sumber kuasa
DEFINISI FUNGSIONAL UTAMA
$QGDPXQJNLQPHQDQWDQJVD\D´'HÀQLVLIXQJVLRQDOXWDPDDQXJHUDK
adalah pelimpahan kuasa Allah? Bagaimana Anda dapat menyimpulkan demikian?”
Baru-baru ini saya sedang berdoa, saya merasa Tuhan mengajukan pertanyaan yang menggelitik: Nak, bagaimana aku memperkenalkan anugerah di dalam kitab-Ku, Perjanjian Baru? Karena saya sudah menulis lebih dari selusin buku, pertanyaan itu sangat berarti bagi saya. Setiap kali saya memperkenalkan suatu istilah baru dalam sebuah buku, istilah yang mungkin masih asing bagi kebanyakan pembaca, saya
DNDQPHQMHODVNDQGHÀQLVLXWDPDQ\D1DQWLQ\DVD\DELVDPHQMHODVNDQ GHÀQLVLVHNXQGHUQ\DWHWDSLVDQJDWSHQWLQJXQWXNPHPEHULNDQGDIWDU GHÀQLVLXWDPDVHMDNDZDO
Sebagai contoh, seandainya saya menulis surat kepada kepala suku itu untuk menjelaskan tentang Land Rover itu kepadanya, saya akan menyatakan dalam paragraf pertama,
Pak kepala suku, kami memberikan kepada Anda sebuah Land Rover baru. Fungsi utamanya adalah alat transportasi. Sekarang rakyat bapak tidak perlu lagi mengangkut air yang berat di punggung mereka sejauh bermil-mil setiap hari;; seorang warga suku dapat mengendarai mobil ini ke sana dan mengangkut air yang diperlukan. Rakyat bapak juga tidak perlu lagi mengangkut sejuah bermil-mil daging binatang buruan;; seorang warga dapat mengendarai mobil ke tempat perburuan dan mengangkut daging buruan yang ada. Lebih jauh lagi, rakyat bapak tidak perlu berjalan tiga puluh lima mil untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan harian dari desa terdekat;; berkendaraan ke sana dan mengangkut barang-barang itu hanya perlu waktu sepersepuluh dari biasanya.
Sangat penting menjelaskan tujuan utama Land Rover itu sejak awal karena kepala suku dan rakyatnya belum pernah melihat kendaraan seperti itu.
Baru kemudian di paragraf kedua surat itu, saya dapat menjelaskan kepadanya tentang AC dan pemanas. Saya dapat menggunakan paragraf ketiga untuk menjelaskan Radio Satelit XM, dan paragraf keempat untuk pemutar DVD dan CD. Kemudian saya menutup surat itu dengan menyatakan bahwa kendaraan itu adalah sebuah hadiah.
1DPXQVD\DDNDQPHQMHODVNDQNHSDGDQ\DGHÀQLVLIXQJVLRQDOXWDPD
kendaraan itu di paragraf pertama.
Dengan pengertian itu, mari kembali pada pertanyaan Tuhan pada saya: Bagaimana aku memperkenalkan anugerah di dalam kitab-Ku, Perjanjian Baru?
Saya menjawab, “Aku tidak tahu.” Saya menghidupkan komputer, membuka konkordansi Alkitab, dan menemukan bagaimana Allah memperkenalkan anugerah dalam Perjanjian Baru. Dia melakukannya dalam Yohanes 1:16: “Karena dari kepenuhan-Nya [Yesus] kita semua telah menerima anugerah demi anugerah.”
Perhatikan bahwa Yohanes menulis “anugerah demi anugerah.” Saya memiliki sahabat orang Yunani yang tinggal di Atena. Ia hamba Tuhan yang bukan hanya dapat berbahasa Yunani sebagai bahasa utamanya, namun juga mempelajari bahasa Yunani kuno. Ia orang yang saya andalkan jika saya ada pertanyaan tentang bahasa Yunani. Ia menuturkan pada saya bahwa di ayat ini, Yohanes sebenarnya menyatakan bahwa Allah telah memberikan kepada kita “kelimpahan anugerah yang paling kaya.” Dengan kata lain, rasul Yohanes menyatakan bahwa anugerah mengalir secara berlimpah-limpah untuk memberikan kepada kita kepenuhan Yesus Kristus! Anda memahaminya? Kepenuhan Yesus Kristus sendiri! Itu berbicara tentang kemampuan dan kekuasaan.
Saya ingin memastikan Anda memahami benar apa yang disampaikan di sini. Misalkan saya mendekati seorang pemain tenis yang biasa-biasa saja. Ia hanya pemain kelas tiga di klub setempat. Saya berkata kepadanya, “Kami sekarang punya sarana ilmiah yang dapat memberikan kepadamu kepenuhan—kemampuan penuh—Roger Federer.” (Jika Anda bukan penggemar tenis profesional, Federer adalah salah satu pemain tenis terhebat dalam sejarah.) Menurut Anda, bagaimana kiranya tanggapan pemain kelas tiga ini? Ia akan berkata, “Luar biasa! Berikan itu kepadaku sekarang juga! Apa yang
perlu kita lakukan?” Dan begitu kita memberinya kepenuhan Roger Federer, apa yang terjadi? Tebak saja: Ia akan memenangkan kejuaraan
NOXEQ\D NHPXGLDQ PHQJLNXWL EDEDN NXDOLÀNDVL $6 7HUEXND GDQ
memenangkannya, kemudian memenangkan pula beberapa turnamen Wimbledon.
Misalkan saya mendekati mahasiswa arsitektur tahun pertama sebuah universitas negeri. Saya berkata, “Kami sekarang punya sarana ilmiah yang dapat memberikan kepadamu kepenuhan—kemampuan penuh—Frank Lloyd Wright.” Menurut Anda, bagaimana kiranya tanggapan mahasiswa ini? Ia akan berseru, “Wow, ayo kenakan padaku sekarang juga!”
Dan begitu kami melakukannya, apa yang akan dilakukan mahasiswa ini? Ia akan meninggalkan kuliahnya dan memulai kariernya dan meraih berbagai penghargaan.
Satu contoh lagi untuk memperjelas pengertian Anda. Misalkan saya mendekati seorang pengusaha yang sedang bergumul dan berkata, “Kami sekarang punya sarana ilmiah yang dapat memberikan kepadamu kepenuhan—kemampuan penuh—Bill Gates.” Menurut Anda, bagaimana kiranya tanggapan pengusaha ini? Ia akan berteriak, “Aku mau itu! Lakukanlah!” Apakah yang akan dilakukannya setelah menerima kemampuan penuh Bill Gates? Ia akan mulai memikirkan cara-cara merancang produk baru dan melakukan investasi bisnis yang tak terpikirkan olehnya sebelumnya.
Nah, anugerah bukan memberikan kepada kita kepenuhan Roger Federer, Frank Lloyd Wright, atau Bill Gates. Itu anugerah yang terlampau kecil. Tidak, anugerah Allah memberikan kepada kita kepenuhan Yesus Kristus sendiri! Anda memahaminya? Kemampuan yang luar biasa! Kekuasaan yang luar biasa!
Jadi, Allah tidak memperkenalkan anugerah di dalam Perjanjian Baru sebagai pemberian yang cuma-cuma, meskipun saya bersyukur selama-lamanya karena anugerah itu pemberian-Nya yang cuma-cuma. Dia juga tidak memperkenalkannya sebagai penghapusan dosa, meskipun saya juga bersyukur selama-lamanya
karena anugerah-Nya sungguh-
sungguh menghapuskan dosa
kita. Tidak, Dia memperkenalkan anugerah sebagai pelimpahan kuasa anugerah Allah
memberikan kepada kita kepenuhan Yesus Kristus
yang memberikan kepada kita kepenuhan Yesus Kristus.
Seperti telah disingguh dalam bab terdahulu, Petrus menulis bahwa anugerah Allah menjadikan kita “mengambil bagian dalam kodrat ilahi” (2 Petrus 1:2-4). Kata kodrat mengacu pada kualitas atau karakteristik pokok seseorang. Karena itu, anugerah Allah secara cuma- cuma memberikan kepada kita kepenuhan kualitas dan karakteristik pokok Yesus sendiri! Dan itulah sebabnya Yohanes berkata, “Sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini” (1 Yohanes 4:17). Anda memahami betapa dahsyatnya perkataan ini?
Perkataan ini menggarisbawahi pelimpahan kuasa dan potensi kita untuk memerintah di dalam hidup ini! Anugerah Allah telah menciptakan kita kembali sehingga menjadi persis sama dengan Yesus;; anugerah memampukan kita untuk hidup sebagaimana Dia hidup. Kita sungguh-sungguh berada di dalam Kristus. Kita adalah anggota tubuh-Nya. Kita adalah Kristus di muka bumi ini. Kita orang Kristen. Dan itulah sebabnya Yohanes dengan berani menulis, “Siapa yang mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1 Yohanes 2:6).
Biarkanlah perkataan tersebut tertanam dengan kuat di dalam hati Anda: kita harus hidup sebagaimana Yesus hidup di dunia ini. Ini bukan saran yang Alkitabiah;; ini perintah yang Alkitabiah!