MELIHAT ATAU MASUK
MENGAPA KEBANYAKAN ORANG KRISTEN TIDAK MEMERINTAH DI DALAM HIDUP INI?
Mengapa tidak semua orang Kristen hidup seperti itu? Mengapa mayoritas orang percaya malah dikuasai oleh kehidupan, bukannya berkuasa atau memerintah dalam hidup ini?
Kita sudah membahas jawaban pertama dan yang paling jelas. Survei nasional yang diadakan pada 2009 mengungkapkan bahwa 98 persen orang percaya di Amerika tidak sadar bahwa anugerah Allah itu pelimpahan kuasa-Nya. Menurut saya statistik ini, sungguh disayangkan, mewakili gereja pada umumnya di seluruh dunia Barat. Karena ketidaktahuan mereka akan persediaan Allah berupa kuasa supernatural melalui anugerah, sebagian besar orang percaya tidak mampu hidup sesuai dengan kehendak Allah. Mereka tidak berbeda dari suku Afrika yang memiliki Land Rover yang hebat, namun tidak mengetahui kemampuannya sebagai alat transportasi. Mereka tetap terbatas harus bepergian dengan berjalan kaki dan memanggul beban berat menempuh jarak jauh.
Penyebab kedua kebanyakan orang percaya tidak memerintah dalam hidup ini akan menjadi fokus pembahasan sepanjang sisa buku ini. Kita akan memulainya dengan memeriksa perkataan Yesus kepada Nikodemus, seorang pemimpin Yahudi yang diam-diam menemui Sang Guru. Perkataan pertama Yesus kepadanya adalah, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yohanes 3:3).
Yesus berbicara tentang melihat kerajaan Allah. Namun pernyataan- Nya selanjutnya kepada Nikodemus mengungkapkan sesuatu
\DQJ PHQJDQGXQJ SHUEHGDDQ VLJQLÀNDQ ´$NX EHUNDWD NHSDGDPX
sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Yohanes 3:5). Mengapa Yesus mengalihkan penekanan-Nya dari melihat kerajaan Allah (ayat 3) ke masuk ke dalam kerajaan Allah (ayat 5)? Jika kita hanya menerapkan pengetahuan bahasa Indonesia kita untuk menafsirkan Alkitab, tidak
MDUDQJNLWDPHOHZDWNDQDUWLGDQVLJQLÀNDQVLVHVXQJJXKQ\DGDULVXDWX
teks. Dengan menyimak kembali bahasa aslinya, kita ditolong untuk memahami dengan lebih baik apa yang Allah maksudkan.
Ketika berbicara tentang kerajaan Allah, Dia sebenarnya mengacu pada “pemerintahan Allah.” Istilah bahasa Yunani yang paling sering digunakan untuk kerajaan Allah dalam Injil adalah basileia tou Theos.
“kebangsawanan, kekuasaan, pemerintahan.” Basileia berasal dari kata bahasa Yunani untuk “basis” atau “fondasi.” Beberapa sarjana Alkitab yakin bahwa terjemahan terbaik untuk basileia tou Theos adalah “pemerintahan imperial Allah” atau “daerah kekuasaan Allah.” Saya
VHQDQJ GHQJDQ NDWD LPSHULDO 6DODK VDWX GHÀQLVLQ\D DGDODK ´SHQXK
kuasa tanpa tandingan.”
Sebagai contoh, dalam Doa Bapa Kami, Yesus memerintahkan kita untuk berdoa, “Bapa kami yang di surga, Dikuduskanlah nama- Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga” (Matius 6:9-10). Dia sebenarnya mengatakan, “Bapa kami di surga, Engkau Allah yang mahakuasa. Datanglah pemerintahan-Mu yang paling unggul dan penuh kuasa. Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.” Namun, muncul masalah karena kebanyakan orang memikirkannya secara futuristik, padahal sebenarnya kerajaan Allah
VXGDKGDWDQJ0HPDQJEHOXPGDWDQJVHFDUDÀVLNVHSHUWLGLQXEXDWNDQ
Yesaya, karena hal itu akan terjadi ketika Yesus memerintah untuk selama-lamanya dan pengaruh Iblis lenyap sepenuhnya. Namun, kerajaan Allah sudah datang secara rohani. Kerajaan Allah ada di dalam diri kita, umat perjanjian Allah, karena Yesus berkata, “Pemerintahan Allah tidak mulai dengan tanda-tanda yang dapat dilihat orang, sehingga orang dapat berkata, ‘Mari lihat, ini dia!’ atau, ‘Di sana dia!’ Sebab Allah sudah mulai memerintah di tengah-tengah kalian” (Lukas 17:20-21, BIS).
Karena karya Kristus di Kalvari, kerajaan Allah sekarang ada di dalam setiap pengikut Kristus. Kita harus menyebarluaskan wilayah kekuasaannya, pemerintahannya, di mana pun kita berada dan ke mana pun kita pergi. Kita harus memerintah di dalam hidup ini oleh karunia anugerah Allah yang cuma-cuma dan penuh kuasa, yang telah dicurahkan kepada kita melalui Yesus Kristus.
Mari kita memeriksa ayat lain di mana Yesus menggunakan frasa “kerajaan Allah” dan menggantinya dengan “pemerintahan Allah yang paling unggul dan penuh kuasa.” Sungguh menakjubkan, dengan perubahan ini pernyataan tersebut menjadi lebih bermakna bagi orang percaya saat ini.
Sebagai contoh, pengajaran Yesus di Matius 12:28 akan berbunyi, “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya pemerintahan Allah yang paling unggul dan penuh kuasa sudah datang kepadamu.” Roh Allah yang dimaksudkan Yesus adalah Roh Kudus, salah satu pribadi Allah yang mencurahkan anugerah (kuasa) Allah yang kita miliki. Dia disebut “Roh anugerah”
dalam Perjanjian Baru (lihat Ibrani 10:29).
Kembali, perkataan Yesus: “Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam pemerintahan Allah yang paling unggul dan penuh kuasa” (Matius 19:24).
Orang yang kaya adalah orang yang berkata, “Aku memiliki kecukupan dan kemampuan penuh di dalam diriku untuk sukses.”
.DUHQDNHFHUGDVDQNHXDQJDQNHNXDWDQÀVLNNHSLDZDLDQNRQHNVLGDQ
sumber dayanya, ia percaya dirinya sepenuhnya mampu mencukupi dirinya sendiri. Namun Yesus dapat melihat menembus selubung tersebut. “Berbahagialah, hai kamu yang miskin,” kata-Nya, “karena kamulah yang punya pemerintahan Allah yang paling unggul dan penuh kuasa” (Lukas 6:20).
'LDWLGDNPHQJDFXSDGDPHUHND\DQJPLVNLQVHFDUDÀQDQVLDO'LD
memberkati mereka yang bergantung pada anugerah Allah. Yesus menyatakan bahwa Roh Allah ada pada-Nya untuk memberitakan Injil kepada orang miskin, tetapi Dia sering secara sengaja bertemu
GHQJDQGDQPHOD\DQLRUDQJ\DQJSDOLQJND\DVHFDUDÀQDQVLDOGDODP
masyarakat setempat. Ketika Dia berbicara tentang unta masuk melalui lubang jarum, itu persis setelah perjumpaan-Nya dengan orang muda yang kaya, yang memilih untuk percaya pada kekayaan-Nya, bukannya kepada Allah.”
Renungkan pernyataan lain Yesus tentang Kerajaan Allah: “Kepadamu telah diberikan rahasia pemerintahan Allah yang paling unggul dan penuh kuasa, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan” (Markus 4:11). Otoritas dan kuasa yang tersedia bagi kita melalui anugerah Allah ini sungguh- sungguh suatu misteri—suatu kebenaran tersembunyi yang hanya dapat disingkapkan oleh Roh Kudus. “’Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: Semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.’ Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh” (1 Korintus 2:9-10). Fakta bahwa Anda dan saya memerintah dalam hidup ini melalui anugerah Allah tersembunyi sampai Roh Kudus menyingkapkannya kepada kita melalui para rasul yang menulis Perjanjian Baru. Yang perlu kita lakukan saat ini hanyalah percaya.
Inilah penegasan lain dari Yesus tentang kerajaan Allah: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, di antara orang yang hadir
di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa pemerintahan Allah yang paling unggul dan penuh kuasa telah datang dengan kuasa” (Markus 9:11). Pernyataan ini dari Mesias ini seharusnya meneguhkan kepercayaan kita bahwa kedatangan kerajaan Allah berlangsung saat ini dan di sini dan juga kelak pada masa depan. Pemerintahan Allah yang unggul dan penuh kuasa akan berada di dalam diri para pengikut Yesus begitu Roh anugerah tercurah pada Hari Pentakosta. Begitu juga, Yesus berkata kepada ahli Taurat yang menjawab-Nya dengan bijaksana, “Engkau tidak jauh dari pemerintahan Allah yang paling unggul dan penuh kuasa!” (Markus 12:34).
Seperti dapat Anda lihat dari beberapa contoh yang saya sampaikan, makna kerajaan Allah menjadi lebih penuh kuasa dan relevan bila kita membacanya sesuai dengan makna dalam bahasa Yunaninya. Mungkin akan memperkaya pemahaman Anda dan membangkitkan semangat Anda jika Anda terus menggunakan pemerintahan Allah yang unggul dan penuh kuasa untuk menggantikan kerajaan Allah setiap kali istilah itu muncul dalam Perjanjian Baru.
Namun kita harus mengingat suatu aspek yang sangat penting dari pemerintahan Allah yang unggul dan penuh kuasa ini: Dia telah mendelegasikan pemerintahan-Nya kepada kita! Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak- anak manusia. Yesus, sebagai Anak Manusia, mengambil kembali apa yang telah dilepaskan Adam. Yesus kemudian menyatakan, “Kepada- Ku telah diberikan segala kuasa (segala wewenang untuk memerintah) di surga dan di bumi” (Matius 18:11, AMP). Tetapi Kristus Tuhan dan Raja kita tidak lagi berada di muka bumi ini, maka Anda dan saya— tubuh Kristus—harus menjalankan pemerintahan Allah yang unggul dan penuh kuasa itu. Jika kita tidak menjalankan pemerintahan itu, ia akan tetap berada dalam genggaman penguasa dunia ini dan kehidupan dunia akan menguasai kita. Itu bukan rencana Allah! Kita diberi kuasa oleh anugerah-Nya untuk memerintah di dalam hidup ini melalui Kristus!