• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pola penyebaran ternak

Dalam dokumen status dunia trkini Sumber Daya Genetik (Halaman 109-113)

Manfaat dan Nilai Sumberdaya Genetik Ternak

3 Pola penyebaran ternak

Dalam bab ini distribusi dari biomasa ternak di unit ternak tropis (TLU/ tropical livestock units), dan jumlah ternak berdasarkan spesies dipertimbangkan dalam hubungannya dengan populasi penduduk yang mendukungnya dan area lahan yang tersedia. Hal ini memberikan gambaran tentang variasi regional dalam peran nyata ternak dalam social-ekonomi dan potensi

pengaruhnya pada sumberdaya alam. Gambaran yang lebih lengkap dari pentingnya ternak pada sosial ekonomi akan dapat diberikan bila tersedia data yang lebih lengkap pada pola kepemilikan ternak, dan kepentingan dari spesies ternak yang berbeda kepada rumah tangga penduduk yang berbeda.

Secara keseluruhan, peta global (Gambar 31) menunjukkan dua region Amerika dan Pasifik 0 20 40 60 80 100

Afrika Asia Eropa & The Kaukasus

Amerika Latin & Karibia

Timur tengah & sekitarnya

Amerika Utara Pasifik Barat daya Persen 1974 1984 1994 2004

0 20 40 60 80 100

Afrika Asia Eropa & Kaukasus

Amerika Latin & Karibia

Timur tengah

dan sekitarnya Amerika Utara Pasifik Baratdaya

%

GAMBAR 30

Persentase dari padang rumput permanen dalam total lahan pertanian

Sumber: FAOSTAT gambaran pada tahun 2002.

Negara-negara berikut yang tidak dimasukkan karena kekurangan gambaran area padang rumput: Samoa Amerika, Aruba, Bermuda, Provinsi Taiwan dari China, Pulau Cook, Mesir, Pulau Faeroe, Kiribati, Malta, Antilles Belanda, Saint Pierre dan Miquelon, San Marino, Seychelles, Singapur, Turki , Pulau Caicos, Wallis dan Pulau Futuna.

Baratdaya mempunyai jumlah unit ternak yang besar per orang. Sebaliknya, gambaran terseb ut rendah di Timur Tengah dan sekitarnya. Situasi di wilayah lainnya lebih bervariasi. Di Eropa dan Kaukasus, umumnya negara yang lebih barat mempunyai angka yang paling tinggi. Di negara- negara Asia dan Afrika juga menunjukkan variasi yang cukup besar, dengan jumlah besar ternak per orang ditemukan di beberapa negara seperti di Republik Afrika Tengah, Chad, Mali, Mauritania, Sudan dan Mongolia.

Jumlah keseluruhan dari unit ternak per hektar sejauh ini merupakan refleksi pola dari penggunaan lahan dan produktivitas lahan penggembalaan, tetapi pada level nasional juga dipengaruhi oleh pertumbuhan dari pola intensif dan sistem produksi tanpa lahan dengan impor bahan pakan ternak. Hampir semua region menunjukkan variasi yang besar antar negara (Gambar 32). Di region Asia, Jepang, hampir semua Asia Selatan dan beberapa negara di Asia Tenggara, mempunyai kepadatan ternak

yang tinggi dibanding Asia Tengah dan China. Afrika dan negara Tmur Tengah dan sekitarnya umumnya mempunyai kepadatan yang rendah, terkecuali Mesir. Di Eropa dan Kaukasus, di negara barat umumnya mempunyai kepadatan ternak yang tinggi, tetapi gambaran ini rendah di bagian timur Eropa khususnya di Federasi Rusia. Amerika Latin dan Karibia juga menunjukkan variasi yang antar negara ke negara. Tentu saja petanya tidak memperlihatkan besarnya variasi di dalam negara dalam penyebaran ternak di dalam suatu negara. Kepadatan ternak bervariasi berdasarkan zona agro-ekologi, contohnya; di banyak negara adanya kecenderungan peningkatan populasi ternak terkonsentrasi dekat dengan pusat urban. Tingginya kepadatan populasi ternak sering mendatangkan tantangan pada lingkungan dan sumberdaya alam dasar (lihat Bagian 2 untuk diskusi lebih jauh).

Kepentingan dari berbagai spesies ternak jauh dari pemerataan di seluruh wilayah di dunia -

dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu agro- ekologi, sosial-ekonomi, agama dan budaya. Beberapa spesies dibatasi pada satu region, sementara yang lain ditemui di seluruh dunia (lihat Bab B: 3 untuk diskusi keragaman spesies).

Domba dan sapi dipelihara luas di semua region di dunia, tetapi di Pasifik Baratdaya jauh

melebihi wilayah lain dalam hal jumlah ternak per orang (Tabel 25). Gambaran untuk region tersebut didominasi oleh Australia dan New Zealand, dengan area penggembalaannya yang besar dan rendahnya kepadatan populasi manusia. Dalam kasus ternak kambing, Tabel 25 mengindikasikan pentingnya kambing di region Timur Tengah dan sekitarnya. Spesies ini GAMBAR 31

Kepadatan ternak dalam hubungannya dengan populasi manusia

Sumber : FAOSTAT – gambaran tahun 2004.

GAMBAR 32

Kepadatan ternak per kilometer persegi dari lahan pertanian

umumnya besar kepentingannya di wilayah sedang berkembang - jumlah kambing per orang khususnya di Amerika Selatan rendah. Keledai adalah spesies lain yang mempunyai arti paling besar untuk penduduk di wilayah yang kurang berkembang; jumlah terbesar per orang ditemukan di Timur Tengah dan sekitarnya, dengan Afrika dan Amerika Latin dan Karibia juga mempunyai jumlah yang relatif tinggi. Polanya agak berbeda untuk ternak kuda. Amerika Utara, Pasifik Baratdaya, Eropa dan Kaukasus mempunyai kuda per orang lebih banyak dibanding hampir semua wilayah sedang berkembang – kuda di negara maju lebih banyak digunakan untuk aktifitas hiburan/kesenangan. Akan tetapi, sejauh ini angka tertinggi Amerika Latin dan Karibia. Dalam kasus ternak babi, di wilayah yang maju di Amerika Utara, Eropa dan Kaukasus (dimana produksi ternak monogastrik didominasi dengan kepadatan tertinggi per penduduk. Di antara region yang sedang berkembang, Asia mempunyai angka tertinggi. Spesies mamalia lain seperti kerbau dan unta

mempunyai penyebaran yang lebih sempit dan lebih yang terbatas pada sedikit wilayah. Angka terbesar dari ayam per penduduk ditemui di Amerika Utara, diikuti oleh Amerika Latin dan Karibia dan Pasifik Baratdaya.

Dari perspektif jumlah ternak per hektar lahan pertanian (Tabel 26), dapat dilihat polanya agak berbeda dengan distribusi spesies. Dalam kasus sapi, contohnya, Pasifik Baratdaya mempunyai bilangan terkecil per hektar – berlawanan dengan posisinya sebagai region dengan jumlah sapi tertinggi per orang. Lahan penggembalaan kering (arid dan semiarid) di Australia sangat luas, tetapi dukungannya pada kepadatan ternak rendah. Eropa dan Kaukasus adalah region dengan kepadatan domba tertinggi, sementara dalam kasus kambing, ayam dan babi, Asia mempunyai jumlah ternak terbesar per hektar lahan pertanian. Untuk spesies monogastrik, sistem produksi intensif meningkat di beberapa bagian Asia. Kepadatan tertinggi dari sapi dan kuda ditemui di Amerika Latin dan Karibia.

TABEL 25

Jumlah ternak berdasarkan spesies/1.000 orang

Spesies Afrika Asia Eropa &

Kaukasus Amerika Latin & Karibia Timur Tengah & sekitarnya Amerika Utara Pasifik Baratdaya Keledai 14 4 2 14 23 0 0 Kerbau 0 46 1 2 18 0 0 Unta 7 1 0 0 22 0 0 Sapi 251 116 181 693 228 330 1.409 Ayam 1.579 2.115 2.591 4.653 2.425 6.430 4.488 Bebek 9 260 82 29 46 24 32 Angsa 4 72 23 1 46 1 3 Kambing 231 128 32 60 308 4 32 Kuda 5 4 8 44 1 17 14 Bagal (peranakan kuda dan keledai) 1 1 0 12 0 0 0 Camelid lain 0 0 0 12 0 0 0 Binatang mengerat 0 0 0 30 0 0 0 Babi 28 159 235 140 0 226 143 Kelinci 4 105 148 9 47 0 0 Domba 250 98 210 145 456 21 5.195 Kalkun 9 1 144 92 11 282 59

TABEL 26

Jumlah ternak berdasarkan spesies/1.000 ha lahan pertanian

Spesies Afrika Asia Eropa&

Kaukasus Amerika Latin & Karibia Timur Tengah & sekitarnya Amerika Utara Pasifik Baratdaya Keledai 11 11 2 10 13 0 0 Kerbau 0 121 1 2 10 0 0 Unta 5 2 0 0 12 0 0 Sap 205 307 276 483 126 229 78 Ayam 1.301 5.597 3.954 3.242 1.342 4.464 250 Bebek 7 688 126 20 26 17 2 Angsa 3 191 35 0 25 1 0 Kambing 188 339 49 42 170 3 2 Kuda 4 10 13 31 0 12 1 Bagal (peranakan kuda dan keledai) 1 3 1 8 0 0 0 Camelid lain 0 0 0 8 0 0 0 Binatang mengerat 0 0 0 21 0 0 0 Babi 23 420 359 98 0 157 8 Kelinci 3 277 226 6 26 0 0 Domba 204 260 320 101 252 15 289 Kalkun 7 3 221 64 6 196 3

sumber: FAOSTAT – gambaran produksi tahun 2004, gambaran penggunaan lahan tahun 2002.

Dalam dokumen status dunia trkini Sumber Daya Genetik (Halaman 109-113)