• Tidak ada hasil yang ditemukan

COVID-19, & DISABILITAS

PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT TBC

2. Etika Batuk

- Gunakan masker bila batuk.

- Tutup mulut dan hidung dan mulut dengan tisu/saputangan.

- Tutup hidung dan mulut dengan menggunakan lengan bagian dalam bila tidak ada tisu/saputangan.

90 Pokok Bahasan 3: Informasi Dasar tentang Covid-19 Apa itu Coronavirus?

Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran napas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan menyebabkan penyakit Covid-19.

Apa itu Covid-19?

Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Virus baru dan penyakit yang disebabkannya ini tidak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. Covid-19 ini sekarang menjadi sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia.

Apa saja gejala Covid-19?

Gejala-gejala Covid-19 yang paling umum adalah demam, batuk kering, dan rasa lelah. Gejala lain yang lebih jarang dan mungkin dialami beberapa pasien meliputi rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, sakit kepala, konjungtivitis, sakit tenggorokan, diare, kehilangan indra rasa atau penciuman, ruam pada kulit, ataupun perubahan warna jari tangan atau kaki. Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Namun beberapa orang yang terinfeksi hanya memiliki gejala ringan.

Sebagian besar (sekitar 80%) orang yang terinfeksi berhasil pulih tanpa perlu perawatan khusus.

Sekitar 1 dari 5 orang yang terinfeksi Covid-19 menderita sakit parah dan kesulitan bernapas. Orang-orang lanjut usia (lansia) dan Orang-orang-Orang-orang dengan kondisi medis penyerta seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung dan paru-paru, diabetes, atau kanker memiliki kemungkinan lebih besar mengalami sakit lebih serius. Namun siapa pun dapat terinfeksi Covid-19 dan mengalami sakit yang serius. Orang dari segala usia yang mengalami demam dan/atau batuk disertai dengan kesulitan bernapas/sesak napas, nyeri/tekanan dada, atau kehilangan kemampuan berbicara atau bergerak harus segera mencari pertolongan medis. Jika memungkinkan, disarankan untuk menghubungi penyedia layanan kesehatan atau fasilitas kesehatan terlebih dahulu, sehingga pasien dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan yang tepat.

Apa yang harus saya lakukan jika saya memiliki gejala Covid-19 dan kapan saya harus mencari pertolongan medis?

Jika Anda mengalami gejala ringan, seperti batuk ringan atau demam ringan, secara umum tidak perlu mencari pertolongan medis. Tetap di rumah, isolasi diri, dan pantau gejala Anda. Ikuti panduan nasional tentang isolasi mandiri.

Namun, jika Anda tinggal di daerah dengan malaria atau demam berdarah, Anda tidak boleh mengabaikan gejala demam. Segera cari pertolongan medis. Saat Anda pergi ke fasilitas kesehatan,

91 mematuhi nasihat ini.

Segera cari perawatan medis jika Anda mengalami kesulitan bernapas atau nyeri/tekanan di dada. Jika memungkinkan, hubungi penyedia layanan kesehatan Anda terlebih dahulu, sehingga Anda dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan yang tepat.

Bagaimana cara Covid-19 menyebar?

Orang dapat tertular Covid-19 dari orang lain yang terinfeksi virus ini. Covid-19 dapat menyebar terutama dari orang ke orang melalui percikan-percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terinfeksi Covid-19 batuk, bersin, atau berbicara. Percikan-percikan ini relatif berat, perjalanannya tidak jauh, dan jatuh ke tanah dengan cepat. Orang dapat terinfeksi Covid-19 jika menghirup percikan orang yang terinfeksi virus ini. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain. Percikan-percikan ini dapat menempel di benda dan permukaan lain di sekitar orang seperti meja, gagang pintu, dan pegangan tangan. Orang dapat terinfeksi dengan menyentuh benda atau permukaan tersebut, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka.

Inilah sebabnya penting untuk mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air bersih mengalir, atau membersihkannya dengan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol. WHO terus mengkaji perkembangan penelitian tentang cara penyebaran Covid-19 dan akan menyampaikan temuan-temuan terbaru.

Apakah Covid-19 dapat menular dari orang yang tidak menunjukkan gejala?

Covid-19 terutama menyebar melalui percikan saluran pernapasan yang dikeluarkan oleh seseorang yang batuk atau memiliki gejala lain seperti demam atau rasa lelah. Banyak orang yang terinfeksi Covid-19 hanya mengalami gejala ringan, terutama pada tahap-tahap awal. Oleh karena itu, Covid-19 dapat menular dari orang yang hanya bergejala ringan seperti batuk ringan, tetapi merasa sehat.

Beberapa laporan menunjukkan bahwa orang tanpa gejala dapat menularkan virus ini, tetapi belum diketahui seberapa sering penularan dengan cara tersebut terjadi. Penelitian tentang cara penyebaran Covid-19 ini terus dikaji oleh WHO dan akan dipublikasikan secara berkala.

Apa yang dapat saya lakukan untuk melindungi diri saya dan orang lain jika tidak mengetahui siapa yang terinfeksi Covid-19?

Mempraktikkan kebersihan tangan dan pernapasan setiap saat sangatlah penting dan merupakan cara terbaik untuk melindungi orang lain serta diri Anda sendiri.

Apabila memungkinkan, jaga jarak Anda dengan orang lain minimal 1 meter, terutama jika berada di dekat orang yang batuk atau bersin. Karena beberapa orang yang terinfeksi mungkin belum menunjukkan gejala atau gejalanya masih ringan, menjaga jarak fisik dengan semua orang adalah upaya terbaik jika Anda berada di daerah di mana Covid-19 menyebar.

Apa yang sebaiknya saya lakukan jika saya berkontak erat dengan seseorang yang terinfeksi Covid-19?

Jika Anda telah berkontak erat dengan seseorang yang terinfeksi Covid-19, Anda kemungkinan akan

92

Namun, perlu diingat kembali, jika tinggal di daerah di mana terdapat kasus malaria atau demam berdarah, Anda harus memperhatikan jika ada gejala demam. Segera cari pertolongan medis. Saat pergi ke fasilitas kesehatan, Anda juga harus mengenakan masker, menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan menyentuh permukaan dengan tangan Anda. Jika yang sakit adalah anak, bantu mereka menjalankan protokol kesehatan tersebut.

Jika Anda tidak tinggal di daerah di mana terdapat kasus malaria atau demam berdarah, lakukanlah hal-hal berikut.

▪ Jika Anda sakit, meskipun gejalanya sangat ringan, Anda harus melakukan isolasi mandiri.

▪ Meskipun Anda tidak menyadari telah terpajan Covid-19 dan mengalami gejala, lakukan isolasi mandiri dan pantau diri Anda.

▪ Anda lebih mungkin menginfeksi orang lain pada tahap awal penyakit meskipun gejala Anda ringan. Oleh karena itu, isolasi mandiri sangatlah penting.

▪ Jika Anda tidak memiliki gejala, tetapi telah terpajan orang yang terinfeksi, lakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Jika Anda terinfeksi Covid-19 (telah dikonfirmasi dengan tes), lakukan isolasi mandiri selama 14 hari, bahkan setelah gejala menghilang sebagai tindakan pencegahan. Hal ini perlu dilakukan meskipun belum diketahui secara pasti berapa lama pasien masih dapat menularkan setelah dinyatakan sembuh. Ikuti pedoman nasional tentang isolasi mandiri.

Apa itu isolasi mandiri?

Isolasi mandiri merupakan tindakan penting yang dilakukan oleh orang yang memiliki gejala Covid-19 untuk mencegah penularan ke orang lain di masyarakat, termasuk anggota keluarga.

Isolasi mandiri dilakukan ketika seseorang yang mengalami demam, batuk, atau gejala Covid-19 lainnya tinggal di rumah dan tidak pergi bekerja, sekolah, atau ke tempat-tempat umum. Hal ini dilakukan secara sukarela atau berdasarkan rekomendasi dari penyedia layanan kesehatan.

Sekali lagi perlu diperhatikan, apabila Anda tidak tinggal di daerah dengan kasus malaria atau demam berdarah, lakukanlah hal-hal berikut.

• Jika seseorang melakukan isolasi mandiri, artinya orang tersebut sedang sakit tetapi tidak parah (tak memerlukan pertolongan medis).

• Sediakan kamar sendiri yang besar dengan sirkulasi udara yang baik dan dilengkapi sarana mencuci tangan dan toilet.

• Jika tidak memungkinkan, pisahkan tempat tidur dengan orang lain dengan jarak minimal 1 meter.

• Tetap jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain, termasuk anggota keluarga.

• Pantau gejala yang dialami setiap hari.

• Lakukan isolasi mandiri selama 14 hari, meskipun Anda merasa sehat.

• Jika Anda mengalami kesulitan bernapas, segera hubungi penyedia layanan kesehatan—hubungi

93

melalui telepon atau media online dan dengan berolahraga di rumah.

Apa yang sebaiknya saya lakukan jika saya tidak memiliki gejala tetapi saya merasa terpajan Covid-19? Apakah perlu melakukan karantina mandiri?

Karantina mandiri berarti memisahkan diri dari orang lain karena Anda telah terpajan dengan seseorang yang terinfeksi Covid-19, meskipun Anda tidak memiliki gejala. Selama karantina mandiri, pantau gejala-gejala yang dialami. Tujuan dari karantina mandiri adalah untuk mencegah penularan.

Karena orang yang terinfeksi Covid-19 dapat menularkan secara cepat ke orang lain, segera mengarantina diri dapat mencegah orang lain tertular infeksi.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dalam karantina ini, Anda harus mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Ini mulai dari menyediakan kamar mandi dan toilet sendiri, jaga jarak dengan anggota keluarga, hingga melakukan karantina selama 14 hari. Jika ada gejala seperti sulit bernapas atau gangguan kesehatan lainnya, segera hubungi layanan kesehatan. Yang terpenting tetap semangat dan berolahraga saat menjalani karantina agar imunitas tubuh tetap terjaga.

Apa perbedaan antara isolasi mandiri, karantina mandiri, dan menjaga jarak fisik?

Karantina berarti membatasi kegiatan atau memisahkan orang yang tidak sakit tetapi mungkin terpajan Covid-19. Tujuannya adalah mencegah penyebaran penyakit pada saat orang tersebut baru mulai mengalami gejala.

Sementara itu, isolasi berarti memisahkan orang yang sakit dengan gejala Covid-19 dan mungkin menular guna mencegah penularan.

Sedangkan menjaga jarak fisik berarti terpisah secara fisik. WHO merekomendasikan untuk menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain. Jarak ini merupakan ukuran umum tentang seberapa jauh semua orang harus saling menjaga jarak, walaupun mereka baik-baik saja tanpa diketahui terpajan Covid-19 atau tidak.

Apakah anak-anak atau remaja dapat terinfeksi Covid-19?

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja memiliki risiko terinfeksi dan menularkan ke orang lain yang sama seperti kelompok usia lain.

Sampai saat ini, bukti menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja lebih kecil kemungkinannya terkena penyakit yang serius, meskipun penyakit yang serius masih dapat terjadi pada kelompok usia ini.

Anak-anak dan orang dewasa harus mengikuti panduan yang sama tentang karantina dan isolasi mandiri jika ada kemungkinan bahwa mereka telah terpajan atau mulai menunjukkan gejala. Sangat penting bagi anak-anak untuk menghindari kontak dengan orang tua dan orang lain yang berisiko memiliki penyakit serius.

Apa yang dapat saya lakukan untuk melindungi diri saya dan mencegah penyebaran penyakit ini?

Tetap ikuti informasi terbaru tentang wabah Covid-19 yang tersedia di situs web WHO dan melalui

94

negara lain telah berhasil memperlambat wabah yang terjadi di wilayahnya. Namun situasi yang ada masih sulit diprediksi. Karena itu, tetaplah ikuti berita terbaru.

Anda dapat mengurangi risiko terinfeksi atau menyebarkan Covid-19 dengan cara melakukan beberapa langkah kewaspadaan.

▪ Seringlah mencuci tangan Anda dengan air bersih mengalir dan sabun atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohol. Mengapa? Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohol dapat membunuh virus di tangan Anda.

▪ Jaga jarak setidaknya 1 meter dengan orang lain. Mengapa? Ketika seseorang batuk, bersin, atau bicara, orang tersebut mengeluarkan percikan dari hidung atau mulutnya dan percikan ini dapat membawa virus. Jika terlalu dekat, Anda dapat menghirup percikan ini dan terpapar Covid-19 jika orang tersebut terinfeksi penyakit ini.

▪ Hindari pergi ke tempat-tempat ramai. Mengapa? Ketika orang-orang berkumpul bersama dalam kerumunan, Anda memiliki kemungkinan untuk melakukan kontak erat dengan orang yang terinfeksi Covid-19 dan lebih sulit menjaga jarak fisik minimal 1 meter.

▪ Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut. Mengapa? Tangan menyentuh berbagai permukaan benda dan virus penyakit ini dapat tertempel di tangan. Tangan yang terkontaminasi dapat membawa virus ini ke mata, hidung, atau mulut yang dapat menjadi titik masuk virus ini ke tubuh Anda sehingga Anda menjadi sakit.

▪ Pastikan Anda dan orang-orang di sekitar Anda menjalankan etika batuk dan bersin dengan cara menutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu saat batuk atau bersin (segera buang tisu bekas tersebut). Mengapa? Percikan dapat menyebarkan virus. Dengan mengikuti etika batuk dan bersin, Anda akan melindungi orang-orang di sekitar dari virus-virus seperti batuk pilek, flu, dan Covid-19.

▪ Tetaplah tinggal di rumah dan lakukan isolasi mandiri meskipun hanya memiliki gejala ringan seperti batuk, sakit kepala, dan demam ringan sampai Anda sembuh. Minta seseorang untuk membawakan persediaan kebutuhan Anda. Jika Anda harus meninggalkan rumah, kenakan masker untuk menghindari penularan ke orang lain. Mengapa? Menghindari kontak dengan orang lain akan melindungi mereka dari kemungkinan penularan Covid-19 dan virus lain.

▪ Jika Anda demam, batuk, dan kesulitan bernapas, segeralah cari pertolongan medis dan tetap memberitahukan kondisi Anda terlebih dahulu. Ikuti arahan dinas kesehatan setempat Anda.

Mengapa? Kementerian Kesehatan dan dinas kesehatan daerah memiliki informasi terbaru tentang situasi di wilayah Anda. Dengan memberitahukan kondisi Anda terlebih dahulu, petugas kesehatan yang akan merawat Anda dapat segera mengarahkan Anda ke fasilitas pelayanan kesehatan yang tepat. Langkah ini juga melindungi Anda dan membantu mencegah penyebaran virus dan infeksi lain.

▪ Tetap ikuti informasi terbaru dari sumber tepercaya seperti WHO, dinas kesehatan daerah, dan Kementerian Kesehatan. Mengapa? Dinas kesehatan daerah dan Kementerian Kesehatan adalah sumber yang akurat dalam memberikan arahan kepada masyarakat di wilayahnya tentang apa saja yang harus dilakukan untuk melindungi diri.

95

mengurangi gejala ringan Covid-19, tidak ada obat yang terbukti dapat mencegah atau menyembuhkan penyakit ini. WHO tidak merekomendasikan tindakan mengobati diri sendiri dengan obat apa pun, termasuk antibiotik, untuk mencegah atau menyembuhkan Covid-19. Namun beberapa uji klinis sedang berlangsung atas obat-obatan Barat ataupun tradisional. WHO sedang mengoordinasikan upaya-upaya pengembangan vaksin dan obat untuk mencegah dan mengobati Covid-19 dan akan terus memberikan informasi terbaru seiring tersedianya temuan klinis.

Berikut cara efektif untuk melindungi Anda dan orang lain dari Covid-19.

• Cuci tangan dengan teratur dan menyeluruh.

• Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut.

• Jalankan etika batuk dan bersin dengan cara menutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu. Jika menggunakan tisu, segera buang setelah digunakan dan cuci tangan.

• Jaga jarak fisik dengan orang lain setidaknya 1 meter.

Apakah WHO merekomendasikan penggunaan masker medis dalam mencegah penularan Covid-19?

Saat ini, tidak ada cukup bukti untuk menyarankan atau mencegah penggunaan masker (baik masker medis maupun jenis lain) oleh orang sehat di masyarakat. Namun WHO secara aktif mengikuti pengetahuan yang terus berubah mengenai penggunaan masker dan terus memperbarui panduannya.

Masker medis direkomendasikan terutama dalam perawatan kesehatan, tetapi dapat dipertimbangkan dalam keadaan lain. Mengapa? Masker dan respirator medis seperti N95, FFP2, atau yang setara direkomendasikan dan harus dikhususkan bagi petugas layanan kesehatan saat merawat pasien. Kontak erat dengan suspek atau orang yang terkonfirmasi Covid-19 dan lingkungan sekitarnya adalah cara utama penularan. Hal ini berarti tenaga kesehatan adalah orang-orang yang paling terpajan.

Orang yang sakit dan menunjukkan gejala Covid-19 juga harus memakai masker medis. Mengapa?

Setiap orang yang sakit dengan gejala ringan seperti nyeri otot, batuk ringan, sakit tenggorokan, atau rasa lelah harus melakukan isolasi di rumah dan menggunakan masker medis sesuai dengan rekomendasi WHO tentang perawatan di rumah untuk pasien suspek Covid-19. Batuk, bersin, atau berbicara dapat menghasilkan percikan yang dapat menjadi sumber penularan. Percikan ini dapat menempel di wajah orang lain di dekatnya dan lingkungan sekitar. Jika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara saat mengenakan masker medis, penggunaan masker dapat membantu melindungi orang-orang terdekat dari infeksi. Jika orang sakit perlu pergi ke fasilitas kesehatan, mereka harus memakai masker medis.

Siapa pun yang merawat seseorang di rumah yang terinfeksi Covid-19 juga perlu mengenakan masker medis. Mengapa? Mereka yang merawat orang-orang yang terinfeksi Covid-19 harus mengenakan masker medis untuk perlindungan. Sekali lagi, sering berkontak erat dalam waktu lama dengan orang yang terinfeksi Covid-19 memberikan risiko tinggi bagi pengasuh.

Pengambil kebijakan nasional juga dapat merekomendasikan penggunaan masker medis untuk

96

seberapa mungkin masker digunakan, serta jenis masker yang harus dipertimbangkan.

Bagaimana cara menggunakan masker yang benar?

1. Sebelum menyentuh masker, cuci tangan menggunakan sabun dan air bersih mengalir, atau bersihkan tangan menggunakan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol.

2. Ambil masker dan periksa apakah ada sobekan atau lubang.

3. Tentukan sisi mana yang merupakan sisi atas (tempat pita logam berada).

4. Pastikan sisi masker yang tepat menghadap ke luar (sisi berwarna).

5. Tempatkan masker ke wajah Anda. Jepit pita logam atau bagian tepi masker yang kaku sehingga bentuknya sesuai hidung Anda.

6. Tarik masker ke bawah sehingga menutupi mulut dan dagu Anda.

7. Jangan menyentuh masker pada saat Anda memakainya sebagai perlindungan.

8. Setelah digunakan, lepas masker dengan tangan bersih, lepaskan tali elastis dari belakang telinga sambil menjauhkan masker dari wajah dan pakaian Anda untuk menghindari menyentuh permukaan masker yang mungkin terkontaminasi.

9. Segera buang masker sekali pakai di tempat sampah setelah digunakan. Jangan gunakan kembali masker tersebut.

10. Jaga kebersihan tangan setelah menyentuh atau membuang masker. Gunakan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol atau, jika terlihat kotor, cuci tangan Anda dengan sabun dan air.

Perlu dipahami bahwa terjadi kekurangan ketersediaan masker di seluruh dunia (baik masker medis maupun masker N95). Masker medis harus dialokasikan sebanyak mungkin untuk tenaga kesehatan.

Perlu diingat bahwa penggunaan masker bukan pengganti bagi cara-cara lain yang lebih efektif untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari Covid-19 seperti sering mencuci tangan, menutup hidung dan mulut dengan lengan yang terlipat atau tisu ketika batuk, serta menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain. Lihat langkah-langkah perlindungan dasar terhadap coronavirus baru untuk informasi lebih lanjut. Tetap ikuti saran dari Kementerian Kesehatan tentang penggunaan masker.

Berapa lama waktu yang diperlukan bagi gejala Covid-19 untuk muncul setelah terjadi pajanan?

Pada umumnya, gejala mulai muncul sekitar 5-6 hari setelah terjadi pajanan. Namun waktu kemunculan gejala ini dapat berkisar 1-14 hari.

Apakah ada hubungan antara Covid-19 dan hewan?

Covid-19 ditularkan dari manusia ke manusia. Kita sudah banyak mengetahui tentang virus lain dalam keluarga coronavirus dan sebagian besar jenis virus ini berasal dari hewan. Covid-19 (disebut juga SARS-CoV-2) adalah virus baru pada manusia. Kemungkinan hewan sumber Covid-19 saat ini belum dipastikan, tetapi penelitian sedang berlangsung.

Apakah saya dapat tertular Covid-19 dari hewan peliharaan saya?

Beberapa anjing dan kucing (kucing rumah tangga dan harimau) yang berkontak dengan manusia yang terinfeksi dinyatakan positif Covid-19. Selain itu, musang juga rentan terhadap infeksi. Dalam

97

dalam menyebarkan Covid-19. Virus penyakit ini menyebar terutama melalui percikan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.

Orang yang sakit Covid-19 dan orang-orang yang berisiko direkomendasikan untuk membatasi kontak dengan hewan pendamping dan hewan-hewan lain. Saat menangani dan merawat hewan, langkah-langkah kebersihan dasar harus selalu dilaksanakan, termasuk mencuci tangan setelah memegang hewan, makanan, atau persediaan mereka serta menghindari mencium, menjilat, atau berbagi makanan.

Berapa lama virus dapat bertahan di permukaan benda?

Hal yang paling penting untuk diketahui tentang coronavirus pada permukaan benda adalah virus ini mudah dibersihkan menggunakan disinfektan rumah tangga. Penelitian telah menunjukkan bahwa coronavirus dapat bertahan hingga 72 jam pada plastik dan stainless steel, kurang dari 4 jam pada tembaga, dan kurang dari 24 jam pada karton.

Pastikan Anda selalu menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih mengalir atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohol. Hindari menyentuh mata, mulut, atau hidung Anda.

Bagaimana cara berbelanja secara aman?

Saat berbelanja bahan makanan, jaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain dan tidak menyentuh mata, mulut, dan hidung Anda. Jika memungkinkan, bersihkan pegangan kereta belanja atau keranjang sebelum berbelanja. Saat tiba di rumah, cuci tangan Anda sampai bersih dan setelah memegang dan menyimpan produk yang Anda beli.

Saat ini tidak ada kasus konfirmasi Covid-19 yang ditularkan melalui makanan atau kemasan makanan.

Bagaimana cara mencuci buah dan sayuran?

Buah dan sayuran adalah komponen penting dalam diet sehat. Cuci buah dan sayuran dengan cara yang sama ketika Anda mencucinya dalam keadaan lain. Sebelum menyentuh buah dan sayuran, cuci

Buah dan sayuran adalah komponen penting dalam diet sehat. Cuci buah dan sayuran dengan cara yang sama ketika Anda mencucinya dalam keadaan lain. Sebelum menyentuh buah dan sayuran, cuci