
• Rencana pembangunan Ecobisnis yang akan dikembangkan di Kabupaten Wonogiri. Konsorium 8 BUMN akan bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk membangun usaha tani karet, sereh wangi yang berpola “ecobisnis”.
• Rencana pembangunan HTI Karet di Jambi bekerja sama dengan PTPN VI.
• Rencana pembangunan HTI Karet di Pulau Laut Kalimantan dengan PTPN VIII, IX dan Inhutani II.
Planning and Development Strategy
a. Business Development managed by PTPN XII (Persero) for the purpose of site growth of HGU, for example Packaged Drinking Water at Jatirono Estate, Development of Agro Industry Complex and making the Umbrella Brand.
b. Business Development with strategic partner to improve the long term beneits as the following :
• Ecobusiness plan would be developd at
Kabupaten Wonogiri. Consortium 8 of State Owned Enterprise cooperating with local community to build agricultural business of rubber and lemongrass.
• Rubber HTI development plan at Jambi
cooperating with PTPN VI.
• Rubber HTI development plan at Pulau Laut
Kalimantan cooperating with PTPN VIII, IX and Inhutani II.
Strategi Bidang Keuangan a. Strategi Biaya Rendah
Eisiensi dilakukan di semua aspek kegiatan usaha ditempuh upaya pengurangan biaya
overhead sehingga biaya yang dikeluarkan betul- betul untuk mendukung proses produksi dan meningkatkan produktivitas. Proses pengadaan ditempuh dengan sistem pembelian yang eisien dan efektif.
b. Prioritas Pendanaan Investasi
Mempertimbangkan keterbatasan likuiditas maka pemanfaatan dana untuk investasi akan dilakukan sangat selektif. Investasi baru di bidang tanaman diprioritaskan pada tanaman yang berpotensi meraih produktivitas tinggi. c. Prioritas Sumber Pendanaan Investasi
Sumber pendanaan untuk investasi mengutamakan dana sendiri dan sangat selektif jika harus menggunakan dana perbankan. Pendapatan dari hasil penjualan tanaman aneka kayu merupakan sumber dana bagi investasi tanaman pokok yang ditunda.
Financial Strategy
a. Low Cost Strategy
Eiciency is done at all aspects of business by reducing the overhead cost up to the costs for supporting the production process and improving the productivity. The purchasing process is done by efective and eicient purchasing system.
b. Investment Fund Priority
Considering the limit of liquidity, so the fund for investment is done very selectively. Any new investment for plants is prioritized to the plant potential to reach high productivity.
c. Investment Fund Resources Priority
Funding resources for investment is mainly from the self funding, in case bank funding should be used, it should be used selectively. The income from the various timber selling is the funding resource for postponed primary plants investment.