• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembangunan Infrastruktur

Dalam dokumen Lampiran Pidato Kenegaraan Presiden RI (Halaman 115-119)

PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN 35

32. Pembangunan Infrastruktur

Ketersediaan fasilitas dan layanan infrastruktur yang memadai dari segi kuantitas, kualitas, kapasitas, dan jangkauan mempunyai peran yang penting dalam menciptakan kesejahteraan rakyat. Infrastruktur juga mempunyai peran yang penting dalam memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa serta diyakini sebagai pemicu pembangunan suatu kawasan. Dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur, Pemerintah terus berupaya mengembangkan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan investasi dan transaksi yang dilakukan melalui skema Kerja sama Pemerintah dan Swasta (KPS).

Beberapa upaya penting yang terus dilakukan dalam pengembangan KPS adalah (1) revisi dan penyempurnaan Perpres 67/2005 tentang Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur; (2) menerbitkan PPP (Public Private Partnership) Book, yang memuat daftar proyek KPS infrastuktur untuk ditawarkan kepada swasta; 3) menyelesaikan Peraturan Pemerintah sebagai turunan dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Terkait dengan transaksi proyek KPS, dukungan Pemerintah untuk pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol melalui penyediaan pengadaan tanah atau pembangunan sebagian oleh Pemerintah juga akan dilaksanakan antara lain untuk ruas jalan tol Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Cileunyi-Sumedang- Dawuan, Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Pasirkoja-Soreang dan Sukabumi-Ciranjang.

Di bidang sumber daya air, kebijakan pembangunan diarahkan pada upaya konservasi, penyediaan air irigasi dan air baku serta pengendalian banjir. Pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi

diarahkan untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian. Hasil yang telah dicapai sepanjang tahun 2005 hingga tahun 2007 adalah: peningkatan jaringan irigasi seluas 316 ribu ha dan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 1,954 juta ha; peningkatan/rehabilitasi jaringan irigasi rawa seluas 363 ribu ha; penyediaan dan pengelolaan air baku, dengan melaksanakan pembangunan 5 buah waduk; operasi dan pemeliharaan waduk rata- rata 24 waduk pertahun; pembangunan tampungan air skala kecil seperti embung atau situ sebanyak 548 buah baik yang diperuntukkan sebagai konservasi air maupun sebagai tampungan air baku; pembangunan prasarana pengambilan dan saluran pembawa dengan kapasitas 4,57 m3 perdetik; pembangunan prasarana pengendali banjir sepanjang 847 km dan pembangunan prasarana pengaman pantai sepanjang 104 km; operasi pemeliharaan sungai yang rata-rata pertahunnya sepanjang 162 km.

Pembangunan transportasi terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyakarat dalam melakukan kegiatan ekonomi dan pemerintahan. Beberapa hal penting yang masih terus diupayakan adalah peningkatan keselamatan dan keamanan transportasi; peningkatan aksesibilitas pelayanan transportasi di wilayah terpencil, pedalaman dan perbatasan; peningkatan kualitas dan kapasitas sarana/prasarana transportasi; serta menyelesaikan beberapa peraturan perundangan bidang transportasi.

Hasil yang telah dicapai dalam kurun waktu tahun 2005— 2007, antara lain pemeliharaan rutin jalan nasional yang rata-rata tiap tahun mencapai 33 ribu kilometer; peningkatan jalan nasional pada lintas utama dan lintas strategis yang meliputi Pantura Jawa, Lintas Timur Sumatera, Lintas Selatan Kalimantan, dan Lintas Barat Sulawesi, seluruhnya sepanjang 1.635 km dan penggantian jembatan sepanjang 19.033 m; penambahan panjang jalan tol yang beroperasi menjadi 676,27 km; peningkatan keselamatan transportasi jalan, penyeberangan, laut dan udara melalui pengadaan fasilitas dan peralatan keselamatan; peningkatan aksesibilitas pelayanan transportasi di wilayah terpencil, pedalaman dan perbatasan melalui transportasi perintis dan public service obligation (PSO); peningkatan jalan KA rel tipe R.33/42/54 sepanjang 38,16 km di Sumatera bagian utara dan rehabilitasi, peningkatan, dan

pembangunan jalan KA sepanjang 181,89 km; peningkatan kualitas dan kapasitas sarana dan prasarana transportasi seperti terminal, dermaga penyeberangan, pelabuhan laut dan bandara; pembangunan 11 pelabuhan peti kemas (full container terminal), yaitu Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan, Tanjung Emas, Panjang, Makasar, Banjarmasin, Pontianak, Bitung, Samarinda dan Palembang dan Pembangunan 4 pelabuhan semi container (multi purpose) dan 7 pelabuhan konvensional; (9) dimulainya konstruksi pembangunan bandara Medan Baru, dan lanjutan pembangunan Bandara Hasanuddin – Makassar; dan (10) telah disahkannya UU No.23/2007 tentang Perkeretaapian dan UU No.17/2008 tentang Pelayaran.

Upaya yang telah dan sedang dilakukan dalam penyediaan pelayanan transportasi mencakup peningkatan/pembangunan prasarana jalan dan jalan kereta api, bandar udara, pelabuhan laut dan pelabuhan penyeberangan; pengadaan sarana dan pemberian subsidi transportasi keperintisan untuk wilayah terpencil dan pedalaman; penyelesaian pembangunan Jembatan Surabaya – Madura (Suramadu); pembangunan fasilitas pelabuhan baik untuk pembangunan baru dan lanjutan; pembangunan Bandara Kuala Namu di Sumatera Utara dan Bandara Hasanudin di Sulawesi Selatan; peningkatan pelayanan angkutan kereta api di Jabodetabek dilakukan dengan menambah jumlah armada KRL dan peningkatan prasarana untuk meningkatkan kapasitas dan keselamatan; pembangunan jalan tol dengan menggunakan pola kerjasama pemerintah dan badan usaha.

Di bidang energi, pembangunan, antara lain, difokuskan pada peningkatan kemampuan pasokan energi dan peningkatan efisiensi pemanfaatan energi. Peningkatan kemampuan pasokan energi dilakukan melalui upaya percepatan diversifikasi energi dengan pemanfaatan energi alternatif non-BBM, termasuk energi baru dan terbarukan (seperti mikrohidro, panas bumi, dan bahan bakar nabati), pelaksanaan konversi minyak tanah ke LPG, dan pembangunan infrastruktur energi seperti fasilitas transmisi dan distribusi gas. Pembangunan pipa transmisi gas bumi Sumatera Selatan – Jawa Barat (Grissik – Pagardewa – Labuhan Maringgai – Muara Bekasi – Rawamaju) tahap I dan tahap II dengan total investasi US$ 1.508 juta

akan segera selesai. Upaya peningkatan efisiensi pemanfaatan energi dilakukan melalui berbagai program konservasi energi.

Di bidang ketenagalistrikan, pembangunan ditujukan untuk mengatasi krisis listrik, mengurangi konsumsi BBM, serta meningkatkan kapasitas dan aksesibilitas layanan ketenagalistrikan dengan rasio elektrifikasi yang saat ini baru mencapai 64,3 %. Upaya yang telah dilakukan adalah: melanjutkan percepatan pembangunan program PLTU 10.000 MW, repowering pembangkit listrik yang telah ada, pembangunan pembangkit listrik yang baru terutama yang memanfaatkan energi terbarukan, pembangunan jaringan tegangan rendah (JTR), jaringan tegangan menengah (JTM), serta peningkatan efisiensi usaha penyediaan tenaga listrik (PLN, IPP, dan koperasi). Pembangunan listrik perdesaan terus dilakukan untuk membantu masyarakat perdesaan yang tidak terjangkau layanan ketenagalistrikan. Saat ini, rasio desa berlistrik telah mencapai sebesar 91,9 %. Selain itu, masih dilaksanakan pemberian subsidi listrik oleh Pemerintah untuk menutupi selisih negatif antara harga jual tenaga listrik dan biaya pokok penyediaan tenaga listrik. Sementara itu, untuk mendorong peran serta masyarakat, diupayakan penyempurnaan peraturan pelaksanaan undang-undang ketenagalistrikan.

Di bidang pos dan telematika, pembangunan difokuskan pada peningkatan jangkauan layanan di wilayah non-komersial diantaranya melalui pelaksanaan Public Service Obligation di 2.341 kantor pos cabang luar kota; penyelesaian peraturan perundang- undangan dan kelembagaan pendukung pelaksanaan kewajiban

Universal Service Obligation; penyelesaian pembangunan pemancar RRI di 138 kabupaten/kota blank spot; dan dimulainya pembangunan pemancar TVRI di 14 lokasi terpencil, perbatasan, dan blank spot. Percepatan penyediaan infrastruktur telekomunikasi dilakukan melalui KPS dalam bentuk pengakhiran duopoli dalam penyelenggaraan telekomunikasi SLI, SLJJ, dan jaringan tetap lokal; pembukaan peluang usaha dalam penyelenggaraan jaringan nirkabel berpita lebar (Broadband Wireless Access); dan fasilitasi pembangunan jaringan telekomunikasi serat optik Palapa Ring di Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Peningkatan e-literasi dilakukan dengan pembangunan pusat pendidikan dan pelatihan

bidang TIK; melaksanakan tahap awal proyek model e-government; dan membangun pusat informasi berbasis TIK melalui pembangunan

community access point (CAP). Pemerintah bersama DPR juga sudah menetapkan UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang menjadi landasan hukum bagi pelaksanaan transaksi berbasis elektronik.

Pembangunan perumahan dan permukiman terus diupayakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan berupaya untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi dengan menetapkan langkah-langkah kebijakan: meningkatkan penyediaan hunian (sewa dan milik) yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah, meningkatkan cakupan pelayanan sarana dan prasarana air minum dan penyehatan lingkungan, meningkatkan pelayanan sanitasi skala regional, meningkatkan pelayanan air minum dan sanitasi pada kawasan ekonomi dan pariwisata. Hasil-hasil yang telah dicapai dalam pembangunan perumahan dan permukiman, diantaranya terbangunnya rumah susun sederhana sewa (rusunawa) sebanyak 19.475 unit; terbangunnya rumah baru layak huni melalui pembangunan (subsidi dan non-subsidi) sebanyak 562.857 unit; bantuan pembangunan dan perbaikan rumah khusus dan rehabilitasi pasca bencana sebanyak 396.891 unit; pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) untuk melayani 7,7 juta penduduk di perkotaan dan 3,3 juta penduduk di perdesaan; pembangunan sarana dan prasarana air limbah di 251 kabupaten/kota; pengelolaan persampahan di 222 kabupaten/kota yang melayani 12,9 juta jiwa penduduk; pengembangan sistem drainase seluas 2,258 Ha.

33. Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Wilayah Provinsi NAD,

Dalam dokumen Lampiran Pidato Kenegaraan Presiden RI (Halaman 115-119)