186
EFEKTIFITAS MEDIA PROMOSI KESEHATAN UNTUK
187
prevention and eradication DBD, Additionally during this time of health promotion media used is still limited. Objective: This study aimed to determine the effectiveness of the posters and leaflets for the prevention and control of diseases DBD. Methods: This study is a quasi-experimental design with "one group pre and post-test design". The study population was all communities in Barito Kuala with a sample of 30 people. The instrument uses media effectiveness test form and a questionnaire. Results: Based on media effectiveness test results, 96.7% of respondents assess the good posters and 100% of respondents rate the leaflet well. The results of pre-test and post-test to respondents who have a good knowledge increased from 90% to 100% of respondents, while respondents who have a positive attitude keep 100% of respondents. Conclusions:
The majority of respondents rate the effectiveness of the media has been good and an increase in knowledge after a health promotion with posters and leaflets.
Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever , participation, effectiveness of the media, posters, leaflets
PENDAHULUAN
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes kepada manusia, terutama nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis di seluruh dunia. Penyakit DBD muncul sepanjang tahun terutama pada musim penghujan dan merupakan penyakit endemik yang paling cepat tersebar penularannya di dunia. DBD adalah salah satu penyakit menular yang dapat menimbulkan kematian dalam waktu singkat dan menimbulkan wabah (1,2).
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), DBD meluas di seluruh daerah tropis. setelah penurunan jumlah kasus pada 2017-2018, peningkatan tajam dalam kasus diamati pada tahun 2019. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada tahun 2017, kasus DBD di Indonesia berjumlah 68.407 kasus, dengan jumlah kematian sebanyak 493 orang. Provinsi Kalimantan Selatan untuk angka kesakitan DBD menurut provinsi berada di urutan ke 7 dengan angka kesakitan DBD yaitu 43,14 per 100.000 penduduk dan menempati urutan pertama dari 3 provinsi dengan CFR tertinggi yaitu sebesar 2,18%. Pada provinsi-provinsi dengan CFR tinggi agar kasus tidak terlambat ditangani dan bahkan menyebabkan kematian masih diperlukan upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan peningkatan pengetahuan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke sarana kesehatan jika ada gejala DBD (3,4).
Berdasarkan laporan tahunan situasi kejadian penyakit DBD di Kabupaten Barito Kuala, kasus DBD pada tahun 2018 berjumlah 126 dengan CFR yaitu 1.59 dan laporan kasus DBD dari bulan Januari sampai dengan Juni tahun 2019 menunjukan bahwa kejadian kasus DBD di Kabupaten Barito Kuala berjumlah 38 kasus. Berdasarkan data dan hasil wawancara dengan kepala seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan pemegang program DBD, permasalahan yang dialami adalah meningkatnya kasus DBD yaitu dari 51 kasus pada tahun 2017 meningkat menjadi 126 kasus pada tahun 2018. Salah satu penyebab peningkatan kasus DBD adalah kurangnya partisipasi masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan DBD disamping kondisi lingkungan, padahal pencegahan dan pemberantasan DBD bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan saja namun menjadi tanggung jawab seluruh pihak (5).
188
Sebelum masyarakat mau berpartisipasi aktif dalam pencegahan dan pengendalian penyakit DBD, masyarakat harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai DBD dan dapat memahami metode untuk pencegahan. Keterlibatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh persepsi tentang penyakit. Persepsi dapat terbentuk melalui pengetahuan yang salah satunya diperoleh melalui promosi kesehatan atau penyuluhan. Promosi kesehatan tidak dapat lepas dari media karena melalui media, pesan-pesan yang disampaikan dapat menjadi lebih menarik dan dipahami, membuat sasaran dapat mempelajari pesan tersebut sehingga/sampai memutuskan untuk mengadopsi perilaku yang positif. Alasan lain media sangat diperlukan dalam pelaksanaan promosi kesehatan antara lain karena media dapat mempermudah penyampaian informasi, menghindari kesalahan persepsi, memperjelas informasi, mempermudah pengertian, mengurangi komunikasi yang verbalistik, dapat menampilkan obyek yang tidak bisa ditangkap dengan mata, memperlancar komunikasi dan lain-lain (6,7).
Media penyuluhan yang selama ini digunakan di Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala maupun Puskesmas yang merupakan perpanjangan tangan dari Dinas Kesehatan adalah powerpoint, lembar balik, dan leaflet. Namun leaflet tersebut isinya lebih berfokus pada program 3M plus dan belum memuat informasi penting lainnya seperti mengenai cara penularan, gejala, dan pertolongan pertama terhadap penyakit DBD. Selain itu, akibat pengadaannya yang terbatas, media leaflet tidak dapat menjangkau seluruh masyarakat, sedangkan media poster mengenai DBD selama ini belum ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari media poster dan leaflet untuk pencegahan dan pengendalian penyakit DBD. Media leaflet dan poster menurut penelitian Gani dkk (2014) menunjukan bahwa ada perbedaan pengetahuan dan sikap antara sebelum dan setelah diberi intervensi (8).
METODE
Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental dengan rancangan “one group pre and post- test design”. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala yaitu di wilayah Puskesmas Semangat Dalam sebagai wilayah dengan kasus tertinggi. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di Kabupaten Barito Kuala. Sampel pada penelitian ini merupakan kelompok kecil dari populasi yang akan diteliti guna mewakili karakteristik masyarakat, dengan sampel yang diambil berjumlah 30 responden. Kriteria inklusi yang digunakan adalah responden ialah masyarakat yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Semangat Dalam dan bersedia menjadi responden. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen penelitian berupa form uji efektifitas media promosi kesehatan dan kuesioner. Selain itu, dilakukan promosi kesehatan tentang DBD menggunakan media promosi kesehatan berupa leaflet dan poster tersebut bekerjasama dengan kader jumantik.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan jumlah sampel 30 responden diperoleh hasil sebagai berikut:
1) Hasil Skor Total Penilaian Efektifitas Media Poster Dan Leaflet
189
Berikut merupakan tabel distribusi dan frekuensi hasil skor total penilaian media promosi kesehatan poster dan leaflet DBD dari 30 responden.
Tabel 1.1 Distribusi dan Frekuensi Hasil Total Penilaian Media Promosi Kesehatan Poster dan Leaflet DBD
Poster Leaflet
Frekuensi (N) Persentase (%)
Frekuensi (N) Persentase (%)
Kurang 1 3.3 0 0
Baik 29 96.7 30 100
Total 30 100 30 100
Keterangan= Poster: Kurang: 16-39 Baik: 40-64; Leaflet: Kurang: 12-29 Baik: 30-48
Berdasarkan tabel 1.1 diatas skor hasil penjumlahan dari seluruh komponen pernyataan pada form evaluasi efektivitas media diketahui bahwa sebanyak 29 responden (96.7%) menilai bahwa poster DBD yang dibuat sudah baik, sedangkan 1 responden (3.3%) menilai masih kurang. Sedangkan untuk media leaflet 30 responden (100%) menilai bahwa leaflet yang dibuat sudah baik.
Hasil efektifitas poster untuk pernyataan mengenai isi/teksresponden dominan menilai baik, isi teks jelas singkat dan jelas terbaca. Ada responden yang menilai tulisan kurang dapat dibaca dari jarak 2 m, salah satu faktornya dapat disebabkan karena ketika uji efektivitas poster yang ditampilkan masih dalam ukuran kertas HVS. Berdasarkan pernyataanmengenai desain poster responden dominan menilai baik, tulisan dan ukuran huruf pada poster cukup nyaman dilihat dan dibaca oleh masyarakat, dan ada responden yang menilai bahwa pemilihan warna serta pesan yang disampaikan masih kurang tepat.
Pernyataan mengenai gambar poster responden dominan menilai baik, gambar dapat menyampaikan pesan, sesuai dengan tema dan tidak mengandung unsur ponografi.
Pada penyataan ketersampaian pesan, sebagian besar responden menilai bahwa sudah baik, pesan yang disampaikan melalui poster dapat ditangkap dan dibaca serta sudah sesuai dengan tema.
Hasil efektifitas leaflet untuk pernyataan mengenai isi/teks sebagian besar responden menilai isi/teks dari leaflet sudah baik, sesuai dengan tema, tulisan dan bahasa mudah dibaca serta dipahami, dengan isi yang menarik. Sedangkan berdasarkan desain/gambar sebagian besar responden menilai desain/gambar leaflet sudah baik, gambar sudah sesuai dengan isi, menarik, seimbang antara tulisan dengan gambar, serta pesan dapat tersampaikan.
2) Hasil Pre Test dan Post Test Setelah Promosi Kesehatan Dengan Media Poster dan Leaflet
Berikut merupakan hasil pre test dan post test setelah dilakukan penyuluhan atau promosi kesehatan dengan media leaflet dan poster, tujuannya untuk melihat gambaran