182
PEMBUATAN MEDIA SEBAGAI UPAYA PENAMBAHAN
MATERI UNTUK KEGIATAN SOSIALISASI MENGENAI
183
Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi. Ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan reproduksi antara lain kebersihan, kekerasan seksual, media massa, hubungan pranikah, akses pendidikan kesehatan, gaya hidup, NAPZA, akses pelayanan kesehatan yang terjangkau, dan kurangnya kedekatan remaja dengan orang tua dan keluarganya (1).
Pengetahuan perawatan kesehatan organ reproduksi sangat penting. Masalah kesehatan yang dapat diakibatkan karena kebersihan organ reproduksi yang kurang baik yaitu timbul beberapa penyakit kelamin seperti kanker serviks, keputihan, iritasi kulit genital, alergi, peradangan atau infeksi saluran kemih. Kuman tertentu dalam jumlah tertentu dapat menimbulkan peradangan dan dapat menimbulkan rasa sakit. Pendidikan kesehatan reproduksi merupakan salah satu alternatif untuk menyampaikan informasi pentingnya menjaga organ kesehatan reproduksi. Salah satu cara pendidikan kesehatan reproduksi yang dapat dilakukan yaitu melalui sosialisasi (2).
Subbidang Kesehatan Reproduksi dalam menjalankan kegiatan sosialisasi kesehatan reproduksi di beberapa wilayah kabupaten masih kekurangan dalam hal materi. Oleh karena itu, diperlukan media pendukung lainnya untuk melengkapi materi yang sudah ada. Dengan adanya media diharapkan dapat membantu dan mempengaruhi peserta sosialisasi untuk memahami apa yang disampaikan.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu dilakukan intervensi berupa pembuatan media informasi untuk kegiatan sosialisasi yang akan dilakukan di beberapa wilayah kabupaten di Kalimantan Selatan.
METODE
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta sosialisasimengenai kesehatan reproduksi dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang menggunakan teknik purposive sampling. Adapun instrumen yang digunakan pada saat magang adalah lembarchecklist efektivitas media.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pernyataan Ya Tidak
Isi teks singkat padat dan jelas terbaca
92.5% 7.5%
Kata-kata mudah diingat dan membuat tertarik untuk mengikuti pesan
yang ada di-banner Tulisan dapat dibaca dari
100%
92.5%
0%
7.5%
jarak cukup jauh
Seimbang tulisan dengan 100% 0%
gambar
Warna menarik 97.5% 2.5%
Pesan yang disampaikan 100% 0%
jadi pusat perhatian
Menggunakan warna huruf 92.5% 7.5%
yang kontras dengan latar
belakang 5%
Tulisan huruf sesuai dengan ukuran yang
ditentukan
95%
0%
184
Gambar membantu dalam penyampaian pesan Tidak
menggunakan gambar pornografi
100%
100%
0%
0%
Pesan sangat mudah dipahami ` 100%
Sumber: Data primer, 2019
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa pernyataan isi teks singkat padat dan jelas terbaca mendapat jawaban ya sebanyak 37 peserta (92.5%), pernyataan kata-kata mudah diingat dan membuat tertarik untuk mengikuti pesan yang ada di-banner mendapat jawaban ya sebanyak 40 peserta (100%), pernyataan tulisan dapat dibaca dari jarak cukup jauh mendapat jawaban ya sebanyak 37 peserta (92.5%), pernyataan seimbang tulisan dengan gambar mendapat jawaban ya sebanyak 40 peserta (100%), pernyataan warna menarik mendapat jawaban ya sebanyak 39 orang (97.5%), pernyataan pesan yang disampaikan jadi pusat perhatian mendapat jawaban ya sebanyak 40 peserta (100%), pernyataan menggunakan warna huruf yang kontras dengan latar belakang mendapat jawaban ya sebanyak 37 peserta (92.5%), tulisan huruf sesuai dengan ukuran yang ditentukan mendapat jawaban ya sebanyak 38 peserta (95%), pernyataan gambar membantu dalam penyampaian pesan mendapat jawaban ya sebanyak 40 peserta (100%), pernyataan tidak menggunakan gambar pornografi mendapat jawaban ya sebanyak 40 peserta (100%), dan pernyataan pesan sangat mudah dipahami mendapat jawaban ya sebanyak 40 peserta (100%).
Checklist evaluasi efektifitas media yang digunakan berisikan pernyataan- pernyataan yang berkaitan dengan media yang digunakan yaitu banner. Dari setiap pernyataan berisikan hal-hal yang setidaknya harus dipenuhi dalam pembuatan sebuah media. Dari hasil evaluasi media yang digunakan, pernyataan-pernyataan yang diajukan rata-rata mendapatkan jawaban ya yang mana berarti setiap komponennya telah terpenuhi. Meski pun ada beberapa pernyataan yang tidak mendapatkan jawaban ya mencapai 100% dikarenakan beberapa alasan, tetapi secara menyeluruh setiap komponennya telah terpenuhi.
Media merupakan suatu sarana atau perangkat yang berfungsi sebagai perantara atau saluran dalam suatu proses komunikasi antara komunikator dengan komunikan. Menurut Kempt, pesan yang masih berada dalam pikiran komunikator tidak akan dapat diterima dengan baik oleh komunikan apabila tidak dibantu dengan media atau perantara (3).
Beberapa manfaat media yaitu dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkret dan realistis, membangkitkan keinginan dan minat baru, pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta dengan lingkungannya, dan dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta (4).
Evaluasi adalah bagian integral (terpadu) dari proses manajemen, termasuk manajemen promosi kesehatan. Mengapa orang melakukan evaluasi, tidak lain karena orang ingin mengetahui apa yang telah dilakukan telah berjalan sesuai dengan rencana, apakah semua masukan yang diperkirakan sesuai dengan kebutuhan dan apakah kegiatan yang dilakukan memberi hasil dan dampak yang seperti yang diharapkan (5).
Evaluasi merupakan suatu kegiatan untuk menilai kualitas, rasionalitas, efektifitas, efisiensi pada promosi kesehatan. Berdasarkan teori sistem yang dikembangkan oleh Muninjaya bahwa sistem merupakan suatu rangkaian komponen satu dengan komponen lain yang saling berhubungan dan mempunyai tujuan yang jelas (6).
PENUTUP
185
Berdasarkan hasil diskusi yang dilakukan di Subbidang Kesehatan Reproduksi BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan diketahui kendala yang dihadapi dalam kegiatan sosialisasi yang akan dilakukan di dalam beberapa kabupaten di Kalimantan Selatan yaitu kurangnya dalam hal materi informasi yang disampaikan. Berdasarkan hasil diskusi tersebut yang dilakukan bersama Kepala Subbidang Kesehatan Reproduksi, didapatkan intervensi yaitu pembuatan media sebagai salah satu cara penyampaian informasi kepada peserta sosialisasi. Rencana kegiatan (plan of action) yang dilakukan dimulai dari tahap persiapan dengan melakukan diskusi bersama Kepala Subbidang KesehatanReproduksi mengenai jenis media dan informasi yang akan disampaikan di dalam media. Pelaksanaan intervensi yaitu digunakannya media yang sudah tercetak dalam kegiatan sosialisasi, hingga monitoring dan evaluasi adalah penilaian efektivitas media yang digunakan. Dalam hal ini, diketahui media yang dibuat telah efektif berdasarkan dari hasil lembar checklist efektivitas media yang digunakan.
UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih kepada BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan dan peserta sosialisasi , Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, serta pihak-pihak yang telah membantu dalam penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
1. Irawan E. Gambaran pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di Desa Kertajaya. Jurnal Ilmu Keperawatan 2016. 4(1) : 26-31
2. Anggraeni ET, Anggraini DK, Ririn H. Gambaran pengetahuan perawatan 0rgan reproduksi pada remaja di panti asuhan. Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia 2018.
2(1) : 10-18
3. Gejir IN, dkk. Media komunikasi dalam penyuluhan kesehatan. Yogyakarta: Andi.
2017
4. Kholid A. Promosi Kesehatan dengan Pendekatan Teori Perilaku, Media dan Aplikasinya. Semarang : PT. Rajagrafindo Persada. 2012
5. Kurniati DPY. Bahan ajar perencanaan dan evaluasi program promosi kesehatan.
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana. 2016
6. Fidora S, dkk. Evaluasi pelaksanaan forum kesehatan desa dalam mendukung pelaksanaan pengembangan desa siaga aktif di Desa Gulon Kabupaten Magelang.
Jurnal Kesehatan Masyarakat 2018. 6(5) : 795-803