KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
2. Rekomendasi Kebijakan
Struktur terkait agensi (bukan aktor) hendaknya memformulasi ulang bentuk hubungan struktur-agensi dalam kontestasi mereka di ruang tambang. Keterlibatan struktur dengan prinsip-prinsip struktur signifikasi, dominasi maupun legitimasi sebagai bentuk aplikasi struktur di lapangan ternyata tidak relevan. Berdasarkan hasil penelitian ini maka rekomendasi yang dapat diturunkan adalah sebagai berikut:
Pertama, bahwa, struktur hendaknya menempatkan agensi (AP/AT) dan warga sekitar tambang merumuskan ulang bentuk pengelolaan sumberdaya timah yang baik dan benar sesuai lingkungan. Bentuk rumusan itu ditentukan setelah dalam kajian lapangan menemukan bahwa timah meskipun tidak terlalu signifikan memberikan tambahan penghasilan ekonomi rumah tetapi mampu sebagai penyangga sementara sebelum ditemukan pendapatan lain yang lebih mapan. Berdasarkan hasil tersebut maka langkah struktur hendaknya memperluas ruang-ruang pengetahuan dan gagasan. Perluasan ruang pengetahuan dan gagasan merujuk pada perluasan pengetahuan masyarakat dalam hubungannya dengan penambangan dan lingkungan serta konsekuensi-kunsekuensi sebagai penambang khususnya bagaimana menyelamatkan lingkungan yang sustanaible bagi kepentingan masyarakat dan ekologi Bangka secara keseluruhan.
Kedua, bahwa, struktur hendaknya membangun dan memberdayakan serta
mengefektifkan nilai-nilai kelembagaan lokal yang selama ini mati suri terutama sejak rezim Orba berkuasa. Dalam praktik, tidak semua masyarakat bersedia dan berkeinginan untruk bergerak di bidang timah, lebih-lebih dengan adanya budaya lokal (local wisdom) hidup dan dicoba digali ulang melalui peran tokoh masyarakat dan tokoh adat yang pernah hidup sebelum rezim Orba berkuasa. Dukun kampung dan pesta kampung misalnya perlu dihidupkan kembali, karena di balik itu merupakan sarana efektif untuk memasukkan nilai-nilai lokal yang biasanya bersahabat dengan lingkungan.
Ketiga, bahwa, struktur-agensi hendaknya kerja-bersama membangun etika
143 atau etika moral yang bersahabat dengan lingkungan perlu ditumbuhkan sejak awal dan sangat mungkin diawali dari pendidikan dasar bahkan dapat dimasukkan sebagai muatan lokal (mulok) oleh pemeintah lokal. Forum komunikasi bersama merujuk pada kasus kritis (critical case) pada area tertentu untuk diambil ditindak secara cepat, tepat dan segera melalui lembaga yang khusus dibentuk untuk itu agar tidak berlanjut.
Keempat, struktur hendaknya memberikan ruang usaha lain yang lebih lebar
dan adil sehingga warga tidak semata-mata bertumpu pada timah sebagai kepentingan utamanya. Pemberdayaan usaha ekonomi rumah tangga dan ekonomi lokal menjadi penting serta penyediaan pasar yang memadai; dan memposisikan pemerintah lokal bersedia sebagai Bapak-angkat bagi warga lokal.
144
DAFTAR PUSTAKA
Bangka Barat. 2009. “Program Investasi Unggulan Negeri Sejiran Setason”.
Pertemuan Konsulidasi Investasi Guna Akselerasi Pembangunan di
Bangka Barat. Jakarta, 1 Agustus 2009. Kabupaten Bangka Barat Bangka Barat. 2005. Bangka Barat dalam Angka, 2005. Kerjasama BPS dan
kabupaten Babar
Budiman A. 1996. Teori Negara, PT Gramedia, Jakarta
Budimanta A. 2007. Kekuasaan dan Penguasaan; Sumberdaya Alam; Studi
Kasus Penambangan Timah di Bangka”. ICSD. Jakarta
Cahyono E, Yanuardi D, Sauki M. 2010. “Konflik Lahan Pasir Besi dan Dinamika
Sosial-Ekonomi Petani Pesisir Kulonprogo”. Dalam. Memahami dan Menemukan Jalan Keluar dari Problem Agraria dan Krisis Sosial
Ekologi. [Ed.] Savitri LA, Shohibuddin M, Saluang S. STPN.
Yogyakarta
Calhoun C, Gerteis J, Moody J, Pfaff S, Virk I. 2003. “Agency, Structure”. [dalam].
Contemporary Sociological Theory. Blacwell
Caporasi JA, Levine DP. 2008. Teori-teori Ekonomi-Politik. Pustaka Pelajar. Yogyakarta
Cuneo C. 1996. Hegemony in Gramsci’s Original Prison Notebook; Carl Cuneo’s
Notes on the Concept of Hegemony in Gramsci. Departement of
Sociology Mcmaster Univ. Hamilton. Ontario. Canada [16 Mei 2011]
Dahrendorf R.1985. konflik dan Konflik dalam Masyarakat Idustri. CV Rajawali. Jakarta
Dezin NK, Lincoln YS. 2009. Handbook of Qualitative Research. Pustaka Pelajar. Yogyakarta
Dharmawan AH. 2007. “Dinamika Sosio-Ekologi Pedesaan: Perspektif dan Pertautan Keilmuan Ekologi Manusia, Sosiologi Lingkungan dan
Ekologi Politik”. Sodality. Vol.1. No.1
Emir; Mische. 1998. What is Agency?. New School for Social Research. AJS. Vol. 103. No. 4. Januari
145
Erman E. 2009b. “Deregulasi Tata Niaga Timah dan Pembuatan Negara Bayangan Lokal: Studi Kasus Bangka”.[dalam] Nordholt HS, Klinken G van. Politik Lokal di Indonesia. KITLV Pr. Jakarta.
Erman E. 1995. Kesenjangan Buruh Majikan. Sinar Harapan. Jakarta
Fakih M. 2001. Sesat Pikir Teori Pembangunan dan Globalisasi. Insist. Yogyakarta
Faulks K. 2010. Sosiologi Politik. Nusa Media. Bandung
Femia VJ. 1987. Gramsci’s Political Thought. Clarendon Pre. Oxford Foucault M. 2011. Pengetahuan dan Metode. Jalasutra. Yogyakarta
Fukuyama F. 2005. Memperkuat Negara. Gramedia. Jakarta
Geertz C. 2003. Pengetahuan Lokal. Merapi. Yogyakarta
Giddens A. 2010a. Teori Strukturasi; Dasar-dasar Pembentukan Struktur Sosial Masyarakat. Pustaka Pelajar. Yogyakarta
Giddens A. 2010b. Metode Sosiologi; Kaidah-Kaidah Baru. Pustaka Pelajar. Yogyakarta
Giddens A. 2009. Problematika Utama dalam Teori Sosial. Pustaka Pelajar. Yogyakarta
Gidden A. 2003. Beyond Left and Right. Ircisod. Yogyakarta
Glaser BG, Strauss AL. 1985. Penemuan Teori Grounded: Beberapa Strategi Penelitian Kualitatif. Usaha Nasional. Surabaya
Gramsci A. 1976. Selections From The Prison Notebooks. [Ed]. Hoare Q, Smith GN. London. International Pub.
Guba EG, Lincoln YS. 2009. “Berbagai Paradigma yang Bersaing dalam
Penelitian Kualitatif” [Dalam]. Denzin NK & Lincoln YS. Handbook of Qualitative Research. Pustaka Pelajar. Yogyakarta
Guba EG, Lincoln YS. 2000. “Competing Paradigm in Qualitative Research”.
[dalam] Denzin NK & Lincoln YS. Handbook of Qualitative Research. Thousan Oaks: Sage
146 Heidhues SMF. 2008. Timah Bangka dan Lada Mentok; Peran Masyarakat Tionghoa dalam Pembangunan Pulau Bangka Abad XVIII s.d Abad XX. Yayasan Nabil. Jakarta.
Hutagalung D. 2008. “Hegemoni dan Demokrasi Radikal-Plural: Membaca Laclau
dan Mouffe” [dalam], Laclau E dan Mouffe C. Hegemoni dan Strategi Sosialis. Resist Book. Yogyakarta.
Johnson DP. 1994. Teori Sosiologi; Klasik dan Modern. Jilid 1. PT Gramedia. Jakarta
Kartodirdjo S. 1992. Ratu Adil. Sinar Harapan. Jakarta
Kartodirdjo S. 1988. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900; Dari Emporium sampai Imperium. Jilid 1. PT Gramedia. Jakarta.
Kementerian Negara Lingkungan Hidup [kemeneg LH] 1 Desember 2011. „Peran Ekonomi dan Pengelolaan Lingkungan Pertambangan‟; Dalam,
“Seminar Nasional Reklamasi dan Revegetasi Lahan Pertambangan”.
Bogor.
Kincheloe JL, McLaren PL. 2009. “Mengkaji Ulang Teori Kritis dan Penelitian
Kualitatif”, [dalam], Dezin NK, Lincoln YS. 2009. Handbook of Qualitative Research. Pustaka Pelajar. Yogyakarta
Leyden Wv. 1983. “Tentang Pembenaran Ketidaksamaan”. Dalam. Blowers A
dan Thompson G. Ketidak merataan, Konflik dan Perubahan. UI Pr. Jakarta
Magnis-Suseno. F. 1993. Filsafat sebagai Ilmu Kritis. Kanisius. Yogyakarta
Maimunah S. 2007. “Empat Dekade Industri Pertambangan Indonesia: Rakyat dan Lingkungan Mensubsidi Industri Pertambangan”. [dalam] Karsa. Jurnal Pembangunan Pedesaan dan Agraria. Ed ke 1. Tahun ke-1.
Marsden W. 2008. Sejarah Sumatra. Komunitas Bambu. Jakarta
Miles MB, Huberman AM. 1992. Analisis Data Kualitatif. UI Pr. Jakarta
Mische E. 1998. What is Agency? New School for Social Research. AJS. Vol. 103. No. 4. Januari
McCarthy T. 2006. Teori Kritis. Kreasi Wacana. Yogyakarta
Munandar A. 2011. Antara Jemaah dan Partai Politik: Dinamika Habitus Kader Partai Keadilan Sejahtera [PKS] dalam Arena Politik Indonesia Pasca Pemilu 2004. Disertasi. UI. Jakarta
147
Nirzalin. 2011. Krisis Agensi Politik Teungku Dayah di Aceh. Disertasi. UGM. Yogyakarta
Nisbet J & Watt J 1994. Studi Kasus; Sebuah Panduan Praktis. Satya Wacana University Pr, PT Gramedia. Jakarta
Nordholt HS, Klinken G van. 2009. Politik Lokal di Indonesia. KITLV Pr. Jakarta.
Polanyi K, Arensberg CM, Pearson HW. 1988. “Ekonomi sebagai Proses Sosial”.
[dalam]. Evers H-D [Ed.]. Teori Masyarakat: Proses Peradaban dalam Sistem Dunia Modern. YOI. Jakarta
Poloma MM. 1984. Sosiologi Kontemporer. CV Rajawali. Jakarta
PT Timah; IPB. 1990. Studi Evaluasi Lingkungan (SEL) Uni Penambangan dan Unit Peleburan Timah Pulau Bangka. kerjasama PT Tambang Timah (Persero) dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Lembaga penelitian IPB
PT Timah (Persero) Tbk, 2009. Analisis Dampak Lingkungan (Andal). Buku II. Pertambangan Timah di Provinsi Bangka Belitung dan PT Timah (Persero)
Rochmawati. TT. “Bagian Empat: Pergeseran Pola Pengelolaan Tambang Timah
dan Perkebunan Lada dari State ke Masyarakat Kasus Daerah Bangka-Belitung”. TP
Ritzer G, Goodman DJ. 2011. Teori Sosiologi Modern. Prenada. Jakarta
Sanderson SK. 2010. Makro Sosiologi. PT Rajagrafindo Persada. Jakarta
Santoso FH. 2002. “Kenapa Indonesia Kopals?” [Dalam] Indonesia dalam Krisis. Ed. Selomo Simanungkalit. Penerbit Buku Kompas. Jakarta
Shiva V. 1997. Bebas dari Pembangunan. YOI. Jakarta
Suhartono. 2000. Parlemen Desa Dinamika DPR Kalurahan dan DPRK Gotong Royong. Lapera. Yogyakarta.
Sumardjono MSW. 2008. Tanah; Dalam Perspektif Hak Ekonomi, Sosial dan
Budaya. Penerbit Buku Kompas. Jakarta
Sujitno S. 2007. Sejarah Penambangan Timah di Indonesia. Cempaka Pub. Jakarta
148 Sztompka P. 2010. Sosiologi Perubahan Sosial. Prenada. Jakarta.
Takwin B. 2009. Akar-akar Ideologi. Jalasutra. Yogyakarta
Uphoff N. 1986. Local Institutional Development; An Analytical Sourcebook With Cases. Kumarian Pre
Wardaya TB. 2003. Marx Muda; Marxisme Berwajah Manusiawi. Buku Baik. Yogyakarta
Willer, D. 1999. Network Exchange Theory. Praeger. London
Witter, B. 2005. Between conservation, eco-populism and developmentalism:
Discourse in Biodeversity Polity in Thailand and Indonesia, CAPRI
Working Paper No. 37, Washington DC; International Food Policy Research Institute
Zuhro RS, Dwipayana A, Legowo TA, Harun R, Pahlemy W, Rochayati N, Jayadi A. 2009. Peran Aktor dalam Demokratisasi. Ombak. Yogyakarta
Zulkarnain I, Erman E, Pudjiastuti TN, Mulyaningsih Y. 2005. Konflik Kawasan Pertambangan Timah Bangka Belitung: Persoalan dan Alternatif Solusi. LIPI. Jakarta. 2005
Internet http: bukjam.wordpress.com/2010/06/03/asal-usul-nama-pulau-bangka/ [22 Pe-bruari 2012] http:bukjam.wordpress.com/2011/03/11/ [1 Maret 2012] http://www.timah.com/pt-tambang-timah/scope.htm [1 Mei 2012 http://id.wikipedia.org/wiki/Mafia_Berkeley [3 Juni 2012] http://www.bangkabaratkab.go.id/bappeda/ [7 Juni 2012]
LAMPIRAN 1
Lahan Eks Penambangan di Bangka Belitung yang Sudah di Reklamasi Tahun 1992-2007
No Wilayah Tahun Total Pra-92 (Ha) 1992 (Ha) 1993 (Ha) 1994 (Ha) 1995 (Ha) 1996 (Ha) 1997 (Ha) 1998 (Ha) 1999 (Ha) 2000 (Ha) 2005 (Ha) 2006 (Ha) 2007 (Ha) 1 Pangkalpinang - 5 20 7,5 7 - - - - - - - - 39 2 Bangka 63 66,5 80 120 153 320 267 240 200 80 - 40 320 1.952 3 Bangka Barat - 28,5 52 - 80 120 80 120 160 80 - 40 400 1.160,5 4 Bangka Tengah - - 28 72,5 10 - 61 18 43 27 - 20 400 679,5 5 Bangka Selatan - - 30 - 70 120 110 62 77 53 - 20 400 942 6 Belitung - 49 25 - - 32,5 40 40 40 63,5 43 - - 333 7 Belitung Timur - 100 75 120 160 207,5 240 160 80 76,5 50 - - 1.269 Jumlah 63 249 310 320 480 800 800 640 600 380 93 120 1500 6.375
LAMPIRAN 2
Lahan Eks Penambangan di Bangka Belitung yang Belum di Reklamasi Tahun 1999-2007
No Wilayah Tahun Total
1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 1 Pangkalpinang - - - - - - - - - - 2 Bangka 175,50 117,70 90,30 32,45 20,20 12,74 18,70 - 642,76 1.092,35 3 Bangka Barat 180,40 107,15 80,88 45,22 15,29 12,25 9,04 - 91,92 542,09 4 Bangka Tengah 120,25 75,45 22,10 10,14 6,12 3,00 10,10 - 471,54 718,70 5 Bangka Selatan 163,71 90,49 30,52 12,39 6,25 5,20 12,09 - 314,22 634,69 6 Belitung 30,40 12,66 14,00 9,00 35,72 3,50 2,07 71,50 122,08 300,85 7 Belitung Timur 62,20 37,00 30,24 11,24 12,27 5,20 4,04 90,00 244,50 496,69 Jumlah 732,46 440,45 268,04 120,44 143,78 41,71 56,04 161,51 1.868,94 3.785,37 Sumber : Analisis Dampak Lingkungan (Andal) Buku( II.40) Pertambangan Timah di Babel dan PT Timah (Persero) Tbk, 2009
LAMPIRAN 3
Rekapitulasi Perizinan Smelter dan KP di Prov. Babel 2006
No Kabupaten/kota KP Smelter 1 2 3 4 5 6 7 Kota Pangkalpinang Kab. Bangka Tengah Kab. Bangka Barat Kab. Bangka Selatan Kab. Bangka Induk Kab. Belitung Kab. Belitung Timur
- 16 29 30 - - - 13 - 6 - 12 2 2 Total (Prov Kep Babel) 75 37
Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Prov.Kep Babel, 2006
Perusahaan Kelapa Sawit di Babar berdasarkan Izin Lokasi dan Luas HGU
No Perusahaan Izin Lokasi (Ha) Luas HGU (Ha)
1 2 3 4 5 6 7
PT Bumi Permai Lestari PT Leidong West Indonesia PT Sawindo Keecan
PT Tata Hamparan Eka Persada
PT Gunung Sawit Bina Lestari (PT GSBL)
PT Sumarco Makmun Indah - Inti
- Plasma
PT Swarna Nusa Sentosa
14.000 10.000 10.000 4.000 12.000 15.000 1.754.54 1.221,63 12.992,55 1.389,25 7.331,20 1.965,11 9.098,90 - - 1.221,63 Sumber : Statistik Perkebunan dan Kehutanan Prov Babel, 2007
LAMPIRAN 4
Prosedur Izin Usaha Pertambangan Rakyat (IUPR) dan IUP
2
3 1 4
Keterangan:
1. Pemohon mengajukan IUPR/IUP kepada Bupati/Kota cq Kepala Dinas Pertambangan dan Energi ditempel materai Rp 6.000,00 dengan dilampiri: a. Rekomendasi dari Kepala Desa
b. Rekomendasi dari Camat
c. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
d. Pernyataan sanggup memenuhi kewajiban yang ditentukan.
2. Kadin Pertambangan dan Energi meminta saran teknis kepada Instansi Terkait
3. Instansi Terkait memberikan/tidak ke Kadin
4. Tembusan keputusan IUPR/IUP disampaikan ke Bupati/Kota Bupati/Kota Pemohon Instansi Terkait Dinas Pertambangan dan Energi
Lokasi Penelitian
lllokailo
nnll