Genetik Ternak 1 Pendahuluan
3 Lima kelompok besar
Dua abad lalu, jumlah ternak global dan pertukaran breed dan materi genetika ternak meningkat besar. Pertukaran Utara-Utara sudah berhasil. Pertukaran Utara-Selatan dan Selatan- Selatan lebih banyak keterbatasannya, dan aliran Selatan-Utara paling sedikit frekuensinya. Perpindahan dan pertukaran sangat intensif terutama sektor sapi perah, babi dan ayam (Mathias dan Mundy,2005; Valle Zárate et al., 2006).
Sangat sering, breed yang dikembangkan atau diperbaiki lebih jauh di luar area asalnya, kemudian di ekspor ke negara ketiga. Contohnya sapi perah Friesien Holstein hitam dan putih, sapi Brahman Amerika dan Nelore Brasil.
Saat ini, sekitar 1.080 breed ternak yang dicatat sebagai ”lintas batas” - berarti bahwa mereka ada pada lebih dari satu negara (DAD- IS, 2006). Sebanyak 70% termasuk dalam lima spesies - 205 breed sapi, 234 domba, 87 kambing, 59 babi, dan 156 ayam. Pertukaran dari 5 spesies ini didiskusikan lebih rinci di bawah ini. Uraian dari distribuasi global saat ini dapat dilihat pada Bab B.
Spesies ternak lain (kerbau sungai, yak, kuda, keledai, angsa dan kalkun) tidak mempunyai populasi yang cukup besar, tetapi penting, ternak-ternak tersebut berkepentingan untuk mempertahankan kehidupan jutaan peternak miskin di negara berkembang dan pemanfaatannya di area marginal.
Gambar 19 menunjukkan jumlah negara dimana breed individu ternak dari lima spesies utama tersebut ditemukan. Perlu dicatat bahwa gambar tersebut menunjukkan jumlah negara dimana breed ditemukan dan bukan ukuran populasinya. Sepertinya di beberapa negara, breed internasional didokumentasikan tetapi hanya mempunyai populasi kecil. Grafik tersebut menunjukkan semua breed yang dilaporkan dari lima atau lebih negara. Tiap titik di dalam grafik menunjuk pada satu breed tunggal; beberapa breed top pada tiap spesies diberi nama. Contohnya, yang paling tersebar luas sapi perah
GAMBAR 19
Distribusi dari breed lintas batas
adalah Friesian Holstein, ditemukan di 128 negara di seluruh dunia.
3.1 Sapi
Genetika sapi dipertukarkan dalam bentuk ternak hidup (betina dara, induk bunting dan pejantan), semen dan embrio. Sejumlah besar ternak hidup diperdagangkan setiap tahun, tetapi sebagian besar ditujukan untuk penggemukan dan dipotong dari pada untuk breeding. Tingginya biaya transpor ada tiga zona pasar untuk ternak breeding hidup: yaitu Eropa, Amerika Utara dan Baratdaya Pasifik. Dari tahun 1993 sampai 2003, 15 negara yang merupakan anggota Uni Eropa (EU-15) mengekspor lebih dari 150.000 sapi dara untuk breeding setiap tahun. Secara kasar lebih dari setengahnya tinggal di dalam EU-15; hampir semua sisanya pergi ke Afrika Utara, Asia Barat dan Eropa Timur. Pada waktu yang sama, EU-15 mengimpor sekitar 15.000 sapi dara dari luar tiap tahun, hampir semuanya
berasal dari Eropa Timur dan Swiss (Switzerland), sejumlah kecil datang dari Kanada dan tempat lain. Impor dari Amerika Serikat dibatasi oleh pertimbangan penyakit (Mergenthaler et al., 2006).
Perdagangan semen lebih besar dibanding hewan hidup - semen lebih mudah diangkut dan tidak masalah dengan batasan kesehatan dan karantina. Menurut Thibier and Wagner (2002), mendekati 20 juta dosis semen diperdagangkan secara international pada tahun 1998. Sekitar 8% total jumlah dosis beku diproduksi di seluruh dunia. Amerika Utara dan Eropa adalah pengekspor utama. Amerika Utara memproduksi 70% dari ekspor semen global, dan EU 26%; dan sisanya datang dari negara Eropa lainnya, Australia, New Zealand dan Afrika Selatan. EU mensuplai sekitar 3 juta dosis pada tahun 2003, terutama ke negara-negara lain di Eropa, Amerika Latin, Afrika Utara dan Amerika Utara (di luar negara Commonwealth dan Turki) dan
sub-sahara Afrika menerima hanya 5% dari total (Eurostat, cited in Mergenthaler et al., 2006). Pada tahun 2003, negara EU mengimpor sekitar 6,8 juta dosis semen, hampir semua datang dari negara di dalam EU, dan banyak dari sisanya datang dari Amerika Serikat dan Kanada.
Pada tahun 1991, tiga perempat ekspor semen global berasal dari satu breed- Friesien Holstein. Breed sapi perah lainnya hanya berkontribusi 13%, breed sapi potong sekitar 10%, dan breed tropis utamanya Brahman, Red
Sindhi dan Sahiwal sekitar 2% (Chupin and Thibier, 1995 cited in Mergenthaler et al., 2006).
Perdagangan embrio belum sebesar perdagangan semen. Namun demikian sejumlah kecil embrio kadangkala cukup untuk membangun populasi yang besar. Contohnya Perancis meng-upgrade sapi Friesien Holsteinnya yang dicapai terutama melalui impor sekitar 1.000 embrio dari Amerika Serikat ((Meyn 2005 – komunikasi pribadi disitasi dalam Mergenthaler et al., 2006).
GAMBAR 20
Distribusi dari sapi Friesian Holstein
GAMBAR 21
Breed sapi asal Eropa
Breed keturunan Eropa menyumbang pada delapan dari sepuluh breed teratas, dan 49 dari 89 breed terbaik (mereka didistribusikan ke lima atau lebih negara -lihat Gambar 19). Sejauh ini breed yang paling tersebar luas adalah Friesien Holstein, yang dilaporkan paling tidak 128 negara, dan di semua wilayah (Gambar 20). Selanjutnya Jersey (breed sapi perah, 82 negara), Simmental (dwi guna, 70 negara), Brown Swiss (dwi guna, 68 negara) dan Charolais (sapi potong, 64 negara - lihat Gambar 21).
Hampir semua breed sapi yang sukses di Eropa berasal dari Barat laut Eropa: prinsipnya Inggris (11 breed pada top 47), Perancis (6 breed), Swiss dan Belanda. Relatif sedikit yang datang dari bagian selatan dan timur benua. Beberapa breed sukses didasarkan pada breed tradisional yang muncul pada zaman pertengahan atau lebih awal, kadang di bawah sponsor individu bangsawan atau biara. Mereka diformalkan pada abad ke-19 dengan dibentuknya buku penggembala (herd) dan komunitas breeding. Hal ini pertama kali terjadi di Inggris, dan kemudian benua Eropa, Amerika dan sisanya di negara-negara yang berbahasa Inggris (Valle Zárate et al., 2006).
Beberapa breed penting dikembangkan di pulau-pulau kecil (Jersey, Guernsey) atau daerah pegunungan terpencil (Simental, Brown Swiss, Aberdeen Angus, Piedmont, Galloway, Highland) - lokasi yang terisolasi dari breed lain dan (dalam kasus di pegunungan) diperlukan stress lingkungan untuk memperoleh kelebihan dalam breed tersebut.
Penyebaran dipercepat pada tahun 1800. Pada tahun 1950, hampir semua breed Eropa sudah diekspor ke negara lain di Utara. Pertukaran berlanjut sampai sekarang: contohnya, breed Perancis Maine - Anjou pertama kali diekspor ke Amerika Utara pada tahun 1969; Blonde d’Aquitaine, Salers and Tarentaise datang pada tahun 1972. Asosiasi breeder Amerika Serikat untuk breed Parthenais baru dibentuk tahun 1995.
Di Amerika Serikat dan Australia pada khususnya, breed Eropa sudah dikembangkan lebih jauh, dan produksi susu dan daging yang dicapai melebihi di area tempat asalnya. Mereka juga digunakan sebagai dasar breed baru yang cocok di daerah beriklim sedang. Contohnya Hereford yang tidak bertanduk, Red Angus dan sapi perah Devon di Amerika Serikat. Bahkan, Amerika Utara menjadi tempat penting sumber materi genetika untuk produsen ternak Eropa.
Breed Eropa juga sukses di daerah beriklim sedang di Amerika Selatan dan di Afrika Selatan, dan juga di daerah tropis kering, tetapi mereka hampir semua gagal (kecuali di beberapa dataran tinggi dan wilayah peri-urban) karena breed tersebut sangat kurang beradaptasi pada panas dan kualitas hijauan yang rendah, dan sering mereka menderita karena serangan parasit dan penyakit. Namun demikian lima teratas breed Eropa (Friesian- Holstein, Jersey, Simmental, Brown Swiss and Charolais) dilaporkan di 11 atau lebih negara- negara Afrika, 16 atau lebih di Amerika Latin dan Karibia, dan lima atau lebih di Asia. Di Amerika Latin dan Karibia, sapi Eropa diperkenalkan oleh kolonial dikembangkan menjadi beberapa macam breed, yang paling terkenal adalah Creole. Breed Eropa dikawin silangkan dengan berbagai macam breed tropis untuk membentuk komposit breed baru yang lebih cocok di daerah tropis (lihat Asia Selatan dan Breed Afrika di bawah ini.
Breed sapi asal Asia Selatan.
Kelompok breed kedua yang berhasil (dalam arti peneyebaran ke seluruh dunia) adalah tetua sapi Asia Selatan. Mereka termasuk sapi Brahman (secara keseluruhan ranking ke-9 dan ditemukan di 45 negara), Sahiwal (29 negara), Gir, Red Sindhi, Indo-Brasil, Guzerat dan Nelore. Breed tersebut semua berpunuk dan tipe Bos indicus, dari pada Bos taurus tidak berpunuk (Gambar 22).
Di luar area asalnya, breed Asia Selatan paling berhasil di daerah tropis Amerika Latin dan Afrika. Sapi perah Sahiwal berasal Pakistan
Kotak 8