• Tidak ada hasil yang ditemukan

1192012 Laporan Tahunan

Dalam dokumen AR Indosat 2012 Indonesia. pdf (Halaman 121-123)

INDOSAT

bersama dengan kemungkinan penurunan jasa selular kami, dapat berdampak buruk bagi posisi persaingan kami, bisnis, keadaan keuangan, hasil usaha dan prospek kami.

ARPU kami dari layanan suara telah menurun dan tidak ada jaminan bahwa kami akan sukses dalam memperluas atau meluncurkan produk dan layanan yang sudah ada atau yang baru, termasuk layanan data, untuk mengimbangi penurunan tersebut

ARPU kami dari layanan suara telah menurun terutama karena pasar yang kompetitif untuk layanan suara serta perubahan teknologi, khususnya teknologi baru dalam jaringan, perangatn dan aplikasi yang telah menyebabkan pergeseran dalam permintaan untuk pelayanan dasar (layanan suara dan SMS) dalam industri telekomunikasi. Meskipun permintaan untuk layanan data telah meningkat, margin dari layanan data lebih rendah dibandingkan dengan margin dari penyediaan pelayanan dasar karena pasar yang kompetitif untuk layanan data. Sebagai bagian dari strategi kami, kami berniat untuk memperkenalkan dan terus mengembangkan produk dan layanan data untuk segmen pasar yang lebih dalam dan lebih luas dan berinvestasi pada layanan data karena kami percaya bahwa layanan data akan menjadi sumber pertumbuhan pendapatan di masa depan. Namun, tidak ada jaminan bahwa kami akan sukses dalam mencapai pertumbuhan layanan data dan mempertahankan pendapatan dan margin keuntungan.

Penangguhan terhadap layanan SMS premium oleh Pemerintah dapat menimbulkan dampak negatif terhadap pendapatan dari kegiatan usaha layanan selular Perusahaan dan mengakibatkan pengenaan sanksi terhadap Perusahaan

Kami telah memperoleh pendapatan yang signifikan dari layanan SMS premium dalam tahun-tahun terakhir. Layanan

ini mencakup penyediaan lagu dan ringtones, wallpaper dan

grafik lain untuk smartphone, pemberian suara dalam suatu

lomba dan poling dan content termasuk ramalan bintang,

ayat Alquran dan peringatan berita. Pada tahun 2011, BRTI meminta perusahaan-perusahaan telekomunikasi untuk menonaktifkan layanan SMS premium dan memberikan suatu pemberitahuan kepada pengguna mengenai penonaktifan dengan opsi untuk berlangganan kembali. Perusahaan- perusahaan ini juga diminta untuk berhenti mempromosikan layanan SMS premium, memberikan ringkasan biaya layanan

SMS premium untuk pengguna, mengembalikan jumlah yang dibebankan kepada rekening pengguna untuk layanan SMS premium, dan melaporkan setiap minggu kepada BRTI mengenai tindakan-tindakan tersebut. BRTI mendasarkan tindakannya pada keluhan dari konsumen bahwa mereka dibebankan untuk layanan yang secara tidak sadar mereka miliki atau berlangganan secara tidak sengaja dan terhadap hal tersebut mereka memiliki kesulitan yang cukup besar untuk berhenti berlangganan. Konsumen lain mengeluhkan bahwa biaya yang dibebankan tidak jelas dan sulit untuk diawasi, khususnya untuk konsumen layanan prabayar. BRTI telah mengklarifikasi bahwa BRTI tidak bermaksud untuk melarang layanan SMS premium tetapi untuk menata ulang layanan tersebut secara efektif dan memberikan konsumen opsi untuk tidak lagi berlangganan layanan tersebut. Menkominfo telah menunjukkan dukungan terhadap tindakan BRTI.

Gangguan terhadap layanan SMS premium kami yang diakibatkan tindakan BRTI telah mengakibatkan penurunan yang cukup besar terhadap pendapatan Perusahaan yang berasal dari layanan ini. Tindakan yang sama oleh BRTI atau Menkominfo di masa yang akan datang mungkin dapat mengurangi atau membatasi pertumbuhan pendapatan Perusahaan dari layanan ini atau produk terkait atau produk baru lainnya. BRTI atau Menkominfo juga dapat mengambil tindakan agresif yang dapat mengarah pada gangguan dalam penyediaan produk kami atau pengenaan denda atau sanksi administratif. Setiap faktor-faktor tersebut dapat menimbulkan dampak negatif dan material terhadap hasil kegiatan usaha dan keadaan keuangan kami. Saat ini BRTI

masih melarang promosi penyebaran SMS (broadcast) untuk

layanan SMS premium, yang merupakan salah satu promosi paling efektif yang digunakan oleh penyelenggara konten untuk mempromosikan layanan SMS premium mereka. Larangan promosi penyebaran SMS yang terus berlanjut ini dapat memberikan dampak bagi pemasukan dari layanan bisnis selular dan prospek bisnis, kondisi keuangan, dan hasil usaha kami.

Terlepas dari dikeluarkannya dana yang besar untuk meningkatkan jumlah pelanggan selular kami, jumlah pelanggan selular kami meningkat tanpa diikuti dengan peningkatan pendapatan usaha kami

Kami telah menggunakan sumber dana yang cukup banyak untuk mengembangkan dan memperluas jaringan selular kami serta untuk meningkatkan jumlah pelanggan selular

ikhtisar 2012 profil perusahaan laporan manajemen tinjauan usaha tata kelola perusahaan fakTor-fakTor rIsIko

risiko-risiko Yang berkaitan dengan indonesia - risiko-risiko Yang berkaitan dengan bisnis perusahaan - rIsIko yang TerkaIT dengan bIsnIs jasa seLuLer perusahaan

kami. Namun demikian, ketidakpastian atas situasi ekonomi di Indonesia dan kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok dapat menurunkan daya beli pelanggan selular kami. Terlebih lagi, terus menurunnya tarif efektif untuk penggunaan telepon sebagai dampak kampanye “free-talk” dan promosi diskon tarif baru-baru ini, peningkatan pemakaian SMS, mandat dari Pemerintah terhadap pelanggan selular untuk melakukan deregistrasi terhadap layanan SMS premium di tahun 2011 dan penetrasi selular yang lebih tinggi pada segmen pasar berpenghasilan rendah telah mengakibatkan penurunan ARPU di tahun 2011. Jumlah pelanggan selular

kami (termasuk pelanggan wireless broadband) meningkat

dari sekitar 44,3 juta per tanggal 31 Desember 2010, menjadi kurang lebih 51,7 juta per tanggal 31 Desember 2011, menjadi sekitar 58,5 juta per tanggal 31 Desember 2012. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, 2011 dan 2012, ARPU kami masing-masing adalah sebesar Rp34.712, Rp28.381, dan Rp 27.781. Walaupun kami bermaksud untuk terus menggunakan sumber pendanaan yang signifikan untuk meningkatkan jumlah pelanggan selular kami dan untuk memperluas jaringan selular kami untuk mendukung permintaan dari penambahan jumlah pelanggan selular, kami tidak dapat menjamin bahwa pengeluaran tersebut akan diikuti dengan peningkatan ARPU atau pendapatan usaha Perusahaan. Oleh karena itu, biaya akuisisi pelanggan kami dan pengeluaran barang modal yang diperlukan untuk memperluas kapasitas jaringan kami dapat mengalami peningkatan tanpa mengakibatkan terjadinya peningkatan pada pendapatan atau laba kami, dimana hal tersebut dapat menimbulkan dampak negatif dan material terhadap bisnis, keadaan keuangan, hasil usaha dan prospek kami.

Kami mengalami churn rate yang tinggi

Kami mengalami churn rate yang tinggi, sebagaimana

umumnya dialami oleh operator telekomunikasi Indonesia yang menyelenggarakan jasa selular pra-bayar. Kami percaya

bahwa churn rate kami yang tinggi disebabkan oleh fakta

bahwa banyak pelanggan pra-bayar kami yang memiliki lebih dari satu kartu SIM dari berbagai operator selular, yang memungkinkan mereka untuk memilih paket yang

termurah. Tingginya churn rates kami dapat berakibat pada

menurunnya pendapatan, yang dapat berdampak negatif pada bisnis, keadaan keuangan, hasil usaha dan prospek kami. Pada awal dari triwulan ke dua pada tahun 2012, kami meluncurkan program penjualan yang mengubah skema

insentif kepada para dealer kami sebagai langkah untuk

menarik pelanggan baru. Kami percaya bahwa program ini

telah memberikan kontribusi dalam menurunkan churn rate

kami menjadi 14,2% pada tahun 2012 dibandingkan dengan 14,3% pada tahun 2011, tetapi kami tidak dapat menjamin

bahwa churn rate kami tidak akan meningkat di tahun-tahun

mendatang sebagai akibat dari program promosi agresif yang diluncurkan oleh operator lain.

Kami bergantung pada ketersediaan infrastuktur menara telekomunikasi

Kami sangat tergantung pada infrastruktur menara telekomunikasi kami dan yang lainnya, untuk menyediakan jaringan GSM, FWA dan 3G dan jasa telekomunikasi bergerak selular dengan memasang pemancar dan antena penerima dan fasilitas pendukung BTS lainnya pada menara tersebut. Ketersediaan dan pemasangan menara telekomunikasi tersebut memerlukan ijin dari instansi berwenang di pusat dan daerah. Beberapa instansi berwenang di daerah telah memberlakukan peraturan yang membatasi jumlah dan lokasi menara telekomunikasi dan mensyaratkan kewajiban berbagi penggunaan menara di antara berbagai operator telekomunikasi. Selain itu, pada tanggal 17 Maret 2008, Menkominfo telah mengeluarkan peraturan tentang penggunaan menara bersama telekomunikasi. Berdasarkan peraturan tersebut, pendirian menara telekomunikasi memerlukan ijin dari pemerintah yang berwenang dan pemerintah daerah berhak menentukan wilayah penempatan dan lokasi dapat dibangunnya menara telekomunikasi tersebut. Lebih lanjut, suatu peraturan bersama dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Menkominfo, serta BKPM pada 30 Maret 2009, juga mewajibkan tiap menara yang dibangun dan digunakan untuk layanan telekomunikasi harus memperoleh ijin mendirikan menara untuk menunjukkan kepatuhan pada beberapa spesifikasi teknis. Apabila pemilik menara tidak memperoleh ijin tersebut, maka pihak berwenang di daerah berhak untuk menentukan denda yang diberikan kepada pemilik menara. Selanjutnya, suatu penyelenggara telekomunikasi yang memiliki menara telekomunikasi atau pemilik menara wajib memperbolehkan operator telekomunikasi lainnya untuk menggunakan menara telekomunikasinya (selain menara yang digunakan sebagai jaringan utamanya), tanpa diskriminasi apapun.

121

Dalam dokumen AR Indosat 2012 Indonesia. pdf (Halaman 121-123)