• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijakan Akuntansi Penting

Dalam dokumen AR Indosat 2012 Indonesia. pdf (Halaman 165-167)

Laporan keuangan konsolidasianan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK”) dan Peraturan-peraturan No. VIII.G.7 mengenai Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh BAPEPAM-LK dan Surat

Keputusan Ketua BAPEPAM-LK No. KEP-347/BL/2012

mengenai “Penyajian Laporan Keuangan dan Pengungkapan untuk Pemegang Saham atau Perseroan”.

Penyusunan laporan keuangan ini mengharuskan manajemen untuk membuat taksiran dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban yang dilaporkan serta pengungkapan atas aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan dan pendapatan dan beban yang

dilaporkan selama periode pelaporan tersebut. Taksiran dan asumsi manajemen didasarkan pada pengalaman sebelumnya dan faktor lain yang relevan pada kondisi tersebut. Kami secara terus menerus mengevaluasi taksiran dan asumsi tersebut. Hasil yang sebenarnya dapat berbeda dari taksiran di atas bila asumsi atau kondisi yang sebenarnya berbeda. Kami percaya bahwa, kebijakan akuntansi penting kami berikut ini melibatkan tingkat pertimbangan dan kompleksitas yang lebih tinggi.

Goodwill dan Aset Tidak Berwujud Lainnya

Laporan keuangan konsolidasian dan hasil operasi mencerminkan usaha yang diakuisisi setelah penyelesaian dari proses akuisisi terkait. Kami mengakui usaha yang

diakuisisi dengan menggunakan metode akuisisi (acquisition

method) yang membutuhkan penggunaan yang mendalam atas estimasi akuntansi dan penilaian untuk menentukan nilai pasar wajar dari aset dan kewajiban dari entitas yang diakuisisi yang dapat diidentifikasi pada tanggal akuisisi. Nilai lebih dari harga pembelian atas nilai pasar wajar dari

aset bersih yang diakuisisi diakui sebagai goodwill pada

laporan neraca konsolidasi. Oleh karena itu, sejumlah penilaian yang diambil dalam mengestimasi nilai pasar wajar untuk dialokasikan ke aset dan kewajiban entitas yang diakusisi dapat mempengaruhi kinerja keuangan kami secara signifikan.

Memperkirakan Masa Manfaat Aset Tetap dan Aset Tidak Berwujud

Kami mengestimasi masa manfaat dari aset tetap dan aset tak berwujud kami berdasarkan pada ekspektasi masa penggunaan aset sebagaimana diatur dalam strategi dan

rencana usaha (business plans and strategies) yang juga

mempertimbangkan perkembangan teknologi di masa

depan dan perilaku pasar (market behaviour). Taksiran

masa manfaat dari aset tetap didasarkan pada penelaahan

secara kolektif pada praktek industri (industry practice),

evaluasi teknis secara internal dan pengalaman dengan aset- aset yang sejenis. Taksiran masa manfaat ditelaah secara periodik dan diperbarui apabila ekspektasi berbeda dari estimasi sebelumnya yang disebabkan karena kerusakan dan penggunaan secara fisik, keusangan teknologi atau komersial dan legalitas atau pembatasan lainnya dalam penggunaan aset. Akan tetapi, ada kemungkinan bahwa hasil operasi dapat secara material dipengaruhi dari perubahan estimasi yang dikarenakan faktor-faktor yang disebutkan diatas.

ikhtisar 2012 profil perusahaan laporan manajemen tinjauan usaha tata kelola perusahaan faktor-faktor risiko

hasil-hasil usaha - LIkuIdITas dan sumber permodaLan - penelitian dan pengembangan, paten dan lisensi, dan lain-lain - tren informasi -

Jumlah dan waktu dari beban yang diakui untuk setiap periode akan dipengaruhi oleh perubahan dari faktor-faktor dan peristiwa-peristiwa ini. Pengurangan dalam taksiran masa manfaat dari aset tetap kami akan meningkatkan beban usaha yang diakui dan menurunkan aset tidak lancar. Penambahan dalam taksiran masa manfaat akan menurunkan beban usaha dan meningkatkan aset tidak lancar

Penurunan Nilai Aset Non-Finansial

Suatu penurunan nilai terjadi jika nilai tercatat dari suatu aset atau unit penghasil kas melebihi jumlah yang dapat dipulihkan, yang mana lebih tinggi dari nilai wajar dikurangi

biaya untuk menjual dan nilai pakainya (value in use).

Perhitungan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual didasarkan pada data yang tersedia dari transaksi penjualan yang mengikat dalam transaksi yang wajar dari aset sejenis atau harga pasar yang dapat diobservasi dikurangi biaya tambahan untuk melepaskan aset. Perhitungan nilai pakai adalah berdasarkan model arus kas yang didiskontokan. Arus kas tersebut didapat dari anggaran untuk lima tahun ke depan

dan tidak mencakup aktivitas restrukturisasi (restructuring)

dimana kami belum memiliki komitmen atau investasi masa depan yang signifikan yang akan meningkatkan kinerja aset untuk menghasilkan kas dari aset yang dinilai tersebut. Jumlah yang dapat dipulihkan paling sensitif terhadap tingkat diskon yang digunakan untuk model arus kas yang

didiskontokan dan juga ekspektasi akan arus kas masuk (cash-

inflows) serta tingkat pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi.

Estimasi Beban Pensiun dan Manfaat Bagi Karyawan Lainnya

Penentuan biaya dari pensiun manfaat pasti dan nilai kini dari kewajiban pensiun kami ditentukan dengan menggunakan

metode project-unit-credit. Perhitungan aktuaria meliputi

penentuan berbagai asumsi yang terdiri dari antara lain tingkat diskonto, tingkat pengembalian aset dana pensiun yang diharapkan, kenaikan tingkat kompensasi dan tingkat

kematian (mortalityrate). Perbedaan antara realisasi dengan

estimasi kami diakui sebagai pendapatan atau beban ketika akumulasi bersih dari laba atau rugi aktuarial pada akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari kelebihan kewajiban pensiun manfaat pasti dan nilai wajar aset dana pensiun pada tanggal tesebut. Disebabkan oleh kompleksitas perhitungan, penggunaan asumsi, dan sifatnya yang jangka

panjang, kewajiban imbalan pasti sangatlah sensitif terhadap perubahan asumsi.

Kami berkeyakinan bahwa asumsi kami cukup memadai dan tepat, perbedaan signifikan berdasarkan pengalaman aktual kami atau perubahan signifikan dalam asumsi dapat mempengaruhi biaya dan kewajiban pensiun dan kewajiban imbalan kerja jangka panjang lainnya secara material. Seluruh asumsi telah ditelaah pada setiap tanggal pelaporan. Penjelasan lebih lanjut mengenai asumsi diberikan kedalam Catatan 29 dari laporan keuangan konsolidasian kami yang telah diaudit.

Menampilkan kembali Aset Pajak Penghasilan yang Ditangguhkan

Kami menelaah nilai tercatat dari aset pajak penghasilan yang ditangguhkan pada setiap akhir periode pelaporan dan mengurangi jumlah tersebut sampai jumlah yang mungkin dapat direalisasikan dimana jumlah pendapatan kena pajak akan tersedia untuk memungkinkan semua atau sebagian aset pajak tangguhan dapat digunakan. Penelaahan kami terhadap pengakuan aset pajak penghasilan yang ditangguhkan pada perbedaan temporer yang dapat dikurangkan didasarkan pada tingkat dan waktu dari pendapatan kena pajak yang diperkirakan untuk periode pelaporan selanjutnya. Perkiraan ini didasarkan pada hasil kami di masa lampau dan ekspektasi di masa depan terhadap pendapatan dan beban sebagaimana juga strategi perencanaan pajak di masa datang. Namun, tidak ada jaminan bahwa pendapatan kena pajak yang cukup akan dihasilkan untuk penggunaan seluruh atau sebagian dari asset pajak penghasilan yang ditangguhkan.

Perkiraan Cadangan atas Kerugian Penurunan Nilai Piutang

Jika ada bukti objektif bahwa kehilangan telah terjadi terhadap piutang dagang, kami memperkirakan cadangan atas kehilangan terkait dengan piutang dagang mereka yang secara spesifik diidentifikasikan sebagai piutang yang mungkin tidak tertagih. Tingkat pencadangan ditelaah oleh manajemen dengan basis faktor-faktor yang mempengaruhi kolektibilitas dari piutang tersebut. Dalam kasus ini, kami menggunakan penilaian berdasarkan fakta terbaik yang tersedia dan keadaan-keadaan, termasuk tapi tidak terbatas pada, lama hubungan dengan pelanggan dan keadaan kredit pelanggan

165

Dalam dokumen AR Indosat 2012 Indonesia. pdf (Halaman 165-167)